Anda di halaman 1dari 18

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada pencipta alam beserta isinya
Allah yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan berjuta karunia dan
nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyusun serta menyelesaikan
makalah yang berjudul Budidaya Tanaman Lada.

Selama proses penyusunan makalah ini penulis mendapatkan banyak


rintangan dan kesulitan. Namun berkat doa, bimbingan, motivasi, serta
arahan dari berbagai pihak, semuanya dapat penulis lewati, sehingga
mampu menyelesaikan makalah ini. Oleh karena itu, dengan penuh rasa
hormat penulis mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan,


sehingga kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan dari
para pembaca. Harapan kami semoga penulisan makalah ini bisa
bermanfaat bagi pembaca umumnya dan khususnya bagi penulis. Amin..

Belitang,

April 2016

Penyusun,

ii

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................

KATA PENGANTAR............................................................................

ii

DAFTAR ISI.......................................................................................

iii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...........................................................................

1.2 Tujuan dan Manfaat Makalah.....................................................

1.3 Permasalahan.............................................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tanaman Lada............................................................................

2.2 Jenis Tanaman Lada...................................................................

2.3 Syarat Tumbuh Tanaman Lada...................................................

2.4 Teknik Budidaya Tanaman Lada.................................................

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan ................................................................

3.2 Saran...........................................................................

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................... 10

iii

iv

iv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Lada terutama bijinya, sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. Theoprastus
dari Yunani (372 387 SM) sudah mengenal dua jenis Lada yaitu Piper
nigrum (Lada Hitam) dan Piper longum. Tahun 600 1500 para pedagang
Arab mengangkut biji Lada dari pantai Malabar di India. Hubungan
perdagang lada antara Jawa dan Cina tercatat mulai tahun 1500, dan
bangsa-bangsa Eropah antara lain Inggris, Spanyol, Portugis dan Belanda
menjajah

bangsa-bangsa

di

Asia

termasuk

Indonesia

antara

lain

disebabkan oleh komoditi rempah dan obat termasuk Lada.

Di Indonesia pada masa penjajahan Belanda tanaman Lada pernah menjadi


komoditas ekspor utama, tercatat antara tahun 1930 1938 rata-rata
ekspor Indonesia meliputi 50.000 ton per tahun. Pada tahun berikutnya
yaitu pada tahun 1980 s.d saat ini rata-rata ekspor pertahun hanya sekitar
30.000 ton. Penghasil Lada di Indonesia antara lain Lampung, Bangka dan
Kalimantan Barat. Di desa penulis desa Way Salak Kecamatan Jayapura
Kabupaten OKU Timur banyak dibudidayakan tanaman lada, untuk itu
dalam makalah ini penulis akan membahas tentang budidaya tanaman
lada.

1.2

Tujuan dan Kegunaan Makalah

1.2.1 Untuk mengetahui tentang tanaman lada.


1.2.2 Untuk mengetahui jenis-jenis tanaman lada.
1.2.3 Untuk mengetahui syarat tumbuh tanaman lada.
1.2.4 Untuk mengetahui teknik budidaya tanaman lada.

1.3

Permasalahan

1.3.1 Jelaskan tentang tanaman lada?


1.3.2 Sebutkan jenis-jenis tanaman lada?
1.3.3 Sebutkan syarat tumbuh tanaman lada?
1.3.4 Jelaskan teknik budidaya tanaman lada?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tanaman Lada


Lada merupakan tanaman rempah-rempah yang dapat menghangatkan
tubuh. Selain itu tanaman lada dapat digunakan sebagai bumbu masak
tanaman lada tergolong famili pipiraceae. Adapun klasifikasi tanaman lada
adalah

Divisi

(spermatophyta),

subdivisi

(angiospermae),

kelas

(dicotyedonae), famili (diperaciae), genus (piper), spesies (piper nigrum L ).


Bagian morfologi tanaman lada terdiri dari akar, batang, pokok serta
cabang, daun, bunga, dan buah.sistem perakaran tanaman lada adalah
tunggang. Namun, akar tunggang jarang ditemukan pada tanaman lada
karena perbanyakan dilakukan melalui stek. Berdasarkan fungsinya akar
lada dibagi menjadi dua, yaitu akar yang tumbuh dari buku didalam tanah
dan akar yang tumbuh dari buku diata tanah. Tanaman lada mempunyai

satu

batang

pokok

dengan

dua

macam

cabang

yaitu

cabang

orthotropis(vertikal) dan plagiotropis(horizontal).daun lada berbentuk bulat


telur dengan ujung meruncing tunggal serta bertangkai daun 2-5 helai, dan
membentuk aluran dilapangan atasnya daun berwarna hijau tua bagian
atas daun mengkilat, sedangkan bagian bawah berwarna pucat dengan titik
kalenjar.bunga tanaman lada berbentuk malai dan agak mengelantung
panjangnya 5-25 cm tidak bergabung, berparas tunggal, dan terdapat
sekitar 150 bunga kecil. Bunga tanaan lada ada yang berumah satu
(monocious) dan berumah dua (diocious). Buah lada tidak bertangkai,
berbiji tunggal, berbentuk bulat, dan berdaging. Biji lada berdiameter ratarata 3-4 mm.

2.2 Jenis Tanaman Lada


1. Jenis Tanaman
a. 10 -12 genera (marga)
b. 1.400 species (jenis) antara lain :
- Piper betle L (sirih/seureuh Sunda)
- Piper cubeba (kemukus).
- Piper retrofractum (cabe Jawa).
c. Varietas antara lain :
- Varietas Jambi dan Lampung
- Varietas Bulok Belantung
- Varietas Muntok atau Bangka

2.3

Syarat Tumbuh Tanaman Lada

1. Elevasi

Ketinggian berkisar dari 10 500 m dpl (dataran

rendah).
2. Iklim

: A, B dan C

3. Curah hujan

: di atas 2.000 mm per tahun.

4. Suhu

: 25 - 26,5 C.

5. Ketinggian air tanah

: relatif dalam (air tanah 0,5 M di bawah tanah

terutama pada tanah gambut tidak ditolerir oleh tanaman Lada).


6. Jenis Tanah

Laterit merah, Latosol coklat muda sampai coklat tua.

Tanah lempung yang mengandung pasir 20 - 45 % (clay loam).

Tanah lempung merah mengandung pasir < 52 % (red loam).

Lempung berpasir 52 % atau lebih.

7. Topographi
tanah

:
datar

Landai, bergelombang dan berbukit. (catatan untuk


perlu

drainase

untuk

menghindarkan

genangan/pembusukan akar oleh genangan air terutama bagi tanaman


muda).
8. Perbanyakan Tanaman
Perbanyakan tanaman lada secara Vegetatif yaitu dengan menggunakan
stek cabang.
a. Bahan bibit

: berasal dari pohon induk yang telah berumur 2

tahun dan telah mengalami pangkasan pertama (pada umur 8 -10


bulan) atau dari pemangkasan kedua (pada umur 18 -20 bulan).
b. Tinggi bibit

: 5 7 ruas.

c. Jenis setek daun :


-

setek batang atau setek cabang outotrop.

Buku pada setek daun berakar.

d. Warna daun

: hijau.

e. Habitus

: Bebas dari gejala serangan hama penyakit.

f. Polybag

- Warna

: Hitam/putih

- Ukuran : 30 cm x 20 cm x 0,08 mm.

2.4 Teknik Budidaya Tanaman Lada


1. Penyiapan lahan
a. Lahan dibersihkan dari rumput dan semak belukar.
b. Dilakukan pengajiran dengan jarak 2,5 M dalam barisan dan 4 M antar
barisan (untuk lahan yang landai pengajiran mengikuti garis contour).
c. Untuk

lahan

yang

sangat

landai/derajat

kemiringan

yang

tinggi

diperlukan penyengkedan dengan mengikuti garis countour.


d. Derajat kemiringan tanah untuk kebun lada yang optimal adlah 15 %.
e. Setelah pembersihan lahan dan pengajiran, lalu dibuat lubang tanam
dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm.
f. Setiap lubang sebaiknya diisi dengan pupuk kandang lalu dicampur
dengan tanah lapisan atas sampai terbentuk guludan setinggi 20 cm.
g. Guludan dibiarkan 2 -4 minggu sampai guludan mantap. Guludan yang
susut karena terbawa air harus diperbaiki dan areal di sekitar kebun
dilengkapi dengan saluran air.

Catatan :
- Untuk tanaman lada panjat, di salah satu sisi lubang, ditanam tanaman
panjatan untuk tempat merambatnya tanaman Lada yaitu antara lain
Kapok, Dadap, Lamtoro dan Kalikiria atau Cebreng (Glyrisidia maculate)

atau bisa dengan panjatan mati berupa tiang kayu (kayu ulin) atau tiang
beton. Panjatan hidup bisa ditanam beberapa bulan sebelum penanaman
Lada atau tiang untuk panjatan dari tanaman Lada Panjat.
- Untuk Lada Perdu tidak diperlukan tiang panjat.

2. Pemeliharaan Tanaman Lada :


a. Menjaga Kodisi Lahan
- Membersihkan gulma
- Menjaga kelancaran pembuangan air (saluran atau drainase)
- Untuk tanah yang miring diupayakan membuat sengkedan
- Penutupan tanah disekitar tanaman dengan mulsa.
b.

Mengatur Pertumbuhan

- Tunas baru yang mulai tumbuh ( 1 bulan st ) diikat pad tiang panjat.
- Pengikatan sulur muda harus hati-hati, dan pengikatan ini berlangsung
hingga batang mencapai tinggi 1,5 M.
- Diusahakan agar ada 4 (batang) ortotrop yang tumbuh, dua batang
tumbuh menjurus keatas dan dua batang lagi ke samping.

3. Pembentukan Tanaman
a. Batang pokok dibiarkan tumbuh hingga 0,75 1,0 M.
b. Potong ujungnya (ditop) untuk pembentukan cabang primer (3 4
batang)
c. Cabang primer dibiarkan tumbuh hingga 0,5 M untuk kemudian
dipangkas

dan

akan

membentuk

cabang

dasar

sekunder

yang

menghasilkan ranting-ranting yang bisa berbunga.


d. Setelah tanaman lada berumur 8 bulan dan mencapai tinggi 1 1,5
M digali lubang yang melingkari pohon panjatan.

e. Jarak lubang dari pohon panjatan 20 25 cm.


f. Ukuran lubang lebar 0.50 M, dalam 30 40 cm dan diisi dengan pupuk
kandang secukupnya.
g. Batang dilepaskan dari panjatan.
h. Daun dan ranting dari batang dibuang.
i. Masukkan batang dalan lubang secara mendatar melingkari pohon
pemanjat, dengan kedalaman tidak lebih dari 20 cm.
j. Setelah tanaman berumur 16 bulan atau 8 bulan setelah dimasukkan ke
lubang,

tiang

panjat

sudah

tertutup

2/3

bagian.

Dilaksanakan

pemangkasan kembali ( heading back ) hingga tanaman lada tersisa


setinggi 30 cm diatas tanah.
k. Dihasilkan batang-batang ortotrop baru, pilih 12 batang yang paling kuat
/ baik pertumbuhannya dan ikat pada pohon panjatan.
l. Semua bunga pertama yang muncul pada masa ini harus dibuang.

4. Pemupukan
a. Pupuk Organis/Kandang : 5 10 kg per lobang tanam.
b. Tahun I (tanaman berumur 8 12 bulan) : 100 gr NPK 2 : 1 : 1/ pohon
atau 50 gr urea, 25 gr DS dan 25 gr Potash.
c. Tahun ke II 200 gr/pohon dari pupuk NPK dilakukan setiap 4 bulan
sekali.
d. Tahun ke III 400 gr/pohon diberikan 6 bulan sekali.
e. Tahun-tahun selanjutnya 600 gr/ pohon menjelang pembentukan bunga
dan 600 gr/ pohon setelah selesai panen.

5. Penyakit
a. Penyakit busuk pangkal batang (BPP)

Penyebab : jamur Phytopthora Palmivora Var Piperis. Gejala: awal serangan


sulit diketahui. Bagian yang mulai terserang pada pangkal batang
memperlihatkan garis-garis coklat kehitaman dibawah kulit batang. Daun
berubah warna menjadi layu (berwarna kuning). Pencegahan : penanaman
jenis lada tahan penyakit BPB. Pemberian Natural Glio sebelum dan
sesudah tanam.

b. Penyakit kuning
Penyebab:

tidak terpenuhinya

berbagai

persyaratan

agronomis serta

serangan cacing halus (Nematoda) Radhophalus similis yang mungkin


berasosiasi dengan nematoda lain seperti Heterodera SP, M incognita dan
Rotylenchus Similis. Gejala: menyerang akar tanaman lada, ditandai
menguningnya daun lada, akar rambut mati, membusuk dan berwarna
hitam. Cepat lambatnya gejala daun menguning tergantung berat ringannya
infeksi dan kesuburan tanaman. Pengendalian: Pemberian pupuk kandang,
pengapuran, pemupukan tepat dan seimbang, pemberian Natural Glio
sebelum dan sesudah tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida
alami

belum

mengatasi

dapat

dipergunakan

pestisida

kimia

yang

dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak


mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis +
5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih
efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml
(1/2 tutup)/tangki.

6. Panen
a. Ciri dan Umur Panen

10

Panen pertama umur tiga tahun atau kurang. Ciri-ciri: tangkainya berubah
agak kuning dan sudah ada buah yang masak (berwarna kuning atau
merah).

b. Cara Panen
Pemetikan dari buah bagian bawah hingga buah bagian atas, dengan
mematahkan persendian tangkai buah yang ada diketiak dahan.

c. Periode Panen
Periode panen sesuai iklim setempat, jenis lada yang ditanam dan intensitas
pemeliharaan.

10

11

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Lada merupakan tanaman rempah-rempah yang dapat menghangatkan
tubuh. Selain itu tanaman lada dapat digunakan sebagai bumbu masak
tanaman lada tergolong famili pipiraceae.

Syarat tumbuh tanaman lada :


1. Elevasi : ketinggian berkisar dari 10 500 m dpl (dataran rendah).
2. Iklim : A, B dan C
3. Curah hujan : di atas 2.000 mm per tahun.
4. Suhu : 25 - 26,5 C.
5. Ketinggian air tanah : relatif dalam (air tanah 0,5 M di bawah tanah
terutama pada tanah gambut tidak ditolerir oleh tanaman Lada).
6. Jenis Tanah :
-

Laterit merah, Latosol coklat muda sampai coklat tua.

Tanah lempung yang mengandung pasir 20 - 45 % (clay loam).

Tanah lempung merah mengandung pasir < 52 % (red loam).

Lempung berpasir 52 % atau lebih.

11

12

7. Topographi : landai, bergelombang dan berbukit. (catatan untuk tanah


datar perlu drainase untuk menghindarkan genangan/pembusukan
akar oleh genangan air terutama bagi tanaman muda).
8. Perbanyakan Tanaman : perbanyakan tanaman lada secara Vegetatif
yaitu dengan menggunakan stek cabang.

Pada tanaman lada panen pertama umur tiga tahun atau kurang. Ciri-ciri:
tangkainya berubah agak kuning dan sudah ada buah yang masak
(berwarna kuning atau merah).
3.2 Saran
1. Hendaknya kita sebagai generasi muda dan pelajar mau mengetahi
proses dalam pembudidayaan tanaman lada.
2. Pembudidayaan tanaman lada harus ditingkatkan guna mewujudkan
kebutuhan pasar dan menggurangi pengangguran yang ada saat ini.
3. Kegiatan pembudidayaan harus diperkenalkan kepada generasi muda
atau, hal ini dapat dilakukan dengan adanya campur tangan dari orang
tua, pihak sekolah maupun masyarakat yang ada di sekitar lingkungan
mereka.
Demikianlah makalah tentang budidaya tanaman lada, semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis
harapkan demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.

12

13

DAFTAR PUSTAKA

http://www.endrymesuji.com/2013/06/makalah-budidaya-tanamanlada.html (Diakses pada hari Jumat tanggal 8 April 2016 pukul 17.00 WIB)
http://nangimam.blogspot.co.id/2014/06/budidaya-tanaman-ladahitam.html (Diakses pada hari Jumat tanggal 8 April 2016 pukul 17.10
WIB)
http://teknis-budidaya.blogspot.co.id/2007/10/budidaya-lada.html
(Diakses pada hari Jumat tanggal 8 April 2016 pukul 17.20 WIB)

Suwartono. 2003. Sejarah Tanaman Lada. Yogyakarta

Ume Humaedah. 2000. Syarat Tumbuh Lada. Universitas Gajah Mada.

13

14

14

15

15