Anda di halaman 1dari 4

RSUD

KABUPATEN

INDRAMAYU

TATA LAKSANA PERAWATAN PALIATIF


No.Dokumen
445/.../SPO/2015

No.Revisi
00

Halaman
1/3

Di tetapkan oleh :

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah
Tanggal terbit

Kabupaten Indramayu

01 Juli 2016

dr. H. Deden Bonni Koswara, MM


NIP. 19740110 200212 1 008

PENGERTIAN

Perawatan yang diberikan pada pasien dengan penyakit yang


tidak mungkin disembuhkan atau dalam tahap terminal (kanker
stadium lanjut, kegagalan organ, penyakit syaraf stdium lanjut,
kelainan metabolism stadium lanjut, dan HIV/AIDS) yang
merupakan respon terhadap masalah bio-spiko-sosial dan
spiritual sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan aman

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

bagi pasien
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk petugas
dalam menangani pasien terminal.
Keputusan Direktur RSUD Kabupaten Indramayu
Nomor 445/
-PP/ 2015 tentang Kebijakan Pelayanan
Keperawatan Pada RSUD Kabupaten Indramayu
1. Asuhan Keperawatan yang diberikan menggunakan
pendekatan proses keperawatan:
a. Pengkajian
Data yang di kumpulkan melalui wawancara diperoleh
dari pasien, keluarga dan caregiver. Kesiapan keluarga
dan caregiver dalam merawat anggota keluarga yang
sakit termasuk fasilitas yang di perlukan di rumah dan
adanya layanan rujukan yang terdekat. Pengkajian

RSUD
KABUPATEN

INDRAMAYU

TATA LAKSANA PERAWATAN PALIATIF


No.Dokumen
445/.../SPO/2015

No.Revisi
00

Halaman
1/3

pasien paliatif kanker meliputi pengkajian pemenuhan


kebutuhan pasien dan kesiapan keluarga dalam
menerima

proses

kehilangan

yang

akan

terjadi

(kematian)
b. Merumuskan Diagnosis Keperawatan.
Masalah yang terjadi pada pasien paliatif kanker sangat
kompleks meliputi aspek bio-psiko-sosial-spiritual,
seperti gangguan psikologis, nyeri, adanya luka kanker,
gangguan nutrisi, gangguan mobilisasi sampai pada
masalah kenyataan yang harus di hadapi pasien yaitu
proses kematian dan masalah terhadap keluarga yang
akan ditinggalkannya.
c. Rencana tindakan
Mengacu kepada keluhan

pasien

dan

masalah

menjelang akhir kehidupan. Kriteria di sesuaikan


dengan kondisi pasien secara objektif dan menyiapkan
pasien dan keluarga saat kematian dan pada saat fase
berduka
d. Tindakan Keperawatan
Tindakan keperawatan pada pasien terminal, bertujuan
meningkatkan quality of life sehingga pasien dapat
menghadapai kematiannya dalam keadaan bebas nyeri,
bebas sesak dan dalam keadaan beriman serta adanya
penerimaan keluarga
e. Evaluasi
Evaluasi dilakukan terhadap tindakan perawatan yang
telah di lakukan :
1) Penerimaan keluarga

RSUD
KABUPATEN

INDRAMAYU

TATA LAKSANA PERAWATAN PALIATIF


No.Dokumen
445/.../SPO/2015

No.Revisi
00

Halaman
1/3

2) Pelaksanaan pesan-pesan pasien sebelum


meninggal
3) Proses berduka keluarga
2. Intervensi Keperawatan pada pasien dalam keadaan
terminal:
a) Sebelum kematian (fase persiapan)
1) Diskusikan dengan keluarga, apakah pasien akan
meninggal di rumah, rumah sakit, hospice referral,
do not resusitation (DNR)
2) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain pada saat
pasien mengeluh tidak nyaman dengan kondisi
fisiknya (dyspnea, nyeri,fatigue) dan emosional
(depresi, dependency)
3) Dengarkankeluhan pasien pada saat pasien tersebut
menunjukkan bahwa belum terselesaikan yang
akan menghambat kematian
4) Anjurkan anggota keluarga untuk berbicara dengan
pasien, dengan kalimat yang merefleksikan
perasaan cinta dan kasih sayang.
5) Support keluarga untuk menunjukkan kasih sayang
kepada pasien, menyentuh pasien, dan membiarkan
mereka tahu bahwa mereka akan di tinggal.
6) Bicarakan dengan keluarga tentang kematian.
b) Ketika kematian terjadi
Selama proses Dying, perawat harus menenangkan
keluarga dan merawat jenazah pasien.
c) Setelah kematian
1) Perawat membantu menyiapkan pemakaman sesuai
dengan kebutuhan dengan memperhatikan

RSUD
KABUPATEN

INDRAMAYU

TATA LAKSANA PERAWATAN PALIATIF


No.Dokumen
445/.../SPO/2015

No.Revisi
00

Halaman
1/3

kepercayaan dan budaya pasien


2) Perawat mensuport keluarga dalam melewati masa
berduka (breavement). Bila Perawat menghubungi
UNIT TERKAIT

keluarga seminggu setelah kematian.


Seluruh Rawat Inap