Anda di halaman 1dari 4

Principle of public health

A review on human health perspective of air pollution with respect to allergies


and asthma
Asma dan alergi merupakan pernyakit yang kurang umum pada beberapa
dekade yang lalu. Namun diketahui bahwa prevalensi kedua penyakit tersebut telah
meningkat dalam beberapa dekade belakang ini. Hal ini diketahui sebagai sebab dari
perubahan gen dan paparan polusi lingkungan ataupun organisme yang khususnya
berada di udara.
Pada lingkungan dalam ruang sendiri, ventilasi udara yang kurang dapat
menyebabkan penumpukan polusi biofisikal seperti debu, serpihan kain, serpihan
kulit mati manusia, dan sebagainya. Pada lingkungan di luar ruangan, polusi kimia
seperti volatile organic compounds, nitrogen dioxide, ozon, dan lain sebagainya,
sangat mempengaruhi kualitas dari kondisi udara di dalam ruangan.
Munculnya gejala dari pernyakit atopi seperti rhinitis alergi, konjuntigvitis
alergi, dan asma, bergantung pada interaksi antara genetic, paparan lingkungan
terhadap alergi, dan faktor non-spesifik lain seperti asap rokok, polusi udara, dan
infeksi. Studi yang dilakukan oleh ISAAC (International Study on Asthma and
Allergies in Childhood) menunjukkan angka penderita asma terus tumbuh secara
kontinu. Setidaknya 1 dari 12 orang menderita asma pada tahun 2009 dibandingkan
1 dari 14 orang pada tahun 2001 di populasi Amerika. Diketahui juga, frekuensi dari
kambuhnya gejala asma lebih sering di negara maju dibanding negara berkembang,
dengan alasan yang masih belum diketahui. Untuk perbedaan dari jenis kelamin
sendiri, diketahui tingkat keparahan asma setara pada kedua jenis kelamin baik lakilaki maupun perempuan. Namun, pada usia yang lebih muda, diketahui bahwa gejala
asma ini lebih parah dibanding pada usia yang lebih tua.
Pengaruh dari paparan polusi udara di luar ruangan seperti ozon (O3),
nitrogen dioxide (NO2), sulfur dioxide (SO2), dan sejenisnya memberikan efek pada
kemampuan sel imun dan respon pernafasan. Berbagai polutan ini berasal dari
sumber yang berbeda-beda, sehingga bisa juga membawa spora jamur dan partikel
yang berasal dari sumbernya sehingga lebih berbahaya. Tabel berikut merupakan
penjelasan mengenai jenis polutan udara, sumber, dan efek yang ditimbulkan pada
kesehatan.
Tabel 1. Polusi udara dan efeknya pada alergi dan asma
No

Jenis

Sumber

Efek pada kesehatan

.
1

polutan
Nitrogen

Asap

dioxide

pembangkit listrik, kompor akut maupun kronik, infiltrasi

kendaraan, Perubahan fungsi paru baik

gas, penghangat bersumber neutrophil bronkial, produksi

Ozone

minyak tanah, dan sumber sitokin

proinflamasi,

lain

pada

yang

menggunakan respon

minyak bumi
Reaksi
fotokimia

penghirupan

allergen pada asma


yang Inhalasi dari ozon dengan

menggunakan
ultraviolet

dan

radiasi konsentrasi yang tinggi dapat

yang

bereaksi meningkatkan

terjadinya

dengan nitrogen dioxide dan asma, inflamasi dan respon


hydrocarbon
3

dari

pabrik saluran pernapasan

Sulphur

industri
Aktivitas

dioxide

menggunakan batu bara dan akut bronki pada penderita

Partikel kecil

minyak
asma, penurunan fungsi paru
Sumber alami seperti debu, Meningkatkan
keparahan

pabrik

yang Dapat menginduksi konstriksi

tumbuhan, dan asap pabrik serangan asma, bronchitis,


dan kendaraan

dan penyakit paru lainnya


yang

disebabkan

oleh

masuknya partikel ke saluran


5

Senyawa

Pom

bensin,

pernapasan
tanki Efek respiratori, alergi, dan

organik yang penyimpanan bahan bakar, imun pada bayi dan anakmudah

gas alami dari pembakaran anak, sesak pada malam hari

menguap

sampah,

(VOC)

pembersih

dan
rumah

bahan (wheezing),
tangga respon

lainnya

peningkatan
bronkial,

dan

penurunan fungsi paru

Pada lingkungan dalam ruangan (indoor), polusi yang berasal dari sumber
biofisikal secara umum bertindak sebagai iritan. Penjelasaan dari jenis polusi udara
ini dan efeknya pada kesehatan tubuh dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Jenis polutan biofisikal dan efeknya pada
No

Jenis

Sumber

Efek pada kesehatan

.
1

polutan
Tungau

Kasur, bantal, seprai, karpet, Eksaserbasi dari rinithis alergi,


perabotan yang tak terurus, dermatitis atopi, hiperresponsif
mainan,

dan

berbahan kain lainnya


Alergi hewan Binatang peliharaan
peliharaan

barang bronkial, dan asma


yang Pencetus

khususnya berbulu, namun gejala

serangan
akut

asma,

konjungtivitis

serpihan kulit mati, saliva, alergi, inflamasi pada mata,

dan urin juga dapat menjadi dan reaksi alergi lainnya


3

Jamur

alergen
Tempat dan perabot yang Hidung tersumbat, iritasi mata,
basah, segala tempat yang wheezing, iritasi kulit, reaksi
lembab

alergi, dan pencetus serangan


asma

Setelah mengetahui jenis polutan, sumber, dan efeknya pada kesehatan


tubuh manusia, perlu juga diketahui bagaimana proses dari berbagai jenis polutan
tersebut berefek sehingga menimbulkan alergi dan asma. Reaksi alergi terjadi ketika
sistem pertahanan tubuh manusia bereaksi dengan benda asing yang berasal dari
luar tubuh. Benda asing yang paling sering termasuk jenis polutan yang sudah
disebutkan diatas. Sistem imun tubuh merespon benda asing tersebut sebagai
sesuatu yang berpotensi bahaya dengan mengirimkan antibody immunoglobulin-E
(IgE) untuk menyerangnya. Benda asing ini disebut juga allergen. Setelah adanya
respon tersebut, maka individu yang terpapar benda asing itu akan memunculkan
gejala dari reaksi alergi. Gejalanya dapat berupa bersin-bersin, hidung berlendir,
mata merah, tenggorokan yang gatal, eczema, dan kondisi iritasi kulit lainnya.
Reaksi alergi ini dapat menyerang siapa saja, yang dipercaya berhubungan
dengan genetic. Namun faktor genetik yang pasti masih belum diketahui. Reaksi
alergi ini dapat ditangani dengan pemberian obat anti alergi yang mana bekerja
dengan menghasilkan pemblokingan antibody (IgG) sehingga menurunkan reaksi
alergi.
Pada kasus asma, asma sendiri diklasifikasikan sebagai tipe special dari
inflamasi saluran pernapasan yang mengarah ke kontraksi otot saluran pernapasan,
produksi mucus yang berlebihan, dan pembengkakan dari saluran pernapasan.
Dengan adanya perubahan saluran pernapasan tersebut, menghasilkan wheezing
dan batuk. Inflamasi ini sendiri merupakan hasil dari reaksi sistem imun tubuh karena
adanya benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Pada penderita asma,
reaksi ini terjadi secara berlebihan. Lagi-lagi, pengaruh genetic juga megambil
peranan pada reaksi asma ini bersamaan dengan paparan lingkungan. Gejala yang
timbul akibat reaksi ini adalah batuk, sesak, wheezing, dan nafas tersengal-sengal.
Keparahan gejala asma yang muncul saat terjadi serangan dapat dikurangi dengan
mengurangi paparan pada pencetus reaksi tersebut. Sehingga kembali lagi ke
paparan lingkungan, yang mana dengan adanya kualitas udara yang baik dapat
mengurangi terjadinya serangan asma.

Sebagai kesimpulannya, penyakit respiratori yang berhubungan dengan


alergi seperti asma, sudah menjadi pusat perhatian sejak dulu dikarenakan
hubungannya yang erat dengan lingkungan. Penelitian masih terus dilakukan untuk
mengetahui lebih lanjut hubungan dari polusi udara dan dampak kesehatannya pada
tahun-tahun kedepan. Sehingga informasi yang didapatkan bisa menjadi acuan
untuk mencegah dan menurunkan angka terjadinya penyakit-penyakit seperti asma
dan alergi.