Anda di halaman 1dari 1066

MATERI MATAKULIAH : TEORI AKUNTANSI

Kode Mata Kuliah/sks : EAA 503 / 3 SKS


Dosen : Adrie Putra, SE, MM

Deskripsi Mata Kuliah :


Mata kuliah ini memberikan pemahaman mengenai pendekatan teoritis terhadap berbagai
masalah akuntansi untuk penyelesaian masalah. Disisi lain memberikan logika penalaran
tentang apa yang dilakukan akuntan terutama adanya berbagai upaya untuk memecahkan
masalah akuntansi dan merumuskan kerangka teoritis untuk praktik akuntansi. Ruang
lingkup pembahasan diarahkan pada materi Sejarah dan pendekatan (metodologi) dalam
perumusan teori; Proses penyusunan standar dan dewan pembuat standar akuntansi;
Kerangka konseptual dalam penyusunan laporan keuangan; konsep, definisi, pengakuan,
pengukuran,

pelaporan

dan pengungkapan

aktiva,

hutang,

modal,

pendapatan,

penghasilan, beban, rugi, gain; serta Akuntansi untuk perubahan harga.

Standar Kompetensi :
1. Mampu Menganalisis Tataran Kerangka Konseptual Akuntansi
2. Mampu merumuskan masalah akuntansi dan solusi praktek akuntansi
3. Mampu menjunjung sikap integritas dalam penyajian laporan keuangan
4. Mampu menjelaskan sejarah dan pendekatan (metodologi) dalam perumusan teori
5. Mampu menjelaskan proses penyusunan standar dan dewan pembuat standar akuntansi
6. Mampu menjelaskan Kerangka konseptual dalam penyusunan laporan keuangan.
7. Mampu menjelaskan Konsep, definisi, pengakuan, pengukuran, pelaporandan
pengungkapan aktiva, hutang, modal, pendapatan, penghasilan, beban, rugi, gain.
8. Mampu menjelaskan berkaitan dengan akuntansi untuk perubahan harga.

Jadwal Pertemuan
Terdapat 14 kali pertemuan dengan durasi pertemuan masing masing 150 menit.

Pertemuan Topik Bahasan

Metode
Pembelajaran

Bahan Bacaan

1
2

Ceramah
Cooperatif Learning
Small Group Discussion
Cooperatif Learning
Small Group Discussion

Aturan Akademik
Belkoui, Ch 1

Norma Akademik
Sejarah akuntansi dan badan-badanp
embuat standar akuntansi
Pengantar Teori Akuntansi

Struktur Teori Akuntansi

Cooperatif Learning
Small Group Discussion

Kerangka konseptual
laporan keuangan

penyusunan

Cooperatif Learning
Small Group Discussion

Laporan Keuangan : Balance Sheet,


Comprehensive Income

Cooperatif Learning
Small Group Discussion

Laporan Keuangan : Arus Kas

Cooperatif Learning
Small Group Discussion

- Tearney Ch 1
- Suwarjono Ch 1
- Belkaoui, Ch 2
Belkoui, Ch 3
Tearney, Ch 5
Suwarjono, Bab 5
Belkoui, Ch 6
Tearney, Ch 7
Suwarjono, Ch 4
IAI, IFRS
Godfrey, Ch 4
Suwarjono
IFRS
SAK
Suwarjono
IFRS
SAK

UJIAN TENGAH SEMESTER


8
9

Konsep Aktiva : Aktiva tetap, aktiva


tidak berwujud dan investasi jangka
panjang
Konsep Hutang dan Ekuitas Pemilik

10

Konsep Pendapatan dan Biaya

11

Konsep Laba

12

Positive Accounting Theory

13

Akuntansi Perubahan Harga

14

Akuntansi : Ilmu dengan Paradigma

Cooperatif Learning
Small Group Discussion

Suwarjono, Ch: 6

Cooperatif Learning
Small Group Discussion
Cooperatif Learning
Small Group Discussion
Cooperatif Learning
Small Group Discussion
Cooperatif Learning
Small Group Discussion
Cooperatif Learning
Small Group Discussion
Cooperatif Learning
Small Group Discussion

Suwarjono: Ch: 7, 11
Tearney, Ch 5
Suwarjono: Ch: 8,9
Tearney, Ch 5
Suwarjono, Ch: 10
Tearney, Ch 5
Watt dan Zimmerman
Suwarjono, Ch: 13
Tearney, Ch 5
Suwarjono, Ch: 13

UJIAN AKHIR SEMESTER

MATERI I
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEORI AKUNTANSI

Kompetensi Dasar:
Mampu menjelaskan sejarah dan perkembangan akuntansi dari jaman kolonial hingga
terkini

Pendahuluan
Mempelajari sejarah dan perkembangan akuntansi merupakan hal yang sangat penting
memahami dan mengapresiasi praktik sekarang, masa depan, dan struktur institusional
bidang sains akuntansi.

Bab ini menyajikan tahapan-tahapan penting sejarah dan

perkembangan akuntansi yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa akuntansi yang
serius.

a. Sejarah Awal Akuntansi


Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengidentifikasi tempat dan waktu lahirnya
system pembukuan berpasangan. Ada berbagai scenario yang dihasilkan oleh usahausah tersebut. Sebagian besar scenario tersebut mengakui bahwa system pencatatan
telah ada dalam berbagai peradaban sejak kurang lebih tahun 3000 BC. Diantaranya
adalah peradaban Kaldea-Babilonia, Astria, dan Samaria, yang merupakan pembentuk
system pemerintah pertama di dunia, pembentuk system bahasa tulisan tertua
membentuk poros tempat berputarnya seluruh mesin keuangan dan departemen,
perdaban China, dengan akuntansi pemerintahan yang memainkan peran kunci dan
canggih selama Dinasti Chao (1122-256 BC) peradaban Yunani, dimana Zenon,
manajer serta Appolonius , memperkenalkan system akuntansi pertanggung jawaban

yang luas pada tahun 256 BC, dan peradaban Roma, dengan hukum yang menentukan
bahwa pembayar pajak harus membuat laporan posisi keuangan, dan dengan hak sipil
yang tergantung pada tingkat kekayaan yang dinyatakan warga negara. Adanya
bentuk-bentuk pembukuan pada jaman kuno tersebut berkaitan dengan berbagai factor
diantaranya penemuan system penulisan, pengenalan angka arab dan system decimal,
penyebaran pengetahuan aljabar, adanya bahan-bahan penulisan yang murah,
meningkatnya literasi (kemelehurufan) dan adanya medium pertukaran yang baku. A
Litleton menyebutkan tujuh prakondisi dan timbulnya pembukuan yang sistimatis :
1. Seni menulis. Karena pembukuan pertama-tama adalah suatu pencatatan.
2. Arimetika. Karena aspek-aspek mekanis pembukuan terdiri dari serangkaian
komputasi sederhana.
3. Kekayaan Pribadi. Karena pembukuan hanya berkaitan dengan pencatatan fakta
tentang kekayaan, dan hak atas kekayaan.
4. Uang. Yaitu (perantara dalam perekonomian), karena pembukuan tidak diperlukan
kecuali transaksi dalam kekayaan dan hak atas kekayaan dapat direduksi ke dalam
denominator umum ini.
5. Kredit. Yaitu (transaksi yang belum selesai), karena dorongan untuk membuat
catatan tidak begitu kuat jika semua transaksi pertukaran telah selesai pada saat
kejadian.
6. Perniagaan. Karena pertukaran yang hanya bersifat local tidak cukup memberi
tekanan (volume usaha) untuk mendorong orang mengkoordinasikan gagasan yang
berbeda-beda ke dalam suatu system.
7. Modal. Karena tanpa modal perniagaan akan tidak berarti dan kredit akan tidak
mungkin.

Masingmasing peradaban kuno yang disebutkan di atas mencakup prasyarat


tersebut, sehingga mendorong kehadiran berbagai bentuk pembukuan. Yang masih
terhilang adalah scenario tentang sejarah akuntansi dari informasi yang terisolasi
dalam risalat pembukuan yang mula-mula. Salah satu skenario yang masuk akal adalah
sebagai berikut: Apabila kita akan menelusuri asal mula sejarah sains (akuntansi) yang
penting ini, secara alamiah kita akan menganggap bahwa penemuan pertama akuntansi
adalah oleh para pedagang, dan tidak ada orang yang memiliki klaim yang lebih utama
daripada bangsa Arabia, Bangsa Mesir, yang selama beberapa abad menguasai
perdagangan dunia, menurunkan gagasan pertama tentang perdagangan dari hubungan
mereka dengan orang-orang yang jujur ini, dan konsekuensinya mereka harus
menerima bentuk pertama dari perakuntanan, yang dalam cara perdagangan yang
alamiah, dikomunikasikan kepada semua kota Mediterania. Ketika kekaisaran barat
diserang oleh bangsa Barbar, dan semua Negara yang telah disusunnya, mengambil
kesempatan untuk menyatakan kemerdekaan, perniagaan segera hilang setelah
kemerdekaan, dan segera Italia yang pernah menjadi pusat dunia, menjadi pusat
perdagangan, yang merupakan puing-puing kekaisaran timur oleh Turki, yang tidak
pernah dimasuki oleh orang-orang yang berbakat atau aturaan-aturan seni
perdagangan, bukan merupakan penyumbang kecil. Bisnis pertukaran, yang oleh
Lombard dikaitkan dengan kota-kota perdagangan Eropa, memperkenalkan metode
pencataan akun, dengan cara berpasangan, yang saat sekarang memperoleh nama
pembukuan Italia.
Pembukuan Italia ini menjadi berhasil baik seiring dengan perkembangan
perdagangan Republik Italia dan penggunaan metode berpasangan dalam abad
keempat belas. Buku pertama tentang pembukuan berpasangan muncul pada tahun
1340 oleh Massari dari Genoa, Pembukuan berpasangan ini mendahului Paciolo

kurang lebih dua ratus tahun Raumond de Rover menggambarkan perkembangan


awal akuntansi di Italia sebagai berikut:
Pencapaian besar pedagan-pedagang Italia, kira-kuira antara 1250 dan 1400, adalah
menggabungkan elemen-elemen yang beragam menjadi suatu system klasifikasi yang
terintegrasi di mana lacinya di sebut akun dan semua transaksi dimasukkan dengan
prinsip berpasangan. Namun, tidak dapat diasumsikan bahwa keseimbangan
pembukuan merupakan tujuan utama akuntansi abad pertengahan. Sebalinya, paling
tidak di Italia, pedagang-pedagang telah mulai menggunakan akuntansi sebagai alat
pengendalain manajemen sejak 1400. Mereka belumlah semaju kita sekarang ini,
bahkan masih jauh dari mewujudkan potensi-potensi pembukuan berpasangan.
Namun, mereka telah memulai dengan mengembangakn dasar-dasar akuntansi biaya
(cost), dengan memperkenalkan pembalikan dan penyesuaian-penyesuaian yang lain,
seperti akrual (accruals) dan tangguhan (deferred), dan dengan memberi perhatian
pada audit neraca. Hanya dalam analisis laporan keuangan saja pedagang-pedagang
pada masa itu membuat kemajuan kecil. Adalah, wajar untuk menyebut bentuk dasar
akuntansi berpasangan yang belum sempurna telah ada dalam peradaban Inca Kuno
dalam tahun 1577.

b. Kontribusi Luca Pacioli


Luca Pacioli, seorang rahib Franciscan, secara umum diasosiasikan dengan
pengenalan pembukuan berpasangan. Pada tahun 1494 dia mempublikasikan buku,
Summa de Arithmetica Geomeria, Proportioni et Proportionalita yang didalamnya
mencakup dua bab (de Computis et Scripturis) yang menggambarkan pembukuan
berpasangan. Risalahnya merefleksikan praktik yang terjadi di Venesia pada saat itu
yang dikenal dengan Metode Venesia atau Metode Italia. Sehingga dia tidak

menemukan pembukuan berpasangan, tetapi menggambarkan sesuatu yang ada dalam


praktik pada saat itu. Dia menyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah untuk memberi
informasi yang tepat waktu bagi para pedagang mengenai asset dan kewajibannya.
Debit(adebeo) dan Kredit (credito)digunakan untuk melakukan pencatatan secara
berpasangan. Dia mengatakan , Semua pencatatan , harus dilakukan secara
berpasangan, yaitu bahwa jika anda membuat seseorang sebagai kreditor. Tiga buku
digunakan memorandum, jurnal dan buku besar. Catatan bersifat diskripti. Pacioli
menyarankan bahwa tidak hanya nama pembeli atau penjual dan penjelasan mengenai
berat, ukuran, dan harga barang yang dicatat, tetapi syarat pembayaran juga
ditunjukkan dan jika kas diterima atau dibayarkan, catatannya mencantumkan jenis
mata uang dan nilai konversinya. Pada saat yang sama dikarenakan durasi kongsi
bisnis yang pendek. Pacioli menyarankan penghitungan profit periodik dan penutupan
buku. (Adalah baik untuk menutup buku setiap tahun, khususnya jika anada dalam
kerja sama dengan orang lain. Akuntansi membuat kerjasama berlangsung lama).
Pengalihan bahasan buku Pacioli dalam berbagai bahasa, merupakan penyumbang bagi
penyebaran popularitas metode Italia.

c. Perkembangan Pembukuan Berpasangan


Metode Italia menyebar keseluruh Eropa pada abad ke enam belas dan tujuhbelas,
kemudian memiliki karakteristik dan perkembangan baru, menjadi model pembukuan
berpasangan yang kita kenal sekarang. Dalam upaya untuk menunjukkan bahwa model
berpasangan telah berkembang dengan cara yang sangat mirip dengan ilmu
pengetahuan yang lazim, Cushing menggambarkan secara garis besar rangkaian tahaphap perkembangan sebagai berikut :

1. Sekitar abad ke enambelas sedikit perubahan dibuat dalam teknik pemubukuan.


Perubahan yang nyata adalah pengenalan jurnal khusus untuk mencatat tipe-tipe
transaksi yang berbeda.
2. Evolusi praktik laporan keuangan periodic terjadi pada abad enambelas dan
tujuhbelas. Pada masa tersebut juga terjadi evolusi personafikasi akun dan
transaksi sebagai upaya untuk membuat aturan debit dan kredit menjadi masuk
akal.
3. Penerapan system berpasangan diperluas dalam tipe organisasi lain.
4. Penggunaan akun sediaan yang terpisah untuk tipe barang yang berbeda terjadi
dalam abad ke tujuh belas.
5. Dimulia dengan East India company dalam abad ke tujuhbelas dan pertumbuhan
korporasi yang berkelanjutan setelah revolusi industri, akuntansi memperoleh
status yang lebih baik, dicirikan oleh kebutuhan akan akuntansi kos, dan suatu
kepercayaan pada konsep kesinambungan (continuity), periodisasi (periodicity),
dan akrual.
6. Metode perlakuan asset tetap yang dikembangkan sebelum abad ke delapan belas.

Asset

dibawa

keperiode

pada

kos

pemerolehan,

selain

antara

pendapatanpembayaran (revenue) dan penerimaan.

Akun asset, yang berisi catatan pengeluaran awal dan pengeluaran lain dan
penerimaan (termasuk penerimaan dari penjualan bagian asset) ditutup pada
tanggal neraca dan selisih antara total debit dan total kredit di bawa ke periode
berikutnya sebagai saldo akun.

Asset dinilai kembali, naik atau turun, pada tanggal neraca, nilai hasil penilaian
kembali dibawa ke periode berikutnya dan perbedaan saldonya(termasuk
untung atau rugi penilaian kembali dibawa ke akun profit dan loss)
8

7. Sampai dengan awal ke sembilanbelas, depresiasi kekayaan, diperlakukan sebagai


barang dagangan yang tidak terjual. Dalam paruh ke dua dari abad ke sembilan
belas, depresiasi dalam industri kereta api di pandang tidak perlu jika kekayaan
tersebut tidak mengalami kondisi yang memburuk. Meskipun tidak banyak
digunakan, Saliero pada tahun 1915, membuktikan adanya metode depresiasi
berikut garis lurus, metode menurun, sinking fund dan metode anuitas, dan metode
kos unit. Hanya setelah tahun 1930-an beban depresiasi menjadi sesuatu yang
umum.
8. Akuntansi Kos hadir dalam abad ke sembilanbelas sebagai akibat revolusi industri.
Akuntansi kos dimulai pada perusahaan-perusahaan tekstil abad lima belas.
9. Perkembangan teknik akuntansi untuk pembayaran di muka dan akrual untuk
memungkinkan dilakukan komputasi profit periodic terjadi pada paruh ke dua abad
kesimbilan belas.
10. Perkembangan laporan dana terjadi pada paruh kedua abd kesembilan belas dan
abad ke dua puluh.
11. Pada abad ke duapuluh terjadi perkembangan metode-metode akuntnasi yang
menyangkut isu-isu kompleks, dari masalah komputasi earning perlembar saham,
akuntansi untuk komputasi bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa guna jangka
panjang dan pensiun, sampai maslah akuntansi yang krusial untuk produk baru dari
rekayasa keuangan.

2. Perkembangan Teknik-Teknik Akuntansi di Amerika Serikat.


Ada empat fase proses perkembangan akuntansi yang dapat diidentifikasi .
a. Fase Kontribusi Manajemen (1900 1933)

Pengaruh manajemen dalam pembentukan teknik-teknik akuntansi muncul dari


meningkatnya jumlah pemegang saham dan peranan ekonomik yang dominan yang
dimainkan oleh korporasi industri setelah 1900. Penyebaran kepemilikan saham
memberi peluang bagi manajemen untuk sepenuhnya mengendalikan bentuk dan
isi ungkapan akuntansi. Intervensi manajemen dicirikan oleh penyelesaianpenyelesaian yang bersifat ad hoc terhadap masalah-masalah mendesak dan
controversial.

Ketergantungan

pada

inisiatif

manajemen

menimbulkan

konsekuensi-kosekuensi :
1. Dikarenakan ciri pragmatis solusi yang diadopsi, sebagian besar teknik
akuntansi tidak memiliki dukungan teoritis.
2. Fokusnya adalah pada penentuan income kena pajak(taxable income) minimasi
pajak income.
3. Teknik yang diadopsi didorong oleh keinginan untuk mertakan earnings
4. Masalah-masalah kompleks dihindari dan solusi berdasarkan kebijaksanaan
diadopsi.
5. Perusahaan yang berbeda mengadopsi teknik akuntansi untuk maslah yang
sama.
Peristiwa Penting Pada Fase Kontribusi Manajemen

Tahun 1900 The New York Exchange, yang mensyaratkan semua korporasi
yang mencatatkan saham untuk mempublikasikan laporan keuangan tahunan.

Tahun 1917 mendirikan Board of Examiners untuk membuat ujian CPA yang
seragam.

Tahun 1920. Ripley dan JMB Hoxley adalah dua orang yang bersuara keras
menuntut adanya peningkatan dalam standar Pelaporan Keuangan. Adolph A

10

Berle dan Gardiner C. Means menunjuk pada kemakmuran korporat dan


kekuatan korporasi industri, dan meminta adanya perlindungan investor.

b. Fase Konstribusi Institusi (1933 1959)


Fase ini ditandai oleh penciptaan dan peningkatan peran institusi dalam
pengembangan teknik akuntansi. Termasuk di dalamnya adalah pembentukan
Securities dan Exchange Commision (SEC). Peristiwa Penting Pada Fase Konstribusi
Institusi :
1. Tahun 1934 Kongres membentuk SEC untuk melaksanakan berbagai peraturan
investasi federal
2. Komite AICPA bekerja sama dengan bursa saham mengusulkan solusi umum
kepada Komite NYSE yaitu membiarkan setiap korporasi bebas untuk memilih
metode akuntansinya sendiri dalam batas yang sangat luas tetapi mensyaratkan
pengungkapan metode yang digunakan konsistensi penerapan mereka dari tahun ke
tahun.
3. Tahun 1957 sampai tahun 1959 ditandai dengan kritik intensif terhadap CAP
(Committee Accounting Procedure), karena berbagai alasan termasuk kegagalan
untuk mendengarkan eksekutif keuangan dan praktisi akuntansi, kegagalan untuk
bekerja pada isu-isu yang tidak popular, kegagalan untuk mengembangkan
pernyataan yang komprehensif tentang prinsip-prinsip yang mendasar.

c. Fase Kontribusi Profesional (1958 1979)


Ketidakpastian terhadap CAP dinyatakan oleh presiden AICPA, Alvin R Jennings,
dengan pertanyaan Seberapa berhasilkah kita akan dalam mempersempit bidang
perbedaan dan inkonsistensi dalam penyiapan dan penyajian informasi keuangan.

11

Komite khusus tentang program Riset yang dibentuk tahun 1957 dan 1958
mengusulkan pembubaran CAP dan Departemen Risetnya. AICPA menerima
rekomendasi tersebut dan dalam tahun 1959 mendirikan the Accounting Principle
Board (APB) dan The Accounting Research Division (ARD) dengan untuk memajukan
pernyataan tentang apa yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum.
ARD memulai dengan publikasi posisi yang disusun dengan cermat yang didasarkan
pada penalaran deduktif. APB juga menerbitkan berbagai opini yang membahas isu-isu
konvensional, hingga mencapai 31 opini antara tahun 1959 dan 1973. AAA juga
berpartisipasi

dalam

proses

tersebut

melalui

beberapa

riset

dan

berusaha

mengembangkan pernyataan yang terintegrasi tentang teori akuntansi dasar. Upaya


tersebut tidak selalu berhasil, APB diserang dan dikritik karena :

Opini yang bersifat ad hoc atau controversial termasuk APB 8 tentang akuntansi
pensiun, APB 11 tentang alokasi pada income, dan APB 2 dan 4 tentang kredit
pajak investasi.

Kegagalan dalam menyelesaikan maslah akuntansi untuk penggabungan usaha dari


goodwill.

Kegiatan profesi dengan APB yang dicurigai tidak membantu. Intervensi asosiasi
dan badan-badan professional dalam perumusan teori akuntansi dipicu oleh upayaupaya untuk mengeliminasi teknik-teknik yang tidak diinginkan dan untuk
mengkodifikasikan teknik-teknik yang dapat diterima.
Sekali lagi ketergantungan pada asosiasi dan badan-badan seperti itu mengandung

konsekuensi, yang mencakup hal-hal berikut :


1. Asosiasi dan badan-badan tidak mendasarkan diri pada kerangka teoritis yang
ditetapkan.
2. Kewenangan Pernyataan tidak jelas
12

3. Adanya perlakuan-perlakuan alternative memungkinkan fleksiblitas dalam pilihan


teknik akuntansi.
4. Ketidakpuasan yang berakibat pada intervensi professional seperti yang ditulis oleh
Brioff, efektif untuk menarik perhatian public akan adanya penyalahgunaan
akuntansi yang mendominasi laporan tahunan tertentu.

d. Fase Politisasi (1973 Sekarang)


Keterbatasan asosiasi professional dan manajemen dalam merumuskan teori
akuntansi mendorong diadopsinya pendekatan yang lebih deduktif dan politisasi
proses penetapan standar-standar situasi yang diciptakan oleh pandangan yang
diterima luas bahwa angka-angka akuntansi mempengaruhi perilaku ekonomi dan
konsekuensinya, aturan-aturan akuntansi harus ditetapkan dalam arena politis.
Horngren menyatakan :
Penetapan standar akuntansi merupakan produk temuan logis atau empiris
sekaligus produk tindakan politis. Mengapa ? Karena penetapan standar
merupakan keputusan sosial. Standar menentukan batasan perilaku,
sehingga harus diterima oleh pihak-pihak yang dipengaruhi. Penerimaan ini
mungkin dipaksakan atau secara sukarela, atau keduanya. Dalam
masyarakat demokratik, mencapai keberterimaan merupakan proses yang
sangat rumit yang memerlukan ketrampilan pemasaran dalam arena politis.
Sejak pembentukannya, FASB telah mengadopsi pendekatan deduktif dan kuasipolitis untuk merumuskan prinsip-prinsip akuntansi. Perilaku FASB dapat ditandai
dengan:

Adanya upaya untuk mengembangkan kerangka teoritis atau konstitusi akuntansi.

Timbulnya berbagai kelompok kepentingan, suatu konstribusi yang diperlukan


bagi penerimaan umum standar yang baru.

13

Dengan demikian, proses penetapan standar memiliki aspek politis. Bahwa proses
perumusan standar akuntansi menjadi bersifat politis dengan baik dinyatakan sebuah
laporan yang diterbitkan oleh the Senate Sub Committee on Report Accounting and
Management, berjudul The Accounting Establishment. Dikenal Metchalf Report
Laporan tersebut menyatakan, bahwa kantor akuntan delapan besar memonopoli
pengauditan korporasi besar dan mengendalikan proses penetapan standar.

14

MATERI II
PENGANTAR TEORI AKUNTANSI

Kompetensi Dasar:
a. Mampu menjelaskan pengertian dan fungsi teori akuntansi
b. Mampu menjelaskan teori akuntansi dan pembuatan kebijakan.
c. Mampu menjelaskan peran pengukuran dalam akuntansi
d. Mampu menjelaskan penerapan pendekatan ilmiah terhadap akuntansi

Pengertian Teori Akuntansi


Pengertian teori akuntansi dapat dipandang dari berbagai macam, yaitu:
a. Teori Akuntansi adalah bidang akuntansi yang membahas proses pemikiran atau
penalaran. Struktur akuntansi dan seperangkat konsep-konsep sebagai hasil proses
pemikiran dan pemilihan konsep (kerangka acuan konseptual).
b. Teori Akuntansi Sebagai Penalaran Logis adalah suatu proses pemikiran atau
penalaran, dengan menggunakan konsep-konsep yang relevan sebagai landasan, untuk
menjelaskan kelayakan prinsip atau prkaik akuntansi tertentu yang sudah berjalan atau
untuk mendukung prinsip dan praktik yang baru atau yang diharapkan.
c.

Teori Akuntansi Sebagai Lawan Praktik. Seperangkat konsep-konsep yang


membahas tentang bagaimana seharusnya konsep-konsep yang membahas tentang
bagaiman seharusnya praktik akuntansi berjalan atau yang membahas alternativealternatif prinsip yang dapat digunakan dalam praktik.

d. Teori Akuntansi Sebagai Pembenaran. Teori memberikan penjelasan dan alasan


tentang perlakuan akuntansi tertentu.

15

e. Teori Akuntansi Sebagai Penjelasan Ilmiah. Teori merupakan pernyataanpernyataan tentang hubungan antara perilaku variabel-variabel alam atau social yang
dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala alam atau sosial.
f. Teori Akuntansi Sebagai Model. Sebagai model penalaran untuk menciptakan suatu
praktik akuntansi yang dianggap baik dan sehat serta cocok dengan lingkungan tempat
akuntansi akan dipraktikan.

Pendekatan-Pendekatan Dalam Penyusunan Teori Akuntansi


Walaupun belum ada satupun teori akuntansi yang komprehensif namun berbagai teori
akuntansi yang bersifat menengah atau setengah jadi telah dihasilkan melalui sejumlah
pendekatan yang berbeda antara lain pendekatan trasisional, pendekatan otoritas,
pendekatan regulatori, keperilakuan, peristiwa, prediktif, dan positif.
a. Pendekatan Tradisional :
1. Pendekatan non teoritis, praktis, atau pragmatis.

Penyusunan teori yang ditandai dengan penyesuaian terhadap praktek


sesungguhnya yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis.

Pendekatan otoritas dalam penyusunan teori akuntansi yang umumnya


digunakan oleh organisasi profesi, terdiri dari penyajian sejumlah peraturan
praktik-praktik akuntansi.

Suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah teori yang buruk .

2. Pendekatan Teoritis : Deduktif, Induktif, Etis, Sosiologis, Economics, Eklektik.

16

b. Pendekatan Deduktif
Dari asumsi atau dalil dasar akuntansi dan konklusi logis yang diperoleh dan
sejumlah prinsip akuntansi untuk menyajikan petunjuk dan dasar bagi pengembangan
teknik-teknik akuntansi selanjutnya. Tahap-tahap pendekatan deduktif :
1. Penetapan-penetapan tujuan pelaporan keuangan
2. Pemilihan dalil-dalil akuntansi
3. Penentuan prinsip-prinsip akuntansi
4. Pengembangan teknik-teknik akuntansi.

c. Pendekatan Induktif
Pendekatan ini dimulai dengan serangkaian pengamatan terhadap informasi
keuangan dari bisnis perusahaan dan selanjutnya akan diperoleh rumusan gagasan
serta prinsip-prinsip akuntansi dari pengamatan tersebut dengan menggunakan dasar
hubungan yang terjadi secara berulang. Pendekatan induktif dalam penyusunan teori
mencakup empat tahap :
1. Pencatatan seluruh pengamatan
2. Penganalisaan dan pengelompokan pengamatan untuk mendeteksi adanya
hubungan yang berulang (kesamaan atau kemiripan)
3. Penginduksian asal mula konklusi-konklusi dan prinsip-prinsip akuntansi dari
pengamatan-pengamatan yang menggambarkan hubungan secara berulang.
4. Pengujian konklusi-konklusi yang dibuat.

d. Pendekatan Etis
Konsep kewajaran (penyajian yang tidak bias, dan tidak memihak), keadilan
(sebagai perlakuan yang seimbang terhadap seluruh pihak yang berkepentingan).

17

Keseimbangan dan kebenaran (sebagai pelaporan keuangan yang akurat dan benar
tanpa adanya kesalahan interpretasi). The Committee on Auditing Procedure merujuk
criteria kewajaran penyajian sebagai berikut :

Kesesuaian dengan prinsip-prinsip akuntansi

Pengungkapan

Konsistensi

Dapat Diperbandingkan

e. Pendekatan Sosiologis
1. Akibat-akibat sosial yang ditimbulkan dari teknik-teknik akuntansi. Pendekatan ini
merupakan suatu pendekatan etis yang dasarnya merupakan suatu perluaan konsep
kewajaran yang dinamakan kesejahteraan sosial.
2. Dalam pendekatan ini, diharapkan bahwa data akuntansi akan memberikan
manfaat dalam pembuatan kebijakan yang menyangkut kesejahteraan sosial.
3. Kesulitan dalam pendekatan ini adalah penetapan criteria nilai-nilai sosial yang
dapat diterima oleh semua masyarakat.
4. Bedford, berpendapat maksimalisasi kesejahteraan sosial berhubungan dengan
pengukuran penentuan pendapatan yang terbaik bagi masyarakat.
5. Pendekatan ini telah memberikan kontribusi pada evolusi cabang bidang akuntansi
yang baru, yang terkenal sebagai akuntansi sosio ekonomi (socioeconomic
accounting). Tujuan utama bidang ilmu ini adalah mendorong entitas bisnis yang
beraktivitas dalam pasar bebas agar mempertanggungjawabkan aktivitas produksi
mereka terhadap lingkungan sosial melaui pengukuran internalisasi dan
pengungkapan di dalam Laporan Keuangan.

18

f. Pendekatan Ekonomi
Dalam penyusuan teori akuntansi menekankan pengendalian perilaku indicatorindikator ekonomi makro, yang diakibatkan oleh berbagai prkatik akuntansi.
Menekankan pada konsep kesejahteraan ekonomi secara umum. Kriteria umum yang
digunakan dalam pendekatan ekonomi makro adalah :
1. Kebijakan dan teknik akuntansi yang digunakan harus menyajikan realitas
ekonomi.
2. Pemilihan teknik-teknik akuntansi harus tergantung pada konsekuensi ekonomi.

Contoh di Swedia metode LIFO akan merupakan teknik akuntansi yang


menarik selama periode inflasi yang berkepanjangan daripada FIFO.

g. Pendekatan Eklektik
Penyusunan Teori Akuntansi dan pengembangan prinsip-prinsip akuntansi telah
mengikuti suatu pendekatan ekletik, atau pendekatan gabungan.

h. Pendekatan Regulatori Dalam Formulasi Teori Akuntansi


Proses penyiapan dan pelaksanaan standar merupakan masalah serius dalam
profesi menetapakan keseragaman standar akuntansi merupakan factor penting agar
standar akuntansi dapat diterima dan bermanfaat. Bab ini menyajikan diskusi tentang
keunggulan dan kegunaan dari masing-masing pendekatan yaitu pasar bebas, sektor
swasta, maupun sektor publik.

19

Sifat-Sifat Standar Akuntansi


Standar terus menerus berubah, dihapus, dan atau ditambahkan baik itu di Amerika
Serikat maupun di Negara-negara lainnya. Standar menyajikan petunjuk yang praktis dan
mudah yang terkait dengan tugas-tugas akuntan. Standar biasanya terdiri dari tiga bagian:
1. Uraian masalah yang harus diatasi.
2. Pembahasan dengan penalaran (cara-cara pemecahan masalah)
3. Solusi ditetapkan

Sejumlah pertimbangan dalam penetapan standar yang harus diperhatikan :


a. Standar menyajikan petunjuk dan aturan tindakan bagi akuntan public yang
memungkinkan pengujian secara hati-hati (due care) dan independent saat
menggunakan keahlian dan integritasya dalam mengaudit laporan keuangan
perusahaan serta saat membuktikan kewajarannya.
b. Standar menyajikan kumpulan data bagi pemerintah tentang berbagai variable yang
patut dipertimbangkan dalam bidang perpajakan, regulasi perusahaan perencanaan
serta regulasi ekonomi dan peningkatan efisiensi ekonomi serta tujuan sosial lainnya.
c. Standar menghasilkan prinsip dan teori yang penting bagi seluruh pihak yang
berkepentingan dalam disiplin ilmu akuntansi.

Tujuan Penyusunan Standar


1. Pendekatan penyajian kebenaran menginginkan laporan yang netral dan berusaha
mencapai penyajian yang benar melalui proses penyusunan standar. Konsekuensi
ekonomi yang hendak dicapai, maka para pembuat kebijakan akuntansi harus
menyajikan sejumlah sinyal informasi yang dapat memberi petunjuk pada pengguna
informasi dalam pembuatan keputusan.

20

2. Pendekatan konsekuensi ekonomik, standar yang diundangkan harus memiliki


pengaruh positif atau setidaknya tidak memiliki pengaruh negative terhadap
kesejahteraan sosial, akibat strategis pendekatan ini adalah kesejahteraan sosial
diharapkan meningkat apabila praktik-praktik akuntansi secara parsial dilakukan
secara konsisten.

a. Entitas Yang Menaruh Perhatian Pada Standar Akuntansi di Amerika


Kantor-kantor Akuntan Publik dan Individu. Kantor Akuntan Publik dan
Induvidu bertanggung jawab untuk secara independent menyatakan bahwa laporan
keuangan suatu perusahaan disajikan secara wajar dan akurat seluruh hasil
aktivitasnya.
American Institute of Certified Public Accountansts (AICPA). AICPA
merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi praktik para akuntan public
bersertifikat (CPA) di Amerika. Tahun 1959, AICPA membentuk lembaga baru, yaitu
APB (Accounting Principles Board) untuk mempercepat penyajian secara tertulis
tentang apa yang dimaksudkan dengan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum.
APB mempublikasikan pernyataan sbb :

APB Statement No.1 Laporan Penerimaan ARS No.1 dan No.3

APB Statement No.2 Disclousure of Suplementary Financial Information by


Diversified Companies dikeluarkan September 1967.

APB Statement No.3 Financial Statement Restated for General Price Level
Change, dikeluarkan Juni 1969.

APB Statement No.4 Basic Concept and Accounting Principles Underlying


Fianancial Statement of Business Enterprise, dikeluarkan Oktober 1970.

21

Komisi penelitian menerbitkan ARS (Accounting Research Study)


1. ARS No.1 The Basic Postulates of Accounting. Mauries Moonitz dan R Taprouse
(1961)
2. ARS No.2 Cash Flow Analysis and The Funds Statement, oleh Perry Mason (1961)
3. ARS No.3 A. Tentative Set of Broad Accounting Principles For Business
Enterprises Maurice Moonitz dan R. Taprouse (1962)
4. ARS No.4 Reporting of Leses in Financial, oleh John H. Myers (1962)
5. ARS No.5 A. Critical Study of Accounting for Bussiness Combination, oleh Arthur
B.Watt (1963)
6. ARS No.6 Reporting The Financial Effects of Price Level Change, Stafff Divisi
Penelitian (1963)
7. ARS No.7 Inventory of a Generally Accepted Accounting Principles For Business
Paul Grady (1963)
8. ARS No.8 Accounting For the Cost of Pensiun Plan, Ernest L. Hicks (1966)
9. ARS No.9 Interperiod Allocation of Corporate Income Taxes, oleh Howard A
Black (1966)
10. ARS No.10 Accounting for Goodwill oleh George R. Caelett dan Norman O Olson
Inventory of a Generally Accepted Accounting Principles For Business Paul Grady
(1963)
11. ARS No.11 Financial Reporting in The Extractives Industries, oleh Robert R, Field
(1968)
12. ARS No.12 Reporting Foreign Operations Of Us Companies in US Dollar , oleh
Leonard Lorenso (1972)
13. ARS No.13 The Accounting Basis Of Inventoris oleh Horace G, Barden (1973)
(1963)

22

14. ARS No.14 Accounting For R & D Expenditure, oleh Oscar S Gellien dan Maurice
S Newman (1973)
15. ARS No.15 Stocholedrs, Equity oleh Beatrice Meicher (1973)
The American Accounting Association (AAA). AAA merupakan organisasi untuk
para akuntansi dan bidang akademik maupun induvidu yang tertarik dengan perbaikan
praktik dan teori akuntansi. Diawali dengan pendekatan induktif, secara bertahap
menjadi pendekatan deduktif. Studi-studinya meliputi :

A Tentative of Accounting Principles Underlying Corporate Financial Statements.

An Introduction to Corporate Accounting Standard oleh W.A Paton dan A.C


Littleton (1940)

An Inquiry Into Nature of Accounting oleh Louis Goldberg (1964)

A Statement of Basic Accounting Theory (1966)

A Statement on Accounting Theory and Theory Acceptance (1977)

FASB (The Financial Accounting Standard Board). Financial Accounting Standard


Board (FASB) menggantikan APB tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab
untuk menetapkan standar-standar akuntansi. Bubarnya APB disebabkan oleh faktorfaktor berikut :

Kemunculan dari perlakuan akuntasi alternative yang memungkinkan perusahaan


menunjukkan earning pershare yang lebih tinggi terutama sebagai hasil proses
merger dan akuisisi.

Kurangnya perlakuan akuntansi yang memadai untuk sejumlah persoalan baru


dalam akuntansi seperti kredit pajak investasi, akuntansi untuk industri franchise
(accounting for franching industries), bisnis pengembangan lahan, dan sewa beli
jangka panjang.
23

Sejumlah kasus kejahatan dan tuntutan hokum akibat metode-metode akuntansi


yang gagal untuk menyajikan informasi relevan dalam banyak kasus.

Kegiatan APB dalam mengembangkan kerangka konseptual.

Yang Dihasilkan FASB :

SFAC No. 1 Objectives Of Financial Reporting by Business yang menyajikan


maksud dan sasaran akuntansi.

SFAC No. 2 Qualitative Characteristic Of Accounting Information yang


menyajikan karakteristik yang membuat akuntansi berguna.

SFAC No. 3 Element of Financial Statement of Business Enterprise Yang


memberikan definisi item-item dalam laporan keuangan, seperti asset, utang
,revenue, expenses.

SFAC No. 4 Objectives Of Financial Reporting by Non Business Organization


yang menyajikan maksud dan sasaran akuntansi untuk organisasi non business.

SFAC No. 5 Recognition and Measurement in Financial Statement of Business


Enterprises, yang menyajikan serangkaian criteria pengakuan dan pengukuran dan
petunjuk tentang informasi apa yang seharusnya masuk dalam laporan keuangan.

SFAC No. 6 Element of Fiancial Statement yang menggantikan SFAC No. 3 dan
meliputi organisasi Nirlaba.

Securities and Exchange Commission (SEC). SEC dibentuk oleh kongres pada
tahun 1934 dengan tanggung jawab utama menangani administrasi berbagai ketentuan
yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan serta pengungkapan yang
memadai dan setiap perusahaan di Amerika. SEC secara umum sependapat dengan apa
yang dikemukakan oleh lembaga profesi, opini, APB, dan pernyataan FASB.

24

Walaupun demikian SEC tetap mempertahankan kekuasaannya untuk mengungkapkan


pandangan dengan lima secara berikut :
1. Regulasi S-x yang menguraikan bentuk dan kandungan laporan yang disimpan
oleh SEC.
2. Accounting Series Releases
3. Keputusan dan Laporan SEC
4. Laporan Tahunan SEC
5. Komentar dan artikel yang disajikan oleh anggota komite serta para stafnya
SEC tidak selalu setuju dengan keputusan yang dihasilkan oleh profesi akuntansi.
Contohnya : ASR No. 96, ASR No. 147, ASR No. 146

Pengguna Laporan Keuangan


Kelompok-kelompok yang bertentangan terhadap laporan aktivitas sebuah organisasi
berorientasi profit dapat diklasifikaiskan sebagai pengguna langsung (direct users) dan
tidak langsung (indirect users)

Pengguna Langsung Meliputi :

Pemilik dan pemegang saham perusahaan .

Pemberi pinjaman (kreditor ) dan pemasok

Manajemen perusahaan

Kantor Pajak

Organisasi pekerja

Pelanggan

Pengguna tidak langsung meliputi :


25

Analisis dan konsultan keuangan

Pasar Saham

Pengacara

Otoritas yang terkait dengan regulasi

Kalngan berita keuangan dan agen0agen penyaji laporan

Asosiasi dagang

Serikat pekerja

Kompetitor

Masyarakat Umum

Depatemen pemerintah lainnya.

b. Siapa Yang Seharusnya Menyusun Standar Akuntansi ?


Teori-Teori Regulasi. Regulasi umumnya diasumsikan akan diterima oleh industri
terkait dan didesain serta dioperasikan dengan tujuan utama memperoleh keuntungan.
Ada dua kategori utama tentang regulasi industri.
Teori-Teori Kepentingan Umum (menyajikan bahwa regulasi disajikan untuk
menanggapi permintaan public akan koreksi terhadap ketidak efisien atau ketidak
layakan harga pasar.Teori ini tujuan utamanya adalah melindungi dan menjamin
kepentingan umum).
Teori-Teori Kepentingan Kelompok atau Teori Perebutan (regulasi disajikan untuk
menanggapi permintaan kelompok tertentu, dengan tujuan untuk memaksimalkan
income anggotanya. Versi utama teori ini adalah :

The political ruling-elite theory of regulation (menekankan penggunaan kekuatan


politik untuk mendapatkan pengendalian regulator)

26

The economic theory of regulation (menekankan pada kekuatan ekonomi)

Haruskah Kita Meregulasi Akuntansi.


Pihak yang tidak mengingikan regulasi menggunakan teori agensi :

Mengapa harus ada insentif untuk pembuatan laporan yang andal dan sukarela bagi
pemilik.

Laporan keuangan digunakan untuk memonitor hubungan kerja, untuk menilai dan
menentukan kompensasi manajer.

Perusahaan dituntut untuk menyajikan laporan secara sukarela dan kegagalan


untuk menyajikan laporan dapat diinterprestasikan sebagai kabar buruk bagi pasar.

Apabila perusahaan tidak menyajikan laporan secra sukarela, pengguna informasi


dapat memaksa pihak-pihak terkait dalam menyajikan informasi tersebut.

c. Pihak Yang Menginginkan Regulasi Menggunakan Argumentasi


Kepentingan Umum Kebutuhan untuk mencapai tujuan sosial dan kegagalan pasar
memaksa perlu adanya regulasi. Kegagalan pasar disebabkan :

Keengganan perusahaan untuk mengungkapkan informasinya, sebagai pihak yang


mengusai informasi tentang dirinya sendiri.

Adanya penyelewengan

Penyajian Informasi Akuntansi (sebagai produk umum) secara tidak semestinya.

Tujuan sosial mencakup kewajaran laporan, informasi seimbang,perlindungan


terhadap investor.

Pendekatan Pasar Bebas . Pendekatan pasar bebas dalam meghasilkan standar


dimulai dari asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan sebuah poduk yang
bersifat ekonimis, sama seperti barang atau jasa lainnya. Pendukung pendekatan
regulator baik sawsta maupun public menyatakan bahwa ada kegagalan pasar baik
27

secara eksplisit maupun imolivit dalam pasar informasi swasta terjadi karena kuantitas
dan kualitas informasi akuntansi berbeda dari manfaat sosial maksimum yang dapat
diperoleh, disebabkan :

Pengendalian

atas

informasi

yang

bersifat

monopoli

oleh

manajemen.

(Dihipotesiskan bahwa akuntan memiliki pengaruh monopolistic atas data yang


disajikan dan digunakan pasar, akibtnya pasar tidak dapat benar-benar
membedakan antara pengaruh yang disebabkan oleh keadaannya sesungguhnya
atau pengaruh akuntansi).

Investor yang naf, (Dihipotesikan bahwa para investor yang tidak memahami
dengan baik kompleksitas teknik-teknik dan transformasi akuntansi mungkin akan
dikelabui dengan penggunaan teknik-teknik yang berbeda).

Ketakuatan akan kegagalan fungsional.(Investor mungkin tidak mampu mengubah


proses pembuatan keputusannya untuk merespons data yang dihasilkan oleh
perubahan yang terjadi dalam proses akuntansi.)

Penyimpangan perhitungan. (Karena akuntansi sangat bertumpu pada berbagai


basis perhitungan asset dan prosedur alokasi yang dipandang sepihak dan tidak
dapat diperbaiki, keluaran akuntansi merupakan sesuatu yang tidak berarti atau
bahkan menyesatkan untuk pembuatan keputusan)

Keanekaragaman prosedur, (fleksibilitas dalam pemilihan teknik-teknik akuntansi


yang digunakan untuk melaporkan kejadian tertentu)

Kurangnya objektivitas. (tidak ada criteria objektif yang dapat digunakan


manajemen untuk mendasarkan pilihannya akan tehknik-tekhnik akuntansi,
hasilnya keluaran yang tidak dapat diperbandingkan)

28

Regulasi Standar Akuntansi oleh Sektor Swasta Pendekatan sector swasta dalam
regulasi standar akuntansi menggunakan asumsi dasar bahwa kepentingan public
terhadap akuntnasi akan terlayani dengan baik apabila penyusunan standar diserahkan
kepada sector swasta (Commite on Accounting Procedure (1939 -1959)), FASB
(Financial Accounting Standard Board (1973 Sekarang))

Pendukung Standar akuntansi oleh Sektor Swasta


1. FASB terlihat responsive terhadap berbagai konstituen
2. FASB mampu menarik sebagai anggota atau staff, orang-orang yang memiliki
pengetahuan

teknis

yang

diperlukan

untuk

mengembangkan

dan

mengimplementasikan system pengukuran dan pengungkapan alternative.


3. FASB sukses dalam memperoleh tanggapan dari berbagai konstituensinya.

Penentang Pendekatan Sektor Swasta :


a. FASB tidak memiliki kewenangan statori dan kekuatan untuk memaksakan aturan
yang dibuatnya.
b. FASB sering dituduh tidak independen dari konstituennyayang besar (kantor
akuntan, korporasi)
c. FASB sering dituduh lamban dalam menanggapi isu-isu utama yang krusial bagi
sejumlah konstituennya.

Regulasi Standar Akuntansi Oleh Sektor Publik. Regulasi sector public berpusat
pada peran SEC.
Pendukung regulasi standar akuntansi oleh sector public :

29

a. SEC merupakan instrument dalam menuntun profesi dari metode akuntansi yang
safe dan konservatif ke arah metode yang lebih inovatif dan realistis.
b. SEC melalui securities Acrs of 1933 dan 1934 memberi perlindungan bagi para
investor terhadap berbagai ancaman.
c. SEC dimotivasi oleh keinginan untuk menyajikan tingkat pengungkapan kepada
public yang dianggap perlu dan memadai dalam pembuatan keputusan.
d. SEC mempunyai legitimasi yang lebih besar melalui kewenangan statutory yang
lebih jelas.

Penentang Regulasi Standar Akuntansi oleh Sektor Publik.

Diperlukan biaya yang besar untuk memenuhi ketentuan pemerintah dalam


penyajian informasi.

Cenderung memaksimalkan kesejahteraannya tanpa pertimbangan terhadap biaya


dan manfaat tambahan laporan.

Akan timbul kondisi yang berbahaya apabila penyusunan standar semakin bersifat
politis.

Perlunya system pemerintahan yang didukung kekuatan kepolisian.

d. Legimitasi Proses Penyusunan Standar


Prognisis Pesimistik dihubungkan dengan kemampuannya untuk menghasilkan
system akuntansi optimal, yakni sebuah system dimana keuntungan yang diharapkan
oleh pemakai strategi keputusan optimal dapat lebih besar atau paling tidak sama
dengan keuntungan yang diperoleh dari system lain.
Prognosis pesimistik ini diperlukan untuk menunjukkan Bahwa pemilihan
alternative laporan keuangan pada akhirnya memerlukan pertukaran antara
30

keuntungan seseorang di satu sisi dengan yang lainnya. Bahwa resolusi alternative
laporan keuangan akan mensyaratkan kebijakan nilai atau etika yang akan
dipertukarkan dengan kesejahteraan seseorang dan dalam dimensi apa terhadap
kesejahteraan siapa.

Prognosis Optimistik
Prinsipnya proses penyesuaian dengan dasar konstitusional calculus menetapkan
legitimasi FASB berdasarkan :

Kemampuannya dalam menyajikan jaminan prosedur yang memadai.

Kemampuannya untuk memaksakan batasan yang memadai dalam proses


pemilihan, untuk menjamin hasil yang dapat diterima.

Keseimbangan antara procedural dan hasil yang ditetapkan oleh proses penyusunan
standar FASB.

e. Accounting Standard Overload


Accounting Standard Overload umumnya berhubungan dengan pertumbuhan untuk
akuntansi. Situasi-situasi berikut ini diidentifikasi sebagai accounting standard
overload :

Standar yang terlalu banyak

Standar yang terlalu rumit

Tidak ada standar yang kaku, membuat pemulihan aplikasi menjadi sulit.

Standar bertujuan umum

Standar bertujuan umum yang gagal dalam menyajikan perbedaan antara :


1. Entitas public dan non public
2. Laporan keuangan tahunan dan intern
31

3. Perusahaan besar dan kecil


4. Pengungkapan yang berlebihan, pengukuran yang terlalu kompleks, atau keduaduanya.

Pengaruh Accounting Standard Overload


Standar akuntansi yang jumlahnya banyak, terlalu sempit, dan kaku dapat berpengaruh
serius terhadap kinerja akuntan, nilai informasi yang disajikan bagi para pengguna, dan
keputusan yang dibuat para manajer. Salah satu jalan keluar bagi para praktisi dalam
menghadapi penyimpangan dari PABU (Prisip Akuntansi Berterima Umum) adalah
dengan memberikan opini yang dimodifikasi. Catatan hanya dapat dipahami oleh
orang yang berpengalaman dan akrab dengan jargon dan pengetahuan akuntansi.

Solusi Terhadap Accounting Standard Overload


Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah Accounting Standard Overload:

Tida ada perubahan, mempertahankan apa yang sudah ada

Perubahan dari konsep yang ada

Perubahan dalam PABU untuk mempermudah penerapannya dalam setiap usaha


bisnis.

Menentukan alternative pengungkapan dan pengukuran yang berbeda.

Perubahan dalam stndar pelaporan CPA atas laporan keuangan

Alternatif terhadap PABU sebagai dasar yang sifatnya pilihan dalam penyajian
laporan keuangan.

32

Pendekatan yang digunakan pada alternative PABU

Sebuah metode akuntansi dengan basis baru (a new basis accounting method,
BAM)

Berdasar kas atau kas yang dimodifikasi

Berdasar pajak penghasilan

BAM dikeluarkan dari pembahasan karena kos yang diperlukan lebih tinggi dari
manfaatnya. Factor lainnya :

BAM akan mengandung factor-faktor PABU yang bersifat pokok dan


memungkinkan untuk meninggalkan prinsip-prinsip pengukuran PABU dengan
jumlah yang signifikan.

BAM lebih cenderung meningkatkan masalah standar overload daripada


menguranginya.

BAM akan memiliki posisi dalam setiap isu PABU, yang akan membutuhkan biaya
dan waktu

BAM perlu disiapkan oleh dewan penyusun standar yang baru

BAM akan dianggap bukan bagian dari PABU, tetapi sebagai bagian dari PABU
untuk entitas tertentu.

Penyusunan dan pelaksanaan standar akuntansi muncul sebagai suatu masalah


yang kompleks :
Pertama, tidak terlihat bahwa standar didasarkan pada prinsip-prinsip debatan yang
luas dan perbandingan antara pendukung dan penentang teori-teori yang relevan, dan
kemudian dipilih atas dasar tersebut oleh badan penyusun standar.
Kedua, terdapat pertentangan yang jelas dalam kepentingan dan kebutuhan di antara
entitas-entitas yang terkait dengan prinsip akuntansi.
33

Ketiga, pengembangan prinsip-prinsip akuntansi merupakan sebuah proses yang


semrawut (pertama didominasi oleh manajemen, kemudian diregulasi oleh profesi, dan
akhirnya menjadi suatu proses yang benar-benar bersifat praktis)
Keempat, setiap bentuk penyusunan standar dalam dalam pasar bebas, sector swasta,
atau sector public lainnya, memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing,
tidak ada konsep atau praktis yang dapat dijadikan ukuran.
Kelima, masalah accounting standard overload memerlukan solusi perbaikan

34

MATERI III
STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

Kompetensi Dasar:
a. Mampu menjelaskan hiraki struktur teori akuntansi
b. Mampu menjelaskan upaya yang dilakukan profesi akuntan dalam merumuskan
standar, prinsip dan tujuan akuntansi
c. Mampu menjelaskan konsep, postulat, prinsip, dan standar akuntansi

Pendekatan dan metodologi apa pun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi,
rerangka acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang
mengatur pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa
elemen-elemen berikut ini :
1. Pernyataan Tujuan Laporan Keuangan
2. Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsi-asumsi
lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis diturunkan dari
pernyataan tujuan.
3. Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep
teoritis .
4. Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN


Tujuan Pelaporan Keuangan menurut konsepsi FASB yang disusun atas dasar kondisi
lingkungan ekonomi sosial di Amerika :

35

1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi investor
dan kreditur untuk dasar pengambilan keputusan investasi dan pemberian keputusan .
2. Memberikan informasi posisi keuangan perusahaan dengan menunjukkan sumbersumber ekonomi (kekayaan) perusahaan serta asal kekayaan tersebut (siapa pihak yang
mempunyai hak atas atas kekayaan tersebut)
3. Memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba (earning power)
4. Memberikan informasi yang dapat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
melunasi hutang-hutangnya.
5. Memberikan

informasi

keuangan

yang

dapat

menunjukkan

sumber-sumber

pembiayaan perusahaan.
6. Memberikan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam meramalkan aliran
kas masuk ke perusahaan.

Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi


FASB menerbitkan Statement of Accounting Concept No.2 KarakteristikKualitatif
Informasi Akuntansi, yang menyediakan kreteria untuk memilih antara :
1. Metode akuntansi alternative dan pelaporan, atau
2. Permintaan akan pengungkapan
Secara mendasar criteria mengindikasikan mana informasi yang lebih baik (lebih berguna)
untuk pembuatan keputusan. Karakteristik di pandang sebagai hirarki. Kegunaan untuk
pembuatan keputusan disajikan sebagai kualitas informasi yang paling penting. Dalam
kaitannya dengan ini informasi, relevansi dan reliabilitas merupakan dua kualitas primer,
Komparabilitas dan konsistensi disajikan dengan kualitas sekunder dan interaktif.

36

Terakhir, konsep pertimbangan cost benefit dan materialitas diakui secara berturut-turut,
sebagai batasan pervasive dan batas untuk pengakuan. Dapat digambarkan sebagai berikut:
Relevansi informasi harus terkait dengan atau berguna dalam kaitannya dengan tindakan
yang didesaian untuk memfasilitasi atau menghasilkan informasi yang ingin dihasilkan.

Nilai Prediksi. Informasi yang dihasilkan dapat membantu investor, kreditor dan
pemakai lainnya mengevaluasi kejadian masa lalu, sekarang dan masa mendatang.

Nilai umpan balik. Selain agar informasi menjadi relevan, informasi harus
memiliki nilai prediksi dan umpan balik, dan pada saat yang sama harus
disampaikan dengan tepat waktu.

Tepat Waktu. Informasi juga harus tersedia untuk membuat keputusan sebelum
kehilangan kapasitas dalam mempengaruhi keputusan.

Reliabilitas adalah kualitas yang memungkinkan pengguna data bergantung padanya


dengan penuh keyakinan sebagai penyajian apa yang seharusnya disajikan.

Dapat diverifiaksi adalah atribut yang memungkinkan induvidu berkualitas yang


bekerja secara independent satu sama lain menggambarkan ukuran yang secara
mendasar sama atau menyimpulkan suatu pengujian dari bukti, data atau catatan
yang sama.

Penyajian yang jujur. Maka informasi bebas dari bias pengukuran dan pengukur.

Netralitas adalah informasi yang bebas dari bias menuju pencapaian hasil yang
diinginkan.

Komparabilitas dan Konsistensi adalah penggunaan metode yang sama


sepanjang waktu oleh satu perusahaan.

37

Pertimbangan manfaat biaya diakui sebagai batasan pervasive, informasi akuntansi


keuangan akan dicari jika manfaat yang diperoleh dari informasi tersebut melebihi
biayanya.
Materialitas pernyataan atas kepentingan relative, informasi mempunyai dampak
signifikan atau material terhadap keputusan atau tidak.

b. APB Statement No.4


Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajir dan sesuai prinsip
akuntansi berterima umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan lain dalam
posisi keuangan.
Tujuan umum laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomis dan
kewajiban suatu usaha binis dengan tujuan untuk :
a. Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan
b. Menunjukkan pendanaan dan investasi
c. Mengevaluasi kemampuan perusahaan memenuhi komitmen
d. Menunjukkan basis sumber daya untuk pertumbuhan
2. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya
bersih sebagai hasil dari aktivitas-aktivitas perusahaan yang menghasilkan profit
dengan tujuan untuk :
a. Menunjukkan tingkat kembalian dividen harapan bagi investor.
b. Menunjukkan kemampuan operasi untuk membayar kreditor dan pemasok,
menyediakan pekerjaan bagi karyawan, membayar pajak dan menghasilkan
dana untuk ekspansi.

38

c. Menyediakan informasi keuangan bagi manajemen untuk perencanaan dan


pengendalian.
d. Menunjukkan profitabilitas jangka panjang
3. Menyediakan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi
earning potensial perusahaan :
4. Menyediakan informasi lain yang dihasilkan tentang perubahan sumber daya
ekonomi dan kewajiban.
5. Mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pemakai.

Tujuan Kualitatif akuntansi keuangan adalah sebagai berikut :

Relevan, memilih informsi yang paling mungkin untuk membantu pemakai dalam
pembuatan keputusan ekonomi .

Dapat dipahami selain harus jelas informasi yang dipilih, juga harus dapat dipakai
pemakai

Dapat diuji kebarannya , hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran


yang independent, menggunakan metode pengukuran yang sama.

Netral. Informasi akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan bukan
kebutuhan khusus pemakai tertentu.

Tepat Waktu. Berarti mengkomunikasikan informasi se-awal mungkin untuk


menghindari dari keterlambatanpembuatan keputusan ekonomi.

Dapat Diperbandingkan. Perbedaan-perbedaan seharusnya tidak mengakibtakan


perlakuan akuntansi yang berbeda.

Kelengkapan. Semua informasi yang memenuhi persyaratan tujuan-tujuan


kualitatif lain harus dilaporakan.

39

c. Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1984


Tujuan Laporan Keuangan :
1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan
kewajiban serta modal suatu perusahaan.
2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam
aktiva neto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari
kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di
dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva
dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan
dan investasi.
5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan
laporan keuangan yang relevan untuk kebuthan pemakai laporan, seperti informasi
mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

Tujuan Kualitatif :
Relevan, Dapat Dimengerti, Daya Uji, Netral, Tepat Waktu, Daya Banding, Lengkap.

d. Trueblood Report.
Tujuan Laporan Keuangan Yang Dinyatakan Dalam Trueblood Report.
1. Tujuan dasar laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi sebagai dasar
keputusan ekonomi.
2. Tujuan Laporan Keuangan adalah untuk melayani pemakai yang memiliki
keterbatasan otoritas, kemampuan, atau sumber daya untuk memperoleh informasi

40

dan pemakai yang bergantung pada laporan keuangan sebagai sumber informasi
utama tentang aktivitas perusahaan.
3. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang berguna bagi
investor dan kreditur untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi
jumlah, waktu, dan ketidakpastian yang terikat dengan aliran kas potensial.
4. Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi pada pemakai
untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi kemampuan perusahaan
memperoleh earnings.
5. Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna
dalam menilai kemampuan manajemen untuk menggunakan sumber daya
organisasi secara efektif guna mencapai tujuan utama perusahaan.
6. Tujuan Laporan keuangan adalah menyediakan informasi factual dan penafsiran
tentang transaksi dan kejadian lain yang berguna untuk memprediksi,
membandingkan dan mengevaluasi earnings power perusahaan. Asumsi0asumsi
dasar yang mendasari interpretasi, evaluasi, prediksi atau estimasi suatu persoalan
harus diungkapkan.
7. Tujuannya adalah menyediakan laporan posisi keuangan yang berguna untuk
memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi earning perusahaan.
8. Tujuannya untuk menyediakan laporan earning periodic yang berguna untuk
memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi earning power perusahaan.
9. Tujuannya untuk menyediakan laporan aktivitas keuangan yang berguna untuk
memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi earning power perusahaan.
10. Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk
proses prediksi.

41

11. Tujuan laporan keuangan adalah untuk pemerintah dan organisasi nirlaba adalah
menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi keefktifan manajemen
sumber daya dalam mencapai tujuan organisasi terutama bersifat non moneter.
12. Tujuan laporan keuangan adalah untuk melaporkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang
mempengaruhi komunikasi yang mana dapat ditentukan dan dijelaskan atau diukur dan
penting bagi perusahaan dalam lingkungan sosialnya.

Trueblood Report menyebutkan tujuh karateristik kualitatif pelaporan :


Relevansi dan Materialitas, Bentuk dan Substansi, Reliabilitas, Bebas dari Bias, Dapat
Dibandingkan, Konsistensi, Dapat Dipahami.

2. POSTULAT-POSTULAT AKUNTANSI
Postulat akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau
aksioma, berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan
keuangan, menggambarkan lingkungan akuntansi, politik, sosiologi, dan hukum
tempat akuntansi beroperasi.
a. Postulat Entitas
Postulat entitas mengatakan bahwa setiap perusahaan merupakan unit
akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain.

Postulat entitas menurunkan bidang perhatian akuntan dan membatasi jumlah


objek, peristiwa dan atribut peristiwa yang harus dimasukkan dalam laporan
keuangan.

Entitas akuntansi adalah mendefinisikan sebagai unit ekonomi yang


bertanggung jawab atas aktivitas ekonomi dan pengendalian administrative atas
unit.
42

Entitas akuntansi juga dapat diartikan dalam kerangka kepentingan ekonomi


berbagai pemakai.

Implikasinya :

Dibedakan anatar transaksi bisnis dan induvidu

Mengakui tanggung jawab pelayanan manajemne pada pemegang saham.

Pengetrapan segmen perusahaan (seperti) divisi atau beberapa perusahaan


seperti konsolidasi perusahaan yang saling terkait)

Akuntansi sumber daya manusia, sosio ekonomi, kos modal akan semakin
mudah masuk dalam laporan keuangan.

b. Postulat Kelangsungan Usaha


Postulat Kelangsungan Usaha atau postulat kontinuitas, menyatakan bahwa entitas
akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan proyek, komitmen, dan aktivitas
yang sedang berjalan.
Implikasinya :
o

Jika entitas memiliki kehidupan yang terbatas, maka laporan yang sesuai akan akan
menspesifikasi data terminal dan sifat likuidasi.

Menjustifikasi penilaian asset dengan dasar non likuidasi dan menyediakan dasar
untuk akuntansi depresiasi

Harapan tentang manfaat di masa mendatang mendorong manajer untuk melihat ke


depan dan memotivasi investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan.

c. Postulat Unit Pengukur


Postulat unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan proses
mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter.
43

Implikasinya
o

Akuntansi terbatas untuk memprediksi informasi yang dinyatakan dalam satuan


moneter, tidak mencatat dan mengkomunikasikan informasi lain yang relevan
namun bersifat non moneter

Postulat unit mengukur menganggap bahwa daya beli uang adalah stabil sepanjang
waktu atau perubahannya tidak signifikan.

d. Postulat Periode Akuntansi


Laporan

keuangan

yang

menggambarkan

perubahan

dalam

kesejateraan

perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodic.


Implikasinya :
o

Panjangnya periode waktu dapat bervariasi, tetapi hokum pajak Penghasilan yang
mensyaratkan penentuan income dengan dasar tahunan, dan praktik bisnis
tradisional menggunakan periode normal satu tahun.

Penggunaan akrual dan tangguhan dalam pembuatan posisi keuangan perusahaan

3. KONSEP-KONSEP TEORITIS AKUNTANSI


Konsep teori akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau
aksioma, juga berterima umum berdasrkan ksesuainnya dengan tujuan laporan
keuangan, yang menggambarkan sifat entitas akuntansi yang beroperasi dalam
ekonomi bebas yang dikarakteritikan oleh kepemilikan pribadi atas kekayaan.
a. Teori Propriatery/Kepemilikan. Menurut teori propriatery, entitas sebagai agen
perwakilan atau susunan melalui wirausahawan individual atas pengoperasian
pemegang saham. Tujuan utama teori propriteray adalah untuk menetukan dan
menganalisa kekayaan bersih pemilik, dengan persamaan akuntansi :
44

Asset Utang = Ekuitas Pemilik


Implikasinya :

Asset dinilai dan neraca disusun untuk mengukur perubahan dalam


keperntingan atau kesejahteraan pemilik.

Revenue dan expense dianggap meningkat atau menurun secara berturut-turut


dalam kepemilikam yang bukan berasal dari investasi pemilik atau penatikan
modal jadi pemilik.

Bunga, pajak income sebagai expense, laba per lembar saham, dividen
perlembar saham.

Hanya pemegang saham biasa yang merupakan bagian dari kelompok


Proprietary dan pemegang saham preferred tidak termasuk didalamnya
(dividen preferen dikurangkan ketika menghitung earning pemilik)

Saham biasa dan saham preferen termasuk dalam ekuitas pemilik (deviden
tidak dikurangkan ketika menghitung erning pemilik)

b. Teori Entitas Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan
berbeda dari pihak yang menyediakan modal pada entitas. Unit bisnis bukan
pemilik, merupakan pusat kepentingan akuntansi. Unit bisnis memiliki sumber
daya perusahaan dan bertanggung jawab terhadap pemilik maupun kreditor.
Menurut teori ini, persamaan akuntansinya adalah :
Asset = Ekuitas
Asset = Utang + Ekuitas Pemegang Saham

Asset adalah pertumbuhan hak perusahaan

Ekuitas adalah sumber asset dan terdiri dari utang dan ekuitas pemegang
saham.
45

Implikasinya :

Baik kreditor dan pemegang saham saham adalah pemilik ekuitas, meskipun
mereka memiliki hak yang berbeda terkait dengan income, control resiko, dan
likuidasi.

Akuntabilitas kepada pemilik ekuitas dicapai dengan mengukur kinerja operasi


dann keuangan perusahaan.

Income merupakan peningkatan dalam ekuitas pemegang saham setelah klaim


pemilik ekuitas lainnya (sebagai contoh bunga jangka panjang, dan pajak
penghasilan ) telah terpenuhi

Teori entitas menyetujui pengadopsian penilaian sedian LIFO ketimbang FIFO,


karena penilaian LIFO dapat mencapai penentuan income yang lebih baik.

Definisi umum revenue sebagai produk perusahaan dan expenses sebagai


barang dan jasa yang dikonsumsi untuk mendapatkan revenue.

c. Teori Dana. Dalam teori dana, dasar akuntansi bukan teori proprietary maupun
teori entitas, tetapi kelompok asset dan kewajiban dan restriksi terkait, disebut dana,
yang mengatur penggunaan asset. Jadi, teori dana memandang unit bisnis terdiri
atas sumber daya . Persamaan akuntansinya adalah :
Asset = Restriksi Asset

Unit akuntansi didefinisi dalam pengertian asset dan penggunaan asset yang telah
dilakukan. Kewajiban menunjukkan serangkaian rertriksi hokum dan ekonomi pada
penggunaan asset. Sehingga teori dana berorientasi asset dalam pengertian bahwa focus
utamanya adalah pada administrasi dan penggunaan asset secara memadai. Laporan

46

sumber dan penggunaan dana bukan neraca atau laporan keuangan merupakan tujuan
pelaporan keuangan.
Teori dana terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba, rumah sakit,
universitas, Unit kota, dan pemerinthan.
Dana adalah entitas fiscal dan akuntansi independent dengan pencatatan serangkaian
akunkas dan atau sumber daya lain yang berimbang bersama dengan utang, kewajiban,
cadangan, dan ekuitas yang terpisah untuk tujuan melakukan aktivitas tertentu atau
mencapai tujuan tertentu sesuai dengan aturan khusus, restriksi atau limitasi.
Teori dana juga relevan untuk organisasi berorientasi laba, yang menggunkan dana
untuk aktivitas yang bermacam-macam seperti dana pelunasan (sinking funds), akuntansi
untuk kebangkrutan dan perkebunan dan perwalian, akuntansi cabang atau divisional,
pemisahan asset dalam asset lancer atau tetap, dan konsolidasi.

4. PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum, yang diturnkan baik dari tujuan
dan konsep teoritis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.
Untuk lebih memahami dan membandingkan apa sebenarnya yang dapat dimasukkan
sebagai prinsip akuntansi, berikut dikemukakan aeperangkat konsep-konsep dasar
menurut beberapa sumber:
a. Prinsip Akuntansi menurut Prinsip Akuntansi 1984.
1. Kesatuan Akuntansi
2. Kesinambungan
3. Periode Akuntansi
4. Pengukuran Dalam Nilai Uang
5. Harga Pertukaran

47

b. Prinsip Akuntansi menurut APB Statement No.4


1. Kesatuan usaha sebagai focus akuntansi (accounting entity)
2. Kontinuitas Usaha (Going Concern)
3. Pengukuran aktiva dan Passiva unit Usaha (measurement of economic
resources and obligations)
4. Laporan berdasarkan periode waktu (Time Periode)
5. Pengukuran dalam satuan moneter (measurement in term of money)
6. Asas himpun/akrual (accrual)
7. Harga Pertukaran (jual beli) (exchange price)
8. Angka/jumlah rupiah pendekatan (Approximation)
9. Kebijaksanaan (judgement)
10. Informasi Keuangan Umum (General Purpose Finansial Information)
11. Laporan Keuangan Saling Berkaitan (Fundamentally Related Financial
Statements)
12. Mementingkan Substansi Daripada Bentuk luar/Yuridis (Substance Over Form)
13. Materialitas (Materiality)
Konsep Dasar Menurut Paul Grady

Pengakuan hak milik pribadi (ASociety and Government structure honoting


private property right)

Kesatuan Usaha yang berdiri sendiri (spesifik businee entities)

Kontinuitas Usaha (Going Concern)

Satuan Uang

48

c. Prinsip Kos
APB Statement No.4 mendefinisikan Kos adalah jumlah, diukur dalam uang,
kas uang dibelanjakan atau property lain yang ditransfer, penerbitan modal saham,
jasa yang diberikan atau uang yang terjadi, sebagai imbalan atas barang atau jasa
yang diterima, atau seharusnya diterima.
Kos dapat diklasifikasikan sebagai belum terpakai (unexpired) adalah asset
yang dapat digunakan untuk menghasilkan revenue di masa mendatang dan telah
terpakai (experid) adalah pengurang revebue atau dibenbankan sebagai pengurang
laba ditahan.
Prinsip

kos

dijustifikasi

oleh

postulat

kelangsungan

usaha

yang

mengasumsikan bahwa entitas akan meneruskan aktivitasnya secara tidak terbatas,


sehingga mengelimiasi perlunya menggunakan nilai sekarang atau nilai likuiditas
untuk penilaian asset,
Prinsip kos lemah pada validitas postulat unit pengukur, yang mengasumsikan
bahwa daya beli dolar adalah stabil, merupakan keterbatasan utama untuk
menerapkan prinsip kos, pada kenyataannya adanya inflasi.

d. Prinsip Revenue
Prinsip Revenue Menspesifikasi :

Sifat Komponen-komponen revenue

Pengukuran Revenue

Waktu Pengukuran Revenue

49

Sifat dan Komponen-Komponen Revenue


1. Revenue Diintrepretasikan sebagai :
Aliran masuk asset bersih yang berasal dari penjualan barang atau jasa.
Aliran keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada pelanggan, produk
perusahaan yang dihasilkan dan penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan
selama periode waktu tertentu.
Terdapat dua pandangan tentang komponen revenue :
a. Pandangan revenue yang komprehensif adalah semua perubahan dalam
asset bersih yang berasal dari aktivitas penghasil revenue dan keuntungan
atau kerugian yang berasal dari penjualan asset tetap dan investasi.
b. Pandangan yang lebih sempit tentang revenue hanya memasukkan hasil
yang berasal dari aktivitas penghasil revenue dan tidak memasukkan
Penghasilan investasi dan keuntungan dan kerugian dari pelepasan asset
tetap.

2. Pengukuran Revenue
Revenue diukur dalam pengertian nilai pertukaran produk atau jasa dalam
sebuah transaksi yang lugas. Terdapat dua interpretasi revenue yang muncul
dari konsep revenue ini :

Potongan tunai dan berbagai pengurangan adalam harga tetap, seperti


kerugian piutang yang tidak tertagih memerlukan penyesuaian untuk
menghitung ekuivalen kas bersih yang sesungguhnya atau nilai diskonto
sekarang atau klaim uang dan secara konsekuen harus dikurangkan ketika
harus menghitung revenue.

50

Untuk transaksi nonkas, niali pertukaran sama dengan nilai pasar yang
wajar barang/jasa yang diberikan atau yang diterima, mana yang lebih
mudah dan jelas dalam menghitungnya.

3. Waktu Pengakuan Revenue

Umumnya diakui bahwa revenue dan income yang diperoleh dalam semua
tahap siklus operasi (yaitu, selama penerimaan order, produksi, penjualan
dan penagihan).

Akuntan menggunakan prinsip realisasi untuk memilih sebuah peristiwa


kritis dalam siklus untuk waktu pengakuan revenue dan income.

Realisasi dalam perubahan dalam asset atau uatang secara memadai telah
menjadi tertentu dan bertujuan untuk membenarkan pengakuan dalam akun.

4. Revenue secara umum diakui selama produksi dalam situasi berikut ini :
a. Revenue berupa sewa, bunga, dan komisi diakui ketika telah diperoleh
(earned).
b. Pemberian jasa individual atau kelompok professional atau jasa yang
berupa mungkin lebih baik menggunakan dasar akrual.
c. Revenue dari kontrak jangka panjang diakui dengan dasar kemajuan
konstruksi atau persentase penyelesaian.
d. Revenue atas cost plus fixed cobtracts lebih baik diakui dengan dasar
akrual.
e. Perubahan asset karena pertumbuhan (accretion) akan menimbulkan
peningkatan revenue sebagai contoh, ketika umur minuman kerasa atau
anggur, tanaman kayu, atau ternak menjadi dewasa, revenue akresi
51

didasarkan pada penilaian sedian yang sebanding, meskipun belum ada


transaksi.

5. Dasar peristiwa kritis


Untuk pengakuan revenue dipicu oleh peristiwa krusil dalam silklus
operasi. Peristiwa tersebut mungkin adalah :

Saat terjadinya penjualan

Penyelesaian Produksi

Penerimaan pembayaran untuk penjualan berikutnya

6. Dasar penjualan untuk pengakun revenue dapat dibenarkan karena :

Harga produksi diketahui dengn pasti

Pertukaran telah diakhiri dengan pengirman barang, sehingga diperoleh


pengetahuan yang objektif akan kos yang tejadi

Dalam artian realisasi, penjualan merupakan peristiwa krusial.

7. Dasar penyelesaian produksi untuk pengakuan revenue dapat dibenarkan


ketika pasar stabil dan harga stabil tersedia untuk (komoditi standar) logam
mulia, emas, perak

e. Prinsip Penandingan. Prinsip penandingan mengatakan bahwa expense (beban)


harus diakui pada periode yang sama dengan revenue, yaitu revenue diakui dalam
periode tertentu sesuai dengan prinsip revenue, dan beban yang terkait kemudian
diakui.
Hubungan antara revenue dan expense tergantung pada satu dari empat criteria :
52

a. Penandingan langsung kos yang telah terpakai dengan peridenya (sebagai


contoh, gaji direktur untuk periode tertentu).
b. Alokasi kos selama periode yang mendapatkan manfaat (sebagai contoh,
depresiasi)
c. Menjadikan expense semua kos lain dalam periode terjadinya, kecuali jika
dapat ditunjukkan bahwa masih memiliki manfaat di masa mendatang.
Kos yang belum terserap (yaitu, asset) yang tidak memenuhi salah satu dari empat
criteria untuk menjadikannya expense pada periode berjalan dapat dibebankan
pada periode mendatang dan dapat diklasifikasikan dalam kategori yang berbeda
sesuai penggunaan yang dalam penerapan prinsip penandingan.

f. Prinsip Objektivitas. Kegunaan informasi keuangan tergantung pada tingkat


realibilitas prosedur pengukuran yang digunakan. Karena menjamin reliabilitas
maksimum adalah salat sulit, akuntan, telah menggunakan prinsip objektivitas
untuk menjustifikasi pemilihan prosedur pengukuran yang digunakan. Prinsip
objektivitas, bagaimanapun, yang menjadi subjek interpretasi yang berbeda :
1. Pengukuran objektivitas merupakan ukuran yang tidak bersifat personel dalam
pengertian bebas dan bias personel pengukurnya.
2. Pengukuran objektivitas merupakan pengukuran variable dalam pengertian
bahwa pengukuran didasarkan pada bukti.
3. Pengukuran objektivitas merupakan hasil dari dari konsensus diantara
kelompok pengamat atau pengukur tertentu.
4. Ukuran penyebaran atau distribusi pengukuran digunakan sebagai indicator
tingkat objectivitas suatu system pengukuran termaksud.

53

g. Prinsip Konsistensi. Prinsip konsistensi menyatakan bahwa peristiwa ekonomi


yang serupa seharusnya dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari period ke
periode. Prinsip ini berimplikasi bahwa prosedur akuntansi yang semua akan
diterapkan dalam item serupa sepanjang waktu.
Prinsip konsistensi tidak menghalangi perusahaan mengubah prosedur akuntansi
ketika hal tersebut dapat dibenarkan dengan perubahan keadaan, atau jika prosedur
alternative lebih baik. Menurut APB opinion No. 20 perubahan yang dapat
menjustifikasi perubahan prosedur adalah :
1. Perubahan dalam prinsip akuntansi
2. Perubahan dalam estimasi akuntansi
3. Perubahan dalam entitas pelaporan
Perubahan ini harus terefleksi dalam akun dan dilaporakan dalam laporan
keuangan secara retroaktif untuk perubahan dalam entitas akuntansi, secara
prospektif untuk perubahan dalam estimasi akuntansi, dan secara umum dan segera
untuk perubahan dalam prinsip akuntansi.

h. Prinsip Pengungkapan Penuh. Terdapat consensus umum dalam terdapat


pengungkapan data akuntansi yang penuh (full), wajar (fair), cukup (adequate).
Pengungkapan penuh mensyaratkan bahwa laporan keuangan didesaian dan dibuat
untuk menggambarkan secara akurat peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi
perusahaan untuk suatu periode dan memuat informasi yang memadai untuk
membuat laporan keuangan dan tidak menyesatkan bagi rata-rata investor.
Beberapa hal yang menjadi perhatian pengungkapan penuh :

Rincian tentang kebijakan dan metode akuntansi, terutama bila diperlukan


pertimbangan dalam penerapan metode akuntansi.
54

Informasi

tambahan

untuk

membantu

analisa

investasi

atau

untuk

mengindikasikan hak berbagai pihak yang memiliki klaim atas pelaporan


entitas.

Perubahan dari tahun sebelumnya dalam kebijakan dan metode akuntansi yang
digunakan dan dampak perubahan tersebut.

Aset, Utang, Kos, dan Revenue yang timbul dari transaksi dengan pihak lain
yang memiliki kepentingan pengendalian atau dengan direktur atau karyawan
yang memiliki hubungan khusus dalam entitas pelaporan.

Aset, Utang, dan Komitmen Bersyarat

Transaksi keuangan atau transaksi operasi lainnya yang terjadi setelah tanggal
neraca yang memiliki dampak material terhadap posisi keuangan entitas.

i. Prinsip Konservatisme
Prinsip Konservatisme menyatakan bahwa ketika memilih diantara dua atau lebih
teknik akuntansi yang dapat diterima, maka preferensinya adalah memilih yang
paling kecil dampaknya terhadap ekuitas pemegang saham.

j. Prinsip Materialitas
Prinsip materialitas menyatakan bahwa transaksi dan peristiwa yang tidak memiliki
dampak ekonomi signifikan dapat diatasi dengan cara yang paling tepat, apakah
transaksi dan peristiwa tersebut sesuai dengan prinsip berterima umum atau tidak,
dan tidak perlu diungkapkan. Suatu jumlah material tidak semata-mata, karena
alasan besarnya jumlah, factor-factor lain meliputi serangkaian hal-hal berikut ini
harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan tentang materilitas. Antara lain :
Sifat Item, apakah item :
55

Merupakan factor masukkan dalam penentuan net income

Tidak biasa atau luar biasa

Peristiwa atau kondisi bersyarat.

Dapat ditentukan berdasarkan fakta dan keadaan yang ada

Diminta oleh undang-undang atau regulasi.

Jumlah item itu sendiri, dalam hubungannya dengan :

Laporan keuangan secara keseluruhan.

Total akun tempat item tersebut terbentuk, atau seharusnya terbentuk sebagai
bagiuannya,

Item item terkait

Jumlah yang terkait dalam tahun sebelumnya atau jumlah yang diharapakan
dalam tahun-tahun mendatang.

k. Prinsip Keseragaman dan Komparabilitas


Prinsip keseragaman merujuk pada penggunaan prosedur yang sama oleh
perusahaan yang berbeda. Tujuan yang diinginkan adalah mencapai komparabilitas
laporan keuangan dengan mengurangi keanekaragaman yang tercipta karena
penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda.
Pendukung utama prinsip keseragaman mengklaim bahwa prinsip tersebut akan :
1. Mengurangi perbedaan penggunaan prosedur akuntansi dan ketidakcukupan
praktik akuntansi
2. Memungkinkan perbandingan yang berarti bagi pengguna laporan keuangan.
3. Memperbaiki kepercayaan pengguna para laporan keuangan.
4. Mendorong intervensi pemerintah dan regulasi praktik akuntansi

56

Pendukung utama fleksibilitas mengklaim bahwa :


1. Penggunaan prosedur akuntansi yang seragam untuk menunjukkan item yang
sama yang terjadi dalam berbagai kasus menimbulkan risiko penyembunyian
perbedaan-perbedaan penting diantara kasus tersebut.
2. Komparbilitas merupakan tujuan yang tidak praktis, hal tersebut tidak dapat
dicapai dengan mengadopsi aturan-aturan perusahaan yang tidak menggunakan
pencatatan yang memadai untuk situasi factual yang berbeda.
3. Perbedaan dalam keadaanatau variable-variabel keadaan meminta perlakuan
yang berbeda, sehinggga pelaporan perusahaan dapat merespon keaadaan
tempat transaksi dan peristiwa terjadi

5. Teknik Akuntansi
Teknik akuntansi adalah adalah aturan spesifik yang diturunkan dari prinsip
akuntansi memperlakukan transaksi atau peristiwa tertentu yang dihadapi oleh entitas
akuntansi. Akuntansi dipraktikan dalam suatu kerangka yang implicit. Rerangka ini
dikenal sebagai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), istilah ini sebenarnya
digunakan untuk menunjuk seperangkat pedoman resmi dan kebiasaan-kebiasaan
dunia usaha yang dianggap berlaku dalam lingkungan (Negara) dan waktu tertentu.
Soewarjono dalam bukunya teori akuntansi berpendapat prinsip akuntansi berterima
umum cukup tepat sebagai pedanan generally accepted accounting principles (GAAP).
Di Amerika Istilah generally accepted accounting principle timbul dan digunakan
melalui proses atau riwayat yang bertahap khususnya tentang pemakaian kata
generally accepted, karena itu istilah GAAP tersebut sebenarnya mempunyai konotasi
sebagai prinsip akuntansi berterima umum di Amerika dan bukannya istilah yang
generic (berlaku universal) meskipin selalu ditulis dengan huruf kecil. Di Amerika

57

yang dimaksud dengan GAAP adalah konsep-konsep, prinsip-prinsip dan praktikpraktik akuntansi tertentu yang secara otoritatif di dukung berlakunya sebagai suatu
pedoman (mempunyai substansi authoritative support) walaupun tiap jenis prinsip atau
praktik tersebut mempunyai tingkat keotoritatifan yang berbed. Struktur GAAP
tersebut terdiri dari beberapa tingkat (level). Makin ke atas dan ke kanan tingkat
otoritatifnya makin lemah. Berikut ini diuraikan secara ringkas ini tiap tingkat
bangunan GAAP tersebut :

Foundation (fondasi) yang berupa konsep dasar dan prinsip-prinsip umum


(akuntansi) seperti kelangsungan hidup, substansi mengungguli bentuk, netralitas,
dasar akrual, konservatisme, materialitas).

Tingkat Pertama (first floor). Tingkat ini berisi pengumuman atau ketentan resmi
yang diterbitkan oleh badan otoritatif. Pengumuman resmi ini biasanya berupa
pernyataan standar, interpretasi, dan suplemen. Otoritas penerbitan ini kuat karena
ketentuanyang termuat dalam pengumuman resmi tersebut telah dirancang dan
dibahas melalui prose dan prosedur formal sebelum diterbitkan. Prosedur yang
biasanya dilakukan oleh badan yang berwenang ini adalah:
1. Membentuk komisi yang terdiri atas beberapa ahli yang dianggap dapat
mewakili kepentingan pihak yang akan menggunakan pedoman yang akan
disusun.
2. Komisi mempelajari sumber-sumber acuan dan literature tentang subjek yang
akan ditentukan dan melakukan riset lapangan .
3. Menerbitkan notulen atau memorandum diskusi tentang permasalahan yang
timbul dan alternative pemecahannya untuk mendapatkan tanggapan dari
masyarakat.
4. Melakukan dengar pendapat umum
58

5. Berdasarkan komentar dan pendapat yang dikumpulkan dalam langkah 3 dan 4,


komite akan membuat rancangan pernyataan resmi (disebut dengan exposure
draf) dan menyebarluaskan rancanagan tersebut untuk mendapatkan tanggapan
atas komentar public.

Tingkat kedua (second floor). Kalau suatu perlakuan akuntansi tidak diatur dalam
ketentuan resmi yang diterbitkan dalam tingkat pertama, sumber acuan untuk
menentukan perlakuan akuntansi tertentu yang dapat diambilkan dari tingkat kedua
atau tingkat berikutnya. Kalau terdapat perbedaan atau konflik perlakuan maka
harus dipertimbangkan dan dipilih perlakuan yang menggambarkan substansi
transaksi yang lebih baik. Penerbitan-penerbitan pada tingkat kedua ini memberi
pedoman akuntansi yang lebih sempit aplikasinya karena hanya menyangkut
industri tertentu dan biasanya bersifat agak teknis dan procedural.

Tingkat ketiga (third Floor). Tingkat ini berisi publikasi badan resmi yang
berwenang yang tidak termasuk dalam kategori resmi karena tidak disusun
berdasarkan prosedur resmi seperti penerbitan pada tingkat pertama. Penerbitan ini
lebih merupakan petunjuk aplikasi ketentuan yang diatur dalam penerbitan resmi
dalam tingkat pertama yang berupa pernyataan standar atau interpretasi.

Tingkat keempat (fourth floor). Kalau perlakuan akuntansi tertentu tidak dapat
dicarikan acuannya dalam ketiga tingkatan yang ada di bawahnya maka sumbersumber atau literature akuntnasi lainnya dapat dignakan sebagai acuan .

59

MATERI IV
KERANGKA KONSEPTUAL

Kompetensi Dasar:
a. Mampu menjelaskan tentang kerangka konseptual
b. Mampu menjelaskan tentang pernyataan konsep akuntansi keuangan
c. Mampu menjelaskan tentang materialitas
d. Mampu menjelaskan tentang pengukuran kriteria dan atribut

Kerangka konseptual adalah suatu konstitusi, suatu system koheren dari hubungan
anatara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang
menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
Kerangka kerja konseptual dimaksudkan untuk konstitusi dalam proses penyusunan
standar. Tujuannya adalah memberikan petunjuk dalam menyelesaikan perselisihan yang
meningkat selama proses penyusunan standar dengan mempersempit pertanyaan, apakah
standar telah sesuai dengan kerangka konseptual ataukah tidak. Secara lengkap, kerangka
kerja konseptual adalah :

Petunjuk FASB dalam menetapkan standar akuntansi

Menyediakan kerangka acuan untuk menyelesaikan pertanyaan sebelum ada


standar khusus yang mengaturnya.

Menentukan batasan pertimbangan dalam penyusunan laporan keuangan

Mempertinggi komparabilitas dengan menurunkan jumlah alternative metode


akuntansi.

60

Isu-Isu Kerangka Konseptual :


Sebelum memulai kerja yang efektif dalam menyusun kerangka kerja konseptual, FASB
berusah mengidentifikasi isu-isu konseptual terpenting berkaitan dengan penyusunan
standar. Ada sembilan isu disajikan untuk didiskusikan dan dicarikan penyelesaian :

1. Isu : Pandangan Earnings Manakah yang seharusnya diadopsi ?


Terdapat tiga pandangan yang berbeda tentang pengukuran earning yaitu :
1. Pandangan Asset/utang
2. Pandangan Revenue/Expense
3. Pandangan nonartikulasi

Pandangan earnig Asset/Utang . Revenue dan expense merupakan hasil dari


perubahan asset dan utang.

Pandangan earning Revenue/Expense. Revenue dan expense dihasilkan dari


kebutuhan akan penandingan.

Artikulasi terdapat saling hubungan antara tiap jenis laporan keuangan yaitu
neraca, laporan rugi laba dan laporan perubahan modal.

Pandangan revenue/expense juga disebut pandangan laporan income atau


penandingan berarti bahwa revenue dan expense dihasilkan dari kebutuhan akan
penandingan. Earning semata-mata merupakan perbedaan antara revenue pada suatu
periode dan expense yang terjadi dalam menghasilkan revenue. Penandingan, proses
pengukuran fundamental dalam akuntansi, terdiri dari dua tahap :
1. Pengakuan revenue atau waktu melalui prinsip realisasi
2. Pengakuan expense dalam tiga cara :

Hubungan sebab akibat, seperti kos barang terjual


61

Alokasi yang rasional dan sistematis, seperti depresiasi

Pengakuan segera, seperti biaya administrasi dan penjualan

Pandangan nonartikualsi didasarkan pada keyakinan bahwa artikulasi mendorong


perulangan, karena semua kejadian yang dilaporkan dalam laporan income juga
dilaporkan dalam neraca meskipun dari perspektif yang berbeda . Menurut pandangan
ini, definisi asset dan utang penting dalam penyajian posisi keuangan dan definisi
revenue dan expense mendominasi pengukuran earning. Dua laporan keuangan
tersebut mempunyai eksistensi dan makna yang independent, sehingga skema
pengukuran yang berbeda digunakan oleh masing-masing laporan. Contoh pandangan
nonartikulasi adalah penggunaan LIFO dalam laporan income dan FIFO dalam neraca.
Pandangan non artikulasi muncul pada tahun 1966 A Statement of Basic
Accounting Theory (ASOBAT) dari American Accounting Association (AAA)
mengkritik artikulasi :
Kita tidak menemukan alasan yang logis mengapa laporan eksternal
diharapkan untuk seimbang atau berartikulasi satu sama lain. Pada
kenyataannya, kita menemukan bahwa keseimbangan yang dibuat dan
artikulasi seringkali membatasi penyajian informasi yang relevan. Petunjuk
pentingnya adalah mengungkapkan semua informasi yang relevan dengan
prosedur pengukuran yang memenuhi standar yang disarankan dalam
ASOBAT.
Pandangan earning yang mana yang seharusnya diadopsi sebagai dasar kerangka
kerja konseptual untuk akuntansi keuangan dan pelaporan? Jika artikulasi terbukti
tidak hanya perlu tapi juga menguntungkan, maka pilih di antara pandangan
asset/hutang dan pendangan revenue/expense. Pemilihan antara dua pandangan
62

tersebut tergantung pada pandangan mana yang merupakan proses pengukuran


fundamental :
1. Pengukuran atribut-atribut asset dan hutang dan perubahan dalam keduanya
2. Proses penandingan
Pemilihan di antara dua pandangan ini akan menyediakan tidak hanya dasar bagi
kerangka kerja konseptual untuk akuntansi keuangan dan pelaporan tetapi juga definisi
elemen laporan keuangan.

2. Isu : Definisi Aset


Definisi untuk setiap elemen laporan keuangan tersedia baik oleh pandangan asset/
hutang dan pandangan revenue/expense:

Menurut pandangan asset/hutang, asset adalah sumber daya ekonomi perusahaan,


sumber daya tersebut mempresentasikan manfaat di masa mendatang yang
diharapkan menghasilkan aliran kas masuk secara langsung atau tidak langsung.
Adapun sumber daya ekonomi perusahaan adalah :
1. Sumber daya produktif yang dimiliki perusahaan
2. Hak kontrak atau sumber daya produktif
3. Produk
4. Uang
5. Klaim untuk menerima uang
6. Kepemilikan saham diperusahaan lain

Menurut pandangan revenue/expense, asset tidak hanya meliputi asset yang


didefinisi oleh pandangan asset/hutang, tetapi semua item yang tidak
mempresentasikan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan
dan penentuan income secara memadai.
63

Pandangan ketiga atas asset muncul dari presepsi neraca tidak hanya sebagai
laporan posisi keuangan, tetapi sebagai laporan tentang sumber dan komposisi
modal perusahaan.

Definisi asset yang memberi generalisasi aplikasi yang diperlukan kerangka kerja
konseptual memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Asset merepresentasikan sumber daya ekonomi dan tidak meliputi beban
tangguhan.
2. Asset mempresentasikan aliran kas potensial perusahaan
3. Manfaat potensial dapat diperoleh perusahaan
4. Aset merepresentasikan himpunan hal legal tentang manfaat tertentu sebagai
hasil dari transaksi sekarang atau masa lalu dan meliputi semua komitmen,
seperti dalam keseluruhan kontrak executary.
5. Dapatdipertukarkan bukanlah karakterisik penting asset kecuali untuk beban
tangguhan, untuk menjaga asset tidak berujud sebagai asset dan mengeluarkan
beban tangguhan.

3. Isu : Definisi Utang

Menurut pandangan asset/utang, hutang adalah kewajiban perusahaan untuk


mentransfer sumber daya ekonomi ke pihak lain di masa mendatang.

Menurut pandangan revenue/expense, hutang tidak hanya meliputi utang yang


didefinisi oleh pandangan asset/hutang, tetapi juga kredit tangguhan dan cadangan
yang tidak mempresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi,
tetapidiperlukan untuk penandingan dan penentuan income dengan memadai.
Pandangan ketiga atas hutang dari presepsi neraca sebagai laporan sumber dan
komposisi modal perusahaan. Menurut pandangan ini, uatang dianggap sebagai
64

sumber modal perusahaan. Menurut pandangan ini, utang dianggap sebagai


sumber modal dan meliputi kredit tangguhan dan cadangan yang tidak
mempresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi. Definisi
hutang yang disajikan oleh ketiga pandangan tersebut memiliki karakteristik umum
sbb :
1. Hutang adalah pengorbanan sumber daya ekonomi di masa mendatang
2. Hutang mempresentasikan kewajiban tertentu perusahaan
3. Hutang mungkin dibatasi pada hutang legal.
4. Hutang merupakan hasil dari transaksi atau kejadian sekarang atau masa lalu.

4. Isu : Definisi Earning, Revenue, dan Expense.

Menurut pandangan asset/hutang earning adalah peningkatan dalam asset bersih


perusahaan kecuali perubahan modal.

Menurut pandangan revenue/expense, earning adalah hasil dari proses penandingan


revenue dan expense, mungkin juga gains dan losses. Komponen earning (revenue,
expenses, gains, dan losses).

Menurut pandangan asset/hutang, revenue yang meliputi gains dan losses didefinis
sebagai peningkatan dalam asset atau penurunan dalam hutang yang tidak
mempengaruhi modal.

Expenese yang meliputi gains dan losses, didefinisi sebagai penurunan dalam asset
atau peningkatan dalam hutang yang timbul dari penggunaan sumber daya
ekonomi dan jasa dalam periode tertentu.

Menurut pandangan revenue/expense, revenue yang meliputi gains dan losses,


hasil dari penjualan barang dan jasa dan termasuk gains dari penjualan dan
pertukaran asset selain persediaan, bunga dan deviden yang diperoleh dari
65

investasi, dan peningkatan lain dalam ekuitas pemilik selama satu periode selain
kontribusi modal dan penyesuaian.

Expense meliputi semua kos yang sudah digunakan untuk menghasilkan revenue
pada satu periode.

Jika gains dan loses didefinisi sebagai elemen yang terpisah dari earning, maka
revenue didefinisi sebagai ukuran output perusahaan yang merupakan hasil dari
memproduksi atau menjual barang dan memberikan jasa selama satu periode.

Expense adalah kos yang telah digunakan untuk menghasilkan revenue selama satu
periode.

5. Isu : Gains dan Loses

Menurut pandangan asset dan hutang, gains didefenisikan sebagai peningkatan


dalam asset bersih selain peningkatan dalam revenue atau dari perubahan dalam
modal.

Sedangkan losses didefiniskan sebagai penurunan asset bersih selain penurunan


dalam expense dan perubahan dalam modal. Jadi gains dan losses dianggap
sebagai bagian dari earning yang tidak dijelaskan oleh revenue dan expenses.

Menurut pandangan reveue dan expense, gains didefinisikan sebagai kelebihan


hasil di atas kos asset terjual, atau keuntungan yang tidak diduga, atau manfaat lain
yang diperoleh tanpa kos atau pengorbanan.

Loss didefinisikan sebagai kelebihan di atas hasil yang terkait, jika ada, atau semua
atau porsi yang layak dari kos asset terjual, diabaikan, atau keseluruhan atau
sebagian rusak karena bencana, atau kos yang telah digunakan bukan untuk
menghasilkan revenue. Jadi menurut pandangan revenue/expense, gains dan loses
adalah independent dari definisi elemen lain dalam laporan keuangan.
66

6. Isu : Hubungan antara earning dan komponen earnings


Tiga hubungan utama antara earnings dan komponen earnings:
a. Earning = Revenue Expenses + Gains Losses
b. Earning = Revenue Expenses
c. Earning = Revenue (termasuk Gains) Expenses (termasuk Losses)

Dalam hubungan pertama, setiap komponen adalah terpisah dan penting untuk
definisi earning. Perbedaan sumber earning dibedakan, sehingga menyediakan
fleksibilitas yang lebih besar dalam klasifikasi dan analisa kinerja perusahaan.

Dalam hubungan kedua, gains dan loses tidak dipisah dan tidak penting bagi
definisi earning. Semua peningkatan dan penurunan diperlakukan sama sebagai
revenue dan expense. Definisi ini tidak cocok untuk gains dan losses dari
transfer searah, keuntungan tak terduga, korban bencana, dan gains dan losses
holding.

Dalam hubungan ketiga, meskipun gains dan losses merupakan konsep terpisah
kedunaya adalah bagian dari revenue dan expense. Definisi revenue dan
income harus campuran dari item-item yang berbeda dan memerlukan
identifikasi lengkap dan daftar item yang termasuk dalam revenue expense,
gains dan losses.

Hubungan pertama tampaknya menyajikan kerugian terkecil menurut


pandangan asset/hutang maupun revenue.expenses.

7. Isu : Akuntansi Akrual


Elemen-elemen laporan keuangan dihitung dan dimasukkan dalam laporan
keuangan melalui penggunaan prosedur akuntansi akrual. Akuntansi akrual

67

mendasarkan pada konsep akrual, tangguhan (deferral), alokasi, amortisasi, realisasi,


dan pengakuan, FASB memberikan definisi untuk konsep-konsep tersebut yaitu :

Akrual adalah proses akuntansi dalam pengakuan kejadian non kas dan keadaankeadaan yang terjadi, secara spesifik, akrual meminta pengakuan revenue dan
peningkatan asset, dan expenses dan peningkatan hutang dalam jumlah yang
diharapkan akan diterima atau dibayar, biasanya dalam kas di masa mendatang.

Tangguhan adalah proses akuntansi dalam pengakuan utang dengan penerimaan


kas sekarang atau asset dengan pembayaran kas sekarang (atau utang, yang terjadi
sekarang) dengan harapan berdampak pada revenue dan expenses di masa
mendatang.

Alokasi adalah proses akuntansi dalam pembebanan dan pendistribusian suatu


jumlah sesuai rencana atau formula tertentu. Alokasi lebih luas dari amortisasi,
karena amortisasi merupakan proses alokasi.

Amortisasi adalah proses akuntansi yang secara sistematis mengurangi jumlah


dengan pembayaran periodic, atau dengan mencatat saja.

Realisasi adalah proses mengkonversi sumber daya non kas dan hak menjadi uang,
penggunaan yang lebih tepat dalam akuntansi dan pelaporan keuangan merujuk
pada penjualan asset dengan kas atau klaim atas kas.

Pengakuan adalah proses pencatatan secara formal atau pemasukan item-item


dalam akun dan laporan keuangan perusahaan. Jadi suatu elemen dapat diakui
(dicatat) atau tidak diakui (tidak dicatat) . Realisasi dan Pengakuan tidak
digunakan sebagai sinonim.

68

8. Isu : Konsep Pemeliharaan modal (Cost Recovery) yang seharusnya digunakan ?


Konsep pemeliharaan modal memungkinkan kita membuat perbedaan antara return
on capital atau (earning) dan return of capital atau (Cost of recovery). Earning berasal
dari pemulihan atau pemeliharaan modal. Terdapat dua konsep pemeliharaan modal,
konsep modal keuangan dan konsep modal fisik. Kedua konsep menggunakan
pengukuran unit monetr atau unit daya beli umum yang sama, menghasilkan empat
konsep pemeliharan modal :

a. Modal keuangan yang diukur dengan unit uang


b. Modal keuangan yang diukur dengan daya beli umum yang sama
c. Modal fisik yang diukur dengan uang
d. Modal fisik yang diukur dengan daya beli umum yang sama

9. Isu. Metode Pengukuran manakah yang seharusnya diadopsi


Isu metode pengukuran berkaitan dengan penentuan unit ukuran maupun atribut
yang diukur. Terkait dengan unit ukuran, pilihannya adalah antara dolar actual dan
dollar yang disesuaikan dengan daya beli umum. Terkait dengan atribut yang akan
diukur kita memiliki lima pilihan, yaitu :

a. Metode kos historis


b. Kos sekarang
c. Nilai keluaran /jual sekarang
d. Nilai keluaran/jual harapan
e. Nilai sekarang dan aliran kos harapan

69

KERANGKA KONSEPTUAL FASB


Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh FASB sebagai :
a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is expected to
lead to consistent standards and that prescribes the nature, function, and limits of
financial accounting and reporting.
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang
terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi
landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batasbatas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan
Yang dimaksud tujuan adalah tujuan pelaporan keuangan. Sedangkan fundamentals
(kaidah-kaidah pokok) adalah konsep-konsep yang mendasarai akuntansi keuangan, yakni
yang menuntun kepada pemilihan transaksi, kejadian, dan keadaan-keadaan yang harus
dipertanggungjawabkan,

pengakuan

dan

pengukurannya,

cara

meringkas

serta

mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.


Konsep-konsep yang bersifat pokok atau fundamental, artinya bahwa konsep-konsep
lainnya mengalir dari konsep-konsep pokok tersebut yang diperlukan sebagai referensi
berulang-ulang dalam menetapkan, menafsirkan, dan menetapkan standar akuntansi
keuangan dan pelaporan.

Kebutuhan akan Kerangka Kerja Konseptual


1. Kerangka kerja konseptual akan meningkatkan pemahaman dan keyakinan
pemakai laporan keuangan atas pelaporan keuangan, dan akan menaikkan
komparabilitas antar laporan keuangan perusahaan.
2. Masalah-masalah yang baru akan dapat dipecahkan secara cepat jika mengacu
pada kerangka teori yang telah ada

70

Perkembangan Kerangka Kerja Konseptual FASB (Financial Accounting Standard Board)


telah menerbitkan enam statement of financial accounting concept yang berhubungan
dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:

SFAC no. 1 objective of financial reporting by business enterprises, yang


menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.

SFAC no. 2 qualitative caracteristics of accounting information, yang


menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat.

SFAC no. 3 element of financial statement of business enterprises, yang


memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan seperti
aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.

SFAC no. 5 recognition and measurement in financial statement of business


enterprises, yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental
serta pedoman tentang informasi.

SFAC no. 6 element of financial statement, yang menggantikan SFAC no. 3 dan
memperluas SFAC no. 3 dengan memasukkan organisasi-organisasi nirlaba.

SFAC no. 7 using cash flow information and present value in accounting
measurement, yang memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa
depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar
pengukuran

TINGKAT PERTAMA: TUJUAN DASAR

Tujuan pelaporan keuangan (objectives of financial reporting) adalah untuk


menyediakan informasi:
1) yang berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang
aktivitas bisnis dan ekonomi untuk membuat keputusan investasi serta kredit;
71

2) untuk membantu investor yang ada dan potensial, kreditor yang ada dan
potensial, serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan
ketidakpastian arus kas masa depan;
3) tentang sumber daya ekonomi, klaimterhadap sumber daya tersebut, dan
perubahan di dalamnya.

Tujuan(objectives) dimulai dengan lebih banyak berfokus pada informasi yang


berguna bagi para investor dan kreditor dalam membuat keputusan. Fokus ini lalu
menyempit pada kepentingan investor dan kreditor atas prospek penerimaan kas
dari investasi mereka dalam, atau dari pinjaman yang telah mereka berikan ke
entitas bisnis. Pada akhirnya, tujuan berfokus pada laporan keuangan yang
menyediakan informasi yang berguna untuk menilai prospek arus kas yang akan
diterima entitas bisnis yaitu arus kas yang menjadi harapan investor dan kreditor.
Pendekatan ini dikenal sebagai kegunaan keputusan (decision usefulness).

Dalam menyediakan informasi kepada pemakai laporan keuangan, profesi akuntan


mengandalkan laporan keuangan bertujuan-umum(general-purpose financial
statement), yaitu menyediakan informasi paling bermanfaat dengan biaya minimal
kepada berbagai kelompok pemakai

TINGKAT KEDUA : KONSEP-KONSEP FUNDAMENTAL


Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
Agar berguna dalam pengambilan keputusan (decision usefulness), informasi akuntansi
harus memiliki dua kualitas yaitu kualitas primer dan kualitas sekunder. Tentu saja
terdapat beberapa kendala untuk mencapai dua kualitas tersebut.

72

Kualitas Primer
Relevansi (relevance) dan keandalan (reliability) harus melekat pada informasi akuntansi.
1) Relevansi. Agar relevan informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam
sebuah keputusan. Informasi itu mampu mempengaruhi pengambilan keputusan dan
berkaitan erat dengan keputusan yang akan diambil, jika tidak berarti informasi tersebut
dikatakan tidak relevan. Informasi yang relevan harus memiliki nilai umpan balik
(feed-back value), yakni mampu membantu menjustifikasi dan mengoreksi harapan
masa lalu. Informasi juga harus memiliki nilai prediktif (predictive value) yakni dapat
digunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Selain itu kualitas relevan juga harus mempunyai substansi tepat waktu (timeliness).
Informasi harus disajikan kepada para pemakai sebelum informasi itu kehilangan
kapasitasnya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan.
2) Keandalan. Informasi dianggap andal jika dapat diverifikasi, netral, disajikan secara
tepat serta bebas dari kesalahan dan bias (penyimpangan). Keandalan sangat diperlukan
bagi individu-individu pemakai yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk
mengevaluasi isi faktual dari informasi.
Realibilitas sangat diperlukan oleh individu-individu yang tidak memiliki waktu atau
keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi.

Daya Uji (verifiability): ditunjukkan ketika pengukur-pengukur independen,


dengan menggunakan metode pengukuran yang sama, mendapatkan hasil yang
serupa.

Ketepatan penyajian (representational faithfulness): angka-angka dan penjelasan


dalam laporan keuangan mewakili apa yang benar-benar ada dan terjadi.

73

Netralitas(neutrality):

informasi

tidak

dapat

dipilih

untuk

kepentingan

sekelompok pemakai tertentu. Info yang disajikan harus faktual, benar dan tidak
bias
3) Keberdayaujian (verifiability). Informasi harus dapat diuji kebenarannya. Dapat
diujinya kebenaran informasi akuntansi berdasar pada keobyektifan dan konsensus.
Contoh, keandalan informasi harga perolehan fixed assets harus diuji berdasar data
masa lalu yang terekam pada faktur (keobyektifan). Tetapi keandalan informasi tentang
depresiasi aktiva tetap itu adalah berdasarkan konsensusa mengenai metode depresiasi
yang digunakan, taksiran nilai residu, dan taksiran umur ekonomis.
4) Kenetralan (neutrality). Informasi akuntansi dimaksudkan untuk memenuhi tujuan
berbagai kelompok pemakai. Oleh karena itu harus bebas dari usaha-usaha untuk
memberikan keuntungan lebih kepada kelompok tertentu.
5) Kejujuran penyajian (representational faithfulness). Penyajian yang jujur berarti
adanya kesesuaian antara fakta dan informasi yang disampaikan.

Kualitas Sekunder
Kualitas sekunder yang harus dimiliki informasi akuntansi adalah keberdayabandingan
(comparability) dan konsistensi (consistency).
1) Keberdayabandingan. Informasi akuntansi akan lebih bermanfaat jika dapat
dibandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain dalam satu industri
(perbandingan horizontal) atau membandingkan perusahaan yang sama untuk periode
yang berbeda (perbandingan vertikal). Jadi diperlukan standar dan ukuran tertentu.
2) Konsistensi. Sebuah entitas dikatakan konsisten dalam menggunakan standar akuntansi
apabila mengaplikasikan perlakuan akuntansi (metode akuntansi) yang sama untuk
kejadian-kejadian serupa, dari periode ke periode.
74

Kendala-kendala.
Terdapat dua kendala yang mempengaruhi tercapainya kualitas informasi seperti yang
telah dijelaskan, yaitu pertimbangan manfaat-biaya dan tingkat materialitas. Dua kendala
lainnya yang kurang dominan tapi merupakan bagian dari lingkungan pelaporan adalah
praktek industri dan konservatisme.
1) Pertimbangan manfaat-biaya (cost-effectiveness). Untuk menghasilkan informasi yang
relevan,andal, berdaya banding, dan konsisten dibutuhkan biaya yang mahal. Oleh
karena biaya dan terutama manfaat tidak mudah diukur, maka mempertimbangkan
hubungan manfaat-biaya menjadi masalah
2) Materialitas (materiality) berhubungan dengan dampak suatu item terhadap operasi
keuangan perusahaan secara keseluruhan. Suatu item akan dianggap material jika
pencantuman atau pengabaian item tersebut mempengaruhi atau mengubah penilaian
seorang pemakai laporan keuangan. Baik faktor-faktor kuantitatif maupun kualitatif
harus dipertimbangkan dalam menentukan apakan suatu item material atau tidak.
3) Praktik industri.(industry practices) Sifat unik dari sejumlah industri dan perusahaan
terkadang memerlukan penyimpangan dari teori dasar.
4) Konservatisme (conservatism) berarti jika ragu, maka pilihlah solusi yang sangat kecil
kemungkinannya dalam menghasilkan penetapan laba dan aktiva yang terlalu tinggi.
Tujuan dari konvensi ini, jika diaplikasikan secara tepat adalah menyediakan pedoman
yang paling rasional dalam situasi sulit : jangan menyajikan angka laba bersih dan aktiva
bersih yang terlalu tinggi.
Elemen-elemen Laporan Keuangan.

75

SFAC No. 6 menetapkan sepuluh elemen utama laporan keuangan. Cakupannya bukan
hanya perusahaan yang berorientasi laba, tetapi juga organisasi nirlaba. Elemen-elemen
laporan keuangan bagi organisasi yang berorientasi laba meliputi 10 macam, yaitu : aktiva,
kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi kepada pemilik, laba komprehensif,
pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Adapun bagi organisasi nirlaba ada 7
macam, yaitu : aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian.

TINGKAT KETIGA : PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Tingkat ketiga kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk
mengimplementasikan tujuan dasar dari tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan
apa, kapan, dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui, diukur, dan
dilaporkan oleh sistem akuntansi.
Asumsi-Asumsi Dasar.
Asumsi-asumsi menyediakan satu landasan bagi profesi akuntansi. Jadi, asumsi dasar
akuntansi adalah anggapan-anggapan yang digunakan oleh para akuntan agar akuntansi
dapat dipraktikkan.
a. asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption). Akuntansi memandang bahwa
perusahaan merupakan unit yang berdiri sendiri dan terpisah dari pihak-pihak yang
memiliki kepentingan (pemilik, kreditor, karyawan, dan lainnya).
b. Kesinambungan (going concern). Sebagian besar metode akuntansi di dasarkan pada
asumsi kelangsungan hidup yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang
panjang.pengalaman mengindikasikan bahwa, meskipun banyak mengalami kegagalan
bisnis, perusahaan dapat memiliki kelangsungan hidup yang panjang

76

MATERI V
LAPORAN KEUANGAN

Kompetensi Dasar
a. Mampu menjelaskan Laporan Keuangan Laba/Rugi dan Neraca
b. Mampu menjelaskan isi laba/rugi dan neraca serta metode-metode yang digunakan
dalam menyusun dan mengkaji elemen dalam laporan keuangan
c. Mampu menjelaskan pengertian komponen-komponen dalam laporan keuangan
d. Mampu menjelaskan peristiwa kemudian dan catatan atas laporan keuangan
e. Mampu menjelaskan keterbatasan laporan keuangan

Tujuan laporan keuangan : menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,


kinerja serta perubahan yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan ekonomi.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan :


1. Dapat dipahami
2. Relevan : dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai
3. Keandalan (reliable) : bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material &
disajikan secara jujur

77

Termasuk dalam pengertian ini :


-

substansi mengungguli bentuk

Netralitas

Pertimbangan sehat (karena adanya ketidakpastian)

Kelengkapan

4. Dapat diperbandingkan : antar periode & antar perusahaan

Asumsi Dasar (SAK) :


1. ACCRUAL BASIS (DASAR AKRUAL) :
Transaksi diakui pada saat terjadinya, bukan pada saat kas diterima/dibayar.
2. GOING CONCERN (Kelangsungan usaha)

Unsur-unsur laporan keuangan :


1. Berhubungan langsung dengan pengukuran posisi keuangan :
a. AKTIVA : Sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan
akan diperoleh perusahaan.
b. KEWAJIBAN : Merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari
peristiwa masa lalu , penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari
sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi
c. EKUITAS

: Hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua

kewajiban.
2. Berhubungan langsung dengan pengukuran kinerja :
- Ukuran kinerja : LABA,, unsur yang berhubungan langsung dengan laba :

78

PENGHASILAN & BEBAN


a. PENGHASILAN : kenaikan manfaat eikonomi selama suatu periode akuntansi
dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiba atau penurunan kewajiban yang
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam
modal.
Penghasilan (income) meliputi : Pendapatan (revenues) dan keuntungan (gains)
PENDAPATAN : Timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa dan
dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa, bunga,
dividen, royalti, dan sewa.
KEUNTUNGAN : mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi penghasilan
dan mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dalam pelaksanaan aktivitras
perusahaan yang biasa.

b. BEBAN : penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam


bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada
penanam modal.
Beban meliputi : KERUGIAN dan beban yang timbul dalam pelaksanaan
aktivitas biasa, misalnya beban pokok penjualan, gaji dan penyusutan.

KERUGIAN :

mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang

mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa.

79

Pengakuan Unsur laporan keuangan :


Unsur laporan keuangan harus diakui jika :
a. Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan
mengalir dari atau ke dalam perusahaan.
b. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal

Pengakuan AKTIVA
aktiva diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa
depan diperoleh perusahaan dan aktiva tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat
diukur dengan andal
Pengakuan KEWAJIBAN
kewajiban diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya
yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban
(obligation) sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.
Pengakuan PENGHASILAN
penghasilan diakui dalam laporan laba rugi kalau kenaikan manfaat ekonomi di masa
depan yang berkaitan dengan peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban telah terjadi
dan dapat diukur dengan andal.
Pengakuan BEBAN
beban diakui dalam laporan laba rugi kalau penurunan manfaat ekonomi masa depan yang
berkaitan dengan penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban telah terjadi dan dapat
diukur dengan andal.

80

Dasar pengukuran unsur laporan keuangan :


1. Biaya historis : aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas/setara kas yang dibayar atau
sebesar niali wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut
pada saat perolehan. Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar
dari kewajiban (obligation) , atau dalam keadaan tertentu (mis: pajak penghasilan),
dalam jumlah kas/setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi
kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.

2. Biaya kini (current cost) : aktiva diinilai dalam jumlah kas/setara kas yang
seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara aktiva diperoleh sekarang.
Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas /setara kas yang tidak didiskontokan yang
mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang.

3. Nilai realisasi/penyelesaian (realisable/setllement value) : Aktiva dinyatakan dalam


jumlah kas /setara kas yang dapat diperoleh sekarang dengan menjuual aktiva dalam
pelepasan normal. Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian, yaitu jumlah
kas/setara kas yang tidak didikontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk
memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal

4. Nilai sekarang (present value) : aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di
masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat
memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. Kewajiban dinyatakan sebesar

81

arus kas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang
diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha
normal.
KONSEP MODAL DAN PEMELIHARAAN MODAL
KONSEP MODAL KEUANGAN : modal adalah sinonim dengan aktiva bersih/ekuitas
perusahaan. Konsep modal tersebut menciptakan konsep pemeliharaan modal :
a. Pemeliharaan modal keuangan.
Menurut konsep ini, laba hanya diperoleh kalau jumlah finansial (uang) dari aktiva
bersih pada akhir periode melebihi jumlah finansial(uang) dair aktiva bersih pada
awal periode, setelah memasukkan kembali setiap distribusi kepada dan
mengeluarkan setiap kontiribusi dari, para pemilik selama periode. Pemeliharaan
modal keuangan dpat diukur dalam satuan moneter nominal atau dalam satuan daya
beli yang konstan.
b. Pemeliharaan modal fisik.
Menurut konsep ini , laba hanya diperoleh kalau kapasitas porduktif fisik(kemampuan
usaha) pada akhir periode melebihi kapasitas produktif fisik pada awal periode,
setelah memasukkan kembali setiap distribusi kepada, dan mengeluarkan setiap
kontribusi dari, para pemilik selama suatu periode.

LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan
suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang
bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:

82

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan


keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi
keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai
laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan
informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi
keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan
harga
Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses
pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugastugas yang dibebankan kepada manajemen.
Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri
dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan
sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi
dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.

Laporan keuangan terdiri dari:


-

Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada
jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.

Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode
tertentu.

Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat
dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.

Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang


mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.

83

Laporan keuangan diharapkan disajikan secara layak, jelas, dan lengkap, yang
mengungkapkan kenyataan-kenyataan ekonomi mengenai eksistensi dan operasi
perusahaan tersebut. Dalam menyusun laporan keuangan, akuntansi dihadapkan dengan
kemungkinan bahaya penyimpangan (bias), salah penafsiran dan ketidaktepatan. Untuk
meminimkan bahaya ini, profesi akuntansi telah berupaya untuk mengembangkan suatu
barang tubuh teori ini. Setiap akuntansi atau perusahaan harus menyesuaikan diri terhadap
praktik akuntansi dan pelaporan dari setiap perusahaan tertentu.

TUJUAN LAPOARAN KEUANGAN


Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah
besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian
besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi
yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara
umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan
untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris:
stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan
kepadanya.

Pemakai

yang

ingin

melihat

apa

yang

telah

dilakukan

atau

pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan


ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual
investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau
mengganti manajemen.

84

KARAKTERISRIK KUALIFIKASI LAPORAN KEUANGAN


Terdapat empat karateristik kualitatif pokok yaitu: dapat dipahami, relevan, keandalan, dan
dapat diperbandingkan.

1. Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah
kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini,
pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi
dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan
yang wajar. Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam
laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa
informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu .

2. Relevan
Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam
proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat
mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi
peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil
evaluasi mereka di masa lalu. Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan
penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain. Misalnya, informasi struktur dan
besarnya aktiva yang dimiliki bermanfaat bagi pemakai ketika mereka berusaha
meramalkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan peluang dan bereaksi
terhadap situasi yang merugikan. Informasi yang sama juga berperan dalam
memberikan penegasan (confirmatory role)terhadap prediksi yang lalu, misalnya,

85

tentang bagaimana struktur keuangan perusahaan diharapkan tersusun atau tentang


hasil dari operasi yang direncanakan.
Informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar
untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yang
langsung menarik perhatian pemakai, seperti pembayaran dividen dan upah,
pergerakan

harga

sekuritas

dan

kemampuan

perusahaan

untuk

memenuhi

komitmennya ketika jatuh tempo. Untuk memiliki nilai prediktif, informasi tidak perlu
harus dalam bentuk ramalan eksplisit. Namun demikian, kemampuan laporan
keuangan untuk membuat prediksi dapat ditingkatkan dengan menampilkan informasi
tentang transaksi dan peristiwa masa lalu. Misalnya, nilai prediktif laporan laba rugi
dapat ditingkatkan kalau pos-pos penghasilan atau beban yang tidak biasa ,abnormal
dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah.
3. Keandalan
Agar bermanfaat, informasi juga harus andal {reliable). Informasi memiliki kualitas
andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat
diandalkan

pemakainya

sebagai

penyajian

yang

tulus

atau

jujur

(faithful

representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan
dapat disajikan. Informasi mungkin relevan tetapi jika hakekat atau penyajiannya tidak
dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat
menyesatkan. Misalnya, jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu
tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi perusahaan untuk
mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat
untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.

4. Dapat Dibandingkan

86

Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode


untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai
juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk
mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.
Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan
peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk perusahaan tersebut,
antar periode perusahaan yang sama dan untuk perusahaan yang berbeda.

Implikasi penting dari karakteristik kualitatif dapat diperbandingkan adalah bahwa


pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan
tersebut. Para pemakai harus dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan
kebijakan akuntansi yang diberlakukan untuk transaksi serta peristiwa lain yang sama
dalam sebuah perusahaan dari satu periode ke periode dan dalam perusahaan yang
berbeda. Ketaatan pada standar akuntansi keuangan, termasuk pengungkapan
kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan, membantu pencapaian daya
banding.

Kebutuhan terhadap daya banding jangan dikacaukan dengan keseragaman sematamata dan tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memperkenalkan standar
akuntansi keuangan yang lebih baik. Perusahaan tidak perlu meneruskan kebijakan
akuntansi yang tidak lagi selaras dengan karakteristik kualitatif relevansi dan
keandalan. Perusahaan juga tidak perlu mempertahankan suatu kebijakan akuntansi
kalau ada alternatif lain yang lebih relevan dan lebih andal. Berhubung pemakai ingin
membandingkan posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan antar

87

periode, maka perusahaan perlu menyajikan informasi periode sebelumnya dalam


laporan keuangan.

Laporan keuangan terdiri dari 3 macam :


a. Laporan Laba-Rugi (income statement) Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan
keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami
laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.
Laporan laba-rugi (statement of income) adalah laporan yang mengukur keberhasilan
operasi perusahaan selama periode waktu tertentu.
Kegunaan laporan laba-Rugi
1. Mengevaluasi kinerja masa lalu
2. Memberikan dasar untuk memprediksikan kinerja masa depan
3. Membantu menilai resiko atau ketidakpastiaan pencapaian arus kas masa depan
Keterbatasan Laporan Laba-Rugi
1. Pos-pos yang tidak dapat diukur secara akurat tidak dilaporkan dalam laporan labarugi
2. Angka-angka laba dipengaruhi oleh metode akuntansi
3. Pengukuran laba yang melibatkan pertimbangan
Kualitas Laba
Pengelolaan laba adalah (earnings management) adalah perencanaan waktu dan
pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian untuk mengurangi gejolak laba.
Pengelolaan laba seperti itu dapat membawa dampak tehadap kualita laba (quality of
earnings).

88

FORMAT LAPORAN LABA-RUGI


Unsur Unsur Laporan Lab-Rugi

Pendapatan

Beban

Keuntungan

Kerugian

Laporan Laba-Rugi Bentuk Langsung


Laporan Laba-Rugi Bentuk Langsung hanya ada dua pengelompokan: yaitu
pendapatan dan beban.
Keuntungan utama format langsung terletak pada kesederhanaan penyajian dan tidak
adanya implikasi bahwa satu jenis pos pendapatan atau beban lebih diprioritaskan dari
yang lainnya.dengan demikian, format langsung menghilangkan masalah klasifikasi
yang muncul.
Laporan Laba-Rugi Bentuk Bertahap
Klasifikasi Lanjutannya meliputi:
1. Pemisahan aktifitas operasi dan non operasi perusahaan
2. Klasifikasi beban menurut fungsi,seperti barang dagang atau manufaktur,
penjualan, dan administrasi
Bagian Laporan Laba-rugi
1. Bagian Operasi
o

Bagian penjualan/pendapatan

Bagian Harga pokok penjualan

Beban penjualan

Beban Administrasi atu umum


89

2. Bagian Non opoerasi


o

Pendapatan dan keuntungan lain

Beban kerugian lain

3. Pajak Penghasilan
4. Operasi yang dihentikan
5. Pos-pos luar biasa
6. Laba per saham

b. Laporan Perubahan Modal (statement of equity)


Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang
menggambarkan bertambahnya atau berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari
laba atau rugi yang diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.

Di dalam laporan perubahan modal terdapat beberapa komponen diataranya :

Modal awal : Keseluruhan dana yang di investasikan kedalam perusahan yang


digunakan untuk menunjang pengoperasian perusahan pada saat awal perusahan
tersebut baru berdiri atau posisi modal awal perusahan pada awal bulan pada tahun
yang bersangkutan.

Laba / rugi : Selisih dari bersih antara total pendapatan dengan total biaya.

Prive : Penarikan sejumlah dana oleh pemilik perusahan yang digunakan untuk
keperluan di luar kegiatan / operasional perusahaan atau yang digunakan untuk
keperluan pribadi.

Modal akhir : Keseluruhan dana yang merupakan hasil akhir dari penambahan
modal awal ditambah dengan laba ( jika mengalami keuntungan ) atau

90

pengurangan modal awal dikurangi rugi usaha ( Jika mengalami kerugian )


kemudian dikurangi dengan total prive dan hasil merupakan modal akhir.
Jadi unsur yang termasuk di dalam laporan perubahan modal terdiri dari Investasi awal
atau modal awal, laba-rugi selama periode yang bersangkutan, prive penarikan modal
oleh pemilik dan modal akhir

c. Neraca (balance sheet)


Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang
menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat
tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.
Isi/komponen laporan neraca terdiri atas:
HartaAktiva (Asset)
Asset adl harta yg dimiliki perusahaan yg berperan dalam operasi perusahaan misal
kas persediaan aktiva tetap aktiva yg tak terwujud dan lain-lain. Pengertian asset ini
dikemukakan oleh berbagai pihak sebagai berikut :
Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132) dikemukakan
bahwa

kekayaan ekonomi perusahaan termasuk didalam pembebanan yg ditunda yg dinilai


dan diakui sesuai prinsip akuntansi yg berlaku.
Selanjut Financial Accounting Standard Board (FASB) (1985) memberikan definisi
sebagai berikut :
asset adl kemungkinan keuntungan ekonomi yg diperoleh atau dikuasai di masa yg
akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yg lalu.
Berdasarkan definisi tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa sesuatu dianggap
sebagai asset jika di masa yg akan datang dapat diharapkan memberikan net cash
inflow yg positif kepada perusahaan.

91

Klasifikasi aktiva yg dimiliki perusahaan terdiri dari berbagai macam. Secara umum
klasifikasi aktiva tetap terdiri atas : 1) aktiva tetap berwujud (Fixed Asset) dan 2)
aktiva tetap tak berwujud (Intangible Assets). Aktiva tetap berwujud meliputi semua
barang yg dimiliki perusahaan dgn tujuan utk dipakai secara aktif dalam operasi
perusahaan dan mempunyai masa kegunaan relatif permanen. Aktiva tetap berwujud
yg mempunyai masa kegunaan yg terbatas harus didepresiasi selama masa kegunaan
dan disajikan dalam neraca sebesar nilai buku (harga perolehan dikurangi dgn
akumulasi depresiasinya). Yang termaduk dalam golongan aktiva ini adl bangunan
mesin dan alat-alat pabrik mebel dan alat-alat kantor kendaraan dan alat-alat transport
alat kerja bengkel aktiva sumber alam. Sedang aktiva tetap berwujud yg mempunyai
masa kegunaan tak terbatas disajikan di dalam neraca sebesar harga perolehan.
Sedangkan aktiva tetap tak berwujud meliputi hak-hak preferensi (istimewa) yg
dijamin oleh undang-undang kontrak perjanjian-perjanjian dan mempunyai masa
manfaat dalam waktu relatif permanen.
Menurut Harnanto (1991:357) bagi manajemen operating investment (assets) meliputi
seluruh mesin dan alat-alat pabrik dan lain-lain equipmen serta modal kerja yg
ditempatkan utk dikelola atau dioperasikan dalam usaha perusahaan utk menghasilkan
laba.
Berdasarkan pengertian di atas menunjukkan bahwa pada sudut pandang operasional
investasi aktiva tetap adl merupakan salah satu unsur penting yg perlu menjadi fokus
perhatian bagi perusahaan dalam kegiatan operasional dalam kaitan dgn menghasilkan
pendapatan/laba. Disamping itu utk untuk tujuan pemeliharaan kondisi aktiva tetap
baik berwujud maupun tak berwujud tetap dalam kondisi produktif bagi perusahaan
diperlukan ada depresiasi dan amortisasi sebagai proses alokasi harga perolehan aktiva
tetap tersebut.

92

Kewajiban/utang (Liabilities)
Menurut definisi yg diberikan oleh APB bahwa :
kewajiban ekonomis dari suatu perusahaan yg diakui dan dinilai seusuai prinsip
akuntansi. Kewajiban disini termasuk juga saldo kredit yg ditunda yg bukan
merupakan utang atau kewajiban. Berdasarkan definisi di atas maka kewajiban
ekonomis bagi perusahaan adl diartikan sebagai penyerahan harta atau jasa di masa yg
akan datang. Selanjut FASB memberikan definisi kewajiban sebagai berikut :
.kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis di masa yg akan datang yg timbul
akibat kewajiban perusahaan sekarang utk memberikan harta atau memberikan jasa
kepada pihak lain di masa yg akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian
yg sudah terjadi. Definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa kewajiban memiliki 3
sifat utama yaitu ; (1) kewajiban itu benar ada (2) kewajiban itu tak dapat dihindarkan
(3) kewajiban yg mewajibkan perusahaan telah terjadi.
Kewajiban jika dikategorikan sesuai dgn jangka waktu maka terdapat kewajiban
jangka pendek (Current liabilities) dan kewajiban jangka panjang (long-term
liabilities). Menurut Harnanto (1991:59) hutang jangka panjang adl semua hutang yg
jatuh tempo pembayaran melampaui batas waktu satu tahun sejak tanggal neraca atau
pembayaran tak akan dilakukan dalam periode siklus operasi perusahaan tetapi lbh
panjang dari batas waktu tersebut. Hutang obligasi hutang hipoteik hutang bank (kredit
investasi) merupakan contoh-contoh dari hutang jangka panjang.
Dalam kegiatan operasi perusahaan hutang jangka panjang merupakan salah satu
sumber permodalan yg mengandung resiko krn memiliki komitmen utk melakukan
pembayaran sesuai jumlah yg disepakati meski perusahaan dalam keadaan rugi
sekalipun sehingga hutang dapat saja menanggung resiko melebihi jumlah modal
sendiri. Hal ini dipertegas oleh Harnanto (1991:304) bahwa semakin besar proporsi
hutang di dalam struktur permodalan perusahaan akan semakin besar pula

93

kemungkinan terjadi ketak mampuan utk membayar kembali hutang beserta bunga
pada tanggal jatuh temponya. Pernyataan tersebut berarti bahwa bagi para kreditur
bahwa kemungkinan turut serta dana yg mereka tanamkan di dalam perusahaan utk
dipertaruhkan pada resiko kerugian juga semakin besar. Sedangkan bagi para pemilik
khusus pemegang saham biasa adaaa hutang di dalam perusahaan merupakan pula
suatu resiko tersendiri terhadap kemungkinan rugi yg dihadapi dari dana yg mereka
tanamkan. Tetapi resiko itu juga diimbangi ada harapan utk mendapatkan tingkat
keuntungan yg lebih tinggi (rentabilitas) sebagai akibat penggunaan modal asing. Akan
tetapi perlu diingat bahwa proporsi hutang/modal asing yg berlebihan akan berakibat
pada fleksibilitas manajemen utk beralih pada aktivitas yg profitable akan tertutup dan
menghadapi banyak hambatan/tintangan.
Modal Pemilik (Owners Equity)
Equity adalah suatu hak yg tersisa atas aktiva suatu lembaga (entity) setelah dikurangi
kewajibannya. Kategori modal bagi tiap perusahaan dapat berbeda yaitu pada
perusahaan perseorangan nilai modal ini merupakan modal pemilik sendiri. Sedangkan
dalam perusahaan perseroan terdiri dari modal setor dan modal dari pendapatan
(retained Earnings).

FASB dalam SFAC Nomor 1 telah menerangkan tujuan utama pelaporan keuangan adalah
untuk menyediakan informasi tentang kinerja perusahaan melalui ukuran pendapatan.
Income Statement (Laporan Laba Rugi) merupakan sesuatu yang utama bagi perusahaan
terkait ukuran pendapatan. Income statement memiliki nilai prediktif sesuai karakteristik
kualitatif yang didefinisikan dalam SFAC Nomor 2. Income statement memiliki nilai
sebagai ukuran arus kasa masa depan, yakni sebagai ukuran dari efisiensi manajemen dan
panduan dalam pencapaian tujuan manajerial.

94

Di sisi yang lain, investor merupakan fokus utama dalam lingkungan pelaporan keuangan.
Sumber daya investor (current resources) yang digunakan perusahaan untuk memperoleh
keuntungan mengandung sifat ketidakpastian atas arus kas masa depan (future-uncertain
resources). Sebagai konsekuensinya, investor dalam kondisi seperti ini memerlukan
informasi yang yang dapat membantu mereka untuk menilai arus kas di masa yang akan
datang.
Seperti kita ketahui bersama, pelaporan keuangan memiliki beberapa konsekuensi
ekonomis (economic consequences of financial reporting) yakni:
1.

Informasi keuangan dapat mempengaruhi distribusi kekayaan diantara investor.


Investor yang memperoleh informasih lebih banyak (mempekerjakan analis sekuritas)
mungkin mampu meningkatkan kekayaan mereka daripada investor yang kurang
informasi.

2.

Informasi keuangan dapat mempengaruhi tingkatan risiko yang diterima perusahaan.


Fokus pada jangka pendek, memiliki risiko lebih kecil, tetapi mungkin mengandung
efek-efek jangka panjang yang merugikan (long-term detrimental effects).

3.

Informasi keuangan dapat mempengaruhi tingkat formasi modal dalam ekonomi dan
menghasilkan realokasi kekayaan antara konsumsi dan investasi dalam ekonomi.

4.

Informasi keuangan dapat mempengaruhi bagaimana investasi dialokasikan dalam


perusahaan.

Konsekuensi-konsekuensi ekonomis inilah yang seharusya dipertimbangkan oleh FASB


dan SEC, sebagai organisasi penyusun standar akuntansi, mengingat pengaruh yang
ditimbulkan oleh masing-masing konsekuensi di atas akan berbeda-beda bagi para
pengguna informasi keuangan.
INCOME STATEMENT ELEMENTS

95

Penekanan fungsi income statement sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan


penilaian kinerja kepada investor menyebabkan pembahasan berkelanjutan diantara para
akuntan tentang identifikasi yang tepat atas elemen-elemen yang dikandungnya, yakni
pendapatan, keuntungan, beban, dan kerugian.

SFAC Nomor 6
FASB menerbitkan SFAC no.6 yang mendefinisikan elemen-elemen income statement
sebagai berikut :
1. Pendapatan, merupakan arus masuk atau peningkatan aset lainnya dari suatu entitas
ATAU pengurangan kewajiban (ATAU gabungan keduanya) selama periode tertentu,
yang diperoleh dari penjualan barang, penyediaan jasa atau aktifitas lain yang
merupakan operasi utama perusahaan.
2.

Keuntungan, merupakan peningkatan aset bersih yang berasal dari transakti


peripheral atau insidental suatu entitas DAN dari transaksi lainnya, kegiatan lainnya,
dan keadaan-keadaan yang mempengaruhi entitas tersebut selama satu periode
KECUALI yang berasal dari pendapatan atau investasi dari pemilik.

3. Beban, arus keluar atau penggunaan aset lainnya ATAU timbulnya kewajiban (ATAU
kombinasi keduanya) selama satu periode mulai dari penyerahan atau produksi barang,
pemberian jasa atau aktifitas lain yang merupakan operasi utama perusahaan.
4. Kerugian, penurunan nilai aset bersih yang berasal dari transaksi yang bersifa
peripheral atau insidental dari suatu entitas DAN dari semua transaksi lain serta dari
peristiwa lain DAN keadaan-keadaan yang mempengaruhi entitas tersebut selama satu
periode KECUALI yang termasuk beban atau distribusi kepada pemilik.
Dari definisi elemen-elemen income statement diatas, tampak bahwa FASB berusaha
menggeser terminologi APB yang menekankan pada arus masuk dan arus keluar, realisasi,

96

dan konsep penandingan. FASB telah menggunakan perubahan aset dan/atau kewajiban
dalam kriteria pengakuan dan pengukuran. Dan sebagai dampaknya, kini neraca tampil
lebih dari sekedar tempat menyimpan NILAI SISA dalam proses penentuan pendapatan.
Perbandingan atas kedua konsep diatas adalah :

No. FASB (perubahan aktiva/kewajiban)


APB (inflows/outflows)
1.
Sebagai alat ukur perubahan sumber Sebagai alat ukur efektifitas perusahaan
daya ekonomi
2.

Tergantung pada definisi aktiva dan Tergantung pada definisi pendapatan dan
kewajiban untuk menentukan laba
beban dan menandingkan keduanya untuk
menentukan income

3.

Mengakui hal-hal yang ditangguhkan Membentuk biaya dan hutang yang


hanya saat merupakan sumber daya atau ditangguhkan dan cadangan ketika
kewajiban ekonomi
menghitung income

4.

Keduanya sepakat bahwa laporan laba rugi lebih penting dari neraca karena dapat
meramal arus sumber daya dia masa yang akan dating

5.

Membatasi populasi pada kejadian- Pendapatan dan beban meliputi seluruh


kejadian yang mengakibatkan perubahan item yang diperlukan untuk menandingkan
sumber daya ekonomis
pendapatan dan biaya

Dalam teori akuntansi dikenal dua pendekatan dalam menilai hubungan antarabalance
sheet dan income statement, yakni articulated dan non-articulated.Pendekatan articulated
berarti income statement dianggap sebagai subklasifikasi dari pos modal. Laba rugi hanya
merupakan hasil matematis yang berasal dari perubahan modal dari satu periode ke
periode yang lainnya.
Dalam pendekatan articulated ada dua konsep, yaitu konseprevenue-expense approach
dan asset-liability approach. Dalam konsep pertama, revenue expense, income statement
diaggap laporan yang paling utama dimana semua transaksi dpandang sebagai posrevenue
dan expense, semua transaksi dinggap sebagai pengakuan laba (matching), pengukuran
laba dan alokasi ke laba rugi.

97

Dalam konsep ini yang dipindahkan ke neraca adalah by product dari hasil pengakuan laba
atau matching tadi. Artinya yang dicatat ke neraca hanya deferred credits (liabilities) dan
deferred charges (asset).
Sementara dalam pendekatan non-articulated, balance sheet dan income statement secara
matematis independen satu sama lain. Pendekatan ini banyak menjadi perhatian karena
ada transaksi yang tidak memengaruhi laba tetapi langsung dipindah ke pos yang bukan
hasil dan bukan biaya. Misalnya, ada kerugian sementara yang langsung dianggap
merupakan penyesuaian terhadap unrealized capital (SFAS No. 12)

INCOME STATEMENT FORMAT


Pertanyaan yang kemudian timbul adalah : format income statement seperti apakah yang
diinginkan oleh berbagai pengguna laporan keuangan? Dua pendapat yang kemudian
mendominasi diskusi ini adalah current operating performance concept dan all-inclusive
concept.
Current Operating Performance Concept
Konsep ini berpendapat bahwa hanya perubahan dan kejadian yang dapat dikendalikan
oleh manajemen yang dihasilkan dari keputusan periode sekarang yang seharusnya
dimasukkan dalam laba. Hanya hal-hal yang NORMAL dan BERULANG yang
seharusnya membentuk ukuran dasar kinerja perusahaan. Maka LABA BERSIH pun harus
mencerminkan AKTIFITAS HARI KE HARI.
All-inclusive Concept
Konsep ini berpendapat bahwa laba bersih harus mencerminkan SEMUA ITEM yang
mempengaruhi KENAIKAN atau PENURUNAN ekuitas pemegang saham selama satu
periode, dengan pengecualian dari transaksi modal. LABA BERSIH TOTAL ditentukan
dengan MENJUMLAHKAN LABA BERSIH PERIODIK.

98

FASB dalam SFAC No.5 mencatat bahwa laporan laba rugi menurut

all-

inclusivedimaksudkan untuk menghindari penghapusan informasi secara bebas dari


laporan keuangan, walaupun pencantuman keuntungan atau kerugian yang tidak biasa dan
tidak berulang-ulang mungkin dapat mengurangi fungsi dari laporan laba rugi dalam satu
tahun untuk tujuan prediksi.
Kedua konsep ini hanya berkontroversi dalam bagaimana informasi keuangan
ditampilkan, tempat dimana pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian ditampilkan.
Namun yang lebih penting, sejatinya kedua konsep ini setuju dengan informasi yang harus
disajikan. Sedangkan penelitian menunjukkan bahwa investor tidak terpengaruh dengan
tempat dimana item dilaporkan dalam laporan keuangan selama pernyataan itu menyajikan
informasi yang sama. Dengan kata lain, kontroversi dari kedua konsep ini menjadi suatu
yang TIDAK PENTING.

APB OPINION NO. 9


Salah satu masalah yang pertama kali dipelajari APB adalah apa yang termasuk dalam laba
bersih. Kurangnya batasan formasl mengenai penyesuaian laba ditahan ternyata
menghasilkan banyak ketidakseragaman dalam praktik bisnis.
Dalam salah satu hasil studinya tentang penyalahgunaan laporan dan peninjauan umum
secara menyeluruh dari pendapatan, APB kemudian menerbitkan APB No.9 tentang
Reporting The Result of The Operation. APB No.9 mencoba untuk mengambil jalan
tengah antara current operating performance concept dan all-inclusive concept.
Secara umum, APB No.9 memberi ketentuan bahwa semua item dianggap NORMAL dan
BERULANG kecuali jika memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pengklasifikasian
baik sebagai extraordinary item maupun penyesuain periode sebelumnya. APB No. 9

99

mewajibkan penyusun laporan keuangan untuk menentukan apakah pendapatan, beban,


keuntungan, dan kerugian secara tepat diklasifikasikan sebagai :
1. hal normal yang berulang-ulang,
2. kejadian luar biasa (extraordinary item),
3. penyesuaian terhadap periode sebelumnya sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan.
Maka LABA BERSIH seharusnya menggambarkan seluruh pos keuntungan dan kerugian
yang diakui selama periode, dengan pengecualian penyesuaian terhadap periode
sebelumnya. Format laporan yang ditentukan memuat dua bentuk laba, yakni laba bersih
dari operasi dan laba bersih operasi ditambahextraordinary item. Hal ini memberikan
kemampuan bagi pengguna laporan keuangan untuk melakukan evaluasi hasil operasi
normal atau total laba setelah extraordinary item sesuai dengan kebutuhan mereka.

1. Income from Continuing Operations


Jumlah yang diperlihatkan untuk laba dari operasi berkelanjutan adalah pendapatan
dan beban normal perusahaan yang berulang-ulang. ANGKA LABA menggambarkan
jumlah yang dapat diperoleh kembali di masa depan. Bahkan sering merujuk pada laba
perusahaan yang dapat dipertahankan sebagai titik awal bagi investor untuk
memprediksi pendapatan masa depan.
2. Income from Nonrecurring Items
Ada tiga macam pendapatan tidak biasa yang mungkin diperoleh oleh sebuah
perusahaan yang harus diungkapkan, yakni : operasi yang dihentikan,extraordinary
item, dan perubahan prinsip akuntansi.

Discontinued Operations

100

Sebuah studi menyebutkan bahwa terjadi beberapa penyimpangan dalam pelaporan terkait
penerapan opini APB no.9 terkait penyajian hasil penjualan bagian aset sebagai
extraordinary namun memasukkan pendapatan dari bagian ini selama periode penjualan
sebagai laba biasa.
Maka APB No. 30 diterbitkan untuk menyimpulkan kriteria tambahan untuk
mengidentifikasi bagian bisnis yang akan dijual dengan mensyaratkan penyajian terpisah
atas :
(1) hasil operasi dari segmen yang dihentikan,
(2) keuntungan atau kerugian pada penjualan aset untuk segmen yang dihentikan termasuk
adanya keuntungan dan kerugian operasional selama periode penghentian.
Total keuntungan atau kerugian ditentukan dengan menjumlahkan semua keuntungan atau
kerugian pada penjualan bagian aset, dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan oleh
kegiatan penghapusan segmen selama masa penghapusan.
APB No.30 kemudian diamandemen dengan SFAS No. 144 tentang Accounting for
Impairment or Disposal of Long-Lived Assets. Untuk memenuhi syarat untuk
diperlakukan sebagai sebuah operasi yang dihentikan harus memenuhi beberapa kriteria,
yakni :
(1) Unit yang dihentikan harus dianggap sebagai sebuah komponen bisnis. Definisi
komponen didasarkan pada pengertian operasi dan arus kas yang dapat dibedakan.
Komponen ini dapat berupa segmen, bagian, divisi operasi, lini bisnis, anak
perusahaan, dan lain-lain, tergantung kegiatan bisnis dimana entitas beroperasi.
Sedangkan untuk mengasumsikan sebuah komponen sebagai kegiatan operasi
yang dihentikan harus memenuhi dua kriteria tambahan, yaitu :
(i) operasi dan arus kas dari komponen yang dihentikan harus dihilangkan dari hasil
transaksi operasional dan arus kas entitasnya,

101

(ii) entitas tidak boleh memiliki keterlibatan yang signifikan dalam operasi komponen
setelah penjualan berlangsung.
(2) Saat manajemen memutuskan untuk menjual suatu komponen, maka aktiva dan
kewajiban komponen diklasifikasikan held for sale di dalam balance sheet.
Kemudian, apabila penghentian komponen telah dilakukan, hasil dari operasi
komponen harus dilaporkan dalam income statement sebagai discontinued operations
dan dicantumkan tepat dibawah bagian income from continuing operations. Hasil ini
dilaporkan bersih setelah dikurangi pajak. Keuntungan atau kerugian penjualan
kemudian baru diungkapkan di catatan atas laporan keuangan (CaLK).

Extraordinary Items
APB No.9 mendefinisikan extraordinary item sebagai kejadian dan transaksi yang
mempunyai efek material yang tidak diharapkan sering terjadi dan tidak dianggap sebagai
faktor yang berulang-ulang dalam setiap evaluasi proses bisnis yang wajar.
APB kemudian membuat review di tahun 1973 tentang kegunaan definisiextraordinary
item yang ternyata mendapatkan kesimpulan bahwa pendapatan dan beban tidak
dikelompokkan dengan cara yang sama melalui spektrum bisnis perusahaan. Bisnis tidak
mengintepretasikan APB No. 9 dengan cara yang sama dan lebih banyak kriteria spesifik
yang dibutuhkan untuk menjamin intepretasi yang lebih seragam atas ketetapannya.
Maka diterbitkanlah APB No. 30 tentang Reporting The Result of Operations yang
mendefiniskan extraordinary item sebagai kejadian dan transaksi yang dibedakan oleh
sifat sebagai berikut :
(1) Unusual nature, kejadian atau transaksi harus memiliki tingkat ketidakwajaran yang
tinggi dan tidak berhubungan atau hanya secara kebetulan berhubungan dengan
aktivitas biasa.

102

Karena suatu perubahan filosofi, beberapa hal yang dulunya didefinisikan sebagai
extraordinary item dalam APB No.9 kini dikeluarkan dari APB No. 30 yakni :
-

penurunan dan penghapusan piutang, persediaan, peralatan yang dileasing kepada


pihak lain, biaya penelitian dan pengembangan yang ditangguhkan, atau aset tidak
berwujud lainnya,

keuntungan atau kerugian dari penjualan bagian bisnis,

keuntungan atau kerugian lainnya dalam penjualan atau penghancuran properti


(kekayaan), pabrik, dan peralatan yang digunakan dalam bisnis,

akibat pemogokan,

penyesuaian kontrak jangka panjang akrual.

Hal ini menyebabkan jumlah pendapatan dan beban yang diijinkan untuk dilaporkan
sebagai extraordinary item berkurang signifikan.
(2) Infrequency of occurance, kejadian atau transaksi tersebut secara masuk akal
diperkirakan tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang.
Dalam APB No.9 pemisahan extraordinary item dari item lainnya dalam laporan laba
rugi tidak dipisahkan menurut item yang berulang dan tidak berulang. Item yang
jarang terjadi namun bukan tidak biasa diklasifikasikan sebagai laba non operasi dalam
kelompok keuntungan dan kerugian lainnya dalam income statement. Penelitian
mengindikasikan persyaratan ini sebagai sebuah inkonsistensi kecuali FASB
mewajibkan catatan kaki pengungkapan atas efek kejadian tidak teratur pada laba dan
pendapatan per lembar saham (EPS).

Perubahan Prinsip Akuntansi


Standar akuntansi atas kekonsistenan menyatakan bahwa transaksi yang sama seharusnya
dilaporkan dengan cara yang sama setiap tahun. Namun manajemen seharusnya memilih

103

perangkat praktik akuntansi yang paling tepat menyajikan sumber daya dan kinerja unit
pelaporan dan terus menggunakan praktik tersebut setiap tahunnya. Sehingga terkadang,
perusahaan dapat menjumpai bahwa pelaporan berkembang oleh perubahan metode atau
perubahan prosedur mungkin diperintahkan oleh FASB atau SEC.
Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah : haruskah laporan keuangan yang
telah diterbitkan sebelumnya diubah untuk menggambarkan metode atau prosedur yang
baru?
Dalam APB no. 20 tentang Accounting Channges mengindentifikasikan tiga jenis
perubahan akuntansi dan mendiskusikan penyiapan laporan keuangan. Bahkan dewan
merekomendasikan sebuah kelayakan penyajian retroaktif (bergaya membalik) atas ketiga
macam perubahan prinsip akuntansi dan errordi bawah ini.

(i) Perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi


Jenis perubahan ini terjadi jika suatu entitas mengadopsi GAAP yang berbeda dari
yang sebelumnya digunakan untuk tujuan pelaporan. Contohnya perubahan
penghitungan persediaan dari LIFO ke FIFO.
Jika prinsip akuntansi diubah, maka perusahaan menampilkan laporan keuangan
tahun-tahun sebelum perubahan dilakukan. Efek perubahan dikumulatifkan pada tahun
perubahan dilakukan dan ditampilkan diantara laba bersih dan extraordinary item.
SFAS No. 154 tentang Accounting Changes and Error Corrections mensyaratkan
aplikasi retrospective ke periode sebelumnya.
1. Aplikasi prinsip yang baru ke dalam periode akuntansi sebelumnya sebagaimana
jika perubahan prinsip diterapkan di periode-periode sebelumnya
2. Penyesuaian laporan keuangan yang diterbitkan sebelumnya untuk menunjukkan
perubahan entitas pelaporan

104

3. Revisi laporan keuangan yang diterbitkan sebelumnya untuk menunjukkan koreksi


atas kesalahan
(ii) Perubahan dalam estimasi akuntansi
Penyajian laporan keuangan mensyaratkan estimasi dari kejadian di masa depan dan
estimasi seperti itu adalah sasaran dilakukannya review berkala (akibat dari kebutuhan
penyajian periodok). Contohnya perubahan perkiraan umur aktiva yang dapat
didepresiasi atau estimasi kolektabilitas piutang.
Perubahan ini tidak membutuhkan penyesuaian terhadap laporan keuangan tahuntahun sebelumnya yang telah diterbitkan. Perubahan yang terjadi hanya berpengaruh
pada tahun terjadinya perubahan dan tahun-tahun berikutnya.
(iii) Perubahan entitas pelaporan
Perubahan jenis ini disebabkan oleh perubahan unit pelaporan yang mungkin
disebabkan oleh penggabungan usaha, perubahan spesifik anak perusahaan, atau
perubahan konsolidasi.
Perubahan dalam pelaporan harus diungkapkan secara retroaktif dengan menyatakan
kembali laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya dengan asumsi unit pelaporan baru
telah diterapkan di laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya. Penerbitan kembali
laporan laporan keuangan tahun sebelumnya bertujuan untuk membandingkan hasil
dari perubahan pelaporan keuangan yang baru dan yang lama. Selain itu, efek
perubahan pelaporan terhadap pendapatan operasi, laba bersih, dan laba per saham
terkait harus diungkapkan sebagai perbandingan.
(iv) Error
Kesalahan tidak dipandang sebagai suatu perubahan akuntansi, namun hasil dari
kesalahan perhitungan matematis dan penggunaan metode akuntansi yang salah. Error
didefinisikan sebagai prior period adjustment. Contoh erroradalah :

105

1. Perubahan praktek akuntansi yang awalnya tidak diterima menjadi diterima.


2. Kesalahan matematis, klerikal.
3. Kelalaian menambahkan atau menangguhkan pendapatan dan biaya di akhir periode
akuntansi.
4. Salah pengklasifikasian biaya dan beban.
Dalam SFAS No. 16, periode dimana error ditemukan, jenis kesalahan dan efeknya
terhadap pendapatan operasi, laba bersih dan laba per saham terkait harus
diungkapkan. Persyaratan ini merupakan perluasan logis dari perbaikan secara
retroaktif

yang

diperlukan

untuk

perubahan-perubahan

akuntansi.

Dengan

menyediakan perbaikan retroaktif, pengguna bisa mempredikasi dengan lebih baik


prestasi perusahaan seiring berjalannya waktu dengan tepat.
Terdapat error yang bersifat counterbalanced apabila error tidak ditemukan dalam dua
tahun. Error ini tidak memerlukan penyesuaian apabila ditemukan setelah dua tahun.
Apabila error tidak bersifat counterbalanced, maka penyesuaian harus diungkapkan.

MATERI VI
LAPORAN KEUANGAN ARUS KAS

106

Kompetensi Dasar
a. Mampu menjelaskan kegunaan laporan arus kas bagi para investor, kreditur, dan
pemakai lainnya
b. Mampu menjelaskan pengelompokan penerimaan dan pengeluaran dalam penyajian
arus kas
c. Mampu menjelaskan bentuk-bentuk penyajian laporan arus kas dan isi yang ada di
dalamnya

Tujuan Laporan Arus Kas


Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan
sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara
kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam
proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian
perolehannya. Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai
perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang
mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan
(financing) selama suatu periode akuntansi.

RUANG LINGKUP

107

Perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan persyaratan dalam Pernyataan
ini dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan (integral)
dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan.
Para pemakai laporan ingin mengetahui bagaimana perusahaan menghasilkan dan
menggunakan kas dan setara kas. Hal tersebut bersifat umum dan tidak tergantung pada
aktivitas perusahaan serta apakah kas dapat dipandang sebagai produk perusahaan, seperti
yang berlaku di lembaga keuangan. Pada dasarnya perusahaan memerlukan kas dengan
alasan yang sama meskipun terdapat perbedaan dalam aktivitas penghasil pendapatan
utama (revenue-producing activities). Perusahaan membutuhkan kas untuk melaksanakan
usaha, untuk melunasi kewajiban, dan untuk membagikan dividen kepada para investor.
Pernyataan ini mewajibkan semua perusahaan menyajikan laporan arus kas.

KEGUNAAN INFORMASI ARUS KAS

Jika digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan yang lain, laporan arus kas
dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi
perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan
solvabilitas) dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam
rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang.

Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
kas dan setara kas dan memungkinkan para pemakai mengembangkan model untuk
menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash
flows) dari berbagai perusahaan.

Informasi tersebut juga meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai
perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang
berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
108

Informasi arus kas historis sering digunakan sebagai indikator dari jumlah, waktu, dan
kepastian arus kas masa depan.

informasi arus kas juga berguna untuk meneliti kecermatan dari taksiran arus kas masa
depan yang telah dibuat sebelumnya dan dalam menentukan hubungan antara
profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga.

Beberapa istilah yang dipergunakan dalam laporan arus kas, masing-masing


didefinisikan sebagai berikut:

Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro.

Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka
pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa
menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.

Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.

Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal


revenue- producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas
investasi dan aktivitas pendanaan .

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta
investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam


jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.

PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS


Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi
menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
109

Suatu transaksi tertentu dapat meliputi arus kas yang diklasifikasi ke dalam lebih dari satu
aktivitas. Sebagai contoh, jika pelunasan pinjaman bank meliputi pokok pinjaman dan
bunga, maka bunga merupakan unsur yang dapat diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi
dan pokok pinjaman merupakan unsur yang diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.
Aktivitas Operasi
Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan
apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk
melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan
melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Arus kas
dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan
perusahaan. Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan
peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih.
Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah:

penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa;

penerimaan kas dari royalti, fees, komisi dan pendapatan lain;

pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;

pembayaran kas kepada karyawan;

penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan premi,
klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya;

pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika
dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan
investasi;

penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi
usaha dan perdagangan.

110

Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah
satu dari metode berikut ini:
a) metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan
pengeluaran kas bruto diungkapkan; atau
b) metode tidak langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan
mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari
penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan, dan unsur
penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan .

Aktivitas Investasi
Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab
arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan
sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.
Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah:

pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka
panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang
dibangun sendiri;

penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud dan
aktiva jangka panjang lain;

perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain.

uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya (kecuali
yang dilakukan oleh lembaga keuangan) .

pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward contracts, option


contracts dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dilakukan untuk tujuan

111

perdagangan (dealing or trading), atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan


sebagai aktivitas pendanaan;
Perusahaan dianjurkan untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan
menggunakan metode langsung. Metode ini menghasilkan informasi yang berguna
dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan dengan metode
tidak langsung.
Dengan metode langsung, informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan
pengeluaran kas bruto dapat diperoleh baik:
1. dari catatan akuntansi perusahaan; atau
2. dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan dan pos-pos lain dalam
laporan laba rugi untuk:

perubahan persediaan, piutang usaha, dan hutang usaha selama periode berjalan;

pos bukan kas lainnya; dan

pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasidan pendanaan.

Dalam metode tidak langsung, arus kas bersih dari aktivitas operasi ditentukan dengan
menyesuaikan laba atau rugi bersih dari pengaruh:
a) perubahan persediaan dan piutang usaha serta hutang usaha selama periode berjalan;
b) pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak ditangguhkan, keuntungan dan
kerugian valuta asing yang belum direalisasi, laba perusahaan asosiasi yang belum
dibagikan dan hak minoritas dalam laba/rugi konsolidasi; dan
c) semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan. Sebagai
alternatif, berdasarkan arus kas bersih dari aktivitas operasi dapat dilaporkan (tidak
langsung) dengan menyajikan pendapatan dan beban yang diungkapkan dalam laporan
laba rugi serta perubahan dalam persediaan, piutang usaha dan hutang usaha selama
periode.
112

Aktivitas Pendanaan
Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan
sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok
modal perusahaan.
Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:

penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya

pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham
perusahaan

penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik dan pinjaman lainnya
o pelunasan pinjaman

pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lessee) untuk mengurangi saldo
kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan (finance lease).

PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS


Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi
menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas operasi


Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah
satu dari metode berikut ini: (a) metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari
penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan; atau (b) metode tidak
langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi
pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan

113

atau pembayaran kas untuk operasi dimasa lalu dan masa depanf dan unsur penghasilan
atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi dan Pendanaan


Perusahaan harus melaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan kas bruto dan
pengeluaran kas bruto yang berasal dari aktivitas investasi dan pendanaan,

Pelaporan Arus Kas atas Dasar Arus Kas Bersih


Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan berikut ini dapat
disajikan menurut arus kas bersih: (a) penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan
para pelanggan apabila arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggan daripada
aktivitas perusahaan; dan (b) penerimaan dan pengeluaran kas untuk pos-pos dengan
perputaran cepat, dengan volume transaksi yang besar, dan dengan jangka waktu singkat
(maturity short).
Arus kas yang berasal dari aktivitas suatu lembaga keuangan berikut ini dapat dilaporkan
dengan dasar arus kas bersih:

penerimaan dan pembayaran kas sehubungan dengan deposito berjangka waktu


tetap;

penempatan dan penarikan deposit pada lembaga keuangan lainnya; dan

pemberian dan pelunasan kredit.

Arus Kas dalam Valuta Uang Asing


Arus kas yang berasal dari transaksi dalam valuta asing harus dibukukan dalam mata uang
yang digunakan dalam pelaporan keuangan dengan menjabarkan jumlah mata uang asing

114

tersebut menurut kurs pada tanggal transaksi arus kas. Arus kas anak perusahaan di luar
negeri dijabarkan berdasarkan kurs transaksi pada tanggal arus kas.

Pos Luar Biasa


Arus kas sehubungan dengan pos luar biasa harus diklasifikasi sebagai aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan sesuai dengan sifat transaksinya dan diungkapkan secara terpisah.
Bunga dan Dividen
Arus kas dari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan, masing-masing harus
diungkapkan tersendiri. Masing-masing harus diklasifikasi secara konsisten antar periode
sebagai aktivitas operasi, investasi atau pendanaan.
Pajak Penghasilan
Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan harus diungkapkan tersendiri dan
diklasifikasi sebagai arus kas aktivitas operasi kecuali jika secara spesifik dapat
diidentifikasikan sebagai aktivitas pendanaan dan investasi.

Perolehan dan Pelepasan (Disposal) Anak perusahaan dan Unit Bisnis lainnya
Keseluruhan arus kas yang berasal dari perolehan dan pelepasan anak perusahaan atau unit
bisnis lainnya harus diungkapkan secara terpisah dan diklasifikasi sebagai aktivitas
investasi.
Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan dengan
perolehan dan pelepasan anak perusahaan dan unit bisnis lainnya selama satu periode: (a)
jumlah harga perolehan atau pelepasan; (b) bagian nilai perolehan atau pelepasan yang
dibayarkan dengan kas dan setara kas. (c) jumlah kas dan setara kas pada anak perusahaan
atau unit bisnis yang diperoleh atau dilepaskan; dan (d) jumlah aktiva dan kewajiban

115

selain kas atau setara kas pada anak perusahaan atau unit bisnis yang diperoleh atau
dilepaskan, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

Transaksi bukan Kas


Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas
harus dikeluarkan dari laporan arus kas. Transaksi semacam itu harus diungkapkan
sedemikian rupa pada catatan atas laporan keuangan sehingga dapat memberikan semua
informasi yang relevan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan tersebut.
CONTOH LAPORAN ARUS KAS
Wiloyo Service Laporan Arus Kas
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2009
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas yang diterima dari pelanggan
Dikurangi :
pembayaran kas untuk beban dan pembayaran kepada kreditor
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Pembayaran kas untuk pembelian tanah
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas yang diterima sebagai investasi pemilik
Dikurangi : penarikan kas oleh pemilik
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan
Saldo kas pada 31 Desember 2009

Rp. 7.500.000
Rp. 4.600.000
Rp. 2.900.000
(Rp.20.000.000)
Rp.25.000.000
Rp. 2.000.000
Rp. 23.000.000

MATERI VII
KONSEP AKTIVA

116

Kompetensi Dasar
a. Mampu menjelaskan tentang konsep, karakteristik, dan pengukuran serta pengakuan
aktiva berujud
b. Mampu menjelaskan tentang konsep, karakteristik, dan pengukuran serta pengakuan
aktiva tidak berujud

KARAKTERISTIK AKTIVA
Karakteristik aktiva berkaitan dengan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan
apakah transaksi tertentu diakui sebagai elemen aktiva dalam laporan keuangan.
Karakteristik tersebut berhubungan dengan definisi aktiva.
Karakteristik umum aktiva sebagai berikut :
1. Adanya karakteristik manfaat dimasa mendatang
2. Adanya pengorbanan ekonomi untuk memperoleh aktiva
3. Berkaitan dengan entitas tertentu
4. Menunjukkan proses akuntansi
5. Berkaitan dengan dimensi waktu
6. Berkaitan dengan karakteristik keterukuran

FASB mendefinisikan aktiva adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa
mendatang yang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat
transaksi atau peristiwa masa lalu. Dari definisi diatas dapat diketahui bahwa definisi
aktiva memiliki 3 karakteristik utama:
1. Memiliki Manfaat Ekonomi Dimasa Mendatang

117

Sesuatu dikatakan sebagai aktiva apabila memiliki manfaat atau potensi jasa yang
cukup pasti dimasa mendatang.Artinya sesuatu tersebut memiliki kemampuan baik
secara individu maupun bersama-sama dengan aktiva lain untuk menghasilkan aliran
kas masuk dimasa mendatang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
SFAC No 6 menyebutkan bahwa manfaat ekonomi merupakan esensi sebenarnya dari
aktiva. Artinya aktiva harus memiliki kemampuan bagi suatu entitas untuk ditukar
dengan sesuatu yang lain yang memiliki nilai, atau digunakan untuk menghasilkan
sesuatu yang bernilai atau digunakan untuk melunasi hutang.Jadi manfaat ekonomi
masa mendatang yang melekat pada aktiva merupakan potensi dari aktiva tersebut
untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan
setara kas kepada perusahaan.
Manfaat ekonomi masa mendatang dapat juga berhubungan dengan sumber-sumber
ekonomi. Ada dua karakteristik utama yang dapat digunakan untuk menunjukkan
sumber-sumber ekonomi yaitu kelangkaan dan kemanfaatan. APB dalam statement No
4 memberikan contoh sumber ekonomi perusahaan sebagai berikut:
a. Sumber-sumber ekonomi yang produktif
1. Bahan baku, tanah, peralatan, paten, dan sumber-sumber lain yang digunakan
dalam produksi.
2. Hak kontrak untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi milik unit usaha lain
seperti hak guna bangunan dsb.
b. Produk yaitu barang yang siap untuk dijual/yang masih dalam proses produksi.
c. Uang
d. Klaim untuk menerima uang
e. Hak pemilikan pada perusahaan lain
2. Dikuasai Oleh Suatu Unit Usaha

118

Sesuatu dapat dikatakan sebagai aktiva bila unit usaha tertentu dapat menggunakan
manfaat aktiva tersebut dan menguasainya sehingga dapat mengendalikan akses pihak
lain terhadap aktiva tersebut. Jadi penguasaan terhadap suatu manfaat merupakan
faktor yang sangat penting agar suatuunit usaha dapat menghalangi akses pihak lain
terhadap pemakaian aktiva. Penguasaan dan pengendalian terhadap suatu aktiva dapat
diperoleh suatu unit usaha melalui pembelian, pemberian, penemuan, perjanjian,
produksi, penjualan, dan pertukaran.
Perlu diperhatikan bahwa pemilikan bukan merupakan kriteria utama untuk mengakui
suatu aktiva. Pemilikan umumnya dibuktikan dengan dokumen-dokumen yang sah
menurut hukum terhadap suatu barang. Hal ini disebabkan akuntansi tidak
memusatkan pada masalah hukum. Akuntansi lebih memusatkan pada substansi
ekonomi suatu transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan/ hasil usaha suatu
perusahaan. Pemilikan hanya merupakan karakteristik pendukung untuk mengakui
aktiva karena ada hak yuridis yang pasti untuk menguasainya. Bentuk fisik bukan
faktor penentu dari aktiva.

3. Hasil Dari Transaksi Masa Lalu


Suatu unit usaha dapat mengakui suatu aktiva apabila telah terjadi transaksi atau
peristiwa lain yang menyebabkan suatu entitas memiliki hak atau pengendalian
terhadap manfaat dari aktiva

tersebut. Meskipun definisi FASB tersebut dapat

diterima secara umum, banyak kritik yang ditujukan. Hal ini disebabkan dalam
definisinya, FASB mengabaikan faktor exchangeability.
Mac Neal mengatakan bahwa suatu barang kehilangan faktor exchangeability berarti
kehilangan nilai ekonomi karena pembelian atau penjualannya tidak memungkinkan
untuk dilakukan sehingga tidak ada nilai pasar yang melekat padabarang tersebut.

119

Meskipun demikian, FASB menolak ise tersebut karena pada dasarnya manfaat
darisuatu aktiva tidak terbatas pada unsur dapat saling dipertukarkan.

2. KONSEP PENILAIAN
Konsep penilaian berkaitan dengan masalah penentuan makna yang ingin disampaikan
pada pemakai laporan terhadap aktiva yang bersangkutan. Konsep penilaian harus
didasarkan pada nilai pertukaran atau konversi.
A. TUJUAN
Adapun tujuan pengukuran atau penilaian aktiva adalah sebagai berikut :
a) Sebagai salah satu langkah dalam penentuan laba.
b) Sebagai salah satu langkah dalam proses penyajian posisi keuangan.
c) Memenuhi kebutuhan informasi yang ingin dicapai dalam pelaporan keuangan.
d) Memenuhi kebutuhan informasi khusus yang memerlukan penilaian untuk
kepentingan manajemen.

B. DASAR PENILAIAN
Penilaian aktiva berkaitan dengan penentuan nilai pertukaran dari aktiva tersebut.
Hendriksen (1982) menyebutkan bahwa ada dua jenis nilai pertukaran yang dapat
digunakan yaitu nilai keluaran (output values) dan nilai masukan (input values).
1) Nilai Keluaran
Nilai keluaran didasarkan padajumlah kas atau non kas yang diterima suatu
unit usaha bila suatu aktiva atau potensi jasa akhirnya keluar dari unit tersebut
karena suatu pertukaran. Apabila nilai tersebut tidak relevan, ada dasar lain
yang dapat digunakan yaitu :
a. Discounted future cash receipts or service potential

120

Adalah nilai sekarang kas masa yang akan diterima perusahaan seandainya
aktiva tersebut dijual.
b. Harga keluaran sekarang (Current output price)
Apabila produk perusahaan umumnya dijual di pasar yang terorganisis,
harga pasar sekarang merupakan dasar yang rasional untuk menilai
besarnya harga jual di masa mendatang.
c. Nilai setara kas sekarang ( Current cash Equivalent ).
Nilai setara kas sekarang menunjukkan jumlah kas atau daya beli umum
yang dapat diperoleh dengan menjual setiap aktiva berdasarkan keadaan
perusahaan normal.
d. Nilai Likuidasi (Liquidation value).
Nilai likuidasi sama dengan harga jual sekarang atau nilai setara kas
sekarang, dengan perbedaan bahwa nilai keluarannya diperoleh dari kondisi
pasar yang berbeda.
2) Nilai Masukan
Dalam menilai aktiva, nilai masukan sering dianggap lebih tepat daripada nilai
keluaran karena nilai tersebut lebih dapat diuji kebenarannya atau nilai tersebut
tidak memungkinkan dilakukannya pelaporanpendapatan sebelumpendapatan
benar-benar terealisasi. Dasar yang dapat digunakan untuk nilai masukan
adalah sebagai berikut :
a. Cost histories
Cost merupakan harga pertukaran barang dan jasa pada saat terjadinya.
b. Cost masukan terkini (Current input cost)
Menunjukkan harga pertukaran yang harus dikorbankan pada saat sekarang
untuk memperoleh aktiva yang sejenis dalam kondisi yang sama.

121

c. Discounted future cost


Menunjukkan nilai sekarang pengorbanan ekonomi di masa mendatang
seandainya potensi jasa tertentu diperoleh sekaligus pada saat sekarang.
d. Standart cost
Menunjukkan cost sekarang dalam kondisi perusahaan beroperasi pada
tingkat efisiensi dan kapasitas produksi normal.

3. PENGAKUAN AKTIVA
Penentuan definisi aktiva merupakan langkah pertama dalam proses identifikasi suatu
aktiva. Apabila jumlah rupiah tertentu akan mempengaruhi posisi keuangan/hasil
usaha dan akan tampak dalam neraca.
FASB(1984) menyatakan pengakuan suatu pos didasarkan pada 4 kriteria, sbb :
1. Definisi
Suatu pos akan masuk dalam struktur akuntansi apabila memenuhi definisi elemen
laporan keuangan.
2. Keterukuran
Suatu pos harus memiliki makna tertentu yang relevan dan dapat diukur jumlahnya
dengan reliabilitas yang tinggi.
3. Relevansi
Informasi yang terdapat (terkandung) dalam pos tersebut memiliki kemampuan
untuk membuat suatu perbedaan dalam keputusan yang diambil pemakai laporan
keuangan.
4. Reliabilitas
Informasi yang dihasilkan harus sesuai dengan keadaan yang digambarkan atau
direpresentasikan, dapat diuji kebenarannya dan netral. Dalam praktik ada

122

beberapa pos yang memenuhi kriteria definisi tapi tidak dicatat dalam stuktur
akuntansi.penerapan definisi dalam dunia nyata melibatkan sejumlah kondisi yang
dinamakan aturan pengakuan(recognized rules).
Beberapa aturan secara informal diwujudkan dalam bentuk konvensi atau hal lain
yang secara formal dirancang oleh badan yang berwenang. Contoh aturan menurut
konvensi adalah piutang dagang dicatat bila penjualan kredit dilakukan dan
peralatan dicatat saat pembelian. Contoh aturan yang didasarkan pada keputusan
badan berwenang adalah capital lease.Dalam SFAS No.13 accounting for lease
disebutkan bahwa kapitalisasi lease (sewa gung usaha) hanya dilakukan bila salah
satu/lebih kriteria ini dipenuhi:
a) Adanya transfer hak milik kepada pembeli (lessee)
b) Kontrak menyebutkan adanya hak boleh pilih untuk membeli dengan syarat
yang menguntungkan pembeli
c) Jangka waktu leasing 75% atau lebih dari sisa taksiran umur ekonomi pada saat
kontrak ditandatangani
d) Nilai sekarang dari pembayaran sewa minimum sama dengan 90% dari nilai
pasar yang wajar dari aktiva yang disewa terhitung sejak kontrak dimulai.

Praktik menunjukkan banyak aturan yang digunakan untuk mengidentifikasi aktiva


tertentu. Aturan pengakuan menunjukkan aturan khusus yang digunakan untuk
mengidentifikasi aktiva tertentu. Sedang kriteria pengakuan merupakan pedoman
umum yang digunakan untuk memformulasikan aturan pengakuan. Tujuan
akuntansi adalah memberikan dasar bagi kriteria pengakuan, yaitu menyediakan
informasi yang relevan dan reliable. Kam (1992) memberikan beberapa kriteria
yaitu:

123

Didasarkan pada hukum

Pemakaian prisip koservatif

Makna /substansi ekonomi suatu transaksi

Kemampuan mengukur nilai aktiva

4. MASALAH-MASALAH KHUSUS
A. BEBAN TANGGUHAN
Beban tangguhan sering menjadi masalah dalam penentuan jenis aktiva. Masalah
tersebut adalah; apakah beban tangguhan dapat digolongkan sebagai aktiva? Jenis
beban tangguhan yang mana yang dapat digolongkan sebagai aktiva? Beban
tangguhan tidak hanya menyangkut cost dalam bentuk fisik tetapi termasuk juga
cost jasa dalam bentuk lain selama memenuhi kriteria sebagai beban tangguhan.
Kriteria umum yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan beban tangguhan
adalah:
a) Apakah cost jasa tersebut merupakan pengeluaran pengeluaran yang sah dan
wajar?
b) Apakah cost jasa tersebut merupakan suatu faktor yang manfaatnya dimasa
mendatang dapat diantisipasi dengan mudah?
c) Apakah cost tersebut merupakan jenis pengeluaran yang terjadi berulang-ulang
setiap periode?
Ukuran manfaat tidak hanya didasarkan pada kemampuan untuk menambah
volume produk tapi lebih ditekankan pada manfaat yang berhubungan dengan
kegiatan operasi perusahaan dimasa mendatang secara keseluruhan. Dalam
praktek, beberapa pos yang sebenarnya berbeda sifat sering dikelompokkan dalam

124

neraca dengan satu judul yaitu beban tangguhan. Misalnya:biaya dibayar


dimuka,cost pendirian perusahaan, cost penelitian dan pengembangan, dan
diskonto surat berharga. Walaupun itu sebenarnya kurang tepat.

B. KAPITALISASI BUNGA
Ada beberapa perlakuan akuntansi bunga :
1. Bunga tidak dikapitalisasi
2. Bunga dikapitalisasi dan dimasukkan sebagai eleman cost fasilitas fisik yang
dibangun sendiri
3. Bunga dikapitalisasi tetapi tidak dimasukkan sebagai elemen cost fasilitas fisik
yang dibangun
Dalam kondisi tertentu mungkin saja tidak perlu dilakukan kapitalisasi apabila
memang manfaatnya kecil. Bunga hanya dapat dikapitalisasi untukaktiva yang
memenuhi syarat tertentu. Ada beberapa pedoman yang diatur dalam standar
akuntansi yaitu :
1. Aktiva yang memenuhi syarat
Kapitalisasi bunga dapat dilakukan untuk aktiva berikut :
a. Aktiva yang dibangun/diproduksi untuk digunakan sendiri oleh perusahaan.
b. Aktiva yang dibangun/diproduksi dengan tujuan untuk dijual sebagai
unit/proyek yang berdiri sendiri.
Aktiva yang tidak dapat dijadikan objek kapitalisasi yaitu:
a. Aktiva yang bersangkutan sudah siap digunakan sesuai dengan tujuan
pembangunan atau sedang digunakan dalam kegiatan menghasilkan
pendapatan

125

b. Aktiva yang bersangkutan belum digunakan untuk tujuan menghasilkan


pendapatan dan juga tidak sedang mengalami penyelesaian/perbaikan atau
aktivitas lain yang diperlukan untuk menjadikan aktiva tersebut siap
digunakan lagi dalam operasi.
2. Besarnya Kapitalisasi
Besarnya bunga yang dikapitalisasi secara teoritis adalah tambahan bunga yang
diperkirakan terjadi selama satu periode akibat adanya konstruksi. Besarnya
tarif kapitalisasi ditentukan sebagai berikut :
a. Apabila dana rata-rata yang tertanam dalam konstruksi tidak melebihi dana
pinjaman, maka tarif yang digunakan adalah tingkat bunga pinjaman untuk
konstruksi tersebut.
b. Apabila dana rata-rata yang tertanam dalam konstruksi melebihi besarnya
dana pinjaman untuk konstruksi tersebut, maka tarif kapitalisasi untuk
kelebihan dana yang tertanam tersebut adalah rata-rata tertimbang dari
tingkat bunga sumber dana lainnya.
3. Periode Kapitalisasi
Kapitalisasi bunga dapat terus dilakukan setiap periode selama ketiga syarat
berikut dipenuhi :
a. Uang muka untuk konstruksi telah dibayar
b. Kegiatan konstruksi tetap berlangsung dan tidak berhenti cukup lama
selama periode bersangkutan
c. Cost bunga telah terhimpun atau terjadi bersamaan dengan berjalannya
pembangunan konstruksi
d. Penyajian dan pengungkapan

126

Hal yang perlu diungkapkan sebagai penjelasan dalam laporan keuangan :


Total bunga yang terjadi selama periode
Bagian dari total bunga yang dikapitalisasi
Total bunga yang dibebankan ke periode bersangkutan kalau selama periode
tersebut tidak ada bagian bunga yang dikapitalisasi

C. PENGELUARAN KAPITAL/UNTUK AKTIVA (CAPITAL EXPENDITURE)


Capital Expenditure adalah pengorbanan sumber ekonomik yang berkaitan dengan
objek jasa (fasilitas fisik) baik saat diperoleh maupun saat digunakan dalam
operasi. Aturan umum yang digunakan untuk menentukan pengorbanan ekonomi
sebagai pengeluaran capital:
1. Untuk aktiva non moneter yang baru diperoleh/dibeli, suatu pengeluaran akan
dikapitalisasi jika pengeluaran tersebut dimaksudkan untuk memperoleh aktiva
sampai aktiva yang bersangkutan siap digunakan untuk operasi perusahaan.
2. Untuk aktiva yang telah dipakai (aktiva lama), pengeluaran akan dikapitalisasi
bila memenuhi syarat berikut:
Menambah kapasitas produksi aktiva yang bersangkutan
Menambah umur ekonomi
Menambah nilai aktiva

D. AKTIVA DONASI /SUMBANGAN


Masalah khusus lainnya yang sering timbul adalah apabila perusahaan memperoleh
suatu aktiva tanpa harus mengeluarkan /mengorbankan sumber ekonomi. Aktiva
yang berasal dari sumbangan memiliki manfaat untuk menghasilkan pendapatan,
maka aktiva tersebut harus ditentukan nilai wajarnya. Pengukuran semacam ini

127

dimaksudkan untuk menentukan secara tepat kemampuan perusahaan dalam


menghasilkan laba.

E. TRANSAKSI AKTIVA NON MONETER


Masalah lain timbul apabila pengorbanan ekonomi untuk memperoleh suatu aktiva
bukan berupa kas tetapi berbentuk aktiva non moneter.

128

MATERI VIII
KONSEP HUTANG DAN EKUITAS

Kompetensi Dasar
a. Mampu menjelaskan tentang konsep hutang, karakteristik hutang pengukuran dan
pengakuan hutang
b. Mampu menjelaskan tentang konsep ekuitas

Kepemilikan dan teori entitas


Dua teori yang telah diusulkan untuk memahami akuntansi, teori yaitu proprietary dan
teori entitas.

Teori Kepemilikan
Kepemilikan merupakan kekayaan bersih bisnis dan dapat direpresentasikan dalam
persamaan akuntansi:
P = A-L
Dimana kepemilikan (atau ekuitas pemilik) adalah sama dengan aset kurang kewajiban. P
merupakan kekayaan bersih pemilik bisnis. Sprague :
Neraca kepemilikan adalah menjumlahkan pada beberapa waktu tertentu dari
semua elemen yang merupakan kekayaan beberapa orang atau kumpulan orangorang ..... Seluruh tujuan dari perjuangan usaha adalah peningkatan kekayaan,
yaitu, peningkatan kepemilikan.

Aset milik pemilik dan kewajiban adalah kewajiban pemilik.

129

tujuan akuntansi adalah untuk menentukan nilai bersih pemiliknya. Pendapatan


dan beban piutang adalah anak rekening P, yang untuk sementara waktu memisahkan
untuk tujuan menentukan laba pemilik.

Pendapatan

adalah

peningkatan

kepemilikan,

beban

adalah

penurunan

kepemilikan. Vatter menjelaskan :


Teori double entry didasarkan pada gagasan bahwa beban dan
pendapatan piutang memiliki karakteristik aljabar sama seperti kekayaan
bersih, yaitu rekening cenderung meningkatkan kekayaan bersih
meningkat sebesar kredit, account cenderung menurunkan kekayaan
bersih ditangani dalam urutan terbalik.

Dengan demikian, perubahan kekayaan bersih berasal dari kegiatan menghasilkan


pendapatan serta perubahan nilai aset. Misalnya, nilai intrinsik dari surat kabar masthead
dapat meningkatkan nilai dan bisa menarik premi yang signifikan untuk pemilik jika
menyadari (dijual). Dalam kasus tersebut, argumen adalah bahwa peningkatan kekayaan
bersih pemilik harus diakui, meskipun perubahan kekayaan nasional sampai waktu seperti
surat kabar sebenarnya dijual kepada pihak ketiga. Masalah akuntansi adalah mengukur
perubahan nilai nasional.
Untuk sebagian besar, praktik akuntansi ini didasarkan pada teori berpemilik.
Dividen dianggap sebagai pembagian keuntungan daripada beban karena mereka adalah
pembayaran kepada pemilik. Di sisi lain, bunga atas utang dan pajak penghasilan dianggap
beban karena mereka mengurangi kekayaan pemilik.
Sebuah modal finansial daripada modal fisik pandangan adalah wajar teori
kepemilikan. Yang pertama menekankan investasi keuangan pemilik, sedangkan yang
terakhir berfokus pada kemampuan perusahaan untuk mempertahankan operasi fisik tanpa
130

mempedulikan klaim kepemilikan. Pandangan eksklusif tidak melihat perbedaan antara


aset pemilik dan aset entitas. Oleh karena itu, semua laba entitas didistribusikan kepada
pemilik perusahaan. Jika entitas memerlukan sumber daya tambahan. Modal merupakan
kas diinvestasikan oleh pemilik ditambah keuntungan yang diinvestasikan kembali oleh
berikut tegangan kembali dalam bisnis. Kebanyakan orang mengadopsi pandangan
keuangan modal dan juga posisi yang diambil dalam praktek akuntansi konvensional
tradisional.
Akuntabilitas untuk pemilik adalah fungsi penting bagi sebuah perusahaan besar
karena kesenjangan antara manajemen dan pemegang saham. Untuk perusahaan kecil,
pemilik menyadari status keuangan usaha sehingga gagasan akuntabilitas atau
kepengurusan tidak seperti miningful. Dalam contast, kontak pemegang saham dengan
urusan yang dilaporkan kepada mereka oleh manajemen.

Teori entitas
Teori entitas dirumuskan sebagai tanggapan terhadap kekurangan pandangan
eksklusif mengenai status hukum yang terpisah dari perusahaan. Teori ini dimulai dengan
fakta bahwa perusahaan merupakan entitas yang terpisah dengan identitasnya sendiri.
Teori melampaui asumsi entitas akuntansi tentang pemisahan urusan bisnis dan pribadi.
Martin Menguraikan dua asumsi terkait terkandung dalam pengertian entitas akuntansi :
Pemisahan, untuk tujuan akuntansi, perusahaan dipisahkan dari pemiliknya.

Sudut pandang, prosedur akuntansi dilakukan dari sudut pandang entitas.

Meskipun teori entitas sangat cocok untuk pendukung akuntansi perusahaan percaya
bahwa hal itu dapat diterapkan untuk kepemilikan, kemitraan dan bahkan bukan untuk
organisasi nirlaba, yang menyediakan :

131

Laporan keuangan dan transaksi diklasifikasikan dan menganalisis dari sudut


pandang entitas sebagai unit operasi dan,

Prinsip dan prosedur Akuntansi tidak diformulasikan dalam bentuk suatu


kepentingan tunggal, seperti kepemilikan.

Paton menyatakan, untuk setiap perusahaan bisnis : Ini adalah bisnis yang keuangan
sejarah pemegang buku dan akuntan mencoba untuk merekam dan menganalisa, buku dan
rekening adalah catatan bisnis; laporan periodik untuk operasional dan kondisi keuangan
adalah laporan bisnis.
Ketika sebuah perspektif entitas diambil, tujuan akuntansi dapat kepengurusan atau
akuntabilitas. Versi tradisional dari teori entitas adalah bahwa perusahaan bisnis beroperasi
untuk kepentingan equityholders, mereka yang menyediakan dana untuk entitas. Entitas
karena itu harus melaporkan kepada equityholders status dan konsekuensi dari investasi
mereka.
Dalam teori entitas, fokus dari persamaan akuntansi aktiva dan ekuitas. senilai
Bersih pemilik bukanlah konsep yang bermakna, karena entitas adalah pusat perhatian.
Pemilik dan kreditur dipandang hanya sebagai equityholders, penyedia dana. Persamaan
akuntansi demikian.
Aktiva = ekuitas
Neraca menunjukkan aset entitas, yang mengacu Paton sebagai mewakili
pernyataan langsung dari nilai entitas dan ekuitas, yang disebutnya sebuah ekspresi tidak
langsung dari total yang sama. Aset milik perusahaan dan kewajiban kewajiban
perusahaan, bukan pemilik. Telah berpendapat bahwa karena jumlah yang diinvestasikan
oleh equityholders harus dicatat, tujuan ini secara logis mengarah ke penggunaan biaya
historis untuk aktiva non moneter, karena total pada sisi kanan dari laporan posisi
132

keuangan harus sama dengan total kiri. Setelah menerima dana yang diberikan oleh
equityholders, perusahaan menginvestasikan dana dalam aset. Untuk aset non moneter, ini
adalah harga beli.
Aset dan beban pada dasarnya sama di alam mereka menyediakan jasa. Ini
hanyalah sebuah pertanyaan apakah jasa digunakan atau tetap untuk penggunaan masa
depan. Karakteristik dasar dari pendapatan adalah bahwa hal itu menciptakan aset lebih
sedangkan biaya akhirnya mengurangi aktiva:
Teori Akuntansi, karena itu harus menjelaskan konsep pendapatan (penghasilan) dan
biaya dalam hal perubahan aset perusahaan bukan sebagai kenaikan atau penurunan
ekuitas pemilik atau pemegang saham.
Paton dan Littleton berpendapat bahwa para pemegang saham memiliki klaim
sisa kontrak pada total aktiva, dan itu untuk alasan ini bahwa pendapatan bersih laba
ditahan. Para pemegang saham mendapatkan sisanya, sisa, setelah para kreditur telah
dibayar dalam hal terjadi likuidasi perusahaan. Penjelasan ini berkembang dari versi
konvensional teori ekuitas. Penafsiran yang lebih baru melihat akun laba ditahan sebagai
modal perusahaan atau investasi sendiri. Pembayaran untuk penggunaan uang adalah biaya
karena baik kreditur dan pemegang saham dianggap pihak eksternal. Oleh karena itu,
bunga perubahan dan dividen, serta pajak penghasilan, adalah biaya-biaya bisnis. Mereka
mengurangi jumlah ekuitas entitas memiliki dalam dirinya sendiri.
Sebagai kesimpulan, kita dapat mengatakan bahwa baik teori proprietary dan
entitas yang berpengaruh dalam praktek. teori akuntansi konvensional didasarkan pada
konsep entitas dan laporan keuangan mencerminkan pandangan badan, dengan fokus
mereka pada dividen dan laba bersih per saham. Perusahaan perdagangan saham mereka
sendiri, yang menunjukkan pasar menerima bahwa mereka adalah entitas yang terpisah.

133

Namun, konsep kepemilikan, beban bunga dianggap sebagai beban dan dividen distribusi
laba.

Definisi kewajiban
IASB Kerangka Definisi ayat 49 (b) mendefinisikan kewajiban adalah:
Kewajiban kini perusahaan yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaian yang
diharapkan dapat mengakibatkan arus keluar sumber daya dari perusahaan sumber daya
dan manfaat ekonomi.
Kewajiban Kini
Ayat 62 dari Kerangka menyatakan bahwa "penyelesaian" dari kewajiban kini dapat terjadi
dalam berbagai cara, misalnya dengan
1. pembayaran tunai
2. transfer lainnya asset
3. penyediaan jasa
4. penggantian bahwa kewajiban dengan yang lain kewajiban,
5. konversi dari kewajiban terhadap ekuitas

metode ini, jika penyelesaian kewajiban, hanya yang pertama harus melibatkan dua arus
keluar jika aset yang diakui oleh entitas. misalnya, hutang akan diselesaikan secara tunai
(pendapatan yang dibayar di muka) diselesaikan dengan pemberian barang atau jasa.

Transaksi Terakhir
Persyaratan bahwa kewajiban harus hasil dari peristiwa masa lalu memastikan bahwa
hanya kewajiban kini dicatat dan bukan yang akan datang. Namun, keadaan masa lalu
bahkan mungkin sulit menetapkan yang ada dalam kewajiban sampai barang diterima atau

134

sampai lewat judul. Oleh karena itu, masa lalu bahkan dalam hal ini adalah penerimaan
barang, bukan penempatan pesanan. pelaksana sepenuhnya memberikan kasus yang
menarik untuk menafsirkan past event. Sebagai contoh, adalah kewajiban membeli
kewajiban tanpa syarat? Mempertimbangkan situasi di mana pembeli setuju untuk
membayar jumlah tertentu secara berkala sebagai imbalan untuk produk atau jasa, dan
pembayaran ini harus dibuat terlepas dari apakah pembeli mengambil pengiriman produk
atau layanan. Pembeli wajib melakukan pembayaran berkala, bahkan jika servic tersebut
gagal kapal kuantitas minimum. Pada tahap ini, ada perjanjian antara dua pihak yang yang
tidak dilakukan oleh keduanya. asumsi bahwa pembelian harus melakukan pembayaran
terlepas dari apakah produk atau layanan recevied, kewajiban untuk pengorbanan manfaat
ekonomi masa depan (dengan membayar tunai) kepada entitas lain ada dari
penandatanganan kontrak. Oleh karena itu, kewajiban pembelian bersyarat merupakan
sebuah kewajiban, yang muncul dari masa lalu bahkan penandatanganan kontrak.
kewajiban ada meskipun tidak dilakukan

Pengakuan Kewajiban
Sekali definisi kewajiban terpenuhi, akuntan harus menentukan aturan apakah itu harus
diakui. Jenis peraturan yang telah diterapkan di masa lalu mirip dengan yang diterapkan
untuk pengakuan aset. Mereka termasuk :
o

ketergantungan pada hukum

penentuan substansi ekonomi acara

kemampuan untuk mengukur nilai kewajiban

penggunaan prinsip konservatisme

135

Kewajiban diakui dalam neraca apabila besar kemungkinan bahwa suatu arus keluar
sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi hasil dari penyelesaian kewajiban kini dan
jumlah di mana penyelesaian akan berlangsung dapat diukur dengan andal.

Kerangka IASB
Kerangka IASB memberikan panduan dalam kaitannya dengan pengakuan neraca dan
laporan laba rugi. Ayat 82 menyatakan bahwa item yang memenuhi definisi elemen harus
diakui jika:
1. Hal ini kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan berkenaan dengan item yang
akan mengalir ke atau dari entitas
2. Item ini biaya atau nilai yang dapat diukur dengan keandalan
Ayat 91 memberikan pedoman khusus tambahan. Ini menyatakan bahwa kewajiban diakui
di neraca apabila kemungkinan besar tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
yang memiliki manfaat ekonomi hasil dari penyelesaian kewajiban kini dan jumlah di
mana penyelesaian akan berlangsung dapat diukur dengan andal.
Kerangka menyatakan pengukuran yang dapat diandalkan adalah 'bebas dari kesalahan
material dan bias'; lebih lanjut, bahwa item diukur sehingga 'setia merupakan' apa yang
dimaksudkan untuk mewakili (paragraf 31) menyatakan kerangka kerja ini secara khusus
bahwa kewajiban yang tidak dapat termasuk jika mereka tidak dapat diukur dengan andal.
Salah satu contoh adalah tindakan hukum. Jika kerusakan yang akan dibayar tidak dapat
diestimasi dengan andal maka item tidak dapat diakui sebagai kewajiban. Contoh tindakan
hukum menggambarkan perdagangan dibuat antara relevansi dan keandalan. Sebuah
keluar kemungkinan masa depan manfaat ekonomi yang terkait dengan gugatan adalah
informasi yang relevan, tetapi untuk mengenali jumlah yang salah dapat menyesatkan
pengguna informasi keuangan.

136

Beberapa orang mengambil pandangan bahwa pengukuran yang dapat diandalkan berarti
pengukuran diverifikasi, yaitu pengukuran kewajiban dapat dihubungkan dengan bukti
obyektif seperti nilai kontrak atau nilai pasar. Namun, dalam banyak kasus akuntan harus
menggunakan pertimbangan untuk membuat perkiraan terbaik kewajiban mereka.
Misalnya kewajiban untuk klaim garansi. akuntan ini menggunakan data masa lalu yang
relevan (seperti tingkat penjualan) untuk memperkirakan kewajiban. Jika memperkirakan
cukup handal (yang hanya akan diketahui di masa depan) kemudian informasi tersebut
juga akan relevan bagi pengguna informasi keuangan. Buktinya adalah pandangan yang
berbeda tentang bagaimana mendefinisikan dan kapan harus mengakui kewajiban
yang muncul sebagai bagian dari IASB / proyek s FASB 'pada kerangka konseptual.

Penyisihan dan Kontinjensi


Ketentuan dan kontinjensi terjadi di mana ada batas kabur antara kewajiban sekarang
dan masa depan. PSAK 37 Penyediaan, Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi
mengakui tumpang tindih definisi dalam ayat 12, ketika menyatakan bahwa semua
ketentuan yang kontingen karena mereka tidak yakin dalam waktu atau jumlah. Mencoba
untuk membedakan antara sekarang, masa depan dan potensi (atau kontinjen) kewajiban
tidak sesederhana mungkin muncul. Perbedaan ini tergantung tingkat besar pada sifat '
bahkan masa lalu ' tersebut
IAS 37/AASB 137 ayat 10 mendefinisikan kewajiban kontinjensi sebagai :
a) kewajiban kemungkinan yang timbul dari peristiwa masa lalu dan yang keberadaannya
akan dikonfirmasi hanya oleh terjadinya atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa
masa depan pasti tidak sepenuhnya dalam kendali entitas
b) kewajiban kini yang timbul dari peristiwa masa lalu tetapi tidak diakui karena:

137

Tidak kemungkinan tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan manfaat
ekonomi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut

Jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur dengan keandalan yang cukup.

Kriteria IAS 37/AASB 137 ayat pengakuan 14 untuk ketentuan-ketentuan sesuai dengan
kriteria kerangka untuk pengakuan kewajiban. Dengan demikian. Kewajiban dan
ketentuan diijinkan menjadi diakui hanya jika ada kewajiban kini, besar kemungkinan
bahwa suatu arus keluar sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan kewajiban, dan jumlah kewajiban tersebut dapat diukur secara andal.
Kewajiban kontinjensi tidak memenuhi kriteria tersebut (sama seperti aktiva kontinjensi
tidak memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset). Oleh karena itu, ayat 27 dari IAS
37/AASB 137 kategoris menyatakan bahwa kewajiban kontinjensi yang tidak diakui
dalam laporan keuangan. PSAK 37 IS saat ini sedang dikaji oleh IASB sebagai bagian dari
proyek kewajiban. Salah satu proposal adalah untuk menghilangkan 'ketentuan' syarat dan
'kewajiban kontinjensi', menggantinya dengan 'kewajiban non-finansial'. Proposal
bertujuan untuk memperluas dan memperjelas penerapan IAS 37; tanggapan mived
namun, seperti biasa, proposal telah diterima dari pihak.
Efek dari IAS 27 adalah untuk membatasi penggunaan jika ketentuan. Sebagai contoh,
sebuah perusahaan dapat mempertimbangkan bijaksana untuk membuat ketentuan untuk
tidak diasuransikan kehilangan (yaitu proses self-mengasuransikan), Namun, kewajiban
tidak dapat diakui berdasarkan PSAK 37 sampai terjadinya suatu peristiwa yang
memerlukan pengorbanan aset oleh pelaporan entitas. Contoh lain berkaitan 'penyisihan
kerugian' atau sebuah 'penyisihan untuk restrukturisasi' yang dapat dibuat sebagai berikut
kinerja yang buruk. Karena tidak ada kewajiban keluar kepada pihak eksternal (misalnya

138

komitmen untuk mentransfer sumber daya dari entitas ke pihak eksternal yang tidak dapat
dihindari) seperti ketentuan tidak akan diizinkan dalam kerangka atau standar saat ini.

Kewajiban pengukuran
Berdasarkan IFRS, metode pengukuran yang paling umum digunakan untuk kewajiban
adalah biaya historis (atau diubah biaya historis). Nilai wajar,, pengukuran digunakan pada
pengukuran awal transaksi yang melibatkan kewajiban dalam hubungannya dengan IAS
17 sewa, IAS 39 pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan, IFRS 2 setoran saham
berbasis IFRS 3 penggabungan usaha. Apa yang kita maksud dengan nilai wajar? Konsep
ini didefinisikan dalam standar seperti IAS 17 (ayat 4) menjadi :

Jumlah aset yang bisa tukar atau kewajiban diselesaikan antara luas, pihak bersedia
panjang.

Dengan demikian, kewajiban yang timbul dalam sewa pembiayaan diakui pada awal
berdasarkan nilai wajar sewa (yang menurut definisi di atas bisa menjadi harga pasar
untuk aset sewaan) atau nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika lebih rendah ( IAS
17, ayat 20) di tahun-tahun berikutnya, jumlah kewajiban pengukuran berdasarkan 'biaya
diamortisasi' metode itu, yaitu, 'biaya' dari kewajiban pada awal (nilai wajar atau nilai
tunai pembayaran sewa minimum, jika lebih rendah) disesuaikan secara tahunan untuk
mencerminkan estimasi nilai saat ini. Saldo kewajiban berdasarkan metode tingkat bunga
efektif amortisasi (ayat 25). Dalam hal sewa pembiayaan, standar yang memberikan
panduan yang jelas untuk menentukan nilai kewajiban sewa guna usaha. Namun, dalam
kasus lain, pengukuran nilai wajar kewajiban hadir beberapa tantangan. Sebagai contoh,

139

bagaimana kita memperkirakan nilai wajar suatu kewajiban yang tidak ada nilai pasar.
Banyak kewajiban diselesaikan, tidak dijual.

Kita bisa melihat bahwa biaya historis (yang agak dimodifikasi biaya historis, dalam hal
ini diamortisasi biaya) adalah metode yang paling umum digunakan untuk pengukuran
selanjutnya kewajiban. Dua contoh di mana pengukuran nilai wajar diperlukan setelah
akuisisi adalah kewajiban pasca kerja seperti pensiun (pensiun) di bawah 119 IAS
Manfaat karyawan 19/AASB dan ketentuan jangka panjang dengan ketentuan 37/AASB
IAS 137. Kewajiban kontinjensi dan aktiva kontinjensi. Perhatikan bahwa dalam kedua
kasus kewajiban jangka panjang dan kemungkinan akan dipengaruhi oleh nilai waktu
banyak. Dalam hal nilai sekarang, semakin lama jangka waktu sampai dengan
penyelesaian kewajiban, semakin rendah nilainya. Hal ini karena suatu entitas manfaat
dari kemampuan untuk mendapatkan bunga pada dana yang belum digunakan saat ini
untuk menyelesaikan kewajiban. Bagian berikutnya membahas pengukuran kewajiban
yang terkait dengan pensiun (pensiun) dan ketentuan dan kontinjensi.

RENCANA IMBALAN KERJA PENSIUN


Di banyak negara pensiun (atau dana) rencana ditetapkan oleh atasan untuk memberikan
manfaat pensiun untuk karyawan. Pengusaha melakukan pembayaran kepada dana pensiun
yang memiliki aktiva, kepercayaan, untuk mendanai pembayaran ketika karyawan
pensiun. Dana pensiun adalah suatu badan hukum, terpisah dari perusahaan pemberi kerja.
Dana pensiun mungkin iuran (baik atasan dan pekerja berkontribusi untuk mendanai) atau
non-iuran (dimana hanya atasan membuat kontribusi). Untuk dana imbalan pasti, jumlah
yang akan dibayarkan kepada karyawan setidaknya sebagian fungsi dari gaji karyawan

140

akhir atau rata-rata, sebaliknya, suatu iuran pasti (atau akumulasi manfaat) dana membayar
jumlah yang adalah fungsi dari kontribusi dibuat untuk dana tersebut.

Tabel pengukuran 1. Kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi IFRS.

Kewajiban Tidak Lancar


Pinjaman jangka panjang
Sewa pembiayaan
Kewajiban imbalan pasca kerja
imbalan
Pajak tangguhan
Ketentuan jangka panjang
Kewajiban lancar
Hutang usaha
Derivatif
Pinjaman jangka pendek
Bagian jangka pendek

dari

hutang jangka panjang


Kewajiban keuangan lainnya
Hutang pajak kini
Jangka pendek ketentuan

Dana
pensiun
dapat
seluruhny
a
dibiayai,
sebagian
didanai

141

atau tidak
didanai.
Sepenuhn
ya
didanai
rencana
memiliki
kas yang
cukup
atau
investasi
untuk
memenuh
i
kewajiba
n

dana

untuk
anggota.
Sebalikn
ya,
rencana
didanai
tidak
memiliki
uang
142

tunai atau
investasi
untuk
menutupi
potensi
pembayar
an

di

bawah
rencana.
Sejauh
yang
jumlah
yang
diselengg
arakan di
percaya
dan yang
dibayarka
n ke dana
pensiun
tidak
cukup
untuk
memenuh
i
143

kewajiba
n
berdasark
an
program
saat
mereka
jatuh
tempo,
dana
pensiun
adalah
kekurang
an dana.
Karena
dana
pensiun
adalah
badan
hukum
yang
terpisah,
mungkin
akan
dianggap
144

bahwa
komitme
n

tidak

didanai,
rencana
bukan
merupaka
n
kewajiba
n

dari

sebuah
perusaha
an atasan
yang
membaya
r ke dana
pensiun.
Namun,
bisa
dikatakan
bahwa
perusaha
an
memiliki
kewajiba
145

yang

adil
untuk
memenuh
i
komitme
n

tidak

didanai
dan
karenany
a,
memiliki
kewajiba
n. Untuk
menduku
ng
argumen
ini,
Whittred,
Zimmer
dan
Taylor
menawar
kan
contoh
146

sebuah
perusaha
an

yang

memung
kinkan
superann
uation
disponsor
i default
dana dan
menderit
a
kehilanga
n reputasi
dalam
Tenaga
Kerja dan
pasar lain
sebagai
konsekue
nsinya,
sehingga
menimbu
lkan
suatu
147

pengorba
nan
manfaat
ekonomi.
Meskipu
n
beberapa
perusaha
an
tradisiona
l

belum

mengakui
komitme
n didanai
sebagai
kewajiba
n, dalam
kerangka
dan IAS
37/AASB
137 sulit
untuk
berpenda
pat
bahwa
148

mereka
bukan
merupaka
n
kewajiba
n.
Masalah
lainnya
berkaitan
dengan
kapan
harus
mengakui
kewajiba
n

untuk

pensiun
(tabunga
n

hari

tua)
pembayar
an.
Apakah :

Sebag
ai
jasa
149

karya
wan
yang
mem
buat?
gagas
an
adala
h
bahw
a
pemb
ayara
n
adala
h
bentu
k
komp
ensasi
yang
diteri
ma
oleh
karya
150

wan
pada
saat
pemb
erian
jasa.
Namu
n,
dibay
arkan
di
masa
depan
,
setela
h
pensi
un.

Ketik
a
karya
wan
pensi
un?

Bila
151

dana
yang
dibut
uhkan
untuk
mem
buat
pemb
ayara
n
berda
sarka
n
progr
am
pensi
un?

Dana
pensiun
dapat
dianggap
sebagai
janji oleh
entitas
152

untuk
memberi
kan
pensiun
kepada
karyawan
sebagai
imbalan
jasa masa
lalu

dan

saat

ini.

manfaat
pensiun
adalah
bentuk
kompens
asi
ditanggu
hkan
ditawarka
n

oleh

perusaha
an dalam
pertukara
n

untuk
153

pelayana
n

oleh

karyawan
yang
telah
memilih,
baik
implisit
maupun
eksplisit,
untuk
menerim
a
kompens
asi yang
lebih
rendah
saat

di

kembali
untuk
pembayar
an
pensiun
di

masa

depan.
154

Ini
manfaat
pensiun
yang
diterima
oleh
karyawan
,

dan

biaya
mereka
mencatat
selama
bertahuntahun
jasa
diberikan
.

Acara

lalu kritis
adalah
jasa oleh
karyawan
dan, oleh
karena
itu,
kewajiba
155

n muncul
bagi
mereka
manfaat
pensiun
yang
belum
didanai.
Studi
kasus 8.2
mengang
gap
masalah
yang
berhubun
gan
dengan
akuntansi
pensiun
(pensiun)
di
kerajaan
bersatu
dan
Australia
156

dengan
fokus
pada
pensiun
(pensiun)
kewajiba
n

dari

sejumlah
perusaha
an

yang

terdaftar
besar.

Ketentua
n

dan

kontinje
nsi
Ketentua
n

dan

kontinjen
si terjadi
di

mana

ada kabur
batas
antara
157

kewajiba
n
sekarang
dan masa
depan.
IAS
37/AASB
137
Diestima
si,
Kewajiba
n
Kontinje
nsi

dan

Aset
Kontinje
nsi
mengakui
tumpang
tindih
definisi
dalam
ayat

12,

ketika
menyatak
158

an bahwa
semua
ketentuan
yang
kontinge
n karena
mereka
tidak
yakin
dalam
waktu
atau
jumlah.
Mencoba
untuk
membeda
kan
antara
sekarang,
masa
depan
dan
potensi
(atau
kontinjen
159

)
kewajiba
n

tidak

sesederha
na
mungkin
muncul.
Perbedaa
n
tergantun
g derajat
besar
pada sifat
dari
'peristiwa
masa
lalu'
IAS
37/AASB
137 ayat
10
mendefin
isikan
kewajiba
n
160

kontinjen
si
sebagai:
a)
kewaji
ban
kemun
gkinan
yang
timbul
dari
peristi
wa
masa
lalu
dan
yang
kebera
daann
ya
akan
dikonf
irmasi
hanya
denga
161

n
terjadi
nya
atau
tidak
terjadi
nya
satu
atau
lebih
peristi
wa
masa
depan
pasti
tidak
sepen
uhnya
dalam
kendal
i
entitas
, atau
kewaji
ban
162

kini
yang
timbul
dari
peristi
wa
masa
lalu
tetapi
tidak
diakui
karena
:
o Hal
ini
tida
k
mu
ngk
in
ters
ebu
t
me
nga
163

kib
atk
an
aru
s
kel
uar
ata
u
su
mb
er
day
a
yan
g
me
mil
iki
ma
nfa
at
eko
no
mi
164

yan
g
dib
utu
hka
n
unt
uk
me
nye
lesa
ika
n
ke
waj
iba
n
ters
ebu
t;
ata
u
o Ju
mla
h
165

ke
waj
iba
n
tida
k
dap
at
diu
kur
den
gan
kea
nda
lan
yan
g
cuk
up.
Kriteria
IAS
37/AASB
137 ayat
pengakua
n

14
166

untuk
ketentuan
ketentuan
sesuai
dengan
kriteria
Kerangka
pengakua
n
kewajiba
n.
Dengan
demikian
,
kewajiba
n

dan

ketentuan
diijinkan
menjadi
diakui
hanya
jika

ada

kewajiba
n

kini,
167

besar
kemungk
inan
bahwa
suatu
arus
keluar
sumber
daya
yang
memiliki
manfaat
ekonomi
yang
dibutuhk
an untuk
menyeles
aikan
kewajiba
n,

dan

jumlah
kewajiba
n tersebut
dapat
diukur
168

secara
andal.
Kewajiba
n
kontinjen
si

tidak

memenuh
i kriteria
tersebut
(sama
seperti
aktiva
kontinjen
si

tidak

memenuh
i kriteria
untuk
diakui
sebagai
aset).
Oleh
karena
itu, ayat
27

dari

IAS
169

37/AASB
137
kategoris
menyatak
an bahwa
kewajiba
n
kontinjen
si

yang

tidak
diakui
dalam
laporan
keuangan
.

PSAK

37

saat

ini
sedang
dikaji
oleh
IASB
sebagai
bagian
dari
proyek
170

Kewajiba
n. Salah
satu
proposal
adalah
untuk
menghila
ngkan
'ketentua
n' syarat
dan
'kewajiba
n
kontinjen
si'
menggant
inya
dengan
'nonkeuangan
.
Proposal
bertujuan
untuk
memperl
171

uas

dan

memperj
elas
penerapa
n IAS 37,
namun,
seperti
biasa,
proposal
telah
menerim
a
tanggapa
n
beragam
dari
stakehold
er.
Pengaruh
IAS

37

adalah
untuk
membata
si
pengguna
172

an
ketentuan
. Sebagai
contoh,
sebuah
perusaha
an dapat
memperti
mbangka
n
bijaksana
untuk
membuat
penyisiha
n
kerugian
yang
tidak
diasurans
ikan
(yaitu
proses
selfmengasur
ansikan),
173

Namun,
kewajiba
n

tidak

dapat
diakui
berdasark
an PSAK
37
sampai
terjadiny
a

suatu

peristiwa
yang
memerlu
kan
pengorba
nan aset
oleh
pelaporan
entitas.
Contoh
lain
berkaitan
'penyisih
an
174

kerugian'
atau
sebuah
'penyisih
an untuk
restruktur
isasi'
yang
dapat
dibuat
sebagai
berikut
kinerja
yang
buruk.
Karena
tidak ada
kewajiba
n

yang

ada
kepada
pihak
eksternal
(misalnya
komitme
175

untuk

mentrans
fer
sumber
daya dari
entitas ke
pihak
eksternal
yang
tidak
dapat
dihindari)
ketentuan
tersebut
tidak
akan
diizinkan
dalam
Kerangka
atau
standar
saat ini.
Tentu
saja, ada
keadaan
176

ketika
pengguna
informasi
keuangan
ingin
tahu
tentang
potensi
kerugian
atau
pengeluar
an.
PSAK 37
menyatak
an bahwa
dalam
beberapa
keadaan
catatan
ke
rekening
diperluka
n karena
pengetah
uan
177

tentang
kewajiba
n

yang

relevan
bagi
pengguna
laporan
keuangan
dalam
membuat
dan
mengeval
uasi
keputusa
n
mengenai
alokasi
sumber
daya
yang
langka.
Artinya,
penyelesa
ian masa
depan
178

mungkin
diperluka
n, tetapi
diperkira
kan
kemungk
inan
tidak
cukup
tinggi
untuk
menjami
n
pengakua
n formal.
Tes
probabilit
as
subyektif
memberi
kan
kesempat
an

bagi

perusaha
an untuk
179

mengecu
alikan
kewajiba
n

dari

laporan
keuangan
mereka.
Namun,
kewajiba
n

tetap

harus
diungkap
kan
ketika
pengetah
uan dari
mereka
cenderun
g
mempeng
aruhi
pengambi
lan
keputusa
n
180

pengguna
.

Teori

dalam
aksi

8.3

memberi
kan
contoh
dari
catatan
kewajiba
n
kontinjen
si

dari

Public
Transport
Authority
of
Western
Australia
(badan
sektor
publik).
Ini
adalah
latihan
181

yang
berguna
untuk
memperti
mbangka
n tingkat
pengungk
apan
termasuk
dalam
catatan
dan
alasan
yang
telah
disediaka
n.

Pemili
k
ek
ui
ta
s

ekuitas
182

Pemilik
'adalah
ketiga
dari
konsepkonsep
dasar
akuntansi
ditangkap
dalam
persamaa
n
akuntansi
.

Ini

merupaka
n

aktiva

bersih
(aktiva
dikurangi
kewajiba
n)

dari

entitas (P
=

AL).

demikian
, pemilik
183

ekuitas
(atau
usaha)
menangk
ap
pemilik
'klaim
terhadap
aktiva
bersih
entitas,
entitas
yang
tidak
memiliki
kewajiba
n

lancar

membaya
r.

Ini

mewakili
kepenting
an
pemilik
'atau
modal
184

dalam
perusaha
an.
ekuitas
Pemilik
'(bunga
sisa)
adalah
sebuah
klaim
atau
kanan ke
aktiva
bersih
entitas.
Kerangka
mendefin
isikan
ekuitas
dalam
ayat

49

(C)
sebagai
berikut:
Ekuitas
185

'adalah
kepenting
an

sisa

dalam
aset
perusaha
an
setelah
dikurangi
semua
kewajiba
nnya.
Oleh
karena
itu,
ekuitas
pemilik
'tidak
kewajiba
n

untuk

pengaliha
n

aset,

namun
klaim
sisa.
186

Selanjutn
ya,

hal

itu tidak
dapat
didefinisi
kan
secara
terpisah
dari
aktiva
dan
kewajiba
n.
Dengan
demikian
, definisi
aset dan
kewajiba
n

yang

harus
disepakat
i sebelum
definisi
ekuitas
dapat
187

diselesaik
an

dan

diterapka
n

dalam

arti
teoritis
atau
praktis
suara.
Sebagai
hasil dari
sifat
residu,
jumlah
yang
ditampilk
an dalam
neraca
sebagai
mewakili
ekuitas
tergantun
g

pada

tidak
hanya
188

aset dan
kewajiba
n

yang

diakui
tetapi
juga
bagaiman
a mereka
diukur.
Sebagai
contoh,
asumsika
n sebuah
Perusaha
an

melakuka
n
revaluasi
atas
aktiva
sesuai
IAS
16/AASB
116
Aktiva
189

Tetap
tetapi
Perusaha
an

B,

yang
memegan
g

aset

identik,
tidak.
Perusaha
an A akan
melapork
an

aset

yang
lebih
tinggi
dan
ekuitas
dari
Kantor B.
Perta
nyaan
mendasar
yang
harus
190

ditangani
dalam
mencapai
jumlah
ekuitas
adalah
apakah
item
merupaka
n
kewajiba
n

atau

ekuitas
entitas.
Ada dua
fitur
penting
yang
dapat
membant
u

kita

untuk
membeda
kan
antara
191

kewajiba
n

dan

ekuitas
pemilik.
Mereka
adalah:

Hak

para
pihak

Substansi
ekonomi
pengatura
n
Hak
hukum
adalah
pertimba
ngan
yang
sangat
penting.
Namun,
mereka
tidak
192

boleh
menjadi
dasar
satunya
perbedaa
n

antara

kreditur
dan
pemilik.
Setelah
semua,
definisi
kewajiba
n
termasuk
kewajiba
n
konstrukt
if

dan

adil serta
kewajiba
n hukum.
Alasan
lain
adalah
193

bahwa
sudut
pandang
hukum
terlalu
sempit
fokus
yang
akan
berguna
dalam
mencapai
tujuan
keputusa
n
kegunaan
akuntansi
.

Oleh

karena
itu,
substansi
ekonomi
juga
harus
dipelajari
194

H
ak
pa
ra
pi
ha
k

satu fitur
dari hak
yang
diberikan
kepada
para
pihak
baik oleh
hukum
atau oleh
kebijakan
perusaha
an
berkaitan
dengan
prioritas
hak
195

untuk
(kembali)
dibayar
dalam hal
badan
tersebut
ditutup.
Secara
hukum,
untuk
kepemili
kan
tunggal
atau
kemitraa
n,
kreditur
mempun
yai klaim
pada
pemilik
(s)

dan,

untuk
korporasi
, tuntutan
196

terhadap
perusaha
an.
Namun,
dalam
teori
akuntansi
,

tidak

peduli
apa
bentuk
hukum
organisas
i, entitas
diakui
sebagai
unit
akuntabil
itas.
Oleh
karena
itu,
kreditur
mempun
yai klaim
197

atas
entitas
dan
dengan
demikian
terhadap
aset.
Kreditor
memiliki
hak-hak
berikut:

Penyele
saian
klaim
mereka
dengan
tanggal
tertentu
melalui
pengali
han
aset
(barang
atau
198

jasa)
Priorita
s

dari

pemilik
dalam
penyele
saian
klaim
mereka
dalam
likuidas
i
P
erhatikan
bahwa
klaim
kreditur
terbatas
pada
jumlah
tertentu
(yang
mungkin
berbeda
dari
199

waktu ke
waktu
sesuai
dengan
persyarat
an
perjanjia
n).
Sebalikn
ya,
pemilik
memiliki
kepenting
an

sisa

saja,
walaupun
dengan
pengatura
n kontrak
kelas
yang
berbeda
dari
pemilik
mungkin
200

memiliki
prioritas
yang
berbeda
dalam
pengemb
alian
modal.
A
spek lain
dari hak
kreditur
dan
pemilik
berkaitan
dengan
pengguna
an

aset

atau

ke

operasi
bisnis.
Kreditor
tidak
memiliki
hak
201

untuk
menggun
akan aset
dari
perusaha
an

lain

selain
yang
dirinci
dalam
kontrak.
Kecuali
secara
tidak
langsung
dalam
beberapa
kasus,
mereka
tidak
memiliki
hak
dalam
proses
pengambi
202

lan
keputusa
n

dalam

operasi
bisnis.
Dalam
cara yang
terbatas,
dengan
kontrak,
mereka
mungkin
menggan
ggu
operasi
dengan
mensyara
tkan
bahwa
saldo
laba
dibatasi,
atau
bahwa
aset
203

diberikan
tidak
akan
dijual
tanpa
persetuju
an
mereka.
Di

sisi

lain,
pemilik
mempun
yai

hak

atau
wewenan
g

untuk

menjalan
kan
usahanya
.

S
u
bs
ta
ns
204

i
E
k
o
n
o
m
i
Baik
kewajiba
n

dan

ekuitas
pemilik
'mewakili
klaim
terhadap
entitas.
Semua
pengadu
terhadap
entitas
menangg
ung
risiko
kerugian,
205

tetapi
karena
klaim
sebelumn
ya
kreditur,
risiko
mereka
lebih
rendah
dari
pemilik.
Pemilik
harus
menangg
ung
kerugian
yang
berasal
dari
kegiatan
perusaha
an.
Mereka
membaw
206

beban

risiko
dalam
bisnis.
Dalam
setiap
perusaha
an,
tingkat
risiko
kreditur
dan
pemilik
tergantun
g

pada

hak-hak
mereka.
Dengan
demikian
,
perbedaa
n

utama

antara
hak
kreditur
207

dan
pemilik
adalah
bahwa
kreditor
memiliki
hak
untuk
pemukim
an,
sedangka
n pemilik
memiliki
hak
untuk
berpartisi
pasi
dalam
keuntung
an
(residual)
.
Perbedaa
n

ini

mencerm
208

inkan
risiko
ekonomi
dan fitur
pengemb
alian dua
jenis
klaim:
kreditor
menangg
ung
risiko
kurang
dan
mendapat
kan
imbalan
yang
relatif
tetap
(bunga
dan
pelunasa
n pokok),
sedangka
209

n pemilik
menangg
ung
risiko
yang
lebih
besar dan
karenany
a
mendapat
kan
variabel
(dan
sering
lebih
tinggi)
tingkat
pengemb
alian
melalui
partisipas
i mereka
dalam
keuntung
an.
210

Memberi
kan
represent
asi
diagram
hubungan
antara
substansi
ekonomi
dan hak.

K
o
ns
ep
m
o
da
l

Akuntans
i ekuitas
dipengar
uhi oleh
resep
hukum.
Sebagai
211

contoh,
di Inggris
Raya dan
hukum
perusaha
an
Australia
termasuk
undangundang
yang
berkaitan
dengan
akuntansi
untuk
modal.
Terpentin
g adalah
kebutuha
n
'pemeliha
raan
modal',
yang
menuntut
212

bahwa
perusaha
an
mempert
ahankan
utuh awal
mereka
(dan
berikutny
a)

basis

modal.
Kerangka
mengakui
bahwa
baik atau
tidak
perusaha
an
mempert
ahankan
modal
yang
utuh
merupaka
n fungsi
213

tidak
hanya
dari
definisi
ekuitas
sebagai
suatu
kepenting
an

sisa

dalam
suatu
entitas,
tetapi
juga
konsep
modal.
Modal
dapat
dikonsept
ualisasika
n sebagai
uang
ditemuka
n

atau

ditemuka
214

daya

beli
(modal
keuangan
)

atau

sebagai
kapasitas
produktif
dari
entitas
(modal
fisik).
Selanjutn
ya, modal
dapat
diukur di
kedua
satu dolar
nominal
atau daya
beli
('nyata')
skala.
Berbagai
kombinas
215

dari

konsep
modal
dan skala
pengukur
an

yang

digunaka
n

dalam

model
yang
berbeda
yang
menghasi
lkan
ukuran
yang
berbeda
dari
modal
dalam
keadaan
yang
identik.
Kerangka
tidak
216

memberi
kan
panduan
tentang
model
mana
yang
paling
sesuai,
tetapi
tidak
mengakui
dalam
paragraf
108

dan

109
bahwa
perusaha
an

akan

membutu
hkan
jumlah
yang
berbeda
untuk
217

mempert
ahankan
sumber
daya
untuk
mempert
ahankan
konsep
yang
berbeda
dan
ukuran
modal.
T
ujuan
lain
persyarat
an
perawata
n modal
adalah
untuk
melindun
gi
kreditur
218

dengan
memberi
kan
sebuah
'bantal'
atau
'buffer'.
Misalnya
,

suatu

entitas
memiliki
tidak
lebih dari
ibukota
Leal
sebesar $
10.000.
jika
jumlah
aktiva
adalah $
100.000,
ini berarti
bahwa
jumlah
219

kewajiba
n kepada
$ 90,000.
ini
adalah:
A
=L+P
$
100.000
=

90.000 +
$ 10.000
Jika
entitas itu
harus
dilikuidas
i

dan

nilai
tercatat
aktiva
menyadar
i hanya $
80.000,
ada akan
cukup
220

untuk
membaya
r kreditur.
Hal

ini

dimungki
nkan
karena
adanya
modal
sebesar $
10.000.
tanpa itu,
kreditur
tidak
akan.
Dibayar
lunas.
Modal
bukan
jaminan
untuk
perlindun
gan
kreditur,
tetapi
221

tidak
menawar
kan
keamana
n
beberapa.
Pentingn
ya
cadangan
modal
disorot
dalam
krisis
perbanka
n

dan

likuiditas
20072008.

K
la
si
fi
ka
si
M
222

o
da
l
Perbedaa
n

antara

kontribus
i

dan

mempero
leh
modal
adalah
salah satu
yang
akuntan
menemuk
an
berguna.
Alasanny
a adalah
untuk
menjaga
memisah
kan nilai
investasi
dari
223

jumlah
yang
diinvesta
sikan
kembali.
Yang
pertama
adalah
karena
transaksi
pembiaya
an,
sedangka
n

surat

ini
berasal
dari
aktivitas
labadiarahkan
.

Saldo

laba, atau
laba
dicadang
kan,
224

membent
uk modal
diperoleh
.

Saldo
laba
dapat
disesuaik
an untuk
tujuan
tertentu.
Ingat
bahwa
saldo
aktiva
produktif
tidak
dalam
diri
mereka
sendiri
dan oleh
karena
itu
225

alokasi
dana
cadangan
ke
rekening
cadangan
khusus
tidak
merupaka
n

aktiva

tertentu.
Pada
tahun
1950,
sebuah
komite
khusus
dari
American
Associati
on
Akuntans
i
menjelas
kan
226

bahwa
alokasi
berasal
dari tiga
jenis:

M
er
ek
a
ya
n
g
di
ra
nc
an
g
u
nt
u
k
m
en
je
la
227

sk
an
ke
bi
ja
ka
n
m
an
aj
er
ia
l
te
nt
an
g
re
in
ve
st
as
i
ke
u
228

nt
u
n
ga
n

M
er
ek
a
ya
n
g
di
m
ak
su
d
ka
n
u
nt
u
k
m
e
229

m
ba
ta
si
di
vi
de
n
se
ba
ga
i
m
an
a
di
sy
ar
at
ka
n
ol
eh
h
u
230

k
u
m
at
au
k
o
nt
ra
k

M
er
ek
a
ya
n
g
m
e
m
be
ri
ka
n
ke
231

ru
gi
an
di
an
tis
ip
as
i.
Komite
ini
menyatak
an
sebagai
berikut :

Je
ni
s
pe
rt
a
m
a
ti
da
232

k
ef
ek
tif
m
en
ca
pa
i
tu
ju
an
da
n
ak
an
m
en
ja
di
ya
n
g
te
rb
233

ai
k
di
je
la
sk
an
da
la
m
be
nt
u
k
na
ra
si
di
te
m
pa
t
la
in
.
234

U
nt
u
k
ti
pe
ke
d
ua
,
pa
ni
ti
a
di
ya
ki
ni
ca
ta
ta
n
ke
re
ke
235

ni
n
g
ak
an
le
bi
h
ba
ik
pa
da
su
at
u
pe
n
ga
lo
ka
si
an

U
nt
u
236

k
ti
pe
ke
ti
ga
,
k
o
m
it
e
m
er
as
a
ap
ro
pr
ia
si
ad
al
ah
ti
237

da
k
pe
rl
u
da
n
se
ri
n
g
m
en
ye
sa
tk
an
ca
ta
ta
n
ak
an
le
bi
238

h
co
co
k.
K
o
m
it
e
in
i
m
en
ek
an
ka
n
ba
h
w
a
al
o
ka
si
239

ti
da
k
b
ol
eh
m
e
m
pe
n
ga
ru
hi
pe
ne
nt
ua
n
ke
u
nt
u
n
ga
240

n.
A
da
se
di
ki
t
ya
n
g
bi
sa
di
ca
pa
i
de
n
ga
n
al
o
ka
si.
B
241

eb
er
ap
a
pe
ru
sa
ha
an
di
tu
d
u
h
m
en
g
g
u
na
ka
n
al
o
ka
242

si
se
ba
ga
i
ca
ra
u
nt
u
k
m
en
g
ur
an
gi
ju
m
la
h
ya
n
g
te
243

rs
ed
ia
u
nt
u
k
di
vi
de
n,
be
rh
ar
ap
de
m
ik
ia
n
u
nt
u
k
m
244

en
g
ur
an
gi
ke
lu
ha
n
ol
eh
pe
m
eg
an
g
sa
ha
m
te
nt
an
g
ti
n
245

g
ka
t
di
vi
de
n
ya
n
g
di
ba
ya
rk
an
.
ar
g
u
m
en
te
rs
eb
ut
246

m
en
ga
su
m
si
ka
n
ba
h
w
a
m
an
aj
er
pe
rc
ay
a
pe
m
eg
an
g
247

sa
ha
m
na
if.
D
e
m
ar
ka
si
an
ta
ra
k
o
nt
ri
b
us
i
da
n
m
e
248

m
pe
ro
le
h
m
o
da
l
ti
da
k
da
pa
t
di
ja
ga
ke
ta
t
ka
re
na
tr
249

an
sa
ks
i
ya
n
g
ti
da
k
ja
tu
h
ra
pi
ke
da
la
m
ka
te
g
or
i
in
250

i.
S
eb
ag
ai
co
nt
o
h,
sa
ha
m
di
vi
de
n
(d
iv
id
en
ya
it
u
ya
n
251

g
'D
is
et
or
'
da
la
m
be
nt
u
k
al
o
ka
si
sa
ha
m
)
m
er
u
pa
252

ka
n
pe
ru
ba
ha
n
da
la
m
kl
as
ifi
ka
si
da
ri
ya
n
g
di
pe
ro
le
h
253

m
en
ja
di
m
o
da
l
m
e
m
be
ri
ka
n
k
o
nt
ri
b
us
i.

P
er
254

b
e
d
a
a
n
H
ut
a
n
g
d
e
n
g
a
n
e
k
ui
ta
s
Berda
sarkan
kriteria
255

definisi
dan
pengakua
n dibahas
dalam
bab

ini,

kita dapat
setuju
bahwa
saham
yang
dikeluark
an untuk
membent
uk bagian
investor
dari
ekuitas
dan
pinjaman
dari
kreditur
merupaka
n
kewajiba
256

n.
Namun,
pertanyaa
n
diajukan
tentang
instrume
n hibrida
yang
memiliki
karakteris
tik

dari

kedua
hutang
dan
ekuitas.
Sebagai
contoh,
saham
preferens
i

secara

tradisiona
l
dianggap
sebagai
257

modal
dan,
karena
itu,
sebagai
bagian
dari
ekuitas
pemilik ',
tetapi
mereka
memiliki
karakteris
tik yang
juga
menyelar
askan
mereka
dengan
kewajiba
n, seperti
berikut:
Merek
a
258

adalah
tetap
klaim
- Mereka
mung
kin
tidak
berpar
tisipas
i
dalam
divide
n lain
dari
pada
tingka
t pratertent
u
(mirip
denga
n
bunga
)
- Mereka
259

memil
iki
priorit
as atas
saham
biasa
dalam
penge
mbalia
n
modal
(sepert
i
halnya
kewaji
ban)
- Mereka
umum
nya
melak
ukan
tidak
memil
iki hak
suara
260

Mesk
ipun
mereka
adalah
saham
disebut,
kemungk
inan
bahwa
mereka
kadangkadang
memenuh
i definisi
kewajiba
n,

dan

harus
diklasifik
asikan
sebagai
kewajiba
n.
Klasifika
si
instrume
261

n
keuangan
sebagai
kewajiba
n

atau

ekuitas
memiliki
efek luar
neraca
sejak
klasifikas
i
menentuk
an
apakah
bunga,
dividen,
kerugian
atau
keuntung
an

yang

berhubun
gan
dengan
instrume
262

yang

diakui
sebagai
pendapat
an

atau

beban
dalam
menghitu
ng

laba

bersih,
atau
apakah
mereka
diperlaku
kan
sebagai
distribusi
dari
keuntung
an
dihitung.
Distribusi
bunga,
dividen,
kerugian
263

dan
keuntung
an

yang

terkait
dengan
instrume
n
keuangan
atau
kompone
n

dari

instrume
n
keuangan
yang
kewajiba
n diakui
sebagai
pendapat
an

atau

beban.
Sebalikn
ya,
distribusi
kepada
264

pemegan
g
instrume
n ekuitas
diperlaku
kan
sebagai
pembagia
n
keuntung
an
setelah
mereka
telah
dihitung.
Tujua
n
membeda
kan
antara
pemilik
modal
dan
kewajiba
n adalah
265

untuk
meningka
tkan
manfaat
informasi
bagi
pengambi
lan
keputusa
n.
pertanyaa
n
menarik
yang
diajukan
tentang
bagaiman
a investor
melihat
efek
hibrida
yang
disebut,
yang
menggab
266

ungkan
kedua
fitur
hutang
dan
ekuitas
seperti
catatan
konversi,
saham
preferens
i ditebus
dan
hutang
subordina
si. IASB
mengingi
nkan
perbedaa
n

yang

lebih
baik
antara
instrume
n ekuitas
267

dan nonekuitas.
Titik
awalnya
adalah
gagasan
bahwa
semua
instrume
n

abadi

adalah
modal.
Selain
itu,
instrume
n
dipertuka
rkan
sesuai
dengan
pilihan
penerbit
akan
ekuitas.
Sebalikn
268

ya,
kewajiba
n adalah
wajib
diuangka
n

pada

tanggal
tertentu
atau
tanggal
atau pasti
terjadi.
Peny
elesaian
utang
Utang
mungkin
diselesaik
an
dengan
cara lain
selain
dengan
pembayar
an
269

langsung
atau jasa
kepada
kreditur.
Situasi
itu
berhubun
gan
dengan
disebut
sebagai
'off-set
dan
pelunasa
n

utang'

atau

'di-

substansi
peniadaa
n'. Hal ini
memung
kinkan
debitur
untuk
menghap
us hutang
270

dari
neraca
dan
melapork
an

aset

finansial
bersih
atau
kewajiba
n

hanya

jika
entitas
memiliki
hak

kekuatan
hukum
tetap saat
berangkat
jumlah
yang
diakui,
dan
bermaksu
d

baik

untuk (a)
271

menyeles
aikan
secara
bersih
atau

(b)

merealisa
sikan
aktiva
dan
menyeles
aikan
kewajiba
n secara
bersamaa
n.
Misal
nya
Perusaha
an

memiliki
hutang
obligasi
dari

10.000.0
00 dijual
272

awalnya
setara
dengan
tingkat
bunga
yang
ditetapka
n sebesar
8 persen
dan

10

tahun
sisa
hidup.
Saat ini,
karena
suku
bunga
yang
lebih
tinggi,
nilai
pasar
obligasi
lebih
rendah
273

dari nilai
jatuh
tempo
mereka.
Sebuah
perusaha
an

akan

membeli
obligasi
pemerint
ah
dengan
nilai
nominal
sebesar $
10.000.0
00

suku

bunga
yang
ditetapka
n sebesar
8 persen
dan

10

tahun
sisa
274

hidup,
untuk

7.500.00
0.

Ini

akan
ditempat
kan
dalam
sebuah
kepercay
aan tidak
dapat
dibatalka
n

untuk

tujuan
melunasi
obligasi
perusaha
an
hutang.

Investasi
dalam
Obligasi
Pemerint
ah
$
275

7.500.00
0
K
as

$
7.500.00
0
Hutang
Obligasi

$
10.000.0
00
In
vestasi
dalam
Surat
Utang

$
7.500.00
0
K
euntunga
n Hutang
Obligasi

$
2.500.00
0

276

Keuntung
an

bagi

perusaha
an adalah
:
Hutan
g
dihapu
s dan,
oleh
karena
itu,
utang
perusa
haan
terhad
ap
ekuita
s
menin
gkatka
n Laba
tahun
berjala
277

n
menin
gkat
denga
n
jumla
h
keuntu
ngan
yang
Untuk
keperl
uan
pajak,
keuntu
ngan
terseb
ut
tidak
diakui
karena
perusa
haan
masih
secara
278

huku
m
diwaji
bkan
untuk
memb
ayar
obliga
si.
-

Untuk
tujuan
pajak,
bunga
dari
obliga
si
pemer
intah
akan
diperh
itungk
an
denga
n
beban
279

bunga
obliga
si
perusa
haan
Penca
butan
izin
perusa
haan
untuk
menge
lola
sisi
kewaji
ban
dalam
neraca
karena
akan
surat
berhar
ga
pada
280

sisi
aktiva
Definisi
kerangka
kewajiba
n
menyirat
kan
bahwa itu
diselesaik
an

pada

saat
aktiva
atau jasa
telah
dialihkan
ke entitas
lain.

Karyawa
n saham
(pembay
aran
sahambased)
281

I
ASB
telah
memutus
kan
untuk
mengobat
i
remunera
si saham
berdasark
an
sebagai
beban.
IFRS
2/AASB
2
Pembaya
ran
Saham
berbasis
membeda
kan
antara
pembayar
282

an saham
berbasis
yang
cashdiselesaik
an

dan

mereka
yang
ekuitasdiselesaik
an.
Ketika
barang
dan jasa
yang
diterima
atau
diperoleh
dalam
transaksi
pembayar
an
berbasis
saham,
entitas
283

mencatat
kejadian
ketika
mendapat
kan
barang
barang
atau jasa
tersebut
diterima.
Jika
barang
atau jasa
yang
diterima
dalam
transaksi
pembayar
an
diselesaik
an
sahamsaham
berbasis,
sisi kredit
284

masuk
adalah
ekuitas
pemilik.
Sebalikn
ya,

jika

barang
atau jasa
yang
diterima
dalam
transaksi
yang
akan
diselesaik
an secara
tunai,
kredit
entri
yang
sesuai
adalah
kewajiba
n.

285

MATE
RI IX
KONS
EP
PEND
APATA
N DAN
BEBA
N

Kompete
nsi
Dasar
a. Mam
pu
menje
laska
n
tentan
g

286

konse
p
penda
patan,
pengu
kuran
dan
penga
kuan
penda
patan
b. Mam
pu
menje
laska
n
tentan
g
konse
p
biaya
c. Mam
pu
menje
laska
287

n
konse
p
prinsi
p
match
ing

PENDA
PATAN
(REVEN
UE)
Sifat

Pendap
atan
Definisi
pendapat
an

yang

lebih
tradisiona
l

adalah

bahwa
pendapat
an
merupaka
288

arus

masuk
aktiva
atau
aktiva
bersih ke
dalam
perusaha
an
sebagai
hasil
penjualan
barang
atau jasa.
Inilah
pendekat
an FASB
Statemen
t

of

Financial
Accounti
ng
Concept
No.3
(SFAC
289

3).
Konsep
dasar
pendapat
an adalah
bahwa
pendapat
an
merupaka
n proses
arus,
yaitu
penciptaa
n barang
dan jasa
oleh
perusaha
an
selama
jarak
waktu
tertentu.
Apaka

h yang
seharus
290

nya
termas
uk
dalam
pendap
atan
Dalam
Statemen
t

No.4.

APB
menyajik
an
pandanga
n

yang

kompreh
ensif
mengenai
pendapat
an. Selain
penjualan
dan jasa,
dalam
pendapat
an
dimaksud
291

kan
penjualan
sumbersumber
daya
selan
produk
perusaha
an,
seperti
pabrik,
peralatan
dan
investasi.
Di dalam
FASB
SFAC
No.3,
dijelaska
n definisi
pendapat
an

yang

lebih
sempit
sebagai
292

produk
atau jasa
perusaha
an
sebagai
berikut:
pendapa
tan
terjadi
(dari)
operasi
utama
atau
operasi
pusat
perusaha
an

yang

bersinam
bung
selama
satu
periode.
Jadi
dalam
definisi
293

ini,
pendapat
an

tidak

mencaku
p
keuntung
an. Paton
dan
Littleton
mengutar
akan juga
pandanga
n

ini

dengan
mengakui
arus
penyelesa
ian
sebagai
sumber
utama
pendapat
an.

Penguk

294

uran
pendap
atan
Nilai
tukar
produk
atau jasa
perusaha
an
merupaka
n ukuran
terbaik
bagi
pendapat
an. Nilai
tukar ini
menunju
kkan
ekivalen
kas atau
nilai
sekarang
dari
pendisko
ntoan
295

tagihan
uang
yang
akhirnya
akan
diterima
dari
transaksi
pendapat
an.

Saat

pelapor
an
pendap
atan
Suatu
alternativ
e
pelaporan
pendapat
an

pada

waktu
penyelesa
ian
296

kegiatan
utama
ekonomi
k adalah
konsep
pelaporan
pendapat
an
berdasark
an
kejadian
kritis.
Pencatata
n
pendapat
an

di

dalam
laporan
akuntansi
harus
berdasark
an
krtiteria
berikut:
(1)

nilai
297

ekonomi
k

harus

sudah
ditambah
kan
perusaha
an

pada

produkny
a,

(2)

jumlah
pendapat
an harus
dapat
diukur,
(3)
pengukur
an harus
dapat
dibutuhk
an

dan

secara
relative
bebas
dari bias,
(4) beban
298

yang
berkaitan
harus
dapat
ditaksir
dengan
tingkat
ketepatan
yang
layak.
Pada
umumny
a, laporan
akuntansi
akan
lebih
baik jika
pendapat
an
dilaporka
n

sedini

mungkin
sesudah
pertamba
han nilai
299

dapat
diukur.
Akan
tetapi
pengukur
an
pendapat
an
dengan
menggun
akan
probabilit
as

akan

lebih
baik
daripada
hanya
melapork
an
jumlah
pendatan
berniali
tunggal
yang
menggam
300

barkan
ekivalen
kepastian
.

Saat Pelaporan
Selama produksi
Pada saat penyelesaian
produksi
Pada saat penjualan
Pada saat penagihan kas

301

BEBAN
(EXPEN
SES)
Seperti
istilah
pendapat
an, istilah
beban
juga
merupaka
n konsep
arus,
yang
menggam
barkan
perubaha
n

yang

tidak
mengunt
ungkan
dalam
sumber
daya
perusaha
an. Tetapi
302

tidak
semua
perusaha
an

yang

tidak
mengunt
ungkan
itu
termasuk
beban.
Definisin
ya

yang

lebih
tepat,
beban
adalah
pengguna
an

atau

pemakaia
n barang
dan jasa
di dalam
proses
mendapat
kan
303

pendapat
an.
Aspek
yang
tidak
mengunt
ungkan
dari
kegiatan
menghasi
lkan
pendapat
aan
cenderun
g
mengura
ngi
kekayaan
pemegan
g saha di
dalam
perusaha
an.
Beban
sering
304

didefinisi
kan
dalam
konteks
ini. Biaya
sering
didefinisi
kan
dalam
arti biaya
yang
habis
terpakai
atau
alokasi
biaya.
Definisi
ini tidak
mencerm
inkan
observasi
dunia
nyata.
Penilaian
beban
305

tidak
sama
dengan
pendefini
sian
beban.

pakah
yang
seharus
nya
termas
uk

di

dalam
beban?
Perhimpu
nan
Akuntans
i
Amerika
(AAA)
pada tahu
1948
mendefin
306

isikan
bahwa
beban
terdiri
dari
biaya
operasi
dan
kerugian.
Dengan
kata lain,
FASB
SFAC
No.3
dengan
jelas
membeda
kan
antara
beban
dan
kerugian.
Hanya
beban
berkaitan
307

dengan
operasi
utama
dan
operasi
perusaha
an
berkaitan
dengan
atau
incidental
bagi
kegiatan
perusaha
an.
Perbedaa
n ini akan
diteuskan
di dalam
penamba
han
berikut
untuk
mempert
ahankan
308

kejelasan
penamba
han

agaima
nakah
beban
seharus
nya
diukur
?
Menurut
mereka
yang
mendefin
isikan
beban
sebagai
penuruna
n

dalam

aktiva
bersih
perusaha
an, suatu
309

alat ukur
yang
logis
adalah
nilai
barang
dan jasa
pada
waktu
digunaka
n

dalam

operasi
perusaha
an.
Pengukur
an biaya
yang
paling
umum
adalah:
(1) biaya
historis,
(2)

nilai

berjalan,
seperti
310

biaya
pengganti
, dan (3)
biaya
oportunit
as

atau

ekivalen
kas pada
saat
berjalan.

aat
pengak
uan
beban
Menurut
difinisi,
beban
terjadi
apabila
barang
atau jasa
dikonsum
si

atau
311

dilakukan
dengan
mencatat
kegiatan
di dalam
perkiraan
atau
memasuk
kannya di
dalam
laporan
keuangan
.
Pelapora
n

beban

dapat
terjadi
bersamaa
n dengan
kegiatan
menggun
akan
barang
atau jasa;
atau
312

boleh
dilakukan
sesudah
kegiatan
itu; atau
dalam
keadaan
yang
tidak
biasa,
boleh
mendahul
ui
kegiatan
itu.
Definisi
laba
sebagai
perubaha
n

dalam

nilai
umumny
a
menyaran
kan
313

bahwa
beban
harus
dilaporka
n

kapan

saja
terjadi
penuruna
n

nilai

atau jika
tidak
terdapat
manfaat
atau nilai
nyata
yang
akan
diterima
pada
masa
yang
akan
datang
dari
pengguna
314

an barang
atau jasa.
Konsep
laba yang
menekan
kan arus
kas
menyimp
ulkan
beban
bahwa
beban
harus
dilaporka
n sedekat
mungkin
dengan
saat
pengeluar
an

kas

yang
sebenarn
ya.
Akuntans
i

akrual
315

yang
tradisiona
l

yang

agaknya
berada
diantara
kedua
ekstrem
ini, tetapi
bersandar
pada
konsep
nilai
yang
menyaran
kan
bahwa
harga
masukan
(biaya)
harus
ditahan
sampai
pertamba
han nilai
316

dilaporka
n dengan
pengganti
nya, yaitu
harga
keluar
(penjuala
n).
Artinya,
beban
harus
diakui
pada
periode
dimana
pendapat
an

yang

berkaitan
diakui.

KEUNT
UNGAN
DAN
KERUG
IAN
317

Keuntung
an

dan

kerugian
merupaka
n
kejadian
yang
mengunt
ungkan
dan tidak
mengunt
ungkan,
yang
tidak
berkaitan
langsung
dengan
kegiatan
normal
perusaha
an

yang

menghasi
lkan
pendapat
an.
318

Definisi
keuntung
an

dan

kerugian
yang
disajikan
dalam
FASB
SFAC
No.3
konsisten
dengan
definisi
di atas.

Keuntun
gan
Pemberia
n kepada
perusaha
an dapat
diklasifik
asikan
sebagai
modal
319

atau laba,
tergantun
g

pada

maksud
pemberia
n

dan

keadaan
yang
melatarbe
lakangi
pemberia
n
tersebut.
Pemberia
n

harus

diukur
seperti
pendapat
an yaitu
menurut
nilai
berjalan
dari
aktiva
yang
320

diterima.
Sebagian
besar
keuntung
an
lainnya
berasal
dari
pertukara
n,
sehingga
diperluka
n
penandin
gan

di

antara
aspekaspek
yang
mengunt
ungkan
dan tidak
mengunt
ungkan.
Saat
321

pengakua
n
keuntung
an sama
dengan
pengakua
n
pendapat,
kecuali
bahwa
umumny
a

para

akuntan
berpegan
g

lebih

erat pada
konsep
realisasi.
Artinya,
keuntung
an
umumny
a

tidak

diakui
sampai
322

pertukara
n

atau

penjualan
terjadi.
Kerugia
n
Istilah
kerugian
yang
digunaka
n

oleh

akuntan
untuk
memaksu
dkan
kelebihan
beban
atas
pendapat
an suatu
periode
yaitu
kebalikan
laba
bersih.
323

Tetapi
istilah
kerugian
digunaka
n di sini
sebagai
kebalikan
dari
keuntung
an

yang

berkaitan
dengan
hasil
bersih
peristiwa
yang
tidak
mengunt
ungkan
yang
tidak
timbul
dari
kegiatan
normal
324

yang
menghasi
lkan
pendapat
an.
Pengukur
an
kerugian
serupa
dengan
pengukur
an beban
kecuali
bahwa
hasilnya
langsung
diofset
untuk
mencerm
inkan
jumlah
bersih.
Sebagima
na halnya
dengan
325

beban,
kelihatnn
ya

lebih

disukai
untuk
merumus
kan
kerugian
sebagai
habisnya
nilai dan
bukannya
sebagai
alokasi
biaya.
Sebagaim
ana
halnya
dengan
beban,
harga
perolehan
merupaka
n
pengukur
326

an

yang

dapat
diverifika
si

dan

nilai
tukar
aktiva
pada saat
diperoleh
.
Criteria
pengakua
n
kerugian
sama
dengan
criteria
pengakua
n

beban

periode.
Kerugian
tidak
dapat
ditanding
kan
327

dengan
pendapat
an,
sehingga
harus
diakui
pada
periode
dimana
kerugian
itu cukup
pasti
bahwa
aktiva
tertentu
akan
memberi
kan
manfaat
yang
lebih
sedikit
bagi
perusaha
an
328

dibandin
gkan
dengan
yang
dinyataka
n

oleh

nilai
yang
tercatat.

MATE
RI X
KONS
EP
LABA

Kompete
329

nsi
Dasar
Mampu
menjelas
kan
tentang
konsep
laba,
karakteris
tik
pengakua
n,
pengukur
an,
penilaian,
dan
penyajian

KONSE
P LABA
DALAM
PELAP
ORAN
KEUAN
GAN
330

Laba
merupaka
n

suatu

pos dasar
dan
penting
dari
ikhtisar
keuangan
yang
merniliki
berbagai
kegunaan
dalam
berbagai
konteks.
Laba
pada
umumny
a
dipandan
g sebagai
suatu
dasar
bagi
331

perpajaka
n,
determin
an

pada

kebijakan
pembayar
an
dividen,
pedoman
investasi,
dan
pengambi
lan
keputusa
n,

dan

unsur
prediksi
(Belkaoui
,1993)
Dalam
SFAC no.
1
menyebut
kan
bahwa
332

informasi
laba
merupaka
n
kompone
n laporan
keuangan
yang
disediaka
n dengan
tujuan
membant
u
menyedia
kan
informasi
untuk
menilai
kinerja
manajem
en,
mengesti
masi
kemampu
an

laba
333

yang
represent
ative
dalam
jangka
panjang
dan
menaksir
resiko
dalam
investasi
atau
kredit.
Pengertia
n

laba

secara
konvensi
onal
adalah
nilai
maksimu
m

yang

dapat
dibagi
atau

di
334

konsumsi
selama
satu
periode
akuntansi
dimana
keadaan
pada
akhir
periode
masih
sama
seperti
pada
awal
periode.
Laba
dalam
teori
akuntansi
biasanya
lebih
menunju
k

pada

konsep
335

yang oleh
FASB
disebut
dengan
laba
kompreh
ensif.
Laba
kompreh
ensif
dimaknai
sebagai
kenaikan
aset
bersih
selain
yang
berasal
dari
transaksi
dengan
pemilik.
Sedangka
n earning
adalah
336

laba yang
diakumul
asikan
selama
beberapa
periode
atau
kenaikan
ekuitas
atau
aktiva
neto
suatu
perusaha
an

yang

disebabk
an karena
aktivitas
operasi
maupun
aktivitas
di

luar

usaha
selama
periode
337

tertentu.
Earning
merupaka
n konsep
yang
paling
sempit
sedang
comprehe
nsive
income
merupaka
n konsep
paling
luas
(Muqodi
m,
2005:110
).
Di dalam
laba
akuntansi
terdapat
berbagai
kompone
338

yaitu

kombinas
i
beberapa
kompone
n pokok
seperti
laba
kotor

laba
usaha,
laba
sebelum
pajak dan
laba
sesudah
pajak
(Muqodi
m,
2005:131
).
Sehingga
dalam
menentuk
an
339

besarnya
laba
akuntansi
investor
dapat
melihat
dari
perhitung
an

laba

setelah
pajak.
SFAC
No.

dalam
Belkaoui
(2000:33
2)
mengasu
msikan
bahwa
laba
akuntansi
merupaka
n ukuran
yang baik
340

dari
kinerja
suatu
perusaha
an

dan

bahwa
laba
akuntansi
dapat
digunaka
n

untuk

meramal
kan arus
kas masa
depan.
Penulis
lain
mengasu
msikan
bahwa
laba
akuntansi
adalah
relevan
dengan
341

cara yang
biasa
untuk
modelmodel
keputusa
n

dari

investor
dan
kreditor.
Laba
akuntansi
dengan
berbagai
interpreta
sinya
diharapka
n

dapat

digunaka
n

antara

lain
sebagai
(Suwardj
ono,
2005:
342

456) :
a. Ind
ikat
or
efis
ien
si
pen
ggu
naa
n
dan
a
yan
g
tert
ana
m
dal
am
per
usa
haa
n
yan
343

g
diw
uju
dka
n
dal
am
ting
kat
ke
mb
alia
n
atas
inv
esta
si
(ra
te
of
ret
un
on
inu
est
344

ed
cap
ital
).
b. Pen
guk
ur
pre
stas
i
ata
u
kin
erja
bad
an
usa
ha
dan
ma
naj
em
en.
c. Das
ar
345

pen
ent
uan
bes
arn
ya
pen
gen
aan
paj
ak.
d. Ala
t
pen
gen
dali
an
alo
kas
i
su
mb
er
day
a
346

eko
no
mik
sua
tu
neg
ara.
e. Das
ar
pen
ent
uan
dan
pen
ilai
an
kel
aya
kan
tari
f
dal
am
per
usa
347

haa
n
pub
lic.
f. Ala
t
pen
gen
dali
an
terh
ada
p
deb
itor
dal
am
kon
trak
uta
ng.
g. Das
ar
ko
mp
348

ens
asi
dan
pe
mb
agi
an
bon
us.
h. Ala
t
mot
iva
si
ma
naj
em
en
dal
am
pen
gen
dali
an
per
349

usa
haa
n.
i. Das
ar
pe
mb
agi
an
divi
den
.
Bila
dilihat
secara
mendala
m,

laba

akuntansi
bukanlah
definisi
yang
sesunggu
hnya dari
laba
melainka
350

hanya

merupaka
n
penjelasa
n
mengenai
cara
untuk
menghitu
ng

laba.

Karakteri
stik dari
pengertia
n

laba

akuntansi
semacam
itu
mengand
ung
beberapa
keunggul
an.
Beberapa
keunggul
an

laba
351

akuntansi
yang
dikemuka
kan oleh
Muqodim
(2005

114)
adalah:
a. T
er
b
u
kt
i
te
ru
ji
se
pa
nj
an
g
se
ja
ra
352

h
ba
h
w
a
la
ba
ak
u
nt
an
si
be
r
m
an
fa
at
ba
gi
pa
ra
pe
m
ak
353

ai
n
ya
da
la
m
pe
n
ga
m
bi
la
n
ke
p
ut
us
an
ek
o
n
o
m
i.
b. L
354

ab
a
ak
u
nt
an
si
te
la
h
di
u
k
ur
da
n
di
la
p
or
ka
n
se
ca
ra
355

o
b
ye
kt
if
da
pa
t
di
uj
ke
be
na
ra
n
n
ya
se
ba
b
di
da
sa
rk
an
356

pa
da
tr
an
sa
ks
i
n
ya
ta
ya
n
g
di
d
u
k
u
n
g
ol
eh
b
u
kt
357

i.
c. B
er
da
sa
rk
an
pr
in
si
p
re
al
is
as
i
da
la
m
m
en
ga
k
ui
pe
358

n
da
pa
ta
n
la
ba
ak
u
nt
an
si
m
e
m
en
u
hi
da
sa
r
k
o
ns
er
359

va
tis
m
e.
d. L
ab
a
ak
u
nt
an
si
be
r
m
an
fa
at
u
nt
u
k
tu
ju
an
360

pe
n
ge
n
da
li
an
te
ru
ta
m
a
be
rk
ai
ta
n
de
n
ga
n
pe
rt
an
g
361

g
u
n
gj
a
w
ab
an
m
an
aj
e
m
en
.

TUJUA
N
PELAP
ORAN
LABA
Salah
satu
tujuan
pelaporan
362

keuangan
adalah
memberi
kan
informasi
keuangan
yang
dapat
menunju
kan
prestasi
perusaha
an dalam
menghasi
lkan laba
(earning
per
share).
Dengan
konsep
yang
selama
ini
digunaka
n
363

diharapka
n

para

pemakai
laporan
dapat
mengamb
il
keputusa
n
ekonomi
yang
tepat
sesuai
dengan
kepenting
annya.
Meskipu
n konsep
laba yang
digunaka
n
diharapka
n mampu
memenuh
i
364

kebutuha
n

para

pemakai,
namun
adanya
berbagai
konsep
dan
tujuan
laba,
mengakib
atkan
konsep
laba
tunggal
tidak
dapat
memenuh
i

semua

kebutuha
n

pihak

pemakai
laporan.
Atas
dasar
365

kenyataa
n ini ada
dua
alternativ
e

yang

dapat
digunaka
n

yaitu

memform
ulasikan
konsep
laba
tunggal
untuk
memenuh
i
berbagai
tujuan
secara
umum
atau
menggun
akan
berbagai
konsep
366

laba dan
menyajik
an secara
jelas
konsep
laba
tersebut
secara
khusus.
Tanpa
memperh
atikan
masalah
yang
muncul,
informasi
laba
sebenarn
ya dapat
digunaka
n

untuk

memnuhi
berbagai
tujuan.
Tujuan
367

pelaporan
laba
adalah
untuk
meyajika
n
informasi
yang
bermanfa
at

bagi

pihak
yang
berkepent
ingan.
Informasi
tentang
laba
perusaha
an dapat
digunaka
n:
1. S
eb
ag
ai
368

in
di
ca
to
r
ef
isi
en
si
pe
n
g
g
u
na
an
da
na
ya
n
g
te
rt
an
a
369

m
da
la
m
pe
ru
sa
ha
an
ya
n
g
di
w
uj
u
d
ka
n
da
la
m
ti
n
g
370

ka
t
ke
m
ba
li
an
(r
at
e
of
re
tu
rn
o
n
in
ve
st
ed
ca
pi
ta
l)
2. S
371

eb
ag
ai
pe
n
g
u
k
ur
pr
es
ta
si
m
an
aj
e
m
en
3. S
eb
ag
ai
da
sa
372

r
pe
ne
nt
ua
n
be
sa
rn
ya
pe
n
ge
na
an
pa
ja
k
4. S
eb
ag
ai
al
at
pe
373

n
ge
n
da
li
an
al
o
ka
si
su
m
be
r
da
ya
ek
o
n
o
m
i
su
at
u
374

N
eg
ar
a
5. S
eb
ag
ai
da
sa
r
k
o
m
pe
ns
as
i
da
n
pe
m
ba
gi
an
375

b
o
n
us
6. S
eb
ag
ai
al
at
m
ot
iv
as
i
m
an
aj
e
m
en
da
la
m
pe
376

n
ge
n
da
li
an
pe
ru
sa
ha
an
7. S
eb
ag
ai
da
sa
r
u
nt
u
k
ke
na
ik
377

an
ke
m
ak
m
ur
an
8. S
eb
ag
ai
da
sa
r
pe
m
ba
gi
an
de
vi
de
n

KUALIT
378

AS
INFOR
MASI
LABA
M. Yusuf,
dkk
(2002)
menyebut
kan
bahwa
informasi
laba
harus
dilihat
dalam
kaitannya
dengan
persepsi
pengambi
lan
keputusa
n. Karena
kualitas
informasi
laba
379

ditentuka
n

oleh

kemampu
annya
memotiv
asi
tindakan
individu
dan
membant
u
pengambi
lan
keputusa
n

yang

efektif.
Hal

ini

didukung
oleh
FASB
yang
menerbit
kan
SFAC
No.

1
380

yang
mengang
gap
bahwa
laba
akuntansi
merupaka
n
pengukur
an

yang

baik atas
prestasi
perusaha
an

dan

oleh
karena
itu

laba

akuntansi
hendakny
a

dapat

digunaka
n

dalam

prediksi
arus kas
dan laba
381

di

masa

yang
akan
datang.
Berdasar
kan latar
belakang
tersebut,
Hendriks
en dalam
bukunya
Accounti
ng
Theory
edisi
kelima
(1992:33
8)
menetapk
an

tiga

konsep
dalam
usaha
mendefin
isikan
382

dan
menguku
r

laba

menuju
tingkatan
bahasa.
Adapun
konsepkonsep
tersebut
meliputi:

a.
Konsep
Laba
pada
Tingkat
Sintaksis
(Struktur
al)
Pada
tingkat
sintaksis
konsep
383

income
dihubung
kan
dengan
konvensi
(kebiasaa
n)

dan

aturan
logis
serta
konsisten
dengan
mendasar
kan pada
premis
dan
konsep
yang
telah
berkemba
ng

dari

praktik
akuntansi
yang ada.
Terdapat
384

dua
pendekat
an
pengukur
an

laba

(income
measure
ment)
pada
tingkat
sintaksis,
yaitu:
Pendekat
an
Transaksi
dan
Pendekat
an
Aktiva.

b.
Konsep
Laba
pada
Tingkat
385

Sematik
(Interpre
tatif)
Pada
konsep
ini
income
ditelaah
hubungan
nya
dengan
realita
ekonomi.
Dalam
usahanya
memberi
kan
makna
interpreta
tif

dari

konsep
laba
akuntansi
(accounti
ng
386

income),
para
akuntan
seringkali
merujuk
pada dua
konsep
ekonomi.
Kedua
konsep
ekonomi
tersebut
adalah
Konsep
Pemeliha
raan
Modal
dan Laba
sebagai
Alat
Ukur
Efisiensi.

c.
Konsep
387

Laba
pada
Tingkat
Pragmati
s
(Perilak
u)
Pada
tingkat
pragmatis
(perilaku)
konsep
income
dikaitkan
dengan
pengguna
laporan
keuangan
terhadap
informasi
yang
tersirat
dari laba
perusaha
an.
388

Beberapa
reaksi
usaha
users
dapat
ditunjukk
an
dengan
proses
pengambi
lan
keputusa
n

dari

investor
dan
kreditor,
reaksi
harga
surat
terhadap
pelaporan
income
atau
reaksi
umpan
389

balik
(feedback
)

dari

manajem
en

dan

akuntan
terhadap
income
yang
dilaporka
n.
Konsep
income
ini paling
tidak
harus
memberi
kan
implikasi
income
sebagai
bahan
pengambi
lan
keputusa
390

n
manajem
en.

PENGU
KURAN
&
PENGA
KUAN
LABA
Pengukur
an
terhadap
laba
merupaka
n
penentua
n jumlah
rupiah
laba yang
dicatat
dan
disajikan
dalam
laporan
391

keuangan
.
Pengukur
an
besarnya
laba
sangat
tergantun
g

pada

besarnya
pendapat
an

dan

biaya.
Karena
laba
adalah
bagian
dari
pendapat
an, maka
konsep
penghim
punan an
realisasi
pendapat
392

an

juga

berlaku
untuk
laba.
Dengan
demikian
perlakuan
akuntansi
terhadap
laba tidak
akan
menyimp
ang dari
perlakuan
akuntansi
terhadap
pendapat
an.
Oleh
karena
laba
merupaka
n selisih
antara
pendapat
393

an

dan

biaya,
secara
umum
laba
diakui
sejalan
dengan
pengakua
n
pendapat
an

dan

biaya.
Dalam
Konsep
Dasar
Penyusun
an

dan

Penyajian
Laporan
Keuanga
n,

IAI

(1994)
menyebut
kan
394

bahwa:
penghasil
an
(income)
akan
diakui
apabila
kenaikan
manfaat
ekonomi
di

masa

mendatan
g

yang

berkaitan
dengan
peningkat
an aktiva
atau
penuruna
n
kewajiba
n

telah

terjadi
dan
jumlahny
395

dapat

diukur
dengan
andal.
(paragrap
92)
Secara
konseptu
al

ada

tiga
pendekat
an

yang

dapat
digunaka
n

untuk

menguku
r

laba.

Pendekat
an
tersebut
adalah
pendekat
an
transaksi,
pendekat
396

an
kegiatan
dan
pendekat
an
mempert
ahankan
capital/ke
makmura
n (capital
maintene
nce)

A.
Pendeka
tan
Transaks
i
Pendekat
an
transaksi
mengang
gap
bahwa
perubaha
397

n aktiva /
hutang
(laba)
terjadi
hanya
karena
transaksi,
baik
internal
maupun
eksternal.
Transaksi
eksternal
timbul
karena
adanya
transaksi
yang
melibatka
n
perubaha
n
aktiva
/hutang
dengan
398

pihak
luar
perusaha
an.
Transaksi
internal
timbul
dari
pemakaia
n

atau

konversi
aktiva
dalam
perusaha
an.
Pada saat
transaksi
eksternal
terjadi,
nilai
pasar
dapat
dijadikan
dasar
untuk
399

mengakui
pendapat
an.
Transaksi
internal
berasal
dari
perubaha
n

nilai,

yaitu
perubaha
n

nilai

dari
pemakaia
n

atau

konversi
aktiva.
Apabila
konversi
telah
terjadi,
maka
nilai
aktiva
lama
400

akan
diubah
menjadi
aktiva
baru.kons
ep

atau

pendekat
an

ini

sama
dengan
konsep
realisasi
pendapat
an.
Pendekat
an

ini

memiliki
beberapa
kebaikan
yaitu :
1. K
o
m
p
o
401

ne
n
la
ba
da
pa
t
da
pa
t
di
kl
as
ifi
ka
si
ka
n
da
la
m
be
rb
ag
ai
402

ca
ra
.
M
is
al
n
ya
:
at
as
da
sa
r,
pr
o
d
u
k
/k
o
ns
u
m
en
403

.
2. L
ab
a
o
pe
ra
si
da
pa
t
di
pi
sa
h
ka
n
da
ri
la
ba
n
o
n
o
404

pe
ra
si.
3. D
ap
at
di
ja
di
ka
n
da
sa
r
da
la
m
pe
ne
nt
ua
n
ti
pe
da
405

n
k
ua
nt
it
as
ak
ti
va
da
n
h
ut
an
g
ya
n
g
ad
a
pa
da
ak
hi
r
406

pe
ri
o
de
.
4. Ef
isi
en
si
us
ah
a
m
e
m
er
lu
ka
n
pe
nc
at
at
an
tr
407

an
sa
ks
i
ex
te
rn
al
u
nt
u
k
be
rb
ag
ai
tu
ju
an
.
5. B
er
ba
ga
i
408

la
p
or
an
da
pa
t
di
b
ua
t
da
n
di
ka
it
ka
n
an
ta
ra
la
p
or
an
409

ya
n
g
sa
tu
de
n
ga
n
ya
n
g
la
in
n
ya
.

B.
Pendeka
tan
Kegiatan
Laba
dianggap
timbul
410

bila
kegiatan
tertentu
telah
dilaksana
kan. Jadi
laba bisa
timbul
pada
tahap
perencan
aan,
pembelia
n,
produksi,
penjualan
dan
pengump
ulan kas.
Dalam
penerapa
nnya,
pendekat
an

ini

merupaka
411

n
perluasan
dari
pendekat
an
transaksi.
Hal

ini

disebabk
an
pendekat
an
kegiatan
dimulai
dengan
transaksi
sebagai
dasar
pengukur
an.
Perbedaa
nnya
adalah
bahwa
pendekat
an
412

transaksi
didasarka
n

pada

proses
pelaporan
yang
menguku
r
transaksi
dengan
pihak
luar.
Sementar
a
pendekat
an
kegiatan
didasarka
n

pada

konsep
peristiwa/
kegiatan
dalam
arti luas,
tidak
413

dibatasi
pada
kegiatan
dengan
pihak
luar.
Meskipu
n
demikian
keduanya
gagal
menunju
kan
pengukur
an

laba

dalam
dunia
nyata.
Hal

ini

disebabk
an

dua

pendekat
an
tersebut
di
414

dasarkan
pada
hubungan
struktural
yang
sama
yang
tidak ada
dalam
dunia
nyata.
Kebaikan
pendekat
an
kegiatan
adalah :
1. L
ab
a
ya
n
g
be
ra
sa
415

l
da
ri
pr
o
d
u
ks
i
da
n
pe
nj
ua
la
n
ba
ra
n
g
m
e
m
er
lu
416

ka
n
je
ni
os
ev
al
ua
si
da
n
pr
ed
ik
si
ya
n
g
be
rb
ed
a
di
ba
n
417

di
n
g
ka
n
la
ba
ya
n
g
be
ra
sa
l
da
ri
pe
m
be
li
an
da
n
pe
nj
418

ua
la
n
su
ra
t
be
rh
ar
ga
ya
n
g
di
tu
ka
r
pa
da
us
ah
a
m
e
m
419

pe
ro
le
h
ca
pi
ta
l
ga
in
.
2. Ef
fi
si
en
si
m
an
aj
e
m
en
da
pa
t
420

di
u
k
ur
de
n
ga
n
le
bi
h
ba
ik
bi
la
la
ba
di
kl
as
ifi
ka
si
ka
n
421

m
en
ur
ut
je
ni
s
ke
gi
at
an
ya
n
g
m
en
ja
di
ta
n
g
g
u
n
g
422

ja
w
ab
m
an
aj
e
m
en
.
3. M
e
m
u
n
g
ki
n
ka
n
pr
ed
ik
si
ya
423

n
g
le
bi
h
ba
ik
ka
re
na
ad
an
ya
pe
rb
ed
aa
n
p
ol
a
pe
ril
ak
u
424

da
ri
je
ni
s
ke
gi
at
an
ya
n
g
be
rb
ed
a.

C.
Pendeka
tan
Memper
tahanka
n
Kemakm
uran
425

(Capital
Mainten
ance
Concept)
Atas
dasar
pendekat
an

ini,

laba
diukur
dan
diakui
setelah
kapital
awal
dapat
dipertaha
nkan.
Sebelum
membaha
s
pengukur
an

laba

atas dasar
konsep
426

mempert
ahankan
kemakmu
ran/kapit
al,

akan

dibicarak
an

lebih

dahulu
mengenai
konsep
laba dan
kapital.
Dalam
konsep
mempert
ahankan
kemakmu
ran,
kapital
(capital)
artian
luas dan
dalam
berbagai
bentukny
427

a.

Jadi

kapital
diartikan
sebagai
sekelomp
ok
kekayaan
tanpa
memperh
atikan
siapa
yang
memiliki
kekayaan
tersebut.
Kam
(1990)
mendefin
isikan
laba
sebagai
berikut :
Laba
(income)
adalah
428

perubaha
n

dalam

kapital
perusaha
an
diantara
dua titik
waktu
yang
berbeda
(awal dan
akhir),
diluar
perubaha
n karena
investasi
oleh
pemilik
dan
distribusi
kepada
pemilik,
dimana
kapital
dinyataka
429

dalam

bentuk
nilai
(value)
dan
didasarka
n

pada

skala
pengukur
an
tertentu
(p. 194)
Sementar
a
Hendriks
on (1989)
mengarti
kan
kapital
laba
sebagai
berikut :
Laba
adalah
aliran
430

jasa
sepanjan
gperiode
waktu.
Kapital
adalah
persediaa
n
kemakmu
ran

(the

embodim
ent

of

future
services),
dan laba
merupaka
n

aliran

kemakmu
ran yang
dapat
dinikmati
selama
satu
periode
tertentu
431

(p. 142)
Dari
pengertia
n di atas,
dapat
dirumusk
an bahwa
atas dasar
konsep
kapital
sebagai
tingkat
kemakmu
ran, maka
laba
merupaka
n

aliran

kemakmu
ran yang
dapat

di

konsumsi
kan
(dinikmat
i) selama
satu
432

periode,
tanpa
mengura
ngi
tingkat
kemakmu
ran
sebelumn
ya.
Dengan
demikian
laba
dapat
diukur
dari
selisih
antara
tingkat
kemakmu
ran pada
akhir
periode
dengan
tingkat
kemakmu
433

ran pada
awal
periode
[ Laba =
total
aktiva
neto
(akhir
periode)kapital
yang
diinvesta
sikan
(awal
periode)].
Konsep
pengukur
an

laba

ini
disebut
dengan
konsep
mempert
ahankan
kapital/ke
434

makmura
n (wealth
or
capital
maintena
nce
concept).
Kapital
yang
digunaka
n

dalam

konsep
ini adalah
kapital
neto (networth)
atau
aktiva
neto.
Kapital
dinyataka
n

dalam

bentuk
nilai
ekonomi
435

pada
skala
pengukur
an
tertentu.
pengukur
an
terhadap
sangat
dipengar
uhi oleh
nilai (unit
pengukur
),

jenis

kapital,
dan skala
pengukur
an.
Perbedaa
n
terhadap
ketiga
faktor
tersebut
akan
436

mengakib
atkan
perbedaa
n
besarnya
laba yang
diperoleh
.

LABA
(INCOM
E)
Laba
adalah
tambahan
kemampu
an
ekonomi
k

yang

ditandai
dengan
kenaikan
kapital
dalam
suatu
437

perioda
yang
berasal
dari
kegiatan
produktif
dalam
arti

luas

yang
dapat
dikonsum
si

atau

ditarik
oleh
entitas
penguasa
/pemilik
kapital
tanpa
mengura
ngi
kemampu
an
ekonomi
k kapital
438

paa awal
perioda.
Dalam
teori
akuntansi
sendiri,
laba
diartikan
sebagai
laba
kompreh
ensif
yaitu
kenaikan
asset
bersih
selain
yang
berasal
dari
transaksi
dengan
pemilik.
Apabila
dilihat
439

menggun
akan
PABU,
laba
adalah
selisih
pendapat
an

dan

biaya
yang
diukur
dan
disajikan
atas dasar
prinsip
akuntansi
berterima
umum
(PABU).

Tujuan
Pelapora
n Laba
Berdasar
kan
440

pengertia
n

dan

cara
pengukur
an,

laba

akuntansi
diharapka
n

dapat

digunaka
n
sebagai:
pengukur
efisiensi,
pengukur
kinerja
entitas
dan
manajem
en, dasar
penentua
n

pajak,

sarana
alokasi
sumber
ekonomi
441

k,
penentua
n

tarif

jasa
publik,
optimalis
asi
kontrak
utangpiutang,
basis
kompens
asi,
motivator
,

dasar

pembagia
n
dividen.
Konsep
Laba
Konvens
ional
Laba
akuntansi
menurut
442

konsep
konvensi
onal
memiliki
beberapa
kelemaha
n, yaitu:
tidak
bermakna
semantik,
berfokus
pemegan
g saham,
PABU
memberi
peluang
perbedaa
n
antarentit
as,
berbasis
kos
histories,
dan
hanya
443

sebagian
masukan
informasi
bagi
investor.

Konsep
Laba
Dalam
Tataran
Semanti
k
konsep
laba
dalam
tataran
semantik
berkaitan
dengan
masalah
makna
yang
harus
dilekatka
n

oleh
444

perekaya
sa
pelaporan
pada
simbol
atau
elemen
biaya
sehingga
laba
bermanfa
t

dan

bermakna
sebagai
informasi
.

Penguku
r
Kinerja
Laba
dapat
diinterpre
tasikan
sebagai
445

pengukur
keefisien
an

bila

dihubung
kan
dengan
tingkat
investasi
karena
efisiensi
secara
konseptu
al
merupaka
n

suatu

hubungan
.

Dalam

pengukur
an
kinerja,
laba
dapat
mempres
antikan
kinerja
446

efisiensi
karena
laba
menentuk
an

ROI,

ROA,
dan ROL
sebagai
pengukur
efisiensi.

Konfirm
asi
Harapan
Investor
Informasi
yang
tersedia
dalam
pelaporan
keuangan
akan
mempres
entasikan
informasi
447

privat
mengenai
perusaha
an

atau

laba bila
dirujuk
secara
lebih
spesifik.
Kondisi
pasar
yang
efisien
ataupun
yang
tidak
efisien
akan
sangat
mempeng
aruhi
prediksi /
harapan
investor
mengenai
448

laba yang
akan
diperoleh
sehingga
akan
mempeng
aruhi
keputusa
n

yang

akan
diambil
investor
dalam
melakuka
n sebuah
investasi.
Jadi
informasi
mengenai
laba
dapat
diinterpre
tasikan
sebagai
sarana
449

untuk
mengkorf
irmasi
harapan/
prediksi
mengenai
keputusa
n
investasi
yang
akan
dilakukan
.

Estimato
r

Laba

Ekonomi
k
Laba
ekonomi
k adalah
laba dari
kaca
mata
investor
450

karena
laba
digunaka
n

untuk

menilai
investasi.
Penilaian
laba
ekonomi
k

harus

menggun
kan
informasi
yang
tersaji
dalam
pelaporan
laba
secara
akuntansi
,
sehingga
dharapka
n

laba

akuntansi
451

dapat
digunaka
n sebagai
estimator
/prediktor
laba
ekonomi
k. Maka
akuntansi
cukup
menyedia
kan
informasi
laba dan
aliran kas
yang
layak dan
menyerah
kan
analisis
dan
perhitung
an

laba

ekonomi
k kepada
452

investor,
walaupun
persepsi
dari
masingmasing
investorla
h

yang

aakn
memegan
g peranan
yang
lebih
besar
dalam
penilaian/
estimasi
mengenai
laba
ekonomi
suatu
entitas.

Makna
Laba
453

diartikan
sebagai
kemakmu
ran yang
dicapai,
hal

ini

dapat
dilihat
dengan
kenaikan
kemakmu
ran yang
dikuasai
suatu
entitas,
prubahan
kemakmu
ran yang
dilihat
dari
selisih
kemakmu
ran awal
dan akhir
dari suatu
454

perioda,
dan
perubaha
n
kemakmu
ran harus
dapat
didistribu
sikan

dinkmati
atau
ditari
oleh
entitas
yang
menguas
ai
kemakmu
ran
tersebut.

Laba
dan
kapital
Kapital
455

adalah
sediaan
atau
potensi
jasa,
maka
laba bila
dilihat
dari
pespektif
kapital
merupaka
n
kemakmu
aran yang
bisa
diraih ari
aliran
petensi
jasa yang
dapat
dinikmati
dalam
suatu
periode
456

tanpa
mengura
ngi
tingkat
potensi
jasa pada
awal
perioda.

Konsep
Pemerta
hanan
Kapital
Berdasar
kan
konsep
ini

laba

diartikan
sebagai
harapan
supaya
kapital
atau
investasi
yang
457

tertanam
akan
terus dan
selalu
berkemba
ng.

Konsep
Laba
Dalam
Sintatik
Makna
semantik
laba yang
dikemban
gkan
pada
akhirnya
harus
dapat
dijabarka
n

dalam

tataran
sintaktik.
458

Salah
satu
bentuk
penjabara
nnya
adalah
mendefin
isi

laba

sebagai
selisih
pengukur
an

dan

penandin
gan
antara
pendapat
an

dan

biaya.
Konsep
laba
dalam
tataran
sintatik
membaha
s
459

mengenai
bagaiman
a

laba

diukur,
diakui,
dan
disajikan.
Terdapat
beberapa
criteria
atau
pendekat
an dalam
konsep
ini, yaitu
pendekat
an
transaksi,
pendekat
an
kegiatan,
dan
pendekat
an
pemertah
460

anan
kapital.

Pendeka
tan
transaksi
Berdasar
kan
pendekat
an
transaksi
laba
diukur
dan
diakui
pada saat
terjadiny
a
transaksi
yang
kemudian
terakumu
lasi
sampai
akhir
461

perioda.
Pengukur
an

dan

pengakua
n

laba

akan
paralel
dengan
kriteria
pengakua
n
pendapat
an

dan

biaya

Pendeka
tan
Kegiatan
Laba
dianggap
timbul
bersamaa
n dengan
berlangsu
ngnya
462

kegiatan
atau
kejadian
bukan
sebagai
hasil
suatu
transaksi
pada saat
tertentu.

Pendeka
tan
Pemerta
hanan
Kapital
Entitas
berhak
mendapat
kan
imbalan
dan
menikma
tinya
setelah
463

kapital
dipertaha
nkan
keutuhan
nya atau
pulih
seperti
seperti
awal,
pada
pendekat
an

ini

imbalan
atau laba
didefinisi
kan
sebagai
konsekua
nsi

dari

pengukur
an kapital
pada dua
titik
waktu
yang
464

berbeda.
Elemen
statemen
keuangan
diukur
atas dasar
pendekat
an

aset-

kewajiba
n.

Penguku
ran atau
Penilaia
n
Kapital
Jenis
Kapital
Kapital
finansial
adalah
klaim
dari
465

jumlah
rupah
atau nilai
yang
melekat
pada aset
total
badan
usaha
tanpa
memanda
ng

jenis

atau
kompone
n

aset.

Laba
akan
timbul
bila
jumlah
rupiah
aset pada
akhir
perioda
lebih
466

banyak
dari
jumlah
rupiah
pada
awal
perioda.
Kapital
fisis,
dimaknai
sebagai
kapasitas
produksi
fisis, jadi
laba akan
dinilai
dengan
melihat
kelebihan
antara
produksi
fisis

di

akhir
perioda
dengan
467

awal
perioda.

Skala
Penguku
ran
Skala
nominal
adalah
satuan
rupiah
yang
seperti
terjadi
tanpa
memperh
atikan
perubaha
n

daya

beli
dengan
berjalann
ya waktu
akibat
perubaha
468

n kondisi
ekonomi
k,

skala

nominal
lebih
menitikb
eratkan
pada
jumlah
unuit
rupiah
daripada
jumlah
unit daya
beli.
Skala
Daya
Beli
adalah
skala
untuk
mengatas
i
kelemaha
n

skala
469

rupiah
normal
atas dasar
harga
indeks
tertentu.

Dasar
atau
Atribut
Penguku
ran
Kos
historis
adalah
jumlah
rupiah
sepakatan
atau
harga
pertukara
n

yang

telah
tercatat
dalam
470

system
pembuku
an),
Kos
sekarang
adalah
jumlah
rupiah
harga
pertukara
n

atau

kesepakat
an

yang

diperluka
n
sekarang
oleh unit
usaha
untuk
mempero
leh asset
yang
sama
jenis dan
kondisiny
471

atau

pengganti
nya yang
setara.
Penguku
ran
Laba
dengan
Memper
tahanka
n
Kapital
Mengga
mbarkan
laba
secara
umum
sebagai
perubaha
n kapital
atas dasar
konsep
pemertah
anan
kapital.
472

Pendekat
an
penilaian
dan
implikasi
nya
terhadap
penentua
n laba :
Kapitalis
asi aliran
kas
harapan,
Penilaian
pasar atas
perusaha
an, Setara
kas
sekarang,
Harga
masukan
historis,
Harga
masukan
sekarang,
473

Pemertah
anan
daya beli.

Konsep
Laba
dalam
tataran
Pragmat
ik
Tataran
pragmati
k

dalam

teori
komunik
asi
berkepent
ingan
untuk
menentuk
an
apakah
pesan
sampai
kepada
474

penerima
dan
mempeng
aruhi
perilaku
sebagaim
ana
diarah,
sedangka
n

dalam

teori
akuntansi
tataran
pragmati
k
membaha
s
mengenai
apakah
informasi
laba
bermanfa
at

atau

apakah
informasi
475

laba
nyatanya
digunaka
n.

Predikto
r Aliran
Kas

ke

Investor
Laba
disisni
bertujuan
membant
u
investor
dan
kreditor
dalam
mengemb
angkan
model
untuk
mempred
iksi
aliran kas
476

ke
mereka
guna
menilai
investasi
atau
kapitalny
a

Laba
dan
Harga
Saham
Laba
merupaka
n
prediktor
aliran kas
masa
depan ke
investor
digunaka
n

untuk

menentuk
an

apa
477

yang
disebut
nilai
intrinsik
sekuritas
atau
saham,
dan nilai
intrinsik
inilah
yang
akan
memnent
ukan
harga
saham di
pasar
modal
pada saat
tertentu.

Perkontr
akan
Efisien
Kontrak
478

yang
efisien
adalah
kontrak
yang
tidak
banyak
menimbu
lkan
persengk
etaan dan
mendoro
ng pihak
yang
berkontra
k
melaksan
akan
yang
diperjanji
kan.

479

Pengend
alian
Manaje
men
Dalam
tataran
pragmati
k,

laba

juga
dapat
digunaka
n sebagai
pengenda
lian
manajem
en, yaitu
sebagai
pengukur
kinerja
divisi
atau
manajern
ya.
Perilaku
manajer
480

dikendali
kan
melalui
laba
dengan
cara
mengaitk
an
kompens
asi
dengan
laba
sebagai
pengukur
kinerja.

Teori
Pasar
Efisien
Pasar
modal
dikatakan
efisien
terhadap
suatu
481

informasi
bila harga
saham
merefleks
i

secara

penuh
informasi
tersebut,
atau, bila
harga
sekuritas
merefleks
i

secara

cepat dan
penuh
semua
informasi
yang
tersedia
dalam
suatu
sistem
pelaporan
keuangan
.
482

Bentuk
Efisiensi
Pasar
Laba
Sebagai
Signal :
Bentuk
lemah,
jika harga
sekuritas
merefleks
i

secara

penuh
informasi
harga dan
volume
sekuritas
masa
lalu,
Bentuk
semi-kuat
,jika
harga
sekuritas
483

merefleks
i

secara

penuh
semua
informasi
yang
tersedia
secara
public
termasuk
data
statemen
keuangan
), Bentuk
kuat

jika harga
sekuritas
merefleks
i

secara

penuh
semua
informasi
termasuk
informasi
privat
484

atau
dalam
yang
tidak
dipublika
sikan).

Pengujia
n
Kandun
gan
Informas
i Laba
Terdapat
dua
bentuk
pengujian
terhadap
kandunga
n
informasi
laba yaitu
pengujian
peristiwa
485

dan
pengujian
asosiasi
(nilai
relevan
laba),
Pengujia
n
peristiwa
adalah
pengujian
yang
berfokus
pada
peristiwa
pengumu
man laba.
Pengujia
n asosiasi
dilihat
dari
kepekaan
return
saham
terhadap
486

setiap
rupiah
laba atau
laba
kejutan.

Laba
dan
Teori
Entitas
Membah
as
berbagai
konsep
entitas
selain
kesatuan
usaha
dan
implikasi
nya
terhadap
pengertia
n

dan
487

penyajian
laba.
Karena
berkaitan
dengan
siapa
yang
berhak
atas laba,
teori
entitas
(kesatuan
)

sering

disebut
pula
dengan
teori
ekuitas.
Terdapat
beberapa
teori
entitas
atau teori
ekuitas
yang
488

banyak
dibahas
dalam
literatur
teori
akutansi,
yaitu
entitas
usaha
bersama,
entitas
usaha
atau
bisnis,
entitas
investor,
entitas
pemilik,
entitas
pemilik
residual,
entitas
pengenda
li,

dan

entitas
489

dana.
Teori
entitas
selalu
dikaitkan
dengan
partisipan
dalam
kegiatan
ekonomi
k.
Partispan
tersebut
merupaka
n

pihak

yang
akhirnya
meneima
manfaat
dari nilai
tambahan
yang
timbul
akibat
kegiatan
490

ekonomi
k.

Teori

kesatuan
juga
mempun
yai
implikasi
tentang
tujuan
pelaporan
keuangan
dan
bentuk
atau
susunan
statemen
laba-rugi.

Penyajia
n Laba
Penyajian
laba
berdasark
an
masalah
491

konseptu
al adalah
pemisaha
n
pelaporan
pos pos
transaksi
dengan
pemilik.
Pos-pos
operasi
dalam
arti

luas

dilaporka
n melalui
statemen
laba-rugi
sedangka
n pos-pos
yang
jelas
merupaka
n
transaksi
modal
492

dilaporka
n melalui
statemen
laba
ditahan
atau
statemen
perubaha
n ekuitas

MATE
RI XI
POSIT
IVE
ACCO
UNTIN
G
THEO
RY
493

Kompete
nsi
Dasar
a. Menj
elask
an
prakti
k
akunt
ansi
yang
berla
ku
saat
ini
b. Mene
rangk
an
kebija
kan
yang
akan
diam
bil
494

oleh
perus
ahaan
c. Menj
elask
an
penila
ian
terha
dap
perus
ahaan
berda
sarka
n
kontr
akkontr
ak
yang
telah
dibua
t

Teori
495

Positive
T
eori
ekonomi
positif
menjelas
kan
fenomena
ekonomi
dan
bisnis
melalui
spesifikas
i variabel
yang
saling
terkait.
Teori
yang
dikemuka
kan
Friedman
(1953)
ini
merupaka
496

n
sekumpul
an
proposisi
(penjelas
an

sifat

dan
realita)
yang
terdiri
dari
konstruk
yang
didefinisi
kan
secara
luas dan
menghub
ungkan
berbagai
unsur
yang
terdapat
dalam
proposisi
497

tersebut.
Teori
ekonomi
positif,
menurut
Friedman
(1953),
pada
hakekatn
ya
terbebas
dari
ikatan
berbagai
aspek
etika,
sebagaim
ana
dikemuka
kan
Keynes.
Dia lebih
mengacu
ke istilah
apa
498

adanya
(what

it

is)
daripada
ke istilah
seharusn
ya
demikian

(it

should
be).
D
engan
demikian
,
fungsinya
harus
dinilai
berdasark
an
ketepatan
(precisio
n),
bidang
kajian
499

(scope),
dan
kesesuaia
n
peramala
n
berdasark
an

pada

pengalam
an.
Ringkasn
ya,
ekonomi
positif
adalah,
atau
dapat
dikategor
ikan
sebagai
ilmu
pengetah
uan yang
objektif
(objectiv
500

e
science),
seperti
halnya
ilmu
fisika.
T
eori
akuntansi
positif
merupaka
n varian
dari teori
ekonomi
positif.
Teori ini
berkemba
ng
seiring
dengan
kebutuha
n

untuk

menjelas
kan

dan

mempred
501

iksi
realitas
praktikpraktik
akuntansi
yang ada
di
masyarak
at,

what

it

is

(Watts
dan
Zimmer
man,
1986).
Teori ini
memiliki
pijakan
yang
berbeda
dibandin
gkan
dengan
akuntansi
normatif,
502

yang
lebih
menjelas
kan
praktikpraktik
akuntansi
yang
seharusn
ya
berlaku,
it should
be. Teori
ini
bertujuan
menjelas
kan
meramal
kan, dan
memberi
jawaban
atas
praktik
akuntansi
.

Di
503

samping
itu, teori
ini

juga

meramal
kan
berbagai
fenomena
akuntansi
dan
menggam
barkan
bagaiman
a
interaksi
antarvariabel
akuntansi
dalam
dunia
nyata.
Validitas
teori
akuntansi
positif
dinilai
504

atas dasar
kesesuaia
n

teori

dengan
fakta atau
apa yang
nyatanya
terjadi
(what

it

is).
U
ntuk
lebih
mudah
dipahami
contoh
teori
akuntansi
positif
adalah
praktik
akuntansi
yang saat
ini sering
kita
505

dengar
antara
lain
creative
accountin
g,
earning
managem
ent,

big

bath, dan
income
smoothin
g.

Pada

dasarnya
praktik
akuntansi
ini sudah
dilakukan
cukup
lama,
tetapi
praktik
ini
semakin
mencuat
506

diantaran
ya

pada

kasus
ENRON,
dan
Worldco
m

yang

terjadi
pada
tahun
2000.
Kasus ini
mengakib
atkan
krisis
kepercay
aan
publik
terhadap
auditor.
Kasus ini
telah
meruntuh
kan KAP
Arthur
507

Andersen
,

tidak

saja
keluar
dari The
big five,
bahkan
sampai
pencabut
an

ijin

usaha.
Kasus
inilah
yang
menjadi
titik tolak
bagi para
auditor
dan
lembagan
ya untuk
meningka
tkan
kembali
jaminan
508

terhadap
hasil
audit
mereka.
S
edangkan
akuntansi
normatif
adalah
praktik
akuntansi
yang
dilaksana
kan
sesuai
dengan
aturan
yang
telah
ditetapka
n. Aturan
tersebut
dikenal
dengan
nama
509

Praktik
Akuntans
i
Berterim
a Umum
(PABU)
atau
GAAP.
Salah
satu
bagian
kecil dari
PABU
adalah
SAK atau
standar
akuntansi
Keuanga
n.
S
AK yang
ada
sekarang
dikeluark
an

oleh
510

IAI
melalui
suatu
organ
yang kita
kenal
dengan
Dewan
Standar
Akuntans
i
Keuanga
n
(DSAK).
Dewan
ini
bertugas
untuk
menyusu
n

draft

standar
akuntansi
keuangan
yang
akan
511

diberlaku
kan.
Draft
tersebut
terlebih
dahulu
didiskusi
kan
dengan
Dewan
Konsultat
if Standar
Akuntans
i
Keuanga
n
(DKSAK
)

untuk

kemudian
dikeluark
an draftnya. Bila
telah
diperoleh
masukan,
512

dilakukan
sosialisas
i (public
hearing)
untuk
mempero
leh
masukan
lebih
banyak
lagi dari
masyarak
at

luas

(pemakai
laporan
keuangan
).
Selanjutn
ya,

bila

tidak ada
masalah
lagi,
maka IAI
akan
mengesa
513

hkan
standar
tersebut
dan
diberlaku
kan
secara
efektif.
Berbeda
dengan di
Indonesia
, Amerika
Serikat
mendirik
an badan
penyusun
standar
akuntansi
yang
berada di
luar
asosiasi
profesi.
Badan ini
adalah
514

Financial
Accounti
ng
Standards
Board
(FASB)
yang
tidak
berada di
bawah
AICPA
melainka
n

di

bawah
Financial
Accounti
ng
Foundati
on (FAF).
Badan ini
berwenan
g

penuh

dalam
menentuk
an
515

standar
akuntansi
yang
akan
ditetapka
n.
T
untunan
atas
adanya
suatu
pendekat
an positif
terhadap
akuntansi
terjadi
ketika
Jensen
menyatak
an bahwa
penelitia
n

dalam

akuntansi
(dengan
satu atau
516

dua
pengecua
lian yang
dapat

di

catat)
tidak
bersifat
ilmiah..
karena
fokus
penelitian
ini telah
sangat
normatif
dan
terdefinis
i. Jensen
selanjutn
ya
meminta
akan
adanya
perkemb
angan
suatu
517

teori
akuntansi
positif
yang
akan
menjelas
kan
mengapa
akuntansi
seperti
apa
adanya
ia,
mengapa
akuntan
melakuka
n

apa

yang
mereka
lakukan,
dan

apa

pengaruh
yang
dimiliki
fenomena
518

terhadap
pengguna
an orang
dan
sumber
daya.
P
esan
mendasar
yang
kemudian
dikenal
sebagai
Kelomp
ok
Akuntans
i
Rocheste
r adalah
bahwa
hampir
semua
teori
akuntansi
tidak
519

bersifat
ilmiah
karena
mereka
bersifat
normatif
dan
seharusn
ya
diganti
dengan
teori
positif
yang
menjelas
kan
praktek
akuntansi
aktual
dilihat
dari segi
pilihan
manajem
en secara
sukarela
520

terhadap
prosedur
akuntansi
dan
bagaiman
a standar
peraturan
telah
berubah
dari
waktu ke
waktu.
D
orongan
terbesar
dari
pendekat
an positif
dalam
akuntansi
adalah
untuk
menjelas
kan

dan

meramal
521

kan
pilihan
standar
manajem
en
melalui
analisis
atas
biaya dan
manfaat
dari
pengungk
apan
keuangan
tertentu
dalam
hubungan
nya
dengan
berbagai
individu
dan
pengalok
asian
sumber
522

daya
ekonomi.
T
eori
positif
didasarka
n

pada

adanya
dalil
bahwa
manajer,
pemegan
g saham,
dan
aparat
pengatur/
polisi
adalah
rasional
dan
bahwa
mereka
berusaha
untuk
memaksi
523

malkan
kegunaan
mereka
yang
secara
langsung
berhubun
gan
dengan
kompens
asi
mereka,
dan oleh
karena
itu
kesejahte
raan
mereka
pula.
Pilihan
atas suatu
kebijakan
akuntansi
oleh
beberapa
524

kelompo
k tersebut
bergantu
ng

pada

perbandi
ngan
relatif
biaya dan
manfaat
dari
prosedur
akuntansi
alternatif
dengan
cara
demikian
untuk
memaksi
malkan
kegunaan
mereka.
Ide
utama
dari
pendekat
525

an positif
adalah
untuk
mengemb
angkan
hipotesis
atau
faktorfaktor
yang
mempeng
aruhi
dunia
praktek
akuntansi
dan
untuk
menguji
validitas
dari
hipotesis
ini secara
empiris:
1. U
nt
526

u
k
m
e
ni
n
g
k
at
k
a
n
k
e
a
n
d
al
a
n
d
ar
i
p
er
527

a
m
al
a
n
b
er
d
as
ar
k
a
n
at
as
p
e
n
g
a
m
at
a
n
p
528

er
at
a
a
n
se
ra
n
g
k
ai
a
n
a
n
g
k
a
a
k
u
nt
a
n
si
529

se
ja
la
n
d
e
n
g
a
n
s
u
at
u
k
e
c
e
n
d
er
u
n
g
a
530

n
y
a
n
g
di
a
n
g
g
a
p
te
rb
ai
k
at
a
u
n
or
m
al
ol
e
531

h
m
a
n
aj
e
m
e
n.
2. U
nt
u
k
m
e
n
ur
u
n
k
a
n
ti
n
g
532

k
at
k
et
id
a
k
p
as
ti
a
n
y
a
n
g
di
h
as
il
k
a
n
d
ar
533

i
fl
u
kt
u
as
i
a
n
g
k
a
p
e
n
d
a
p
at
a
n
se
c
ar
a
534

u
m
u
m
d
a
n
p
e
n
ur
u
n
a
n
ri
si
k
o
si
st
e
m
at
is
535

k
h
u
s
u
s
n
y
a
d
e
n
g
a
n
m
e
n
ur
u
n
k
a
n
k
536

o
v
ar
ia
n
s
p
e
n
g
e
m
b
al
ia
n
p
er
u
sa
h
a
a
n
d
537

e
n
g
a
n
p
e
n
g
e
m
b
al
ia
n
p
as
ar
.
Tidak
seperti
hipotesis
perataan
laba,
teori
538

positif
dalam
akuntansi
berasums
i

bahwa

harga
saham
bergantu
ng

pada

arus kas
dan
bukannya
laba yang
dilaporka
n. Lebih
jauh lagi
pada
pasar
yang
efisien
dua
perusaha
an
dengan
distribusi
539

arus kas
yang
sama
akan
dinilai
sama
tanpa
memperh
atikan
perbedaa
n
pengguna
an
prosedur
akuntansi
. Masalah
utama
dalam
teori
positif
adalah
untuk
menentuk
an
bagaiman
540

prosedur
akuntansi
mempeng
aruhi
arus kas,
dan
kemudian
fungsi
kegunaan
manajem
en untuk
mempero
leh suatu
wawasan
atas
faktor
yang
mempeng
aruhi
pilihan
manajer
terhadap
prosedur
akuntansi
. Resolusi
541

dari
masalah
ini

di

pandu
oleh
asumsiasumsi
teoritis
berikut
ini:
1. T
e
or
i
a
g
e
n
si
b
er
a
w
al
d
542

e
n
g
a
n
a
d
a
n
y
a
p
e
n
e
k
a
n
a
n
p
a
d
a
k
543

o
nt
ra
k
s
u
k
ar
el
a
y
a
n
g
ti
m
b
ul
di
a
nt
ar
a
b
er
544

b
a
g
ai
pi
h
a
k
or
g
a
ni
sa
si
se
b
a
g
ai
s
u
at
u
s
ol
545

u
si
y
a
n
g
ef
is
ie
n
te
rh
a
d
a
p
k
o
nf
li
k
k
e
p
e
546

nt
in
g
a
n
te
rs
e
b
ut
.
T
e
or
i
in
i
b
er
u
b
a
h
m
e
547

nj
a
di
s
u
at
u
p
a
n
d
a
n
g
a
n
at
as
p
er
u
sa
h
a
a
548

n
se
b
a
g
ai
s
u
at
u

p
e
n
g
h
u
b
u
n
g
(n
e
x
u
549

s)
k
o
nt
ra
k

m
el
al
ui
p
er
n
y
at
a
a
n
Je
n
se
n
d
a
550

n
M
a
c
kl
in
y
a
n
g
m
e
n
y
at
a
k
a
n
b
a
h
w
a
p
551

er
u
sa
h
a
a
n
a
d
al
a
h
c
er
it
a
fi
k
si
le
g
al
y
a
n
552

g
b
er
fu
n
g
si
se
b
a
g
ai
p
e
n
g
h
u
b
u
n
g
at
as
se
553

ra
n
g
k
ai
a
n
h
u
b
u
n
g
a
n
k
o
nt
ra
k
a
nt
ar
a
in
554

di
vi
d
u.
F
ar
m
a
m
e
m
p
er
lu
as
p
a
n
d
a
n
g
a
n

555

p
e
n
g
h
u
b
u
n
g
k
o
nt
ra
k

in
i
d
e
n
g
a
n
m
556

e
n
c
a
k
u
p
b
ai
k
p
as
ar
m
o
d
al
m
a
u
p
u
n
p
as
557

r
u
nt
u
k
te
n
a
g
a
k
er
ja
m
a
n
aj
er
ia
l.
2. D
e
n
g
a
558

n
a
d
a
n
y
a
p
er
s
p
e
kt
if

p
e
n
g
h
u
b
u
n
g
559

k
o
nt
ra
k

te
rh
a
d
a
p
p
er
u
sa
h
a
a
n
in
i,
te
or
i
560

bi
a
y
a
k
o
nt
ra
k
m
el
ih
at
p
er
a
n
in
fo
r
m
as
i
a
k
561

u
nt
a
n
si
se
b
a
g
ai
p
e
n
g
a
m
at
d
a
n
p
e
n
e
g
562

a
k
at
as
k
o
nt
ra
kk
o
nt
ra
k
in
i
u
nt
u
k
m
e
n
ur
u
563

n
k
a
n
bi
a
y
a
a
g
e
n
si
d
ar
i
k
o
nf
li
k
k
e
p
e
564

nt
in
g
a
n
te
rt
e
nt
u.
S
at
u
k
o
nf
li
k
y
a
n
g
m
u
n
565

g
ki
n
m
u
n
c
ul
a
d
al
a
h
k
o
nf
li
k
k
e
p
e
nt
in
g
566

a
n
a
nt
ar
a
p
e
m
e
g
a
n
g
o
bl
ig
as
i
d
a
n
p
e
m
567

e
g
a
n
g
sa
h
a
m
d
ar
i
p
er
u
sa
h
a
a
n
te
rh
a
d
a
568

p
ut
a
n
g
y
a
n
g
a
d
a.
D
al
a
m
k
ej
a
di
a
n
se
p
er
569

ti
in
i
k
e
p
ut
u
sa
n
y
a
n
g
m
e
n
g
u
nt
u
n
g
k
a
570

n
p
e
m
e
g
a
n
g
sa
h
a
m
ti
d
a
kl
a
h
h
ar
u
s
se
la
571

lu
k
e
p
ut
u
sa
n
y
a
n
g
te
rb
ai
k
b
a
gi
k
e
p
e
nt
in
572

g
a
n
p
e
m
e
g
a
n
g
o
bl
ig
as
i.
H
al
in
i
m
u
n
g
ki
573

n
m
e
m
in
ta
p
er
ja
nj
ia
n
p
e
m
b
er
ia
n
pi
nj
a
m
a
n
574

u
nt
u
k
m
e
n
d
ef
in
is
ik
a
n
at
ur
a
n
p
er
hi
tu
n
g
a
575

n
g
u
n
a
m
e
n
g
hi
tu
n
g
a
n
g
k
aa
n
g
k
a
a
k
576

u
nt
a
n
si
d
e
n
g
a
n
tu
ju
a
n
p
er
ja
nj
ia
n
y
a
n
g
577

te
rb
at
as
.
Sejauh
mana
pilihan
akuntansi
mempeng
aruhi
kesejahte
raan
kontrak
bergantu
ng

pada

besaran
relatif
dari
biaya
kontrak.
Biaya
kontrak
ini
mencaku
578

p:
1. Bi
a
y
a
tr
a
n
sa
k
si
(c
o
nt
o
h
bi
a
y
a
k
o
m
is
i
579

p
er
a
nt
ar
a)
2. Bi
a
y
a
a
g
e
n
si
(c
o
nt
o
h
bi
a
y
a
p
580

e
m
a
nt
a
u
a
n,
bi
a
y
a
o
bl
ig
as
i,
d
a
n
k
er
u
gi
a
581

n
si
sa
a
ki
b
at
k
e
p
ut
u
sa
n
y
a
n
g
di
sf
u
n
g
si
o
582

n
al
)
3. Bi
a
y
a
in
fo
r
m
as
i
(c
o
nt
o
h
bi
a
y
a
u
nt
u
583

k
m
e
m
p
er
ol
e
h
in
fo
r
m
as
i)
4. Bi
a
y
a
n
e
g
o
si
as
584

i
ul
a
n
g
(
m
is
al
n
y
a
bi
a
y
a
p
e
n
ul
is
a
n
k
e
585

m
b
al
i
k
o
nt
ra
k
y
a
n
g
a
d
a
k
et
ik
a
k
o
nt
ra
k
586

di
a
n
g
g
a
p
te
la
h
ti
d
a
k
se
s
u
ai
d
e
n
g
a
n
b
587

e
b
er
a
p
a
p
er
is
ti
w
a
y
a
n
g
ti
d
a
k
d
a
p
at
di
588

p
er
ki
ra
k
a
n)
5. Bi
a
y
a
k
e
p
ai
lit
a
n
(c
o
nt
o
h
bi
a
589

y
a
h
u
k
u
m
u
nt
u
k
m
e
m
ai
lit
k
a
n
d
a
n
bi
a
y
590

a
k
e
p
ut
u
sa
n
y
a
n
g
di
sf
u
n
g
si
o
n
al
)
Pilihan
akuntansi
tergantun
591

pada

variabelvariabel
yang
mencerm
inkan
intensif
manajem
en dalam
memilih
metode
akuntansi
berdasark
an
rencana
bonus,
kontrak
utang,
dan
proses
politik.
Sebagai
hasilnya
ada

tiga

hipotesis
592

yang
dihasilka
n;
hipotesis
rencana
bonus,
hipotesis
modal
hutang,
dan
hipotesis
biaya
politis.
Hipotesis
ini secara
umum
dinyataka
n

dalam

bentuk
perilaku
oportunis
tis

dari

para
manajer.
Hipotesis
593

tersebut
adalah
sebagai
berikut:
1. H
ip
ot
es
is
re
n
c
a
n
a
b
o
n
u
s
b
er
p
e
n
594

d
a
p
at
b
a
h
w
a
m
a
n
aj
er
p
er
u
sa
h
a
a
n
d
e
n
595

g
a
n
re
n
c
a
n
a
b
o
n
u
s
k
e
m
u
n
g
ki
n
a
n
b
596

es
ar
m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n
m
et
o
d
e
a
k
u
nt
a
n
si
597

y
a
n
g
m
e
ni
n
g
k
at
k
a
n
la
p
or
a
n
la
b
a
p
er
io
598

d
e
di
p
er
io
d
e
b
er
ja
la
n.
D
as
ar
p
e
m
ik
ir
a
n
n
y
599

a
a
d
al
a
h
b
a
h
w
a
ti
n
d
a
k
a
n
se
p
er
ti
it
u
m
600

u
n
g
ki
n
a
k
a
n
m
e
ni
n
g
k
at
k
a
n
p
er
se
nt
as
e
601

ni
la
i
b
o
n
u
s
ji
k
a
ti
d
a
k
te
rd
a
p
at
p
e
n
y
es
602

u
ai
a
n
te
rh
a
d
a
p
m
et
o
d
e
te
rp
ili
h.
2. H
ip
ot
es
is
e
603

k
ui
ta
s
ut
a
n
g
b
er
p
e
n
d
a
p
at
b
a
h
w
a
se
m
a
604

ki
n
ti
n
g
gi
h
ut
a
n
g/
e
k
ui
ta
s
p
er
u
sa
h
a
a
n
y
605

ai
tu
sa
m
a
d
e
n
g
a
n
se
m
a
ki
n
d
e
k
at
n
y
a
(s
e
606

m
a
ki
n
k
et
at
n
y
a)
p
er
u
sa
h
a
a
n
te
rh
a
d
a
p
b
607

at
as
a
nb
at
as
a
n
y
a
n
g
te
rd
a
p
at
di
d
al
a
m
p
er
608

ja
nj
ia
n
h
ut
a
n
g
d
a
n
se
m
a
ki
n
b
es
ar
k
es
e
m
p
609

at
a
n
at
as
p
el
a
n
g
g
ar
a
n
p
er
ja
nj
ia
n
d
a
n
te
rj
610

a
di
n
y
a
bi
a
y
a
k
e
g
a
g
al
a
n
te
k
ni
s,
m
a
k
a
611

se
m
a
ki
n
b
es
ar
k
e
m
u
n
g
ki
n
a
n
b
a
h
w
a
p
ar
612

a
m
a
n
aj
er
m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n
m
et
o
d
em
et
o
613

d
e
a
k
u
nt
a
n
si
y
a
n
g
m
e
ni
n
g
k
at
k
a
n
la
b
614

a.
3. H
ip
ot
es
is
bi
a
y
a
p
ol
iti
s
b
er
p
e
n
d
a
p
at
b
a
615

h
w
a
p
er
u
sa
h
a
a
n
b
es
ar
d
a
n
b
u
k
a
n
n
y
a
616

p
er
u
sa
h
a
a
n
k
e
ci
l
k
e
m
u
n
g
ki
n
a
n
b
es
ar
617

a
k
a
n
m
e
m
ili
h
a
k
u
nt
a
n
si
u
nt
u
k
m
e
n
ur
u
618

n
k
a
n
la
p
or
a
n
la
b
a.
Pesan
dasar
yang
selanjutn
ya
menjadi
dikenal
sebagai
Kelomp
ok
Akuntans
i
Rocheste
619

r adalah
hampir
semua
teori
akuntansi
tidak
bersifat
keilmuan
karena ia
bersifat
normatif

dan

harus
diganti
dengan
teori
positif
yang
menjelas
kan
praktek
akuntansi
aktual
dalam
bentuk
620

pilihan
bebas
manajem
en
terhadap
prosedur
akuntansi
dan
bagaiman
a standar
peraturan
telah
berubah
dari
waktu ke
waktu.

Evaluasi
Pendeka
tan
Positif
Pendekat
an positif
melihat
pada
621

mengap
a
praktek
akuntansi
dan/atau
teori
akuntansi
berkemba
ng
sebagaim
ana
adanya
dengan
tujuan
untuk
menjelas
kan
dan/atau
meramal
kan
peristiwa
akuntansi
.
Karenany
a
622

pendekat
an positif
berusaha
untuk
menentuk
an
berbagai
faktor
yang
mungkin
mempeng
aruhi
faktor
rasional
dalam
bidang
akuntansi
.

Pada

dasarnya
ia
berusaha
untuk
menentuk
an suatu
teori
623

yang
menjelas
kan
fenomena
yang
diamati.
Pendekat
an positif
secara
umum
dibedaka
n

dari

pendekat
an
normatif
yang
berusaha
untuk
menentuk
an suatu
teori
yang
menjelas
kan apa
yang
624

seharusn
ya

dan

bukannya
apa
yang
ada.
Pendekat
an positif
sepertiny
a
menimbu
lkan rasa
optimism
e

yang

cukup
besar

di

antara
para
pendukun
gnya.
Rasa
optimism
e

ini

tidak
dimiliki
625

secara
hal
alamiah
oleh
semua
orang.
Satu
kritik
keras
terhadap
pendekat
an positif
didasarka
n

pada

empat hal
pokok:
1. P
er
n
y
at
a
a
n
d
626

ar
i
K
el
o
m
p
o
k
R
o
c
h
es
te
r
b
a
h
w
a
je
ni
s
p
627

e
n
el
iti
a
n

p
o
si
ti
f
y
a
n
g
m
er
e
k
a
la
k
u
k
628

a
n
m
e
nj
a
di
s
u
at
u
pr
as
y
ar
at
b
a
gi
te
or
i
a
k
u
629

nt
a
n
si
n
or
m
at
if
y
a
n
g
b
er
d
as
ar
p
a
d
a
s
u
at
630

u
k
e
bi
n
g
u
n
g
a
n
d
ar
i
w
il
a
y
a
h
fe
n
o
m
e
631

n
al
di
ti
n
g
k
at
ti
n
g
k
at
y
a
n
g
b
er
b
e
d
a
(a
632

n
ui
ta
s
a
k
u
nt
a
n
si
b
er
b
a
n
di
n
g
a
k
u
nt
a
n)
633

d
a
n
te
la
h
sa
la
h.
2. K
o
n
se
p

T
e
or
i
P
o
si
ti
f
b
634

er
as
al
d
ar
i
s
u
at
u
fi
lo
s
of
i
il
m
ia
h
y
a
n
g
s
u
635

d
a
h
u
sa
n
g
d
a
n
d
al
a
m
h
al
a
p
a
p
u
n
m
er
u
636

p
a
k
a
n
s
u
at
u
is
til
a
h
y
a
n
g
k
ur
a
n
g
se
s
u
637

ai
k
ar
e
n
a
te
or
i
il
m
u
e
m
pi
ri
s
ti
d
a
k
m
e
m
b
638

u
at
p
er
n
y
at
a
a
n
p
o
si
ti
f
at
as

a
p
a
k
a
h

639

3. W
al
a
u
p
u
n
s
u
at
u
te
or
i
m
u
n
g
ki
n
di
g
u
n
a
640

k
a
n
h
a
n
y
a
u
nt
u
k
p
er
a
m
al
a
n
m
es
ki
te
la
h
641

di
k
et
a
h
ui
sa
la
h,
s
u
at
u
te
or
i
p
e
nj
el
as
a
n
at
as
642

je
ni
s
y
a
n
g
di
c
ar
i
ol
e
h
K
el
o
m
p
o
k
R
o
c
h
643

es
te
r
at
a
u
te
or
i
y
a
n
g
bi
as
a
di
p
a
k
ai
u
nt
u
k
644

m
e
n
g
uj
i
pr
o
p
o
sa
l
n
or
m
at
if
se
h
ar
u
s
n
y
a
645

di
k
et
a
h
ui
ti
d
a
k
a
k
a
n
sa
la
h.
M
et
o
d
e
a
n
al
646

is
is
y
a
n
g
d
as
ar
p
e
m
ik
ir
a
n
n
y
a
b
er
as
al
d
ar
647

i
fe
n
o
m
e
n
a
hi
n
g
g
a
pr
e
m
is
y
a
n
g
di
te
ri
m
648

a
at
as
d
as
ar
b
u
kt
i
in
d
e
p
e
n
d
e
n
a
d
al
a
h
m
649

et
o
d
e
y
a
n
g
se
s
u
ai
u
nt
u
k
m
e
m
b
a
n
g
u
n
650

te
or
i
p
e
nj
el
as
a
n.
4. B
er
to
la
k
b
el
a
k
a
n
g
d
e
n
651

g
a
n
m
et
o
d
e
e
m
pi
ri
s
y
a
n
g
m
e
n
c
o
b
a
u
652

nt
u
k
m
el
a
k
u
k
a
n
u
sa
h
a
y
a
n
g
gi
gi
h
u
nt
u
653

k
m
e
n
y
al
a
h
k
a
n
te
or
i
y
a
n
g
m
e
nj
a
di
s
u
654

b
y
e
k,
K
el
o
m
p
o
k
R
o
c
h
es
te
r
m
e
m
p
er
k
e
655

n
al
k
a
n
ar
g
u
m
e
n
a
d
h
o
c
se
b
a
g
ai
al
as
a
n
656

b
a
gi
k
e
g
a
g
al
a
n
te
or
i
m
er
e
k
a.
Satu titik
lainnya
berdasar
pada
pendapat
bahwa
657

teori
positif
atau
empiris
adalah
juga
normatif
dan
bernilai
karena
teori
tersebut
biasanya
menandai
suatu
ideologi
konservat
if dalam
dampak
kebijakan
akuntansi
mereka.
Kritik
yang
terkeras
658

atas teori
akuntansi
positif
(positive
accountin
g theoryPAT)
berasal
dari
Sterling
dengan
komentar
nya
bahwa:
1. D
u
a
pi
la
r
d
ar
i
st
u
659

di
b
e
b
as
ni
la
i
d
a
n
pr
a
kt
e
k
a
k
u
nt
a
n
si
a
660

d
al
a
h
h
al
y
a
n
g
ti
d
a
k
b
er
si
fa
t
s
u
b
st
a
nt
661

if
2. P
e
n
d
u
k
u
n
g
e
k
o
n
o
m
i
d
a
n
il
m
u
d
ar
662

i
te
or
i
a
d
al
a
h
sa
la
h
3. H
as
il
p
e
n
c
a
p
ai
a
n
n
663

y
a
ni
hi
l
Sterling
juga
membuat
kesimpul
an

yang

patut
untuk
tidak kita
lewatkan,
ia
menyatak
an
bahwa:
saya
merekom
endasika
n para
akuntan
untuk
menerap
kan
pisau
bedah
milik
sterling
yang
664

lemah
dan
secara
memaluk
an
tercuri,
dimana
konsep
akuntans
i apapun
yang
tidak
memiliki
inti
logika
umum
yang
dapat
Anda
jelaskan
pada diri
Anda
seharusn
ya
dilupaka
n. Saya
percaya
bahwa
suatu
penerapa
n yang
baik atas
kriteria
tersebut
dalam
akuntans
i
akan
membuat
PAT
menjadi
suatu
industri
penginap
an dan
menggan
tinya
sebagai
gaya
dominan
665

masa ini,
sekaligus
memberi
kan
perlindu
ngan
terhadap
gaya
mendata
ng.

MATE
R
I
X
II
AKUN
T
A
N
S
I
I
N
F
L
A
S
I
(
P
E

666

R
U
B
A
H
A
N
H
A
R
G
A
)

Kompete
nsi
Dasar
a. Menj
elask
an
beber
apa
alasa
n
yang
mend

667

ukun
g
masih
ditera
pkann
ya
histor
ical
cost
b. Menj
elask
an
beber
apa
penda
pat
tentan
g
penga
ruh
akunt
ansi
perila
ku
c. Menj
668

elask
an
pener
apan
teori
Effici
ency
Mark
et
Hyph
otesis
dalam
Pasar
Moda
l
d. Menj
elask
an
konse
p
meng
enai
indek
s
harga
669

PENDA
HULUA
N
A
kuntansi
keuangan
merupaka
n

media

informasi
yang
disusun
oleh
manajem
en selaku
pengelola
bisnis
untuk
kepenting
an publik
khususny
a investor
dan
kreditor.
Laporan
670

keuangan
memberi
kan
informasi
yang
disajikan
oleh
akuntansi
keuangan
dalam
rangka
menilai
kinerja
perusaha
an.
Informasi
yang
disajikan
pada
laporan
keuangan
ini
disusun
berdasark
an
671

standar
yang
sudah
ditetapka
n

dan

prinsipprinsip
yang
sudah
baku.
In
flasi
adalah
kenaikan
tingkat
harga
umum
atas
semua
barang
dan jasa
di dalam
suatu
perekono
mian.Tek
672

anan
inflasi
merupaka
n

suatu

peristiwa
moneter
yang
dapat
dijumpai
pada
hampir
semua
negaranegara di
dunia
yang
sedang
melaksan
akan
proses
pembang
unan.
Sebagai
negara
berkemba
673

ng

yang

masih
terus
menjalan
kan
pembang
unan,
Indonesia
mengala
mi inflasi
dari
tahun ke
tahun.
B
anyak
study
mengenai
inflasi di
negaranegara
berkemba
ng,
menunju
kan
bahwa
674

inflasi
bukan
sematamata
merupaka
n
fenomena
moneter,
tetapi
juga
merupaka
n
fenomena
struktural
atau cost
push
inflation.
Hal

ini

disebabk
an karena
struktur
ekonomi
negaranegara
berkemba
675

ng

pada

umumny
a

yang

masih
bercorak
agraris.
Sehingga
,
goncanga
n
ekonomi
yang
bersumbe
r

dari

dalam
negeri,
misalnya
gagal
panen
(akibat
faktor
eksternal
pergantia
n musim
yang
676

terlalu
cepat,
bencana
alam, dan
sebagain
ya), atau
hal-hal
yang
memiliki
kaitan
dengan
hubungan
luar
negeri,
misalnya
memburu
knya
term

of

trade,
utang
luar
negeri

dan kurs
valuta
asing,
677

dapat
menimbu
lkan
fluktuasi
harga di
pasar
domestik.
P
engukura
n

yang

selama
ini
digunaka
n

dalam

akuntansi
adalah
metode
Historical
Cost.
Historical
Cost
adalah
menurut
pendapat
ini

cost
678

principle
atau
disebut
juga
acquisitio
n

cost

adalah
dasar
penilaian
yang
tepat
untuk
mencatat
perolehan
barang ,
jasa

biaya

harga
pokok,
dan
ekuitas.
Dengan
perkataan
lain,
setiap
679

perkiraan
dinilai
berdasark
an harga
pertukara
nnya
pada
tanggal
perolehan
(Sofyan
Syafri
Harahap:
2011).
M
etode
historical
cost

ini

menunju
kkan
bahwa
laporan
keuangan
bersifat
historis,y
aitu
680

merupaka
n laporan
keuangan
atas
kejadian
yang telat
lewat.
Akuntans
i

juga

disusun
berdasark
an
prinsip
unit
moneter,
hal

ini

berarti
akuntansi
hanya
memberi
kan data
kuantitati
f

dan

moneter.
Akuntans
681

hanya

memberi
kan data
yang
sifatnya
material.
Sedangka
n inflasi
yang
terjadi
merupaka
n

suatu

kejadian
yang
akan
datang,
yang

di

pengaruh
i

dari

kejadian
sebelumn
ya.
In
flasi yang
terjadi di
682

suatu
negara
akan
membaw
a dampak
terhadap
laporan
keuangan
yang
disajikan
karena
informasi
yang ada
menjadi
tidak
relevan
dan tidak
sesuai
dengan
keadaan
pasar
yang
sesunggu
hnya.
Serta
683

prinsip
stable
monetary
unit yaitu
kesatuan
moneter
dianggap
stabil.
Hal

ini

tidak
berlaku
pada
kenyataa
nnya
karena
kita
ketahui
bahwa
dimana
saja

di

dunia ini
tingkat
inflasi
nya akan
berubah.
684

Di
Indonesia
pada
tahun
1956
tingkat
inflasi
tertinggi
sampai
650%,
pada
tahun
1999 saja
tingkat
inflasinya
mencapai
9,35%.
(Sofyan
Syafri
Harahap:
2011)
P
ermasala
hanpermasal
685

ahan
inilah,
yang
memicu
banyakny
a

kritik

terhadap
kegunaan
laporan
keungan
sebagai
pemberi
informasi
khusunya
pada
masa
inflasi.
Pada saat
inflasi,
informasi
informasi
yang
disajiakn
pada
686

laporan
keuangan
hanya
sia-sia
saja
karena
informasi
yang
disajikan
tidak
sesuai
dengan
apa yang
ada pada
kenyataa
nnya. Hal
ini

juga

yang
memicu
munculn
ya
akuntansi
inflasi.
A
kuntansi
687

inflasi
adalah
akuntansi
yang
berupaya
untuk
menyusu
n laporan
keuangan
yang
memuat
dampak
dari
inflasi
atau
penuruna
n

nilai

beli uang
pada
laporan
keuangan
sehingga
laporan
keuangan
menunju
688

kkan
satuan
mata
uang
pada
tingkat
harga
yang
berlaku
saat

itu

bukan
lagi harga
historis.

Pengerti
an
Inflasi
dan
Tingkata
n Inflasi
D
alam
ilmu
ekonomi,
inflasi
689

adalah
suatu
proses
meningka
tnya
hargaharga
secara
umum
dan
terusmenerus
(kontinu)
berkaitan
dengan
mekanis
me pasar
yang
dapat
disebabk
an

oleh

berbagai
faktor,
antara
lain,
690

konsumsi
masyarak
at

yang

meningka
t,
berlebihn
ya
likuiditas
di

pasar

yang
memicu
konsumsi
atau
bahkan
spekulasi
, sampai
termasuk
juga
akibat
adanya
ketidakla
ncaran
distribusi
barang.
M
691

enurut
para
pakar
beberapa
pengertia
n
mengenai
inflasi:
1. Menur
ut
Nopiri
n
(1987:
25)
adalah
`Prose
s
kenaik
an
hargaharga
umum
barang
barang
692

secara
terus
mener
us
selam
a
peride
tertent
u.
2. Menur
ut
Samue
lson
dan
Nordh
aus
(1998:
578603)
Inflasi
dinyat
akan
sebaga
i
kenaik
693

an
harga
secara
umum
.
Jadi
tingkat
inflasi
adalah
tingkat
perubaha
n

harga

secara
umum
yang
dapat
dinyataka
n dengan
rumus
sebagai
berikut:
Rate of
inflation
(year t) =
Price

694

level
(year t)price
level
(year tl) :Price
level
(year t-l)

Kondisi
inflasi
menurut
Samuelso
n
(1998:58
1),
berdasark
an
sifatnya
inflasi
dibagi
menjadi
tiga
bagian
yaitu:

695

a.
Merayap
{Creepin
g
Inflation
)
Laju
inflasi
yang
rendah
(kuran
g dari
10%
pertah
un),
kenaik
an
harga
berjala
n
lambat
denga
n
persen
696

tase
yang
kecil
serta
dalam
jangka
waktu
yang
relatif
lama.
b. Inflas
i
mene
ngah
{Gall
oping
Inflat
ion)
Ditand
ai
denga
n
kenaik
an
harga
697

yang
cukup
besar
dan
kadan
gkadan
g
berjala
n
dalam
waktu
yang
relatif
pende
k serta
memp
unyai
sifat
aksele
rasi
yang
arriny
a
harga698

harga
mingg
u/bula
n

ini

lebih
tinggi
dari
mingg
u/bula
n lalu
dan
seteru
snya.
c. Inflas
i
Ting
gi
{Hyp
er
Inflat
ion)
Inflasi
yang
paling
parah
699

denga
n
dtanda
i
denga
n
kenaik
an
harga
sampa
i

atau 6
kali
dan
nilai
uang
meros
ot
denga
n
tajam.
Biasan
ya
keada
an ini
700

timbul
apabil
a
pemer
intah
menga
lami
defisit
anggar
an
belanj
a.
Metode
Penguku
ran
Inflasi
Suatu
kenaiikan
harga
dalam
inflasi
dapat
diukur
dengan

701

menggun
akan
indeks
harga.
Ada
beberapa
indeks
harga
yang
dapat
digunaka
n

untuk

menguku
r

laju

inflasi
(Nopirin,
1987:25)
antara
lain:
a)
Consum
erPriceI
ndex
(CPI)
Indeks
702

yang
digunaka
n

untuk

menguku
r

biaya

atau
pengeluar
an rumah
tangga
dalam
membeli
sejumlah
barang
bagi
keperluan
kebuthan
hidup:
CPI=
(Cost of
marketba
sket
ingiven
year :
Cost of
marketba

703

sket in
base
year) x
100%

b)
Produse
n
PriceInd
ex
dikenal
dengan
Whosale
Price
Index
Index
yang
menitikb
eratkan
pada
perdagan
gan besar
seperti
harga
bahan

704

mentah
(raw
material),
bahan
baku atau
barang
setengah
jadi.
Indeks
PPI

ini

sejalan
dengan
indeks
CPI.

c)

GNP

Deflator
GNP
deflator
ini
merupaka
n

jenis

indeks
yang
berbeda
705

dengan
indeks
CPI dan
PPI,
dimana
indeks ini
mencang
kup
jumlah
barang
dan jasa
yang
termasuk
dalam
hitungan
GNP,
sehingga
jumlahny
a

lebih

banyak
dibandin
g dengan
kedua
indeks
diatas:
706

GNP
Deflator
= (GNP
Nominal
: GNP
Riil) x
100%

Faktor faktor
yang
mempen
garuhi
Inflasi
Menurut
Samuelso
n

dan

Nordhaus
(1998:58
7),

ada

beberapa
faktor
yang
menyeba
bkan
707

timbulny
a inflasi:
a.
Demand
Pull
Inflation
Timbul
apabila
perminta
an
agregat
meningka
t

lebih

cepat
dibandin
gkan
dengan
potensi
produktif
perekono
mian,
menarik
harga ke
atas
untuk
708

menyeim
bangkan
penawara
n

dan

pennintaa
n agregat.

b.

Cost

Push
Inflation
or
Supply
Shock
Inflation
Inflasi
yang
diakibatk
an

oleh

peningkat
an biaya
selama
periode
pengangg
uran
tinggi
709

dan
pengguna
an
sumber
daya
yang
kurang
efektif.

Sedangka
n faktorfaktor
yang
menyeba
bkan
timbulny
a

inflasi

tidak
hanya
dipengar
uhi oleh
Demand
Pull
Inflation
dan Cost
710

Push
Inflation
tetapi
juga
dipengar
uhi oleh :
a) Dome
stic
Inflati
on
Tingk
at
inflasi
yang
terjadi
karena
diseba
bkan
oleh
kenaik
an
harga
barang
secara
umum
711

di
dalam
negeri.
b) Impor
ted
Inflati
on
Tingkat

inflasi
yang
terjadi
karena
diseba
bkan
oleh
kenaik
an
hargaharga
barang
Akuntan
si Inflasi
Metode
yang
digunaka
n

dalam
712

akuntansi
inflasi
sama
dengan
metode
penentua
n

laba.

Penekana
n
penentua
n

laba

adalah
pada nilai
laba yang
lebih
relevan
yang
digambar
kan oleh
laporan
keuangan
,
sedangka
n inflasi
nilai
713

semua
item
yang
terdapat
dalam
laporan
keuangan
.

Dalam

menyusu
n laporan
keuangan
pada
masa
inflasi
juga
diperluka
n
metodemetode.
Menurut
Johnson,
metode
pengukur
an aktiva
dan
714

kewajiba
n

dapat

dibagi :
1. The
Entry
Value
Syste
m
dari
harga
umu
m
yang
terdir
i
dari :
a.
Histor
ical
cost
b.
Gener
al
price
level
715

c.
Repla
cemen
t cost
d.
Repro
ductio
n cost
The Exit
Value
System
harga
pasar
atau
current
market
value
yang
terdiri
dari :
a. net
realiz
able
value
b.
716

selling
price
c.
expect
ed
value
Pada
akuntansi
inflasi
,metode
metode
di

atas

digunaka
n

dalam

menyusu
n laporan
keuangan
pada saat
inflasi
adalah :

a.
General
Price

717

Livel
Keuntung
an
General
Price
Level
Adjustme
nt
(GPLA)
adalah :
1. Dapat
menje
laska
n
penga
ruh
inflas
i pada
perus
ahaan
2. Meni
ngkat
kan
kegun
aan
718

perba
nding
an
lapor
an
antar
perio
de
3. Mem
bantu
pema
kai
lapor
an
menil
ai
arus
kas di
masa
yang
akan
datan
g
secar
a
719

lebih
baik
4. Mem
perba
iki
tingk
at
keper
cayaa
n
rasio
lapor
an
keuan
gan
yang
dihitu
ng
dari
angka
angka
lapor
an
keuan
720

gan
yang
sudah
dises
uaika
n

Kelemah
annya
adalah :
1. Inflas
i

itu

terjad
i pada
baran
g
yang
berbe
da
dan
perus
ahaan
yang
berbe
da
721

jadi
tidak
bisa
disam
akan
2. GPL
A
tidak
berm
akna
bagi
perus
ahaan
3. Angk
a
yang
dises
uaika
n
tidak
meng
gamb
arkan
arus
kas
722

4. Rasio
itu
adala
h
indik
ator
menta
h

b.
Current
Cost
Accounti
ng
Menurut
Edgar
Edward
dan
Philip
Bell
(1961),
yang
dibutuhk
an

oleh

manajer
723

adalah
bagaiman
a mereka
mengalok
asiakan
sumbersumber
ekonomi
yang ada
untuk
memaksi
malkan
laba.
Manajer
biasanya
menghad
api
masalag
apakah
ingin
mempert
ahankan
suatu
aktiva
atau
724

utang
atau
menjual
atau
membaya
rnya dan
bagaiman
a
menggun
akan atau
mendanai
kegiatan
perusaha
an. Untuk
menjawa
b

ini

mereka
mengusul
kan
perhitung
an
business
profit,
yang
memliki
725

dua
kompone
n.

1.
Current
Operatin
g Profit
Laba
dari
curren
t
operat
ing
adalah
kelebi
han
nilai
sekara
ng
dari
barang
atau
jasa
yang
726

dijual
denga
n
harga
pokok
nya.
2.
Realizabl
e

Cost

Saving
( Holdin
g Gain)
Kenaikan
harga
pokok
dari suatu
aktiva
yang
masih
dilmiliki
sekarang
( dengan
harga
sekarang)
.
727

Beberapa
bentuk
Current
Cost :
a.
Replace
ment
Cost
nilai
yang
diukur
saat

ini

(current
cost)
untuk
mendapat
kan
aktiva
baru atau
menggant
inya
dengan
kapasitas
produksi
nya yang
728

sama.
Dalam
praktik
nilai
ganti ini
hanya
diterapka
n

pada

aktiva
nonmone
ter,
sepertiny
a
persediaa
n, aktiva
tetap.
Aktiva
tetap
disajiaka
n
menurut
nilai
gantinya,
nilai
bersih
729

setelah
digambar
kan nilai
yang
sudah
dipakai.
Penyusut
an
dihitung
berdasark
an

pada

nilai
ganti itu.
Pada
masa
inflasi
sering
terjadi
backlog
depreciati
on

atau

penyusut
an

yang

bersaldo
negatif.
730

Pada
masa
inflasi
nilai dari
replacem
et

value

ini lebih
besar dari
general
price
level.
Metode
ini
dikritik
dalam hal
:

S
u
bj
ek
ti
vi
ta
s
pe
731

ni
la
ia
n
at
au
ta
ks
ir
an
ha
rg
an
ya
se
hi
n
g
ga
an
g
ka
an
g
732

ka
ya
n
g
ti
m
b
ul
ti
da
k
di
da
sa
rk
an
pa
da
tr
an
sa
ks
i
ya
n
733

g
se
be
na
rn
ya
.

D
al
a
m
ha
l
ha
rg
a
su
at
u
ak
ti
va
m
en
ur
734

u
n
m
ak
a
pe
n
ur
u
na
n
it
u
ak
an
m
en
i
m
b
ul
ka
n
pe
m
735

be
ba
na
n
ke
la
ba
ru
gi
(
m
is
al
n
ya
pe
n
y
us
ut
an
da
n
ha
rg
736

a
p
o
k
o
k
pr
o
d
u
ks
i)
le
bi
h
re
n
da
h
da
ri
be
ba
n
pa
737

da
hi
st
or
ic
al
co
st.
A
k
hi
rn
ya
in
co
m
e
ak
an
le
bi
h
ti
n
g
738

gi
da
ri
hi
st
or
ic
al
co
st.

P
er
u
ba
ha
n
ha
rg
a
u
m
u
m
ti
da
739

k
te
rg
a
m
ba
r
da
la
m
m
et
o
de
re
pl
ac
e
m
en
t
co
st
in
i,
740

ka
re
na
ha
n
ya
u
nt
u
k
ak
ti
va
te
rt
en
tu
.
O
le
h
ka
re
na
n
741

ya
m
et
o
de
re
pl
ac
e
m
en
t
co
st
in
i
di
an
g
ga
p
b
u
ka
n
742

m
er
u
pa
ka
n
m
et
o
de
ak
u
nt
an
si
in
fl
as
i

S
u
ka
r
m
el
743

ak
u
ka
n
pe
rb
an
di
n
ga
n
an
ta
r
pe
ru
sa
ha
an
ya
n
g
sa
li
n
744

g
be
rb
ed
a.
Walaupu
n

ada

kritik ini,
sebagai
pihak
mengang
gap
bahwa
metode
ini paling
mudah
diterapka
n

dalam

akuntansi
inflasi.

b.
Reprodu
ction
cost
745

harga itu
diukur
berdasark
an harga
sekarang
jika
aktiva itu
dibuat
atau
diduplika
si seperti
barang
yang
dimiliki
itu tanpa
melihat
perubaha
n
teknologi
yang
mungkin
mempeng
aruhi
aktiva
yang
746

dibuat
itu.
Secara
umum
apa yang
berlaku
pada
metode
replacem
ent

cost

berlaku
juga pada
metode
reproduct
ion cost.

c.

Net

Realizabl
e Value
merupaka
n

harga

jual
dikurangi
taksiran
biaya
747

penjulan.
Pada
masa
inflasi
nilai dari
net
relizable
value ini
lebih
besar dari
replacem
ent

cost

karena
manajem
en

tidak

mungkin
menjual
barangny
a

tanpa

menghara
pkan laba
marjin
general
price
level.
748

Penyusut
an dalam
metode
ini
dihitung
berdasark
an
perbedaa
n

antara

harga jual
aktiva itu
pada
awal
dibandin
gkan
dengan
pada
akhir
periode.

d. selling
Price
Di

sini

nilai
yang
749

dipakai
adalah
harga jual
tanpa
dikurangi
biaya
penjualan
sehingga
laporan
keuangan
yang
disusun
menurut
selling
price ini
akan
lebih
besar
daripada
net
realizable
value dan
metode
lain yang
disebut
750

sebelumn
ya.

e.
Expected
Value
Metode
ini sangat
tergantun
g

pada

penghara
pan
seseorang
jadi bisa
lebih
besar
atau lebih
kecil
dibandin
g dengan
metode
lain
karena
expected
value ini
751

merupaka
n
gambaran
dari
present
value kas
di

masa

yang
akan
datang.

3.
Monetar
y

Non-

Monetar
y Items
Monetary
Item
adalah
aktiva
atau
kewajiba
n

yang

dinilai
atau
752

disajikan
dalam
unit uang
yang
tetap
misalnya
kas,
piutang,
hutang
atau
kewajiba
n lainnya
yang
angka
dan
jumlah
nilai
uangnya
yang
tetap
itulah
yang
akan
ditagih,
dibayar
753

di

masa

yang
akan
datang
tanpa ada
perubaha
n.

Nilai

ini adalah
nilai
historis
dan nanti
nilai net
realizable
valuenyalah
yang
akan
direalisas
i. Karena
nilainya
itu

juga

menggam
barkan
nilai
sekarang
754

(current
value)
untuk
aktiva
jenis

ini

tidak
perlu
disesuaik
an
kecuali
untuk
mengetah
ui present
value
dari nilai
yang
diharapka
n ditagih
(expected
value) di
masa
yang
akan
datang.
Contohny
755

deposito ,
valuta
asing

atau
klaim
valuta
asing,
dan alinlain.
Nonmonetary
items
adalah
nilai
dimana
jumlah
uangnya
tidak
ditetapka
n
menurut
kontrak
perjanjia
n. Dalam
756

metode
historical
cost

ini

digambar
kan
sebagai
old

cost

bukan
nilai
sekarang.
Misalnya
aktiva
tetap,laha
n. Dalam
metode
current
value
harga
baru

itu

yang
dicoba
digambar
kan
dengan
harga
757

sekarang.
contohny
a adalah
biaya
dibayar
dimuka.

4. Model
Akuntan
si
Ada
delapan
model
akuntansi
dalam
penilaian
aktiva
dan
penentua
n

laba

yaitu:
1.
penguku
ran
menurut
758

unit
uang :
a.
Historical
Cost
Accounti
ng
b.
Replace
ment
Cost
Accounti
ng
c. Net
Realizabl
e

Value

Accounti
ng
d.
Present
Value
Accounti
ng
2.
Penguku
759

ran
menurut
Uint
Tenaga
Beli
(GPL)
a.
GPL
Histor
ical
Cost
Accou
nting
b.
GPL
Repla
cemen
t Cost
Accou
nting
c.
GPL
Net
Realiz
able
760

Value
Accou
nting
d.
GPL
Presen
t
Value
Accou
nting
Namun
yang
akan
dibahas
pada
paper ini
hanya
tiga
model
akuntansi
saja,
yaitu :
a.
Historical
Cost
761

Accounti
ng
b.
Replace
ment
Cost
Accounti
ng
c.

Net

Realizabl
e

Value

Accounti
ng
1.
Atribut
yang
akan
dinilai
a. D
al
a
m
m
o
de
762

l
H
ist
or
ic
al
C
os
t
A
cc
o
u
nt
in
g,
A
tri
b
ut
ya
n
g
di
ni
763

la
i
ad
al
ah
ju
m
la
h
ua
n
g
at
au
ka
s
at
au
se
je
ni
sn
ya
ya
n
764

g
di
ba
ya
r
u
nt
u
k
m
en
da
pa
tk
an
ak
ti
va
at
au
m
e
m
ba
ya
765

r
se
ju
m
la
h
h
ut
an
g
ya
n
g
di
be
ba
n
ka
n
da
la
m
u
ni
t
766

ua
n
g
ya
n
g
ti
m
b
ul
da
ri
pe
ro
le
ha
n
ak
ti
va
it
u.
b. D
al
a
767

m
m
o
de
l
R
ep
la
ce
m
en
t
C
os
t
A
cc
o
u
nt
in
g,
at
ri
b
768

ut
ya
n
g
di
ba
ya
r
ad
al
ah
ua
n
g
ka
s
at
au
se
je
ni
sn
ya
ya
n
769

g
ak
an
di
ba
ya
r
u
nt
u
k
m
e
m
pe
ro
le
h
ak
ti
va
ya
n
g
sa
770

m
a
da
n
se
je
ni
s
sa
at
se
ka
ra
n
g
at
au
ju
m
la
h
h
ut
an
g
771

ya
n
g
ak
an
di
be
ba
n
ka
n
u
nt
u
k
m
e
m
pe
ro
la
h
ak
ti
va
772

te
rs
eb
ut
.
c. D
al
a
m
m
o
de
l
N
et
R
ea
li
za
bl
e,
at
ri
b
ut
773

ya
n
g
di
ni
la
i
ad
al
ah
ju
m
la
h
ua
n
g
ka
s
at
au
se
ji
ns
n
774

ya
ya
n
g
ak
an
di
pe
ro
le
h
de
n
ga
n
m
en
ju
al
ak
ti
va
se
ka
ra
775

n
g
at
au
ju
m
la
h
ua
n
g
ya
n
g
ha
ru
s
di
ba
ya
r
u
nt
u
k
776

m
en
eb
us
ke
w
aj
ib
an
it
u
se
ka
ra
n
g.
d. D
al
a
m
m
o
de
l
Pr
777

es
en
t
V
al
ue
at
au
C
ap
it
al
iz
ed
V
al
ue
,
at
ri
b
ut
ya
n
g
778

di
ni
la
i
ad
al
ah
ar
us
ka
s
m
as
u
k
be
rs
ih
ya
n
g
di
ha
ra
p
779

ka
n
ak
an
di
te
ri
m
a
da
ri
pe
n
g
g
u
na
an
ak
ti
va
at
au
ar
us
780

ka
s
ke
lu
ar
ne
t
ya
n
g
di
ha
ra
p
ka
n
ak
an
di
ba
ya
r
u
nt
u
781

k
m
e
m
ba
ya
r
ke
m
ba
li
h
ut
an
g.
Atribut
itu dapat
kita
golongka
n

dalam

tiga cara
sebagai
berikut :

F
o
782

k
us
pe
ni
la
ia
n
da
pa
t
be
ru
pa
m
as
a
la
lu
(h
ist
or
ic
al
co
st
783

),
m
as
a
ki
ni
(r
ep
la
ce
m
en
t
co
st
da
n
ne
t
re
al
iz
ab
le
va
784

lu
e)
,
da
n
m
as
a
ya
n
g
ak
an
da
ta
n
g
(p
re
se
nt
va
lu
e)
.
785

Je
ni
s
tr
an
sa
ks
i :
hi
st
or
ic
al
co
st
da
n
re
pl
ac
e
m
en
t
co
786

st
m
er
u
pa
ka
n
tr
an
sa
ks
i
pe
ro
le
ha
n
at
au
pe
m
be
ba
na
n
787

h
ut
an
g,
ne
t
re
al
iz
ab
le
va
lu
e
da
n
pr
es
en
t
va
lu
e
m
en
788

ya
n
g
k
ut
pe
nj
ua
la
n
as
et
da
n
pe
m
ba
ya
ra
n
h
ut
an
g.

Si
789

fa
t
ke
ja
di
an
a
w
al
n
ya
:
hi
st
or
ic
al
co
st
di
da
sa
rk
an
pa
790

da
ke
ja
di
an
ya
n
g
se
be
na
rn
ya
,
pr
es
en
t
va
lu
e
be
rd
as
ar
791

ka
n
ke
ja
di
an
ya
n
g
di
ha
ra
p
ka
n,
da
n
re
pl
ac
e
m
en
t
co
792

st
da
n
ne
t
re
al
iz
ab
le
va
lu
e
di
da
sa
rk
an
pa
da
ke
ja
di
an
ya
793

n
g
si
fa
tn
ya
hi
p
ot
es
is
(a
n
g
ga
pa
n)
.
Unit Of
Measure
Ada
dua jenis
unit
ukuran
yang
794

dipakai,
yaitu
sebagai
berikut :
Unit
Monet
er
(Uang
)
Dal
am
mode
l

ini

yang
menja
di
unit
pengu
kuran
adala
h unit
uang.
2.
Unit
Da
795

ya
Bel
i
(Pu
rch
asi
ng
Po
wer
)
Dal
am
mo
del
ini
yan
g
me
nja
di
alat
uku
r
ada
lah
796

day
a
beli
uan
gny
a
yan
g
tent
u
ber
bed
a
apa
bila
wa
ktu
nya
ber
bed
a.
3.
Penilaia
n

dan

Perbandi
797

ngan
terhadap
Model
Akuntan
si
Dalam
menila
i

dan

memb
anding
kan
model
penilai
an
akunta
nsi
terseb
ut,
model
Prese
nt
Value
sengaj
a tidak
diikut
798

kan
karena
bebera
pa
kelem
ahan
sebaga
i
beriku
t.
Sukar
nya
menak
sir
peneri
maan
kas di
masa
yang
akan
datang
.
Pemili
han
tingka
799

t
diskon
to
yang
sangat
bervar
iasi
Aloka
si
arbitre
r dari
taksor
an
arus
kas
dalam
menila
i aset
Aloka
si
arbitre
r dan
taksira
n arus
kas
800

dari
masin
gmasin
g
aktiva
secara
indivi
dual

Dalam
menilai
dan
memband
ingkan
modelmodel ini
maka
yang
menjadi
dasar
penilaian
adalah.
1. K
es
801

al
a
h
a
n
y
a
n
g
ti
m
b
ul
a
ki
b
at
m
as
al
a
h
w
a
kt
802

u
(ti
m
in
g
er
ro
r)
Ti
m
in
g
er
ro
r
ti
m
bu
l
ak
ib
at
pe
ru
ba
803

ha
n
ni
lai
ya
ng
te
rj
ad
i
da
la
m
su
at
u
pe
ri
od
e
te
rt
en
tu
,
804

tet
ap
i
di
ca
tat
,
di
pe
rh
it
un
gk
an
,
da
n
di
la
po
rk
an
pa
da
pe
805

ri
od
e
ya
ng
lai
n.
Y
an
g
se
ba
ik
ny
a
ad
al
ah
ba
h
w
a
se
tia
p
806

ke
ja
di
an
da
la
m
pe
ri
od
e
it
u
di
ca
tat
da
n
di
la
po
rk
an
se
su
807

ai
pa
da
pe
ri
od
e
it
u.
2. K
es
al
a
h
a
n
a
ki
b
at
al
at
u
k
u
808

r
(
m
ea
su
ri
n
g
u
ni
t
er
ro
rs
)
K
es
al
ah
an
ak
ib
at
al
at
809

uk
ur
in
i
te
rj
ad
i
ap
ab
ila
la
po
ra
n
ke
ua
ng
an
ti
da
k
di
sa
ji
810

ka
n
de
ng
an
m
en
gg
un
ak
an
da
n
m
e
m
pe
rti
m
ba
ng
ka
n
te
na
811

ga
be
li
da
ri
m
at
a
ua
ng
te
rs
eb
ut
.
Id
ea
ln
ya
te
na
ga
be
li
ua
812

ng
ha
ru
s
ik
ut
m
en
ja
di
ba
ha
n
pe
rti
m
ba
ng
an
da
la
m
m
en
yu
813

su
n
la
po
ra
n
ke
ua
ng
an
.
3. K
es
ul
it
a
n
d
al
a
m
p
e
n
af
814

si
ra
n
(i
nt
er
p
re
ta
bi
lit
y)
L
ap
or
an
ke
ua
ng
an
ha
ru
s
di
pa
815

ha
m
i
ta
np
a
sa
la
h
pe
ng
er
tia
n.
D
al
a
m
m
en
af
sir
ka
n
la
816

po
ra
n
ke
ua
ng
an
ki
ta
ha
ru
s
m
e
m
ah
a
m
i
m
as
al
ah
pe
ng
817

er
tia
n
da
n
pe
ng
gu
na
an
ya
.
D
en
ga
n
pe
rk
at
aa
n
lai
n,
ag
ar
818

m
od
el
ak
un
ta
ns
i
da
pa
t
di
pa
ha
m
i
m
ak
a
ki
ta
ha
ru
s
m
819

en
gg
un
ak
an
ru
m
us
:

J
i
k
a

,
m
a
k
820

a
t
a
u

(
i
f

.
t
h
821

e
m
)
.
D
e
n
g
a
n

r
u
m
u
s

i
n
i
m
a
k
a

822

p
a
r
a

p
e
m
b
a
c
a

l
a
p
o
i
r
a
n

k
e
u
823

a
n
g
a
n

a
k
a
n

m
e
m
a
h
a
m
i
a
r
t
i
s
e
824

r
t
a

k
e
g
u
n
a
a
n
y
a
.
A
k
u
n
t
a
n
s
i
m
825

e
m
i
l
i
k
i
a
l
a
t
u
k
u
r

y
a
n
g

m
e
n
g
826

h
a
s
i
l
k
a
n

u
k
u
r
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u
,
827

m
i
s
a
l
n
y
a

m
o
d
e
l
a
k
u
n
t
a
n
s
i
y
a
828

n
g

m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n

u
n
i
t
s
e
b
a
g
a
829

i
a
l
a
t
u
k
u
r

b
e
r
a
r
t
i
h
a
s
i
l
n
y
a
830

a
d
a
l
a
h

b
a
h
w
a

i
t
u

d
i
n
y
a
t
a
831

k
a
n

d
a
l
a
m

j
u
m
l
a
h

r
u
p
i
a
h

(
832

N
u
m
b
e
r

o
f
D
o
l
l
a
r
s

N
O
D
)
.
D
833

e
m
i
k
i
a
n

j
u
g
a

j
i
k
a

k
i
t
a

g
u
834

n
a
k
a
n

k
o
n
s
e
p

H
i
s
t
o
r
i
c
a
l
C
o
835

s
t
d
e
n
g
a
n

u
k
u
r
a
n

t
e
n
a
g
a

b
836

e
l
i
u
m
u
m

,
a
k
a
n

t
e
t
a
p

m
e
n
g
h
837

a
s
i
l
k
a
n

j
u
m
l
a
h

r
u
p
i
a
h

(
N
u
838

m
b
e
r

o
f
D
o
l
l
a
r
s
)
.
S
e
m
e
n
t
a
r
a
839

i
t
u
,
a
p
a
b
i
l
a

k
o
n
s
e
p

C
u
r
r
e
840

n
t
V
a
l
u
e

y
a
n
g

d
i
u
k
u
r

d
e
n
g
a
841

t
e
n
a
g
a

b
e
l
i
u
m
u
m
,
a
k
a
n

m
e
842

n
g
h
a
s
i
l
k
a
n

u
k
u
r
a
n

b
a
r
a
n
g

843

a
t
a
u

C
o
m
m
a
n
d

o
f
G
o
o
d
s

(
C
O
G
844

)
4. R
el
ev
a
ns
i
In
fo
r
m
as
i
ak
un
ta
ns
i
ha
ru
s
re
le
va
n
845

ar
ti
ny
a
ha
ru
s
be
r
m
an
fa
at
ba
gi
pe
m
ak
ai
ny
a
kh
us
us
ny
846

a
un
tu
k
di
gu
na
ka
n
da
la
m
pr
os
es
pe
ng
a
m
bi
la
n
ke
pu
tu
847

sa
n.
N
a
m
un
,
ka
re
na
m
od
el
ak
un
ta
ns
i
ya
ng
ad
a
m
as
ih
848

m
e
m
ili
ki
m
ak
na
ya
ng
m
as
ih
ka
bu
r
se
pe
rti
m
as
al
ah
N
O
849

D
da
n
C
O
G
ta
di
,
su
lit
ba
gi
pe
m
ba
ca
m
en
ja
di
ka
n
in
fo
850

r
m
as
i
ak
un
ta
ns
i
it
u
re
le
va
n
ta
np
a
m
en
gu
as
ai
il
m
851

u
ak
un
ta
ns
i
le
bi
h
m
en
da
la
m
.

Metode
Pengukur
an Harga
Wajar
(

Fair

Value )
Metode
pengukur
an harga
852

wajar
telah
berlaku
di
Amerika
sesuai
dengan
statement
NO. 157
tentang
Fair
Value
Measure
ment.
Stateme
nt

ini

mendifini
sikan fair
value

menentap
kan
kerangka
untuk
menguku
r

nilai
853

yang
wajar
(

fair

value)
sesuai
dengan
prinsip
akuntansi
yang
berterima
umum,
dan
memperl
uas
pengungk
apan
tentang
pengukur
na

fair

value.
Statemen
t

ini

diterapka
n

dalam

kerangka
854

dasar
akuntansi
yang
membutu
hkan atau
mengizin
kan
pengukur
an

fair

value.
Dewan
standar
sebelumn
ya

telah

memutus
kan
melalui
pengumu
man
bahwa
fair value
adalah
metode
pengukur
an

yang
855

relevan.
Oleh
karena
itu,
statement
ini tidak
meemerl
ukan
metode
pengukur
an

fair

vale yang
baru.
Namun,
untuk
sebagian
entitas
penerapa
n

fair

value ini
akan
menguba
h praktik
yang
berlaku
856

sekarang.

Ilustrasi
Beberap
a
Alternati
f Model
Akuntan
si
Untuk
memberi
kan
gambaran
yang
jelas
antara
beberapa
alternativ
e

model

akuntansi
ini

kita

misalkan
PT
Sipangko
Jaya
857

yang
didirikan
pada
tanggal
21 Maret
2005
akan
memasar
kan
produk
baru
yang
disebut
ESTIMA
.

Modal

berjumla
h

Rp

30.000,-,
utangnya
Rp
30.000,-,
dengan
bunga 10
%. Pada
tanggal 1
858

Januari
PT
Sipangko
Jaya
memulai
kegiatann
ya
dengan
membeli
6.000
unit
ESTIMA
dengan
harga Rp
10,-

per

unit.
Pada
tanggal 1
Mei
perusaha
an
menjual
5.000
unit
dengan
859

harga Rp
15,-

per

unit.
Sementar
a

itu,

perubaha
n tingkat
harga
selama
tahun
2005
adalah
sebagai
berikut:
Januari 1

Mei 1

Desember 1

Replacement Cost

10

12

13

Net Realizable Value

15

17

General Price Level Index

100

130

156

Alternati
f dengan
Melihat
Sudut

860

Unit of
Money
Alternatif
yang kita
bahas
disini
adalah
menyang
kut
kesalahan
yang
timbul
karena
waktu.
Untuk
itu,
model
yang
akan kita
bahas
adalah:
1. H
ist
or
ic
861

al
C
os
t
A
cc
o
u
nt
in
g
2. R
ep
la
ce
m
en
t
C
os
t
A
cc
o
u
862

nt
in
g
3. N
et
R
ea
li
za
bl
e
V
al
ue
A
cc
o
u
nt
in
g

Laporan
Laba
Rugi
863

Laporan
laba rugi
untuk
ketiga
model itu
adalah
sebagai
berikut:
PT
Sipangko
Jaya
Laporan
Laba Rugi
Untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal 31
Desember
2005

Historical
Replacem
ent
Net
Realizable

75.000
92.000

864

Harga Poko Penjualan

50.000
60.000
73.000

25.000
15.000
19.000

3.000
3.000
3.000

22.000
12.000
16.000
Realisasi holding gain and
loss sudah
termasuk

10.000
10.000
Holding gain and loss
yang tidak
dihitung

865

3.000
3.000
Tidak direalisasi
General Price level gain

tidak
dihitung
tidak
dihitung
tidak
dihitung

22.000
25.000
29.000

PT
Sipangk
o Jaya
Neraca
31
Desembe
r 2005

Historical
Reolace
ment
Net
Realizabl
e
Value
Value
866

72.000
72.000
72.000

10.000
13.000
17.000

82.000
85.000
89.000
Utang & Modal

30.000
30.000
30.000
Modal Saham
30.000
867

30.000
30.000
Laba ditahan

22.000
22.000
22.000
Belum realisasi
3.000
7.000
Total laba ditahan
22.000
25.000
29.000
Total Modal Setor
52.000
55.000
59.000
Total Utang & Modal

868

82.000
85.000
89.000
Analisis

perbedaan
akibat
waktu
Total Laba

29.000

2.
Alter
natif
Denga
n
Meng
gunak
an
Model
Akunt
ansi
yang
Diuku
r

869

Denga
n Unit
Tenag
a Beli
Umu
m
Dalam
model ini
yang kita
bahas
adalah:
1. G
en
er
al
Pr
ic
e
L
ev
el
A
dj
us
te
870

d
H
ist
or
ic
al
A
cc
o
u
nt
in
g
2. G
en
er
al
Pr
ic
e
L
ev
el
A
dj
871

us
te
d
R
ep
la
ce
m
en
t
C
os
t
A
cc
o
u
nt
in
g
3. G
en
er
al
Pr
872

ic
e
L
ev
el
A
dj
us
te
d
N
et
R
ea
li
za
bl
e
V
al
ue
A
cc
o
u
873

nt
in
g

PT
Sipangko
Jaya
Laporan
Laba Rugi
Untuk
tahun
yang
berakhir
pada
31
Desember
2005

Harga Pokok Penjualan

Real Realized Holding Gain and Loss


Real Unrealized Holding Gain and Loss
General Price Level Gain and Loss

PT
Sipangk
o Jaya
Neraca
Menurut
General
Price
Level
Per 31
desembe
r 2005
Keterangan

Persediaan
Total Aktiva

874

Laba Ditahan:
Unrealized
Laba/Rugi GPL
Total Pasiva

Analisis
Tipe
Kesalaha
n
Masingmasing
Model

No Accounting Model

Historical-cost accounting

Replacement-cost

Net-realizable-value accounting

General price-level-adjusted historical


cost accounting

General Price-level-adjusted
replacement-cost accounting

General Price-level-adjusted netrealizable-value accounting

MATE
RI
875

XIII
AKUN
TANSI
: ILMU
DAN
PARA
DIGM
A

Kompete
nsi dasar
a. Menj
elask
an
apa
yang
dima
ksud
denga
n
konse
p
parad
igma
b. Menj
elask
876

an
tentan
g
pende
katan
deskri
ptif
induk
tif
dalam
dalam
penyu
sunan
teori
akunt
ansi
dan
keyak
inan
nilai
dari
prakti
k
akunt
ansi
877

c. Menj
elask
an
tentan
g
altern
atif
siste
m
akunt
ansi
biay
histor
is
d. Menj
elask
an
hubu
ngan
pema
kaian
infor
masi
akunt
ansi
878

dan
infor
masi
akunt
ansi
yang
releva
n
denga
n
konse
p
pemb
uatan
keput
usan
akunt
ansi

Perubah
an
Re
vol
usi
one
879

r
Teo
ri,
da
n
Pa
rad
ig
ma
Pu
nct
uat
ed
Eq
uili
bri
um
Bagai
mana
ilmu
pengetah
uan
berubah?
Pertanyaa
n

ini
880

telah
menjadi
perdebata
n

cukup

lama.
Para
pengikut
Darwin
dengan
gagasann
ya
tentang
pertumbu
han
(increme
ntal)
menyatak
an bahwa
perubaha
n
kumulatif
masih
jauh dari
memadai
untuk
881

menjelas
kan
perubaha
n

dalam

bidang
ilmu dan
pertumbu
han
dalam
bidang
pengetah
uan.
Sejarawa
n
mengajuk
an
sebuah
gagasan
yang
berbeda
dari
evolusi
yang
dikenal
sebagai
882

punctuat
ed
equilibri
um:
sebuah
altematif
di antara
periode-p
eriode
yang
panjang
dengan
infrastruk
tur yang
stabil dan
meningka
tnya
penyesua
ian serta
peringkas
an
periode
revolusio
ner yang
bergolak
883

(Niles
Eldredge
dan
Stephen
Gould).
Pada
dasamya,
"garis
keturuna
n muncul
dalam
bentuk
equilibri
um
seperti
bentuk-b
entuk
terdahulu
dan
spesies
baru
muncul
dengan
tiba-tiba,
melalui
884

perubaha
n

yang

secara
tiba-tiba
menyela
(punctuation)
proses
yang ada
(seperti
dalam
model
Darwin seleksi
alam
yang
akan
menselek
si
kemampu
an varian
baru
tersebut)"
.
Untuk
885

masingmasing
teori,
punctuat
ed
equilibri
um
menawar
kan

tiga

kompone
n pokok
yaitu:
st
ru
kt
ur
ya
n
g
m
en
da
la
m
,
886

pe
ri
o
de
ke
se
i
m
ba
n
ga
n,
da
n
pe
ri
o
de
re
v
ol
us
io
ne
r.
887

http://ww
w.b
log
ger.
co
m/p
ostedit
.g?
blo
gID
=27
052
650
648
930
610
5&
pos
tID
=43
401
768
875
582
449

888

91

Teori
U
mu
m
Ku
hn
ten
tan
g
Re
vol
usi
Ilm
iah
T
eori
tentang
revolusi
pengetah
uan
menekan
kan pada
pengemb
889

angan
pengetah
uan

dan

motivasi
sejumlah
pengemb
angan
tersebut.
Usaha
Thomas
Kuhn
menekan
kan pada
pengemb
angan
pengetah
uan
dalam
bidang
sain
normal
tertentu.
Tesis
utama
revolusi
890

pengetah
uan

ini

berdasark
an
konsep
paradigm
a. Setelah
munculn
ya
sejumlah
kritik
tentang
perbedaa
n

dan

ketidak
konsisten
an
pemakaia
n

istilah

paradigm
a,

Kuhn

memperb
aikinya
dalam
bukunya
891

edisi
kedua:
D
alam
banyak
buku,
istilah
paradigm
a
digunaka
n

dalam

dua
pengertia
n
berbeda.
Di

satu

sisi,
paradigm
a

terdiri

dari
keseluruh
an
konstelas
i
keyakina
892

n,

nilai,

dan
teknik
yang
dibagikan
pada
anggota
suatu
komunita
s. Di sisi
lain,
paradigm
a
menunju
kkan satu
bentuk
elemen
dalam
konstelas
i,

yaitu

solusi
kongkrit
atas
kebingun
gan yang
893

dapat
dimanfaa
tkan
sebagai
model
atau
contoh,
dan dapat
menggant
ikan
aturan
yang ada
sebagai
suatu
dasar
solusi
bagi
kebingun
gan
berikutny
a

dalam

sain
normal.

Paradigm
894

a-paradig
ma

ini

tidak
selamany
a
mendomi
nasi.
Untuk
pertama
kali
dijumpai
adanya
sejumlah
anomali
(kelainan
/keganjila
n).
Anomali
ini tidak
dapat
diperbaik
i.

Suatu

periode
ketidak
nyamana
895

dan

krisis
terjadi
dengan
adanya
perselisih
an antara
pihak
yang
melihat
anomali
sebagai
suatu
contoh
pembandi
ng,

dan

pihak
lain yang
tidak
mengang
gapnya:
Sain
normal
berulang
kali
896

mengala
mi salah
langkah.
Saat

itu

terjadi-ya
itu

saat

profesi
tidak lagi
dapat
menghin
dari
anomali
sebagai
penyebab
tumbang
nya
tradisi
praktik
ilmu
pengetah
uan yang
ada-maka
penyelidi
kan
tambahan
897

dimulai
untuk
mengajak
para
anggota
profesi
agar
membuat
komitme
n

baru,

sebagai
dasar
yang
baru
untuk
praktik
ilmu
pengetah
uan.
K
risis
berlanjut
dengan
munculn
ya
898

sekumpul
an
alternatif
ide

dan

identifika
si cabang
pemikira
n

baru.

Apa yang
sesunggu
hnya
terjadi
selama
periode
krisis,
tidak
banyak
yang
tahu.
H.Gilma
n
McCann
mengusul
kan
tingkat
899

karakteris
tik
teoretis
dan
kuantitati
f

dari

tugas-tug
as

yang

berhubun
gan
dengan
periode
awal dan
akhir

dr

sain
normal:
o
Tingk
at
usaha
teoret
is
akan
meni
ngkat
900

selam
a
penge
mban
gan
revol
usi.
Penin
gkata
n ini
terdiri
dari;

nai

dia

o
Perges
eran
ke
paradi
gma

901

baru
akan
segera
muncu
l dari
sejuml
ah
tulisan
teoreti
k
diband
ingkan
tulisan
yang
lain.
o
Tingk
at
usaha
kuanti
tatif
akan
menin
gkat
selam
902

a
penge
mbang
an
revolu
si.
Penin
gkatan
ini
terdiri
dari

o
Perges
eran
ke
paradi
gma
baru
akan
903

segera
muncu
l dari
sejuml
ah
tulisan
kuanti
tatif
diband
ingkan
tulisan
yang
lain.
o
Penin
gkatan
usaha
kuanfi
tatif
akan
sangat
ditega
skan
di
antara
904

tulisan
teoreti
k.
o

Akan
terjadi
pening
katan
jml
penuli
s
selam
a
penge
mbang
an
revolu
si.

Akan
terjadi
pening
katan
produ
ktivita
s
penuli
905

s
selam
a
penge
mbangan
revolu
si.
o
Perges
eran
ke
paradi
gma
baru
akan
segera
muncu
l dari
sejumi
ah
tulisan
penuli
s
muda
906

daripa
da
penuli
s yang
lebih
tua.
o
Pendu
kung
paradi
gma
baru
umum
nya
lebih
muda
daripa
da
pendu
kung
paradi
gma
lama.
o

Akan
ada
907

sejuml
ah
tulisan
yang
bersifa
t
netral.
o

Porsi
pengh
arpan
terhad
ap
penuli
s yang
mendu
kung
paradi
gma
baru
akan
menin
gkat
selam
a
revolu
908

si.
Seluruh
hukum
dan
proposisi
merupaka
n subjek
kesaksian
empirk.
Penolaka
n

suatu

paradigm
a
terhadap
paradigm
a

lain

bagaiman
apun
tidak
berdasark
an
eksklusifi
tas bukti
empirik.
Faktor-fa
909

ktor yang
tidak
logik
termasuk
pandanga
n
metafisik
,
keduduka
n
filosofik,
etnosentri
sme,
nasionali
sme, dan
karakter
sosial
dari
komunita
s ilmiah,
mungkin
menjadi
beban
keputusa
n.
910

Pengakua
n
paradigm
a

oleh

para
pendukun
gnya
yang
lebih dari
sekadar
uang atau
kekuasaa
n,

akan

menjadi
faktor
pendoron
g

bagi

para
peneliti
maupun
komunita
s

ilmiah

tertentu.
Intinya,
para
911

peneliti
akan
menukar
kan
pengakua
n

sosial

terhadap
informasi
.
Walaupu
n

sulit

untuk
sependap
at bahwa
pengakua
n
merupaka
n
motivasi
utama
bagi
penelitian
dalam
setiap
bidang
912

ilmu,
namun
ada
argumen
menarik
bahwa
dorongan
utama
penelitian
adalah
kepuasan
yang
diperoleh
apabila
melakuka
n
sesuatuny
a dengan
baik.
Namun
demikian
,
kecurigaa
n tentang
kebenara
913

n secara
psikologi
s
menyeli
muti
proses
pengakua
n

dalam

ilmu
pengetah
uan.
Setiap
pengharg
aan yang
bersifat
intrinsik
seperti
popularit
as, uang,
posisi,
secara
moral
bersifat
mendua
dan
914

berpotens
i

untuk

merusak
nilai
kepuasan
secara
alami:
seperti
reward
berbentu
k
pemberia
n
hukuman
,

akan

menggant
ikan
keduduka
n
motivasi
yang
sesunggu
hnya:
perhatian
terhadap
915

pengakua
n

akan

menggant
ikan
perhatian
terhadap
keunggul
an
pengetah
uan.

PANDA
NG
AN
RIT
ZER
TEN
TAN
G
BER
BA
GAI
PAR
ADI
GM
916

A
Fokus
perhatika
n

teori

revolusi
pengetah
uan
adalah
pendefini
sian yang
tepat
tentang
konsep
paradigm
a.

Kuhn

menggun
akan
istilah
tersebut
secara
salah dan
tidak
konsisten
. Definisi
paling
917

mendekat
i

yang

tersaji
pada
bagian
akhir
bukunya
edisi
kedua
juga tetap
tidak
jelas.
Definisi
tersebut
tidak
mengura
ngi kritik
utama
terhadap
perubaha
n
pandanga
n Kuhn,
dari
pandanga
918

n bahwa
kemuncul
an

dan

kegagala
n

suatu

paradigm
a
merupaka
n

akibat

faktor
politik,
ke
pandanga
n

baru

bahwa
suatu
paradigm
a

lebih

unggul
dari
pandanga
n lainnya
dengan
suatu
alasan,
919

meliputi
"keakurat
an,
cakupan,
kemudah
an,
manfaat,
dan
kesamaan
nya".
Kompone
n

dasar

suatu
paradigm
a
menurut
definisi
Ritzer
adalah:
1.
Co
nto
h
(ex
em
920

pla
r),
ata
u
pot
ong
an
akfi
vita
s
yan
g
ber
fun
gsi
seb
aga
i
mo
del
bag
i
indi
vid
u
921

yan
g
bek
eda
me
ngg
una
kan
sua
tu
par
adi
gm
a;
2.
ga
mb
ara
n
(im
age
s)
dari
pok
ok
922

per
soa
lan;
3.
teor
i-te
ori
(th
eor
ies)
;
dan
4.
met
ode
dan
inst
ru
me
n.
Saat nilai
prediksi
suatu
teori bagi
para
923

pengguna
nya
digunaka
n,

nilai

tersebut
tidak
semata-m
ata
menentuk
an
kesukses
an suatu
paradigm
a.
Disebabk
an biaya
kesalahan
dan
impleme
ntasinya
bervariasi
,
sejumlah
teori
tentang
924

fenomena
dapat
bertahan
secara
bersamaa
n

untuk

tujuan
prediktif.
Bagaima
napun,
hanya
satu
fenomena
yang
secara
umum
akan
dapat
diterima
para
teoritikus
.

Dalam

menerim
a

suatu

teori,
925

teoritikus
akan
dipengar
uhi oleh
pertimba
ngan
intuitif
dari
penjelasa
n

teori

suatu
fenomena
dan
jangkaua
n

suatu

fenomena
,

yang

dapat
menjelas
kan

dan

mempred
iksi
sebaik
manfaat
prediksi
926

bagi para
pengguna
.

PARADI
GM
A
DAL
AM
AK
UNT
ANS
I
Paradig
ma
An
tro
pol
ogi
kal
/
Ind
ukt
if
Gambar
927

an
Pokok
Masalah
Bagi
pengguna
paradigm
a
anthropo
logical/
inductive
,

pokok

persoalan
yang ada
adalah:
o

Pr
ak
ti
kpr
ak
ti
k
ak
u
nt
928

an
si
ya
n
g
ad
a,
da
n
o

Si
ka
p
m
an
aj
e
m
en
te
rh
ad
ap
pr
ak
ti
929

kpr
ak
ti
k
te
rs
eb
ut
.
Para
pendukun
g
pandanga
n

ini

berpenda
pat
bahwa
pada
umumny
a
teknik-te
knik
mungkin
diturunka
930

dan

dipertimb
angkan
dengan
berdasark
an
pengujian
terhadap
manfaatn
ya

atau

bahwa
manajem
en
memegan
g peranan
utama
dalam
menentuk
an
teknik-te
knik
yang
akan
diimplem
entasikan
931

.
Konseku
ensinya,
tujuan
penelitian
akuntansi
yang
berhubun
gan
dengan
paradigm
a
anthropo
logical/
inductive
adalah
untuk
memaha
mi,
menjelas
kan, dan
mempred
iksi
praktik-p
raktik
932

akuntansi
yang ada.
Contoh,
Ijiri
memanda
ng

misi

pendekat
an
paradigm
a

ini

sebagai
berikut:
Bentuk
penalaran
induktif
untuk
mempero
leh
tujuan
yang
secara
implisit
terkandu
ng dalam
perilaku
933

sistem
yang ada,
tidak
ditujukan
untuk
menjami
n
kelangsu
ngan
sistem
yang
sudah
ada.
Tujuan
sejumlah
pengujian
adalah
untuk
menyorot
i di mana
perubaha
n
diperluka
n dan di
mana
934

sebaikny
a
dilakukan
.
Perubaha
n

yang

disaranka
n
sejumlah
penelitian
memiliki
lebih
banyak
kesempat
an

yang

secara
aktual
dapat
diimplem
entasikan
.

Teori-teo
ri
Emp
935

at

teori

dapat
dipertimb
angkan
sebagai
bagian
dari
paradigm
a
anthropo
logikal/
inductif
o

In
fo
r
m
as
i
ek
o
n
o
m
is

M
936

o
de
l
an
al
iti
s/
ag
en
si
o

H
ip
ot
es
is
in
c
o
m
e
s
m
o
ot
hi
937

n
g/
e
a
m
in
g
s
m
a
n
a
g
e
m
e
nt
;
da
n
o

T
eo
ri
ak
u
938

nt
an
si
p
os
iti
f.

Metodemetode
Para
pengguna
paradigm
a
anthropo
logical/
inductive
cenderun
g

untuk

menggun
akan
salah satu
dari tiga
teknik
berikut
939

ini:
o

Teknikte
k
ni
k
ya
n
g
di
g
u
na
ka
n
da
la
m
pe
ne
lit
ia
n
in
c
940

o
m
e
s
m
o
ot
hi
n
g;

Teknikte
k
ni
k
ya
n
g
di
g
u
na
ka
n
941

da
la
m
pe
ne
lit
ia
n
e
a
m
in
g
s
m
a
n
a
g
e
m
e
nt
;
da
942

n
o

Teknikte
k
ni
k
ya
n
g
di
g
u
na
ka
n
da
la
m
pe
ne
lit
ia
n
te
or
943

i
p
os
iti
f.

Paradig
ma
True
Inco
me /
Ded
ukti
ve
Gambar
an
Pokok
Masalah
Siapa
saja yang
mengado
psi
paradigm
a
true- inco
944

me/deduc
tive,
pokok
persoalan
nya
adalah:
o
Penyu
sunan
teori
akunta
nsi
denga
n
mengg
unaka
n
dasar
logika,
alasan
norma
tif,
serta
konse
p yang
945

baku
dan
o
Konse
p
incom
e yang
ideal
berdas
arkan
sejuml
ah
metod
e lain
selain
metod
e historical
cost.
MacNeal
berpenda
pat
bahwa
konsep
income
946

yang
ideal
adalah
sebagai
berikut:
Ada satu
definisi
profit
yang
benar
dalam
istilah
akuntansi
.

Profit

merupaka
n
peningkat
an bersih
dalam
tingkat
kesejahte
raan.
"Loss"
merupaka
n
947

penuruna
n

bersih

dalam
tingkat
kesejahte
raan.
Definisidefinisi
tersebut
merupaka
n definisi
para
ekonom.
Definisi
ini
singkat
dan tepat,
jelas,
serta
dapat
diukur
secara
matemati
s.
Alexande
948

r,
berpenda
pat
tentang
konsep
income
yang
ideal,
menyatak
an:
Kita
harus
menemuk
an
apakah
income
ekonomi
k

yang

ideal
berbeda
dengan
income
akuntansi
hanya
dalam
949

tingkatan
bahwa
yang
ideal itu
sulit
dicapal,
atau
apakah
income
ekonomis
sudah
cukup
memadai
apabila
pengukur
annya
mudah
dilakukan
.

Teori-teo
ri
Teori
yang
muncul
950

dari
paradigm
a

true

income/
deductive
menyajik
an
altematif
terhadap
sistem
akuntansi
biaya
historis.
Secara
umum,
lima teori
atau
cabang
pemikira
n

dapat

diidentifi
kasi:

P
ri
c
951

ele
v
el
a
dj
u
st
e
d
(a
ta
u
c
u
rr
e
ntp
u
rc
h
a
si
952

n
gp
o
w
er
)
a
c
c
o
u
nt
in
g.

R
e
pl
a
c
e
m
e
nt953

c
o
st
a
c
c
o
u
nt
in
g.

D
e
p
ri
v
alv
al
u
e
a
c
954

c
o
u
nt
in
g
(L
ik
ui
da
si
).

C
o
nt
in
u
o
u
sl
y
c
o
nt
e
955

m
p
o
r
a
ry
(n
et-r
e
al
iz
a
bl
ev
al
u
e)
a
c
c
o
u
nt
956

in
g.

P
re
se
ntv
al
u
e
a
c
c
o
u
nt
in
g.

Masingmasing
teori
menyajik
an
altematif
957

metode
penilaian
assets
dan
penentua
n income
yang
dapat
mengatas
i
akuntansi
biaya
historis.
Metodemetode
Para
pengguna
paradigm
a
true- inco
me/deduc
tive
umumny
a
menggun
958

akan
alasan
analitis
untuk
membena
rkan
penyusun
an

teori

akuntansi
atau
untuk
mempert
ahankan
keunggul
an suatu
model
tertentu
dalam
penilaian
assets/pe
nentuan
income,
selain
akuntansi
biaya-hist
959

orik. Para
pendukun
g
paradigm
a

ini

umumny
a
mengawa
li tujuan
dan
postulat
lingkung
an

ke

metode
yang
spesifik.

Paradig
ma
De
cisi
onUs
efu
lne
960

ss /
Sec
isio
n Mo
del
Gambar
an
Pakok
Masalah
Bagi para
pengguna
paradigm
a
decisionusefulnes
s/
decisionmodel,
pokok
persoalan
dasamya
adalah
manfaat
informasi
961

akuntansi
dalam
model
keputusa
n.
Informasi
yang
relevan
dengan
model
atau
kriteria
keputusa
n
ditentuka
n

dan

diterapka
n dengan
memilih
altematif
akuntansi
terbaik.
Kemanfa
atan
dalam
962

model
keputusa
n

sama

dengan
model
keputusa
n

yang

relevan.
Sebagai
contoh,
Sterling
menyatak
an:
Apabila
suatu
properti
dapat
ditentuka
n

oleh

sebuah
model
pembuata
n
keputusa
n,

maka
963

pengukur
an
terhadap
properti
tersebut
dikatakan
relevan
(dengan
model
keputusa
n
tersebut).
Apabila
suatu
properti
tidak
dapat
ditentuka
n

oleh

sebuah
model
pembuata
n
keputusa
n,

maka
964

pengukur
an
terhadap
properti
tersebut
dikatakan
tidak
relevan
(dengan
model
keputusa
n
tersebut).
"

Teori-teo
ri
Dua
bentuk
teori
dapat
dimasukk
an
sebagai
bagian
965

paradigm
a
decisionusefulnes
s/
decisionmodel
yaitu;

B
en
tu
k
pe
rt
a
m
a
be
rh
u
b
u
n
ga
n
966

de
n
ga
n
pe
rb
ed
aa
n
be
nt
u
k
m
o
de
l
ke
p
ut
us
an
ya
n
g
967

be
rh
u
b
u
n
ga
n
de
n
ga
n
pe
m
b
ua
ta
n
ke
p
ut
us
an
bi
sn
968

is
(s
ep
er
ti
E
O
Q
,
P
E
R
T,
li
ne
ar
pr
o
gr
a
m
m
in
g,
pe
969

n
ga
n
g
ga
ra
n
m
o
da
l,
be
li
vs
se
w
a
be
li
[l
ea
se
],
m
e
970

m
b
ua
t
at
au
m
e
m
be
li
da
n
se
ba
ga
in
ya
).

In
fo
r
m
as
i
971

ya
n
g
di
pe
rl
u
ka
n
ol
eh
se
ba
gi
an
be
sa
r
m
o
de
l
in
i
de
972

n
ga
n
m
u
da
h
da
pa
t
di
te
nt
u
ka
n.

B
en
tu
k
ke
d
ua
be
rh
973

u
b
u
n
ga
n
de
n
ga
n
pe
rb
ed
aa
n
ke
ja
di
an
ek
o
n
o
m
is
974

ya
n
g
m
u
n
g
ki
n
da
pa
t
m
e
m
pe
n
ga
ru
hi
g
oi
n
g
c
975

o
n
c
e
m
(s
ep
er
ti
ke
ba
n
g
kr
ut
an
,
pe
n
ga
m
bi
lal
ih
976

an
,
m
er
ge
r,
pe
ri
n
g
ka
t
o
bl
ig
as
i,
da
n
se
ba
ga
in
ya
).
977

T
eo
ri
ya
n
g
m
en
g
h
u
b
u
n
g
ka
n
in
fo
r
m
as
i
ak
u
978

nt
an
si
de
n
ga
n
ke
ja
di
an-k
ej
ad
ia
n
te
rs
eb
ut
ba
n
ya
k
ya
979

n
g
ti
da
k
da
pa
t
di
ke
ta
h
ui
.
P
en
ge
m
ba
n
ga
n
se
ju
m
980

ia
h
te
or
i
m
er
u
pa
ka
n
tu
ju
an
ut
a
m
a
ak
ti
vi
ta
s
ts
b
981

da
la
m
pa
ra
di
g
m
a
d
e
ci
si
o
nu
se
fu
ln
es
s/
d
e
ci
si
982

o
nm
o
d
el
.

Metodemotode
Para
pengguna
paradigm
a
cenderun
g

untuk

tergantun
g

pada

teknik-te
knik
empirik
dalam
menentuk
an
kemampu
983

an
prediktif
dari
elemen-el
emen
informasi
yang
terpilih.
Pendekat
an

yang

umumny
a
digunaka
n

dalam

analisis
diskrimin
an untuk
mengelo
mpokkan
nya
dalam
satu
bentuk
kelompo
k

dari
984

sejumlah
kelompo
k

yang

ada
sebelumn
ya,
tergantun
g

pada

karakteris
tik
keuangan
perusaha
an secara
individua
l.

Paradig
ma
De
cisi
onUs
efu
lln
ess/
985

De
cisi
onMa
ker
/Ag
reg
atMa
rke
tBe
ha
vio
r
Gambar
an
Pokok
Masalah
Bagi para
pengguna
paradigm
a
decisionusefulnes
986

s/
decision
maker/
agregatmarket-b
ehavior,
pokok
masalah
sesunggu
hnya
adalah
respons
pasar
secara
keseluruh
an
terhadap
variabelvariabel
akuntansi
.

Para

penulis di
atas
sependap
at bahwa
987

manfaat
keputusa
n secara
umum
dalam
variabel
akuntansi
dapat
diperoleh
dari
perilaku
pasar
secara
keseluruh
an,

atau

seperti
yang
disajikan
oleh
Gonedes
dan
Dopuch,
hanya
pengaruh
prosedur
988

akuntansi
altematif
atau
spekulasi
yang
dapat
diniial
dari
perilaku
pasar
secara
keseluruh
an.
Menurut
Gonedes
dan
Dopuch,
pemiliha
n sistem
informasi
akuntansi
ditentuka
n

oleh

perilaku
pasar
989

secara
keseluruh
an.

Teori-teo
ri
Hubunga
n

antara

perilaku
pasar
secara
keseluruh
an
dengan
variabel
akuntansi
didasarka
n

pada

teori
efisiensi
pasar
modal.
Menurut
teori ini,
pasar
990

akan
dikatakan
efisien
jika;

ha
rg
a
pa
sa
r
m
en
ce
r
m
in
ka
n
se
ca
ra
pe
n
u
h
991

(f
ul
ly
re
fl
e
ct
)
se
lu
ru
h
in
fo
r
m
as
i
ya
n
g
te
rs
ed
ia
992

u
nt
u
k
u
m
u
m
,
da
n
dr
su
d
ut
i
m
pl
ik
as
in
ya
ba
h
w
993

a,

ha
rg
a
pa
sa
r
ti
da
k
bi
as
da
n
m
er
es
p
o
n
se
ca
ra
ce
pa
994

t
se
lu
ru
h
in
fo
r
m
as
i
ba
ru
.
Teori ini
secara
jelas
menyatak
an bahwa
umumny
a

dalam

kondisi
pasar
efisien,
abnorma
995

retum

yang
dapat
diperoleh
dari
pemanfaa
tan
informasi
yang
lebih luas
dalam
hubungan
nya
dengan
setiap
pola
perdagan
gan
adalah
nol.
Perubaha
n

dalam

kumpula
n
informasi
996

yang
tersedia
secara
otomatis
akan
menyeba
bkan
keseimba
ngan
harga
yang
baru.
Pada
kenyataa
nnya
teori
yang
menegas
kan
perilaku
pasar
meliputi:

th
e
ef
997

fi
ci
e
nt
m
a
rk
et
m
o
d
el
;

th
e
ef
fi
ci
e
nt
m
a
rk
et
h
998

y
p
ot
h
es
is
;

th
e
c
a
pi
ta
l
a
ss
et
p
ri
ci
n
g
m
o
d
999

el
;

th
e
a
r
bi
tr
a
g
e
p
ri
ci
n
g
th
e
o
ry
;

th
e
e
q
1000

ui
li
b
ri
u
m
th
e
o
ry
of
o
pt
io
n
p
ri
ci
n
g.

Metodemotode
Para
1001

pengguna
paradigm
a ini akan
mengikut
i metode:

th
e
m
a
rk
et
m
o
d
el
,

th
e
b
et
a
es
ti
m
at
1002

io
n
m
o
d
el
;

th
e
e
v
e
nt
st
u
d
y
m
et
h
o
d
ol
o
g
1003

y;

th
e
O
hl
s
o
n'
s
V
al
u
at
io
n
m
o
d
el
,.
"

th
e
p
ri
1004

c
e
le
v
el
b
al
a
n
c
e
s
h
e
et
e
v
al
u
at
io
n
m
o
d
1005

el
,

th
e
in
fo
r
m
at
io
n
c
o
nt
e
nt
of
e
a
m
in
g
s
m
o
1006

d
el
s,

th
e
m
o
d
el
s
of
th
e
re
la
ti
o
n
b
et
w
e
e
n
e
1007

a
m
in
g
s
a
n
d
re
tu
m
.

Paradig
ma
De
cisi
onUs
efu
lln
ess
/
De
cisi
1008

on
Ma
ker
/
Ind
ivi
du
al Us
er
Gambar
an
Pokok
Masalah
Bagi para
pengguna
paradigm
a
decisionusefullne
ss/
decisionmaker/
individua
l- user,
1009

pokok
masalahn
ya adalah
respon
pengguna
individu
terhadap
variabelvariabel
akuntansi
.

Para

pendukun
g
paradigm
a

ini

berpenda
pat
bahwa
secara
umum
manfaat
variabel
akuntansi
terhadap
pembuata
1010

n
keputusa
n

dapat

dilihat
dari
sudut
perilaku
manusia.
Dengan
kata lain,
akuntansi
dipandan
g sebagai
proses
keperilak
uan.
Tujuan
penelitian
akuntansi
keperilak
uan
adalah
untuk
memaha
mi,
1011

mengurai
kan, dan
mempred
iksi
perilaku
manusia
dalam
hubungan
nya
dengan
akuntansi
.
Paradigm
a

ini

berhubun
gan
dengan
kepenting
an
pengguna
akuntansi
secara
intemal,
prosedur
dan
1012

penilai
informasi
,

serta

masyarak
at umum
atau
perwakila
nnya.

Teori-teo
ri
Sebagian
besar
penelitian
yang
berhubun
gan
dengan
paradigm
a
decisionusefulnes
s/
decisionmaker/
1013

individua
l- user
tidak
dikaitkan
dengan
manfaatn
ya dalam
pembentu
kan teori
secara
jelas.
Secara
umum,
altematif
untuk
mengemb
angkan
teori
akuntansi
keperilak
uan yang
memadai
meminja
m,

dari

disiplin
1014

ilmu
yang lain.
Sebagian
besar
teori
tersebut
cukup
memadai
untuk
menjelas
kan

dan

mempred
iksi
perilaku
manusia
dalam
hubungan
nya
dengan
akuntansi
.
Teori-teo
ri
pinjaman
ini

di
1015

antaranya
:

re
la
ti
vi
s
m
e
k
o
g
ni
tif
(k
es
ad
ar
an
)
da
la
m
ak
u
1016

nt
an
si;

re
la
ti
vi
s
m
e
b
u
da
ya
da
la
m
ak
u
nt
an
si;

pe
n
ga
1017

ru
h
ke
pe
ril
ak
ua
n
da
ri
in
fo
r
m
as
i
ak
u
nt
an
si;

re
la
ti
vi
1018

s
m
e
li
n
g
ui
sti
k
da
la
m
ak
u
nt
an
si;

hi
p
ot
es
is
fi
ks
as
1019

i
fu
n
gs
io
na
l
da
n
fi
ks
as
i
da
ta
;

hi
p
ot
es
is
in
fo
r
m
1020

at
io
n
in
d
u
ct
a
n
c
e;

hi
p
ot
es
is
sl
a
c
k
or
ga
ni
sa
si
1021

o
na
l
da
n
pe
n
ga
n
g
ga
ra
n;

pe
n
de
ka
ta
n
k
o
nt
in
je
ns
1022

i
da
la
m
pe
n
y
us
u
na
n
si
st
e
m
ak
u
nt
an
si;

pe
n
ga
n
g
1023

ga
ra
n
pa
rti
si
pa
tif
da
n
ki
ne
rj
a;

m
o
de
l
pe
m
ro
se
sa
n
in
1024

fo
r
m
as
i
ya
n
g
be
rh
u
b
u
n
ga
n
de
n
ga
n
m
an
us
ia
;
1025

m
el
ip
ut
i:

th
e
le
n
s
m
o
d
el
,.

th
e
p
ro
b
a
bi
li
st
ic
1026

ju
d
g
m
e
nt
m
o
d
el
;

th
e
p
re
d
e
ci
s
o
n
al
b
e
h
1027

a
vi
o
r
al
m
o
d
el
;

th
e
c
o
g
ni
ti
v
e
st
yl
e
a
p
p
1028

ro
a
c
h.

Model-m
odel
Para
pengguna
paradigm
a

ini

cenderun
g

untuk

menggun
akan
seluruh
metode
yang
disukai
oleh para
ahli
keperilak
uan-tekni
k
pengamat
1029

an,
wawanca
ra,

dan

kuesioner
serta
eksperim
en
merupaka
n metode
yang
banyak
digunaka
n. Hal ini
juga
merupaka
n

awal

yang baik
untuk
suatu
proses
pengakua
n.

Paradig
ma
1030

Inf
or
ma
tio
n /
Ec
on
om
ics
Gambar
an
Pokok
Masalah
Pokok
masalah
yang
dihadapi
para
pengguna
paradigm
a
informati
on/
economic
s, adalah
1031

sebagai
berikut:
o
Informasi
merupaka
n

suatu

komodita
s
ekonomis
, dan
o
Peroleha
n
sejumlah
informasi
dalam
masalah
pemiliha
n
ekonomis
.
Nilai
informasi
dipandan
g

dari
1032

sudut
kriteria
cost- ben
efit
dalam
struktur
formal
teori
pembuata
n
keputusa
n

dan

teori
ekonomi.
Hal

ini

dinyataka
n dengan
cara
sebagai
berikut:
...
argumen
yang
mengatas
namakan
1033

accrual
accountin
g
mengacu
pada
dasar
pemikira
n bahwa

pe
la
p
or
an
in
c
o
m
e
be
rb
as
is
a
c
cr
1034

u
al
a
c
c
o
u
nt
in
g
m
en
ya
m
pa
ik
an
le
bi
h
ba
n
ya
k
in
1035

fo
r
m
as
i
da
ri
pa
da
si
st
e
m
ak
u
nt
an
si
ya
n
g
be
ro
ri
en
1036

ta
si
c
a
s
hfl
o
w,

a
c
cr
u
al
a
c
c
o
u
nt
in
g
m
er
u
1037

pa
ka
n
ca
ra
ya
n
g
pa
li
n
g
ef
isi
en
u
nt
u
k
m
en
ya
m
pa
ik
1038

an
in
fo
r
m
as
i
ta
m
ba
ha
n
in
i,
da
n
ak
ib
at-a
ki
ba
t
ya
n
1039

g
di
ti
m
b
ul
ka
n
n
ya
,

ni
la
i
ya
n
g
di
ha
sil
ka
n
ol
eh
in
1040

fo
r
m
as
i
ta
m
ba
ha
n
in
i
m
el
eb
ih
i
c
o
st
u
nt
u
k
m
1041

e
m
pr
o
d
u
ks
in
ya
.
Informasi
akuntansi
dievaluas
i

dalam

hubungan
nya
dengan
kemampu
an untuk
meningka
tkan
kualitas
pemiliha
n secara
optimal
1042

dalam
masalah
pemiliha
n

yang

harus
diselesaik
an

oleh

seorang
individu
atau
sejumlah
individu
dalam
sekelomp
ok
individu
yang
heterogen
. Seorang
individu
harus
memilih
di antara
sejumlah
tindakan
1043

yang juga
memiliki
probabilit
as

hasil

berbeda.
Asumsik
an secara
konsisten
bahwa
perilaku
pemiliha
n

yang

rasional
akan
diarahkan
oleh
expected
utility
hypothesi
s,

maka

tindakan
dengan
expected
payoff
(atau
1044

utility)
terbesar
akan
lebih
disukai
individu.
Dalam
kaitannya
dengan
hal

ini,

informasi
diperluka
n

untuk

revisi
probabilit
as
outcomes
sesunggu
hnya.
Jadi
individu
akan
mengaha
dapi dua
tahap
1045

proses:

ta
ha
p
pe
rt
a
m
a,
sa
at
si
st
e
m
in
fo
r
m
as
i
m
en
g
ha
1046

sil
ka
n
si
n
ya
lsi
n
ya
l
ya
n
g
be
rb
ed
a;
da
n

ta
ha
p
ke
d
1047

ua
,
sa
at
ke
ta
at
an
si
n
ya
l
m
en
g
ha
sil
ka
n
re
vi
si
pr
o
ba
1048

bi
lit
as
da
n
pe
m
ili
ha
n
k
o
n
di
si
de
n
ga
n
ti
n
da
ka
n
te
1049

rb
ai
k
Sistem
informasi
dengan
expected
utility
terbesar
lebih
disukai.
Informasi
yang
diperluka
n

dalam

analisis
revisi
probabilit
as secara
sistematis
(Bayesia
n-version
)

pada

giliranny
a
1050

memudah
kan
analisis
informasi
dengan
dasar
yang
bersifat
subjektif
yaitu
aturan
maksimal
isasi
expected
utility.

Teori-teo
ri
Paradigm
a
informati
on/econo
mic
memberi
kan
1051

gambaran
mendala
m
tentang
"theory
of
teams",
yang
dikemban
gkan oleh
Marschak
dan
Radner,
pada
teori
keputusa
n secara
statistik,
dan pada
teori
ekonomi
pemiliha
n.

Apa

yang
dihasilka
1052

n adalah
teori
normatif
dari
penilaian
informasi
untuk
analisis
sistematis
terhadap
altematifaltematif
informasi
.

Fokus

paradigm
a
informati
on/
economic
adalah
asumsi
ekonomi
tradisiona
l

yang

konsisten
1053

yaitu

perilaku
pemiliha
n

yang

rasional.

Metodemetode
Para
pengguna
paradigm
a

ini

umumny
a
memanfa
atkan
alasan
analitis
dengan
dasar
teori
keputusa
n secara
statistik
dan teori
1054

ekonomis
proses
pemiliha
n.
Pendekat
an

ini

memisah
kan
hubungan-hubunga
n

yang

bersifat
umum
dan
pengaruh
rencana
altematif,
kemudian
menerapk
an
Boyesian-revision
analysis
dan
kriteria
1055

cost- ben
efit untuk
menganal
isis
pertanyaa
n-pertany
aan
tentang
kebijakan
akuntansi
. Asumsi
utama
pendekat
an

ini

adalah
rasionalit
as.

ILMU
AK
UNT
ANS
I
Situasi
dalam
1056

penelitian
akuntansi
telah
meningka
t

secara

drastis
dalam
beberapa
tahun.
Tidak ada
gunanya
mengatak
an bahwa
situasi
telah
berubah
untuk
menduku
ng
agenda
penelitian
yang
dinamis,
seperti
adanya
1057

bukti
transform
asi
akuntansi
ke dalam
ilmu
yang
benar-be
nar
secara
penuh
diakui
sebagai
ilmu
normal
dengan
paradigm
a-paradig
ma
bersaing
yang
berusaha
menegak
kan
dominasi.
1058

Penelitia
n
akuntansi
didasarka
n

pada

sekumpul
an
asumsi
umum
tentang
ilmu dan
masyarak
at sosial,
dan telah
menghasi
lkan
perdebata
n

yang

sehat
tentang
bagaiman
a
memperk
aya

dan

mengemb
1059

angkan
pemaham
an

kita

tentang
praktik
akuntansi
.

Aliran

utama
penelitian
akuntansi
memanda
ng secara
sejajar
antara
ilmu
fisik,
sosial,
dan
akuntansi
,
justifikasi
dalam
proses
penghitu
ngan
1060

hypotheti
c- deducti
ve

dari

penjelasa
n secara
ilmiah
dan
perlunya
konfirma
si
terhadap
hipotesis
tersebut.

DEKON
TRU
KSI
Berbagai
tulisan
akuntansi
tentang
paradigm
a

atau

teori
akuntansi
1061

tertentu
menyatak
an bahwa
paradigm
a

dan

teori
tersebut
seharusn
ya
memiliki
hak-hak
istimewa
dibandin
gkan
bentuk-b
entuk
pengetah
uan atau
tulisan
akuntansi
lainnya.
Tulisan
tersebut
digunaka
n

untuk
1062

menjami
n
kewenan
gan
(hegemo
ny) suatu
paradigm
a

dan

kepenting
an
tertentu,
sebagai
pengham
bat
produksi
pengetah
uan
lainnya.

Dekonstr
uksi
dalam
penelitian
akuntansi
mengund
1063

ang
banyak
upaya
untuk
mengung
kap
asumsi
tersembu
nyi
dalam
tulisan
akuntansi
.
Diasumsi
kan
bahwa
seluruh
wacana
ilmiah
bidang
akuntansi
,
termasuk
uraian
historis,
1064

pada
dasamya
retoris.
Para
penganut
dekonstru
ksi
akuntansi
akan
mengkriti
k tulisan
akuntansi
melalui
berbagai
teknik
termasuk
demythol
ogizing,
deceinon
izing,
dephallic
izing,
atau
defaming
.
1065

1066