Anda di halaman 1dari 4

Abu Shagrath Umar Baladraf As-Salafi

Sesungguhnya Allah taala mengutus nabi Muhammad shalallhu alaihi wa salam dengan
petunjuk-Nya dan agama yang hak, untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada
cahaya dan membersihkan serta mensucikan hati mereka dari kotoran kekufuran dan
kefasikan dan membebaskan mereka dari belenggu penghambaan kepada selain Allah taala.
Dia (Rasulullah shalallhu alaihi wa salam) membersihkan manusia dari kesyirikan dan
kehinaan kepada selain Allah dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Allah
semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepadaNya dengan penuh harap dan takut. Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan
maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap perbuatan keji dan buruk
yang dapat merusak hati seorang hamba dan mematikan cahayanya dan agar menghiasinya
dengan akhlak mulia dan budi perkerti luhur serta pergaulan yang baik untuk membentuk
pribadi muslim yang sempurna. Maka dari itu dia menghalalkan setiap sesuatu yang baik dan
mengharamkan setiap yang keji, baik makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan lainnya.
Termasuk yang diharamkan karena dapat menghilangkan kesucian adalah merokok, karena
berbahaya bagi fisik dan mengdatangkan bau yang tidak sedap, sedangkan Islam adalah
(agama) yang baik, tidak memerintahkan kecuali yang baik. Seyogyanya bagi seorang
muslim untuk menjadi orang yang baik, karena sesuatu yang baik hanya layak untuk orang
yang baik, dan Allah taala adalah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik.
Berikut Fatwa Ulama tentang MEROKOK :
Merokok hukumnya haram, begitu juga memperdagangkannya. Karena didalamnya terdapat
sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits :
Tidak boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang berbahaya atau membahayakan (HR
Ahmad)
Demikian juga (rokok diharamkan) karena termasuk sesuatu yang buruk (khabaits),
sedangkan Allah taala ketika menerangkan sifat nabi-Nya berfirman:
dia menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan yang buruk (Al-Araaf 157)
Dinukil dari Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah (Mantan Ketua Dewan
fatwa Lajnah Daimah Kerajaan Saudi Arabia & Mantan Rektor Universitas Islam
Madinah)
Merokok diharamkan, begitu juga halnya dengan Syisyah, dalilnya adalah firman Allah
taala:
Jangan kalian bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah maha penyayang terhadap
diri kalian (An-Nisa : 29)
Jangan kalian lemparkan diri kalian dalam kehancuran (Al-Baqarah : 195)

Dunia kedokteran telah membuktikan bahwa mengkonsumsi barang ini dapat


membahayakan, jika membahayakan maka hukumnya haram. Dalil lainnya adalah firman
Allah taala:
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta
(mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan..
(An Nisa:5)
Kita dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka yang tidak sempurna akalnya karena
pemborosan yang mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa mengeluarkan harta untuk
membeli rokok atau syisyah merupakan pemborosan dan merusak bagi dirinya, maka
berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang.
Sunnah Rasulullah juga menunjukkan pelarangan terhadap pengeluaran harta yang sia-sia,
dan mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan syisyah) termasuk menyia-nyiakan harta.
Dinukil dari Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah (Ketua
Majelis Fatwa Saudi Arabia)
Telah dikeluarkan sebuah fatwa dengan nomor: 1407, tanggal 9/11/1396H, dari Panitia Tetap
Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa di Riyadh, sebagai berikut:
Tidak dihalalkan memperdagangkan rokok dan segala sesuatu yang diharamkam karena dia
termasuk sesuatu yang buruk dan mendatangkan bahaya pada tubuh, rohani dan harta. Jika
seseorang hendak mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau menginfakkannya pada jalan
kebaikan, maka dia harus berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan untuk
beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan kebaikan, berdasarkan umumnya firman Allah
taala:
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu
yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah
kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri
tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya (Al Baqarah: 267)
Telah datang syubhat (kerancuan) yang dilontarkan, bahwasanya tidak ada penyebutan
Rokok itu Haram dalam Al-Quran maupun Sabda Nabi shalallahu alaihi wa sallam, dan
masih banyak para Kyai atau Habib Ghofarallahu lahum (Semoga Allah mengampuni
mereka) yang menghisap Rokok, sehingga di jadikan panutan oleh sebagian kaum muslimin
untuk ikut merokok karena dianggap hal yang biasa. Sungguh memprihatinkan, Rokok telah
menjelma menjadi kebutuhan pokok layaknya sembako.
Seandainya rokok itu penuh dengan manfaat, mengandung vitamin atau gizi yang dibutuhkan
tubuh, tentu tidak masalah. Tapi rokok sudah di akui sebagai komoditi yang sangat berbahaya
bagi kesehatan. Fenomena ini membingungkan, Sebab, saat ini kaum muslimin sudah tidak
peduli lagi dengan manfaat dan mudharat. Mereka mengabaikan fakta bahwa barang yang
dikonsumsinya telah menyebabkan dia sekarat dan meninggal dunia, bahkan yang tidak ikut-

ikutan pun juga merasakannya. Lebih membingungkan lagi, Kenyataannya banyak penikmat
Rokok justru berasal dari kalangan terpelajar, Kyai, Habib, Ustad, Bahkan Dokternya pun
ikut-ikut menjadi penikmat Rokok dan mati-matian membela rokok.
Untuk mengetahui akurasi pendapat yang menyatakan bahwa rokok itu Haram, sebaiknya
kita mengkaji dalil-dalilnya. Mengingat Rokok tidak dikenal di zama Nabi shalallahu alaihi
wa sallam, maka dalil-dalil yang diangkat untuk membuktikan haramnya rokok juga bukan
dalil-dalil yang menyebutkan secara langsung kata rokok seperti yang diduga oleh salah
satu Ikhwan yang Semoga Allah memberinya Hidayh dan Inayahnya.
Begitu banyak persoalan yang tidak mempunyai dalil khusus dari Al-Quran dan As-Sunnah,
karena inilah keistimewaan Kalamullah (Al-Quran) dan Sabda Rasul (Al-Hadits), sepenggal
Kata atau Kalimat namun maknanya bisa sampai seluas Langit dan Bumi, tidak seperti
Manusia yang banyak kata-kata yang dikeluarkan akan tetapi makna yang di dapat hanya
sedikit.
Dia Allah subhanahu wa tala berfirman : Mereka menanyakan kepadamu, Apakah yang
dihalalkan bagi mereka? Katakanlah, Dihalalkan bagimu yang baik-baik. (QS AlMaidah:4)
Imam Al-Qurtubi rahimahullah menjelaskan : Pengertian yang baik-baik disini adalah yang
halal. Setiap yang Haram pasti tidak baik. Kesimpulannya :
1. Sesuatu yang dihalalkan adalah yang baik-baik
2. Setiap yang Haram pasti tidak baik.
3. Segala yang enak dimakan atau diminum, namun berbahaya di dunia, maka hukumnya
Haram. Demikian juga yang berbahay di akhirat. Yakni yang belum diketahui bahayanya di
dunia, namun Allah jelas-jelas mengharamkannya. Bahaya dunianya belum diketahui, tapi
bahaya di akhiratnya sudah pasti karena ia diharamkan.
Berikutnya Firman Allah azza wa jalla : Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi
yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Inil yang ada di sisi
mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang maruf dan melarang mereka dari
mengerjakan yang mungkar dan menghalakan bagi mereka segala sesuatu yang baik
dan mengharamkan bagi mereka segala sesuatu yang buruk dan membuang dari mereka
beban-beban dan belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman
kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang
diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS AlAraaf:157)
Tak ada orang yang berakal sehat menyangkal bahwa rokok jenis apapun pasti mengandung
unsur-unsur buruk. Seluruh Dokter sepakat bahwa Rokok itu buruk, bahkan rokoknya sendiri
mengatakan buruk dengan peringatan bahaya merokok yang ada di iklan-iklan atau bungkus
rokoknya, Bahkan lebih buruk dan berbahaya daripada Minuman beralkohol yang sudah jelas
haramnya, Karena kandungan Racun yang ada pada setiap hisapan Rokok jauh lebih besar

dibandingkan satu tegukan minuman alkohol (Gail L Rose & John R Hughes, University Of
Vermont ; Kenneth A Perkins University Of Pittsburg).
Allah azza wa jalla berfirman : Dan Janganlah kamu membunuh dirimu! (QS An-Nisa:59)
Sudah tidak asing lagi bagi kita bahwa rokok bisa menyebabkan keracunan dan berujung
pada kematian, meskipun tidak langsung tetapi tetap perlahan akan membunuh konsumennya.
Lebih jelas lagi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : Segala sesuatu yang
berbahaya untuk diri sendiri atau membahayakan orang lain hukumnya dilarang. (Shahih
Al-Jami:17393)
Insya Allah kami lanjutkan lagi dengan dalil-dalil lain, baik dari Al-Quran maupun Hadits
Nabi shalallahu alaihi wasallam.
Wallahu alaam
Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua..