Anda di halaman 1dari 4

A.

Keterbukaan dan Transparansi


Kerangka kerja corporate governance harus memastikan bahwa keterbukaan informasi
yang tepat waktu dan akurat dilakukan atas semua hal yang material berkaitan dengan
perusahaan, termasuk di dalamnya keadaan keuangan, kinerja, kepemilikan dan tata kelola
perusahaan. Keterbukaan yang dimaksud harus meliputi, namun tidak terbatas pada informasi
material atas: keuangan dan hasil operasi perusahaan, tujuan perusahaan, kepemilikan saham
mayoritas dan hak suara, transaksi dengan pihak terkait, faktor-faktor risiko yang dapat
diperkirakan, hal-hal penting berkaitan dengan karyawan dan para stakeholder lainnya, dan
struktur dan kebijakan tata kelola khususnya berkaitan dengan isi dari pedoman atau kebijakan
tata kelola perusahaan dan penerapannya.
Selain itu informasi harus disajikan dan diungkapkan sesuai dengan standar akuntansi
yang berkualitas tinggi dan keterbukaan keuangan dan non-keuangan. Audit tahunan harus
dilakukan oleh auditor yang independen, kompeten dan memenuhi kualifikasi, dalam rangka
menyediakan jaminan/kepastian eksternal dan objektif kepada pengurus dan pemegang saham
bahwa laporan keuangan perusahaan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material,
posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Auditor eksternal harus bertanggung jawab kepada
pemegang saham dan melaksanakan tugasnya terhadap perusahaan dengan menjaga/secara
profesional selama melakukan audit.
Sementara itu media penyebaran informasi harus memberikan akses informasi yang
relevan bagi pengguna secara sama, tepat waktu dan biaya yang efisien. Selanjutnya kerangka
corporate governance harus mengarah dan mendorong terciptanya ketentuan mengenai analisa
atau saran dari analis, pedagang perantara efek, pemeringkat dan pihak lainnya yang relevan
dengan keputusan investor, tidak mengandung benturan kepentingan yang material yang
mungkin mempengaruhi integritas analisa atau saran yang diberikan.
* Analisis, bahwa Astra Internasional telah mengumumkan atau menginformasikan
laporan keuangan, management resiko terhadap karyawan dan stakeholder,dan struktur dan
kebijakan tata kelola khususnya berkaitan dengan isi dari pedoman atau kebijakan tata kelola
perusahaan dan penerapannya yang telah diaudit tahunan oleh auditor independent secara
kompeten dan memenuhi kualifikasi atas laporan keuangan perusahaan. Dan audit eksternal

bertanggung jawab atas pemegang saham dan melaksaanakan tugas secara professional. (AR
Astra 8, 20, 22)