Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi Proses pada pembuatan acrylonitril antara lain:

a. Amoksidasi Propylene
Proses Amoksidasi Propylene adalah proses yang melibatkan reaktan propyle dan amonia
dengan udara yang lebih dikenal dengan proses sohio ini merupakan proses yang cukup luas
digunakan diberbagai unit pabrik acrylonitrle terpasang. Proses yang melibatkan reaktan
propyle dan amonia dengan udara ini, memilki konversi reaksi yang cukup tinggi sekitar 63
% dan reaksi ini terjadi pada suhu berkisar antara 400- 500 oC dengan tekanan sekitar 2 atm.
Persamaan reaksi dari proses ini adalah :
CH2=CH-CH3 + NH3 + O2

CH2=CH-CN +

3H2O

Proses ini menggunakan katalis phosphomolybdate. Pada proses ini menggunakan reaktor
fluidized bed, produk samping yang dihasilkan dari proses ini antara lain acetonitrile,
hidrogen cyanide, karbondioksida, karbonmonoksida, dan air.
b. Dari acetylene dan Hidrogencyanide
Proses ini cukup luas digunakan pada permulaan penemuannya sampai sekitar tahun 1960an, proses ini proses yang melibatkan reaksi antara acetylene dan hidrogen cyanide. Persaman
reaksinya:
C2H4 + HCN

CH2=CHCN

Proses ini memberikan jumlah hasil yang cukup baik terlihat dari yield yang dihasilkan
namun dalam perkembangannya ternyata teknologi ini mulai di tinggalkan karena selain
harga bahan baku yang cukup mahal apabila dibandingkan dengan produk, juga proses
pengaktifan katalis relatif harus cepat karena mudah kehilangan aktifitasnya.
c. Dari Ethylene Cyanohydrin
Proses pembuatan Acrylonitrile dengan menggunakan bahan baku ethylenecyanohydrin.
Produksi acrylonitrile secara komersial awalnya bahan baku ethylenecyanohydrin ini, tercatat
dua perusahaan yang menggunakan proses ini antara lain American cyanamid dan Union
carbide, namun seiriing ditemukan teknologi yang lebih canggih dan menguntungkan
teknologi ini mulai ditinggalkan. Proses ini berlangsung pada suhu 200 oC dengan fase
operasi adalah cair. Persamaan reaksinya :
HOCH2CH2CN

CH2=CHCN + H2O

d. Dari acetaldehid hidrogen sianida


Persamaan reaksinya :

C2H2 + HCN

CHCN + H2

Proses pembuatan Acrylonitrile pada skala laboratorium dapat dibuat dari beberapa
reaktan antara lain dari acetaldehyd dan asam sianida menggunakan phosphorus pentoxide.
Kemudian proses yang bernilai komersial didasarkan kepada bahan baku apa yang digunakan
dan perbandingannya dengan jumlah yang akan dihasilkan
Pada makalah ini proses yang akan dibahas adalah proses amoksidasi propylene
URAIAN PROSES
Bahan baku propylene, ammonia, dan udara dipanaskan dengan menggunakan steam dan
dikompresikan masuk ke dalam Fluid Bed Catalitic reactor. Suhu pada reaktor ini antara 400500oC dengan tekanan antara 1,5-3 atm. Katalis molybdenum bismuth ditambahkan ke dalam
reaktor sehingga terjadi reaksi antara bahan baku yang dipercepat dengan katalis. Karena
reaksi yang terjadi pada reaktor merupakan reaksi eksoterm maka pada reaktor digunakan
jacket pendingin untuk menjaga suhu proses.
Produk yang keluar dari reaktor berupa acrylonitrile, acetonitrile, H2O, HCN, propane, dan
N2 akan diserap didalam water scrubber dengan media penyerapnya adalah air. Di dalam
water scrubber ini, bahan yang tidak terserap yaitu propane dan N 2 akan keluar sebagai top
product sedangkan yang terserap yaitu acrylonitrile, acetonitrile, HCN, dan H2O akan
dipisahkan lagi dalam Product Spliter. Pada product splitter ini terjadi pemisahan produk
dengan menggunakan proses pemanasan dan akan menghasilkan Acetonitril, H2O, dan Heavy
ends keluar pada bagian bottom sedangkan acrylonitril, HCN, dan Light ends keluar pada
bagian top
Pada bagian atas dari poduct splitter tadi Acrylonitrile, HCN, Light Ends mengalami
proses pemisahan di Azeotrop Column dengan menggunakan proses pemanasan. Light Ends
dan HCN akan keluar pada bagian atas kolom. Sedangkan Acrylonitrle akan keluar pada
bagian bawah kolom yang kemudian dimurnikan dalam purifying column dengan bantuan
penambahan Asam Oksalat sehingga Acrylonitrile keluar pada bagian atas dan Heavy ends
pada bagian bawah.
Pada bagian bawah dari product splitter, produk yang berupa Acetonitril, H2O, dan Heavy
ends mengalami proses pemisahan pada kolom azeotrop. Acetonytrile yang masih
mengandung senyawa heavy ends dan sebagian H2O keluar pada bagian atas kolom
sedangkan H2O yang memiliki titik didih lebih tinggi dari acetonitril dikeluarkan pada bagian
bawah kolom. Acetonytrile yang belum murni dan sebagian H2O yang ikut terbawa ke bagian
atas didinginkan didalam kondensor kemudian dipisahkan kembali pada separator, H 2O yang
ikut terbawa kebagian atas tadi dikembalikan ke kolom azeotrop sedangkan Acetonytrile
yang masih mengandung senyawa heavy ends dimurnikan di dalam Purifying Column
dengan proses pemanasan sehingga Acetonitryle yang memiliki titik didih lebih rendah dari

senyawa heavy ends akan keluar pada bagian atas purifying Column sedangkan senyawa
Heavy Ends akan keluar pada bagian bawah.