Anda di halaman 1dari 24

Laporan Mini Riset Manajemen Kurikulum PAI Dasar

KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM
DI MI NU 15 JAMBEARUM
LAPORAN PENELITIAN
Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Manajemen Kurikulum PAI Dasar
Dosen Pengampu: Dr.Fahrurrozi, M.Ag.

Disusun Oleh:
Emi Kurniawati

123311004

Diyah Fitriyani

123311014

Wirda Nurfitriana

123311040

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan limpahan Rahmad
dan Hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan Laporan Penelitian di MI NU 15 Jambearum
Patebon Kendal tepat pada waktunya.
Laporan ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan Islam.
Demi menyelesaikan tugas ini kami menemukan banyak kesulitan dan hambatan, namun berkat
kerjasamanya, akhirnya tugas ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
Oleh karena itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada:
1.

Dr. Fahrurrozi M. Ag Dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Kurikulum PAI Dasar.

2.

Ibu Kepala Sekolah, guru-guru serta peserta didik MI NU 15 Jambearum Patebon Kendal.

3.

Ayah dan Ibu yang telah memberikan dorongan dan doaanya.

4.

Teman-teman dan semua pihak yang tidak sempat kami sebutkan satu per satu yang turut
membantu kelancaran dalam penyusuna laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik
dalam isi maupun sistematikanya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan
wawasan penulis. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk
menyempurnakan laporan ini. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Semarang, 18 Desember 2014
Penulis

Penulis

Emi Kurniawati

Diyah Fitriyani

NIM. 123311040

NIM. 123311040
Penulis
Wirda Nurfitriana
NIM. 12311040
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN PENELITIAN
D. MANFAAT PENELITIAN
E. SISTEMATIKA PENULISAN
BAB II
LANDASAN TEORI
A. PENGERTIAN KURIKULUM
B. TUJUAN KURIKULUM (PEMBELAJARAN)
C. ISI/MATERI KURIKULUM
D. PROSES PEMBELAJARAN
E. EVALUASI KURIKULUM
BAB III
METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
B. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
C. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
BAB IV
DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
A. DESKRIPSI DATA
B. ANALISIS DATA
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah merupakan jenjang pendidikan di tingkat dasar
yang memberikan layanan di bidang Pendidikan bagi peserta didik untuk membangun masa
depannya. Oleh karena itu Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah selaku lembaga pendidikan
perlu menyiapkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter sesuai
amanat yang tertuang dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945.
Kebijakan demi kebijakan di bidang pendidikan yang diluncurkan oleh pemerintah menjadi
bagian dari dinamika pembaharuan dan inovasi pendidikan yang diselaraskan dengan
kemajuan bangsa. Salah satu di antaranya adalah kebijakan tentang perubahan kurikulum.
Perubahan kurikulum adalah upaya pemerintah dalam rangka menjawab tantangan global dari
keadaan dunia. Untuk itulah pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan dan kondisi daerah, harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi
pengelolaan pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk
mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan
kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan.
Sebagaimana diketahui bahwa kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan
kontribusi untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut.
Secara khusus untuk dimengerti bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan,
kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, kompetensi lulusan dan peserta didik.
Secara operasional kurikulum SD / MI ini merupakan salah satu bentuk realisasi
kebijakan desentralisasi dengan kebutuhan pengembangan agar kurikulum benar-benar sesuai
dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa
sekarang dan yang akan datang, dengan mempertimbangkan kearifan local dan global serta
disesuaikan dengan tuntutan maupun strategi manajemen berbasis sekolah.
Pengembangan Kurikulum pada tahun pelajaran 2014 / 2015 ini merupakan langkah
lanjutan Pengembangan Kurikulum KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 yang mencakup
kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu serta mengacu pada
kurikulum yang dikembangkan pada tingkat nasional dan daerah. Sejalan dengan kebijakan
tersebut selanjutnya layanan kepada setiap jenjang kelas yang merujuk pada kebijakan

pemerintah. Sementara itu yang berkaitan dengan implementasi kurikulum diterapkan sesuai
dengan mekanisme dan tata kelola masing-masing kurikulum baik yang versi kurikulum 2006
maupun 2013.
Tim Pengembang Kurikulum mengembangkan Kurikulum dengan melihat beberapa
analisis konteks yang berkenaan dengan tantang internal maupun eksternal. Tantangan
internal yang berkaitan dengan Tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 Standar
Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana
prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar
penilaian, dan standar kompetensi lulusan. Sedangkan tantang eksternal yang berkaitan
dengan Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA, masalah lingkungan hidup,
kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, Ekonomi berbasis
pengetahuan dan budaya, pengaruh dan imbas teknosains, mutu, investasi dan transformasi
pada sektor pendidikan. Atas dasar hal-hal tersebut Tim Pengembang Kurikulum menyusun
kurikulum sekolah secara proposional untuk dijadikan pedoman dan arah penyelenggaraan
pendidikan secara formal.

1.

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana tujuan kurikulum (Pembelajaran) di MI NU 15 Jambearum?
2. Bagaimana isi/materi kurikulum di MI NU 15 Jambearum?
3. Bagaimana proses pembelajaran di MI NU 15 Jambearum?
4. Bagaimanakah evaluasi kurikulum di MI NU 15 Jambearum?
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui tujuan dari kurikulum yang ada di MI NU 15 Jambearum, Patebon,
Kendal.
2. Mengetahui isi/materi kurikulum MI NU 15 Jambearum, Patebon, Kendal.
3. Mengetahui proses pelaksanaan kurikulum MI NU 15 Jambearum, Patebon, Kendal.
4. Mengetahui proses evaluasi kurikulum di MI NU 15 Jambearum, Patebon, Kendal.
D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dari kegiatan penelitian yang dilakukan adalah:
1. Mengetahui tujuan kurikulum (pembelajaran) di MI NU 15 Jambearum.
2. Mengetahui isi/materi kurikulum (pembelajaran) di MI NU 15 Jambearum.
3. Mengetahui proses pembelajaran di MI NU 15 Jambearum.
4. Mengetahui evaluasi kurikulum (pembelajaran) di MI NU 15 Jambearum.
5. Melatih mahasiswa untuk melakukan penelitian di sekolah.
6. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis penerapan kurikulum di
sekolah.
E. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan dalam penelitian ini terdiri atas 5 bab:

1. Bab I berisi pendahuluan yaitu membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
2. Bab II berisi landasan teori yaitu membahas tentang pengertian kurikulum, tujuan kurikulum
(pembelajaran), isi/materi kurikulum (pembelajaran), proses pembelajaran, dan pengertian
evaluasi kurikulum.
3. Bab III berisi metode penelitian yaitu berisi tentang jenis penelitian, teknik penelitian, dan
4.

tempat waktu penelitian.


Bab IV berisi deskripsi data dan analisis data yaitu membahas tentang deskripsi data

penelitian dan analisis data penelitian.


5. Bab V berisi penutup yaitu membahas kesimpulan dan penutup.

BAB II
LANDASAN TEORI
A.

PENGERTIAN KURIKULUM
Secara etimologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu
curir yang artinya pelari dan curere yang berarti tempat berpacu, dan pasa awalnya
digunakan dalam dunia olahraga. Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus
ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh
medali/penghargaan. Kemudian pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan
menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal
sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
Said Hamid Hasan mengemukakan bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum
memiliki empat dimensi pengertian, di mana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling
berhubungan. Keempat dimensi kurikulum tersebut, yaitu: (1) kurikulum sebagai suatu
ide/gagasan; (2) kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan
perwujudan dari kurikulum suatu ide; (3) kurikulum sebagai suatu kegiatan yang sering pula
disebut istilah kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum. Secara teoritis,

dimensi kurikulum ini adalah pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis; (4)
kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi sebagai suatu kegiatan.1[1]
B.

TUJUAN KURIKULUM (PEMBELAJARAN)


Dalam kurikulum atau pembelajaran, tujuan memegang peranan penting, karena tujuan
akan mengarahkan semua kegiatan pembelajaran dan memberi warna setiap komponen
kurikulum lainnya. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal,yaitu: (1)
perkembangan tuntutan, kebutauhan dan kondisi masyarakat, (2) didasari oleh pemikiran dan
terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis, terutama falsafah negara. Tujuan pendidikan
terbagi dalam beberapa kategori yaitu tujuan pendidikan umum dan khusus, tujuan jangka
panjang, menengah dan jangka pendek.
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam skala
makro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut
suatu bangsa. Bahkan, rumusan menggambarkan suatu masayarakat yang dicita-citakan.
Dalam kurikulum pendidikan dasara dan menengah 1975/1976 tujuan pendidikan
memiliki klasifikasi, dari mulai
bersifat spesifik dan dapat

1.
2.
3.
4.

tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang

diukur, yang kemudian dinamakan kompetensi. Tujuan

pendidikan di klasifikasikan menjadi empat yaitu:


Tujuan Pendidikan Nasional (TPN).
Tujuan Institusional (TI).
Tujuan Kurikuler (TK).
Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP).
Tujuan Pendidikan Nasional adalah tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan
sasaran yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan. Tujuan pendidikan
umum dirumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal sesuai dengan pandangan hidup dan
filsafat suatu bangsa yang dirumuskan oleh pemerintah dalam bentuk Undang-undang. Dalam
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 dinyatakan dengan jelas tujuan pendidikan
nasional bersumber dari sistem nilai Pancasila berfungsi mengembangkan kemampuan dan
bentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang yang
menjadi dasar dari segala tujaun pendidikan nasioanl baik pendidikan formal, informal,
maupun pendidikan nonformal.
1

Tujuan Institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan.
Tujuan institusional merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan
dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan
jenjang pendiidkan tinggi.
Tujuan Kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata
pelajaran. Tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan anatar untuk mencapai
tujuan lembaga pendidikan. Dengan demikian, setiap tujuan kurikuler harus dapat
mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional.
Tujuan Pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan kurikuler, dapat
didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah mereka
mempelajari materi pelajaran tertentu dalam mata pelajaran tertentu dalam satu kali
pertemuan. Karena hanya guru yang memahami kondisi lapangan, termasuk memahami
karakteristik pesrta didik yang akan melakukan pembelajaran disuatu sekolah atu madrasah,
maka menjabarkan tujuan pembelajaran adalah tugas guru2[2].
C.

ISI/MATERI KURIKULUM
Isi program kurikulum atau bahan ajar adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada
siswa sebagai pelajar dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan. Isi kurikulum
meliputi mata-mata pelajaran yang harus dipelajari siswa dan isi program masing-masing
pelajaran tersebut. Jenis-jenis mata pelajaran ditentukan atas dasar institusional atau tujuan
pendidikan tingkat satuan pendidikan (sekolah, madrasah, pondok pesantren dan lembaga
pendidikan lain yang bersangkutan).
Mata pelajaran yang berisi materi-materi pokok dan program yang ditawarkan kepada
siswa untuk dipelajari pada hakekatnya adalah isi kurikulum atau adapula yang menyebutnya
dengan silabus. Dalam silabus terdapat tujuan kurikuler (standar kompetensi), tujuan
pembelajaran (kompetensi dasar), indikator dan materi pokok atau pembelajaran di kelas oleh
guru. Penentuan pokok-pokok bahasan atau materi pokok didasarkan atas standar kompetensi
dan kompetensi dasar atau indikator.
Kriteria yang dapat membantu pada perencanaan kurikulum dalam menetukan isi metri

1.
2.
3.
4.

ajar atau isi kurikulum antara lain:


Isi kurikulum harus sesuai, tepat dan bermakna bagi perkembangan siswa.
Isi kurikulum harus mencerminkan kenyataan social.
Isi kurikulum harus mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji.
Isi kurikulum dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

Materi ajar pada hakekatnya adalah isi kurikulum yang dikembangkan dan disusun
1.

dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:


Materi kurikulum berupa bahan pelajaran terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran

2.
3.

yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses pembelajaran.


Mengacu pada pencapaian tujuan setiap satuan pelajaran.
Diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional

Hilda Taba dalam Soleh Hidayat mengemukakan kriteria untuk memilih isi materi
1.
2.
3.
4.
5.
6.

kurikulum yaitu;
Materi harus sahih dan signifikan, artinya menggambarkan pengetahuan mutakhir.
Relevan dengan kenyataan sosial dan kultur agar anak lebih memahaminya.
Materi harus seimbang antarav keluasan dan kedalaman.
Materi harus mencangkup berbagai ragam tujuan.
Sesuai dengan kemampuan dan pengalaman peserta didik.
Materi harus sesuai kebutuhan dan minat peserta didik

1.
2.

Pengembangan materi kurikulum harus berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:


Mengandung bahan kajian yang dapat dipelajari siswa dalam pembelajaran.
Berorientasi pada tujuan, sesuai dengan hierarki tujuan pendidikan.

1.

Materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk:


Teori: seperangkat struktur atau konsep, definisi, atau preposisi yang saling berhubungan,
yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan antara

2.

variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.


Konsep: suatu abstrak yang dibentuk oleh organisasi dari kekhusukan-kekhusukan,

3.

merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.


Generalisasi: kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yan g khusus, bersumber dari analisi,

4.

pendapat atau pembuktian hdalam penelitian.


Prinsip: yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan

5.

antara bebrapa konsep .


Prosedur: yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus

6.

dilakukan peserta didik.


Fakta: sejumlah informasi khusu dalam materi yang dianggap penting, terdiri darin

7.
8.

terminologi, orang dan tempat serta kejadian.


Istilah: kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi.
Contoh atau ilustrasi: yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas

9.

suatu uraian atau pendapat.


Definisi: penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal atau kata dalam garis
besarnya.

10.

Preposisi: cara yang di gunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya
mencapai tujuan kurikulum.3[3]

D.

PROSES PEMBELAJARAN
Proses pelaksanaan kurikulum harus menunjukan adanya kegiatan pembelajaran, yaitu
upaya guru untuk pembelajaran peserta didik, baik disekolah melalui pembelajaran atap
muka, maupun diluar sekolah melalaui kegiatan terstruktur dan mandiri. Dalam konteks
inilah, guru dituntut untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran, metode mengajar,
media mengajar, media pembelajaran dan sumber-sumber belajar. Pemilihan strategi
pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum (SK atau KD), karakteristik materi
pembelajaran, dan tingkat perkembangan peserta didik.
Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam menyampaikan

1.
2.
3.
4.

isi kurikulum, antara lain;


Strategi eksposetori klasikal, yaitu guru lebih banyak manjelaskan materi yang sebelumnya
telah diolah sendiri, sementara siswa lebih banyak menerima materi yang telah jadi.
Strategi pembelajaran heuristik (discovery dan inquiry).
Strategi pembelajaran kelompok kecil, yaitu kerja kelompok dan diskusi kelompok.
Strategi pembelajaran individual.
Disamping strategi ada juga metode mengajar. Metode adalah cara yang digunakan guru
untuk menyampaikan isi kurikulum atau materi pembelajaran sesuai dengan tujuan
kurikulum. Sekalipun yang menggunakan metode mengajar itu adalah guru, tetapi tetap harus
berorientasi dan menekankan pada aktivitas belajar peserta didik secara optimal. Untuk
memilih mana metode yang akan digunakan, guru dapat melihat dari beberapa pendekatan,
yaitu pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran, pendekatan yang berpusat pada peserta
didik, danpendekatan yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. Meskipun demikian,
tidak ada satu metodepun yang dianggap paling ampuh, guru harus dapat multimetode secara
bervariasi.
Di dalam kegiatan pembelajaran, guru harus dapat menggunakan multimedia, baik
media visual, media audio, maupun media audio-visual. Media visual adalah media yang
hanya dapat dilihat. Media ini ada yang dapat diproyeksikan ada juga yang tidak dapat
diproyeksikan. Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif
(hanya dapat didengar), seperti program kaset suara dan program radio. Media audio-visual

adalah media yang dapat dilihat dan dapat disengar, seperti program video, televisi, dan
program slide suara (sound slide).4[4]
E.

EVALUASI KURIKULUM
Evaluasi merupakan komponen untuk melihat evektivitas pencapaian tujuan. Dalam
konteks kurikulum, evaluasi dapat

berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang

ditetapkan telah tercapai attau belum dan digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan
strategi yang ditetapkan. Dengan evaluasi dapat diperoleh informasi yang akurat tentang
perlaksanaan pembelajaran, keberhasilan siswa, guru, dan proses pembelajaran.
Setiap kegiatan akan memberikan umpan balik, demikian juga dalam pencapaian tujuan
belajar dan proses pelaksanaan pembelajaran. Umpan balik tersebut digunnakan untuk
mengadakan berbagai usaha penyempurnaan bagi penetuntuan dan perumusan tujuan
pembelajaran, penentuan urutan bahan ajar, strategi, metode, dan media pembelajaran.
Berdasarkan hasil evaluasi dapat dibuat keputusan kurikulum itu sendiri, pembelajaran,
1.

kesulitan, dan upaya bimbingan yang diperlukan.


Evaluasi Hasil Pembelajaran
Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan tujuan khusus yang telah
ditentukan diadakan suatu evaluasi. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil pembelajaran.
Dalam evaluasi ini disusun butir butir soal untuk mengukur pencapaian setiap tujuan yang
khusus atau indikator yang telah ditentukan. Menurut lingkup luas bahan dan jarak waktu
belajar dibedakan atau evaluasi formatif dan sumatif.
Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan tujaun
pembelajaran dalam jangka waktu yang relatif pendek. Tujuan utama dari evaluasi formaif
sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pembelajaran. Evaluasi sumatif
ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan tujuan/kompetensi yang lebih
luas, sebagai hasil usaha belajar dalam jangkan waktu yang cukup lama, satu semester, satu
tahun/selama jenjang pendidikan. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas

2.

daripada evaluasi formatif.


Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran
Komponen yang dievaluasi dalam pembelajaran bukan hanya hasil belajar tetapi
keseluruhan

pelaksanaan

pembelajaran

yang

meliputi

evaluasi

komponen

tujuan

pembelajaran, materi pelajaran, strategi atau metode pembelajaran serta komponen


pembelajaran itu sendiri. Stufflebeam dkk. Mengggunakan model CIPP. Model evaluasi ini
paling banyak diikuti oleh para Evaluator, karena model evaluais ini lebih komprehensif jika
dibandingkan dengan evaluasi lainnya.
4

Model CIPP orientasi pada suatu keputuasan (a decision oriented evaluation approuch
structured). Tujuannya adalah untuk membantu administrator( kepala sekolah dan guru) di
dalam membuat keputusan. Berikut ini akan dibahas komponen atau dimensi model CIPP
a.

yang meliputi : context, input, process, product.


Evaluasi Konteks
Tujuan evaluasi konteks yang pertama adalah untuk mengetahui kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki evaluan. Dan mengetahui kekuatan dan kelemahan ini, evaluator
akan dapat memberikan arah perbaikan yang diperlukan. Suharsimi dan Cepi Safrudin
menjelaskan bahwa, evaluasi konteks adalah upaya menggambarkan dan merinci lingkungan

b.

kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sample yang dilayani, dan tujuan proyek
Evaluasi Masukan
Tahap kedua dari model CIPP adalah evaluasi input, atau evaluasi masukan. Evalausi
masukan membantu mengatur keputusan, menentukan sumber sumber yang ada, alternatif
yang diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapai tujuan, dan bagaimana prosedur kerja
untuk mencapainya. Komponen evaluasi masukan meliputi : 1. Sumber daya manusia, 2.
Sarana dan peralatan pendukung, 3. Dana atau anggaran, dan 4. Berbagai prosedur dan aturan
yang diperlukan. Menurut Stufflebeam, bahwa pertanyaan yang berkenaan dengan masukan
mengarah pada pemecahan masalah yang mendorong diselenggarakannnya program yang

c.

bersangkutan.
Evaluasi Proses
Evaluasi proses digunakan untuk mendeteksi rancangan prosedur selama tahap
implementasi, menyediakan informasi untuk keputusan program dan sebagai rekaman yang
telah terjadi. Evaluais proses meliputi koleksi data penilaian yang telah ditentukan dalam

d.

praktik pelaksanaan program.


Evaluasi hasil
Dari evalausi proses diharapkan dapat membantu pimpinan proyek atau guru untuk
membuat keputusan yang berkenaan dengan kelanjutan, akhir, dan modifikasi program.
Sementara itu farida yusuf menjelaskan, bahwa evaluasi produk untuk membantu keputusan
selanjutnya, baik mengenai hasil yang telah dicapai maupun apa yang dilakukan setelah
program itu berjalan.
Dari pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, evaluasi produk merupakan
penilaian yang dilakuakan guna untuk melihat ketercapain atau keberhasilan suatu program
dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Pada tahap evaluasi inilah

seorang evaluator dapat menentukan atau memebrikan rekomendasi kepada yang dievaluasi,

apakah suatu program dapat dilanjutkan, dikembangkan, modifikasi, atau bahkan dihentikan. 5
[5]

BAB III
METODE PENELITIAN
A.

JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yanng dikumpulkan
berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka. Menurut Lexy J. Moleong, penelitian
kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif barupa kata-kata
tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. 6[6] Sementara itu penelitian
deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan atau
menggambarkan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena ilmiah maupun rekayasa
manusia.

B.
1.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Wawancara (Interview)
Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui
Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam topik tertentu.7[7] Teknik ini
digunakan untuk mendapatkan data tentang komponen kurikulum mulai dari tujuan
pembelajaran hingga evaluasi pembelajaran di MI NU 15 Jambearum. Dalam hal ini, peneliti

2.

melakukan wawancara langsung dengan kepala sekolah.


Dokumentasi
Dokumen adalah kumpulan data yang berbentuk nyata dan diperoleh berdasarkan
sistem pengelolaan data yang disebut dengan proses dokumentasi.8[8] Teknik ini digunakan
untuk mendapatkan data-data atau dokumen-dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan
atas kebenarannya mengenai gambaran umum MI NU 15 Jambearum.

5
6
7
8

C.
1.

WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


Waktu Penelitian
Penelitian yang kami lakukan selama 6 kali pertemuan terhitung dari mulai 11
Desember 2014-20 Desember 2014 yang diawali dengan persiapan pengajuan permohonan
surat izin observasi dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ke MI NU 15 Jambearum. Kami
melakukan Observasi, wawancara serta mencari dokumen atau arsip yang mendukung
penelitian.

2.

Tempat Penelitian
Kami melakukan penelitian di MI NU 15 Jambearum Patebon-Kendal tahun pelajaran
2013/2014. Peneliti mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan tugas penelitian
Manajemen Kurikulum PAI Dasar.

BAB IV

DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA


A. DESKRIPSI DATA
1.
Gambaran Umum MI NU 15 Jambearum, Patebon, Kendal
Nama Sekolah

: MI NU 15 Jambearum

Nama Yayasan

: Lembaga Pendidikan Maarif NU

Jenjang Akreditasi

: Terakreditasi B

Tahun Didirikan

: 1 Januari 1996

Kepala Madrasah

: Jayirotul Mustofiyah, S.Pd.I

2. Lokasi Penelitian
Alamat Desa

: Desa Jambearum

Kecamatan

: Patebon

Kabupaten

: Kendal

Alamat

: Jalan masjid Al-Karomah Jambearum

3. Visi, Misi, dan Tujuan MI NU 15 Jambearum, Patebon, Kendal


a.
Visi MI NU 15 Jambearum:
Santun dalam berbudi ,maju dalam prestasi .
Dari visi yang dirumuskan terdapat beberapa indikator pencapaian visi sebagai berikut:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
b.

Meningkat dalam penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut siswa.


Meningkat dalam sikap, perilaku dan budi pekerti luhur, kesopanan, kerukunan,
kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama.
Meningkat dalam kedisiplinan dan tanggung jawab.
Meningkat dalam prestasi akademik.
Meningkat dalam prestasi keterampilan, olahraga , kesenian dan keagamaan.
Meningkat dalam sikap peduli terhadap lingkungan.
Misi MI NU 15 Jambearum, Patebon, Kendal:
Untuk dapat mencapai visi yang telah dijabarkan dalam beberapa indikator sekolah

1)

menentukan misi sebagai berikut :


Menanamkan pengetahuan,penghayatan dan pengamalan Ajaran Islam agar menjadi generasi

2)
3)
4)
5)

yang soleh dan solekhah sesuai perkembangan anak didik.


Memberikan teladan kepada para siswa dalam berbicara,bertindak dan beribadah.
Memberikan bekal kemampuan membaca ,menulis ,dan berhitung.
Memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa.
Menumbuhkan semangat untuk maju dan mengukir prestasi pada seluruh komponen

6)

madrasah.
Menerapkan manajemen partisipasif dengan melibatkan seluruh komponen madrasah.

7)

Mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, bakat, minat dan potensi siswa di bidang


IPTEK, bahasa, olahraga, seni budaya dan seni Islami melalui kegiatan ekstra kurikuler

8)

disekolah.
Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, indah, bersih, sehat dan nyaman melalui
kegiatan terprogram dan pembiasaan.

c.

Tujuan MI NU 15 Jambearum, Patebon, Kendal:


Bertolak dari visi dan misi tersebut di atas maka secara operasional tujuan yang akan
dicapai oleh MI NU 15 Jambearum selama 4 ( empat ) tahun adalah sebagai berikut:

1)

Memiliki siswa yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang

2)

diwujudkan dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari sesuai agama masing-masing.


Memiliki siswa yang berperilaku positif dengan memiliki budi pekerti luhur, sopan,
kerukunan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama

sebagai perwujudan dari

3)

implementasi nilai karakter bangsa.


Memiliki siswa yang bersikap disiplin, tanggung jawab, peduli sosial, cinta damai, cinta

4)

tanah air, dan hidup demokratis dalam pergaulan di sekolah.


Mencapai kelulusan 100 % setiap tahun dengan kenaikan rata-rata nilai ujian untuk seluruh

5)

mata pelajaran dan seluruh lulusan dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Meningkatkan nilai rata-rata hasil ulangan akhir semester secara bertahap untuk semua mata

6)

pelajaran yang diujikan.


Mencapai peringkat 3 ( tiga ) besar untuk semua even lomba di lingkungan Kecamatan
Patebon maupun Kabupaten Kendal baik dalam kelompok lomba akademik , olahraga ,

7)
8)

kesenian maupun keagamaan.


Meningkatkan kemampuan baca , tulis dan hitung pada siswa kelas I, II, dan III.
Memiliki lingkungan sekolah yang tertata lingkungan sekolah yang aman, indah, bersih,

4.

sehat, nyaman dan kodusif bagi seluruh warga sekolah.


Tujuan Kurikulum di MI NU 15 Jamberarum
Tujuan dari pengembangan kurikulum di MI NU 15 Jambearum adalah sebagai berikut:

a.

Sebagai perangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta
cara yang digunakan sebagai pedoman bagi sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan
pembelajaran sehingga siswa memiliki kesempatan belajar untuk mengembangkan seluruh
potensi yang dimiliki oleh siswa untuk dapat menguasai kompetensi kompetensi yang ada
pada seluruh mata pelajaran melalui pembelajaran yang aktif , kreatif, efektif, dan
menyenangkan.

b.

Sebagai dokumen tertulis yang dapat dijadikan acuan bagi pendidik dan tenaga kependidikan
dalam mengembangkan kompetensi siswa sesuai dengan potensi daerah dan sumber daya
yang dimiliki.

c.

Sebagai acuan belajar siswa dalam menerapkan ajaran agama berdasarkan keimanan dan
ketakwaan, mengembangkan diri berdasarkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, dan
hidup rukun berdasarkan nilai-nilai sosial yang berkembang di masyarakat.

d.

Sebagai acuan bagi sekolah dalam membangun dan mengembangkan budaya dan karakter
bangsa dalam kegiatan sekolah.

e.

Sebagai acuan pendidikan dalam memberikan layanan kepada masyarakat sesuai dengan
potensi sekolah dan sumber daya yang dimiliki.

5.

Isi/Materi Kurikulum di MI NU 15 Jambearum

a.

Untuk Pembelajaran di Kelas III dan VI


Struktur dan Muatan Kurikulum pada jenjang pendidikan dasar yang dilaksanakan di
MI NU 15 Jambearum UPT Dinas Pendidikan

Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal

khususnya kelas III dan VI menggunakan pedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor: 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan
Menengah, yaitu meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.
1)

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

2)

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

3)

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

4)

Kelompok mata pelajaran estetika

5)

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

6)

Muatan Lokal
Muatan Lokal pada MI NU 15 Jambearum tahun pelajaran 2014/ 2015 terdiri dari 3 mata
pelajaran yaitu :

a)

Bahasa Jawa

b)

Baca Tulis Alquran

c)

Bahasa Inggris

b.

Untuk Pembelajaran di Kelas I, II, IV dan V


Struktur dan Muatan Kurikulum pada jenjang pendidikan dasar yang dilaksanakan di
MI NU 15 Jambearum UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal pada
kelas I, II, IV dan V menggunakan pedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan nomor 67 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Dasar / Madrasah, yang terdiri dari :

1)

Kompetensi Inti

Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas
tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas
yang berbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
a)

Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;

b)

Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;

c)

Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan

d)

Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

2)

Mata Pelajaran
Berdasarkan kompetensi inti disusun matapelajaran dan alokasi waktu yang sesuai
dengan karakteristik satuan pendidikan. Susunan matapelajaran dan alokasi waktu untuk
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sebagaimana tabel berikut.
Tabel 3: Matapelajaran Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah

MATA PELAJARAN

ALOKASI WAKTU BELAJAR


PER MINGGU
I

II

III

IV

Kelompok A
1.

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

2.

Pendidikan Pancasila dan


Kewarganegaraan

Bahasa Indonesia

Matematika

3.
6
3

Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Sosial

4
4

4
4

4
4

4
4

Kelompok B
1.

Seni Budaya dan Prakarya

2.

Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan


Kesehatan

Bahasa Jawa

Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu

32

34

38

38

6.

Proses Pembelajaran

a.

Untuk kelas III dan VI


Beban belajar yang digunakan pada kelas III dan VI mengacu pada Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor: 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan
Dasar Dan Menengah dengan rincian sebagai berikut :

1)

Sistem yang Digunakan

VI

a) Beban belajar digunakan oleh adalah sistem di MI NU 15 Jambearum sesuai dengan Standar
Isi.
b) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana
tertera dalam struktur kurikulum yaitu 35 menit setiap jam pelajarannya.. Pengaturan alokasi
waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu
tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Jam
tambahan yang diperbolehkan dalam Standar Isi yaitu 4 jam pelajaran digunakan untuk
alokasi waktu mata pelajaran Muatan Lokal yaitu BTQ dan Bahasa Inggris.
2)

Waktu Tatap Muka

a) Dalam satu minggu masing masing kelas mempunyai jumlah jam pelajaran sesuai struktur
kurikulum ditambah 4 jam yang dialokasikan untuk muatan lokal Kabupaten

( 2 jam) dan

bahasa Inggris (2 jam).


b)

Setiap hari sekolah masuk pukul 07.00 dan waktu pulang menyesuaikan jumlah jam
pelajaran tiap harinya .

3)

Pengaturan Beban Belajar


Beban belajar yang digunakan adalah sistem paket sebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum, yaitu:
Ke
las

Satu Jam
Pembelajaran Tatap
Muka/Menit

Jumlah jam
pembelajaran
Per-minggu

Minggu Efektif Pertahun Ajaran

Waktu
Pembelajaran/
Jam Per-tahun

I
II
III
IV
V
VI

35
35
35
35
35
35

32
34
32
38
38
36

35
35
35
35
35
33

1120
1190
1120
1330
1330
1188

4) Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur


Waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur maksimal 40 % dari
jumlah jam tatap muka dengan rincian sebagai berikut :
Jumlah jam
tatap muka

Mapel
Pendidikan Agama
Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Penget Sosial

3
2
5
5
4
3

(105 menit)
( 70 menit )
(175 menit)
(175 menit)
(140 menit )
(105 menit)

Jumlah jam
penugasan
mandiri /terstruktur
42 menit
28 menit
70 menit
70 menit
56 menit
42 menit

Ket

b.

Untuk kelas I, II, IV dan V


Beban belajar

untuk kelas I, II, IV dan V Peraturan Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan nomor 67 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Dasar / Madrasah. Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta
didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.
1)

Beban belajar di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran


per minggu.

2)

Beban belajar satu minggu Kelas I adalah 30 jam pembelajaran.

3)

Beban belajar satu minggu Kelas II adalah 32 jam pembelajaran.

4)

Beban belajar satu minggu Kelas IV dan V adalah 36 jam pembelajaran.

5)

Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 35 menit.

6)

Beban belajar di Kelas I, II, IV, dan V dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan
paling banyak 20 minggu.

7)

Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40
minggu.

7. Evaluasi Pembelajaran
a.

Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar
berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator sebesar
75%. MI NU 15 Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal menentukan kriteria
ketuntasan minimal (KKM) dengan mempertimbangkan kompleksitas materi, kemampuan
sumber daya pendukung, dan tingkat kemampuan rata-rata (intake) peserta didik. Dengan
mempertimbangkan kompleksitas materi, kemampuan sumber daya pendukung, dan tingkat
kemampuan rata-rata (intake) peserta didik, MI NU 15 Jambearum Kecamatan Patebon
Kabupaten Kendal menentukan kriteria ketuntasan per mata pelajaran pada Tahun Pelajaran
2014/2015 seperti pada tabel berikut ini:
No
1
2
3
4
5

Mata Pelajaran
Pendidikan Agama
Pendidikan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam

Kriteria Ketuntasan
Minimal
III
VI
75
75
65
65
75
75
65
65
75
75

Ket

6
7
8
9

Ilmu Pengetahuan Sosial


Seni Budaya dan Keterampilan
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
Mulok :
a. Bahasa Jawa
b. BTQ
c. Bahasa Inggris

MI NU 15 Jambearum Kecamatan Patebon

65
65
70

65
65
75

65
75
-

65
75
65

Kabupaten Kendal ini menggunakan

prinsip mastery learning (ketuntasan belajar), ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang
belum maupun sudah mencapai ketuntasan. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus
mengikuti kegiatan remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti
kegiatan pengayaan.
b.

Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1)

Kenaikan Kelas untuk kelas III dan VI

a) Kenaikan kelas ditetapkan berdasarkan hasil belajar siswa selama 1 tahun pelajaran.
b) Siswa dinyatakan Naik Kelas apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
i)

Memiliki Akhlak dan budi pekerti yang baik.

ii) Kehadiran minimal 85 %.


iii) Jumlah mata pelajaran yang tidak tuntas paling banyak 4 ( empat ) mata pelajaran.
c) Bagi siswa yang tidak naik kelas disarankan untuk mengulang pada tahun ajaran berikutnya
di kelas yang sama.
2)

Kenaikan Kelas untuk kelas I, II, IV dan V:


a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang
diikuti.
b) Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan, minimal sama dengan KKM.
c) Mencapai nilai sikap untuk semua mata pelajaran minimal baik.
d) Tidak terdapat nilai kurang dari KKM maksimal pada tiga mata pelajaran.
e) Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15 % dari jumlah hari efektif.

B. ANALISIS DATA
Kurikulum berfungsi sangat peting dalam suatu pendidikan, kurikulum digunakan
acuan suatu lembaga Sekolah/Madarasah untuk melaksanakan pembelajaran. Selain itu,
kurikulum juga berfungsi untu menentukan arah suatu pendidikan, kurikulum dirancang
sebisa mungkin untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

Dengan adanya kurikulum

madrasah akan lebih mudah dalam melaksanakan proses pembalajaran, proses pembalajaran
yang jelas akan membuat peserta didik memahamai ilmu yang disampaikan oleh Guru. Oleh
karena itu, adanya kurikulum sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil pembelajaran
peserta didik.
Kurikulum MI NU 15 Jambearum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan

kegiatan

pembelajaran

untuk

mencapai

tujuan

pendidikan

yang

diselenggarakan di institusi ini.


Secara geografis MI NU 15 Jambearum yang terletak di Desa Jambearum Patebon,
Kabupaten Kendal. yang memiliki keberagaman keadaan siswa dan orang tuanya baik dari
segi tingkat ekonomi, pendidikan dan agama, sehingga membutuhkan layanan yang beragam
pula. Keberagaman ini kami anggap sebagai modal dan tantangan agar cita-cita yang kami
tuangkan dalam visi sekolah dapat terwujud dengan berkomitmen untuk membimbing siswa
dengan penuh kasih sayang. Berdasarkan situasi dan kondisi tersebut langkah yang diambil
untuk diwujudkan adalah dengan melakukan pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan
Menyenangkan dengan memanfaatkan sarana yang ada serta segala potensi yang dimiliki.
Mengingat kurikulum pada MI NU 15 Jambearum ini merupakan kurikulum pendidikan
dasar yang disusun dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang berbasis
sekolah. Dalam perannya di samping sebagai pusat pendidikan, satuan pendidikan juga
merupakan pusat pengembangan budaya dan karakter bangsa. Oleh karena itu, Kurikulum
juga mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan
pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur,
toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat
kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca,
peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
tersebut terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah. Adanya
kurikulum ini selanjutnya dijadikan acuan bagi sekolah sebagai pedoman dan arah bagi
pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Selanjutnya melalui Kurikulum ini, MI NU 15 Jambearum berkomitmen untuk dapat
melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan
peserta didik. Untuk itu, dalam pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah dengan
berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar seko

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kurikulum berfungsi sangat peting dalam suatu pendidikan, kurikulum di gunakan
acuan suatu lembaga Sekolah/Madarasah untuk melaksanakan pembelajaran. Selain itu,
kurikulum juga berfungsi untu menentukan arah suatu pendidikan, kurikulum dirancang
sebisa mungkin untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

Dengan adanya kurikulum

madrasah akan lebih mudah dalam melaksanakan proses pembalajaran, proses pembalajaran
yang jelas akan membuat peserta didik memahamai ilmu yang disampaikan oleh Guru. Oleh
karena itu, adanya kurikulum sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil pembelajaran
peserta didik.
B. PENUTUP
Demikianlah laporan ini kami buat, sebagai penulis kami menyadari bahwa dalam
penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Oleh karena itu kami mohon kritik dan saran dari pembaca. Semoga
laporan ini bermanfaat bagi pembaca dan pada khususnya pemakalah sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2012. Komponen dan Organisasi kurikulum. Bandung: PT REMAJA


ROSDAKARYA.
Hidayat, Sholeh. 2013. Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.
Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2013.. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatf, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. 2011. Kurikulum & Pembelajaran.
Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
http://www.duniapelajar.com/2014/07/16/pengertian-dokumentasi-menurut-para-ahli

Anda mungkin juga menyukai