Anda di halaman 1dari 42

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny.

S GIIP10001 USIA KEHAMILAN


31 MINGGU DENGAN APB (Ante Partum Bleeding)
DI RUANG MELATI RSUD SWADANA
JOMBANG

Oleh :
HESTI NUR SUKMAWATI
O3.132

AKADEMI KEBIDANAN HUSADA


JOMBANG
2006

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perdarahan Ante partum adalah perdarahan pervaginam pada
kehamilan diatas 28 minggu atau lebih. Karena perdarahan ante partum
terjadi pada umur kehamilan diatas 28 minggu maka sering disebut atau
digolongkan perdarahan pada trimester ke tiga.
(Manuaba, 1998 : 253)
Perdarahan Ante partum yang berbahaya umumnya bersumber pada
kelainan placenta, secara klinis diklasifikasikan menjadi placenta previa,
solusio placenta, perdarahan ante partum yang belum jelas sumbernya.
(Wiknjosastro, 1999 : 262)
Perdarahan Ante partum terjadi pada kira-kira 3 % - 4 % dari semua
persalinan, yang terbagi kira-kira rata antara placenta previa, solusio placenta
dan perdarahan yang belum jelas sumbernya.
(Wiknjosastro, 1999 : 263)
Placenta previa adalah keadaan dimana placenta berimplantasi pada
tempat abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi
sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (Ostium uteri internal).
(Mocthar, 1998 : 169)
Placenta previa terjadi kira-kira 1 diantara 200 persalinan. Di
Rumah Sakit Dr. Cipto Mangun Kusumo, antara tahun 1971 1975 terjadi
37 kasus placenta previa diantara 4.781 persalinan terdaftar atau kira-kira
antara 125 persalinan terdaftar.
(Wiknjosastro, 1999 : 367)
Penanganan ante partum memerlukan perhatian karena saling
mempengaruhi dan merugikan janin dan ibunya. Setiap perdarahan ante
partum yang dijumpai oleh bidan sebaiknya di rujuk ke Rumah Sakit atau ke
tempat dengan fasilitas yang memadai karena membutuhkan tatalaksana
khusus.

1.2 Tujuan
1.2.1

Tujuan Umum
Untuk mengembangkan pola pikir kita dalam Asuhan
Kebidanan pada Ny. S usia 31 tahun G 2P10001 umur kehamilan 31
minggu, dengan Ante Partum Bleeding (APB), menurut manajemen
kebidanan Hellen Varney.

1.2.2

Tujuan Khusus
Dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Ny. S usia
31 tahun G2P10001 umur kehamilan 31 minggu dengan Ante Partum
Bleeding (APB), diharapkan penulis mampu :
1.2.2.1 Melakukan pengkajian data
1.2.2.2 Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan
1.2.2.3 Mengidentifikasi masalah potensial
1.2.2.4 Mengidentifikasi kebutuhan segera
1.2.2.5 Menyusun dan mengembangkan rencana dan asuhan
kebidanan
1.2.2.6 Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana
1.2.2.7 Mengevaluasi penatalaksanaan Asuhan Kebidanan

1.3 Manfaat Penulisan


1.3.1

Bagi Penulis
Mendapatkan pengalaman dan dapat menerapkan teori yang
telah didapat pada perkuliahan kedalam kasus nyata dalam
pelaksanaan Asuhan Kebidanan.

1.3.2

Bagi Institusi
Sebagai bahan kepustakaan tentang Asuhan Kebidanan pada
ibu hamil dengan APB (Ante Partum Bleeding).

1.3.3

Bagi Lahan Praktek


Sebagai bahan kepustakaan dalam memberikan Asuhan
Kebidanan pada ibu hamil dengan APB (Ante Partum Bleeding).

1.3.4

Bagi Pasien
Mendapat pengetahuan dan informasi tentang penatalaksanaan
Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan APB (Ante Partum
Bleeding).

1.4 Metode Penulisan


Asuhan Kebidanan ini disusun setelah penulis melakukan penelitian
secara deskriptif dalam bentuk kasus yang dibuat berdasarkan keadaan dan
situasi yang nyata dan tertuju pada pemecahan masalah.
1.5 Teknik Pengumpulan Data
1.5.1

Studi Kepustakaan
Dengan mempelajari buku-buku dan masalah-masalah yang
berhubungan dengan perawatan pada ibu hamil dengan APB (Ante
Partum Bleeding).

1.5.2

Wawancara
Yaitu pengumpulan data dengan tanya jawab langsung
kepada klien, keluarga maupun tim kesehatan terkait untuk
mendapatkan data subyektif.

1.5.3

Observasi
Yaitu dengan pengamatan langsung terhadap perubahan yang
terjadi pada klien.

1.5.4

Pemeriksaan Fisik
Yaitu pemeriksaan pada klien yang meliputi inspeksi,
palpasi, auskultasi dan perkusi untuk mendapatkan data obyektif.

1.5.5

Studi Dokumentasi
Yaitu suatu cara untuk memperoleh data dengan melihat data
yang sudah ada dalam status klien atau catatan medik.

1.6 Tempat dan Waktu Penulisan


Ruang Melati RSUD Swadana Jombang, Tanggal 14 04 2006.

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Ante Partum Bleeding (APB)


2.1.1

Pengertian
Perdarahan Ante Partum adalah perdarahan yang terjadi
setelah kehamilan 28 minggu.
(Mochtar, 1998 : 169).
Perdarahan Ante Partum adalah perdarahan pervaginam
pada kehamilan diatas 28 minggu atau lebih.
(Manuaba, 1998 : 153).

2.1.2

Klarifikasi
2.1.2.1 Perdarahan yang ada hubungannya dengan kehamilan
a. Placenta previa
b. Solusio placenta
c. Perdarahan pada placenta letak rendah
d. Pecahnya sinus marginalus
e. Pecahnya vasa previa
2.1.2.2 Perdarahan yang tidak ada hubungannya dengan kehamilan
a. Pecahnya varises vagina
b. Perdarahan polupus servikalis
c. Perdarahan perlukaan serviks
d. Perdarahan karena keganasan serviks

2.1.3

Pengertian Placenta Previa


Placenta

previa

adalah

keadaan

dimana

placenta

berimplantasi pada tempat abnormal yaitu pada segmen bawah


rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan
lahir (Ostium uteri internal).
(Mocthar, 1998 : 169).
Placenta previa adalah placenta dengan implantasi di
sekitar segmen bawah lahir sehingga dapat menutupi sebagian atau
seluruh ostium uteri internum.
(Manuaba, 1998 : 153).

2.1.4

Etiologi
a. Endometrium di fundus uteri belum siap menerima implantasi
b. Endometrium yang tipis sehingga diperlukan perluasan placenta
untuk mampu memberikan nutrisi janin
c. VIII koreolis pada kanan leave yang persisten
Faktor-faktor yang menyebabkan / meningkatkan kejadian placenta
previa :
1. Umur penderita
-

Umur muda karena endometrium masih belum sempurna

Umur diatas 35 tahun karena tumbuh endometrium yang


kurang subur

2. Paritas
Pada paritas yang tinggi kejadian placenta previa makin besar
karena endometrium belum sempat tumbuh.
3. Endometrium yang cacat

2.1.5

Bekas persalinan berulang dengan jarak pendek

Bekas operasi bekas kuretase atau manual placenta

Perubahan endometrium pada mioma uteri atau polip

Pada keadaan mal nutrisi

Diagnosa Placenta Previa


2.1.5.1 Anamnesa Placenta Previa
a. Terjadi perdarahan pada kehamilan sektor 28 minggu
b. Sifat perdarahan
Tanpa rasa sakit terjadi tiba-tiba
Tanpa sebab yang jelas
Dapat terulang
c. Perdarahan dapat menimbulkan penyulit pada ibu
maupun janin dalam rahim
2.1.5.2 Pada inspeksi dijumpai
a. Perdarahan pervaginam encer sampai bergumpal
b. Pada perdarahan yang banyak ibu tampak anemis

2.1.5.3 Pemeriksaan fisik ibu


a. Dijumpai keadaan bervariasi dan keadaan normal
sampai syok
b. Kesadaran penderita bervariasi dari kesadaran baik
sampai koma
c. Pada pemeriksaan dapat dijumpai :
Tekanan darah, nadi, dan pernafasan dalam batas
normal
Tekanan darah turun, nadi dan pernafasan meningkat
Daerah ujung menjadi dingin
Tampak anemis
2.1.5.4 Pemeriksaan Khusus Kebidanan
a. Pemeriksaan palpasi abdomen
Janin belum cukup bulan, tinggi fundus uteri sesuai
dengan umur kehamilan
Karena placenta di segmen bawah rahim, maka
dapat dijumpai kelainan letak janin dalam rahim dan
di bagian terendah masih tinggi
b. Pemeriksaan denyut jantung janin
Bervariasi dari normal sampai asfiksia dan kematian
dalam rahim
c. Pemeriksaan dalam
Pemeriksaan dalam dilakukan diatas meja operasi dan
siap

untuk

segera

mengambil

tindakan.

Tujuan

pemeriksaan dalam untuk :


Menegakkan diagnosis pasti
Mempersiapkan tindakan untuk melakukan operasi
persalinan atau hanya memecahkan ketuban
Hasil pemeriksaan dalam teraba placenta sekitar ostium
uteri internum
d. Pemeriksaan penunjang
Ultrasonografi

2.1.6

Komplikasi
a. Prolaps tali pusat
b. Prolaps placenta
c. Placenta melekat sehingga harus dikeluarkan manual dan kalau
perlu dibersihkan dengan kerokan
d. Robekan jalan lahir karena tindakan
e. Perdarahan post partum
f. Infeksi karena perdarahan yang banyak
g. Bayi prematur atau lahir mati

2.1.7

Penanganan
2.1.7.1 Penanganan Pasif
Perhatian
Tiap-tiap perdarahan triwulan ke tiga yang lebih dari
show (perdarahan inisial) harus dikirim ke rumah sakit
tanpa dilakukan manipulasi apapun, baik rectal apalagi
vaginal.
Apabila pada penilaian baik, perdarahan sedikit masih
hidup, belum inpartu kehamilan masih cukup 37
minggu, atau berat badan janin dibawah 2500 gr maka
kehamilan dapat dipertahankan. Istirahat dan pemberian
obat-obatan

seperti

spasmolitika,

progestin,

atau

progesteron. Observasilah dengan teliti.


Sambil mengawasi periksakanlah golongan darah dan
siapkanlah donor darah. Bila memungkinkan kehamilan
dipertahankan setua mungkin supaya janin terhindar
dari prematuritas
Harus diingat bahwa bila dijumpai ibu hamil tersangka
placenta previa rujuk segera ke Rumah Sakit dimana
terdapat fasilitas operasi dan transfusi darah.
2.1.7.2 Cara Persalinan
Faktor yang menentukan sikap atau tindakan
persalinan mana yang akan dipilih adalah :

Jenis placenta previa


Perdarahan : banyak atau sedikit tetapi berulang-ulang
Keadaan umum ibu hamil
Keadaan janin : hidup, gawat, atau meninggal
Pembukaan jalan lahir
Paritas atau jumlah anak hidup
Fasilitas pertolongan dan rumah sakit

Persalinan Pervaginam
a. Amniotomi
Amniotomi

adalah

melancarkan

cara

persalinan

yang

dipilih

pervaginam

untuk
indikasi

amniotomi pada placenta previa :


Placenta previa literalis atau marginalis atau
letak rendah bila ada pembukaan
Pada primigravida dengan placenta previa
literalis atau marginalis dengan pembukaan 4
cm atau lebih
Placenta previa literalis / marginalis dengan
janin yang sudah meninggal
Keuntungan amniotomi adalah : (a) bagian terbawah
janin yang berfungsi sebagai tampon akan menekan
placenta yang berdarah dan perdarahan berkurang
atau terhenti; (b) partus akan berlangsung lebih
cepat; (c) bagian placenta yang berdarah dapat
bebas mengikuti cincin gerakan dan pegangan
segmen bawah rahim sehingga tidak ada lagi
placenta yang lepas. Setelah ketuban dipecah
berikan

oksitosin 2,5 5 satuan dalam 600 cc

dekstrosa 5 %.
Bila upaya diatas belum berhasil ada 2 cara lagi
yang dapat dikerjakan terutama di daerah perifer
dimana fasilitas operasi tidak ada dan penderita

tidak mau dirujuk ke rumah sakit yang ada fasilitas


operasinya.
b. Cunam Willet Gaus 2
Menjepit kulit kepala bayi pada placenta previa
yang ketubannya telah dipecahkan
Memberikan pemberatan sehingga pembukaan
dipercepat
Diharapkan persalinan spontan
Sebagian besar dilakukan pada janin telah
meninggal
c. Versi Broxten Hicks
Dilakukan versi ke letak sungsang
Satu kaki dikeluarkan sebagai tampon dan
diberikan

pemberat

untuk

mempercepat

pembukaan dan pemberhentian darah


Diharapkan persalinan spontan
Janin sebagian besar akan meninggal
d. Pemasangan kantong karet Meteorynter
Kantong karet dipasang untuk menghentikan
perdarahan

dan

mempercepat

pembukaan

sehingga persalinan dapat segera berlangsung.

Persalinan Peradominal, dengan seksio sesarea


Indikasi seksio sesarea pada placenta previa
1. Semua placenta previa sentralis, janin hidup atau
meninggal.
Semua placenta previa lateralis, posterior karena
perdarahan yang sulit di kontrol dengan cara-cara
yang ada.
2. Semua placenta previa lateralis posterior karena
perdarahan yang sulit dikontrol dengan cara-cara
yang ada.

3. Semua placenta previa dengan perdarahan yang


banyak dan tidak berhenti dengan tindakan-tindakan
yang ada.
4. Placenta previa dengan panggul sempit, letak
lintang.
2.2 Konsep dasar Kecemasan
2.2.1

Definisi
Kecemasan adalah hasil dari proses psikologi dalam tubuh
manusia

yang

menunjukkan

reaksi

terhadap

bahaya

yang

memperingatkan orang lain dalam secara naluri bahwa bahaya dan


orang yang bersangkutan mungkin kehilangan kendali dalam situasi
tersebut, dimana reaksi terhadap bahaya sesungguhnya yang
mungkin menimbulkan bencana.
(Rumainah, 2003).
2.2.2

Etiologi Kecemasan
Menurut Stuart dan Sundeen, 1998 Etilogi kecemasan dapat
dikelompokkan dalam dua kategori yaitu :
a. Ancaman terhadap integritas fisik
Yaitu ketidakmampuan fisiologis atau menurunnya kapasitas
untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
b. Ancaman terhadap self system
Yaitu sesuatu yang dapat membahayakan identitas harga diri dan
fungsi sosial.

2.2.3

Macam-macam Kecemasan
Freud dan Sumadi (2002) mengemukakan ada tiga macam
kecemasan yaitu :
a. Kecemasan realistik (Reality Ansiety)
Kecemasan atau ketakutan yang nyata, atau takut akan bahaya di
luar dunia.
b. Kecemasan neurotik (Neurotic Ansiety)
Kecemasan kaku-kaku instink-instink tidak dapat dikendalikan.
Seseorang merasa khawatir akan dikuasai oleh keinginan untuk

melakukan suatu perbuatan atau untuk mengandung sesuatu


pikiran yang akan merugikan dirinya sendiri, misalnya :
1. Kecemasan yang mengambang, cemas terhadap sesuatu yang
akan terjadi, pesimis.
2. Kecemasan fobik, taku terhadap obyek yang tidak dapat
dihindari.
3. Kondisi panik : takut terjadi disfungsi dan disorganisasi dari
kepribadian disertai perubahan-perubahan secara fisiologis.
c. Kecemasan moral (Moral Ansiety)
Sebagai suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego,
ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dan hati
nurani. Seseorang cenderung merasa berdosa apabila dia
melakukan atau bahkan berfikir untuk melakukan sesuatu yang
bertentangan dengan norma moral.
2.2.4

Tingkat Kecemasan
Menurut Wartonah (2003) tingkat kecemasan dibagi menjadi :
a. Kecemasan Ringan
Cemas ringan berhubungan dengan ketegangan akan peristiwa
kehidupan sehari-hari. Pada tingkatan ini lahan persepsi melebar
dam individu akan berhati-hati dan waspada. Individu terdorong
untuk belajar yang akan menghasilkan pertumbuhan dari
kreativitas.
b. Cemas Sedang
Pada tahap persepsi ini terhadap masalah menurun. Individu
lebih memfokuskan pada hal-hal penting saat itu dan
mengesampingkan hal lain.
c. Cemas Berat
Pada cemas berat, lahan persepsi sangat sempit, seseorang
cenderung hanya memikirkan hal kecil saja dan mengabaikan
hal yang lain, seseorang tidak mampu berpikir berat lagi dan
membutuhkan lebih banyak pengarahan atau tuntunan.

d. Panik
Pada tahap ini persepsi telah terganggu sehingga individu tidak
dapat mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukan apaapa walaupun telah diberikan pengarahan.
2.2.5

Ciri Kecemasan
a. Ciri Psikologik
Misalnya khawatir, gugup, tegang, cemas, rasa tak nyaman,
takut, dan lekas terkejut.
b. Ciri Somatik
Misalnya pulpitasi (debaran jantung yang cepat / keras), keringat
dingin pada telapak tangan, tekanan darah meningkat peristaltik
bertambah (Sumaryo, 2004).

2.2.6

Respon Kecemasan
a. Fisik
1. Ketegangan motorik : gemetar, tegang, nyeri otot, letih, tidak
dapat santai, kelopak mata bergetar, kening berkejut, muka
tegang, gelisah, mudah terkejut.
2. Hiperaktivitas saraf automatik : berkeringat, jantung
berdebar denyut nadi cepat, pernafasan dan tekanan darah
meningkat, rasa dingin, sulit tidur, rasa mual, tidak nafsu
makan, atau makan yang berlebihan.
b. Emosional
Timbul rasa malu, merasa tidak berguna, sedih, merendam rasa
marah benci.
c. Sosial
Ingin mendapat perhatian orang lain, lebih banyak menuntut,
membahayakan akan datangnya kemalangan terhadap dirinya.
d. Spiritual
Merasa masa depan suram dan tidak berarti, takut mati, merasa
kehilangan kepercayaan.

2.3 Konsep Manajement Kebidanan Menurut Helen Varney


Varney menjelaskan bahwa proses manajement merupakan proses
pemecahan masalah yang ditemukan oleh bidan, perawat pada awal tahun
1970 an. Proses ini memperkuat sebuah metode dengan mengorganisasikan

dan menguntungkan baik bagi klien maupun bagi tenaga kesehatan. Proses
ini menguraikan bagaimana perilaku yang diharapkan dari pemberian
asuhan. Proses manajement ini bukan hanya terdiri dari pemikiran dan
tindakan saja melainkan juga perilaku pada setiap langkah agar pelayanan
yang komprehensif dan akan tercapai. Dalam memberikan asuhan
kebidanan kita menggunakan 7 langkah manajemen kebidanan menurut
Helen Varney, yaitu:
2.3.1 Pengkajian
Merupakan langkah awal dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada
ibu hamil, untuk mendapatkan data dilakukan anamnesa / wawancara,
pemeriksaan umum, pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, auskultasi,
perkusi dan pemeriksaan penunjang).
A. Data Subyektif
Adalah data yang diperoleh dari hasil anamnesa langsung pada
klien atau keluarga dan tim kesehatan. Dari anamnesa dapat kita
peroleh data tentang klien yang meliputi :
1. Biodata
Biodata berisi tentang identitas klien beserta suaminya yang
meliputi

nama,

umur,

agama,suku/bangsa,

pendidikan,

pekerjaan, penghasilan, status perkawinan, kawin ke berapa,


lama kawin, alamat.
2. Keluhan Utama
Ditanyakan apa yang dirasakan sekarang sehingga klien datang
ke klinik/petugas kesehatan untuk memeriksakan diri.
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ditanyakan apakah klien menderita suatu penyakit seperti
penyakit menular : hepatitis, paru-paru, penyakit menurun :
kencing manis, asma, penyakit menahun : jantung, darah
tinggi. Kapan, apakah sudah diperiksakan ke petugas
kesehatan, bila sudah kapan, sudah mendapat obat atau belum,
bila ya obat apa dan bagaimana hasilnya.

4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu


Ditanyakan apakah klien pernah menderita suatu penyakit
menular, menurun, atau menahun, apakah klien pernah
melakukan operasi, bila pernah dimana, indikasinya apa.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ditanyakan apakah dari keluarga klien dan suaminya ada yang
menderita penyakit menurun dan menular, bila ya siapa dan
apakah ada keturunan kembar/tidak.
6. Riwayat Kebidanan
a. Riwayat Haid.
Ditanyakan menarche umur berapa, siklus haid bagaimana,
berapa hari, lama haid berapa, banyaknya haid bagaimana,
warnanya bagaimana, apakah ada ketuban saat haid bila ya
kapan, keputihan atau tidak, bila ya kapan, jumlahnya
berapa banyak, bagaimana warnanya, bau atau tidak, gatal
atau tidak.
b. Riwayat Kehamilan Sekarang
Ditanyakan hamil anak keberapa, amenorrhea berapa
bulan, HPHT tanggal berapa, HPL tanggal berapa, berapa
usia kehamilannya, apakah sudah merasakan pergerakan
janin, sudah pernah periksa atau belum, bila pernah
dimana, pada TM I,TM II,TM III periksa berapa kali, ada
keluhan apa saja, mendapat obat apa, merasakan
pergerakan janin pada usia kehamilan berapa bulan, selama
hamil sudah pernah mendapat imunisasi berapa kali,
dimana, kapan, mendapat penyuluhan tentang apa.
c. Riwayat Kehamilan, persalinan, nifas yang lalu.
Riwayat Kehamilan
Ditanyakan hamil dari pernikahan yang keberapa,
berapa umur kehamilannya pernah keguguran atau
tidak, ada penyulit kehamilan apa.

Riwayat Persalinan
Ditanyakan jenis persalinan apa (normal / operasi /
alat) siapa yang menolong jenis kelaminnya apa.
Riwayat Nifas
Ditanyakan nifasnya berjalan normal atau tidak ada
kelainan atau tidak memberikan ASI atau tidak, berapa
lama.
d. Riwayat KB
Ditanyakan apakah klien pernah ikut KB, bila ya metode
apa, berapa lama pemakaiannya, rencana KB apa yang
akan digunakan klien mendatang.
7. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Pola Nutrisi
Hal yang perlu ditanyakan makan berapa kali sehari,
berapa piring porsinya, bagaimana nafsu makannya,
menunya apa saja, minum sehari berapa gelas ,jenisnya
apa, semua ditanyakan sebelum dan saat hamil.
b. Pola Eliminasi
Hal yang perlu ditanyakan, apakah ibu sebelum dan selama
hamil BAK dan BAB ada keluhan atau tidak, berapa
frekuensinya, untuk BAK ditanyakan jumlahnya warna
urinenya, BAB ditanyakan bagaimana warna tinjanya,
konsistensinya.
c. Pola Aktivitas
Hal yang perlu ditanyakan adalah apa saja kegiatan sehari
hari klien, sebelum dan selama hamil.
d. Pola Istirahat / Tidur
Ditanyakan bagaimana pola tidurnya tiap hari, waktu
tidurnya, ada gangguan/tidak.
e. Pola Seksual
Ditanyakan berapa kali klien melakukan seksual, ada
keluhan / tidak.

f. Pola Personal Hygiene


Ditanyakan berapa kali klien mandi, gosok gigi, cuci
rambut, ganti baju, keramas tiap harinya.
8. Keadaan Psikologis
Ditanyakan apakah kehamilan klien tersebut direncanakan,
diharapkan/tidak, bagaimana hubungan klien dengan suami,
keluarga dan tetangganya.
9. Latar Belakang Sosial Budaya
Ditanyakan adat kebiasaan yang dilakukan klien dan
keluarganya, apakah ada yang kebiasaan yang menghambat
bila ya apa, adakah kebiasaan yang mendukung dalam
kehamilan.
B. Data Obyektif
Data Obyektif adalah data yang diperoleh melalui pemeriksaan
fisik yang terdiri dari inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi.
1. Pemeriksaan umum
-

Keadaan umum : bagaimana keadaan umum ibu, apakah


baik atau lemah

Kesadaran

bagaimana

kesadaran

ibu,

apakah

composmentis atau apatis


-

Tinggi badan : diukur saat pertama kali pasien datang


terutama pasien dengan tinggi badan kurang dari 145 cm.

Berat badan : dikaji berat badan sebelum hamil dan saat


hamil, kenaikan berat badan.

LILA : dikaji untuk menentukan status gizi ibu, LILA


minimal 23,5 cm.

2. Tanda-tanda Vital
Tekanan darah

: 100/60 - < 140/90 mmHg (normal)

Nadi

: 80 100 x/menit

Pernafasan

: 16 24 x/menit

Suhu

: 36,5 37,5 oC

3. Pemeriksaan Fisik
b. Inspeksi yaitu proses observasi / periksa pandang dengan
menggunakan mata untuk mendeteksi tanda-tanda fisik
yang berhubungan dengan status fisik.
Kepala

: Bentuk kepala, warna rambut, jenis


rambut, rontok atau tidak, kulit kepala
bersih atau tidak, ada ketombe atau tidak.

Muka

: Pucat atau tidak, oedem atau tidak,


terdapat cloasma gravidarum/tidak.

Mata

: Simetris atau tidak, konjungtiva pucat atau


tidak, sklera ikterus atau tidak.

Hidung

: Simetris atau tidak, ada pernafasan cuping


hidung atau tidak, ada pengeluaran sekret
atau tidak, ada polip atau tidak.

Mulut

: Simetris atau tidak, bibir lembab atau


tidak, ada stomatitis atau tidak, ada caries
atau tidak, ada gigi palsu atau tidak.

Telinga

: Simetris atau tidak, bersih atau tidak.

Leher

: Ada pembesaran kelenjar tyroid atau


tidak, ada pembesaran vena jugularis atau
tidak.

Dada

: Simetris atau tidak, ada retraksi intercosta


atau tidak, payudara membesar atau tidak,
ada hiperpigmentasi atau tidak pada areola
dan papilla mammae puting susu masuk
atau tidak, mendatar atau menonjol.

Perut

: Pembesaran perut sesuai dengan usia


kehamilan atau tidak, ada striae albican
atau striae livid apa tidak, ada bekas
operasi atau tidak, ada linea nigra atau
tidak.

Genetalia

: Bagaimana

kebersihan

vulva,

ada

kondiloma atau tidak ada varises atau


tidak ada oedem atau tidak.
Ekst. Atas

: Simetris atau tidak, oedem atau tidak, ada


gangguan pergerakan atau tidak.

Ekst. Bawah

: Simetris atau tidak, oedem atau tidak, ada


varises

atau

tidak,

ada

gangguan

pergerakan atau tidak.


c. Palpasi yaitu periksa raba / sentuhan untuk mendeterminasi
ciri-ciri jaringan atau organ.
Kepala

: Ada benjolan abnormal atau tidak.

Leher

: Ada pembesaran kelenjar tyroid atau


tidak, ada pembesaran vena jugularis atau
tidak.

Dada

: Teraba massa abnormal, ada pengeluaran


colustrum atau tidak.

Perut

: LI

: Untuk menentukan bagian apa


yang ada di fundus, beberapa
TFUnya.

L II : Untuk menentukan dimana letak


punggung dan bagian kecil janin.
Punggung teraba lurus seperti
papan, dan bagian kecil janin
teraba tangan dan kaki.
L III : Untuk

menentukan

terdapat

pada

apa

bagian

yang
bawah

uterus dan apakah masih dapat


digoyang.
L IV : Untuk menentukan seberapa jauh
bagian janin masuk PAP.
Eks. Atas

: Tidak oedem

Eks. Bawah

: Tidak oedem.

d. Auskultasi
Metode pengkajian yang menggunakan stetoskop untuk
memperjelas pendengaran.
Dada

: terdengar bunyi wheezing dan ronchi atau tidak.

Perut

: terdengar DJJ apa tidak, berapa frekuensinya tiap


menit.

e. Perkusi
Metode pemeriksaan dengan cara mengetuk dengan
menggunakan alat atau jari tangan.
Perut

: tidak kembung.

Eks. Bawah : reflek patela negatif atau positif.


4. Pemeriksaan penunjang
Merupakan data yang diperlukan untuk menunjang diagnosa
berupa pemeriksaan laborat meliputi : PP test, albumin,
reduksi, HB, pemeriksaan

USG, pemeriksaan

tersebut

dilakukan atau tidak, bila ya hasilnya bagaimana.


5. Pemeriksaan panggul luar
Alat yang digunakan adalah jangka panggul, pengeluaran
dilakukan terutama pada ibu dengan TB < 145 atau
primigravida.
Distansia spinarum

: 23 26 cm

Distansia cristarum

: 26 29 cm

Konjugata eksterna

: 18 20 cm

Lingkar panggul

: 80 90 cm

2.3.2 Identifikasi Kebutuhan Segera


Diagnosa : Ny. . G.P Umur Kehamilan.minggu, hidup,
tunggal, intrauterin, letak kepala, jalan lahir normal,
keadaan umum ibu lemah dengan APB (Ante Partum
Bleeding).
DS

: Ibu mengatakan hamil anak kedua dengan usia kehamilan 7


bulan, mengeluarkan darah melalui vaginanya 1 koteks

DO : - Keadaan umum lemah


-

Kesadaran composmentis

TTV T

: 120/80 mmHg

: 80 x/mnt

: 37 oC

RR : 20 x/mnt
-

Dada

terdapat

pembesaran

payudara,

terdapat

hyperpigmentasi, areola dan putting mammae, putting


mammae menonjol dan bersih , belum ada pengeluaran ASI
dari payudara kanan dan kiri
-

Abdomen : L. I : TFU 2 jari diatas pusat (22 cm) teraba


bokong pada daerah fundus.
L. II : Teraba punggung janin di bagian kiri
perut ibu, teraba bagian kecil janin
dibagian kanan perut ibu
L. III: Teraba kepala janin dibawah perut ibu
belum masuk P.A.P
Djj (+) (12 12 12) = 144 x/mnt
His (-)

Masalah
Ds

: Cemas

: Ibu mengatakan

merasa

takut

dan khawatir

terhadap

kehamilannya
Do

: - Ekspresi wajah klien tampak khawatir


- Ibu banyak bertanya tentang keadaan kehamilannya dan
keadaan bayinya

Kebutuhan :
-

Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi

Tirah baring

2.3.3 Antisipasi Masalah Potensial


Masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul dan bila tidak
segera diatasi akan mengancam keselamatan jiwa klien, karena itu
masalah potensial harus segera diantisipasi, dicegah, diatasi, dan
segera dipersiapkan tindakan untuk mengatasi.

2.3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera


Merupakan langkah yang bersifat kesinambungan dari proses
penatalaksanaan, bukan hanya selama asuhan primer periodik /
kunjungan prenatal saja. Tapi juga pada saat bidan berada bersama
klien. Data-data baru senantiasa dikumpulkan dan dievaluasi,
beberapa data mengidentifikasi adanya situasi gawat dimana bidan
harus bertindak segera untuk keselamatan jiwa ibu dan anak, situasi
lainnya bisa saja tidak merupakan kegawatan tapi memerlukan
konsultasi, kolaborasi, atau yang bersifat rujukan kepada dokter atau
tim kesehatan lain.
2.3.5 Intervensi
Diagnosa : Ny. . G.P Umur Kehamilan.minggu, hidup,
tunggal, intrauterin, letak kepala, jalan lahir normal,
keadaan umum ibu lemah dengan APB (Ante Partum
Bleeding).
Tujuan

: Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 3x24 jam


diharapkan klien tidak mengalami perdarahan lagi

Kriteria hasil : - Ku ibu baik


- Kesadaran composmentis
- TTV dalam batas normal
T

: 100/60 - < 140/90 mmHg

: 80 100 x/mnt

: 36,5-37,5 oC

RR

: 16 - 24 x/mnt

- Djj (+) 120 - < 160 x/mnt


- His (-)
- Tidak ada pengeluaran darah pervaginam
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga
R/: Dengan pendekatan pasien dan keluarga akan lebih kooperatif
terhadap tindakan asuhan kebidanan diberikan.

2. Lakukan observasi TTV


R/: Tanda-tanda vital

merupakan

parameter

untuk mengetahui

ketidaknormalan dalam tubuh.


3. Lakukan observasi His dan DJJ
R/: His yang adekuat merupakan tanda-tanda persalinan, DJJ untuk
mengetahui keadaan janin didalam kandungan.
4. Lakukan observasi pengeluaran pervaginam / perdarahan
R/: Untuk

mengetahui

seberapa

banyak

pengeluaran

darah

pervaginam.
5. Ajarkan dan motivasi ibu untuk melakukan personal hygiene dan vulva
hygiene
R/: Dengan personal hygiene yang baik dan benar dapat mencegah
masuknya kuman-kuman patogen kedalam tubuh
6. Anjurkan ibu untuk tirah baring / bedtress
R/: Mobilisasi / gerakan yang minimal dapat mencegah terjadinya
perdarahan.
7. Lakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan USG
R/: Dengan pemberian terapi yang tepat dapat mempercepat proses
penyembuhan, dengan USG dapat mengetahui keadaan janin
didalam kandungan dan mengetahui penyebab perdarahan.
8. Berikan dan motivasi ibu untuk makan dengan diit TKTP
R/: Makanan dengan tinggi kalori dan protein dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan tubuh ibu dan juga kebutuhan untuk
perkembangan janin.
Masalah

: Cemas

Tujuan

: Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1 x 30 menit


diharapkan ibu dapat beradaptasi dengan keadaannya.

Kriteria hasil : - KU baik


- Kesadaran composmentis
- Ibu mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan
oleh petugas dan dapat mengulang penjelasan yang
diberikan oleh petugas.

- Ibu dapat beradaptasi dengan keadaannya dan tidak


khawatir lagi.
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga
R/ : Dengan pendekatan diharapkan pasien dan keluarga akan lebih
kooperatif terhadap tindakan asuhan kebidanan yang diberikan
oleh petugas.
2. Lakukan komunikasi terapeutik untuk menjelaskan tentang keadaan
klien dan bayinya
R/ : Dengan komunikasi terapeutik yang tepat diharapkan klien dapat
mengerti tentang keadaannya dan bayinya sehingga dapat
mengurangi kecemasan.
3. Berikan dukungan moral pada ibu dan keluarga
R/ : Dengan dukungan moral diharapkan ibu dan keluarga dapat
menyesuaikan diri dan tidak merasa khawatir.
2.3.6 Implementasi
Implementasi yang komprehensif merupakan pengolahan dan
perwujudan dari perencanaan, pelaksanaan dapat terealisasi dengan
baik apabila diterapkan berdasarkan hakikat masalah.
Beberapa prinsip dalam pelaksanaan tindakan meliputi :
Tindakan kebidanan yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau
dilimpahkan pada staf lain, pada klien atau keluarga.
Penguasaan pengetahuan dan keterampilan tentang tindakan yang
dilakukan.
Mengamati hasil tindakan yang diberikan petugas kesehatan.
Mencatat dan mengadakan konsultasi jika perlu dilakukan
rujukan.
2.3.7 Evaluasi
Evaluasi

adalah

seperangkat

tindakan

yang

saling

berhubungan untuk mengukur pelaksanaan serta didasarkan atas

tujuan dan kriteria. Guna evaluasi ini adalah untuk menilai


kemampuan

dalam

memberikan

asuhan

kebidanan,

menilai

efektivitas, serta sebagai umpan balik untuk memperbaiki, menyusun


langkah baru dalam asuhan kebidanan, menunjang tanggung jawab
dan tanggung gugat dalam asuhan kebidanan.
Dalam evaluasi menggunakan SOAP, yaitu :
S

: Menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data


klien melalui anamnesa.

: Menggambarkan pendokumentasian hasil dari implementasi


apakah

asuhan

sudah

sesuai

dengan

tujuan

dalam

implementasi.
A

: Menggambarkan
interpretasi

data

pendokumentasian
subyektif

dan

hasil

obyektif

analisa
dalam

dan
suatu

identifikasi.
P

: Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan dan


evaluasi berdasarkan assesment.

BAB III
TINJAUAN KASUS

Tanggal Pengkajian

: 14 04 2006

No. Register

: 16 8 791

Jam : 07.10 WIB

3.1 Pengkajian
3.1.1

Data Subyektif
3.1.1.1 Biodata
Nama

: Ny. S

Nama Suami : Tn. T

Umur

: 31 tahun

Umur

: 401 tahun

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Suku/bangsa : Jawa/Ind

Suku/bangsa : Jawa/Ind

Pendidikan : SD

Pendidikan : SD

Pekerjaan

Pekerjaan

: IRT

: Tani

Penghasilan :

Penghasilan : + Rp. 300.000/bln

Kawin ke

Kawin ke

:I

:I

Status kawin : syah

Status kawin : syah

Lama kawin : 10 tahun

Lama kawin : 10 tahun

Alamat

Alamat

: Sumber agung,
Megaluh

: Sumber agung,
Megaluh

3.1.1.2 Keluhan Utama


Hamil 7 bulan perdarahan.
3.1.1.3 Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular,
menurun dan menahun, seperti TBC, hepatitis, kencing
manis, asma, darah tinggi dan jantung.
Ibu mengatakan hamil anak ke 2 dengan usia kehamilan 7
bulan, mengeluarkan darah pada tanggal 14 04 2006
sejak jam 06.00 WIB + 1 kotex, warna merah, kemudian
ibu ke Puskesmas dan oleh petugas dirujuk ke RSUD
Swadana Jombang.

3.1.1.4 Riwayat Kesehatan Yang Lalu


Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular,
menurun, menahun seperti : hepatitis, TBC, kencing manis,
asma, darah tinggi dan jantung, ibu tidak pernah di opname,
tidak pernah operasi.
3.1.1.5 Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya dan suaminya tidak ada
yang sedang menderita penyakit menular, menurun, tidak
ada keturunan kembar.
3.1.1.6 Riwayat Kebidanan
b. Riwayat Menstruasi
Menarche

: 14 tahun

Siklus haid

: 28 hari

Teratur / tidak : teratur


Lama haid

: 7 hari

Jumlah

: ganti softek 3x/hr

Keluhan

: tidak ada

Flour albus

: ya,

sebelumnya

jumlah

sedikit,

warna putih jernih, tidak gatal, tidak


bau.
c. Riwayat Kehamilan Sekarang
Ibu mengatakan hamil anak ke 2 dengan usia
kehamilan 7 bulan.
HPHT

: 5 9 05

TP

: 12 6 06

Umur kehamilan : 31 minggu


Periksa ANC di bidan 5 kali
TM I

: 2 kali, keluhan mual muntah, obat yang


didapat B6 dan Kalk.

TM II

: 3 kali tidak ada keluhan, obat yang


didapat Fe dan Kalk.

Mendapat imunisasi TT 2 kali, TT 1 : tanggal


10 11 2005, TT 2 : tanggal 11 12 2005
Mendapat penyuluhan :

Aktivitas ibu hamil

Gizi ibu hamil

Ibu mengatakan pada tanggal 14 04 2006 jam


06.00 WIB mengeluarkan darah dari kemaluannya
+ 1 kotek, warnanya merah.
Kemudian dibawa ke Puskesmas dan oleh petugas
di rujuk ke RSUD Swadana Jombang.
d. Riwayat kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu
Anak
Kawin Anak Umur
Partus Jenis
Penolong Penyulit
Nifas
ke
ke kehamilan di
partus
P/L BBL PBL
1
I
9 bulan
BPS normal Bidan

P 3000 50 normal
II

hamil ini

e. Riwayat KB
Ibu mengatakan setelah kelahiran anak pertamanya ibu
ikut KB suntik 3 bulan, ibu menggunakan selama 4
tahun dan tidak ada keluhan.
3.1.1.7 Data Psikososial
Ibu mengatakan kehamilan ini sangat diharapkan oleh
ibu, suami dan keluarganya.
Ibu mengatakan saat ini merasa khawatir karena
mengalami

perdarahan

padahal

belum

waktunya

melahirkan.
Hubungan ibu, suami, keluarga dan tetangganya baik.
3.1.1.8 Latar Belakang Sosial Budaya
Dalam keluarga ibu dan suaminya tidak ada kebiasaan /
adat istiadat yang menghambat seperti : pantangan
terhadap makanan tertentu.
Kebiasaan dalam keluarga yang mendukung adalah
menganjurkan

ibu

untuk

beristirahat

cukup,

menganjurkan ibu untuk periksa ke bidan atau ke


Puskesmas.

3.1.1.9 Pola Kebiasaan Sehari-hari


a. Nutrisi
Saat dirumah

: Makan 3 x/hr, porsi sedang,


nafsu makan baik, menu : nasi,
lauk, sayur.
Minum + 8 gelas/hr, jenis : air
putih, teh.

Saat di rumah sakit : Makan 3 x/hr, porsi sedang,


nafsu makan baik, menu : nasi,
sayur sop, telur, tahu, bakso
Minum + 8 gelas/hr, jenis : air
putih, teh.
b. Istirahat
Saat dirumah

: tidur siang tidak pernah, tidur


malam jam 21.00 04.00 tidak
ada gangguan.

Saat di rumah sakit : tidur siang jam 13.00 15, tidur


malam jam 20.00 04.30, tidak
ada gangguan.
c. Aktivitas
Saat dirumah

: ibu mengerjakan pekerjaan ibu


rumah tangga seperti masak,
cuci piring, cuci baju, menyapu,
mengepel dan sebagainya.

Saat di rumah sakit : ibu

hanya

terbaring

diatas

tempat tidur.
d. Eliminasi
Saat dirumah

: BAB : 1 x/hr, konsistensi lunak,


warna kuning, bau khas.
BAK : + 5 x/hr, warna kuning
jernih, bau khas.

Saat di rumah sakit : BAB : 1 x/hr, konsistensi lunak,


warna kuning, bau khas.
BAK : + 6 x/hr, warna kuning
jernih, bau khas.
e. Personal Hygiene
Saat dirumah

: mandi 2 x/hr, gosok gigi 2 x/hr,


ganti baju dan pakaian dalam
2 x/hr, keramas 3 x/mgg.

Saat di rumah sakit : mandi 2 x/hr diseka, gosok gigi


2 x/hr, ganti baju dan pakaian
dalam 2 x/hr, belum keramas.
f. Pola Seksual
Saat dirumah

: berhubungan seksual + 2 x/mgg,


tidak ada keluhan.

Saat di rumah sakit : tidak berhubungan seksual.


3.1.2

Data Obyektif
3.1.2.1 Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

TB

: 156 cm

BB sebelum hamil

: 52 kg

BB saat ini

: 60 kg

Kenaikan BB

: 8 kg

Lila

: 26 cm

3.1.2.2 Tanda-tanda vital


Tensi

: 120/80 mmHg

Nadi

: 80 x/mnt

Suhu

: 37 o C

Pernafasan

: 20 x/mnt

3.1.2.3 Pemeriksaan Fisik


a. Inspeksi
Kepala

: Simetris, bentuk bulat, rambut warna


hitam, panjang sebahu, tidak rontok, kulit
kepala bersih.

Muka

: Tidak pucat, tidak oedem.

Mata

: Simetris, konjungtiva merah muda, sklera


putih, tidak oedem palpebra.

Hidung

: Simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip,


tidak ada pernafasan cuping hidung.

Mulut

: Simetris, bersih, tidak ada stomatitis, tidak


ada gigi caries, tidak ada gigi palsu.

Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan


vena jugularis.

Telinga

: Simetris, tidak ada serumen.

Dada

: Simetris, tidak ada retraksi intercosta,


terdapat pembesaran payudara, terdapat
hyperpigmentasi,

areola

dan

putting

mammae, putting mammae bersih dan


menonjol.
Abdomen : Terdapat pembesaran perut sesuai dengan
usia kehamilan, terdapat linea nigra,
terdapat strie albican, tidak ada bekas
operasi.
Genetalia : Tidak ada condiloma akuminata dan
matalata, tidak oedem, tidak ada varices,
terdapat pengeluaran darah pervaginam
+ 1 kotex, warna merah.
Ektremitas atas

: Simetris,
pergerakan
infus

tidak
normal,

oedem,
terpasang

RL

20 tts/mnt di tangan kanan.


Ekstremitas bawah : Simetris, tidak oedem, tidak ada
varices, pergerakan normal.
b. Palpasi
Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan


vena jugularis.

Dada

: Tidak

massa

abnormal,

belum

ada

pengeluaran ASI dari payudara kanan dan


kiri.
Abdomen : Leopold I

: TFU 2 jari diatas pusat (22


cm), teraba bokong pada
fundus.

Leopold II : Teraba punggung janin di


bagian
teraba

kiri

perut

bagian

ibu,
kecil

dibagian kanan perut ibu.


Leopold III : Teraba kepala janin di
bagian bawah perut ibu
belum masuk PAP.
Leopold IV :
c. Auskultasi
Dada

: Tidak ada wheezing dan ronchi.

Abdomen : DJJ : (12 - 12 - 12) = 144 x/mnt. Di


perut ibu sebelah kiri bawah pusat.
d. Perkusi
Perut

: Meteorismus

Ektremitas bawah : reflek patela /


3.1.2.4 Pemeriksaan penunjang
Hasil pemeriksaan laborat tanggal 14 04 2006
Hb : 11 gr %
3.1.2.5 Terapi
Injeksi Dexsametason 2 x 16 mg selang 24 jam.
3.2 Identifikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan Segera
DS : Ibu mengatakan hamil anak kedua dengan kehamilan 7 bulan
mengeluarkan darah melalui vaginanya + 1 kotex.
DO : - KU lemah
- Kesadaran Composmentis

- TTV :

T : 120/80 mmHg
N : 80 x/mnt
S : 37 o C
RR : 20 x/mnt

- Dada

: terdapat

pembesaran

payudara,

terdapat

hyperpigmentasi areola dan putting mammae, putting


mammae

menonjol

dan

bersih,

belum

ada

pengeluaran ASI dari payudara kanan dan kiri.


- Abdomen: L I

: TFU 2 jari diatas pusat (22 cm), teraba


bokong pada fundus.

L II

: Teraba punggung janin di bagian kiri perut


ibu, teraba bagian kecil dibagian kanan perut
ibu.

L III : Teraba kepala janin di bagian bawah perut


ibu belum masuk PAP.
DJJ (12 12 12) = 144 x/mnt

His :

- Genetalia : Terdapat pengeluaran darah pervaginam + 1 kotex


warna merah.
Diagnosa : Ny. S usia 31 tahun G2P10001 Usia kehamilan 31 minggu,
hidup, intra uterin, tunggal, letak kepala, KU ibu lemah
dengan Ante Partum Bleeding (APB).
DS : Ibu mengatakan merasa takut dan khawatir terhadap kehamilannya.
DO : - Ekspresi wajah klien tampak khawatir
- Ibu banyak bertanya tentang kehamilannya dan keadaan bayinya.
Masalah : Cemas
Kebutuhan :
Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi.
Tirah baring.

3.3 Antisipasi Masalah Potensial

3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera

3.5 Intervensi
Diagnosa

: Ny. S usia 31 tahun G2P10001 Usia kehamilan 31 minggu,


hidup, intra uterin, tunggal, letak kepala, KU ibu lemah
dengan Ante Partum Bleeding (APB).

Tujuan

: Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama + 3 x 24 jam


diharapkan klien tidak mengalami perdarahan lagi.

Kriteria hasil : -

KU baik

Kesadaran composmentis

TTV dalam batas normal


T : 100/60 - < 140/90 mmHg
N : 80 100 x/mnt
S : 365 175 o C
RR : 16 24 x/mnt

DJJ 120 - < 160 x/mnt

His

Mengeluarkan darah pervaginam

Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga
R/: Dengan pendekatan pasien dan keluarga akan lebih kooperatif
terhadap tindakan asuhan kebidanan diberikan.
2. Lakukan observasi TTV
R/: Tanda-tanda vital

merupakan

parameter

untuk mengetahui

ketidaknormalan dalam tubuh.


3. Lakukan observasi His dan DJJ
R/: His yang adekuat merupakan tanda-tanda persalinan, DJJ untuk
mengetahui keadaan janin didalam kandungan.

4. Lakukan observasi pengeluaran pervaginam / perdarahan


R/: Untuk mengetahui seberapa banyak pengeluaran darah pervaginam.
5. Ajarkan dan motivasi ibu untuk melakukan personal hygiene dan vulva
hygiene
R/: Dengan personal hygiene yang baik dan benar dapat mencegah
masuknya kuman-kuman patogen kedalam tubuh
6. Anjurkan ibu untuk tirah baring / bedtress
R/: Mobilisasi / gerakan yang minimal dapat mencegah terjadinya
perdarahan.
7. Lakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan USG
R/: Dengan pemberian terapi yang tepat dapat mempercepat proses
penyembuhan, dengan USG dapat mengetahui keadaan janin
didalam kandungan dan mengetahui penyebab perdarahan.
8. Berikan dan motivasi ibu untuk makan dengan diit TKTP
R/: Makanan dengan tinggi kalori dan protein dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan tubuh ibu dan juga kebutuhan untuk
perkembangan janin.
Masalah

: Cemas

Tujuan

: Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1 x 30 menit


diharapkan ibu dapat beradaptasi dengan keadaannya.

Kriteria hasil : - KU baik


- Kesadaran composmentis
- Ibu mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan
oleh petugas dan dapat mengulang penjelasan yang
diberikan oleh petugas.
- Ibu dapat beradaptasi dengan keadaannya dan tidak
khawatir lagi.1
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga
R/ : Dengan pendekatan diharapkan pasien dan keluarga akan lebih
kooperatif terhadap tindakan asuhan kebidanan yang diberikan
oleh petugas.

2. Lakukan komunikasi terapeutik untuk menjelaskan tentang keadaan


klien dan bayinya
R/ : Dengan komunikasi terapeutik yang tepat diharapkan klien dapat
mengerti tentang keadaannya dan bayinya sehingga dapat
mengurangi kecemasan.
3. Berikan dukungan moral pada ibu dan keluarga
R/ : Dengan dukungan moral diharapkan ibu dan keluarga dapat
menyesuaikan diri dan tidak merasa khawatir.
3.6 Implementasi
Tanggal : 14 04 2006

Jam : 08.00 WIB

1. Melakukan pendekatan pada pasien dan keluarga dengan memberikan


komunikasi terapeutik.
2. Melakukan observasi TTV.
3. Melakukan observasi HIS dan DJJ
4. Melakukan observasi pengeluaran pervaginam / perdarahan.
5. Mengajarkan dan memotivasi ibu untuk melakukan personal hygiene
dan vulva hygiene.
6. Menganjurkan ibu untuk tirah baring / bedtress.
7. Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi.
-

Injeksi Dexsametason 3 x 16 mg, selang 24 jam

Melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan USG.


8. Memberikan makanan dan memotivasi ibu untuk makan dengan diit
TKTP.
9. Memberikan dukungan moral pada pasien dan keluarganya.
3.7 Evaluasi
Diagnosa

: Ny. S usia 31 tahun G2P10001 Usia kehamilan 31 minggu,


hidup, intra uterin, tunggal, letak kepala, KU ibu lemah
dengan Ante Partum Bleeding (APB).

Tanggal : 17 04 2006

Jam : 09.00 WIB

: Ibu mengatakan saat ini sudah tidak mengeluarkan darah lagi

: -

KU baik
TTV

: T : 120/70 mmHg
N : 88 x/mnt
S : 37 o C
RR : 18 x/mnt

DJJ 140 x/mnt

HIS

Tidak ada pengeluaran darah pervaginam

Hasil USG tanggal 14 04 2006 : Placenta previa lateralis.

: APB teratasi, pasien diperbolehkan pulang.

: -

Anjurkan ibu untuk diit TKTP


Anjurkan ibu untuk tidak melakukan aktivitas yang berat-berat
dan tidak berhubungan seksual untuk mencegah perdarahan.

Anjurkan ibu untuk minum obat yang diberikan secara teratur.

Anjurkan ibu untuk ulang di Poli Kandungan pada tanggal


23 04 2006.

Masalah : Cemas
Tanggal 14 04 2006
S

Jam 08.30 WIB

: Ibu mengatakan tidak merasa khawatir lagi setelah mendapat


penjelasan dari petugas.

: -

KU baik

Kesadaran composmentis

Ibu mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh


petugas dan dapat mengulang penjelasan yang diberikan oleh
petugas.

Ibu dapat beradaptasi dengan keadaannya dan tidak khawatir lagi.

: Masalah cemas teratasi.

: Intervensi dihentikan.

CATATAN PERKEMBANGAN

Tanggal 15 04 2006

Jam 09.00 WIB

S : Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah sedikit-sedikit dari vaginanya.


O : -

KU baik

Kesadaran composmentis

TTV :

: 110/80 mmHg

: 80 x/mnt

: 36 o C

RR : 18 x/mnt
-

Abdomen : L I : TFU 2 jari diatas pusat (22 cm), teraba bokong


pada fundus.
L II : Teraba punggung janin di bagian kiri perut ibu,
teraba bagian kecil dibagian kanan perut ibu.
L III : Teraba kepala janin di bagian bawah perut ibu
belum masuk PAP.
DJJ (11 12 11) = 136 x/mnt

His :

Genetalia : Terdapat pengeluaran darah pervaginam + kotex warna


merah.

Hasil USG tanggal 14 -04 2006 : placenta previa lateralis

A : APB (Ante Partum Bleeding) belum teratasi


P : Intervensi dilanjutkan.
Tanggal 16 04 2006

Jam 09.00 WIB

S : Ibu mengatakan sudah tidak mengeluarkan darah lagi.


O : -

KU baik

Kesadaran composmentis

TTV :

: 110/80 mmHg

: 88 x/mnt

: 37 o C

RR : 18 x/mnt

Abdomen : L I : TFU 2 jari diatas pusat (22 cm), teraba bokong


pada fundus.
L II : Teraba punggung janin di bagian kiri perut ibu,
teraba bagian kecil dibagian kanan perut ibu.
L III : Teraba kepala janin dibagian bawah perut ibu
belum masuk PAP.
DJJ (12 12 11) = 140 x/mnt

His :

Genetalia : tidak ada pengeluaran pervaginam.

A : APB (Ante Partum Bleeding) teratasi pasien diperbolehkan pulang.


P : -

Intervensi dihentikan.

Anjurkan pasien untuk diit TKTP.

Anjurkan ibu untuk tidak melakukan aktivitas yang berat-berat dan


tidak berhubungan seksual untuk mencegah perdarahan.

Anjurkan ibu untuk minum obat yang diberikan secara teratur.

Anjurkan ibu untuk kontrol ulang di Poli Kandungan pada tanggal


23 04 2006.

DAFTAR PUSTAKA

Mocthar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1 Edisi 2. EGC : Jakarta.


Gde Manuaba, Ida Bagus. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. RGC : Jakarta.
Wiknjosastro, Hanifa. 1999. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. Jakarta.
Wirjoatmodjo, Karjadi. 1994. Pedoman Diagnosis dan Terapi LAB / UPF Ilmu
Kebidanan dan Penyakit Kandungan, RSUD Dokter Soetomo. Surabaya.

LEMBAR PENGESAHAN

Asuhan kebidanan pada Ny. S GIIP10001 Usia Kehamilan 31 Minggu


dengan APB (Ante Partum Bleeding) di Ruang Melati RSUD Swadana
Jombang.
Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal : ......................

Mengetahui
Pembimbing Akademik

Pembimbing Praktek

INZY JAMILASARI, S.Si.T

YULICHATI, Amd.Keb.S.Sos

Kepala Ruangan

MARIA WINDRAWATI, Amd.Keb.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swat dengan rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan Asuhan kebidanan pada
Ny. S GIIP10001 Usia Kehamilan 31 Minggu dengan APB (Ante Partum Bleeding)
di Ruang Melati RSUD Swadana Jombang.
Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Dra. Soelijah Hadi, M.Kes selaku Direktur Akademi Kebidanan Husada
Jombang.
2. Maria Windrawati, Amd.Keb, selaku kepala ruangan Melati RSUD Swadana
Jombang.
3. Inzy Jamilasari, S.Si.T, selaku dosen pembimbing Akbid Husada Jombang.
4. Yulichati, Amd.Keb, S.Sos selaku pembimbing ruangan di ruang Melati
RSUD Swadana Jombang.
5. Semua pihak yang telah membantu penyelesaian Asuhan Kebidanan ini yang
tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa penyusunan asuhan kebidanan ini masih banyak
kekurangan untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun
untuk menyempurnakan asuhan kebidanan ini.
Semoga asuhan kebidanan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
bagi mahasiswa Akademi Kebidanan Husada Jombang pada khususnya.