Anda di halaman 1dari 6

Spirochetes- Ikhtisar

Spirochetes bentuknya panjang, ramping, motile, fleksibel, undulasi,


Bacilus gram negatif yang memiliki karakteristik bentuk seperti pembuka

botol atau bentuk heliks.


Bergantung pada spesies, mereka dapat bersifat aerob, anaerob, atau
fakultatif anaerob. Beberapa spesies hidup bebas, dab beberapa merupakan

bagian dari flora normal pada manusia dan hewan.


Sel indivdual terlalu kecil untuk dapat dilihat secara langsung
menggunakan mikroskop cahaya; dapat dilihat dalam latar belakang
pencahayaan yang gelap, atau impregnasi silver atau pewarnaan
imunofluorescent

Spirochetes gambaran struktur


-

Memiliki struktur yang unik yang bertanggung jawab terhadap

motilitasnya
Spirochete memiliki protoplasma silinder yang diikat oleh membran

plasma dan dinding sel gram negatif.


Tidak seperti bacilus lasinya, silinder dibugkus oleh lapisan terluar yang
berlokasi pada multiple perplasmic flagella yang tidak keluar dari sel
tetapi berorientasi secara axial. Bundles dari endoflagela ini (axial
filament) terbentang pada seluruh panjang sel dan tertanam pada kedua
ujungnya. Axial periplasmic flagella ini berputar seperti eksternal flagella
dari bakteri yang motil lainnya, membentuk sel seperti pembuka botol

Spirochetes gambaran struktur

Spriochete memiliki peran penting sebagai patogen pada manusia dan


dibagi menjadi tiga jenis :
1) Treponema ( T. pallidum-syphilis)STD;

T.pertenue-Yaws

dan

T.carateum pinta) non-STD


2) Boreelia (B.burgdorferi - : penyakit Lyme; B.reccurentis Demam

kambuh); dan
3) Leptospira (L.interrogans Leptosipirosis)
Penularan Sprochetes : sangat cocok pada kondisi yang panas dan kering,

sehingga penularan tergantung pada kontak yang sangat dekat.


Yaws dan Pinta menyebar melalui kontak langsung dari lesi kulit yang
terinfeksi, tidak ada hewan sebagai reservoir

Leptospirosis Leptospira interrogans


Etiologi dan Penularan
-

Leptosipirosis merupakan spirochetes yang berbentuk seperti per yang

kuat, panjangnya 5 15 um.


Memiliki gerakan rotasi yang aktif dan memiliki 2 flagella seperti aksial

filament
Baik dilihat dengan mikroskop lapangan gelap karena sangat tidak baik

dengan pewarnaan oleh dyes


L. interrogans menyebabkan penyakit Leptospiroses, spirochetes gram
negatif berbentuk ramping dengan ujung seperti kait. Terdapat lebih dari
250 jenis antigen pada spesies ini.

Etiologi dan Penularan


-

Spesies ini di tularkan oleh mamalia seperti tikus, menyebabkan infeksi


ginjal kronis dengan eksresi sejumlah besar bakteri dalam urin.

Bakteri akan segera mati pada kondisi yang kering, panas, paparan

terhadap deterjen atau disinfektan.


Mereka masih viabel dalam beberapa minggu dalam genangan air yang

mengandung alkalin atau tanah yang lembab.


Manusia terinfeksi dengan cara termakan atau terpapar air atau makanan
yang terkontaminasi.

Etiologi dan Penularan


-

Bakteri dengan motilitasnya akan masuk melalui kulit atau mukosa


sehingga infeksi dapat didpatkan pada saat berenang, bekerja atau bermain

dalam air yang terkontaminasi


Bakteri di ekresikan pada urin manusia tetapi penularan dari orang ke
orang jarang terjadi.

Leptospirosis tanda dan gejala


-

Leptospirosis merupakan penyakit yang utamanya terjadi pada hewan,

tetapi hal ini dapat terjadi pada manusia.


Penyebabnya karena adanya bakteri yang masuk ke tubuh melalui
membran mukosa atau luka dan kemudian di bawa ke sistem urinari oleh

aliran darah.
Infeksi leptospirosis sering asimtomatik, saat tanda dan gejala muncul,
mereka muncul setelah periode inkubasi dengan rata-raa waktu adalah 10
hari (kisaran 2 sampai 30 hari).

Leptospirosis gejala dan tanda


Pada kasus yang ingan, yang paling sering terjadi, gejala seperti flu, diantaranya
timbul sakit kepala yang tiba-tiba, demam, menggigil, nyeri otot, mata merah pda

fase pertama (septikemia), kemudain 1-3 hari mengalami perbaikan : jantung,


otak, liver, dan ginjal akan mengalami kerusakan pada fase kedua (imun).
Leptospirosis Pathogenesis
-

Bakteri masuk melalui membran mukosa atau melalui kulit, berlipatganda

pada aliran darah, dan di bawa keseluruh bagian tubuh.


Multiplikasi pada hepar- menyebabkan hepatitis, jaundice dan perdarahan;
pada ginja menyebaban uremia dan bakteriuria; pada CSF dan humor
aquos menyebabkan aseptik meningitis ; pada mata menyebabkan

perdarahan konjungtiva dan skleral


Fase septikemia : nyeri berat dengan penetrasi pada jaringan tubuh, tetapi
hanya menyebabkan sedikit kerusakan atau bahkan tidak ada.

Leptospirosis patogenesis
-

Fase imun : kerusakan ada sel yang dilalui oleh pembuluh darah kecil dan
membuat bekuan darah. Menyebabkan kerusakan parah pada hati, ginjal,

jantung, otak, dan organ lainnya.


Gambaran klinis bergantung pada jenis leptospire yang menginfeksi
Penyakit Weill bentuk yang lebih berat dengan komplikasi perdarahan
dan gagal ginjal dan gagal hati terjadi hanya pada 5-10% pasien dengan
leptospirosis.

Leptospirosis- Epidemiologi
-

Leptospirosis meruapakn zoonis dan manusia bukanlah host alaminya atau

akhir host yang tidak menularkan infeksi lebih lanjut.


Distribusi diseluruh dunia, kisaran yang luas dari hewan sebagai host yang
secaa kronis mengekskresikan bakteri pada urin mereka, menyebabkan

kontaminasi pada air dan tanah. Organisme akan tetap infeksius pada
kondisi hangat, lembab, netral atau alkalin dalam waktu yang lama
Diagnosis, pengobatan, dan pencegahan
-

Terdapat riwayat paparan


Bakteri dapat di isolasi dari darah, CSF, dan urin
Dapat terjadi peningkatan aglutinasi antibodi
Pengobatan : sejumlah obat antibakteri (Penicilin dan tetrasiklin) berguna
dalam pengobatan leptospirosis, tetapi jika diberikan secara dini (sehari
atau dua hari setelah onset penyakit)

Diagnosis, Pengobatan dan pencegahan


-

Lakukan pencegahan diantaraya pengendalian tikus, memakai baju yang

melindungi dan pemberian profilaksis penisilin setelah terluka dan lecet.


Pencegahan : hindari kontak dengan urin hewan, berikan vaksin pada
hewan peliharaan. Antibiotik tetrasiklin memiliki sifat preventif secara
epidemi. Doksisiklin akan mencegah penyakit pada orang yang terpapar
dengan infeksi.

YAWS- Treponema pertenue


-

Yaws (frambesia tropica, polypapilloma tropicum) merupakan infeksi

tropis pada kulit, tulang dan sendi, yang disebabkan oleh T.pertenue
Penularan : menyebar melalui kontak langsung (non STD) dengan caira

dari lesi pada orang yang terinfeksi


Penyakit ini sering terjadi pada anak, yang menyebar melalui bermain

bersama.
Gejala dan tanda : penyakit dimulai dengan adanya pembengkakan yang
keras bentuk but pada kulit, diameter 2-5 cm. bagian tengah dapat hancur

dan terbuka dan membentuk ulkus. Lesi kulit awal biasanya sembuh
setelah 3- 6 bulan.
YAWS- Treponema pertenue
-

Setelah beberapa minggu hinga tahun, sendi dan tulang akan mengalami
nyeri, muncul rasa lelah, dan lesi baru pada ulit juga muncul. Kulit pada
telapak tangan dan telapak kaki dapat menebal dan hancur terbuka. Ulang
(hidung) mengalami perubahan. Setelah 5 tahun atau lebih area luas dari

kulit yang mati akan membentuk skar.


Pencegahan: dengan menyembuhkan orang yang mengalami penyakit ini
dapat menurunkan risiko penularan. Mengobati penyakit ini yang muncul
dalak komunitas dinilai efektif. Memperbaiki kebersihan dan sanitasi juga
dapat menurunkan penularan.

YAWS Treponema pertenue


-

Pengobatan dengan antibiotik (azitromisin oral : dan benzatinhe penisilin


melalui innjeksi) tanpa pengobatan, dapat terjadi deformitas pada 10%

kasus.
Epidemiologi : sekitar tiga perempat orang yang terinfeksi adalah anakanak dengan usia dibawah 15 tahun, dengan insidensi tertinggi pada usia 6
bulan 1 tahun. Anak-anak merupakan reservoir infeksi yang utama. Karena
T. pertnue bergantung pdaa suhu dan kelembaban, yaws ditemukan pada
daerah tropis yang lembab di amerika selatan, afrika, asia, dan oseania.

Anda mungkin juga menyukai