Anda di halaman 1dari 63

Tugas: Makalah Teknik Instalasi Listrik

SISTEM PEMASANG
PEMASANGAN
AN DAN
PEMAKAIAN INSTALASI LISTRIK 1 FASA
PADA KONSUMEN

OLEH :
HAIRUL ANWAR (E1D1 11 045)
DIDIT SITRIANTO (E1D1 11 058)
INDRA (E1D1 11 O35)

PROGRAM STUDI S1 ELEKTRO


FA K U LTA S T E K N I K
U N I V E R S I TA S H A L U O L E O
KENDARI

2012

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
selesasinya penyusunan makalah Sistem Pemasang Dan Pemaikaian Instalasi
Listrik 1 fasa Pada Konsumen. Makalah ini di buat untuk menitik beratkan pada
paradigma belajar,yaitu belajar mengetahui, belajar berusaha, belajar menjadi diri
sendiri dan belajar hidup dalam kebersamaan serta bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha esa.
Isi makalah ini terdiri dari 4 bagian. Bagian pertama Merupakan
pendahuluan. Bagian kedua merupakan pembahasan tentang Sejarah kelistrikan
listrik, peralatan / bahan yang digunakan pada instalasi 1 fasa, cara pemasangan
instalasi 1 fasa yang benar dan sesuai puil 2000, dan pemakaian daya listrik yang
hemat. Bagian ke tiga merupakan Penutup.
Dengan mengetahui isi makalah ini, akan memperluas wawasan kita dalam
bidang teknik elektro, khususnya menguasai Teknik Instalasi dalam ilmu kelistrikan
dan elektronika.
Demikian,semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi titik acuan
dalam mendalami pengetahuan khususnya Teknik Elektro.

Kendari,

November 2012
Tim Penysun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Sejarah kelistrikan listrik
2.2. Peralatan / bahan yang digunakan pada instalasi 1 fasa
2.3. Cara pemasangan instalasi 1 fasa yang benar dan sesuai puil 2000
2.4. Gambar Instalasi dan Rekapitulasi Daya
2.5. Pemakaian daya listrik yang hemat

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Listrik merupakan kebutuhan primer pada saat ini, dimana setiap peralatan
elektronik sangat membutuhkan energy listrik untuk menjalakannya. Energy lisrik
begitu vital kebenarannya . Tanpa energy tersebut maka secara otomatis keberadaan
peralatan lain akansulit untuk berfungsi.
Pada saat ini penerangan sangat dibutuhkan baik itu di kota-kota besar maupun
di pedesaaan yang sampai saat ini tidak terjamah akan energy listik ini. Pada masa
sekarang ini banyak sekali kita dengar terjadinya kebakaran yang di akibatkan oleh
hubung singkat arus listrik. Hal ini disebabkan antara lain pemasangan instalasi
listrik yang tidak sesuai standar, pengaman listrik yang tidak baik, dan penggunanaan
kabel yang tidak sesuai. Umumnya instalasi penerangan diperumahan tersebut hanya
menggunakan cara instalasi penerangan biasa saja.
Berdasrakan hal itu kami bermaksud akan membuat instalasi yang sesuai
dengan standart puil 2000 tentang Teknik Instalasi Listrik Sistem Pemasang Dan
Pemakaian Instalasi Listrik 1 fasa Pada Konsumen.Tanpa adanya listrik maka secara
tidak langsung suatu kegiatan manusia akan terganggu. Apabila instalasi tersebut sudah
diperhatikan dengan mendetail maka memperkecil kemungkinan akan terjadinya
hubung singkat fasa-netral. Dengan banyaknya perusahaan instalasi yang menawarkan
jasa instalasi yang berbeda namun harus sangat diperhatikan tentang peraturanperaturan yang sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000). Kami
sebagai mahasiswa jurusan teknik elektro melakukan instalasi penerangan dengan
menggunakan PUIL 2000 sebagai acuan dalam pelaksanaan praktek penerangan.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersbut,maka di peroleh permasalahan antara lain:
Bagaimana Sejarah kelistrikan listrik ?
Apakah Peralatan / bahan yang digunakan pada instalasi 1 fasa ?
Bagaimana Cara pemasangan instalasi 1 fasa yang benar dan sesuai puil 2000 ?
Bagaimana Pemakaian daya listrik yang hemat ?
1.3 Tujuan
Adapun Tujuan Pembuatan Makalah ini adalah sebagai berikut:

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknik Instalasi Listrik
Untuk memahami dasar dari Sistem Pemasang Dan Pemaikaian Instalasi Listrik 1
fasa Pada Konsumen.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah Kelistrikan.


2.1.1 Sejarah
Sejarah awal ditemukannya listrik adalah oleh seorang cendikiawan
Yunani yang bernama Thales, yang mengemungkakan fenomena batu ambar
yang bila digosok - gosokkan akan dapat menarik bulu sebagai fenomena listrik.
Kemudian setelah bertahun - tahun semenjak ide Thales dikemukakan, baru
kemudian muncul lagi penapat - pendapat serta teori -teori baru mengenai listrik
seperti yang diteliti dan dikemukakan oleh William Gilbert, Joseph priestley,
Charles De Coulomb, AmpereMichael Farraday, Oersted, dll.
Informasi tentang sejarah penemu listrik ini disajikan dalam bentu panel
dan didukung dengan perangkat audio visual yang menyajikan tiruan dari
percobaan - percobaan yang pernah dilakukan oleh para ilmuan. Ben Franklin
Banyak orang berpikir Benyamin Franklin menemukan listrik terkenal dengan
layang-layang percobaan pada 1752, namun listrik tidak ditemukan sekaligus.
Pada awalnya, listrik dikaitkan dengan cahaya. Orang ingin yang murah dan
aman cara untuk cahaya rumah mereka, dan para ilmuwan berpikir listrik
mungkin jalan.
Sejarah Ketenaga listrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19,
ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk
keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik tersebut berkembang menjadi
untuk kepentingan umum, diawali dengan perusahaan swasta Belanda yaitu NV.
NIGM yang memperluas usahanya dari hanya di bidang gas ke bidang tenaga
listrik.
Selama Perang Dunia II berlangsung, perusahaan-perusahaan listrik
tersebut dikuasai oleh Jepang dan setelah kemerdekaan Indonesia, tanggal 17

Agustus 1945, perusahaan-perusahaan listrik tersebut direbut oleh pemudapemuda Indonesia pada bulan September 1945 dan diserahkan kepada
Pemerintah Republik Indonesia.
2.1.2. Proses trjadinya listrik.
Tak ada beban maka arus tak akan mengalir, itulah yang pertama harus
dipahami ketika berbicara tenang arus listrik. Nah, sekarang kita bahas
bagaimana Proses Terjadinya Arus Listrik di dalam suatu rangkaian.
Aliran muatan dari satu tempat ketempat yang lain menyebabkan
terjadinya arus listrik. Arus listrik bergerak dari terminal positif ke terminal
negative

Aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron, arus listrik
dianggap berlawanan arah gerakan elektron.
Alat yang dapat membangkitkan listrik
Generator
Generator atau pembangkit listrik yang sederhana dapat ditemukan pada
sepeda. Pada sepeda, biasanya dinamo digunakan untuk menyalakan lampu.
Caranya ialah bagian atas dinamo (bagian yang dapat berputar) dihubungkan ke
roda sepeda. Pada proses itulah terjadi perubalian energi gerak menjadi energi
listrik. Generator (dinamo) merupakan alat yang prinsip kerjanya berdasarkan
induksi elektromagnetik. Alat ini pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday.
Berkebalikan dengan motor listrik, generator adalah mesin yang mengubah
energi kinetik menjadi energi listrik. Energi kinetik pada generator dapat juga
diperoleh dari angin atau air terjun. Berdasarkan arus yang dihasilkan.

Generator dapat dibedakan menjadi dua rnacam, yaitu generator AC dan


generator DC. Generator AC menghasilkan arus bolak-balik (AC) dan generator
DC menghasilkan arus searah (DC). Baik arus bolak-balik maupun searah dapat
digunakan untuk penerangan dan alat-alat pemanas.

Instalasi listrik harus dipasang dengan benar berdasarkan standar dan


peraturan yang ditetapkan oleh SPLN, PUIL 2000 serta IEC (International
Electrotechnical Commission) dengan tujuan untuk keamanan dan keselamatan
bagi mahluk hidup, harta benda dan instalasi listrik itu sendiri. Sistem instalasi
listrik dinyatakan aman bagi mahluk hidup, harta benda maupun pada system
instalasi listrik itu sendiri, bila dilengkapi dengan system proteksi yang sesuai
dan mempunyai keandalan yang tinggi dalam merespon gangguan yang terjadi
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik.
Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:

Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan
proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.

Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik
timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental

yang dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya


banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus
listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti
elektronik dan tenaga listrik.
Sifat-sifat listrik
Listrik memberi kenaikan terhadap 4 gaya dasar alami, dan sifatnya yang tetap
dalam benda yang dapat diukur. Dalam kasus ini, frase "jumlah listrik"
digunakan juga dengan frase "muatan listrik" dan juga "jumlah muatan". Ada 2
jenis muatan listrik: positif dan negatif. Melalui eksperimen, muatan-sejenis

saling menolak dan muatan-lawan jenis saling menarik satu sama lain. Besarnya
gaya menarik dan menolak ini ditetapkan oleh hukum Coulomb. Beberapa efek
dari listrik didiskusikan dalam fenomena listrik dan elektromagnetik.
Satuan unit SI dari muatan listrik adalah coulomb, yang memiliki singkatan
"C".Simbol Q digunakan dalam persamaan untuk mewakili kuantitas listrik atau
muatan. Contohnya, "Q=0,5 C" berarti "kuantitas muatan listrik adalah 0,5
coulomb".
Jika listrik mengalir melalui bahan khusus, misalnya dari wolfram dan tungsten,
cahaya pijar akan dipancarkan oleh logam itu. Bahan-bahan seperti itu dipakai
dalam bola lampu (bulblamp atau bohlam).
Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang mempunyai hambatan, maka
akan dilepaskan panas. Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan
berlipat. Sifat ini dipakai pada elemen setrika dan kompor listrik.
Belajar bagaimana memproduksi dan menggunakan listrik tidak mudah.
Untuk waktu yang lama ada sumber diandalkan listrik untuk percobaan.
Akhirnya, pada tahun 1800, Alessandro Volta, seorang ilmuwan Italia, membuat
penemuan besar. dia basah kuyup kertas dalam air garam, seng dan tembaga
ditempatkan di sisi berlawanan dari kertas, dan mengamati reaksi kimia
menghasilkan arus listrik. Volta telah menciptakan sel listrik pertama. Dengan
menghubungkan banyak dari sel-sel ini bersama-sama, Volta mampu "string saat
ini" dan membuat baterai. Hal ini untuk menghormati Volta bahwa kita
mengukur daya baterai dalam volt. Akhirnya, sumber yang aman dan dapat
diandalkan listrik tersedia, sehingga mudah bagi para ilmuwan untuk
mempelajari listrik. Seorang ilmuwan Inggris, Michael Faraday, adalah orang
pertama yang menyadari bahwa arus listrik dapat dihasilkan dengan melewatkan
magnet melalui kawat tembaga. Itu adalah penemuan yang menakjubkan.
Hampir semua listrik kita gunakan saat ini dibuat dengan magnet dan kumparan
dari kawat tembaga di raksasa pembangkit listrik. Kedua generator listrik dan
motor listrik didasarkan pada ini prinsip. Sebuah generator mengubah energi
gerak menjadi listrik. Sebuah Motor mengubah energi listrik menjadi energi
gerak.

2.1.3 Thomas Edison 1879, Thomas Edison


Berfokus pada menciptakan suatu Cahaya lampu, yang akan bertahan
lama sebelum terbakar. Masalahnya adalah menemukan bahan yang kuat untuk
filamen, kawat kecil di dalam bohlam yang melakukan listrik. Akhirnya, Edison
digunakanbiasa kapas benang yang telah direndam dalam karbon.Filamen ini
tidak terbakar sama semua itu menjadi pijar; yaitu, ia bersinar.
Tantangan berikutnya adalah mengembangkan sistem listrik yang dapat
menyediakan orang dengan sumber praktis energi untuk daya ini baru lampu.
Edison ingin cara untuk membuat listrik praktis dan murah. Dia dirancang dan
dibangun pembangkit listrik pertama yang mampu menghasilkan listrik dan
membawanya ke rumah-rumah penduduk.
Edison Pearl Street Power Station dimulai generator yang pada September
4, 1882, di New York City. Sekitar 85 pelanggan di bawah Manhattan menerima
daya yang cukup untuk menyalakan lampu 5.000. nya pelanggan membayar
banyak untuk listrik mereka, meskipun. Dolar di hari ini, listrik biaya $ 5,00 per
kilowatt-jam! Saat ini, biaya listrik sekitar 12 sen per kilowatt-jam untuk
pelanggan perumahan, dan sekitar 7 sen per kilowatt-jam untuk industry.

2.1.4. AC/DC
Titik balik dari usia listrik datang beberapa tahun kemudian dengan
perkembangan AC (alternating current) sistem tenaga. Dengan arus bolak-balik,
pembangkit listrik bisa mengangkut banyak listrik jauh dari sebelumnya. Pada
tahun 1895, George Westinghouse membuka pertama pembangkit listrik utama
di Niagara Falls menggunakan alternating current. sementara.
Edison DC (arus searah) tanaman hanya dapat mengangkut listrik dalam
satu mil persegi nya Pearl Street Power Station, Niagara Tanaman jatuh mampu
mengangkut listrik lebih dari 200 mil! Listrik tidak memiliki awal yang mudah.
Banyak orang senang dengan semua penemuan baru, tetapi beberapa orang
takut listrik dan waspada membawa ke rumah mereka. banyak social kritikus
hari melihat listrik sebagai mengakhiri cara, sederhana kurang sibuk kehidupan.

Penyair berkomentar bahwa lampu listrik kurang romantis daripada lampu gas.
Mungkin mereka benar, tetapi usia listrik baru bias tidak redup.
Pada tahun 1920, hanya dua persen dari energi di AS digunakan untuk
membuat listrik. Hari ini, sekitar 41 persen dari seluruh energi yang digunakan
untuk membuat listrik. Seperti kami menggunakan teknologi tumbuh, angka itu
akan terus meningkat.
Pada tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan
Listrik dan Gas, dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik saat itu sebesar
157,5 MW.Tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi
BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak
di bidang listrik, gas dan kokas. Tanggal 1 Januari 1965, BPU-PLN dibubarkan
dan dibentuk 2 perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang
mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola
gas. Saat itu kapasitas pembangkit tenaga listrik PLN sebesar 300 MW.
Tahun 1972, Pemerintah Indonesia menetapkan status Perusahaan Listrik
Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Tahun 1990 melalui
Peraturan Pemerintah No. 17, PLN ditetapkan sebagai pemegang kuasa usaha
ketenagalistrikan.
Tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk
bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik. Sejalan dengan kebijakan di
atas, pada bulan Juni 1994 status PLN dialihkan dari Perusahaan Umum
menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).
Setelah terbentuk menjadi persero di tahun 1992, PT. PLN (persero)
memiliki beberapa aktifitas bisnis, antara lain:
1. Di bidang Pembangkitan listrik
Pada akhir tahun 2003 daya terpasang pembangkit PLN mencapai 21.425
MW yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kapasitas pembangkitan sesuai jenisnya adalah sebagai berikut :
- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), 3.184 MW
- Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 3.073 MW

- Pembangkit Llistrik Tenaga Uap (PLTU), 6.800 MW


- Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), 1.748 MW
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), 6.241 MW
- Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), 380 MW
2. Di bidang Transmisi dan Distribusi Listrik
Di Jawa-Bali memiliki Sistem Interkoneksi Transmisi 500 kV dan 150 kV
sedangkan di luar Jawa-Bali PLN menggunakan sistem Transmisi yang
terpisah dengan tegangan 150 kV dan 70 kV.
Pada akhir tahun 2003, total panjang jaringan Transmisi 500 kV, 150 kV
dan 70 kV mencapai 25.989 kms, jaringan Distribusi 20 kV (JTM) sepanjang
230.593 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 301.692 kms.
Sistem Kontrol pengaturan daya dan beban Sistem Ketenagalistrikan di
Jawa-Bali dan supervisi pengoperasian sistem 500 kV secara terpadu
dilaksanakan oleh Load Dispatch Center / Pusat Pengatur Beban yang terletak
di Gandul, Jakarta Selatan. Pengaturan operasi sistem 150 kV dilaksanakan oleh
Area Control Center yang berada di bawah pengendalian Load Dispatch Center.
Di Sistem Jawa-Bali terdapat 4 Area Control Center masing-masing di Region
Jakarta dan Banten, Region Jawa Barat, Region Jawa Tengah & DI Yogyakarta
dan Region Jawa Timur & Bali. Cakupan operasi PLN sangat luas meliputi
seluruh wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari 13.000 pulau.
Dalam perkembangannya, PT PLN (Persero) telah mendirikan 6 Anak
Perusahaan dan 1 Perusahaan Patungan yaitu :
* PT Indonesia Power; yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik dan
usaha-usaha lain yang terkait, yang berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan
nama PT PJB I dan baru tanggal 1 September 2000 namanya berubah
menjadi PT Indonesia Power.
* PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) ; bergerak di bidang pembangkitan
tenaga listrik dan usaha-usaha lainyang terkait dan berdiri tanggal 3 Oktober

1995 dengan nama PT PJB II dantanggal 22 September 2000, namanya


berubah menjadi PT PJB.
* Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam); yang bergerak dalam
usahapenyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di Wilayah Pulau
Batam,didirikan tanggal 3 Oktober 2000.
* PT Indonesia Comnets Plus, yang bergerak dalam bidang usaha
telekomunikasi didirikan tanggal 3 Oktober 2000.
* PT Prima Layanan Nasional Enjiniring ( PT PLN Enjiniring), bergerak di
bidang Konsultan Enjiniring, Rekayasa Enjiniring dan Supervisi Konstruksi,
didirikan pada tanggal 3 Oktober 2002.
* Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PT PLN Tarakan), bergerak dalam usaha
penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Tarakan.
* Geo Dipa Energi, perusahaan patungan PLN PERTAMINA yang bergerak di
bidang Pembangkit Tenaga Listrik terutama yang menggunakan energi Panas
Bumi.
Sebagai Perusahaan Perseroan Terbatas, maka Anak Perusahaan
diharapkan dapat bergerak lebih leluasa dengan antara lain membentuk
Perusahaan Joint Venture, menjual Saham dalam Bursa Efek, menerbitkan
Obligasi dan kegiatan-kegiatan usaha lainnya. Di samping itu, untuk
mengantisipasi Otonomi Daerah, PLN juga telah membentuk Unit Bisnis
Strategis berdasarkan kewilayahan dengan kewenangan manajemen yang lebih
luas.

2.2. Peralatan pada instalasi 1 fasa


2.2.1 Peralatan yang Digunakan Dalam Pemasangan Instalasi
1.Tang
Tang termasuk alat penting yang sering digunakan dalam pekerjaan instalasi
listrik.Fungsi tang, antara lain:

Memotong kabel
Mengupas kabel
Menarik kabel
Memegang komponen, dll.Berdasarkan bentuk dan kegunaannya, tang
dapat dibagi menjadi beberapa jenis,diantaranya:

Tang kombinasi
Tang biasa
Tang pemotong
Tang lancip
Pemilihan tang haruslah disesuaikan dengan jenis pekerjaannya. Tang
yang baik adalah tang yang dibuat dari baja dan lapisannya tidak mudah
berkarat.
1.1 Tang kombinasi
Sesuai dengan namanya, tang jenis ini dapat digunakan untuk
menyelesaikan beberapa macam pekerjaan, seperti: memotong kawat,
memuntir kawat, memegang benda, menarik kawat, dan lain-lain.Bentuk tang
kombinasi, seperti gambar di bawah ini:

Seperti terlihat pada gambar di atas, tang kombinasi terdiri dari beberapa
bagian yaitu:
Bagian depan atau bagian mulut, dapat digunakan untuk memegang
benda,untuk memuntir kabel/kawat, dan menarik kabel.
Bagian tengah samping yaitu bagian yang tajam menyerupai gunting,
dapatdigunakan untuk memotong kabel, kawat atau isolasi.
Bagian belakang yaitu bagian pemegang. Biasanya bagian ini dilapisi
dengan bahan isolasi yang terbuat dari karet atau plastik dengan maksud
melindungi pemakainya dari aliran listrik.
Catatan:
Untuk menjaga agar tidak tersengat aliran listrik dan menjaga keselamatan
kerja dalam melakukan pengerjaan instalsi listrik, hendaknya aliranlistrik
yang berada pada instalsi tersebut dimatikan dulu melalui kontak
sekeringnya.
1.2. Tang Biasa
Umumnya digunakan hanya untuk memegang benda di saat tangan
kita sudah tidak mampu memegangnya atau untuk memuntir kawat pada
pekerjaan instalasi.Bentuk tang biasa seperti gambar di bawah ini:

Seperti terlihat pada gambar di atas, tang tersebut biasanya terdapat


dalam suatu kemasan perkakas listrik yang disebut tool-kit atau toolset seperti gambar dibawah ini.

Semua perkakas seperti pada gambar di atas selain dapat digunakan


dalam pekerjaan instalsi, juga dapat digunakan dalam pekerjaan elektronika.
1.3 Tang pemotong
Dikenal dengan nama knijptang.Tang jenis ini termasuk perkakas yang
sering digunakan dalam pekerjaan instalasi listrik. Fungsinya adalah untuk
memotong kabel/kawat, memotong tali dan memotong isolasi.

Gambar tang pemotong muka dan tang pemotong samping Tang


pemotong ini biasanya juga terdapat dalam kemasan tool-set .
1.4 Tang Lancip
Ada juga yang menyebutnya tang buaya, karena bentuk ujungnya
yang mirip dengan mulut buaya. Sebagian orang ada juga yang menyebutnya
tang long nose atau hidung panjang.

Gambar tang lancip/tang buaya.

Dengan bentuk seperti itu, maka tang lancip ini sangat cocok untuk
memegang benda-benda kecil seperti sekerup, ring, mur atau untuk
mengambil benda kecil yang sulit dijangkau oleh tangan. Selain itu juga tang
lancip dapat dipakai untuk membuat bulatan pada ujung kabel untuk
meletakkan sekerup/baut.Tang lancip juga biasanya terdapat di dalam
kemasan tool-set yang berbentuk tas.
2. Obeng
Obeng termasuk perkakas yang sering digunakan dalam pekerjaan
instalasi listrik. Fungsinya adalah untuk memasang dan membuka/melepas
sekerup.Berdasarkan konstruksinya, obeng terdiri dari 3 bagian, yaitu:

Bagian pemegang
Bagian batang
Bagian mata obeng
Obeng yang biasa digunakan dalam pekerjaan instalasi listrik memiliki
pegangan yang terbuat dari kayu atau plastik dan batangnya terbuat dari baja
yang

berbentuk

bulat

berkarat.Berdasarkan

atau

persegi

kegunaannya

dan

terdapat

dilapisi
beberapa

nikel

agar

macam

tidak
obeng,

diantaranya:

Obeng biasa
Obeng listrik
Obeng kemban
Obeng kayu
Obengoffset
Obeng tekan
Obeng trimmer
2.1. Obeng Biasa
Obeng baiasa disebut juga obeng minus karena bentuk ujungnya
pipih dan menyerupai tanda minus (-). Penggunaan obeng ini bersifat
umum, yaitu memasang dan membuka paku sekerup atau baut dalam
pekerjaan mekanik.Pada umumnya obeng jenis ini pegangannya dibuat dari
bahan kayu, plastik dan mika.Bentuk obeng biasa seperti gambar di bawah.

Gambar obeng biasa


2.2. Obeng Listrik
Obeng listrik adalah obeng yang khusus digunakan dalam pekerjaan
instalasi listrik. Bentuk obeng ini pada bagian matanya lebar selebar
batangnya.Hal ini dimaksudkan agar dapat dipakai untuk memasang dan
membuka sekerup atau baut yang letaknya ditanam pada lubang. Sebagai
contoh sekerup yang dipasang pada lubang yang dipersing atau baut yang
terdapat pada steker.
Perlu juga diketahui bahwa dalam pekerjaan instalasi dapat
dijumpai jenis obeng yang dapat berfungsi ganda, yaitu selain dapat
digunakan untuk memasang/membuka sekerup juga dapat dipakai untuk
mengetahui adanya aliranlistrik dalam suatu penghantar. Dalam hal ini
obeng tersebut berfungsi sebagai alat testpen .Bentuk obeng tersebut adalah
seperti gambar di bawah:

Seperti

terlihat pada gambar, bagian dalam dari pegangannya

terdapat lampu yang akan menyala apabila ujung mata obeng tersebut
disentuhkan pada penghantar listrik yang berfase. Selain itu, pada obeng
tersebut batangnya diberibahan isolasi yang menutupi bagian tangkai
sampai batas ujung matanya agar pemakainya tidak tersentuh aliran listrik.
Obeng seperti ini pada umumnya juga terdapat dalam kemasan tool-set .
2.3. Obeng kembang

Obeng kembang secara populer disebut juga obeng philips. Namun


sebagian orang menyebutnya dengan nama obeng positif atau plus, karena
pada bagian matanya menyerupai tanda positif (+). Adanya juga yang
menyebut

obeng

belimbing,

karena

ujungnya

menyerupai

buah

belimbing.Obeng jenis ini biasanya dipakai untuk memasang dan membuka


kepala sekerup atau kepala baut dengan alur silang (+).Perlu diketahui
bahwa kepala sekerup dengan alur silang memiliki tenaga gerak putar yang
lebih besar daripada beralur lurus (-).

Gambar obeng kembang


2.4. Obeng Offset
Obeng offset adalah obeng yang memiliki bentuk dan cirikhas
sendiri, yaitu tidak memiliki pegangan khusus namun memiliki dua macam
mata di keduabagian ujungnya. Keseluruhan batang obeng terbuat dari baja
yang dilapis bahan nikel.

Gambar obeng offset


Obeng offset ini dapat digunakan untuk membuka dan memasang
sekerup pada tempat-tempat yang sempit dan tidak dapat dijangkau oleh
obeng biasa.Melihat bentuknya seperti itu gerakputar obeng ini hanya
sedikit-sedikit.

2.5. Obeng Tekan


Disebut juga obeng genjot, karena dalam pemakaiannya obeng ini
tidak diputar tapi ditekan atau digenjot. Dengan menekan pemegangnya
dan mata obeng ditaruh pada kepala sekerup, maka sekerup akan berputar
ke kiri atau kekanan sesuai dengan letak pengatur tombol yang ada pada
pemegangnya.

Gambar obeng tekan


Seperti terlihat pada gambar, jika kedudukan tombol pada huruf L
(left )maka batang obeng akan berputar ke kiri yaitu melepas sekerup. Jika
tombol pada kedudukan R (raight ) maka batang obeng akan berputar ke
kanan yaitumengeraskan sekerup.

Selanjutnya jika tombol berada pada posisi O (di tengah-tengah


antara Ldan R) maka batang obeng tidak akan berputar pada waktu ditekan,
ini berarti pemakaian obeng harus diputar dengan tangan seperti obeng
biasa.
2.6. Obeng Trimmer
Sesuai dengan namanya obeng ini dipakai khusus untuk
ngetrim(mengatur) komponen elektronika seperti: coil, trimpot, trafo MF,
dan lain-lain. Jadi obeng ini hanya digunakan dalam pekerjaan elektronika.

Gambar obeng trimmer

3. Solder Listrik
Penggunaan solder biasanya dilakukan pada pekerjaan penyambungan
kawat, sehingga dihasilkan sambungan yang kokoh dan kuat. Solder listrik
yang dipakai dalam pekerjaan instalasi harus memiliki daya cukup besar, sesuai
dengan benda kerja yang akan disolder, misalnya solder 100 watt.

Gambar solder listrik


Ada jenis solder listrik lain yang bentuknya kecil dan dayanya sekitar 15
s/d25 watt. Solder jenis ini umumnya digunakan dalam praktek elektronika
seperti memasang komponen elektronika seperti transistor dan IC. Penggunaan
solder ini juga harus hati-hati karena komponen tersebut sangat sensitif
terhadap panas yang berlebihan.

4. Testpen
Untuk mengetahui adanya aliran listrik dalam suatu penghantar
diperlukan suatu alat yang namanya testpen. Bagi yang sering berkecimpung
dalam bidang listrik, merupakan keharusan untuk memiliki alat testpen ini.

Gambar testpen

5. Alat Ukur Multimeter


Untuk mengetahui baik tidaknya hubungan-hubungan atau sambungan
penghantar dalam suatu instalasi diperlukan suatu alat ukur yang dinamakan
multimeter. Dengan menggunakan multimeter kita dapat mengetahui hasil
pemasangan instalasi meliputi: pemasangan kabel, penyambungan kabel dan
pekerjaan-pekerjaan lain dalam instalasi. Selain untuk mengetahui hasil
pemasangan instalasi, multimeter juga dapat dipakai untuk mengukur besarnya
tegangan listrik dan arus listrik yang mengalir di dalam suatu penghantar.
6. Alat Ukur Megger
Megger termasuk alat ukur presisi yang dapat digunakan untuk
mengukur tahanan dalam batas tidak terhingga. Dengan menggunakan megger,
pengukuran suatu instalasi hasilnya akan lebih baik dari pada dengan
menggunakan multimeter karena selain dapat mengetahui adanya hubung
singkat. Juga dapat mengetahui adanya suatu kebocoran arus yang terjadi pada
penghantar. Hal ini tidak dapat dilakukan jika menggunakan alat ukur
multimeter.

Gambar Megger
Cara menggunakan mengger
Misalkan kita akan mengukur hubungan antara 2 penghantar yaitu
penghantar fase dan penghantar nol, seperti gambar di bawah:

Gambar penggunaan megger

Cara pengukuran

Hubungkan probe A dari megger pada penghantar fase dan probe B pada

penghantar nol. Sesudah itu megger diputar.


Perhatikan skala meter, jika megger diputar jarum penunjuk diam dan tidak
bergerak, berarti kedua penghantar tersebut baik dan aman (tidak terjadi

hubung singkat).
Jika megger diputar jarum penunjuk bergerak mendekati harga nol, berarti
pada kedua penghantar tersebut terjadi hubung singkat.

Klasifikasi pengukuran, sebagai berikut:


1. Jika jarum penunjuk bergerak dan penyimpangannya besar nerarti pada
kedua penghantar tersebut terdapat hubung singkat.
2. Jika jarum penunjuk bergerak dan penyimpangannya sedikit, berarti pada
kedua penghantar tersebut terjadi kebocoran. Kebocoran tersebut bisa saja
terjadi akibat isolasi dari penghantar yang kurang baik. Kebocoran akan
mengakibatkan cepat terjadinya panas jika dibiarkan akan menimbulkan
kebakaran.
3. Jika jarum penunjuk diam atau tidak bergerak sama sekali, berarti kedua
penghantar tersebut baik dan aman.

2.2.2 Peralatan Yang Digunakan Pada Instalasi


Kebanyakan kita belum mengetahui komponen pada jaringan instalasi
listrik yang terpasang di rumah kita apa saja dan fungsinya, hanya sebagian
saja kita mengetahuinya seperti kWhmeter, Stop Kontak, colokan listrik, dll.
Untuk itu mari kita berkenalan dengan komponen/alat-alat itu.
1. Bargainser
Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya
listrik yang masuk ke rumah tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai
pengukur jumlah daya listrik yang digunakan rumah tinggal tersebut
(dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang dikeluarkan
oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA,
1.300 VA, dan 2.200 VA.

Pada bargainser terdapat tiga bagian utama, yaitu:


Meter listrik atau kWh meter

KWH

Sambungan diagram pengawatan kwh

Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran
daya yang digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh
(kilowatt hour). Pada bargainser, meter listrik berwujud deretan angka
secara analog ataupun digital yang akan berubah sesuai penggunaan daya
listrik.
Spin Control, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah
tinggal dan akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan.
Perputaran spin control ini akan semakain cepat jika daya listrik yang
digunakan semakin besar, dan akan melambat jika daya listrik yang
digunakan berkurang/sedikit.
Pada kanal output Bargainser biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa,
kabel netral dan kabel ground yang dihubungkan ketanah. Listrik dari
PLN harus dihubungkan dengan bargainser terlebih dahulu sebelum
masuk ke instalasi listrik rumah tinggal.
2. Pengaman Listrik
Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang
berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan
pada instalasi listrik rumah tinggal tersebut, seperti gangguan hubung
singkat atau short circuit atau korsleting.
Terdapat dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal,
yaitu:

Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini
bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat
yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus
listrik dengan ukuran tertentu.

Pengaman listrik thermis, biasa disebut MCB dan merupakan alat


pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas .

Gambar MCB dan PENGAMAN LISTRIK

MCB atau Miniature Circuit Breaker, berfungsi untuk memutuskan


aliran daya listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi
nilai batasannya. MCB ini bersifat on/off dan dapat juga berfungsi
sebagai sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser ini dalam
kondisi off, maka seluruh aliran listrik dalam rumah pun terhenti.
Sakelar ini biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan
instalasi listrik dirumah.

3. Sakelar
Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang
berfungsi untuk menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu
pemghantar.

Gambar SAKLAR TUNGGAL dan SAKLAR MAJEMUK (GANDA)


Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:

Sakelar bertegangan rendah.


Sakelar tegangan menengah.
Sakelar tegangan tinggi serta sangat tinggi.

Sedangkan berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat


dibedakan menjadi :
Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam didalam tembok.
Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan tembok.

Jenis sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu:


Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik
jika tombolnya ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus
listrik, tombol sakelar harus ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini
biasanya digunakan untuk sakelar lampu.
Sakelar push-on, merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika
tombolnya ditekan pada posisi on dan akan secara otomatis memutus arus
listrik, ketika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan
sendirinya. Biasanya sakelar jenis ini digunakan untuk sakelar bel rumah.

Berdasarkan jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi dua jenis,


yaitu:
Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang
terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban
listrik/alat listrik yang digunakan.
Sakelar majemuk, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input
yang terhubung dengan sumber listrik, namun memiliki banyak kanal

output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang


digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada
sakelar tersebut.

Saklar tukar

Saklar tukar ini digunakan apabila kita menghendaki melayani satu


lampu dari dua tempat atau lampu menyala secara berurutan.

Saklar silang

Saklar silang ini digunakan apabila kita harus dapat melayani satu
lampu dan tiga tempat, maka kita pakai saklar silang waktu memasang.
Hendaklah diingat, bahwa saklar yang pertama dan penghabisan haruslah
dipasang saklar tukar, saklar di antaranya adalah saklar silang.

Saklar kutub dua

Misalnya:
Kamar mandi, atau penerangan luar sehingga kedua kawat lampu
diputuskan hubungannya.

Saklar kutub tiga

Saklar ini dipakai pada golongan yang terdiri dari sejumlah lampulampu besar.

4. Stop Kontak
Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen
listrik yang berfungsi sebagi muara hubungan antara alat listrik dengan
aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka
diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan
pada stop kontak.

Gambar STOP KONTAK IN-BOW dan STOP KONTAK OUT-BOW


Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua
macam, yaitu:

Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang
berfungsi untuk menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik
melalui steker yang juga berjenis kecil.

Stop kontak besar, juga nerupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang
dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang
berfungsi sebagai ground.sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk daya
yang lebih besar.

Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya. Dikenal dua jenis stop


kontak, yaitu:

Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang didalam tembok.

Stop kontak out bow, yang dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan
dipermukaan tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak portable.

5. Steker
Steker atau Staker atau yang kadang sering disebut colokan listrik,
karena memang berupa dua buah colokan berbahan logam dan merupakan
alat listrik yang yang berfungsi untuk menghubungkan alat listrik dengan
aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak sehingga alat listrik
tersebut dapat digunakan.

Gambar STEKER
Berdasarkan fungsi dan bentuknya, steker juga memliki dua jenis, yaitu:
v Steker kecil, merupakan steker yang digunakan untuk menyambung alatalat listrik berdaya rendah, misalnya lampu atau radio kecil, dengan sumber
listrik atau stop kontak. v Steker besar, merupakan steker yang digunakan
untuk alat-alat listrik yang berdaya besar, misalnya lemari es, microwave,
mesin cuci dan lainnya, dengan sumber listrik atau stop kontak. Steker jenis
ini dilengkapi dengan lempeng logam untuk kanal ground yang berfungsi
sebagai pengaman.
6. Kabel
Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk
menghantarkan energi listrik ke sumber-sumber beban listrik atau alat-alat
listrik.

Untuk instalasi listrik rumah tinggal, kabel yang digunakan biasanya


berjenis sebagai berikut:
Kabel NYA,

kabel jenis ini merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan
berintikan/berisi satu kawat. Jenisnya adalah kabel udara atau tidak
ditanam dalam tanah. Kabel listrik ini biasanya berwarna merah, hitam,
kuning atau biru. Isolasi kawat penghantarnya hanya satu lapis, sehingga
tidak cukup kuat terhadap gesekan, gencetan/tekanan atau gigitan
binatang seperti tikus. Karena kelemahan pada isolasinya tersebut maka
dalam pemasangannya diperlukan pelapis luar dengan menggunakan
pipa conduit dari PVC atau besi.
Kabel NYM,

Merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan kawat lebih
dari satu, ada yang 2, 3 atau 4. Jenis kabel udara dengan warna isolasi
luar biasanya putih dan warna isolasi bagian dalam beragam, karena
isolasi yang rangkap inilah maka kabel listrik NYM ini relative lebih
kuat terhadap gesekan atau gencetan/tekanan.

Kabel NYY

Kabel listrik jenis ini merupakan kabel berisolasi PVC, berintikan 2, 3


atau 4 dengan warna isolasi luarnya hitam. Jenis kabel tanah, sehingga
tahan terhadap air dan gencetan atau tekanan.
NYMHYO, kabel jenis ini merupakan kabel serabut dengan dua buah inti yang
terdiri dari dua warna. Kabel jenis ini biasa digunakan pada loudspeaker, sound
sistem, lampu-lampu berdaya kecil sampai sedang.

Demikianlah sedikit penjelasan dari komponen-komponen instalasi


listrik di rumah tinggal. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan
modern menjadikan berkembangnya bentuk-bentuk yang lebih bervariasi
dari komponen-komponen saat ini dengan tingkat kwalitas bahan, safety dan
efisiensi menjadi lebih mutakhir.
7. Fitting

Gambar FITTING
Fitting termasuk bahan jadi dan merupakan alat yang berfungsi sebagai
pemegang atau tempat bola lampu.
Adabeberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam
pemasangan/menempatkan fitting lampu, antara lain:

1. Fitting lampu sejenisedisondan jenis bayonet harus dipasang dengan


bagian tengah hantaran fasa, sedangkan kontak luar (ulir) dari fitting
dihubungkan pada hantaran netral. (Pasal 206 B2 PUIL 771).
2. Fitting lampu untuk penerangan luar dan dalam ruangan dengan air tetes
harus kepada air. (pasal 510, C4 sub. A PUIL 77).
3. Lampu pijar untuk penggunaan umum pada rangkaian penerangan cabang
tidak boleh dilengkapi dengan kakiedison(E 27), bila dayanya lebih dari
300 watt, juga tidak boleh dengan kaki Goliath (E 40). Bilamana daya
lebih dari 1500 watt hanya kaki atau alat lain tertntu yang dapat
digunakan. (pasal 510 J1 PUIL 77).
4. Dalam ruang lembab, tidak boleh mempergunakan fitting lampu pijar
yang bersaklar (pasal 510 H1 sub.c PUIL 77).
5. Bagian luar dari fitting lampu harus dibuat dari bahan porselin, atau
bahan isolasi lain yang sederajat. (pasal 856 A4 PUIL 77)

8. Kotak Sambung

Gambar KOTAK SAMBUNG


Pada saat penyambung kabel pada titik percabangan harus menggunakan
kotak sambung. Menurut ketentuan peraturan instalasi yang diijinkan tidak
boleh dalam pipa terdapat sambungan,karena dikwatirkan kawat putus
dalam pipa.
Macam-macam kotak sambung:
a. Kotak sambung cabang dua Digunakan untuk menyambung lurus.

b. Kotak sambung cabang tiga (T-Dos) Digunakan untuk percabanganpercabangan, misalnya terdapat pemakaian saklar, stop kontak.
c. Kotak sambung cabang empat (Cross Dos), Pemakaian sama dengan TDos hanya percabangan bukan tiga tapi empat
9. Pipa instalasi listrik

Gambar PIPA INSTALASI LISTRIK


A. Jenis Pipa Untuk Instalasi Listrik.
Pada umumnya jenis pipa instalasi listrik yang digunakan adalah:
a) Pipa Union (besi/baja) Pipa ini mempunyai keuntungan, kekuatan
mekanik yang besar sehingga dapat digunakan sebagai tulang beton
jika ditahan dalam tembok. Pipa ini mempunyai kerugian sebagai
penghantar listrik.
b) Pipa PVC (Poly Vinyl Clorida), Pipa PVC (paralon) mempunyai
keuntungan, yaitu tahan isolasinya besar, tidak dapat dilalui oleh
arus listrik dan tahan panas.Kerugiannya ditanam dalam tembok
tidak mempunyai kekuatan mekanik.
B. Bentuk pipa instalasi listrik.
a)

Pipa Ulir ,Pipa ulir dipasang denganulir sehingga mendapatkan


pemasangan yang sangan rapat/rapi terutama pada sambungansambungan

terhadap

komponen

bantu.

Pemasangan

pipa

ulirbiasanya pada tempat-tempat atau menyusur pada daerah yang


lembab.

b)

Pipa Sorong, Pipa sorong dipasang dengan mendorong lepas


kedalam pada komponen bantu. Sambungan pipa sorong kurang
rapat tidak bisa digunakan pada daerah yang lembab

10.

Lampu pijar

Gambar Lampu Pijar Dan Filamennya Yang Sedang Menyala


Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan
melalui penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas
dan menghasilkan cahaya.

Kaca yang menyelubungi filamen panas

tersebut menghalangi udara untuk berhubungan dengannya sehingga


filamen tidak akan langsung rusak akibat teroksidasi.
Lampu pijar dipasarkan dalam berbagai macam bentuk dan
tersedia untuk tegangan (voltase) kerja yang bervariasi dari mulai 1,25
volt hingga 300 volt. Energi listrik yang diperlukan lampu pijar untuk
menghasilkan cahaya yang terang lebih besar dibandingkan dengan
sumber cahaya buatan lainnya seperti lampu pendar dan diode cahaya,
maka secara bertahap pada beberapa negara peredaran lampu pijar mulai
dibatasi.
Di samping memanfaatkan cahaya yang dihasilkan, beberapa
penggunaan lampu pijar lebih memanfaatkan panas yang dihasilkan,
contohnya adalah pemanas kandang ayam,
dalam proses pemanasan di bidang industri.

[8]

dan pemanas inframerah

11. Clamp

Clamp adalah suatu komponen dalam instalasi listrik yang


berfungsi untuk menahan pipa atau kabel instalasi listrik yang biasanya
dipasang pada dinding agar pipa atau kabel tersebut tidak terjatuh.
12. Sekering

Ket: kabel hitam untuk Phasa (strum) ; kabel biru untuk Netral ;kabel
kuning (aslinya kuning bergaris hijau) untuk arde / grounding.
Sekering (dari bahasa Belanda zekering) adalah suatu alat yang
digunakan sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi
kelebihan muatan listrik atau suatu hubungan arus pendek.
Cara kerjanya apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau terjadi
hubungan arus pendek, maka secara otomatis sekering tersebut akan
memutuskan aliran listrik dan tidak akan menyebabkan kerusakan pada
komponen yang lain.

13. APP (Alat Pembatas dan Pengukur)


Untuk mengetahui besarnya tenaga listrik yang digunakan oleh
pemakai / pelanggan listrik (untuk keperluan rumah tangga, sosial,
usaha/bangunan komersial, ge-dung pemerintah dan instansi), maka perlu
dilakukan pengukuran dan pembatasandaya listrik.APP merupakan bagian
dari pekerjaan dan tanggung jawab pengusaha ketenaga listrikan (PT.
PLN), sebagai dasar dalam pembuatan rekening listrik. Pada sambungan
tenaga listrik tegangan rendah, letak penempatan APP dapat dilihat pada
gambar berikut ini :

\
Gambar 2.2.1 Diagram satu garis sambungan tenaga listrik tegangan menengah
Keterangan:
GD : Gardu Distribusi
Dibagi menjadi dua bagian yaitu Gardu Induk dan Gardu Hubung :
a. Gardu Induk (GI)
Gardu induk berfungsi menerima daya listrik dari jaringan
subtransmisi dan menurunkan tegangannya menjadi tegangan jaringan
distribusi primer (Jaringan Tegangan Menengah/ JTM). Jadi pada bagian
ini terjadi penurunan tegangan dari tegangan tinggi ataupun tegangan extra
tinggi ke tegangan menengah 20 kv.

b. Gardu Hubung (GH).


Gardu hubung berfungsi menerima daya listrik dari gardu induk
yang telah diturunkan menjadi tegangan menengah dan menyalurkan
atau membagi daya listrik tanpa merubah tegangannya melalui jaringan
distribusi primer (JTM) menuju gardu atau transformator distribusi.
TR : Jaringan tegangan Rendah
Jaringan Tegangan Rendah (JTR) JTL yang dioperasikan dengan TR yang
mencakup seluruh bagian jaringan tersebut beserta perlengkapannya.

SLP : Saluran Luar Pelayanan


SMP : Saluran Masuk Pelayanan
Saluran Masuk Pelayanan (SMP) Kabel milik PLN yang menghubungkan
antara jaringan Tegangan Rendah dengan APP yang terpasang di rumah
pelanggan.
SLTR : Sambungan Tenaga Listrik Tegangan Rendah
Sambungan Tenaga Listrik (STL) Penghantar di bawah atau di atas tanah
termasuk peralatannya sebagai bagian instalasi PLN yang merupakan
sambungan antara JTL milik PLN dengan instalasi pelanggan.

APP : Alat Pengukur dan Pembatas


APP merupakan singakatan dari Alat Pengukur da Pembatas, adalah alat
yang digunakan untuk keperluan transaksi energi listrik :

Pengukuran :
Yang dimaksud dengan Pengukuran ialah untuk menentukan besarnya
pemakaian daya dan energy listrik. Alat pengukur : meter KWH, meter
Kvrh, meter Kva maksimum, meter arus, meter tegangan.

Pembatasan

Yang dimaksud dengan pembatasan ialah untuk menentukan batas


pemakaian daya sesuai daya tersembung .
Yang termasuk alat Pembatas : MCB, MNCB, NFB, Fuse, OCR +PMT.

PHB : Perlengkapan Hubung Bagi


PHB adalah merupakan perlengkapan yang digunakan untuk
membagi dan mengendalikan tenaga listrik. Komponen utama yang
terdapat pada PHB diantaranya adalah : Sekring, pemutus tenaga, sakelar
isolasi, alat dan instrument ukur (ampere meter dll), rel (bus-bar). Dalam
PHB juga terdapat alat bantu berupa lampu indicator, tombol-tombol
operasi, rangkaian dan komponen kontrol. Ukuran fisik maupun
spesifikasi komponen-komponen teknis dari PHB ini sangat tergantung
dari besarnya kapasitas PHB serta jumlah saluran masuk serta saluran
keluar pada PHB tersebut. PHB dibuat berdasarkan standar PLN 188-3-1 :
1996 Perangkat hubung Bagi tegangan Rendah Gardu Distribusi.
IP : Instalasi Pelanggan SLTR yang menghubungkan antara listrik
penyambungan pada GD / TR merupakan penghantar dibawah atau diatas
tanah.

2.3. Cara Pemasangan Instalasi Listrik 1 Fasa


Menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik

nomor

023/PRT/1978, pasal 1 butir 5 tentang instalasi listrik, menyatakan bahwa instalasi


listrik adalah saluran listrik termasuk alat -alatnya yang terpasang di dalam dan atau
di luar bangunan untuk menyalurkan arus listrik setelah atau di belakang pesawat
pembatas/meter milik perusahaan.
Syarat -Syarat Pemasangan Instalasi Rumah/Gedung

Untuk pemasangan

instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah/gedung terlebih dahulu harus
melihat gambar-gambar rencana

instalasi yang sudah dibuat oleh perencana

berdasarkan denah rumah/bangunan dimana instalasinya akan dipasang. Selain itu


juga spesifikasi dan syarat -syarat pekerjaan yang diterima dari pemilik
bangunan/rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan
yang harus dipenuhi dari yang berwajib ialah yang mengeluarkan peraturan
yaitu PLN setempat.
Syarat -syarat pekerjaan instalasi rumah /gedung
1. Gambar situasi untuk menyatakan letak bangunan, dimana instalasinya akan
dipasang serta rencana penyambungannya dengan jaringan PLN.
2. Gambar instalasi Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang
dan sarana pelayanannya, misalnya titik lampu, saklar dan kotak kontak, panel
hubung bagi, data teknis yang penting dari setiap peralatan listrik yang akan
dipasang.
3. Rekapitulasi
Rekapitulasi atau perhitungan jumlah dari komponen yang diperlukan antara lain :
- Rekapitulasi material dan harga
- Rekapitulasi daya atau skema bagan arusnya
- Rekapitulasi tenaga dan biaya

Aturan pemasangan saklar :


a. Tinggi pemasangan 150 cm di atas lantai.
b. Dekat dengan pintu dan mudah dicapai tangan/sesuai kondisi tempat.
c. Arah posisi kontak (tuas) saklar seragam bila pemasangan lebih dari satu.

Fungsi kotak kontak (stop kontak) dalam instalasi listrik sebagai alat
penghubung beban dengan sumber listrik.
Aturan pemasangan stop kontak :
a. Tinggi pemasangan 150 cm di atas lantai, apabila kurang dari 150 cm harus
dilengkapi tutup.
b. Mudah dicapai tangan.
c. Di pasang sedemikian rupa, sehingga penghantar netralnya berada disebelah
kanan atau di sebelah bawah.
Kotak Pembagi Daya Listrik/PHB/Distribusi Panel (DP) Panel bagi di
dalam instalasi listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang berfungsi sebagai
tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrik ke beban yang memerlukan agar
merata dan seimbang. Di dalam panel bagi terdapat komponen antara lain rel
(busbar), saklar utama, pengaman, pengaman, alat-alat ukur dan lampu indikator.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1.

Gunakanlah pakaian praktik !

2.

Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan


belajar !

3.

Janganlah memberikan tegangan pada rangkaian melebihi batas yang


ditentukan !

4.

Hati -hati dalam melakukan praktik !

Langkah Kerja Memasang instalasi penerangan satu fasa, satu group dengan
pipa PVC
1.

Siapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan !

2.

Periksalah alat dan bahan sebelum digunakan dan pastikan semua alat dan
bahan dalam keadaan baik !

3.

Rangkailah skema Gambar 1, saklar putar pada kotak sekering dalam


keadaan terbuka !

4.

Lakukanlah pemasangan pipa PVC, saklar seri, kotak kontak dan lampu
sesuai dengan rancangan letak penempatan komponen-komponen tersebut
sesuai Gambar 1 !

5.

Setelah selesai lakukanlah pemasangan pengawatan !

6.

Lakukanlah pengisolasian pada setiap sambungan dan pemeriksalah setiap


sambungan dengan multimeter !

7.

Pasanglah pengaman dan lampu pijar 25 watt !

8.

Hubungkanlah kotak sekering dengan sumber tegangan satu fasa dan


lakukanlah uji coba rangkainan !

9.

Lakukanlah tes tahanan isolasi penghantar dengan Megger !

10. Setelah selesai pengukuran dan pengujian matikanlah sumber tegangan satu
fasa !
11. Lepaskanlah dan kembalikanlah semua alat dan bahan praktikum ketempat
semula, kemudian buat kesimpulan dari kegiatan belajar Ini!

2.4 Gambar Instalasi dan Rekapitulasi Daya


Sebelum memulai pemasangan instalasi listrik yang harus diperhatikan adalah
perencanaan intalasi listrik rumah. Perencanaan intalasi listrik rumah adalah
perencanaan instalasi atau suatu bayangan untuk memulai instalasi agar apa yang
di butuhkan dan di perlukan dalam instalasi dapat di penuhi untuk memulai instalasi.
Dalam perencanaan instalasi di perlukan :
Gambar instalasi. Gambar instalasi ini sangat di perlukan untuk memnunjang
kebutuhan bahan dalam instalasi dan sebagai tolak ukur dalam instlasi tak hanya itu saja
dalam instalasi dapat memudahkan seseorang dalam bekerja karena dengan gambar
instalasi tersebut dapat membimbing seorang dalam instalasi.
Gambar instalasi 1 rumah 1 fasa
1. Gambar situasi

Gambar Situasi dengan gambar situasi ini instalatir dapat memperhatikan


keadaan sekeliling tempat yang akan di instalasi dan dengan gambar ini
instalatir dapat mengisi blangko jaminan instalasi dan kecelakaan diri.

2. Gambar Dena Rumah

Gambar Denah, dengan gambar Denah seorang instalatir dapat mengetahui


komponen yang di perlukan dalam instalasi dan letak komponen tersebut dengan
tujuan mempermudah dalam pemasangan.

3. Gambar Diagram Single line/ Satu Garis

Diagram garis tunggal. dengan tujuan aagar instalatir dapat mengetahui jalur
pemasangan penghantar ke kompponen dan mengetahui berapa banyak
penghantar yang melewati jalur tersebut.

4. Gambar Diagram Pengawatan/Pelaksanaan

Diagram pengawatan dengan adanya ini seorang instalatir akan lebih


mengetahui secara detail kabel yang kan di pasang dan komponen lain yang
akan di pasang.

5. Gambar Diagram Pemipaan.

Diagram pemipaan, dengan adanya ini seorang instalator akan lebih


mengetahui secara detail pipa yang akan di pasang dan komponen lain yang
akan di pasang.

6. Tabel Rekapitulasi Daya


REKAPITULASI DAYA
LAMPU

STOP KONTAK

BANY
AK

WAT
T

JUML
AH
(VA)

BANY
AK

WAT
T

JUML
AH
(VA)

GROU
P1

60

120

200

400

20

60

GROU
P2

40

40

200

600

10

20

GROU
P

BEBAN
DAY
A
(VA
)

ARUS LISTRIK
(A)

580

580/220 = 2,63
A=4A

660

660/220 = 3 A =
4A

Table rekapitulasi daya dengan adanya tabel rekapitulasi daya seorang instalator
dapat mengetahui berapa besar pengaman yang akan di pakai dan pembagian
kelompok yang sesuai standard.
Dengan adanya perencanaan instalasi listrik rumah ini akan membuat dan
menghasilkan instalasi rumah yang baik dan terencana. instalasi tersebut akan terasa
lebih baik,mantap dan untuk menghindari sebuah kesalahan dalam instalasi listrik
rumah jadi dapat membuat konsumen instalasi percaya, puas dan instalatir tersebut
akan merasa bangga akan hasil instalasi tersebut.

Cara Menghitung Daya Listrik


1. Daya Nyata (P)
Daya nyata merupakan daya listrik yang digunakan untuk keperluan menggerakkan
mesin-mesin listrik atau peralatan lainnya.
Line to netral / 1 fasa
P = V x I x Cos
Line to line/ 3 fasa
P = 3 x V x I x Cos
Ket :
P = Daya Nyata (Watt)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus yang mengalir pada penghantar (Amper)

Cos T = Faktor Daya


2. Daya Semu (S)
Daya semu merupakan daya listrik yang melalui suatu penghantar transmisi atau
distribusi. Daya ini merupakan hasil perkalian antara tegangan dan arus yang melalui
penghantar.
Line to netral/ 1 fasa
S=VxI
Line to line/ 3 fasa
S = 3 x V x I
Ket :
S = Daya semu (VA)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus yang mengalir pada penghantar (Amper)

3. Daya Reaktif (Q)


Daya reaktif merupakan selisih antara daya semu yang masuk pada penghantar
dengan daya aktif pada penghantar itu sendiri, dimana daya ini terpakai untuk daya
mekanik dan panas. Daya reaktif ini adalah hasil kali antara besarnya arus dan
tegangan yang dipengaruhi oleh faktor daya.
Line to netral/ 1 fasa
Q = V x I x Sin
Line to line/ 3 fasa
Q = 3 x V x I x Sin

Ket :
Q = Daya reaktif (VAR)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus (Amper)
Sin T = Faktor Daya
4. Segitiga Daya
Defenisi umum dari segitiga daya adalah suatu hubungan antara daya nyata, daya
semu, dan daya reaktif. Yang digambarkan dalam segitiga daya:

Dimana:
P = S x Cos (Watt)
S = (P2 + Q2) (VA)
Q = S x Sin

(VAR)

2.5. Pemakaian daya listrik yang hemat


A. Pemasangan instalasi listrik di rumah, simak tujuh kiat hemat perencanaannya
ini:
Minimalkan pembagian grup listrik
Semakin sederhana dan minim pembagian grup, semakin hemat pula pemakaian
listriknya.
Bagi grup berdasar wilayah
Pembagian grup listrik berdasarkan wilayah lebih hemat dalam pemakaian kabelnya,
ketimbang pembagian yang berdasarkan beban listrik. Seperti beban lampu, beban
stop kontak, beban alat elektronik dengan kebutuhan watt-nya.
Saklar dan stop kontak berdekatan
Posisi saklar dan stop kontak diusahakan berdekatan, sehingga dalam 1 pipa conduct
bisa dimasukkan 2 instalasi sekaligus, yakni instalasi saklar dan instalasi stop
kontak. Untuk mencegah kebocoran arus listrik, sebaiknya sambungan antar kabel
memakai model tikus. Sementara, untuk menjaga alat-alat elektronik dari petir dan
arus listrik bocor, maka gunakan arde pada boks PLN.
Boks panel dan meteran berdekatan
Jenis kabel yang digunakan untuk fungsi ini harganya mahal. Untuk itu, bila semakin
pendek kabel yang digunakan, biaya yang dikeluarkan akan semakin murah.
Sesuaikan ukuran kabel dengan daya
Pilihan ukuran kabel perlu disesuaikan dengan beban daya di rumah tersebut dan
fungsi instalasi listriknya. Misalnya, untuk fitting lampu dipakai ukuran kabel 2
milimeter kali 1,5 milimeter. Sedangkan untuk stop kontak dengan daya terpasang,
Anda bisa menggunakan kabel dengan ukuran 3 milimeter kali 2,5 milimeter.
Untuk rumah kecil dengan daya terpasang 900 watt, idealnya ukuran kabel 1,5
milimeter. Jika daya terpasang 900 watt dan voltase PLN 220 Volt, arus pada kabel

listrik adalah 4 ampere. Menilik tabel penampang kabel, kabel dengan penampang
1,5 milimeter sudah cukup untuk dipakai di rumah tersebut.
Fitting lampu jenis outbow
Daya sebar cahaya tipe outbow lebih luas dibandingkan dengan fitting lampu.
Misalnya, untuk penerangan satu kamar ukurannya 3 meter x 4 meter dibutuhkan 1
titik lampu outbow. Sedangkan jika memakai jenis down light inbow dibutuhkan 2
titik lampu.
Hindari kebocoran listrik
Beberapa penyebab kebocoran listrik adalah kurang sempurnanya teknik
penyambungan kabel, isolator kabel ada yang terkelupas, saklar tidak berfungsi
sempurna, dan sistem arde kurang sempurna. Maka, ini harus dicermati agar
penyebab kebocoran listrik tidak terjadi. (Johana Erly Widyartanti)
B. Secara garis besar cara sosialisasi penghematan pemakaian energi dapat
dibagi dalam 5 kategori yaitu:
1. Peninjauan ulang sistem teknis dan perbaikan arsitektur bangunan.
Dari hasil studi, statistik dan pengukuran pada sejumlah gedung
bertingkat di Jakarta diperoleh fakta bahwa beban listrik untuk AC rata-rata
mencapai sekitar 60% dari seluruh pemakaian listrik. Fokus penghematan harus
diarahkan

pada

sistem

pendinginan

ini,

misalnya

memilih/mengganti

unit AC dengan yang mempunyai EER rendah atau memperbaikisistem aliran


refrigerant agar bisa lebih hemat listrik, dan mengurangi beban pendinginan.
Salah satu beban pendinginan yang besar adalah sinar matahari yang langsung
masuk ke dalam ruang, terutama antara jam 10 pagi sampai jam 15. Dengan
memasang penghalang sinar matahari pada sisi timur dan barat di luar
gedung pada sudut jam 10 dan jam 14, akan bisa sangat mengurangi secara
drastis

beban

pendinginan.

Pemasangan

vertical

blind di

dalam

gedung tidak ada artinya bagi mesin AC, karena radiasi sinar matahari sudah
terlanjur masuk ke dalam ruang dan akan tetap menjadi beban mesin AC.
Perambatan panas matahari melalui dinding dapat dikurangi dengan menambah

isolator panas. Isolator panas yang cukup baik adalah udara. Pemakaian dinding
dobel dengan jarak antara dinding sekitar 10 cm akan sangat menghambat
perambatan panas. Pemakaian batako pres dengan rongga udara di bagian
tengah juga bisa mengurangi perambatan panas. Udara dingin yang keluar atau
udara panas yang masuk sama-sama memboroskan energi. Dengan melakukan
peninjauan ke lapangan, ke setiap ruang, selalu akan dapat diperoleh beberapa
lubang kebocoran udaradingin dengan udara panas yang harus segera ditutup.
Hasil pengukuran di pintu lobi hotel yang dibiarkan terbuka pada siang hari, dan
udara dingin keluar, menunjukkan pemborosan sebesar 5000 watt, yang setara
dengan 10 bh rumah rakyat KPR-BTN. Pemasangan pintu tutup otomatis, pintu
putar atau alat ?air curtain? bisa mengatasi masalah ini.
2. Perbaikan prosedur operasionil secara manual.
Beberapa prosedur operasional yang dapat dengan mudah dilaksanakan
antara lain: mewajibkan kepada para pemakai gedung untuk selalu mematikan
lampu atau AC jika sedang tidak ada orang, mematikan lampu yang dekat
jendela kaca pada siang hari, tidak menyalakan pompa pada jam 18-23 karena
harga listrik lebih mahal, selalu menutup pintu dan jendela yang memisahkan
ruang berAC dengan yang tidak, selalu memeriksa lampu jalan dan lampu
taman yang sering lupa untuk dimatikan pada siang hari. Prosedur operasional
yang tampaknya sederhana ini ternyata dalam pelaksanaannya tidaklah semudah
seperti yang dikatakan. Diperlukan petunjuk, teguran, pengawasan yang terus
menerus dan melibatkan banyak orang, sampai menjadi suatu kebiasaan atau
budaya hemat listrik.
3. Perbaikan prosedur operasionil secara otomatis.
Cara seperti no 2 di atas masih mudah dan bisa dilaksanakan untuk gedung
pendek atau pabrik kecil, dan akan menjadi sulit dilaksanakan untuk gedung 25
lantai atau pabrik lebih besar dari 5000m2. Untuk mengatasi kesulitan ini, telah
tersedia banyak jenis sensor dan actuator untuk berbagai keperluan. Sensor level
cahaya, sensor pintu sedang terbuka/tertutup, sensor keberadaan seseorang di
dalam ruangan, pengatur waktu otomatis, dan lain sebagainya bisa dirangkai dan
dikombinasikan untuk mencapai tujuan penghematan listrik. Konfigrasi jaringan

sensor juga bisa direncanakan dengan seksama. Bahkan sekarang juga telah
tersedia teknologi ?addressable? sensor, actuator dan monitor. Setiap unit bisa
diberi address, dan hubungan antar unit cukup dilihat sebagai antar address.
Selama addressnya sama, dimanapun berada, selalu bisa saling berhubungan.
Semua

koneksi

komunikasi

dilakukan

secara

paralel

dengan

cukup

menggunakan 2 kabel telepon biasa. Misalnya sensor keberadaan orang di ruang


rapat lantai-17 diberi address nomer 34, maka jika ada orang di dalam, maka
lampu ruang (address=34) akan menyala, AC ruang rapat (address=34) akan
menyala, lampu tanda minta kopi di pantry (address=34) menyala, lampu tanda
monitor di ruang kontrol di basement (address=34) juga menyala. Jika Ruang
Rapat tersebut kosong dalam waktu 10 menit, makan semua yang berhubungan
dengan address 34 akan mati semua. Petugas jaga di ruang monitor mempunyai
kuasa untuk mematikan semua yang berhubungan dengan adress no 34. Semua
dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tanpa komputer. Salah satu
kelemahan BAS (Building Automation System) terletak pada SDM yang
sering ?gaptek? (gagap teknologi) program komputer, baik pada sisi operator
maupun manajemen. Dengan demikian, banyak BAS yang tidak dipakai
secanggih kemampuannya.
4. Pemasangan alat penghemat listrik di seluruh instalasi.
Pada prinsipnya pada kebanyakan beban (peralatan yang memakai listrik),
selalu bisa dihemat listriknya walau sedikit. Di sini diperlukan kejelian dan
keahlian untuk menentukan memilih jenis beban dan alat yang sesuai untuk
penghematan. Beban lampu pijar, lampu neon, pemanas, unit AC, motor, dan
lain-lain, semuanya mempunyai alat penghemat yang spesifik/unik berdasarkan
kinerja beban, schedul pemakaian beban. Dalam persoalan ini, yang lebih
penting adalah ?multiplier effect? dari penghematan yang kecil-kecil ini.
Pengertian ?multiplier effect? ini yang masih sulit diterima oleh sebagian besar
teknisi/insinyur kita, yang sudah terbiasa dengan penghematan secara parsial.
Berapa tingkat penghematan total yang bisa diperoleh untuk suatu instalasi,
hanya bisa diestimasi berdasarkan statistik dari banyak program/ proyek yang
pernah dilakukan. Perusahaan yang bergerak dalam bidang penghematan energi
listrik ini mempunyai rahasia angka ?multiplier? yang tidak bisa dibuka

terhadap clientnya. Dengan demikian kontrak yang bisa dilakukan berupa ?


Result Oriented Contract?, atau ?Performance Contract?, terhadap tingkat
penghematan yang mencakup seluruh instalasi/jaringan listrik dalam satu
gedung tinggi, kompleks bangunan atau pabrik. Perusahaan Kontraktor
Penghemat Biaya Listrik melakukan audit energi yang biasa dipakai, mencari
peluang

kemungkinan

di

mana

saja

bisa

dilakukan

penghematan,

menghitung/estimasi besar penghematan, menjamin besar penghematan dalam


persen,

menghitung

waktu

pengembalian

modal

(payback

period).

Dengan cara ini, tingkat penghematan yang bisa dicapai antara 5-20%, dengan
payback period sekitar 30 bulan
5. Perbaikan kwalitas daya listrik.
Dalam seminar HAEI (Himpunan Ahli Elektro Indonesia), November 2001,
terungkap bahwa di beberapa instalasi di Jakarta ditemukan beberapa anomali
parameter listrik, misalnya arus netral lebih besar daripada arus fasa, alat
pemutus dayabekerja walau beban arus terukur masih 60% dari kapasitasnya,
motor lebih cepat panas dari biasanya. Semula hal-hal ini membuat bingung para
insinyur listrik dan untuk mengatasinya sementara, mereka menambah ukuran
kawat netral, sehingga sama dengan ukuran kawat fasa (yang biasanya cukup
setengah dari kawat fasa), memperbesar kapasitas pemutus daya, kapasitas
motor dlsb. Di sinilah ternyata telah dilakukan salah satu pemborosan baik
berupa biaya listrik bulanan maupun biaya modal investasi. Salah satu
penyebabnya adalah adanya ?harmonisa? yang timbul/ada di dalam jaringan
listrik.
Seperti halnya pengetahuan tentang tubuh manusia, harmonisa bisa
dianalogikan dengan kolesterol di dalam darah. Kolesterol merambat ke seluruh
aliran darah, bisa menyumbat saluran darah, membuat jantung bekerja lebih
keras, menyumbat otak, bahkan bisa menghentikan kerja jantung. Harmonisa
juga merambat ke seluruh jaringan instalasi, membuat kabel lebih panas, mesinmesin motor lebih panas (kemampuan menurun), sambungan-sambungan pada
pemutus daya lebih panas, trafo utama (jantung bangunan) lebih panas. Hal yang
fatal bisa terjadi adalah panas berlebih pada kabel, sambungan kabel dan pada
trafo yang bisa meledak dan bisa mengakibatkan kebakaran.

Harmonisa ini, disamping menjalar di dalam instalasi satu konsumen, bisa


menjalar ke instalasi tetangga yang berdekatan, bahkan menjalar sampai ke trafo
PLN di Gardu Distribusi dan Gardu Induk. Jadi, tidak heran jika ada Gardu
Distribusi atau kabel PLN yang semula aman aman saja, tiba-tiba bisa meledak.
Harmonisa timbul pada 2 dekade belakangan ini akibat pemakaian alat-alat ?
modern?, yang banyak dipakai untuk sistem kontrol yang lebih baik, misalnya
inverter, pengatur kecepatan/putaran, UPS (Uninteruptible Power Supply),
ballast elektronik, pengatur temperatur pemanas industri (oven, heater) yang
menggunakan SCR/chopper, dll.
Fenomena harmonisa ini tidak bisa dideteksi dengan alat-alat ukur biasa yang
ada pada panel kontrol atau tang-amperemeter biasa. Seperti halnya stetoskop
biasa yang tidak bisa mendeteksi kolesterol atau kinerja jantung dengan teliti,
maka diperlukan alat ECG, maka untuk harmonisa ini juga diperlukan spektrum
analyzer yang bisa mendeteksi tingkat harmonisa 1 s/d 31 dan besaran nilai
harmonisa dalam persen dan bisa menghitung nilai total harmonisa, pada arus
dan tegangan.
Untuk mengatasi masalah harmonisa ini, bisa dipasang alat penyaring dan
penyumbat (filtering and blocking) pada sumber-sumber harmonisa atau pada
panel utama konsumen. Dari hasil pengukuran harmonisa bisa ditentukan
besaran filter yang sebaiknya dipakai. Jika beban berubah-ubah, nilai filter juga
bisa dibuat otomatis berubah sesuai dengan perubahan beban.
Pemborosan energi juga terjadi pada besaran listrik lain, yakni pada tegangan
dan arus yang tidak seimbang, power factor, arus/tegangan surja (surge,
impuls), tegangan surut sesaat, kehilangan catu daya sesaat, catu daya hilang 1
fasa. Asosiasi produsen listrik Amerika (NEMA), menerbitkan grafik
karakteristik mesin motor, yang menunjukkan bahwa ketidak-seimbangan
tegangan supply sebesar 5% saja, bisa mengakibatkan kenaikan panas sebesar
50%, dan mengakibatkan penurunan kapasitas sebesar 25%. Jika mesin motor
10 PK tidak mampu mengangkat beban sebesar 10 PK atau bahkan 8 PK, maka
perlu dicurigai, dan ini yang sering lolos dari perhatian manajemen. Teknisi
biasanya hanya menyarankan untuk memakai motor yang lebih besar saja, biar

aman, tetapi tanpa sadar memboroskan modal dan rekening listrik. Dengan alat
ukur dan recorder yang bisa sekaligus, pada saat yang bersamaan, membaca
grafik tegangan pada masing-masing fasa, ternyata pada banyak kasus, terjadi
perbedaan tegangan fasa sekitar 2 ? 7 Volt. Ketidak-seimbangan arus fasa
menyebabkan terjadinya arus netral yang tidak wajar, menyebabkan panas
berlebih pada kawat netral (kawat nol), yang juga memboroskan energi. Dengan
memasang

alat-alat

penyeimbang

fasa

tegangan

dan

arus,

maka

kerugian/pemborosan bisa dikurangi. Alat-alat kontrol pabrik atau instalasi


gedung bertingkat bisa terganggu akibat tegangan surut sesaat, kehilangan catu
daya sesaat, atau catu daya hilang satu fasa. Kerugian akibat berhentinya pabrik
atau aktivitas gedung akibat gangguan alat kontrol tersebut tidak mudah untuk
dihitung secara umum, tetapi secara kwalitatif pasti terjadi kerugian yang besar
pada kasus-kasus khusus, misalnya percetakan koran, pabrik dengan proses
batch yang tidak bisa diulang.
Perbaikan kwalitas daya dengan mengurangi pemborosan yang selama ini
dilakukan tanpa disadari, bisa mencapai penghematan total sebesar 5 ? 25% dari
rekening bulanan. Angka ini berasal dari statistik program pelaksanaan
penghematan energi, dan merupakan ?multiplier effect? dari penghematan kecilkecil pada tiap parameter listrik.
Investasi yang diperlukan untuk mendanai program-program penghematan
energi ini, dengan tingkat penghematan seperti di atas, dapat kembali dalam
waktu sekitar 24 bulan, atau bisa mencapai tingkat ROI (return on investment)
sebesar 30-38%. Jika investasi ini dipandang sebagai pendirian usaha baru,
maka ini adalah usaha yang memberikan keuntungan pasti, bisa berjalan sendiri,
tanpa menambah tenaga kerja, tanpa demo, tanpa pemogokan. Jika bank
sekarang ini pada kondisi over-liquid, kenapa tidak menyalurkan dana pada
program ini?. Jaminan payback period bisa di perkuat dengan jaminan asuransi,
maka ini merupakan lahan baru bagi perusahaan asuransi di Indonesia. Investasi
untuk program ini jika dihitung rupiah/kwh terhemat, masih jauh lebih kecil dari
pada rupiah/kwh pembangkitan.

TIPS HEMAT LISTRIK UNTUK PEMAKAIAN RUMAH


Pasang instalasi listrik anda dengan benar dan standar PUIL 2000, dan
dikerjakan oleh orang yang berkompeten dibidang listrik serta gunakan
material-material yang ber SNI ( saklar , MCB, Kabel, dll ), dan satu hal
yang terpenting periksakan instalasi listrik rumah anda ke KONSUIL
( KOMITE NASIONAL UNTUK INSTALASI LISTRIK ) Untuk
memastikan bahwa rumah anda sudah standar PUIL 2000 dan Laik Operasi
untuk dialiri arus listrik.
Pergunakan peralatan rumah tangga elektronik yang disesuaikan dengan
daya tersambung dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik yang
terpasang.
Matikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan. Ini merupakan
langkah termudah dan paling nyata yang bisa kita lakukan dalam
menghemat pemakaian listrik di rumah.
Jangan banyak menambah instalasi baik itu permanen maupun
temprorer( sementara ) dengan memakai kabel serabut yang tidak standar.
instalasi seperti ini biasanya banyak arus yang bocor yang bisa
mengakibatkan pemakaian listrik menjadi boros.
Jika instalasi listrik telah terpasang lebih dari 5 (lima) tahun, sebaiknya
perlu untuk direhabilitasi. Hal ini untuk menjaga agar instalasi listrik tetap
layak dipergunakan dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang
tidak diinginkan.
Gunakan lampu hemat energi. Sekarang ini banyak lampu hemat energi
yang dijual di pasaran. Walaupun harganya memang lebih mahal, namun
besarnya energi penggunaan listrik yang bisa dihemat akan berdampak
positif pada pengeluaran kita.
Bangun rumah dengan desain yang tinggi dan banyak jendela sehingga kita
tidak perlu menggunakan ac dan menyalakan lampu pada siang hari karena
sirkulasi udara dan cahaya yang cukup
Cabut kontak listrik/alat elektronik saat tidak digunakan. Kelihatannya
memang sangat merepotkan. Namun bila kita telaten melakukannya, kita
bisa melihat berapa jumlah iuran listrik yang bisa kita hemat.
Singkirkan perakatan elektronik yang rusak. Alat elektronik yang rusak akan
bekerja dengan tidak stabil dan akan boros penggunaan listriknya.
Pilih alat - alat elektronik yang hemat listrik. Namun tentu kita harus lebih
bijak dan teliti karena ada kalanya slogan hemat listrik hanya berupa slogan
belaka. Teliti dan bila perlu banyak bertanya kepada petugas bagian
penjualan dan pelajari bagaimana cara kerja alat elektronik tersebut.
Tutup rapat lemari pendingin supaya mesin bekerja optimal. Dengan adanya
celah "bocor" pada lemari pendingin akan membuat mesin pendingin boros
penggunaan listriknya.
Tutup semua jendela dan pintu saat menyalakan AC. Dengan penjelasan
yang sama seperti pada lemari pendingin diatas, maka dengan menutup
jendela dan pintu saat menyalakan AC membuat AB bekerja dengan optimal
tanpa harus menyedot banyak daya listrik.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan.
Adapun kesimpulan penulis makalah ini dengan tema, Sistem Pemasang Dan
Pemakaian Instalasi Listrik 1 fasa Pada Konsumen yaitu membahas tentang Sejarah
kelistrikan listrik, peralatan / bahan yang digunakan pada instalasi 1 fasa, cara
pemasangan instalasi 1 fasa yang benar dan sesuai puil 2000, dan pemakaian daya
listrik yang hemat, yaitu sebagai berikut :
Sejarah awal ditemukannya listrik adalah oleh seorang cendikiawan Yunani
yang bernama Thales, yang mengemungkakan fenomena batu ambar yang bila digosok
- gosokkan akan dapat menarik bulu sebagai fenomena listrik. Kemudian setelah
bertahun - tahun semenjak ide Thales dikemukakan, baru kemudian muncul lagi
penapat - pendapat serta teori -teori baru mengenai listrik seperti yang diteliti dan
dikemukakan oleh William Gilbert, Joseph priestley, Charles De Coulomb,
AmpereMichael Farraday, Oersted, dll.
Peralatan / bahan yang digunakan pada instalasi 1 fasa, alat yaitu tang,
obeng, solder, tespen, alat ukur multimeter, dan alat ukur megger. Adapun bahannya
yaitu kwh, mcb, saklar ,stop kontak, steker ,kabel ,fiting, kotak sambung, pipa, dan
lampu.
Syarat -Syarat Pemasangan Instalasi Rumah/Gedung

Untuk pemasangan

instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah/gedung terlebih dahulu harus
melihat gambar-gambar rencana

instalasi yang sudah dibuat oleh perencana

berdasarkan denah rumah/bangunan dimana instalasinya akan dipasang. Selain itu


juga spesifikasi dan syarat -syarat pekerjaan yang diterima dari pemilik
bangunan/rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan
Untuk Pemakaian daya listrik yang hemat

yaitu dengan memperhatikan

prinsip kerja instalasi listrik dan mengsosialisasi penghematan pemakaian energi.

3.2 Saran
Setelah mngetahui isi makalah ini diharapkan agar para mahasiswa dapat
pengetahuan pada bidang teknik elektro khususnya Mata Kuliah Teknik Instalasi
Listrik, dengan materi Sistem Pemasang Dan Pemakaian Instalasi Listrik 1 fasa Pada
Konsumen.

Daftar Pustaka

http://dunia-listrik.blogspot.com/
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=7195
https://www.docstoc.com/pass?doc_id=67912644
http://deelectrical.wordpress.com/seajarah-kelistrikan/
http://dulurbelajar.blogspot.com/2011/07/kotak-sambung.html
http://id.shvoong.com/how-to/electronics-and-gadgets/2249562-jenis-pipa-instalasilistrik/#ixzz29Y59tQwS