Anda di halaman 1dari 12

FERMENTASI

Tujuan
-

Untuk mengetahui terjadinya fermentasi yang dilakukan oleh sel ragi


Untuk menganalisis perbedaan kadar presentase etanol dari hasil fermentase tiap
selang beberapa hari
Untuk mengetahui cara penerapan bioteknologi dengan fermentase tape
Unruk mengetahui adanya aktivitas enzim pada proses fermentasi ragi

II Tinjauan teori
Fermentasi adalah proses kimia yang berlangsung oleh adanya mikroorganisme yang
mengkatalis reaksi, jenis mikroorganisme yang dapat digunakan antara lain berupa ragi, bakteri, atau
jamur untuk menghasilkan senyawa-senyawa seperti etanol, butanol, gliserol, asam asetat, atau asam
sitrat. Reaksi fermentasi yang umum adalah pengubahan gula menjadi alcohol yang dikatalis oleh
enzim zimese (Mulyono, 2009 : 128).
Fermentasi etanol disebut juga sebagai fermentasi alcohol, adalah proses biologi dimana gula
seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa diubah menjadi energy seluler dan juga dapat menghasilkan
etanol dan karbondioksida sebagai produk sampingan. Karena proses ini tidak membuktikan oksigen,
melainkan khamir melakukannya, maka fermentasi etanol digolongkan sebagai respirasi anaerob
(Wikipedia, 2014).
Menurut Sudarmadja (2003) dalam bukunya Kamus pintar kimia, pengertian fermentasi, yaitu :
a. Fermentasi merupakan penguraian metabolik senyawa organic oleh mikroorganisme yang
menghasilkan energy yang umumnya berlangsung dengan kondisi anaerob dan dengan pembebasan
gas.
b. Fermentasi adalah penguraian metabolic senyawa organic yang berlangsung dalam suatau
organisme, tanpa kehadiran oksigen molecular dan dengan menggunakan senyawa organic, baik
sebagai zat pengoksidasi maupun substrat yang dioksidasi.
c. Fermentasi adalah proses perubahan kimia yang disebabkan oleh mikroorganisme atau enzim.
Reaksi biasanya merupakan penguraian gula dan pati menjadi etanol dan karbondioksida dengan
rumus
C6H12O6

2CO2 + 2 C2H5OH

Fermentasi alcohol merupakan kumpulan reaksi, khususnya ragi, tempat glukosa difermentasi
menjadi etil alcohol.
Pada dasarnya metabolism glukosa dapat dibagi dalam dua bagian yaitu yang tidak
menggunakan oksigen atau anaerob dan yang menggunakan oksigen atau aerob. Reaksi anaerob dan
yang menggunakan oksigen atau aerob. Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah
glukosa menjadi asam laktat. Proses ini disebut dengan glikolisis. Glikolisis anaerob adalah proses
penguraian karbohidrat menjadi laktat melalui piruvat tanpa melibatkan oksigen. Proses senyawa
kimia secara enzimatis menghasilkan gas, dalam hal ini adalah penguraian karbohidrat menghasilkan
etanol dan CO2tanpa melibatkan oksigen (Danial, 2010 : 27).

Faktor- faktor yang mempengaruhi fermentasi yaitu jumlah mikroba, lama fermentasi, pH
(keasaman),substrat(medium),suhu,alkohol,oksigen,garam dan air
A.Mikroba
Fermentasi dilakukan dengan menggunakan kultur murni atau starter. Banyaknya mikroba
(starter/inokulum) yang ditambahkan berkisar antara 310 % dari volume medium fermentasi.
Penggunaan inokulum yang bervariasi ini dapat menyebabkan proses fermentasi dan mutu produk
selalu berubah-ubah. Inokulum adalah kultur mikroba yang diinokulasikan ke dalam medium

fermentasi pada saat kultur mikroba tersebut berada pada fase pertumbuhan eksponensial.
Kriteria untuk kultur mikroba agar dapat digunakan sebagai inokulum dalam proses fermentasi adalah
(a) sehat dan berada dalam keadaan aktif sehingga dapat mempersingkat fase adaptasi
(b) tersedia cukup sehingga dapat menghasilkan inokulum dalam takaran yang optimum .
(c) berada dalam bentuk morfologi yang sesuai
(d) bebas kontaminasi
(e) dapat mempertahankan kemampuannya membentuk produk Rachman,1989).
B.Waktu
Menurut Buckle et al., (1985) bila suatu sel mikroorganisme diinokulasikan pada media nutrien agar,
pertumbuhan yang terlihat mula mula adalah suatu pembesaran ukuran, volume dan berat sel. Ketika
ukurannya telah mencapai kira-kira dua kali dari besar sel normal, sel tersebut membelah dan
menghasilkan dua sel. Sel-sel tersebut kemudian tumbuh dan membelah diri menghasilkan empat sel.
Selama kondisi memungkinkan, pertumbuhan dan pembelahan sel berlangsung terus sampai sejumlah
besar populasi sel terbentuk.
Waktu antara masing-masing pembelahan sel berbeda-beda tergantung dari spesies dan kondisi
lingkungannya, tetapi untuk kebanyakan bakteri waktu ini berkisar antara 10 60 menit. Tipe
pertumbuhan yang cepat ini disebut pertumbuhan logaritmis atau eksponensial karena bila log jumlah
sel digambarkan terhadap waktu dalam grafik akan menunjukkan garis lurus. Tetapi pada
kenyataannya tipe pertumbuhan eksponensial ini tidak langsung terjadi pada saat sel dipindahkan ke
medium pertumbuhan dan tidak terjadi secara terus menerus (Rachman, 1989).
C.pH(keasaman)
Makanan yang mengandung asam biasanya tahan lama, tetapi jika oksigen cukup jumlahnya dan
kapang dapat tumbuh serta fermentasi berlangsung terus, maka daya awet dari asam tersebut akan
hilang. Pada keadaan ini mikroba proteolitik dan lipolitik dapat berkembang biak.
Sebagai contoh misalnya susu segar pada umumnya akan ditumbuhi dengan beberapa macam
mikroba, mula-mula adalah Streptococcus lactis akan menghasilkan asam laktat. Tetapi pertumbuhan
selanjutnya dari bakteri ini akan terhambat oleh keasaman yang dihasilkannya sendiri.
Selanjutnya bakteri menjadi inaktif sehingga akan tumbuh bakteri jenis Lactobacillus yang Iebih
toleran terhadap asam. Lactobacillus juga akan menghasilkan asam lebih banyak lagi sampai jumlah
tertentu yang dapat menghambat pertumbuhannya. Selama pembentukan asam tersebut pH susu akan
turun sehingga terbentuk "curd" susu. Pada keasaman yang tinggi Lactobacillus akan mati dan
kemudian tumbuh ragi dan kapang yang lebih toleran terhadap asam. Kapang akan mengoksidasi
asam sedangkan ragi akan menghasilkan hasil-hasil akhir yang bersifat basa dari reaksi
proteolisis,sehingga keduanya akan menurunkan asam sampai titik di mana bakteri pembusuk
proteolitik dan lipolitik akan mencerna "curd" dan menghasilkan gas serta bau busuk.
D.Suhu
Tiap-tiap mikroorganisme memiliki suhu pertumbuhan maksimal, minimal dan optimal yaitu suhu
yang memberikan pertumbuhan terbaik dan perbanyakan diri tercepat. Mikroorganisme dapat
diklasifikasikan menjadi tiga kelompok berdasarkan suhu pertumbuhan yang diperlukannya yaitu
golongan psikrofil, tumbuh pada suhu dingin dengan suhu optimal 10 20C, golongan mesofil
tumbuh pada suhu sedang dengan suhu optimal 20 45C dan golongan termofil tumbuh pada suhu
tinggi dengan suhu optimal 50 60C (Gaman and Sherrington, 1992).
Suhu fermentasi sangat menentukan macam mikroba yang dominan selama fermentasi.
Bakteri bervariasi dalam hal suhu optimum untuk pertumbuhan dan pembentukan asam. Kebanyakan
bakteri dalam kultur laktat mempunyai suhu optimum 30C, tetapi beberapa kultur dapat membentuk
asam dengan kecepatan yang sama pada suhu 37C maupun 30C. Suhu yang lebih tinggi dari 40C
pada umumnya menurunkan kecepatan pertumbuhan dan pembentukan asam oleh bakteri asam laktat,
kecuali kultur yang digunakan dalam pembuatan yoghurt yaitu L.bulgaricus dan S.thermophilus
memiliki suhu optimum 40 - 45C (Rahman et al., 1992).
Inkubasi dengan suhu 43C selama 4 jam terjadi peningkatan produksi berbagai enzim dari

L.bulgaricus dan S.thermophilus antara lain enzim laktase dan 8 orthonitrophenol -dgalaktopyranosid.

E.Oksigen
Tersedianya oksigen dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Jamur bersifat aerobik
(memerlukan oksigen) sedangkan khamir dapat bersifat aerobik atau anaerobik tergantung pada
kondisinya.
Bakteri diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu aerob obligat (tumbuh jika persediaan oksigen
banyak), aerob fakultatif (tumbuh jika oksigen cukup, juga dapat tumbuh secara anaerob), anaerob
obligat (tumbuh jika tidak ada oksigen) dan anaerob fakultatif (tumbuh jika tidak ada oksigen juga
dapat tumbuh secara aerob) (Gaman and Sherrington, 1992).
Jenis-jenis fermentasi :
1. Fermentasi alkohol
Fermantasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (ph alkohol)
dan karboksilat. Organisme yang berperan yaitu ragi untuk pembuatan tape, roti atau
minuman keras
2. Fermentasi asam laktat
Fermentasi asam lakat adalah respirasi yang terjadi pada sel hewan atau manusia, ketika
kebutuhan oksigen tidak mencukupi akibat bekerja terlalu berat, didalam sel asam laktat dapat
menyebabkan gejala kram atau kekekalan. Laktat yang terakumulasi sebagai produk limbah
dapat menyebabkan letih atau lelah serta nyeri secara perlahan diangkut oleh darah kehati
utuk diubah kembali menjadi piruvat.
3. Fermentasi asam cuka
Merupakan salah contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan cerah. Fermentasi ini
dilakukan oleh bakteri asam cuka dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan sebanyak 5
kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentai secara anaerob.
Ragi adalah salah satu organisme hidup yang tidak membutuhkan oksigen untuk
menghasilkan energi. Fungsi umum ragi adalah mengubah karbohidrat menjadi pati, gula
menjadi alkohol,dan gas menjadi karbondioksida.
Jenis-jenis ragi
a. Ragi padat
Bentuknya bulat pipih, sering digunakan dalam pembentukan tape sehingga orang
menyebutnya dengan ragi tape. Ragi ini dibuat dari tepung beras, bawang putih, dan kayu
manis yang diaduk hingga halus lalu disimpan dalam tempat yang gelap selama beberapa
hari (proses fermentasi) .Setelah tumbuh jamur yang berwarna putih susu kemudian ragi
dijemur hingga kering berfungsi untuk pembuatan tape juga untuk melunakan ikan atau
membuat bandeng.
b. Ragi kering
Berbentuk butir kecil dan halus punya bau yang tajam dengan aroma alkohol yang khas
berfungsi sebagai pembuat adonan roti menjadi mengembang, empuk dan lentur.
Glukosa adalah monosakarida semula C6H12O6 ini adalah gula utama yang bebas beredar
dalam darah hewan tinggkat tinggi,dan bahan bakar yang disukai oleh otak dan sistem
saraf,serta sel-sel darah merah.

III Alat dan Bahan


A.

Alat (fermentasi INVITRO )


N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

a.
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama Alat
Tabung reaksi
Pipet tetes
Rak tabung
Gelas kimia
Gelas ukur
Gelas kimia
Durham
Selang
Pembakar spirtus
Penjepit tabung

Ukuran
Standar
Standar
Standar
250 ml
10ml
1.000ml
Standar
Standar
Standar
Standar

Jumlah
10
4
1
1
1
1
5
1
1
1

Bahan
Nama Bahan
Ragi Roti
Gula
(NH4)2SO4
Buffer Asetat
KF
NaOH
KI-I2

Wujud
Padat
Padat
Cair
Cair
Cair
Cair
Cair

Konsentrasi
9%
0,4N
0,15N pH 5, 6
0,5N
2N
2N

Jumlah
100mg/ml
2 ml
2 ml
2 ml
2 ml
2 ml
1 ml

PROSEDUR KERJA INVITRO

No
Prosedur
Ambil 5 tabung, beri tanda A, B, C, D dan E dinginkan dalam es.

1.111.

Tabung A diisi dengan 8 ml makanan + 1 ml air


+ 1 ml sespensi ragi.
Masukan tabung kecil (durham), mulut tabung tsb
mengarah kebawah dan terisi penuh cairan.
Masukan tabung A kedalam es selama 45 menit
dan kemudian ke dalam incubator suhu 37-40o C
selama 45 menit.

Menunjukan hasil positif,


yaitu
dengan
ditandai
adanya gelembung gas yang
terdapat
pada
tabung
durham.

Tabung B diisi dengan 8 ml makanan + 1 ml air + 1


ml susupensi ragi.
Masukan tabung kecil (durham), mulut tabung tsb
mengarah kebawah dan terisi penuh cairan.
Masukan tabung B kedalam incubator dengan suhu
37 40 oC selama 1 jam.

Menunjukan reaksi positif


yaitu dengan ditandai
adanya gelembung gas pada
tabung durham dan
dibuktikan dengan
penambahan NaOH 2N
2ml.

2.

3.

Hasil Pengamatan

Tabung C diisi dengan 8 ml makanan + 1 ml air


+ 1 ml susupensi ragi.
Masukan tabung kecil (durham), mulut tabung tsb
mengarah kebawah dan terisi penuh cairan.
Masukan tabung B kedalam incubator dengan suhu
37 40 oC selama 1 jam.
Tabung C masukan ke dalam tabung F + 1 ml
NaOH 1 N dan larutan J2 dalam KI sampai warna
coklat muda menetap.

Menunjukan hasil
positif, yaitu dengan
ditandai
adanya
gelembung gas yang
terdapat
pada
tabung durham
Tercium
bau
iodoform dan warna
berubah
menjadi

warna coklat muda.


Hal ini menunjukan
adanya etanol pada
tabung C

4.

5.

Tabung D diisi dengan 8 ml makanan + 1 ml air


+ 1 ml susupensi ragi yang telah dididihkan.
Masukan tabung kecil (durham), mulut tabung tsb
mengarah kebawah dan terisi penuh cairan.
Masukan tabung B kedalam incubator dengan suhu
37 40 oC selama 1 jam.
Masukan tabung B kedalam incubator dengan suhu
37 40 oC selama 1 jam.

Menunjukan hasil yang


negative
karena
tidak
terdapat gelembung gas
CO2
didalam
tabung
durham tersebut.

Tabung E diisi dengan 8 ml makanan + 1 ml KF


+ 1 ml susupensi ragi.
Masukan tabung kecil (durham), mulut tabung tsb
mengarah kebawah dan terisi penuh cairan.
Masukan tabung B kedalam incubator dengan suhu
37 40 oC selama 1 jam.

Menunjukan hasil yang


positif
yaitu
dengan
ditandai adanya gelembung
gas CO2 didalam tabung
durham.

V.HASIL DAN PEMBAHASAN (fermentasi Ragi atau invitro)

Fermentasi adalah proses penghasil energi utama dari berbagai mikroorganisme seperti yang
disebut anaerob karena mampu hidup dan memecah senyawa organik tanpa oksigen. Organisme akan
mati bila di beri oksigen (sesmiharjo 1996)
Reakasi fermentasi :
C6H12O6 (GLUKOSA) 2 CH3 CH2OH (ETANOL) + 2CO3 (KARBOHIDRAT)
Faktor faktor yang mempengaruhi fermentasi :
a. Mikroba
Fermentasi menggunakan kultur murni atau skalar
b. Waktu fermentasi
Bila suatu sel pada media agar pertumbuhan jamur disebut fermentasi yaitu pembesaran
ukuran volume dan ukuran sel
c. PH (keasaman)
Kondisi keasaman yang baik untuk proses pertumbuhan bakteri yaitu 3,5 5,5
d. Suhu
Setiap makanan yang melalui proses pemasakan harus didiamkan hingga dinggin sebelum
diberikan mikroba
e. Oksigen
Kadar oksigen selama proses fermentasi sangat mempengaruhi hasil fermentasi
Tabung A
Diisi dengan larutan makanan dan suspensi ragi dan air, kemudian dimasukkan tabung durham.
Dinginkan dengan es batu selama 1 jam dan dimasukkan dalam inkubator dengan suhu 37 C selama
1 jam. Dan amati perubahan sebelum dan sesudah dimasukan diinkubator. Tabung durham berfungsi
sebagai pemudah pengamatan ada atau tidak gelembung pada larutan setelah di amati selama 1-1
jam tidak ada gelembung dalam tabung durham,hal ini menandakan tidak ada aktifitas erumatik pada
suhu rendah, pada saat diletakkan di inkubator terdapat gelembung di tabung durham. Menandakan
adanya aktifitas enzimatik ketika suhu tinggi sehingga terbentuk CO 2.
Tabung B
Dengan larutan yang sama dengan tabung Akemudian dimasukan dalam inkubator dan tambahkan
NAOH-, sebelum ditambahkan NAOH dalam larutan telah terbentuk gelembung yang menandakan
adanya CO2, kemudian setelah ditambahkan NAOH terdapat gelembung karena NAOH bereaksi
dengan CO2.
Tabung C
Telah ditambahkan larutan yang sama, lalu dihubungkan dengan tabung F yang berisi NAOH+KI,
kemudian kedua tabung tersebut dihubungkan dengan menggunakan pipa L, pada tabung C
dipanaskan dan terbentuk gelembung, hal ini menandakan adanya CO 2 pada tabung C. Pada tabung C
dihubungkan dengan tabung F menghasilkan perubahan warna dari coklat menjadi bening.
Tabung D
Ragi didihkan dulu untuk mengetahui kerja enzim pada suhu tinggi, kemudian larutan ragi
dimasukkan kedalam tabung reaksi. Setelah itu masukan tabung durham ke tabung reaksi dan kocok
tabung reaksi hingga tabung durham bertahan atau terbenam didasar tabung reaksi yang menyatakan
bahwa tidak ada udara pada tabung durham yang tertanam. Simpan tabung reaksi dalam inkubator
selama 1 jam setelah itu keluarkan, terdapat sedikit gelembung hal tersebut menytakan adanya kerja
enzim yang sedikit dalam larutan tersebut sehingga CO2 yang terbentuk sedikit.

Tabung E
Larutan makanan tambah larutan ragi tambah larutan KF menghasilkan sedikit gelembung karena
larutan KF berperan sebagai larutan penghambat kerja enzim dalam proses glikolisis maka CO 2 yang
terbentuk dalam tabung reaksi sedikit kadar glukosa etanol dari hasil glikolisis sel ragi dapat
dtentukan dengan melihat tinggi yang berarti kadar glukosa dalam sel ragi berkurang karena glukosa
di hidrolisis oleh enzim glikoslisis di hidrolisis oleh enzim menjadi CO 2 dan etanol sedangkan kadar

etanol juga akan meningkat jika tinggi CO2 semakin semakin besar karena etanol CO2 merupakan
hasil penguraian glukosa pada proses glikolisis. Sebaliknya jika CO 2 semakin kadar etanol juga akan
rendah dan kadar meningkat
VI KESIMPULAN
1. Pada tabung A positif terbentuk gelembung tersebut menandkan adanya CO 2 pada larutan
2. Pada tabung B sebelum ditambah NAOH terbentuk gelembung dan setelah ditambah NAOH
masih tetap terbentuk gelembung maka CO2 positif
3. Pad tabung C yang disambung tabung F dengan masing-masing tabung terbentuk CO 2 dari
tabung yang telah dihubungkan pada tabung F terjadi perubahan warna menjadi LTB
4. Tabung D larutan ragi didihkan, terbentuk CO2 dengan sedikit, karena kerja enzim sedikit
5. Tabung E ditambah larutan KF dengan tujuan menghambat kerja enzim dalam larutan tersebut
maka CO2 yang terbentuk hanya sedikit
VII DAFTAR PUSTAKA
1. Mulyono 2009 kamus kimia jakarta bumi aksara
2. Ariodytyta 2011 penuntun praktikum biokimia jakarta
3. Nurindah 2012 fermentasi http://nurindah-sariku.blogspot .co.id
4. Ratno 2012 fermentasi http://dunia kefir.blogspot.id/2012/11/fermentasi.html
5. Dewi 2014 jens ragi dan fungsinya http://www.cweabis.com/jenis-ragi-danfungsinya/ .html
6. Benny 2014 fermentasi http://chemyc.blogspot.co.id/R/i-k8.html
7. Yusuf. 2014

Nilai

Dosen

Ass. Dosen

Praktikan

Riong Seulina Panjaitan M,Si

Hariyadi Basri

Algren Ruben Awirana

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

ALGREN RUBEN AWIRANA


FERMENTASI (invitro dan invivo)
Percobaan ke : 6 (Enam) dan 7 (tujuh)
Hari dan Tanggal Percobaan: Kamis, 26 Mei 2016 & 10 Juni 2016
Kelompok

: Lima

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
2016

B. Fermentasi Invivo
1). Alat dan bahan
a
No

Alat
Nama Alat

Ukuran

Jumlah

.
1.
3.
4.
5.
6.
7.

Tabung Reaksi
RakTabung
Pipet tetes
Beker Gelas
Gelas ukur
Panci

standar
standar
sedang
100ml
50ml
standar

6
1
2
1
1
1

b Bahan
No
.
1.
2.
3.
4.
5.

Nama Bahan

Wujud

Konsentrasi

Jumlah

Ragi
Beras ketan putih
Beras ketan hitam
Aqua destilata
Daun Pisang

Padat
Padat
Padat
Cair
Padat

1 buah
2 ml
2 ml
1L
2 lembar

2). Prosedur kerja Invivo


Dua beras dicampur dan direndam 1 malam, cuci sampai bersih, lalu tiriskan
sambil diangin-angin, dikukus pakai dandang sampai setengah matang,lalu
siram dengan air panas sambil diaduk-aduk. Kukus lagi sampai matang.
Setelah matang diangkat lalu didinginkan ditaruh diatas tampah yang sudah di
beri alas daun pisang.
Siapkan ragi tape yang sudah dijemur degan air panas matahari sampai kering.
Tumbuk sampai halus, kemudian diayak dengan ayakan. (dikerjakan 1 hari
sebelum dipakai)
Setelah bahan tape dingin, ragi tape yang sudah halus disebar/ditabur diatas
campuran beras ketan tadi dan diaduk-aduk sampai merata/homogen.
Lalu bungkus dengan daun pisang yang sudah dibersihkan, dan diamkan
sampai 5 hari.
Setiap hari amati perubahan yang terjadi, dari kematangan, kadar air, rasa,
warna dan aroma yang terjadi.
Pengamatannya dengan tiap hari selang waktu 24 jam dari penyimpanan awal,
diambil 1 wadah plastik transparan untuk diperiksa.
Lakukan pemeriksaan tersebut sampai hari ke 5.

3). Hasil Pengamatan dan Pembahasan Invivo

Sebelum
diberi ragi
Kematangan

Rasa

Aroma

Warna

Kadar air

Hitam
keunguunguan

Sesudah di beri ragi


Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4
Agak
Matang

Matang
matang
Sedikit
Manis

Manis
manis
Makin
Menyengat
Belum
menyengat

dan berbau
tercium
dan berbau
alkohol
alkohol
Hitam
Hitam
Hitam
Hitam
keungukeungukeungu- keungu- unguan
unguan Putih
unguan
unguan
Putih agak agak kusam
kusam

Sedikit
Banyak
Banyak

Hari ke-5
Matang
Manis
Bau alkohol
sudah tidak
menyengat
Hitam
keunguunguan Putih
agak kusam
Makin banyak

1. Fermentasi yang terjadi yaitu perubahan pati menjadi gula, dan oleh ragi
gula dirubah menjadi alcohol, sehingga ketan menjadi lunak, berair, manis, dan
berbau alcohol.proses fermentasi tersebut adalah:
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per
mol)
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) Alkohol (etanol) + Karbon dioksida +
Energi (ATP)
2. Warna agak kusam, rasanya lebih manis dan aroma berbau alkohol. Bakteri yang
berperan dalam proses fermentasi ini adalah bakteri saccharomyces cerivisiae,
bakteri ini dapat merubah karbohidrat menjadi alkohol, dan karbon dioksida.
Dalam fermentasi tape ketan terlibat beberapa mikro organisme yang disebut
dengan mikrobia perombak pati menjdi gula yang menjadikan tape pada awal
fermentasi terasa manis.yang menyebabkan tape ketan berubah menjadi alkohol
karena adanya bakteri actobakter aceti (mengubah alcohol menjadi asam asetat).
3. Selama proses fermentasi tidak memerlukan oksigen. Oleh karena itulah, proses
fermentasi pada ketan yang tertutup rapat agar lebih cepat lebih cepat
dibandingkan dengan ketan yang terbuka. Lamanya proses fermentasi juga
mempengaruhi kadar alcohol yang dihasilkan.
4. Penggunaan ragi tape mempercepat kerja bakteri pada tape.
5. Pada proses fermentasi ini digunakan daun pisang karena daun pisang memberikan
suasana yang cocok mikrobia fermentator untuk berperan aktif dalam proses
fermentasi karbohidrat menjadi etanol.
6. Setelah hari ke 5 timbul berberapa jamur dikarenakan tidak dimasukan kedalam
frezer, guna menghentikan aktivitas dari ragi tersebut. Sehingga ketan yang di
buat pada percoabaan tersebut megalami kegagalan karena proses penyimpanan
yang tidak benar.

4). Kesimpulan
Dapat disimpulkan bawha ternyata dalam melakukan fermentasi yang terjadi pada
tape ketan terjadi selama 3-4 hari. Dalam proses pembuatan tape ada hal-hal yang harus
diperhatikan agar proses fermentasi tersebut berlangsung secara sempurna yaitu dalam proses
pembuatan tape tidak boleh berbicara dengan teman, dan ketika selesai harus tutup rapat tape
agar tidak terkontaminasi.Selama proses fermentasi tidak memerlukan oksigen. Oleh karena
itulah, proses fermentasi pada ketan yang tertutup rapat lebih cepat dibandingkan dengan
ketan yang terbuka. Lamanya proses fermentasi juga mempengaruhi kadar alkohol yang
dihasilkan.

2. Daftar Pustaka

Kusnawijaya, 1993. Biokimia. Exact Ganeca. Bandung.

Poejiandi, Anna.2006. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia

Sunarya . yayan dkk 2001 .praktikum kimia dasar. Bandung;FPMIP