Anda di halaman 1dari 18

Chapter 8.

Multiple Reaction

Disusun Oleh:
Afiati Saputri ( 1431410043 )
Bhekti Nugroho ( 1431410159)
Muhammad Iqbal Irzwiantama (1431410113)
Nadya Rizkita ( 14131410119 )
Rifky Anindhita Putri ( 1431410069)
Tri Aprillia Kusuma Wardhani ( 1431410072 )

TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016

8.1. reaksi irreversible orde 1 berseri


Reaksi multiple berseri biasanya dituliskan :

Misalkan reaksi terjadi saat ada paparan radiasi (reaksi terurainya A menjadi R), maka
A akan semakin berkurang seiring waktu dan R sebaliknya. Orde reaksi yang berlaku adalah :

Ada dua jenis didtribusi produk dari reaksi ini :


1. Reaksi terjadi dalam sistem Batch (pa
2. paran radiasi menyeluruh)
3. Reaksi terjadi dengan cara mengambil bagian kecil dari reaktan dan memberikan
paparan radiasi untuk selanjutnya dikembalikan menuju tangki awal
Mekanisme reaksi yang terjadi :
1. Ketika terpapar radiasi, A akan berkurang menjadi R seiring waktu, begitupun R yang
semakin bertambah. Selanjutnya, ketika R mencapai jumlah maksimum dan A di
jumlah minimum S akan terbentuk dari pengurangan R
Berikut grafik perubahannya :

2. Sebagian jumlah A akan diambil menuju tempat paparan radiasi, yang mana A akan
berubah menjadi R dan dikembalikan menuju tangki awal. Pada paparan berikutnya A
dan R akan bersaing mengabsorbsi paparan radiasi. Karena jumlah A lbih banyak,
maka kecenderungan berpihak pada pendekomposisisan A menjadi R. sehingga suatu
saat jumlah R akan maksimum. Namun sejalan waktu, R tidak akan setinggi A karena
akan langsung terdekomposisi menjadi S. inilah mengapa jumlah R sangat rendah di
sistem ini.

Sehingga untuk reaksi irreversible berseri, pencampuran dari fluida yang berbeda
komposisi akan menjadi kunci untuk pembentukan reaksi lanjutan.
TREATMENT KUANTITATIF UNTUK PLUG FLOW DAN BATCH
REATION

Penurunan diasumsikan bahwa feed tidak mengandung produk seperti R dan


S. jika persamaan disubstitusi dengan pergantian time menuju space time :

Sedangkan untuk konsentrasi maksimum reaksi lanjutan dan waktu dimana keadaan
ini tercapai adalah :

Dan Grafik untuk reaksi unimolekuler di atas adalah sebagai berikut :

Grafik konsentrasi-waktu
Grafik konsentrasi relative komponen

Treatment Kuantitatif pada


Reaktor mixed Flow

Pada mixed flow, bentuk


persamaan derivative reaksi simana feed tidak memiliki produk reaksi R dan S
adalah :

Input = output + disappearance by reaction


Dimana pada A adalah

Atau
Dimana :

Selanjutnya A disusun ulang dengan persamaan di atas menjadi :

Persamaan untuk material R :

8.2 First Order yang diikuti oleh Reaksi Zero Order


Reaksi seperti berikut

K1
A

K2
R

n1 =1

=1

dimana

(17)

n2 = 0

Untuk aliran batch dan plug CR0 = C50 = 0 didapatkan


(18)

Dan

(19)

Konsentrasi terbesar yang didapatkan, CR.max dan waktu untuk hal tersebut adalah

(20)
Dan

(21)
Ditunjukkan pada grafik 8.7

8.3 Zero Order diikuti oleh First Order Reaction


Reaksinya adalah
K1
A

K2
R

=1

dimana

(22)

n1 = 0

n2 = 1

A Present
A Absent

Untuk aliran batch dan plug dengan CR0 = C50 = 0 sehingga mendapatkan
(23)

8.4 Reaksi Irreversible (tidak dapat dikembalikan) berturut turut berbeda orde
Pada prinsipnya, kurva konsentrasi-waktu dapat dibangun untuk reaksi berturut-turut
pada orde yang berbeda. Untuk aliran plug atau reaktor batch dan untuk reaktor campuran
larutan jelas sangat sulit diperoleh; dengan demikian, metode numerik memberikan alat
terbaik untuk menangani reaksi tersebut.
Kurva konsentrasi-waktu untuk reaksi yang sedikit umum ini sangat bergantung pada
konsentrasi reaktan di dalam feed. Seperti halnya reaksi secara paralel, kenaikan konsentrasi
reaktan pada reaksi orde yang lebih tinggi; dan konsentrasi yang lebih rendah pada reaksi
orde yang lebih rendah. Hal ini menyebabkan pergeseran CRmax, dan sifat ini dapat digunakan
untuk meningkatkan distribusi produk.
8.5 Reaksi Reversible
Persamaan untuk reaksi Reversible pada orde 1 :
Gambar
8.9 dan
8.10

menunjukkan kurva waktu konsentrasi untuk komponen dalam aliran


Batch atau Plug untuk nilai yang berbeda pada kecepatan konstan.
Gambar 8.9 menunjukkan konsentrasi dalam seri reaksi reversible tidak
melewati batas maximum. Sementara gambar 8.10 menunjukkan produk
yang melewati batas maximum reaksi reversible.

8.6.

Reaksi Irreversible ( Reaksi Paralel )

Beberapa reaksi yang terdiri dari seri steps dan parallel


disebut reaksi seri-parallel.

Untuk reaksi yang mempertimbangkan senyawa

Dimana A adalah senyawa to be attacked, B adalah bahan reaktif,


dan R, S, T, dll, adalah bahan polysubstituted terbentuk selama reaksi.

Contoh dari Reaksi tersebut dapat ditemukan dalam halogenasi substitusi


berurutan (nitrasi) hidrokarbon. seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

Contoh lain yang penting adalah penambahan oksida alkena, beberapa


contoh dari yang ditunjukkan di bawah ini:

Two-Step Irreversible Reaksi Seri-Parallel


Dengan reaksi dibawah ini,

With the assumption that the reaction is irreversible, bimolecular, and of


constant
density, the rate expressions are given by
dengan asumsi reaksi irreversible,bimolecular, dan densitas
konstan, dengan kecepatn :

Reaksi Seris-Parallel Irreversible dapat dianalisis dalam hal reaksi


Seris Konstituen dan reaksi Parallel dalam hubungan yang optimum untuk
distribusi produk yang sama seperti reaksi konstituen.
Quantitative Treatment, Plug Flow or Batch Reactor
Secara umum, mengambil rasio dari dua persamaan menghilangkan
variabel waktu dan memeberi informasi produk distribusi.

Graphical Representation

Experimental Determination of the Kinetics of Reaction.

Tiga atau lebih Reaksi


Analisis tiga atau lebih reaksi dapat dibuat dengan prosedur yang
sesuai dengan yang disediakan. Dengan dua reaksi, kita dapat
menemukan bahwa reaktor aliran plug menghasilkan konsentrasi
maksimum yang lebih tinggi dari setiap reaktor aliran campuran.

Polymerization.

8.7. Reaksi Denbigh dan Masalah Khususnya


Denbigh (1958) yang pertama kalinya menemukan reaksi umum seperti yang ada
dibawah ini :

Dengan

Semua laju reaksi merupakan orde pertama dan juga untuk menyatakan hasil tidak harus
dinyatakan dalam cara matematik secara rinci. Didalam pengerjaannya, kita tidak akan
menampilkan langkah perhitungan secara detail, tapi hanya akan menampilkan hasil akhirnya
saja.
Reaktor Batch. Persamaan untuk sistem ini adalah

Untuk masalah khusus dimana CR0 = CS0 = CT0 = CU0 = 0 yang dapat menyederhanakan
persamaan di atas. Kita juga dapat mencari CR = (CA), yaitu

Dan

Pada

Untuk CR0 = CS0 = CT0 = CU0 = 0, kelakuan sistem ditunjukan pada gambar 8.17. Gambar
tersebut juga menunjukan CR,max dan waktu ketika terjadi pada laju panas konstan.

Gambar 8.17. perkembangan reaksi Denbigh dalam reaktor batch atau plug low untuk CR0 =
CS0 = CT0 = CU0 = 0.

Reaktor Aliran Campuran. Laju reaksi dalam persamaan aliran campuran menggunakan

Dan pada keadaan optimum

Pada

Secara grafik, untuk CR0 = CS0 = CT0 = CU0 = 0, gambar 8.18 menunjukan kelakuan dari sistem

ini.

Gambar 8.18. Perkembangan reaksi Denbigh dalam reaktor aliran campuran untuk CR0 = CS0 = CT0 =

CU0 = 0.

Contoh Soal