Anda di halaman 1dari 2

1.

Keunggulan metode SSBC dibandingkan dengan papsmear konvensional


adalah
a. Pemeriksaan SSBC menggunakan cairan khusus yang mampu
memisahkan sel servik dengan pengganggu seperti mucus
b. Hasil slide dengan SSBC memberikan kemudahan pembacaan
dibandingkan dengan metode konvensional
c. SSBC dapat mendeteksi potensi terjadinya lesi pada serviks,
walaupun belum terdapat selserviks yang tidak normal
d. Sample SSBC dapat diambil kapan saja
2. Yang termasuk pencegahan primer terhadap terjadnya kanker serviks
adalah
a. Deteksi Dini menggunakan Pemeriksaan IVA , Papsmear dan atau
HPV DNA
b. Melakukan Colposkopi pada pasien yang terinfeksi HPV
c. Pemberian edukasi dan vaksinasi
d. Penanganan pada lesi prakanker yang telah terdeteksi
3. Pemeriksaan berbasis asam nukleat virus adalah
a. HPV genotype
b. HPV DNA HC II
c. Shoutern Blot
d. Semua benar
4. Berikut pernyataan yang sesuai dengan pemeriksaan HPV DNA
a. Pemeriksaan dengan sensitivitas analitik akan menghasilkan
sensitivitas klinis yang baik pula
b. Pemeriksaan HPV genotype menggunakan prinsip dasar amplifikasi
signal whole genome
c. Pemeriksaan dengan batas deteksi 5000 copy per assay berkorelasi
dengan CIN2 dan CIN 3 dari pada pemeriksaan dengan batas
deteksi yang lebih kecil
d. Target Amplifikasi pada pemeriksaan HPV DNA dengan metode PCR
adalah Whole Genom HPV
5. Pernytaan yang benar terkait dengan Pemeriksaan HPV DNA HC II adalah
a. Kualitas pemeriksaan tidak sebanding dengan pemeriksaan HPV
genotype, Sehingga harganya lebih Murah
b. Pemeriksaan HPV DNA Hybrid Capture II dapat mendetkasi type HPV
yang high risk maupun yang probable High Risk.
c. Pemeriksaan HPV DNA HC II Mampu mendeteksi HPV walaupun
sudah mengalami Delesi pada region L1
d. Pemerriksaan HPV DNA HC II adalah pemeriksaan molekuler dengan
prinsip pemeriksaan mengamplifikasi Asam Nukleat Virus.
6. Siapakah yang memerlukan skrining Kanker Serviks?
a. Setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual
b. Semua wanita yang sudah pernah melahirkan
c. Semua wanita yang mempunyai riwayat keluarganya menderita
kanker serviks
d. Pria juga perlu dilakukan pemeriksaan dan vaksinasi karena dapat
menularkan pada pasangannya
7. Dasar penentuan type dari HPV adalah
a. Adanya perbedaan urutan basa nukleotida lebih dari 10%
dikelompokkan sebagai type yang baru

b. Adanya perbedaan urutan basa nukleotida lebih dari 10% pada


region L1 dikelompokkan sebagai type yang baru
c. Jika terdapat perbedaan pada region L1 dikelompokkan pada
subtipe virus yang terdeteksi terlebih dahulu
d. Berdasarkan tempat terjadinya infeksi.
8. Berikut alasan Mengapa Delesi region L1 penting pada deteksi virus HPV,
KECUALI
a. Mengakibatkan hasil negatif palsu pada pemeriksaan berbasis PCR
b. Merupakan bentuk virus yang sudah terinkoporasi dengan Inang
c. Delesi L1 berkorelasi baik dengan terjadinya CIN3
d. Butuh pemeriksaan yang sangat sensitif untuk mendeteksi HPV
yang mengalami Delesi L1
9. Pada wanita yang telah divaksinasi dengan type HPV 16 dan 18, tidak
perlu melakukan skrining lagi
a. Benar, karena penyebab kanker serviks paling banyak adalah type
16 dan 18
b. Salah, karena evaluasi keberhasilan vaksinasi belum dapat
dilakukan
c. Benar, karena jika sudah ebal terhadap HPV type 16 dan 18 tidak
mungkin terinfeksi tipe virua yang lain.
d. Salah, karen Kanker serviks dapat juga disebabkan oleh type HPV
high risk yang lain, walaupun prevalensinya lebih sedikit dibanding
type 16 dan 18
10.Kombinasi pemeriksaan cytology servik dan deteksi virus HPV
meningkatkan sensitivitas klinis, dan dapat menjarangkan inteval skrining
bila hasilnya normal

B/S