Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

FARMAKOGNOSI
IDENTIFIKASI AMILUM SECARA
KIMIAWI DAN MIKROSKOPI

Disusun oleh

PATONI
14K10087

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI


DAN FARMASI BOGOR
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat melaksanakan sebuah
praktikum dan menyelesaikannya dengan baik hingga menjadi sebuah laporan
praktikum.
Laporan praktikum ini adalah sebuah laporan yang saya buat setelah
melakukan praktikum mengenai Identifikasi Amilum Secara Kimiawi dan
Mikroskopi. Laporan ini disusun dengan sistematis dan sebaik mungkin
berdasarkan pada hasil praktikum yang sebenarnya.
Semoga laporan praktikum ini bermanfaat untuk penelitian lanjutan. Saya
menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk
itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan
kearah kesempurnaan.
Semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
penulis pada khususnya, akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Bogor, 21 Desember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................

DAFTAR ISI....................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................

A Tanggal Praktikum ............................................................................


B Tujuan Percobaan ..............................................................................
C Tinjauan Pustaka................................................................................

1
1
1

BAB II METODE KERJA ...........................................................................


A
B
C

11

Alat ..................................................................................................
Bahan ...............................................................................................
Cara Kerja .......................................................................................

11
11
11

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN.......................................................

12

A Hasil............................................................................................................
B Pembahasan................................................................................................

12
13

BAB IV PENUTUP ........................................................................................

16

A Kesimpulan .......................................................................................
B Saran .................................................................................................

16
16

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

17

LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Tanggal Praktikum
Sabtu, 19 Desember 2015

B. Tujuan Percobaan
Dapat mengetahui dan dapat membedakan macam-macam amilum yang umum
digunakan dalam sediaan farmasi.
C. Tinjauan Pustaka
Indonesia merupakan salah satu negara Agraris yang melimpah akan sumber
daya alamnya salah satunya adalah bahan makanan. Kebutuhan manusia akan
hidup itu bergantung dengan apa yang dimakan untuk keberlangsungan hidupnya.
Di Indonesia, bahan makanan pokok yang biasa dimakan adalah beras, jagung,
sagu, dan kadang-kadang juga singkong atau ubi. Bahan makanan tersebut berasal
dari tumbuhan atau senyawa yang terkandung di dalamnya sebagian besar adalah
karbohidrat.
Karbohidrat merupakan segolongan besar senyawa organik yang paling
melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk
hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan
(misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun
(misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).
Pati atau amilum merupakan simpanan energi didalam sel-sel tumbuhan,
berbentuk butiran-butiran kecil mikroskopik dengan diameter berkisar antara 5-50
nm. Di alam, pati banyak terkandung dalam beras, gandum, jagung, biji-bijian
seperti kacang merah atau kacang hijau dan banyak juga terkandung dalam
berbagai jenis umbi-umbian seperti singkong, kentang atau ubi. Didalam berbagai
produk pangan, pati umumnya akan terbentuk dari dua polimer molekul glukosa
yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polimer glukosa rantai
panjang yang tidak bercabang, sedangkan amilopektin merupakan polimer
Laporan Farmakognosi | 1

glukosa dengan susunan yang bercabang-cabang. Komposisi kandungan amilosa


dan amilopektin ini akan bervariasi dalam produk pangan, dimana produk pangan
yang memiliki kandungan amilopektin tinggi akan semakin mudah untuk dicerna
Penampang amilum pada berbagai tanaman tentu berbeda-beda. Karena itu,
pada praktikum kali ini akan membahas tentang perbedaan jenis amilum pada
tumbuhan, seperti amilum pada amilum pada beras (Oryza sativa), amilum pada
jagung (Zea mays), amilum pada singkong (Manihot utilissima) dan amilum pada
gandum (Triticum aestivum L).
1

Amilum

Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu sebagian
besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian (Poedjiadi, A.
2009). Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada
kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai
wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan
dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jarijari teras, kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi. Amilum merupakan 5065%

berat

kering

biji

gandum

dan

80%

bahan

kering

umbi

kentang (Gunawan,2004). Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang


kedua-duanya adalah polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 28 %)
dan sisanya amilopektin.
Amilosa
Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan denganikatan 1,4
glikosidik. Jadi molekulnya menyerupai rantaiterbuka.
Amilopektin
Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besarmempunyai ikatan 1,4glikosidik dan sebagian ikatan 1,6-glikosidik. adanya ikatan 1,6-glikosidik
menyebabkanterdjadinya cabang, sehingga molekul amilopektinberbentuk rantai
terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin lebih besar dari pada molekul
amilosa karena terdiri atas lebih 1000 unit glukosa (Poedjiadi, A. 2009).

Laporan Farmakognosi | 2

Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan
80% bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asama
mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif
(Gunawan, 2004).
Bentuk sederhana amilum adalah glukosa dan rumus struktur glukosa adalah
C6H11O6 dan rumus bangun dari - D- glukosa. Amilum dapat dihidrolisis
sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis
juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase, dalam air ludah dan dalam
cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap
amilum yang terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase, amilum diubah
menjadi maltosa dalam bentuk maltosa (Poedjiadi,A. 2009). Amilum juga
disebut dengan pati. Pati yang diperdagangkan diperoleh dari berbagai bagian
tanaman, misalnya endosperma biji tanaman gandum, jagung dan padi ; dari umbi
kentang ; umbi akar Manihot esculenta (pati tapioka); batang Metroxylon sagu
(pati sagu); dan rhizom umbi tumbuhan bersitaminodia yang meliputi Canna
edulis, Maranta arundinacea, dan Curcuma angustifolia (pati umbi larut) (Fahn,
1995). Tanaman dengan kandungan amilum yang digunakan di bidang farmasi
adalah jagung (Zea mays), Padi/beras (Oryza sativa), kentang (Solanum
tuberosum), ketela rambat (Ipomoea batatas), ketela pohon (Manihot utilissima)
(Gunawan, 2004).
Pada bidang farmasi, amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari
Zea mays Linne (Graminae), Triticum aesticum Linne (Graminae), dan Solanum
tuberosum Linne (Solanaceae). Granul amilum jagung berbentu polygonal,
membulat atau sferoidal dam mempunyai garis tengah 35 mm. Amilum gandum
dan kentang mempunyai komposisi yang kurang seragam, masing-masing
mempunyai 2 tipe granul yang berbeda (Gunawan, 2004).
Amilum digunakan sebagai bahan penyusun dalam serbuk dan sebagai
bahan pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan pengisi
tablet, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Sementara suspensi amilum dapat
diberikan secara oral sebagai antidotum terhadap keracunan iodium dam amilum
gliserin biasa digunakan sebagai emolien dan sebagai basis untuk supositoria
Laporan Farmakognosi | 3

(Gunawan, 2004). Sebagai amilum normal, penggunaanya terbatas dalam industri


farmasi. Hal ini disebabkan karakteristiknya yang tidak mendukung seperti daya
alir yang kurang baik, tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan
sebagai pengisi tablet bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau
sebagai musilago, bahan pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah
(Anwar, 2004).
Amilum hidroksi-etil adalah bahan yang semisintetik yang digunakan
sebagai pengencer plasma (dalam larutan 6%). Ini merupakan pengibatan
tasmbahan untuk kejutan yang disebabkan oleh pendarahan, luka terbakar,
pembedahan, sepsis, dan trauma lain. Sediaan amilum yang terdapat dalam
pasaran adalah Volex (Gunawan, 2004).
Fungsi amilum dalam dunia farmasi digunakan sebagai bahan penghancur atau
pengembang (disintegrant), yang berfungsi membantu hancurnya tablet setelah
ditelan (Syamsuni H,A. 2007).
2

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman

1. Singkong (Manihot utilissima)


Klasifikasi:
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Malpighiales

Famili

: Euphorbiaceae

Bangsa

: Manihoteae

Genus

: Manihot

Spesies

: Manihot utilissima

Morfologi:
Tanaman singkong tidak memiliki bunga, termasuk tanaman
berkormus karena memiliki akar, batang, daun sejati, tinggi tanaman

Laporan Farmakognosi | 4

235 cm, berumur 2 bulan. Tanaman saingkong mempunyai sistem


perakaran serabut, akar berwarna putih kekuningan, panjang akar 30
cm, panjang rambut akar 50 cm, termasuk tumbuhan dikotil, akar
menggembung berisi cadangan makanan.
Permukaan batang berwarna coklat, dalam batang berwarna putih
kekuning-kuningan, memiliki diameter selebar 2-4cm, batangnya
beruas-ruas.
Permukaan daun rata, tulang daun menjari, jenis daun tunggal, bentuk
daun lingkaran, daun berwarna hijau (berklorofil), tangkai daun
berwarna merah, ujung daun lancip, tangkai daun panjang, berwarna
kemerahan.
Bunga berukuran sangat kecil, berwarna putih, kelopak berjumlah 5
buah berwarna hijau dan berukuran lebih besar dari ukuran bunga,
bunga tidak memiliki alat kelamin jantan maupun betina. Umbi
memiliki diameter 2-5cm, panjang 20-60cm, daging umbi berwarna
putih/ kekuning-kuningan, kulit umbi berwarna coklat, dagingnya
bergetah
2.

Gandum (Triticum aestivum L)


Klasifikasi:
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Poales

Famili

: Poaceae

Genus

: Triticum

Spesies

: T. aestivum L

Morfologi:

Laporan Farmakognosi | 5

Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 68 mm dan


diameter 23 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki
tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian
kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Bagian
kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena
merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini
biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.
3.

Jagung (Zea mays)


Klasifikasi:
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Poales

Famili

: Poaceae

Genus

: Zea

Spesies

: Zea mays L.

Morfologi:
Deskripsi Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus
hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus
merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap
pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi.
Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1 m sampai
3 m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8
m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman
yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku
batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.

Laporan Farmakognosi | 6

Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari


buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung
lignin. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum
dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang
batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset.
permukaan yang halus sampai berbulu. Batang tidak memiliki tangkai.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara
pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu
tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut.
Stoma pada daun jagung berbentuk halter. Warna hijau tua dengan
permukaan yang berbulu.
Bunga betina jagung berupa tongkol yang terbungkus oleh semacam
pelepah dengan rambut. Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai
putik. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah
(diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga
memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret.
Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal:
gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa
karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan
beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol
tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.
4.

Padi (Oryza sativa)


Klasifikasi:
Regnum

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Kelas

: Monocotyledoneae,

Ordo

: Poales,

Famili

: Graminae

Genus

: Oryza Linn

Species

: Oryza sativa L.
Laporan Farmakognosi | 7

Morfologi:
Tanaman padi termasuk tanaman setahun atau semusuim yang
berbentuk herba. Tinggi tanaman mencapai 120 cm. Bagian tanaman
secara garis besar terdapat bagian vegetatif dan generatif.Sistem
perakarnya merupakan sistem perakaran serabut (radyx adventica),
letak susunn akarny tidak dalam kira kira pada kedalaman 30 cm.
Karena itu akar banyak mengambil makanan dari tanah yang berada di
atas.
Batang pada Oryza sativa tersusn dalam rangkaian beruaas-ruas
(internodus), dan diantara ruas satu dengan lainnya dipisahkan oleh
buku (nodus). Ruas batang didalamnya beronga rongga dan berbentuk
bulat (teres), dari atas kebwah ruas batang semakin pendek dan ruas
paling pendek berada pada bagian batang palin bawah.
Daun termasuk daun tunggal terdiri dari helaian daun (lamina) dan
pelepah daun (vagina) yang menyelubungi batang. Bangun daun
berbentuk garis (linearis), pada berbatasan antara daun dan pelepah
daun terdapat lidah daun (ligula). Didalam ketiak daunterdapat
kuncup yang tumbuh menjadi batang. Tulang daun sejajar
(rectinervis).
Bunganya, termaksud bunga majemuk dalam karanga bunga malai
(panicula).

Tiap panicula terdiri

disebut spica, setiap spica terdiri


disebut flosculus.

Sumbu

dari
dari

utama

kumpulan
satuatau

tempat

bunga
lebih

yang
bunga

melekatnya spicula

disebut rachis, sumbu dari spicula disebut rachilla. bunga bisexualis,


flosculusmempunyai 2 sekat kelopak yang besar disebut lemma dan
ukuran

yang

lebih

kecil

disebut palea. Dibawah lemma terdapat gluma I dan gluma II. Alat
kelaminterdiri dari benang sari sebanyak 6 buah, tangkai sariny endek
dan tipis. Putik mempunyai 2 buah tangkai dengan epala putik yang
berbentuk seperti bulu, letak ovulum seperum dan carpellum 2 buah.
Termasuk kedalam buah cariopsis yang sehari hari disebut biji padi
atau bulir, gabah sebenarnya bukan bijimelainkan buah padi.

Laporan Farmakognosi | 8

Identifikasi Amilum
1) Amilum Manihot (Pati Singkong)
Pati singkong adalah pati yang diperoleh dari umbi akar Manihot
utillissima Pohl ( familia Euphorbiaceae ).
Pemerian : serbuk sangat halus, putih. Kelarutan : paktis tidak larut
dalam air dingin dan dalam etanol.
Mikroskopik : butir tunggal, agak bulat atau bersegi banyak, butir
kecil diameter 5m sampai 10m, butir besar bergaris tengah 20m
sampai 35m, hilus di tengah berupa titik, garis lurus atau bercabang
tiga, lamela tidak jelas,konsentris, butir majemuk sedikit, terdiri atas
dua atau tiga butir tunggal tidak sama bentuknya.
Bahan organik asing : tidak lebih dari sespora sel.
Wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup rata
2) Amilum Tritici (Pati Gandum)
Amylum tritici Pati gandum adalah pati yang diperoleh dari
biji Triticum aestivum L.
Mikroskopik : butir, bentuk cakram besar atau seperti ginjal ukuran
10m sampai 45m, bentuk bulat telur,terbelah sepanjang poros
utama, butir bersegi banyak atau bulatan kecil, ukuran 2 m sampai
10m. Jarang diketemukan butiran dengan ukuran sedang. Hilus dan
lamela sukar terlihat. Amati di bawah cahaya terpolarisasi,tampak
bentuk silang berwarna hitam, memotong pada hilus.
3) Amilum Maydis (Pati Jagung)
Pati jagung adalah pati yang diperoleh dari biji Zea mays L ( familia
Poaceae

Pemerian,kelarutan,bahan

organik

asing,wadah

penyimpanan : memenuhi syarat seperti yang tertera pada Pati


Singkong.

Laporan Farmakognosi | 9

Mikroskopik : butir bersegi banyak, bersudut, ukuran 2m sampai


23matau butir bulat dengan diameter 25m sampai 32m. Hilus
ditengah berupa rongga yang nyata atau celah berjumlah 2 sampai
5,tidak ada lamela. Amati di bawah cahaya terpolarisasi, tampak
bentuk silang berwarna hitam, memotong pada hilus.
4) Amilum Oryzae (Pati Beras)
Amylum oryzae Pati beras adalah pati yang diperoleh dari biji Oryza
sativa L. (Familia Poaceae). Pemerian,kelarutan,bahan organik
asing,wadah penyimpanan : memenuhi syarat seperti yang tertera pada
Pati Singkong. Mikroskopik : butir versegi banyak ukuran 2m
sampai 5m, tunggal atau majemuk bentuk bulat telur ukuran 10m
sampai 20 m. Hilus ditengah, tidak terlihat jelas,tidak ada lamela
konsentris. Amati di bawah cahaya terpolarisasi, tampak bentuk silang
berwarna hitam, memotong pada hilus.

Laporan Farmakognosi | 10

BAB II
METODE KERJA
A. Alat

1
2
3
4
5
6
7
8
B. Bahan
1
2
3
4
5
6

Gelas obyek
Gelas penutup
Mikroskop
Beker gelas
Pipet tetes
Tabung reaksi
Kasa
Kaki tiga
Aquadest
Larutan iodium
Pati beras
Pati jagung
Pati singkong
Pati jagung

C Cara Kerja
Pemeriksaan Amilum dengan Larutan Iodium
Dibuat larutan amilum 2%, dipanaskan 5 menit
(mendidih) lalu didinginkan, untuk semua jenis amilum
yang diperiksa dimasukkan dalam tabung reaksi
ditambahkan 3 tetes larutan iodium.
Dicatat warna yang terjadi saat dipanaskan dan
didinginkan untuk masing-masing jenis amilum yang
diperiksa.
Dibandingkan hasilnya dengan literature yang tersedia.
Pemeriksaan Amilum secara Mikroskopi
Diambil sedikit amilum (secukupnya), diletakkan di atas
gelas obyek, ditetesi dengan sedikit air dan ditutup
dengan gelas penutup.
Diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran lemah
dan pembesaran kuat.
Dianalisis bentuk amilum dari masing-masing spesies
tanaman.

BAB III

Laporan Farmakognosi | 11

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1 Reaksi Warna Pati dengan Penambahan Iod
PATI

WARNA
SESAAT

DIPANASKA
N

DIDINGINKAN

(+) Iod

Beras

Putih
keruh

putih,
emdapan
larut

Bening

Biru muda

Jagung

Putih
keruh

Putih

Bening

Ungu
kebiruan

Gandu
m

Krem/
kuning
keruh

Kuning pekat,
endapan
larut

Bening dengan
endapan putih

Biru
dongker

Singko
ng

Putih
keruh

Larutan
putih,
endapan
larut

Bening dengan
endapan putih
kekuningan

Biru toska

2 Pemeriksaan Amilum secara Mikroskopi


Pati Gandum

Pati Beras

Bentuk cakram atau spiral seperti


ginjal ukuran 10nm-45nm bentuk
bulat telur, terbelah sepanjang
poros utama, butir bersegi banyak/
bulatan kecil, ukuran 2-10nm dan
lamella sukar terlihat, tampak
bentuk silang berukuran hitam,
memotong pada hillus.

Terlihat butiran persegi


banyak, tunggal atau
majemuk, hillus tidak terlihat
jelas dan tidak ada lamella
konsentrasi.

Laporan Farmakognosi | 12

Pati Jagung

Pati Singkong

Berupa butiran tunggal dan jaringan


berkelompok agak bulat dan
bersegi banyak berbentuk topi baja,
hiluus terlihat di tengah berbentuk
garis dan berulang dengan lamella
tidak jelas.

Butiran tunggal dan


berkelompok agak bulat dan
pesegi banyak, hillus terletak
ditengah.

B. Pembahasan
Amylum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat
dialam, yaitu sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi,
daun, batang, dan biji-bijian. Amylum terdiri dari dua macam
polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa,
yaitu amilosa (kira-kira 20 28 %) dan sisanya amilopektin.
Amilosa: Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan
dengan ikatan 1,4 glikosidik. Jadi molekulnya menyerupai
rantai terbuka. Amilopektin:Terdiri atas molekul D-glukosa yang
sebagian besar mempunyai ikatan 1,4- glikosidik dan sebagian
ikatan 1,6-glikosidik. adanya ikatan 1,6-glikosidik menyebabkan
terjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin berbentuk
rantai terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin lebih besar
dari pada molekul amilosa karena terdiri atas lebih 1000 unit
glukosa.
Amylum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan
80% bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amylum
oleh asam mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir
secara hampir kuantitatif. Amylum dapat dihidrolisis sempurna
dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa.
Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase,
dalam air ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh
pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap amylum yang
terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase, amylum diubah
menjadi maltosa dalam bentuk maltose.

Laporan Farmakognosi | 13

Identifikasi amilum secara mikroskopis dan secara kimiawi.


Sampel yang digunakan pada percobaan kali ini adalah Amylum
manihot, Amylum maydis, Amylum oryzae, dan Amylum Tritici.
Identifikasi secara kimiawi kandungan amilum bertujuan untuk
mengidentifikasi ada atau tidaknya amilum dalam sampel yakni
dengan cara uji iodine. Pada uji ini sampel yang mengandung
amilum akan berubah warna menjadi biru. Sampel terlebih
dahulu dipanaskan agar amilum dapat larut sempurna dnegan air
sehinggga lebih mudah dalam pendeteksian kandungan amilum.
Berdasarkan hasil percobaan sampel yang telah dipanaskan
kemudian ditetesi dengan iodine berubah menjadi biru ini
dikarenakan warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil
dari ikatan kompleks antara amilum dengan iodin.
Identifikasi amilum secara mikroskopis bertujuan agar kita
lebih mengetahui bentuk-bentuk yang khas dari masing-masing
amilum

pada

sampel

sehingga

kedepannya

akan

lebih

memudahkan praktikan dalam membuat sediaan farmasi.


Pati jagung adalah pati yang diperoleh dari biji Zea mays L
( familia Poaceae). Berdasarkan hasil praktikum bahwa pati
jagung berupa butir bersegi banyak, bersudut, atau butir bulat,
kemudian terdapat butir pati dan hilus yang berupa rongga atau
celah dan terdapat lamela. Bentuk dan ukuran granula pati
jagung dipengaruhi oleh sifat biokimia dari khloroplas atau
amyloplasnya. Sifat birefringence adalah sifat granula pati yang
dapat

merefleksi

cahaya

terpolarisasi

sehingga

di

bawah

mikroskop polarisasi membentuk bidang berwarna biru dan


kuning. Warna biru dan kuning pada permukaan granula pati
disebabkan

oleh

adanya

perbedaan

indeks

refraktif

yang

dipengaruhi oleh struktur molekuler amilosa dalam pati. Bentuk


heliks dari amilosa dapat menyerap sebagian cahaya yang

Laporan Farmakognosi | 14

melewati granula pati. Bentuk granula merupakan ciri khas dari


masing-masing pati. Tidak ada hubungan yang nyata antara
gelatinisasi dengan ukuran granula pati, tetapi suhu gelatinisasi
mempunyai hubungan dengan kekompakan granula, kadar
amilosa, dan amilopektin. Pati jagung mempunyai ukuran granula
yang cukup besar dan tidak homogen yaitu 1-7m untuk yang
kecil dan 15-20 m untuk yang besar. Granula besar berbentuk
oval polyhedral dengan diameter 6-30 m. Granulapati yang
lebih kecil akan memperlihatkan ketahanan yang lebih kecil
terhadap perlakuan panas dan air dibanding granula yang besar.
Jagung normal mengandung 15,3-25,1% amilosa, jagung jenis
waxy hampirtidak beramilosa, jagung amilomize mengandung
42,6-67,8% amilosa, jagung manis mengandung 22,8% amilosa.
Amilosa memiliki 490 unit glukosa per molekul dengan rantai
lurus 1-4 a glukosida, sedangkan amilopektin memiliki 22 unit
glukosa per molekul dengan ikatan rantai lurus 1-4 a glukosida
dan rantai cabang 1,6- a glukosida. Berdasarkan pengamatan
pada pati jagung setelah ditambahkan larutan iodium dan
dipanaskan warnanya berubah menjadi biru. Hal ini menendakan
bahwa terdapat amilum pada pati jagung tersebut.
Pati

singkong

adalah

pati

yang

diperoleh

dari

umbi

akar Manihot utillissimaPohl (familia Euphorbiaceae) berupa butir


tunggal,butir agak bulat atau bersegi banyak butir kecil, ada
butir pati,dan juga hilus yang berupa garis dan titik, ada juga
lamella tapi tidak jelas,yang berupa butir majemuk sedikit. Ketika
sampel ditetesi dengan larutan iod sampel menunjukkan warna
ungu kebiruan, hal ini jelas menunjukkan bahwa terdapat amilum
pada pati singkong yang diamati.
Pati beras adalah pati yang diperoleh dari biji Oryza sativa L.
(Familia Poaceae) yang berupa butir bersegi banyak, tunggal
atau majemuk bentuk bulat telur, terdapat butir telur dan hilus

Laporan Farmakognosi | 15

yang tidak terlihat jelas, dan tidak terdapat lamella. Ketika pati
beras ditetesi iod menghasilkan warna biru muda yang berarti
menunjukkan bahwa pati beras yang diuji positif mengandung
pati.
Pati gandum adalah pati yang diperoleh dari biji Triticum
aestivum L yang berupa butir bentuk cakram besar seperti ginjal;
bentuk

bulat

telur

sepanjang

poros

utama;

butir

bersegi

banyak/bulatan kecil. hilus dan lamella sulit terlihat. Pada saat


pengujian, larutan pati gandum ditetesi dengan iod menunjukkan
hasil yang positif dengan pembentukan warna biru dongker.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat
dialam, yaitu sebagian besar tumbuhan terdapat pada
umbi, daun, batang, dan biji-bijian Amilum merupakan salah

Laporan Farmakognosi | 16

satu bagian dari sel yang bersifat non protoplasmik yang


ada

didalam

dengan

plastida.

terbentuknya

Perkembangan
hilus,

amilum

kemudian

dimulai

diikuti

oleh

pembentukan lamella yang semakin banyak.


Untuk membedakan macam-macam amilum dilakukan 2
pengujian

yaitu

secaramikroskopis dan

secara kimiawi,

untuk uji secara mikroskopis dapat diamati perbedaan


bentuk pati dari tiap-tiap amilum dan secara secara kimiawi
yaitu mendeteksi kandungan amilum dengan perubahan
warna sampel menjadi biru setelah ditetesi dengan iodine.

B. Saran
Jika masih ada yang kurang dalam laporan ini dimohon untuk diberi
masukan agar pada praktikum selanjutnya bisa lebih baik lagi.
Diperlukan praktikum yang lebih akurat lagi, agar hasilnya sesuai.
Saat mengamati amilum dibawah mikroskop, sebaiknya
medium yang digunakan jangan terlalu banyak, karena
akan mempengaruhi penampang yang diamati. Jika terlalu
banyak medium, globul air akan mempersulit kita untuk
mengamati hilus dan lamella yang terbentuk.

DAFTAR PUSTAKA

Kent NL. 1975. Technology of Cereals with Special References to


Wheat. Oxford: Pergamon Pr.

Laporan Farmakognosi | 17

Anwar, E. et al.2004. Pemanfaatan Maltodekstrin Pati Terigu Sebagai


Eksipien dalam Formula Sediaan Tablet dan Niosom.Yogyakarta: Gajah
Mada University Press
Fahn, A.1995. Anatomi Tumbuhan edisi ketiga.Yogyakarta: Gajah Mada
University Press
Gunawan,D.,Mulyani,S.2004.Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) jilid 1.
Jakarta: Penebar Swadaya
Poedjiadi.2009.Dasar-dasarBiokimia.Jakarta:Universitas Indonesia Press
Syamsuni, H. A. 2007. Ilmu Resep.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran

Ferry Effendi, S.Si, Apt. Penuntun Praktikum Farmakognosi I. STTIF Bogor.

LAMPIRAN

Laporan Farmakognosi | 18

Pemeriksaan amilum dengan larutan iodium

Pati jagung

Pati gandum

Pati Singkong

Pati beras

Laporan Farmakognosi | 19