Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

Nama Madrasah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi Pokok
ZAKAT
Alokasi Waktu

:
MTs Negeri Simo
: Fikih
: VIII / 1
: INDAHNYA BERBAGI DENGAN ORANG LAIN
: 10 x 40 menit ( 5 Kali pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI
1. Kompetensi Inti (KI 1):
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Kompetensi Inti (KI 2):
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Kompetensi Inti (KI 3):
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Kompetensi Inti (KI 4):
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI DASAR
1.4 Menghayati hikmah zakat
2.4

INDIKATOR

Membiasakan
sikap
dermawan
sebagai
inplementasi hikmah dari
zakat.

3.4.1
3.4 Menganalisis
ketentuan 3.4.2
pelaksana an zakat
3.4.3
3.4.4
3.4.5
3.4.6
3.4.7

Menjelaskan pengertian zakat


Menunjukkan dalil tentang zakat
Menyebutkan rukun puasa
Menyebutkan sarat zakat
Menjelaskan waktu zakat fitrah
Menyebutkan tujuan zakat fitrah
Menjelaskan pengertian zakat
mal dan hukumnya
3.4.8 Menyebutkan rukun zakat mal
3.4.9 Menyebutkan nisab dan waktu
zakat mal
3.4.10 Menjelaskan akibat buruk bagi
orang yang tidak mengeluarkan
zakat

3.4.11 Menyebutkan orang


berhak menerima zakat
4.4

yang

Menyajikan
ketentuan 4.3.1 Mempraktikkan zakat fitrah
pelaksanaan zakat
4.3.2 Mempraktikkan zakat fitrah

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah mengikuti pembimbingan melalui pemberian uswah peserta
didik dapat menyakini pentingnya zakat dengan benar dan khidmad
2. Setelah mengikuti pembimbingan melalui pengamatan dan
pemberian contoh, peserta didik dapat membiasakan diri untuk
membayar zakat
3. Setelah mengikuti pembelajaran melalui ceramah dan tanya jawab ,
peserta didik dapat menyebutkan pengertian zakat dapat dengan
benar dan lengkap.
4. Setelah mengikuti pembelajaran melalui diskusi kelompok peserta
didik dapat menunjukkan dalil tentang zakat dengan percaya diri, dan
benar
5. Setelah mengikuti pembelajaran melalui ceramah dan tanya jawab,
peserta didik dapat menjelaskan syarat zakat fitrah dengan jujur dan
benar
6. Setelah mengikuti pembelajaran melalui ceramah dan tanya jawab,
peserta didik dapat menjelaskan waktu membayar zakat fitrah
dengan jujur dan benar
7. Setelah mengikuti pembelajaran melalui ceramah dan tanya jawab,
peserta didik dapat menjelaskan tujuan zakat fitrah
8. Setelah mengikuti pembelajaran melalui ceramah dan tanya jawab,
peserta didik dapat menjelaskan pengertian zakat mal dan hukumnya
9. Setelah mengikuti pembelajaran melalui diskusi kelompok peserta
didik dapat menyebutkan rukun zakat mal dengan percaya diri, dan
benar
10.
S
etelah mengikuti pembelajaran melalui diskusi kelompok peserta
didik dapat menjelaskan akibat buruk bagi orang yang tidak
mengeluarkan dengan percaya diri, dan benar
11.
S
etelah mengikuti pembelajaran melalui diskusi kelompok peserta
didik dapat menyebutkan
orang-orang yang berhak berhak
menerima zakat dengan percaya diri, dan benar
12.
S
etelah mengikuti pembelajaran melalui ceramah dan tanya jawab ,
peserta didik dapat mempraktikkan zakat fitrah Ramadhan dengan
percayadiri dan benar
13.
S
etelah mengikuti pembelajaran melalui ceramah dan tanya jawab ,
peserta didik dapat mempraktikkan zakat fitrah Ramadhan dengan
percayadiri dan benar
D. MATERI PEMBELAJARAN
Zakat Fitrah
1. Pengertian Zakat Fitrah

Zakat berasal dari kata ( ) menurut bahasa artinya tumbuh


suci atau berkah. Sedangkan menurut istilah zakat ialah pemberian
harta dengan kadar tertentu kepada yang berhak sebagai ibadah wajib
kepada Allah.
Zakat fitrah adalah zakat berupa makanan pokok yang wajib
ditunaikan untuk setiap jiwa satu tahun sekali. Besarnya zakat fitrah
adalah 2,5 kg per jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak
maupun dewasa.
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan.
Kewajiban zakat sama halnya dengan kewajiban shalat. Orang yang
berzakat disebutkan muzaki. Adapun orang yang menerima zakat
disebut mustahik.
2. Dalil-dalil Zakat
a. Firman Allah Surah An Nisa: 77
( : )
Artinya:
Dirikanlah shalat dan bayarkanlah zakat (Q.S. An-Nisa: 77)
b. Firman Allah Surah At-Taubah: 103

( :)
Artinya:
Ambillah dari harta mereka sedekah wajib (zakat) untuk
membersihkan dan menyucikan dengannya (Q.SAt-Taubah: 103)
c. Firman Allah Surah Adz-Dzariyat: 19
( : )
Artinya:
Dan pada harta mereka hak bagi orang-orang miskin yang meminta
dan orang-orang miskin yang tidak mendapat bagian (Q.S AdzDzariyat: 19)
d. Sabda Rasulullah saw;














( )



Artinya:
Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan diri
orang-orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan
perkataan kotor serta untuk memberikan makan kepada orang
miskin (H.R Abu Daud)
Sabda Rasulullah saw

:









:


( )








Artinya:
Dari Ibnu Abas katanya: telah diwajibkan oleh Rasulullah saw
zakat fitrah yang membersihkan orang yang berpuasa dan pemberi
makan bagi orang miskin. Barang siapa menunaikannya sebelum
hari raya, maka zakat itu diterima dan barangsiapa membayarnya
sesudah shalat maka zakat itu sebagai sedekah saja.
(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
3. Syarat Wajib dan Rukun Zakat Fitrah
a. Syarat wajib zakat fitrah

Seorang muslim yang sudah memenuhi persyaratan tertentu


sesuai yang ditetapkan syarat mengenai zakat fitrah, ia wajib
menunaikannya. Syarat-syarat wajib zakat fitrah adalah sebagai
berikut:
1) Islam, orang yang tidak beragama ISlam tidak wajib menunaikan
zakat fitrah
2) Mempunyai kelebihan makanan untuk sehari semalam bagi
seluruh keluarganya pada waktu terbenam matahari dan pada
penghabisan bulan Ramadhan
3) Masih hidup pada hari raya Idul Fitri atau bayi yang baru lahir
sebelum Idul Fitri
b. Rukun zakat fitrah
Rukun zakat fitrah adalah segala sesuatu yang harus ada
dalam pelaksanaan zakat fitrah. Jika tidak ada salah satunya, zakat
fitrah tersebut tidak sah.
Rukun zakat fitrah ada lima yaitu sebagai berikut
1) Ada pemberi zakat fitrah (muzaki)
2) Ada penerima zakat fitrah (mustahik)
3) Ada harta yang dizakatkan
4) Waktu mengeluarkan zakat sudah sesuai dengan ajaran agama
yaitu awal Ramadhan hingga sebelum shalat Idul Fitri
5) Besarnya zakat fitrah yang dikeluarkan sesuai dengan ajaran
agama
4. Waktu-waktu Membayar Zakat Fitrah
Zakat fitrah dikeluarkan (membayar) berkenan dengan selesainya
melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Waktu-waktu membayar zakat
fitrah yaitu sebagai berikut.
a. Waktu yang diperbolehkan, yaitu awal Ramadhan, pertengahan,
dan akhir Ramadhan
b. Waktu yang diharuskan, yaitu mulai terbenam matahari dan akhir
Ramadhan
c. Waktu yang paling baik, yaitu dibayar sesudah shalat subuh
sebelum pergi shalat idul Fitri.
d. Waktu yang tidak diperbolehkan yaitu membayar zakat fitrah
sesudah shalat Idul Fitri
Dengan demikian, apabila kita mengeluarkan zakat fitrah pada waktu
yang tidak diperbolehkan maka dianggap sebagai sedekah atau infak.
Berarti barang yang dibayarkan dianggap sebagai zakat fitrah.
5. Ukuran Zakat Fitrah
Benda yang digunakan untuk zakat fitrah adalah makanan pokok
menurut tiap-tiap tempat (daerah). Misalnya, di daerah kita makanan
pokoknya adalah beras maka yang harus dizakatkan berupa beras.
Untuk setiap kadar atau ukuran zakatnya adalah 3,1 liter atau 2,5
kg beras. Akan tetapi, bisa juga diganti dengan uang yang nilainya
seharga 3,1 liter atau 2,5 kg beras. Jika harga 1 kg beras Rp. 5.000,00
maka zakat fitrah untuk setiap orang adalah Rp. 12.500,00
6. Akibat Orang yang tidak Mengeluarkan Zakat Fitrah
Ada beberapa akibat orang yang tidak mengeluarkan zakat fitrah,
antara lain sebagai berikut:
a. Dia akan berdosa karena zakat fitrah wajib hukumnya
b. Puasa Ramadhan yang dikerjakan kurang sempurna
c. Dia akan menjadi orang yang kufur nikmat
d. Sama saja memakan sebagian harta orang lain
e. Di dalam dirinya akan terbentuk sifat kikir (bakhil) dan egois

f. Rezekinya akan sempit


7. Mustahik Zakat
Mustahik zakat fitrah adalah orang-orang yang berhak menerima
zakat fitrah. Ada delapan asnaf (golongan) yang menerima zakat.
Golongan tersebut sebagai berikut.
a. Fakir
b. Miskin
c. Amil
d. Mualaf
e. Riqab
f. Gharim
g. Ibnu sabil
h. Sabilillah
8. Terbiasa Membayar Zakat Fitrah
Pentingnya zakat dilaksanakan oleh kaum muslimin selalu
ditegaskan oleh Allah swt. Oleh sebab itu tanamkanlah dalam dirimu
dan keluargamu untuk selalu membayar zakat yang menjadi hak orang
lain. Awalilah dengan cara setiap kali diberi uang jalan maka sisihkan
sebagian untuk ditabung. Ambillah nanti pada saat bulan Ramadhan.
Dari hasil tabungan itu serahkan pada orang tua kalian untuk
membayar zakat, maka dengan sendirinya akan menjadi kebiasaan
untuk setiap waktu membayar zakat dengan senang hati. Hukum zakat
adalah wajib bagi yang mampu.
Nisab : Batas ketentuan minimal harta yang dimilik
Haul : batas ketentuan waktu yang telah ditentukan minimal satu
tahun
Hikmah Zakat
Hikmah zakat ini adalah besar sekali. Secara rinci diuraikan sebagai
berikut :
a. Untuk mensyukuri nikmat Allah SWT
b. Meringankan beban hidup fakir miskin
c. Untuk mengurangi kejahatan dalam masyarakat
d. Untuk menumbuhkan sikap kasih saying antara sesame dan
menghilangkan sifat kikir
e. Untuk menenangkan hati orang yang baru masuk islam
Zakat Harta (Mal)
1. Pengertian Zakat Mal dan Hukumnya
Zakat mal adalah bagian dari harga kekayaan seseorang yang
wajib diberikan kepada orang-orang tertentu setelah mencapai nisab
dan haul. Tujuannya adalah untuk membersihkan atau mensucikan
harta yang dimiliki.
2. Dalil-daliL Zakat (Harta)
a. Firman Allah swt



( : )
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal
saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka
mendapat pahala di sisi Tuhannya, tidak ada kekhawatiran

terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S. AlBaqarah: 277)
b. Firman Allah swt

( : )...
Artinya:
Ambillah dari harta mereka sedekah (zakat) untuk memberikan
mereka dan menghapus kesalahan mereka (Q.S. At-Taubah: 103)
3. Syarat dan Rukun Zakat Harta
a. Syarat zakat harta
Seseorang yang telah memenuhi persyaratan tertentu yang
ditetapkan syarat mengenai zakat mal, wajib baginya menunaikan
zakat mal. Syarat wajib zakat mal adalah sebagai berikut.
1) Seorang muslim yang merdeka (bukan hamba sahaya)
2) Sudah baliq (dewasa pikirannya)
3) Berakal sehat
4) Memiliki harga secara penuh
5) Harta yang dimiliki telah mencapai hisab (batas ketentuan zakat)
b. Rukun zakat harta
Rukun zakat mal adalah segala sesuatu yang harus ada dalam
pelaksanaan zakat mal. Jika tidak ada salah satu rukun zakat mal,
zakat yang dikeluarkannya tidak sah. Rukun zakat mal adalah
sebagai berikut.
1) Ada pemberi zakat (muzaki)
2) Ada penerima zakat (mustahik)
3) Ada harta yang dizakatkan
4) Zakat yang dikeluarkan telah sesuai dengan ketentuan agama
5) Waktu mengeluarkan zakat telah sesuai aturan agama
4. Macam-macam Harta yang Diwajibkan dizakati dan Nisabnya
Pada dasarnya semua harta yang dimiliki seseorang terkena
kewajiban
zakat.
Untuk
memudahkan
pembagiannya
dikelompokkan menjadi berikut ini.
a. Harta kekayaan berupa emas, perak, dan uang (zakat nuqud)
Emas dan perak merupakan harta yang wajib dikeluarkan
zakatnya jika telah memenuhi nisab dan haul. Nisab emas adalah
20 mitsqol = 93.6 gram. Nisab perak adalah 200 dirham = 624
gram. Haul emas dan perak sama yakni telah dimiliki oleh
seseorang selama 1 tahun.
Apabila emas dan perak yang dimiliki telah mencapai nisab
dan haul, maka wajib dibayarkan zakatnya sebesar 2,5% atau 1/40
dari jumlah emas atau perak yang dimilikinya. Adapun mengenai
mata uang baik uang berupa kertas/logam (uang kartal) maupun
surat berharga seperti cek, giro, dan deposito (uang giral) maka
nisabnya disamakan dengan nisab emas dan perak begitu pula
dengan haulnya.
Nisab zakat yang dihargakan sama dengan nisab emas 93.6
gram atau perak 624 gram. Zakatnya sama yaitu harus dikeluarkan
sebesar 2,5% atau 1/40. Besarnya 2,5% bila dihitung sekitar 15,6
gram.
b. Zakat perhiasan bagi wanita
Akan tetapi, dari berbagai pendapat ulama dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut.
1) Apabila maksud si wanita yang memiliki perhiasan itu digunakan
untuk kebutuhan asasi (pokok) yaitu untuk berhias, maka yang

demikian itu tidak kena peraturan wajib zakat, sekalipun


mencapai batasan nisab
2) Apabila wanita dalam memiliki perhiasan hanya untuk disimpan
atau sebagai simpanan dengan nama perhiasan, sewaktu-waktu
dipergunakan untuk mengatasi kesulitan yang datang secara
mendadak, berarti bukan untuk tujuan pokok perhiasan itu
dijadikan sebagai perhiasan. Sekarang fungsi perhiasan tersebut
berupa menjadi uang simpanan bukan lagi untuk memenuhi
kebutuhan pokok asasinya (berhias) maka yang demikian itu
wajib menzakatkannya.
3) Emas atau perak itu wajib dikeluarkan zakatnya apabila sudah
mencapai/mencukupi satu nisab
c. Zakat perhiasan bagi wanita
1) Menurut Imam Hanafi
Seorang wanita wajib mengeluarkan zakat perhiasan yang
terbuat dari emas dan perak bila sudah mencukupi satu nisab
2) Menurut Imam Maliki
Tidak wajib menzakatkan perhiasan wanita emas dan perak,
seperti gelang, kecuali karena beberapa hal tertentu sebagai
berikut:
a) Perhiasan itu rusak pecah dan tidak mungkin dperbaikinya
kembali kecuali dengan dilebur
b) Perhiasan itu dibuat persediaan untuk disimpan apabila suatu
saat mengalami kesulitan perhiasan itu rusak dan bisa
diperbaiki namun si pemilik tidak ada niat untuk diperbaiki
c) Perhiasan itu sengaja disediakan sewaktu-waktu memperoleh
anak perempuan
d) Perhiasan itu disimpan dengan maksud untuk diperdagangkan
3) Menurut Imam Syafii
Seorang wanita tidak wajib menzakatkan perhiasannya yang
mubah, yang telah dipakai pemiliknya selama satu tahun, dan ia
menyadari bahwa perhiasan itu adalah miliknya. Apabila
pemiliknya tidak tahu kalau perhiasan itu adalah miliknya seperti
wanita yang mewarisi perhiasan sampai jumlah satu nisab dan
sudah berlalu satu tahun maka wajib wanita tersebut
mengeluarkan zakat perhiasan.
4) Menurut Imam Hambali
Tidak wajib zakat pada perhiasan yang disediakan untuk dipakai
atau dipinjamkan bagi orang yang boleh memakainya. Jika
disediakan bukan untuk dipakai wajib menzakatkannya.
d. Zakat mahar (mas kawin) wanita
1) Menurut Imam Hanafi
Imam Hanafi berpendapat bahwa mahar merupakan ganti dari
sesuatu yang tidak berwujud harta. Oleh karena itu tidak wajib
seorang wanita mengeluarkan zakat pada mahar (shidaq)
sebelum ia menerima dengan jelas. Penerima diwajibkan
membayar zakat pada mahar, apabila mahar itu diterimanya
dengan jelas dan jumlahnyapun sudah mencapai satu nisab.
Serta kepemilikan mencapai satu tahun sejak diterimanya mahar
tersebut.
2) Menurut Imam Syafii
Imam Syafii berpendapat orang yang memiliki mahar tapi ia
belum menerimanya maka hart aitu menjadi piutang baginya.
Piutang itu tidak wajib dizakati. Kecuali sesudah diterima dan
telah berjalan satu tahun sejak hari diterimanya mahar tersebut

Perbedaan zakat fitrah dan zakat mal


1) Pada zakat mal dikenakan nisab dan haul, sedangkan zaakt fitrah
tidak dikenal. Kewajiban zakat mal untuk orang tertentu yang
dipandang mampu dan waktunya tergantung kepada jenis harta
yang dimilikinya. Adapun zakat fitrah kewajibannya tergantung
kepada jenis harta yang dimiliki. Adapun zakat fitrah
kewajibannya lebih luas dan dibayarkan pada saat bulan
Ramadhan sampai menjelang Idul Fitri.
2) Besarnya zakat mal sangat bergantung kepada jumlah dan jenis
harta yang dimiliki, sedangkan zakat fitrah setiap jiwa sama, baik
terhadap orang yang sangat kaya maupun tidak.
e. Zakat harta perniagaan (zakat tijarah)
Perniagaan banyak sekali ragamnya yakni CV, PT, PN, Koperasi dan
lain-lain. Nisab sama dengan emas dan perak. Haulnya telah
dimiliki selama 1 tahun dan zakat yang harus dikeluarkan 2,5%
atau 1/40 dari seluruh perniagaan.
f. Zakat hasil pertanian (zakat ziraah)
Hasil pertanian atau perkebunan ada yang berupa biji-bijian dan
buah-buahan. Biji-bijian yang wajib dizakatkan, misalnya, padi,
jagung, gandum dan tanaman sejenis yang merupakan makanan
pokok. Jenis buah-buahan yang wajib dizakatkan adalah kurma dan
anggur. Namun, demikian para ulama sependapat bahwa semua
jenis hasil pertanian dan perkebunan patut dikenakan zakat bila
telah mencapai nisab seharga gandum, kurma atau anggur.
Nisab zakat biji-bijian aalah apabila jumlahnya sudah mencapai
wasaq pada biji-bijian yang sudah bersih dari kulitnya atau 10
wasaq bila masuh berkulit
1 wasaq = 60 sha
1 sha = 3,1 liter
Jadi, 5 wasaq = 5 x 60 x 3,1 liter = 930 liter = 990 kg atau jika
dibulatkan menjadi 7 kuintal dan 10 wasaaq 14 kuintal
Nisab untuk biji-bijian yang sudah bersih dari kulitnya adalah 7
kuintal dan pada biji-bijian yang masih berkulit adalah 14 kuintal,
begitu juga pada hasil perkebnunan berupa biji-bijian/buah-buahan
lain. Haulnya setiap kali panen, tidak ditentukan haul dalam 1
tahun.
Adapun besarnya zakat yang harus dibayarkan ada dua macam,
berdasarkan sabda Nabi saw sebagai berikut:



:

















)



















(
Artinya:
dari Abdullah r.a Nabi Saw bersabda: tanaman-tanaman yang
dialiri dengan air hujan, dan mata air (tanpa biaya) atau tumbuh di
rawa-rawa, zakatnya sepersepuluh (10%) dan yang diairi dengan
tenaga pengangkutan (dengan biaya) zakatnya seperlima (5%)
(HR. Bukhari)
Dari hadist tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Bila perkebunan tersebut dikelola tanpa memerlukan biaya


apapun (tadah hujan) maka zakat yang harus dibayarkan adalah
10% atau 1/10 dari seluruh hasil panennya.
2) Bila perkebunan tersebut dikelola dengan pengaiaran yang
memerlukan biaya pemeliharaan maka zakatnya adalah 5% atau
1/20 dari jumlah hasil panennya.
g. Zakat binatang ternak (zakat anam)
Jenis ternak yang wajib dizakatkan adalah unta, kerbau, sapi dan
kambing. Namun hewan ternak yang lain pun dikenakan kewajiban
yang sama jika telah mencapai nisab seharga hewan-hewan
tersebut.
Nisab untuk hewan unta adalah 5 ekor, sapi/kerbau 30 ekor, dan
kambing 40 ekor.
Penjelasan mengenai zakat hasil ternak dapat dilihat pada tabeltabel di bawah ini.
Tabel nisab dan zakat unta
Nisab
5-9 ekor

Zakatnya
1 ekor kambing berumur 2 tahun/lebih
ekor domba berumur 1 tahun/lebih
2 ekor kambing berumur 2 tahun/lebih
ekor domba berumur 1 tahun/lebih
3 ekor kambing berumur 2 tahun/lebih
ekor domba berumur 1 tahun/lebih
4 ekor kambing berumur 2 tahun/lebih
ekor domba berumur 1 tahun/lebih
1 ekor anak unta berumur 1 tahun/lebih
1 ekor anak unta berumur 2 tahun/lebih

10-14 ekor
15-19 ekor
20-24 ekor
25-35 ekor
36-45 ekor

atau 1
atau 2
atau 3
atau 4

Tabel Nisab dan Zakatnya Sapi/Kerbau


Nisab
30-39 ekor
40-49 ekor
60-69 ekor
70 ekor
(kelipatann
ya)

Zakatnya
1 ekor api atau kerbau berumur 2 tahun/lebih
1 ekor api atau kerbau berumur 2 tahun/lebih
2 ekor api atau seekor kerbau berumur 2 tahun/lebih
1 ekor sapi

Tabel Nisab dan Zakat Kambing


Nisab
40-120 ekor
121-200 ekor
201-399 ekor
400 ekor

Zakatnya
1 ekor kambing betina berumur 2 tahun/lebih
ekor domba betina berumur 1 tahun/lebih
2 ekor kambing betina berumur 2 tahun/lebih
ekor domba betina berumur 1 tahun/lebih
3 ekor kambing betina berumur 2 tahun/lebih
ekor domba betina berumur 1 tahun/lebih
4 ekor kambing betina berumur 2 tahun/lebih
ekor domba betina berumur 1 tahun/lebih

1
2
3
4

h. Zakat hasil tambang (zakat rikaz)


Hasil tambang baik berupa emas, perak, tembaga, dan barang
tambang yang lain bila mencapai nisab harus dikeluarkan zakatnya.
Nisabnya dihargakan sebagaimana nisab emas dan perak.
Pembayarannya pada saat penambangan terjadi tidak menunggu
satu tahun (hasil). Besarnya zakat harus dikeluarkan yakni 5% atau
1/20 dari hasil penambangan keseluruhan.
i. Zakat hasil temuan (zakat luqathah)
Barang temuan atau harta terpendam berbentuk apapun wajib
dikeluarkan zakatnya pada saat ditemukan. Barang tersebut
tentunya bukan milik seseorang yang pernah hilang lalu ditemukan,
melainkan harta yang tidak diketahui siapa pemiliknya. Nisab
barang temuan disamakan dengan nisab emas atau perak dan
besarnya zakat yang harus dibayarkan adalah 20% atau 1/5 dari
harta temuan tersebut.
j. Zakat profesi
Pada masa Rasulullah saw masih hidup, beliau tidak menjelaskan
atau tidak menerangkan masalah zakat profesi. Sebab pada saat
itu belum ada hasil usaha yang diperoleh melalui profesi yang
dimiliki seseorang, seperti dokter, notaris, akuntan, konsultan,
pengacara, dosen atau guru, pegawai dan sejenisnya. Karena tidak
adanya nash yang jelas, para ulama berusaha untuk berjihad dalam
nenentukan zakat profesi tersebut dengan mengambil istimbat atau
industri. Sebagaimana firman Allah swt berikut ini.
: )
(
Artinya:
Hai orang-orang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian
dari hasil usahamu yang baik (Q.S. Al-Baqarah: 267).
5. Syarat-syarat harta yang wajib dizakatkan
a) Milik penuh
b) Cukup satu nisab
c) Sudah mencapai haul
d) Bebas dari hutang
6. Ancaman orang yang tidak mau zakat
Orang yang tidak mau membayar zakat, padahal ia sudah mampu
maka baginya kelak pada hari kiamat hartanya itu akan dikalungkan
pada kedua tangannya (lehernya) dengan api neraka.
Firman Allah:
( : )











Artinya:
Pada hari kiamat emas perak itu dipanaskan dalam neraka jahanam,
lalu disetrikakan ke dahi mereka, perut dan ke punggung mereka
(Q.S. At-Taubah: 53).

E. METODE PEMBELAJARAN
Ceramah, Tanya Jawab, Inquiri, Resitasi, modeling
F. MEDIA, ALAT/BAHAN, SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media: Gambar wudhu, tayamum
2. Alat/Bahan:Spidol, kerton, penghapus,air

3. Sumber Pembelajaran: Buku Paket Kemenag, Lembar Kerja, Al-Quran


dan Terjemah
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
N
O
1

URAIAN KEGIATAN

WAKTU

Kegiatan Pendahuluan
Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian,
posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang
ringan dengan melakukan kegiatan ringan, seperti
cerita motivasi, senam otak atau bersalawat.
Guru memberikan informasi tentang tujuan dan
manfaat mempelajari seputar zakat
Guru dapat memakai beberapa alternatif media/alat
peraga/alat bantu, dapat berupa tulisan manual di
papan tulis, kertas karton (tulisan yang besar dan
mudah dilihat/dibaca), atau dapat juga menggunakan
multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
Guru menggunakan metode diskusi dalam bentuk the
educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik
berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan
maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas
pelajaran/materi yang diterimanya agar masingmasing memperoleh pemahaman yang benar yang
dikolaborasi dengan metode demontrasi.
Kegiatan Inti
1. Mengamati
a. Guru meminta peserta didik mengamati gambar
yang berkaitan dengan materi zakat
b. Guru meminta peserta didik mengangkat tangan
sebelum mengeluarkan pendapatnya.
c. Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan
gambarnya. Dan peserta lain mendengarkan.
d. Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang
berbicara.
e. Guru memberikan penjelasan tambahan dan
penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang
hasil pengamatannya
2. Menanya
Peserta didik menanyakan hal - hal yang berkaitan
dengan zakat
Peserta didik mengungkapkan pendapatnya tentang
gambar dan bahan-bahan yang berhubungan
dengan zakat
3. Eksplorasi/eksperimen
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang zakat
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang dalil

10
menit

60
menit
10
menit

15
menit

15
menit

10
menit

zakat
4. Mengasosiasi
Masing-masing kelompok mencatat macam-macam
dalil-dalil zakat
Masing-masing
kelompok
membuat
ringkasan
tentang dalil-dalil zakat yang telah didiskusikan
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing
kelompok
menempelkan
hasil
diskusinya di papan tulis
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya
Penutup
Guru dan peserta didik bersama sama menyimpulkan
hasil pembelajaran
Guru memberi tugas untuk dikerjakan di rumah
Guru memberi pesan moral terkait dengan materi
Guru mengakhiri pembelajaran dengan membaca
hamdalah dan salam

10
menit

10
menit

Pertemuan Kedua
N
O
1

URAIAN KEGIATAN

WAKTU

Kegiatan Pendahuluan
a. Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
b. Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian,
posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
c. Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang
ringan dengan melakukan kegiatan ringan, seperti
cerita motivasi, senam otak atau bersalawat.
d. Guru memberikan informasi tentang tujuan dan
manfaat mempelajari seputar puasa
e. Guru dapat memakai beberapa alternatif media/alat
peraga/alat bantu, dapat berupa tulisan manual di
papan tulis, kertas karton (tulisan yang besar dan
mudah dilihat/dibaca), atau dapat juga menggunakan
multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
f. Guru menggunakan metode diskusi dalam bentuk the
educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik
berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan
maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas
pelajaran/materi yang diterimanya agar masingmasing memperoleh pemahaman yang benar yang
dikolaborasi dengan metode demontrasi.
Kegiatan Inti
1. Mengamati
Guru meminta peserta didik mengamati gambar
yang berkaitan dengan materi zakat
Guru meminta peserta didik mengangkat tangan
sebelum mengeluarkan pendapatnya.
Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan
gambarnya. Dan peserta lain mendengarkan.

10
menit

60
menit
10
menit

Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang


berbicara.
Guru memberikan penjelasan tambahan dan
penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang
hasil pengamatannya
2. Menanya
Peserta didik menanyakan hal - hal yang berkaitan
dengan zakat
Peserta didik mengungkapkan pendapatnya tentang
gambar dan bahan-bahan yang berhubungan
dengan zakat
3. Eksplorasi/eksperimen
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang zakat
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang dalil
zakat
4. Mengasosiasi
Masing-masing kelompok mencatat macam-macam
dalil-dalil zakaT
Masing-masing
kelompok
membuat
ringkasan
tentang dalil-dalil zakat yang telah didiskusikan
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing
kelompok
menempelkan
hasil
diskusinya di papan tulis
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya
Penutup
Guru dan peserta didik bersama sama menyimpulkan
hasil pembelajaran
Guru memberi tugas untuk dikerjakan di rumah
Guru memberi pesan moral terkait dengan materi
Guru mengakhiri pembelajaran dengan membaca
hamdalah dan salam

15
menit

15
menit

10
menit

10
menit

10
menit

Pertemuan Ketiga
N
O
1

URAIAN KEGIATAN

WAKTU

Kegiatan Pendahuluan
10
Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
menit
Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian,
posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang
ringan dengan melakukan kegiatan ringan, seperti
cerita motivasi, senam otak atau bersalawat.
Guru memberikan informasi tentang tujuan dan
manfaat mempelajari seputar zakat
Guru
dapat
memakai
beberapa
alternatif
media/alat peraga/alat bantu, dapat berupa tulisan
manual di papan tulis, kertas karton (tulisan yang
besar dan mudah dilihat/dibaca), atau dapat juga
menggunakan multimedia berbasis ICT atau media
lainnya.

Guru menggunakan metode diskusi dalam bentuk the


educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik
berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan
maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas
pelajaran/materi yang diterimanya agar masingmasing memperoleh pemahaman yang benar yang
dikolaborasi dengan metode demontrasi.
Kegiatan Inti
1. Mengamati
Guru meminta peserta didik mengamati gambar
yang berkaitan dengan materi rukun zakat mal
Guru meminta peserta didik mengangkat tangan
sebelum mengeluarkan pendapatnya.
Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan
gambarnya. Dan peserta lain mendengarkan.
Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang
berbicara.
Guru memberikan penjelasan tambahan dan
penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang
hasil pengamatannya
2. Menanya
Peserta didik menanyakan hal - hal yang berkaitan
dengan rukun zakat mal
Peserta didik mengungkapkan pendapatnya tentang
gambar dan bahan-bahan yang berhubungan
dengan akibat buruk bagi orang yang tidak
membayar zakat mal
3. Eksplorasi/eksperimen
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang zakat
mal
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang akibat
buruk bagi orang yang tidak membayar zakat mal
4. Mengasosiasi
Masing-masing kelompok mencatat macam-macam
zakat mal
Masing-masing
kelompok
membuat
ringkasan
tentang macam-macam zakat mal yang telah
didiskusikan
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing
kelompok
menempelkan
hasil
diskusinya di papan tulis
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya
Penutup
Guru dan peserta didik bersama sama menyimpulkan
hasil pembelajaran
Guru memberi tugas untuk dikerjakan di rumah
Guru memberi pesan moral terkait dengan materi
Guru mengakhiri pembelajaran dengan membaca
hamdalah dan salam

60
menit
10
menit

15
menit

15
menit

10
menit

10
menit

10
menit

Pertemuan Keempat
N

URAIAN KEGIATAN

WAKTU

O
1

Kegiatan Pendahuluan
Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian,
posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang
ringan dengan melakukan kegiatan ringan, seperti
cerita motivasi, senam otak atau bersalawat.
Guru memberikan informasi tentang tujuan dan
manfaat mempelajari seputar mustahik zakat
Guru
dapat
memakai
beberapa
alternatif
media/alat peraga/alat bantu, dapat berupa tulisan
manual di papan tulis, kertas karton (tulisan yang
besar dan mudah dilihat/dibaca), atau dapat juga
menggunakan multimedia berbasis ICT atau media
lainnya.
Guru menggunakan metode diskusi dalam bentuk the
educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik
berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan
maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas
pelajaran/materi yang diterimanya agar masingmasing memperoleh pemahaman yang benar yang
dikolaborasi dengan metode demontrasi.
Kegiatan Inti
1. Mengamati
Guru meminta peserta didik mengamati gambar
yang berkaitan dengan materi mustahik zakat
Guru meminta peserta didik mengangkat tangan
sebelum mengeluarkan pendapatnya.
Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan
gambarnya. Dan peserta lain mendengarkan.
Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang
berbicara.
Guru memberikan penjelasan tambahan dan
penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang
hasil pengamatannya
2. Menanya
Peserta didik menanyakan hal - hal yang berkaitan
dengan puasa mustahik zakat
Peserta didik mengungkapkan pendapatnya tentang
gambar dan bahan-bahan yang berhubungan
dengan mustahik zakat
3. Eksplorasi/eksperimen
Masing-masing
kelompok
berdiskusi
tentang
mustahik zakat
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang dalil
tentang mustahik zakat
4. Mengasosiasi
Masing-masing kelompok mencatat macam-macam
dalil mustahik zakat
Masing-masing
kelompok
membuat
ringkasan

10
menit

60
menit
10
menit

15
menit

15
menit

10
menit

10
menit

tentang dalil mustahik zakat yang telah didiskusikan


5. Mengkomunikasikan
Masing-masing
kelompok
menempelkan
hasil
diskusinya di papan tulis
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya
Penutup
10
Guru dan peserta didik bersama sama menyimpulkan menit
hasil pembelajaran
Guru memberi tugas untuk dikerjakan di rumah
Guru memberi pesan moral terkait dengan materi
Guru mengakhiri pembelajaran dengan membaca
hamdalah dan salam

Pertemuan kelima
N
O
1

URAIAN KEGIATAN

WAKTU

Kegiatan Pendahuluan
Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian,
posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang
ringan dengan melakukan kegiatan ringan, seperti
cerita motivasi, senam otak atau bersalawat.
Guru memberikan informasi tentang tujuan dan
manfaat mempelajari seputar mensimulasikan zakat
fitrah dan zakat mal
Guru dapat memakai beberapa alternatif media/alat
peraga/alat bantu, dapat berupa tulisan manual di
papan tulis, kertas karton (tulisan yang besar dan
mudah dilihat/dibaca), atau dapat juga menggunakan
multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
Guru menggunakan metode diskusi dalam bentuk the
educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik
berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan
maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas
pelajaran/materi yang diterimanya agar masingmasing memperoleh pemahaman yang benar yang
dikolaborasi dengan metode demontrasi.
Kegiatan Inti
1. Mengamati
Guru meminta peserta didik mengamati gambar
yang berkaitan dengan materi
mensimulasikan
zakat fitrah dan zakat mal
Guru meminta peserta didik mengangkat tangan
sebelum mengeluarkan pendapatnya.
Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan
gambarnya. Dan peserta lain mendengarkan.
Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang
berbicara.

10
menit

60
menit
10
menit

15
menit

Guru memberikan penjelasan tambahan dan


penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang
hasil pengamatannya
2. Menanya
Peserta didik menanyakan hal - hal yang berkaitan
dengan mensimulasikan zakat fitrah dan zakat mal
Peserta didik mengungkapkan pendapatnya tentang
gambar dan bahan-bahan yang berhubungan
dengan mensimulasikan zakat fitrah dan zakat mal
3. Eksplorasi/eksperimen
Masing-masing
kelompok
berdiskusi
tentang
mensimulasikan zakat fitrah dan zakat mal
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang dalil
zakat fitrah dan zakat mal
4. Mengasosiasi
Masing-masing kelompok mencatat macam-macam
mensimulasikan zakat fitrah dan zakat mal
Masing-masing
kelompok
membuat
ringkasan
tentang mensimulasikan zakat fitrah dan zakat mal
5. Mengkomunikasikan
Masing-masing
kelompok
menempelkan
hasil
diskusinya di papan tulis
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya
Penutup
Guru dan peserta didik bersama sama menyimpulkan
hasil pembelajaran
Guru memberi tugas untuk dikerjakan di rumah
Guru memberi pesan moral terkait dengan materi
Guru mengakhiri pembelajaran dengan membaca
hamdalah dan salam

15
menit

10
menit

10
menit

10
menit

H. PENILAIAN
1. Penilaian sikap dalam mengikuti diskusi:
No

Nama Siswa

Aspek
Penilaian
2

Nilai

Aspek dan rubrik penilaian.


1. Kejelasan dan kedalaman informasi.
a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman
informasi lengkap dan sempurna, skor 1.33
b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman
informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 1.20
c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman
informasi kurang lengkap, skor 1.10
2. Keaktifan dalam diskusi.
a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi skor
1.33
b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi skor 20.
c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi skor 1.10
3. Kejelasan dan kerapian presentasi.
a. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi,

skor 1.33
b. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 1.25
c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang
rapi, skor 1.20
d. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan tidak
rapi, skor 1.10
2. Penilaian sikap Diri
Berilah tanda centang () pada kolom yang tersedia sesuai dengan perilaku kita
Berilah tanda centang () pada kolom yang tersedia sesuai dengan perilaku kita

1. Berikanlah ceklis pada kolom yang tersedia sesuai dengan kondisi kalian
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya biasa membayarkan zakat fitrah kepada amil zakat di


masjid atau musalla
Saya terbiasa menyerahkan langsung zakat fitrah saya kepada
panitia/amil
Saya senang menjadi paniti zakat di masjid/musalla sekitar
rumah
Saya mau semua orang muslim rajib berzakat
Saya akan rajin berzakat profesi kalau sudah bekerja
Saya lebih memilih berzakat kepada panitia zakat daripada
menyerahkan langsung kepada orang miskin dengan
perhitungan mudah dikelolah
Saya yakin orang tidak berzakat akan mendapat siksaan di
dunia dan akhirat
Saya percaya dengan berzakat, ekonomi makin maju karena
perputaran uang lebih banyak an sering
Kalau saya menjadi amil, saya tidak mau mengambil bagian,
dan saya justru serahkan kepada orang miskin lainnya
Saya merasa bangga dengan orang tuaku yang rajin
mengeluarkan zakat

Pedoman penskoran
Ya : skor 5 .

Tidak : skor 0.

Nilai = Jumlah nilai skor yang diperoleh x 100


Jumlah Skor Maksimal
3. Praktek membayar zakat
Perintah: Peragakanlah cara membayar zakat fitrah kepada temanmu!
Skor nilai:
a) Apabila peserta didik ma mpu me mper agakan membayar zakat fitrah diiringi
bacaan niat yang benar , skor A (setara dengan 91-100).
b) Apabila peserta didik ma mpu me mper agakan membayar zakat fitrah diiringi
bacaan niat yang kurang sempurna, skor B (setara dengan 81-90).
c) Apabila peserta didik ma mpu me mper agakan membayar zakat fitrah tanpa
diiringi bacaan niatnya , skor C (setara dengan 70-80).
d) Apabila peserta didik tidak ma mpu atau enggan me mp eragakan membayar
zakat fitrah , skor D (setara dengan 0 atau kebiaksannaan guru).

4. Penilaian Pilihan Ganda


Pilihlah jawaban yang paling benar!
1. Perbuatan memberikan sesuatu kepada orang lain dengan mengharap ridho Allah semata
disebut
a. zakat
c. hibah
b. hadiah
d. sedekah
2. Seseorang yang memberikan sedekah atau hadiah kepada orang lain, maka ia harus
mengetahui hukum sedekah, yang manakah yang termasuk hukum sedekah .
a. sunnah
c. makruh
b. wajib
d. mubah
3. Di bawah ini adalah yang termasuk rukun sedekah .
a. upeti
c. imbalan
b. ribah
d. ijab & qabul
4. Aminah memberikan sesuatu kepada Aisyah dengan tulus dan ikhlas karena Allah swt,
maka perbuatan Aminah termasuk .
a. sedekah
c. hibah
b. hadiah
d. wasiat
5. Pemberian dari seseorang kepada orang lain dengan tidak ada imbalan dan sebab disebut.
a. hadiah
c. hibah
b. sedekah
d. riba
6. Hukum hibah adalah .
a. wajib
c. mubah
b. sunnah
d. makruh
7. Hibah dapat dianggap sah apabila pemberian itu sudah mengalami proses .
a. jual-beli
c. sewa-menyewa
b. ijab-qabul
d. serah-terima
8. Hadiah yang diberikan kepada orang lain dengan tujuan disebut .
a. mengharapkan kebaikannya
b. untuk kesetiaannya
c. demi meningkatkan persatuaan
d. untuk penghargaan
9. Rasulullah saw. menganjurkan kepada umatnya untuk saling memberikan hadiah, hukum
memberikan hadiah adalah .
a. wajib
c. makruh
b. sunnah
d. mubah
10. Manakah pernyataan dibawah ini yang termasuk manfaat sedekah, hibah, dan hadiah
a. semakin banyak yang mencacimaki
b. semakin sombong dan angkuh
c. semakin tunduk dan patuh serta bersyukur kepada Allah swt
d. semakin dihormati
Pedoman penskoran : Pilihan ganda: Jumlah jawaban benar x 0,25 (maksimal 10 x 0,25 =
2,50)
5. Penilaian Soal Uraian
1.
2.
3.
4.
5.

Jawablah pertanyaan di bawah ini!


Jelaskan Pengertian sedekah dan hukumnya !
Jelaskan perbedaan antara sedekah, hibah dan hadiah!
Jelaskan rukun sedekah!
Jelaskan dalil di syariatkan hibah beserta kandungannya!
Sebutkan Hikmah dan manfaat sedekah,hibah dan hadiah!

Skor penilaian soal uraian


No.
Soal
1

Rubrik Penilaian
a.Jika peserta didik dapat menuliskan tentang pentingnya
bersedekah memberi hibah dan hadiah lengkap dan sempurna,
skor 10.
b.Jika peserta didik dapat menuliskan tentang pentingnya
bersedekah memberi hibah dan hadiah lengkap, skor 6.
c. Jika peserta didik dapat menuliskan tentang pentingnya
bersedekah memberi hibah dan hadiah tidak lengkap, skor 4.
a. Jika peserta didik dapat menuliskan
dan hadiah dengan benar, skor 10.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan
dan hadiah kurang benar, skor 5.
a. Jika peserta didik dapat menuliskan
penjelasannya, skor10.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan
penjelasannya, skor 8.
c. Jika peserta didik dapat menuliskan
penjelasannya, skor 4.

Skor

10

perbedaan sedekah, hibah


perbedaan sedekah,hibah

10

tiga rukun sedekah dan


dua rukun sedekah dan

10
satu rukun sedekah dan

a. Jika peserta didik dapat menuliskan dalil tentang


sedekah, lengkap dengan artinya skor 10.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan dalil tentang
sedekah, tidak dengan artinya skor 8.

10

c. Jika peserta didik dapat menuliskan dalil tentang


sedekah, tetapi salah dengan artinya skor 6.

a. Jika peserta didik dapat menjelaskan 6 manfaat


sedekah, hibah,dan hadiah, skor 10.
b. Jika peserta didik dapat menjelaskan 4 - 5 manfaat
sedekah, hibah,dan hadiah, skor 8.
c. Jika peserta didik dapat menjelaskan 2 - 3 manfaat sedekah,
hibah,dan hadiah, skor 4

Jumlah Skor

10

50

Nilai = Jumlah nilai skor yang diperoleh x 100


Jumlah skor maksimal
6. Penilaian Penugasan Mandiri Tidak Terstruktur
Setelah mempelajari tentang zakat, cobalah kalian menuliskan hasil wawancara kalian dengan
lembaga zakat yang ada di sekitar kalian. Dan hasil wawancara tersebut ditempelkan di
mading kelas kalian
Skor penilaian sebagai berikut:
1. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya tepat pada waktu yang
ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 4,00.
2. Jika siswa dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku
yang diamati serta alasannya benar, nilai 3,50.
3. Jika siswa dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku
yang diamati serta alasannya sedikit ada kekurangan, nilai 2,50.

Nilai akhir yang diperoleh oleh peserta didik adalah:


a. Nilai rata-rata penilaian efektif (nilai sikap dalam diskusi, nilai diri, nilai antar teman)
b. Nilai psikomotorik (nilai praktek)
c. Nilai rata-rata penilaian kognitip (nilai pilihan ganda dan nilai uraian), dikali 30
d. Nilai penugasan maniri tidak terstruktur
Nilai akhir = nilai a + nilai b + nilai c + nilai d

Mengetahui,

Simo,

Kepala MTsN Simo


Pelajaran

Guru

Juli

2015

Drs. Suyanto, M.Pd I


NIP 19700524 199503 1 001
NIP.19740601 200710 1 006

Mata

Kumaidi, S.Ag