Anda di halaman 1dari 25

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN


BAB 1
INTRODUCTION
Apa itu Teori
Menurut Hendriksen, teori adalah serangkaian hipotesa,
konsep,dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka
umum sebagai referensi disiplin ilmu tertentu
Apa itu teori akuntnasi
Menurut hendriksen lagi, teori akuntansi adalah paparan
logis dalam bentuk serangkaian prinsip yang memberikan
kerangka umum sebagai referensi dimana praktik
akuntnais bisa dievaluasi dan memberi arahan pada
pengembangan praktik dan prosedur yang baru.
Sebuah teori dterima berdasarkan bagaimana teori
tersebut:
1. Mampu menjelaskan dan memprediksikan realitas
2. Mampu mengkonstruksikan secara teoritis dan empiris
3. Implikasinya dapat diterima
Teori akuntansi adalah konsep modern dibandingkan
matematika atau fisika, Bahkan perlakuan sistem doubleentry Pacioli hanya berfokus pada dokumentasi praktek
dan tidak menjelaskan dasar teoritis yang mendasarinya
Perkembangan teori akuntansi
Perkembangan teori akuntasi kebanyakan tidak
terstrukturisasi. Chambers mengatakan bahwa akuntansi
telah sering dijelaskan sebagai praktek yang dibentuk
untuk kebutuhan praktis daripada pemikiran yang
tersendiri dan sistematis
Teori akuntansi itu :
1. Dibentuk untuk menyelesaikan masalah saat masalah itu
timbul
2. Memiliki pendekatan Ad Hoc
3. Memiliki praktek yang inkonsisten (misalnya metode
depresiasi yang berbeda)
4. Penetapan standarnya merupakan proyek kerangka
konseptual yang selalu menimbulkan masalah inkonsistensi
dalam prakteknya
Sejarah Teori akuntansi
1. Masa pra-teori (1400-1800)
Goldberg mengatakan tidak ada teori akuntnasi yang
muncul sejak masa Pacioli sampai awal abad ke -19

3. Masa akuntansi normatif (1956-1970)


- Mencari norma untuk praktek akuntansi terbaik
- Fokus pada idealitas (apa yang harus dilakukan) bukan
apa yang dilakukan
- Adanya perdebatan dan sudut pandang berbeda
- Ada dua kelompok yang mendominasi yaitu : Proponen
kerangka konspetual, dan kritik atas historical cost
Faktor yang mengakhiri periode normatif adalah:
1.) ketidakmungkinan satu teori normatif diterpakan
secara umum
2.) Aplikasi prinsip ekonomi finansial
3.) ketersediaan data empiris dan metode pengujian yang
baru
Kritik utama pada teori normatif adalah :
1.) Tidak melibatkan pengujian hipotesis yang empiris
2.) berdasarkan Value Judgment
4. Masa akuntansi positif (1950-sekarang)
- Perubahan menuju bentuk baru empirisme yang disebut
teori positif
- Memiliki asal pada periode saintifik umum
- Menjelaskan praktek akuntansi yang diamati
- Memiliki tujuan untuk menjelaskan dan memprediksi
praktek akuntansi (Misalnya hipotesis Bonus Plan)
- Membantu memprediksi reaksi penggunanya seperti
pemegang saham sampai aksi dari manajer serta informasi
akuntnasi yang dilaporkan
Teori akuntansi positif memiliki kekurangan,yaitu :
1.) Maksimisasi kekayaan menjadi jawaban atas smeua
praktek akuntansi dan informasi yang dilaporkan
2.) Bergantung secara eksesif pada teori agensi dan asumsi
meragukan tentang efisiensi pasar
Behavioural Research
- Menekankan pada implikasi sosiologis atas angka-angka
akuntansi dan tindakan terkait dari pemain kuncinya
(muncul di tahun 1950-an)
- Meskipun mulai diterima sejak tahun 1980-an,teori
akuntansi positif masih mendominasi
Perkembangan terakhir
Perkembangan teori akuntansi secara akademis dan
profesional telah mengambil pendekatan yang berbeda.
Riset akademis berfokus pada pasar modal, teori
agensi,dan aspek perilaku. Disiplin akuntansi profesional
lebih menggunakan pendekatan normatif yaitu bagaimana
praktek akuntansi harus diadopsi

2. Periode saintifik umum (1800-1955)


-berdasarkan pengamatan empiris atas praktek
-memberikan penjelasan pada praktek akuntansi
- fokus pada sudut pandang akuntansi yang ada saat itu

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1258

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


Pendekatan pragmatis psikologis
Teori ini bergantung pada pengamatan reaksi pengguna
laporan keuangan terhadap hasil kerja akuntan. Sebuah
reaksi diambil sebagai bukti bahwa hasil kerja tersebut
berguna dan mengandung informasi yang relevan .
Teori dalam pendekatan pragmatis diuji menggunakan
sampel besar dari populasinya. Meskipun demikian ,ada
beberapa kritik terhadap teori ini ,yaitu pengguna laporan
keuangan bisa saja :
1. Bertindak dalam tingkah laku yang tidak logis
2. Memiliki respon yang sudah dikondisikan sebelumnya
3. Tidak bertindak sebagaimana mestinya
Teori sintaksis dan semantik
Input semantik adalah transaksi-transaki dan jual beli yang
dicatat didalm voucher, jurnal ,dan buku besar. Input-input
ini dimanipulasi dengan basis premis dan asumsi dari
akuntansi biaya historis (historical cost). Teori ini dikritik
karena tidak ada verifikasi nempiris yang independen
terhadap output yang dikalkulasi. Output juga dikritik
karena adanya ketidak akuratan Syntax ( beberapa ukuran
moneter berbeda digabung jadi satu).

Kerangka konseptual akuntansi (muncul sejak 1980-an)


- Menyatakan sifat dan tujuan pelaporan akuntansi
- Menetapkan kriteria untuk memutuskan alternatif dari
praktek akuntansi (SAC 1-4)
- Merupakan proyek gabungan antara IASB dan FASB
- Merupakan harmonisasi internasional pada praktek
akuntansi melalui serangkaian standar yang tunggal yaitu
International Financial Reporting Standards (IFRS)
Kerangka konseptual pada IFRS lebih bergerak kepada :
1.) Praktek akuntansi yang memberikan informasi untuk
meningkatkan pengambilan keputusan oleh investor dan
pihak lain
2.) Mengakui gain dan loss dalam periode akuntansi saat
mereka terjadi
3.) Pengukuran menggunakan exit value

Output bisa saja dibuat akurat berdasarkan syntax,tapi


tetap saja tidak memiliki nilai karena tidak memiliki
keakurat semantik ( kurangnya kesesuaian dengan kejadian
di dunia nyata pada transaksinya dan nilainya). Akuntansi
biaya historis bisa saja menghasilkan output yang akurat
tetapi memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki
kegunaan. Maka dari itu, mereka tidak berguna untuk
pengambilan keputusan ekonomis kecuali hanya untuk
memverifikasi jurnal akuntansi.
Teori Normatif
Teori normatif memiliki masa keemasannya di tahun 1950an dan 1960-an. Teori ini menekankan pada rekomendasi
kebijakan dan berkonsentrasi dalam memperoleh apa yang
disebut sebagai True Income (Profit) dan praktik-praktik
yang bisa meningkatkan kegunaan keputusan (Decision
usefullness) . Teori normatif menggunakan proposisi
empiris dan analisis tentang bagaimana sesuatu
seharusnya terjadi (What should be). Premis teori normatif
:

BAB 2
KONSTRUKSI TEORI AKUNTANSI
Teori Pragmatis
Pendekatan deskripsi pragmatis dilakukan erdasarkan
pengamatan perilaku dari akuntan .Teori dibentuk dari
bagaimana akuntan bertindak dalam situasi tertentu . Diuji dengan mengamati apakah akuntan bertindak sesuai
teori yang diduga . Teori pragmatis ini menggunakan
pendekatan induktif
Kritik atas pendekatan pragmatis deskriptif :
1.) Tidak mempertimbangkan kualitas dari tindakan
akuntan
2.) Tidak menguji praktik-praktik akuntansi yang sudah ada
3.) Fokus pada perilaku akuntan bukan mengukur atributatribt yang ada pada perusahaan

True Income (profit) merupakan sebuah pengukuran


tunggal untuk aset-aset yang memiliki figur unik dan tepat.
Kegunaan keputusan (Decision usefulness) menyatakan
bahwa tujuan dasar akuntansi adalah membantu proses
pengambilan keputusan oleh pengguna laporan akuntansi
dengan memberikan data akuntansi yang berguna. Berikut
adalah gambaran dalam proses pengambilan keputusan
berdasarkan informasi akuntansi :

Teori positif

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1259

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


Teori ini berkembang ditahun 1970-an. Teori positif
dibentuk berdasarkan pengalaman atau fakta di dunia
nyata
Teori positif berusaha menjelaskan alasan atau reasoning
atas praktik akuntansi yang sudah dilakukan saat ini dan
memprediksi
peran
informasi
akuntansi
dalam
pengambilan keputusan.
Hal yang membedakan teori positif & teori normatif adalah
:
1. Teori normatif bersifat preskriptif
2. Teori positif bersifat deskripitf, eksplanatoris, dan
prediktif
Perspektif dalam pengembangan teori akuntansi
1. Pendekatan saintifik
Pendekatan ini memiliki asumsi inheren bahwa dunia
diteliti sebagat realitas yang objektif dengan melakukan
hipotesis inkremental . Pendekatan saintifik memiliki
asumsi tersirat bahwa sebuah teori yang baik memiliki
kesamaan hasil saat diterapkan pada berbagai perusahaan
dan industri dalam waktu berbeda. Meskipun demikian
teori saintifik memiliki kritik ,yaitu :
1. Penelitian statistik berskala besar cenderung memotong
satu sama lain
2. Penelitian ini dilakukan seringkali jauh dari dunia yang
menjadi perhatian utama bagi akuntan
Dalam bidang ilmu akuntansi pendekatan saintifik
memeiliki miskonsepsi atas tujuannya yaitu menjadikan
praktisi akuntan sebagai saintis (menganggap bahwa
peneliti sama dengan praktisi) untuk menemukan yang
disebut sebagai kebenaran yang mutlak (absolut truth).
Metode saintifik tidak mengklaim akan memberikan
kebenaran (truth), namun berusaha memberikan bukti
persuasif yang bisa menjelaskan, mendeskripsikan,dan
memprediksi sesuatu
2. Pendekatan naturalistik
Menyatakan bahwa tidak ada teori atau asumsi yang bisa
dipahami sebelumnya. Pendekatan naturalistik berfokus
pada masalah di dunia nyata yang spesifik pada
perusahaan-perusahaan.
Kedua Perpsektif diatas bisa menjelaskan berbagai cara
dalam melihat dunia sebagai objek pengamatan sebagai
berikut ini :

Penelitian saintifik
Asumsi
ontologis

- realitas adalah
objektif
dan
konkrit
- akuntansi adalah
realitas
yang
objektif

Pendekatan
merupakan
epistemologis perkembangan
teknologi
- reduksionisme
- menguji hipotesis
individual
- hukum mampu
menggeneralisasi
Metodologi
- terstruktur
- memiliki dasar
teoritis
sebelumnya
validasi
dan
ekstensi empiris
Metode
- formulasi model
sintaksis
- induksi empiris
untuk membentuk
hipotesis

Penelitian
naturalistik
- realitas dibentuk
secara sosial hasil
dari
imaginasi
manusia
- akuntansi adalah
realitas
yang
dikonstruksi
- holistik
- kompleksitas dunia
tidak bisa diatasi
dengan
reduksionisme
- hukum tidak bisa
direduksi
- tidak terstrukutr
- tidak memiliki
dasar
teoritis
sebelumnya
- studi kasus
eksplorasi
berdasarkan
flesibilitas
- pengalaman dari
kejadian-kejadian

Isu isu dalam konstruksi teori Pengauditan.


Pengauditan merupakan proses verifikasi yang diterapkan
pada input dan proses akuntansi. Auditor memberikan
opini pada bagaimana laporan keuangan harus sesuai
dengan kerangka kerja pelaporan yang diaplikasikan,dan
apakah laporan keuangan tersebut benar dan wajar. Pada
era akuntansi normatif, teori audit dibentuk dengan
pendekatan normatif. Sedangkan pada era akuntansi
positif pendekatan positif lebih ditekankan.
BAB 3
MENGAPLIKASIKAN TEORI TERHADAP
REGULASI AKUNTANSI
Teori regulasi yang relevan terhadap akuntansi dan
pengauditan
Manajer memiliki insentif untuk secara sukarela
memberikan informasi akuntansi,jadi mengapa kita harus
mengamati regulasi terhadap pelaporan keuangan ?
Penjelasannya bisa dijelaskan oleh :
1. Teori pasar efisien (efficient market)
2. Teori agensi (agency theory)
3. Teori regulasi (theories of regulation)

Untuk kategori 1-3 lebih tepat menggunakan pendekatan


saintifik sedangkan kategori 4-6 lebih tepat menggunakan
pendekatan naturalistik.
Komparasi pendekatan saintifik dan naturalistik :

Teori Pasar efisien


Dorongan permintaan dan penawaran mempengaruhi
perilaku pasar dan menjaga pasar agar tetap efisien. Ini
berlaku untuk pasar atas informasi akuntansi dan hrus
menentukan apa data akuntansi yang harus ditawarkan
dan apa praktik akuntansi yang harus digunakan untuk
mempersiapkannya. Beberapa teori pasar efisien adalah :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1260

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


- Pasar untuk data akuntansi tidak efisien
- Masalah Free-rider mendistorsi pasar
- Pengguna tidak bisa menyetujui apa yang mereka
inginkan
- Akuntan tidak bisa menyetujui porsedur
- Perusahaan harus menghasilkan data yang dapat
diperbandingkan
Teori Agensi
Permintaan untuk informasi akuntansi :
1. Untuk tujuan adminstratif (Stewardship)
2. Untuk tujuan pengambilan keputusan (decision-making)
Teori agensi merupakan sebuah kerangka kerja yang
melakukan studi pada hubungan antara yang menyediakan
informasi akuntansi (misalnya manajer) dan yang
menggunakannya (misalnya pemegang saham atau
kreditur)
Karena adanya ketidak seimbangan antara penyedia data
dan pengguna data, ketidakpastian dan resikopun muncul.
Sumber daya dan resiko bisa saja terjadi misalokasi
dinatara pihak tertentu. Agar mekanisme pasar bisa
efisien, maka dibutuhkan regulasi akuntansi untuk
mengurangi hasil yang tidak efisien dan tidak setara.
Teori regulasi
Ada tiga macam teori regulasi (ketiganya tidak mutually
exclusive ) :
1. Public Interest Theory
2. Regulatory Capture Theory
3. Private Interest Theory
Public Interest Theory
Regulasi pemerintah diharuskan karena adanya
kepentingan publik kapanpun saat terjadinya kegagalan
pasar (inefisiensi) karena adanya :
- Kurangnya iklim kompetisi
- Adanya penghalang untuk masuk ke pasar ( Barrier to
entry)
- Informasi yang tidak simetris
- Porduk yang berupa barang publik
Pemerintah merasa perlu untuk mengintervensi pasar
karena pada dasarnya mereka adalah politisi yang
membutuhkan populisme agar mendapat suara saat
pemilu. Disisi lain, kelompok kepentingan publik
membuthkan intervensi pemerintah karena pemerintah
dianggap sebagai penengah yang netral (Neutral Arbiters).
Manajer memiliki insentif untuk secara sukarela
mengkoreksi persepsi kegagalan pasar terhadap
perusahaan mereka. Contoh penerapnnya adalah
Sarbanes-Oxley Act (2002) dan Accoutning Standards
Review Boards- ASRB (1984).
Regulatory Capture Theory
Kepentingan publik tidak terlindungi karena pihak yang
menjadi subjek regulasi mengendalikan atau mendominasi
regulator. Pihak yang menjadi subjek regulasi akan selalu
berusaha melindungi atau meningkatkan kekayaannya.
Teori ini mengasumsikan bahwa tidak peran independen
dalam kasus ini, tetapi yang ada hanyalah penengah
diatara pihak berkentingan yang saling berkompetisi.
Badan akuntansi profesional atau sektor korporasi akan
berusaha mengendalikan penetapan standar akuntansi.
Contoh penerapannya bisa dilihat dari pertanyaan berikut :
1. Apakah ASRB dicakupi oleh profesi akuntan ?

2. Apakah ada bukti harmonisasi pencakupan regulasi itu


oleh perusahaan besar,pasar modal dan profesi akuntan ?
3. Apakah IASB telah dicakup oleh FASB ?
Private Interest Theory
Dalam teori ini,pemerintah bukanlah penengah yang
independen tetapi merupakan pihak yang memiliki
kepentingan tersendiri, karena pemerintha berusaha
memenagkan pemilu dimasa mendatang. Pemerintah akan
mencoba menjual kekuasaannya kepada yang paling
mungkin membantunya mencapai tujuan tersebut (jika
mereka merupakan pejabat yang dipilih publik) atau
meningkatkan kekayaannya (jika mereka merupakan
pejabat yang ditunjuk). Contoh penerapan teori ini adalah
pembentukan ASRB di Australia.
Penetapan standar sebagai proses politik
Penetapan standar adalah proses politik karena bisa
mempengaruhi beberapa kelompok yang berkonflik dan
berkepentingan. Pembuat regulasi harus membuat pilihan
politik dan memiliki mandat untuk melakukan social
choices. Sebagai contohnya daya tawar penetapan standar
adalah pengakuan utang, karena bisa mempengaruhi
entias secara berbeda.
Instrumen Keuangan
Penerapan IAS 39 Financial Instruments- Recognition and
Measurement di Uni Eropa adalah salah satu contoh
penetapan standar yang melalui proses politik yang
panjang
Aset tak berwujud
Penerapan dari IAS 38 Intangible Asset di Australia jua
mengilustrasikan peran politik dalam proses penetapan
standar
Kerangka kerja regulasi untuk pelaporan keuangan
Lingkungan pelaporan keuangan terdiri dari :
1. legal setting
2. Economic setting
3. Political setting
4. Social setting
Elemen dari kerangka kerja regulasi adalah :
1. Persyaratan statutoris
2. Tatakelola perusahaan
3. Auditor dan pengawasan
4. Badan independen yang menjadi penegak hukum
Persyaratan statutoris
Hukum badan usaha, hukum pasar sekuritas, standar
akuntansi, hukum perpajaka
Tata kelola perusahaan
Struktur, proses ,dan institusi didalam dan disekitar
organisais yang mengalokasikan keuatan dan pengendalian
sumber daya diantara partisipannya . Badan nasional dan
internasional telah mengeluarkan rekomendasi mengenai
tatakelolaperusahaan
Auditor dan pengawasan
Baik auditor dan proses pengauditan keduanya diatur oleh
regulasi yaitu regulasi statutoris dan self-regulation
Badan independen yang menjadi penegak hukum
Badan penegak hukum independen : EU

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1261

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


Regulator pasar modal : SEC, ASIC
Badan badan ini memiliki keharusan untuk melakukan
penegakan hukum dan standar yang konsisten antar
negara
Struktur Internasional untuk menetapkan standar
akuntansi dan audit.
- Pembentukan IASC tahun 1973
- IOSCO mendukung standar inti
- IASC yang tidak independen di restrukturisasi pada tahun
2001 menjadi IASB
- Pada Tahun 2002 ,EC memutuskan untuk mengadopsi
standar IASB pada tahun 2005 di Uni Eropa
- Australia mengadopsi IFRS pada 1 Januari 2005
Program konvergensi IASB dan FASB
Program konvergensi ini dilakukan pada tahun tahun 2002
,yaitu melalui Norwalk Agreement. Program konvergensi
ini merupakan sebuah proses yang rumit

2. Compliance yang lebih besar


3. Meningkatnya akuntabilitas
4. Lebih sedikitnya standar spesifik
5. Meningkatnya pemahaman persyaratan pelaporan
6. Penetapan standar yang lebih ekonomis
Tujuan dari Kerangka kerja konseptual
Menurut FASB, pelaporan keuangan harus memberikan
informasi yang berguna saat ini bagi investor pitensial dan
pengguna lainnya dalam melakukan investasi yang
rasional, kredit dan keputusan serupa lainnya
Informasi harus :
- berguna dalam mengambil keputusan ekonomis
- berguna dalam menilai prospek arus kas
- berisi tentang sumber daya perusahaan klaim terhadap
sumber daya tersebut dan perubahan yang terjadi
Ilustrasi Kerangka kerja konseptual :

Standar akuntansi untuk sektor publik


Setiap negara harus memutuskan seberapa jauh standar
IASB akan diikuti oleh entitas sektor publik. Australia telah
berusaha membuat satu set standar yang bisa digunakan
oleh entotas sektor publik dan swasta
Standar audit internasional
Sejarahnya, audit bersifat self-regulated. Praktek audit
terbaik telah terefleksi pada standar akuntansi, Pemerintah
kemudian dilibatkan karena adanya market failure
(inefisiensi)
BAB 4
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL

Peran kerangka kerja konseptual


Kerangka kerja konseptual merupakan teori terstruktur
dari akuntnasi yang menyatakan cakupan dan tujuan dari
pelaporan
keuangan.
Kerangka
kerja
ini
mengidentifikasikan karakteristik kualitatif dari informasi
keuangan dan elemen dasar dari akuntansi, yang
berhubungan dengan prinsip dan aturan pengakuan
,pengukuran,dan pengungkapan laporan
Conceptual Framework (FASB) :
A coherent system of interrelated objectives and
fundamentals that is expected to lead to consistent
standards and that prescribes the nature, function and
limits of financial accounting and reporting.
Isu-isu yang ada dalam sebuah kerangka kerja konseptual
adalah :
1. Apakah kita membutuhkan teori umum akuntansi?
2. Apakah akuntansi yang ada saat ini dirasa permisif?
3. Apakah praktek akuntansi saat ini terlalu tidak
konsisten?
4. Apakah terlalu banyak campur tangan politik pada
netralitas pelaporan akuntansi ?
Manfaat yang ada pada sebuah kerangka konspetual :
1. Persyaratan pelaporan yang logis dan konsisten

Membentuk sebuah kerangka kerja konseptual


Pembentukan sebuah kerangka kerja konseptual
dipengaruhi oleh dua kunci utama :
1. Penetapan standar berbasis prinsip VS Penetapan
standar berbasis pendekatan terhadap peraturan
2. Informasi untuk pengambilan keputusan dan
pendekatan teori keputusan (Decision-theory Approach)
Penetapan standar berbasis pronsip dan berbasis
peraturan
Standadar yang dimiliki oleh FASB biasanya berbasis
kepada peraturan, Saat ini sedang ditekankan agar
berbasis prinsip. Proses ini dilakukan dalam program
konvergensi antara IASB dan FASB

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1262

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Informasi untuk pengambilan keputusan dan pendekatan


teori keputusan
Data akuntansi dibutuhkan dalam pembuatan keputusan
atau tujuan akuntabilitas (Stewardship and decision
making). Pendekatan teori keputusan memetakan proses
dengan cara output dari sistem akuntnasi memberikan
input kepada model keputusan bagi penggunanya

Proses Teori Keputusan (Decision-theory Process) :

Perkembangan Internasional : Kerangka kerja IASB dan


FASB
Pada tahun 2004, FASB dan IASB menyetujui untuk
melakukan proyek gabungan untuk :
1. Membentuk sebuah kerangka kerja konseputal bersama
dengan disetai peningkatan
2. Tujuan dari pembentukan standar adalah membuat
standar yang berbasis pada prinsip, yang konsisten secara
internal dan konversen di tingkat internasional
- Exposure Draft dikeluarkan pada Juni 2009
- Adanya isu penundaan penerapan standar untuk sektor
nirlaba
Exposure draft pada proyek konvergensi ini memiliki ciri :
1. Perpsektif entitas vs proprietoship
2. Kelompok pengguna utama
3. Decision usefulness dan stewardship
4. Karakteristik kualitatif
Australia mengikuti pendekatan dimana isu untuk sektor
nirlaba
dan
sektor
swasta
berorientasi
laba
dipertimbangkan bersama. Standar diharuskan diterapkan
pada kedua sektor .Standar Akuntansi Publik IFAC telah
berusaha membentuk proyek untuk membuat kerangka
kerja konseptual bagi sektor publik
Kritik terhadap proyek kerangka kerja konseptual
Pendekatan dalam membuat kerangka kerja konseputal
adalah saintifik atau ilmiah yang menekankan pada logika
dan empirisitas serta profesional yang mana melakukan
segala sesuatu berdasarkan nilai-nilai profesionalisme.
Kritik ilmiah pada proyek kerangka kerja konseptual :
1. Preskriptif
2. Tidak memiliki peraturan dan konvensi yang spesifik
3. Tidak menyelesaikan permasalahan isu pengungkapan
yang kontemporer
4. Memiliki definisi yang vague
5. Tidak memuat isu pengukuran
6. Adanya resiko pembuatan keputusan mekanis
7. Kerangka kerja bisa berakhir dengan sendirinya
8. Memiliki definisi yang overreliance

Asumsi ontologis dan epistemologis


1. Kerangka konseptual harus bebas dari bias (harus
netral), sebuah kualitas informasi yang mencegah
penggunanya untuk menyimpulkan sesuatu dengan
maksud tertentu yang disiratkan oleh pembuat informasi.
2. Bebas dari bias itu sebagaimana prinsip Financial
Mapmaking
3. Kebenaran ilmiah tidak absolut
4. Akuntansi mainstream bersifat Taken-for-granted

Sirkularitas dari Reasoning


Sebuah kerangka kerja konseptual yang objektif akan
mempengaruhi praktik harian dari akuntan. Pandangan
superfisialnya adalah mendeduksi prinsip dari teori yang
lebih umum. Kerangka kerja ang ada saat ini memiliki
karakter sirkularitas internal ,misalnya FASB Statement
No.2 dimana karakteristik kualitatif sering dinyatakan
dalam istilah kualitas lain yang bukan merupakan nonoperasional.
Sebuah dispilin ilmu yang tidak saintifik
Apakah akuntansi merupakan sains, ini bisa dijelaskan oleh
sifat dan muatannya. Stamp berpendapat :
Until we are sure in our minds about the nature of
accounting, it is fruitless for the profession to invest large
resources in developing a conceptual framework to support
accounting standards.
Riset positif
Proyek kerangka kerja konseptual mengabaikan temuan
empiris dari riset positif di biang akuntansi serta memiliki
konflik satu sama lain. Adanya banyak bukti bahwa pasar
modal tidak efisien. Jika kerangka kerja konseptual bisa
memastikan penggunanya mendapatkan informasi
berguna ini akan memenuhi tujuan kebermanfaatannya
Kerangka kerja konseptual sebagai dokumen kebijakan
Sebagai bagian pengetahuan yang umum, kerangka kerja
konseptual gagal dalam beberapa tes keilmiahan misalnya :
1. Perbedaan antara teori dan kebijakan adalah penting
2. Kerangka kerja konseptual dihasilkan dalam kevakuman
politik
3. Kerangka kerja konseptual hanyalah refleksi dari
keingina kelompok yang dominan
Professional Values dan Self-Preservation
Self preservation : Kegiatan mengejar kepentingan pribadi
Professional value : Menekankan idealisme dan altruisme
Gerboth : Rasa tanggung jawab personal
Hines : Legitimasi profesional
Kerangkan kerja konseptual untuk standar audit
Pengauditan adalah disiplin ilmu yang berdasarkan logika.
Peran verifikasi tradisional telah mengubah ilmu audit
menjadi lebih kepada Business risk auditing yaitu adanya
perpndahan dari pengujian substanfit kepada peran dari
resiko bisnis klien.
BAB 5
TEORI PENGUKURAN

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1263

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


mengakibatkan munculnya skala dan pengukuran hanya
bisa dilakukan dengan skala

Pentingnya pengukuran
Defenisi pengukuran :
Campbell
The assignment of numerals
to represent properties of
material systems other than
numbers

Stevens
Assignment of numerals to
objects or events according
to rules.

Pengukuran merupakan penghubungan sistem angka ke


beberapa objek atau kejadian dengan peraturan semantik.
Peraturan semantik di bidang akuntansi dicerminkan oleh
transaksi. Dalam ilmu akuntansi laba dihitung dengan cara :
- Melekatkan nilai pada sebuah Capital
- Laba dikalkulasi seiring pada perubahan Capital sepanjang
periode.
Skala
Setiap pengukuran dibuat berdasarkan skala. Skala dibuat
saat peraturan semantik digunakan untuk mengkaitkan
pernyataan matematis pada objek dan kejadian . Skala
menunjukkan informasi apa yang diwakili oleh angka.
Skala nominal
Skala ini menggunakan angka sebagai label. Angka
mewakili klasifikasi tertentu, misalnya Pengklasifkasian
kelas aset dan libailitas menjadi beberapa kelas
Skala ordinal
Dalam skala ini, objek memiliki urutan perngkat dengan
properti tertentu misalnya alternatif investasi yang diberik
peringkat 1,2,dan 3 sesuai ukuran dari NPV (Net Present
Value). Interval diantara nomor tidak harus sama
Skala Interval
Pada skala ini, urutan peringkat objek memiliki jarak
tertentu dan memiliki titik nol arbitrer sehingga kelipatan
antara satu titik dan yang lainnya memiliki nilai jarak
tertentu. Misalnya temperatur celcius dan standard cost
accounting
Skala Rasio
Pada skala ini , urutan peringkat objek memiliki interval
dan memiliki titik asal dan nol yang mutlak . Misalnya
pengukuran panjang dan penggunaan mata uang dollar
untuk menghitung aset dan liabilitas.
Skala operasi yang dibolehkan
Invariansi pada skala berarti bahwa sistem pengukuran
akan memberikan entuk yang sama pada variabel dan
pembuatn keputusan akan membuat keputusan yang
sama. Ini bukanlah kasus dalam akuntansi, karena ada
lebih dari satu sistem akuntansi. Informasi yang diberikan
akan berbeda dan berbagai keputusan akan dibuat.
Skala ordinal dan Nominal : Tanpa operasi aritmatik
Skala Interval : Operasi penambahan dan pengurangan
Skala Rasio : Seluruh operasi aritmatik
Jenis-jenis pengukuran
Harus ada aturan untuk melekatkan angka sehingga bisa
dilakukan
pengukuran,
Formulasi
peraturan

Pengukuran fundamental
Angka dikaitkan dengan referensi terhadap hukum alam.
Properti fundamental adalah operasi penambahan seperti
panjang dan volume. Dalam akuntansi ada debat mengenai
sifat dari nilai fundamental
Pengukuran turunan (Derived Measurements)
Merupakan pengukuran yang bergantung pada dua ata
lebih kuantitas berbeda. Pengukuran ini tergantung pada
relasi diantara properti fundamental misalnya pengukuran
laba bergantung pada pengukuran Income dan expense
Pengukuran Fiat
Pengukuran ini umum pada sains sosial termasuk
akuntansi. Pengukuran fiat berdasarkan definisi arbiter
(misalnya profit). Dalam pengukuran ini, ada berbagai cara
untuk mengkonstruksi skala. Pengukuran fiat bisa berujung
pada rendahnya tingkat kepercayaan pada skala misalnya
karena adanya berbagai cara untuk menentukan nilai laba
Reliabilitas dan akurasi
Tidak ada pengukuran yang bebas dari kesalahan kecuali
penghitungan langsung (misalnya menghitung jumlah kursi
didalam sebah ruangan)
Sumber dari kesalahan umumnya adalah :
- Operasi pengukuran dinyatakan secara tidak tepat
- Orang yang mengukur
- Instrumennya
- Lingkungannya
- Tidak jelasnya atribut
- Adanya resiko dan ketidakpastian
Perlu adanya batasan yang ditetapkan bagi tingkat
kesalahan yang dapat diterima
Pengukuran yang reliabel
Pengukurann yang reliabel adalah pengukuran yang :
1. Terbukti memiliki konsistensi
2. Bisa diulang dan direproduksi
3. Memiliki presisi
Reliabilitas memiliki dua aspek :
1. Akurasi dan kepastian pengukuran
2. Representative faithfulness
Pengukuran yang akurat
Konsistensin pada hasil presisi,dan reliabiliti tidak berarti
akan berujung pada akurasi. Akurasi harus dilakukan
dengan pengukuran yang mencerminkan True value dari
atribut pengukuran. True value bisa saja tidak bisa
diketahui, misalnya akurasi dalam akuntansi terkait dengan
Pragmatic notion dari usefulness. Beberapa pengukuran
akuntansi adalah dalam bentuk skala rasio,karena
merupakan skala yang paling informatif. Dasar teoritis
terlemah adalah pengukuran fiat.
Pengukuran adalam akuntansi
Memiliki dua pengukuran dasar yaitu capital dan profit.
Capital dan profit bisa dedefinisikan dan diturunkan
dengan berbagai cara. Konsep dari capital dan profit telah
berubah sepanjang waktu, ini ditunjukkan dengan
banyaknya konsep pengukuran fundamental.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1264

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Ada dua perkembangan yang perlu dicatat pada standar


internasional (IASB,2005) :
- Profit measurement and revenue recognition should be
linked to timely recognition
- The fair value approach should be adopted as the working
measurement principle
- At no stage has the principle of capital maintenance been
explicitly discussed
Isu pengukuran bagi auditor
Fokus dari pengukuran laba telah berubah dari
menandingkan revenue dan expense menjadi menilai
perubahan nilai wajar dari net asset, ini ditunjukkan
dengan pengakuan seketika saat adanya impairment loss.
Auditor harus menentukan apakah manajemen telah
membuat valuasi yang tepat dan beralasan, karena pada
ikhwalnya ada 12 metode untuk menilai aset tak berwujud.
Adalah mungkin untuk beberapa pengukuran berbeda dan
pengakuan impairment loss oleh pihak manajemen, Ini bisa
diterima oleh auditor jika pihak manajemen telah :
1. Menerapkan model valuasi secara benar
2. Menggunakan data yang tepat
3. Telah membuat asumsi yang benar
4. Melakukan tindakan itu dengan cara yang konsisten
BAB 6
SISTEM PENGUKURAN AKUNTANSI

Sisgem pengukuran Income dan capital


Sistem akuntansi biaya hostoris muncul setelah runtuhnya
Wall street di tahun 1929. Pada tahun 1960, beberapa
alternatif dibentuk :
1.) Current cost accounting, yang mengatur tentang
Financial capital maintenance (Daya beli dari financial
capital) dan Physical capital maintence (Kemampuan fisik
untuk memproduksi barang dan jasa)
2.) Exit price accounting
Historic cost accounting
Merupakan sistem pengukuran akuntansi biaya,dimana
memiliki ciri-ciri :
1. Adanya pemisahan kepemilikan dan pengendalian serta
informasi yang tidak simetris
2. Memiliki tujuan kritis tentang akuntabiliats yaitu terkait
stewardship (konservatisme)
3. Laporan laba rugi adalah sangat penting, elemennya :
- Berbasis transaksi
- Pengakuan revenue
- Matching
- Pengukuran profit
Argumentasi terhadap historic cost accounting
1. Relevan dalam membuat keputusan ekonomis
2. Berdasarkan transaksi yang aktual
3. Data memiliki kebermanfaatan
4. Merupakan konsep profit yang paling mudah dipahami
5. Menjaga data dari modifikasi secara internal

6. Profit berdasarkan alternatif lain bisa saja datanya tidak


bermanfaat
7. Harga pasar bisa menjadi data tambahan
8. Tidak ada cukup bukti untuk menolak sistem
pengukuran akuntansi ini
Kritik terhadap historic cost accounting
Ada beberapa kritik atas sistem pengukuran ini :
1. Tujuan akuntansinya
Stewardhsip hanyalah tujuan sekunder. Memenuhi
kebutuhan pembuatan keputusan bagi penggunanya
adalah tujuan utama dan data biaya historis gagal
memenuhi tujuan ini karena :
- Informasi biaya historis tidak objektif
- Bisa dimanipulasi dengan mudah
- Tidak mengatur capital yang dimiliki entitas
2. Informasi untuk pembuatan keputusan
Biaya historis tidak relevan saat digunakan untuk
mengevaluasi keputusan di masa lalu. Setelah akuisis data
boaya historis bersifat fiksi. Baya hostoris berhubungan
dengan
pengukuran
capital
yang
bersifat
inconsequential,dan hanya menghasilkan pengukuran
profit yang cacat
3. Dasar dari biaya historis
Asumsi going concern tidak dipenuhi oleh penggunaan
akuntnasi baiay historis ini karena bisnis bisa saja gagal,
tidak ada bisnis yang berkelanjutan hanya melakukan
denga yang mereka lakukan saat ini,dan seluruh bisnis
kecuali yang ada saat ini ebebrapa sudah banyak yang
menghentikan operasinya. Intinya,seluruh bisnis memiliki
pilihan alternatif untuk going forward.
4. Matching
Sistem penandingan antara revenue VS Expense :
- Secara praktik tidak mungkin
- bersifat arbitrer (acak)
- neraca juga penting ,bukan hanya laporan laba rugi
- membuat non-aset diklasifikasikan sebagai aset dan nonliabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas
- membuat terjadinya volatilitas dan smoothing
5. Notion dari kebutuhan investor
Dari suduit pandang kebutuhan investor terhadap
informasi kauntansi,sistem biaya historis memiliki
kekurangan karena:
- menimbulkan distorsi dan penyembunyian data
- tujuannya tidak tercapai (laporan keuangan yang memiliki
kebermanfaatan)
- terjadinya banyak kasus creative accounting
- saat ini investor menaruh seidkit perhatian terhadap data
biaya historis perusahaan
Current Cost Accouting (CCA)
CCA memiliki objektifitas yaitu menilai aset pada harga
belinya di pasar saat ini, profit ditentukan dengan
menandingkan alokasi expense kepada biaya saat ini untuk
membeli. Profit lebih akurat ditentukan karena
mendasarkan perhitungan pada perubahan capital di
sepanjang waktu. Manajer lebih mampu mengevaluasi
keputusannya di masa laludan menggunakan sumber daya
perusahaan lebih baik untuk memaksimalkan laba dimasa
mendatang. Pemegang saham ,investor,dan pihak lainnya

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1265

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


juga mampu melakukan alokasi sumer dayanya lebih baik
dengan sistem perhitungan ini
Tata cara pengukuran current cost accounting adalah :
- Manajer akan memeriksa current operating profit (selisih
lebih dari current value pada output yang dijual terhadap
current cost dari input yang terkait)
Manajer akan memeriksa realisable cost saving
(peningkatan current cost dari aset yang dipegang saat ini,
dan mengecek adanya holding ganis atau loss serta
realised atau unrealised)

Financial capital VS Physical Capital


Profit merupakan perubahan capital. Pada financial capital,
holding gains dimasukkan ke dalam profit,sedangkan pada
physical capital, holding gain dikecualikan dari profit.
Argumen dan kritik terhadap current cost
-Current cost melanggar prinsip konservatisme tetapi
mengikuti fenomena yang aktual. Namun perlu ditetapkab
apakah prinsip pengakuannya mengikuti holding gain profit
atau revaluation adjustment
- Current cost kurang memiliki objektifitas
- Current cost mengabaikan perkembangan teknologi
Penjelasan rinci atas kritik-kritik sebelumnya
1. Mengajrkan penggunaan Historic cost accounting karena
melanggar prinsip realisasi dan meningkatnya subjektifitas
2. Current cost memiliki masalahvariasi industri dibanding
historitc cost
3. Current cost menganjutkan penggunaan exit price :
- Ekspresi logis dari opportunity cost adalah current selling
price
- Alokasi acak pada expense masih menjadi masalah
- adanya masalah additivity
- sejumlah alasan bahwa aset memiliki nilai terhadap bisnis
- tidak relevan dengan kebanyakan keputusan bisnis
- konsep physical capital penuh dengan kelemahan

kas dan ekuivalennya yang tercatat pada laporan


keuangan. Di akhir analisis, kebertahanan ekonomi dan
kinerja sebuah perusahaan tergantung dari jumlah kas
yang bisa dikuasainya
Chamber berpendapat bahwa :
the single financial property which is uniformly relevant
at a point of time for all possible future actions in markets
is the market selling price or realisable price of any or all
goods held.
Argumentasi Pro dari Exit Price Accounting
1. Memberikan informasi yang berguna
2. Memberikan informasi yang relevan dan dapat
dipercaya.
Hanya ada satu cara untuk menentukan laba yang paling
superior dibanding cara lainnya yaitu laba merupakan
selisih antara modal pada dua titik waktu ,kecuali investasi
tambahan dan distribusi laba ke pemiliknya.
Agar relevan, informasi harus berguna dalam model
pengalbilan keputusan yang digunakan oleh pengguna data
akuntansi. Selling price yang ada saat ini adalah item satusatunya yang relevan terhadap segala jenis keputusan
tersebut.
3. Additivity
Jika kita menggunakan berbagai sistem pengukuran maka
tidak ada arti praktik dan komersil yang bisa diambil
daritingkat agregasinya. Bahkan jika kita menggunakan
Historic cost accounting sebagai sistem pengukuran
tunggal, gabungan dari historic cost di berbagai tanggal
menunjukkan kita tidak bisa meletakkan makna pasti pada
kalkulasi net asset atau profit. Exit price accounting tidak
memiliki masalah semacam ini
4. Alokasi
Laporan keuangan bersifat bebas dari sistem alokasi
tertentu

Exit price accounting


Pengukuran akuntansi ini mencerminkan clean surplus
accounting. Laporan laba rugi mejelaskan seluruh
perbedaan antara neraca awal dan akhir

5. Realitas
Mengacu pada dunia nyata karena pengungkapannya
menggunakan jumlah yang relevan saat ini yaitu actual
market price dan memiliki sifat dapat dipertukarkan
(Exchangeability)

Exit price = Selling price = Fair Market Value

6. Objectivity
Market price biasanya lebih objektif dari nilai subjektif lain

Ext price accounting memiliki dua dasar utama dari historic


cost accounting :
1. Nilai dari aset nonmoneter adalah harga jualnya dan
perubahan yang dimasukkan ke dalam profit sebagai
unrealised gains
2. Perubahan pada daya beli umum dari uang
mempengaruhi financial capital dan profit
Tujuan dari akuntansi
Tujuan umum dari akuntansi adalah menyajikan data untuk
pembuatan keputusan yang adaptif. Asumsinya adalah
dunia bisnis merupakan dunia yang dinamis dan bisnis
harus berdapatasi agar bertahan. Perusahaan dan yang
terkait dengannya memasuki pasar untuk mengambil
peluang yang ada. Kemampuan untuk terlibat pada
transaksi pasar dilihat dari posisi keuangan bersihnya (Net
financial position, net current market value). Pada akhirnya
seluruh pengguna informasi akuntansi tertarik pada nilai

7. Merupakan pengukuran resiko


Exit price accounting bisa mengindikasikan resiko finansial
saat pembelian sebuah aset
Argumentasi Kontra dari Exit price Accounting
1. Konsep laba
- tidak memiliki arti yang meaningful .
- kejadian penting tidak terkait kinerja dari perusahaan
- tidak memberikan laporan keuangan yang realistis
2. Additivity
Melanggar prinsip pengecualian dari kalkulasi antisipatif
yang sebenarnya diklaim bahwa itu seharusnya ditolak
3. Valuasi dari liabilitas
Penilaian liabilitas pada face value dan bukan market value
menunjukkan ketidakonsistenan

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1266

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

4. Current cost atau exit price


Pada tingkatan apa dari siklus operasi exit price harus
mendominasi baluasi aset ?
Nilai kegunaan VS Nilai tukar (Value in Use VS Value in
exchange)
Keduanya sama saat pasar bersifat likuid dan
efisien.
Ada faktor yang sama pada kedua jenis nilai :
- Market price lebih relevan untuk
pengambilan keputusan
- Aditivitas dan reliabilitas merupakan syarat
utama
- Historic cost accounting memiliki banyak
kekurangan
Keduanya
bersifat
komplementaris
bukan
substitutif
Nilai kegunaan menilai kebertahanan jangka
panjang (Solvency), sedangkan Nilai tukar menilai
kemampuan untuk beradaptasi pada jangka
pendek (Liquidity)

Nilai pasar (Maket value) atau exit price diterapkan dalam


pendekatan pengukuran nilai wajar dalam IFRS. Kurangnya
konsep teoritis dari valuasi, captal maintenance dan
pengukuran profit menghasilkan sistem pengukuran
campuran dan kurangnya konsistensi
Isu bagi auditor
Sistem pengukuran campuran menghasilkan kesalahan
pencatatan (Misstatement) sehingga auditor harus
berusaha lebih keras dalam mengerjakan tugasnya yaitu
menentukan apakah laporan keuangan disajikan secara
benar dan wajar

BAB 7
ASET

Perspektif global dan IFRS

Definisi aset
Dalam kerangka kerja IASB (AASB) defenisi aset adalah :

Negara
Amerika serikat

an asset is a resource controlled by the entity as a result of


past events and from which future economic benefits are
expected to flow to the entity

Inggris
Australia

Penggunaan current cost


Pernah dicoba kemudian
ditinggalkan (1976-1984)
Pernah diimplementasikan
kemudiann ditinggalkan (1975-1985)
Pernah direkomendasikan kemudian
ditinggalkan (1976-1980)

Standar akuntansi internasional dan Current cost


IASB dan FASB telah setuju bahwa nilai wajar adalah basis
pengukuran yang paling baik pada tahun 2004. Nilai wajar
(Fair value) merupakan jumlah atau nilai dimana sebuah
aset bisa dipertukarkan, atau sebuah liabilitas ditetapkan,
diantaa pihak-pihak yang saling paham dan berkeinginan
pada transaksi yang wajar (Arms length transaction)
Pada umumnya Historic cost accounting masih diterapkan
secara umum, namun ada pergerakan yang jelas menuju
Current value systems,sedangkan IASB lebih tegas
bergerak kepada exit price (tahun 2004) tetapi masih
menggunakan valuasi campuran. Current cost tidak
disebutkan dalam standar konsep pengelolaan kapital.
Nilai wajar (Fair value berarti) :
1. Current market entry price
2. Current market selling price
3. Historic cost
4. Discounted future cash flows
Bagaimana Historic cost diterapkan
Subjektivitas dilibatkan dalam penentuan biaya akuisisi
sebuah item,kemudian pengukuran sesudahnya menjadi
lebih subjektif
Argumentasi kontra terhadap Historic cost
Era dari Historic cost accountingterlah berakhir karena
dianggap menghasilkan data yang tidak relevan, tidak
reliable, tidak komparabel,dan non-understandable
Sistem pengukuran campuran dan standar internasional

Aset memiliki lim karakteristik yang penting :


1. Future economic benefits
2. Controlled by an entity
3. Past events
4. Exchangeability
5. Recognition rules
Future economic benefits
Merupakan potensi untuk berkontribusi,apakah secara
langsung atau tidak terhadap arus kas dan ekuivalen kas
terhadap entitas. Ini berlaku baik entitas profit atau
nonprofit. Future economic benefits memiliki keterkaitan
dengan sumber daya ekonomis yang memiliki dua sifat
khas:
1. Kelangkaan (Scarcity)
2. Kebermanfaatan (Utility)
Aset merupakan sesuatu yang ada saat ini. Aset juga
berarti sesuatu yang memiliki kapabiltas berupa jasa yang
tertunda (rendering service) yang manfaatnya bisa
dirasakan dimasa akan datang,misalnya(Contoh :
Langganan koran ). Aset dibedakan diantara objeknya
,misalnya gedung,mesin,atau jasa,atau manfaat yang
melekat (mislanya goodwill)
Controlled by an entity
Manfaat ekonomis harus dikuasai oleh sebuah entitas. Hak
entitas untuk menggunakan atau mengendalikan sebuah
aset tidak pernah bersifat mutlak. Kepemilikan biasanya
berbarengan dengan kendali,tetapi bukan karakteristik
mutlak dari sebuah aset. Pengendalian aset ini tidak berarti
keharusan adanya legal enforceability.
Past events
Kendali muncul akibat adanya kejadian di masa lalu. Aset
terencana (Planned asset) dikecualikan dalam hal ini.
Kejadian bisa diinterprestasikan dalam cara-cara berbeda.
Contoh bukti dari past events adalah Executory contracts

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1267

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Exchangeability
Beberapa pendapat mengatakan ini merupakan
karakteristik sebuah aset. Exchangeability bersifat dapat
dipisahkan dari entitas itu sendiri.
Macneal berpendapat :
A good that lacks exchangeability must lack economic
value because its purchase or sale must forever remain
impossible, and thus no market price for it can ever exist
Pada
Goodwill, excangeabilitynya
evaluasinya bukan pengukurannya.

fokus

kepada

Asset recognition
Cakupan dan waktu dari pengakuan sebuah aset adalah
penting karena memiliki konsekuensi ekonomis bagi yang
mempersiapkannya dan pengguna laporan keuangannya.
Mengakui aset pada neraca melibatkan Recognition rules
yang biasanya merupakan semacam conventions atau
authoritative pronouncements. Kriteria pengakuan ada
dua yaitu :
1. Manfaatnya di masa depan harus berisfat pasti
2. Aset dapat diukur secara reliabel
Sedangkan kriteria pengakuan masa lampau adalah :
1. Ketergantungan atas kejelasan status hukumnya
2. Penentuan substansi ekonomis dari transaksi atau
kejadian
3. Penggunaan prinsip konservatisme yaitu mengantisipasi
loss lebih prioritas dibandingkan Gain
Pengukuran aset
Seluruh elemen dari akuntansi adalah saling terhubung dan
pengukuran lba mengalir dari pengukuran perubahan net
asset. Aturan dan praktik dalam pengelolaan pengakuan
dan pengukuran aset juga akan mempengaruhi
pengukuran laba dan pada akhirnya capital (ekuitas)
Saat defenisi dan kriteria pengakuan telah didapat,
akuntan harus memutuskan bagaimana mengukur aset itu
dengan kondisi berikut :
1. Ada beberapa pendekatan pengukuran yang bisa dipakai
2. Karakteristik kualitatif dari laporan keuangan
Saat diukur maka akan berorientasi pada neraca dan
bersifat resticted terhadap note disclosure.
Aset berwujud (Tangible assets)
Pendekatan tradisional yang digunakan untuk mengukur
aset adalah historical cost. Standar IASB membolehkan
pengukuran lanjutan menggunakan sejumlah pendekatan
seperti :
1. Nilai wajar
2. Exit value atau Value in use
Perusahaan di Inggris dan Australia menggunakan
penilaian selain historical cost selama beberapa tahun
terakhir
Aset tak beruwjud (Intangible assets)
Pengukuran akuntansi umumnya bersifat konservatif :
1. Biaya yang merupakan pengurangan akumulasi
amortisasi dan impairment ,umum diterapkan

2. Merupakan nilai wajar di pasar aktif


3. Aset tak berwujud yang dibuat secara internal tidak bisa
diakui
Instrumen keuangan
FASB dan IASB : Derivatif diukur lebih kepada nilai
wajarnya,daripada biayanya. IASB bahkan berkomitmen
untuk menggunakan pengukuran nilai wajar untuk
instumen keuangan
Tantangan bagi pembuat standar
FASB dan IASB bermaksud untuk mengeluarkan isu
pengukuran pada Fase C dari Conseptual Framework
Project,yang
mempertimbangkan
konsep,prinsip,dan
istilah-istilah pengukuran serta mengevaluasi dan
memperingkatkan metode pengukuran (Karakteristik
kualitatifnya)
Nilai wajar lebih diutamakan,dimana IASB dan FASB
mendukung penggunaan metode pengukuran ini secara
lebih dominan,
Bagaimana mengkalkulasikan pengukuran nilai wajar
Ada beberapa teknik valuasi untuk mengukur nilai wajar
1. Market approach : Harga yang dapat diamati dan data
transaksi aktual
2. Income approach : Konversi nilai masa mendatang yaitu
arus kas dari pendapatan menjadi satu jumlah
didiskontokan saat ini
3. Cost approach : Jumlah saat ini yang diharuskan untuk
mengganti kapasitas servisnya (service capacity) yaitu
current replacement cost
Valuasi tersebut harus menekankan pada market input
yaitu asumsi dan data partisipan pasar akan gunakan
dalam menentukan nilai wajar sebuah aset
Ada tiga tingkatan dari input ini :
Level 1 : Harga kuotasi untuk item identik di pasar
aktif,tanpa penyesuaian
Level 2 : Harga kuotasi untuk item serupa di pasar aktif
dengan penyesuan terhadap perbedaan
Level 3 : Estimasi nilai wajar menggunakan berbagai teknik
valuasi yang konsisten dengan ketiga pendekatan di atas
Isu bagi auditor
Mengaudit nilai wajar menimbulkan kesulitan karena
keharusan adanya penerapan model valuasi tertentu dan
seringkalinya melibatkan ahli valuasi. Auditor harus :
1. Memahami proses klien dan kendali relevan dalam
menentukan nilai wajar
2. Membuat penilaian apakah metode pengukuran
dan asumsi dari perusahaan klien sudah tepat dan
memberikan basis beralasan untuk sebuah
pengukuran wajar
3. Menilai potensi bias dan eror yang dilakukan
manajemen (yang biasanya disebabkan insenti
tertentu)
Adanya potensi kegagalan korporasi akan berujung pada
tindakan hukum yang gagal melakukan audit atas aset
mereka secara wajar dan tepat

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1268

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


BAB 8
LIABILITAS DAN EKUITAS

Teori entitas :
- fokus terhadap aset
- aset adalah sumber daya yang dikendalikan oleh entitas
- liabilitas adalah kewajiban yang dimiliki entitas
- pemilik hanya bisa mendapat klaim residual pada aset
bersih yang dimiliki oleh entitas

Teori Proprietari dan Teori entitas


Teori proprietari adalah teori bahwa pemilik merupakan
pusa perhatian dari akuntansi, dimana proses akuntansi
dilakukan berdasarkan kepentingan pemilik,sedangkan
Teori Entitas berfokus pada perusahaan sebagai pusat
perhatian .

Baik teori proprietari dan teori entitas masih berpengaruh


pada praktik akuntansi pada umumnya
Teori entitas
Menjadi dasar bagi
akuntansi konvensional

Teori Proprietari
Tagihan bunga dianggap
sebagai expense

Proprietorship = Net owrth of owners = capital


P= A=L

Direfleksikan oleh laporan


keuangan

Dividen adalah distribusi


laba

Tujuan dari akuntansi adalah untuk menentukan kekayaan


bersih dari pemiliknya. Laba adalah peningkatan dari
kekayaan bersih
- termasuk laba operasi
- termasuk perubahan nilai dari aset

Definisi Liabilitas
Framework IASB memberikan definisi atas liabilitas :
Kewajiban saat ini yang dimiliki entitas akibat dari
kejadian di masa lampau ,pelunasannya diekspektasikan
akan membuat adanya outflow sumber daya entitas yang
memiliki benefit ekonomis

Akuntansi saat ini umumnya berdasarkan teori berikut :


- Dividen
- Gaji
- Akuntansi ekuitas
- Akuntansi konsolidasi
Teori proprietari memiliki pandangan finansial pada capita;
yang menekankan pada investasi finansial dari pemiliknya
dan
perubahan
kekayaan
pemiliknya.
Dengan
berkembangnya perusahaan maka teori ini telah
memberikan dasar yang kuat untuk menjelaskan dasaradasar akuntansi pada perusahaan :
1. Dikembangkan saat bisnis masih kecil
2. Kekayaan perusahaan dipisahkan dari pemiliknya
3. Perusahaan adalah entitas legal dengan badan
hukumnya
4. Pemegang saham bergantung kepada manajener untuk
mendapatkan informasi
5. Teori proprietari tidak relevan jika perusahaan telah
berkembang
Teori entitas
Tidak memadainya teori proprietari membuat munculnya
teori entitas. Teori ini dibuat untuk menjelaskan status
legal terpisah dari sebuah perusahaan. Dalam teori ini
perusahaan dipandang sebagai entitas terpisah dengan
identitasnya sendiri :
1. Pemisahaan kekayaan pemilik dan manajernya
2. Akuntansi melihat entitas sebagai unit operasi
3. Prinsip akuntansi dan prosedurnya tidak dirancang untuk
kepentingan kepemilikan
4. Bisa juga diterapkan pada bentuk usaha perseorangan,
pesekutuan ,dan organisasi nirlaba
Tujuan dari akuntansi dalam teori ini adalah Stewardship
dan akuntabilitas
1. Entitas dilihat sebagai agen bisnis yang berdiri sendiri
2. Perusahaan akan berusaha untuk survive
3. Melihat pemiliknya (stockholders) sebagai pihak luar
(outsiders)
4. Melaporkan akuntabilitas kepada pemilik untuk
memenuhi peraturan dan menjaga hubungan yang baik
dengan mereka

Kewajiban saat ini (Present obligation)


- pengrobanan sumber daya aktual belum dibuat
- kewajiban sudah ada saat ini
- perencanaan kewajiban dilakukan jika ada hubungan
dengan pihak eksternal
- memiliki dasar hukum untuk penagihannya
- pelunasan kewajiban bisa dengan berbagai cara
- kewajiban dibagi atas dua (Equitable obligations dan
constructive obligations)
Transaksi di masa lalu (Past transaction)
Sebuah transaksi atau kejadian di masa lalu memastikan
bahwa hanya kewajiban saat ini yang dicatat ,bukan yang
dipekrirakan terjadi di masa mendatang. Jenis transaksi
masa lalu yang bisa diterima contohnya berbentuk
Executory contracts
Pengakuan Liabilitas
Kriteria pengakuan :
1. Kebergantungan terhadap hukum ( legal enforceability)
2. Penentuan substansi ekonomis dari kejadia (real
obligation)
3. Mampu mengukur nilai dari loiabilitas
- biasanya berbentuk nilai nominal
- jika periodenya lebih dari dua belas bulan, maka
berdasarkan Present Value dari Expected future cash flows
4. Menggunakan prinsip konservatisme
IASB Frame Work
Sebuah liabilitas harus diakui jika :
1. Mungkin akan adanya future economic benefit terkait
item akan keluar dari dalam atau ke luar dari entitas
2. Item itu memliki biaya (cost) atau nilai yang bisa dikukur
secara tepat
Pengukuran liabilitas
Framework IASB memberikan sedikit arahan tentang
bagaimana mengukur liabilitas. Sejumlah metode
pengukuran bsia digunakan. Pada IFRS, metode yang paling
umum adalah Biaya Historis (Historical Cost). Pengukuran
nilai wajar yang umum digunakan :
1. Leases

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1269

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


2. Financial instrument
3. Share based payments
4. Business combinations
Employee benefits Pension (sper annuation plans)
Pada rencana pensiun ,kewajiban dikategorikan sebagai
equitable obligations berbentuk Unfunded commitments
Provisi dan kontinjensi
Privisi dan kontinjensi teradi saat adanya ketidakjelasan
antara kewajiban saat ini dan kewajiban di masa
mendatang. Liabilitas dan provisi diakui hanya jika ada
kewajiban saat ini dan bisa diukur secara tepat. Kewajiban
kontjinsi tiak memenuhi kriteria ini.
Ekuitas pemilik
Framework mendefinsikan ekuitas sebagai sisa
kepentingan pada aset entitas setelah pemenuhan
kewajiban dan pelunasan liabiliasnya . Ekuitas pemilik
didefiniskan sebagai residual claim.
Ftur penting dari ekutias pemilik adalah :
1. Hak dari pihak-pihak terlibat
2. Substansi ekonomis dari arrangement yang dibuat

reasonableness of fair values

BAB 9
REVENUE

Revenue defined
Income is increases in economic benefits during the
accounting period in the form of inflows or enhancements
of assets or decreases of liabilities that result in increases
in equity, other than those relating to contributions from
equity participants. (AASB Framework)
Revenue represents a physical and a monetary flow
Revenue is an inflow of economic benefits
Revenue forms part of income which also includes
gains and arises in the course of ordinary activities
Examples are sales, fees, interest, dividends, royalties
and rents
Behavioural view of revenue
Revenues are the result of firm activity.
Net accomplishment of firm
revenue = accomplishment
expense = effort
matching results in profit = net accomplishment
A point of recognition must be determined
critical event
accrual throughout earnings process
Revenue recognition

Kosep modal (Capital)


-Dipengaruhi
oleh
ketentuan
hukum
(legal
prescriptions),disebut juga capital maintenance
- Financial capital adalah uang yang diinvestasikan atau
disebut juga Invested Purchasing Power
- Physical capital adalah kapasitas produktif dari entitas
- Capital bisa diukur pada nominal dollar atau skala rill
berupa daya beli
Klasifikasi pada ekuitas pemilik
Perbedaan anatara contributed capital dan earned capital
berguna untuk menentukan klasifikasi ini
- Laba ditahan (retained earnings)
- Tidak smeua transaksi bisa masuk kedalan kategori ini
contohnya Share dividends

Historical perspective
1. Profit (and revenue) determined on the basis
of the increase in the net worth of the firm .
2. Supplanted by the notion that profit and
revenue had to be realised.
3. Developed into the revenue recognition
4. principle (or realisation principle)
5. A distinction between capital and profit
6. emerged from court rulings
Criteria for revenue recognition
At what point during the earning process can revenue be
recorded as earned because there is sufficient evidence?

Tantangan bagi pembuat standard


IASB memiliki beberapa proyek yang akan mempengaruhi
definisi,pengakuan dan pengukuran liabilitas
- pembedaan debt vs equity
- extingusihing debt
- employee shares (shares-based payment)
Isu bagi Auditor
Kelengkapan liabilitas yang diakui pada neraca dan catatan
laporan keuangan tentang kontinjensi dan kewajiban laina
dalah isu utama bagi auditor
evidence, timing, cut off
concealment and understatement
going concern
overstatement - provisions
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1270

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


For some items, the passing of time signifies revenue has
been earned ( e.g. interest revenue)
Developments in revenue recognition and measurement
IASB/FASB joint project
Void in revenue recognition and measurement guidance
and a lack of a conceptual basis for resolving issues
Revenue transactions have become more complex
Developments in revenue recognition and measurement
They propose
recognising revenues when they arise
measuring them at fair value at that point
measuring them when they arise from an increase in
assets or a decrease in liabilities, at the fair value of that
change

Recognition criteria are based on the desire for both


relevant and reliable accounting information
measurability of asset value
existence of a transaction
substantial completion of the earning process

Developments in revenue recognition and measurement


Resulting changes in emphasis
revenue is recognised when it arises, changes emphasis
from realisation to timeliness
revenue can result from the changes in asset and
liability values and from holding assets. that is, from
remeasurements
revenue recognition and measurement reflect fair
value
measurement should be reliable

Revenue measurement
Framework provides 2 criteria for revenue recognition
it is probable that any future economic benefit
associated with the item will flow to or from the entity
the item has a cost or value that can be measured with
reliability

Tentative agreement that two criteria must be met to


recognise revenue
a change in assets or liabilities must have occurred ( the
elements criterion)
the change in assets or liabilities can be appropriately
(reliably) measured, the measurement criterion.
no probability criterion

Revenue recognition is not straightforward because of the


wide range of different business revenuegenerating
activities and circumstances

There is less emphasis on substantial completion of the


earnings process and on notions of realisation and
earned

IAS 18/AASB 118 Revenue


revenue is to be measured at the fair value of the
consideration received or receivable

Fair value measurement


Under a mixed measurement attribute model, all items are
measured at fair value at acquisition and thereafter are
carried at historical cost or written down historical cost
although some items are subsequently remeasured to fair
value . Gains and losses are recognised when they occur
even if they are unrealised

Sale of goods
The sales point is generally the most appropriate point to
measure and record revenue as all three criteria are met
The sales point is when the product is delivered or the
services are rendered, or when title passes to the customer
Exceptions to sales basis
Exceptions to using the sale point are
revenue recognised during production ( e.g. construction
contracts)
revenue recognised at the end of production, production
is the critical event and the sale is assured
revenue recognised when cash is received after the sale
is made, instalment method and the cost recover method
Rendering of services
Service revenue is to be recognised by reference to the
stage of completion . It is recognised in the period in which
the service is rendered.
Interest, royalties and dividends
Can be recognised when received

Financial statement presentation


IASB/FASB joint project
Tentative conclusions are
an allinclusive, single income statement where all
changes to assets and liabilities will be disclosed
realisation is not the basis for inclusion of items
separate disclosure of performance (income flows) and
remeasurement (valuation adjustments)
Issues for auditors
Primary issue is the overstatement of revenues by
managers
intention is to deceive users
bonuses
managing earnings
overoptimism
fraud

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1271

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


BAB 10
EXPENSES

Expenses defined
Expenses are decreases in economic benefits during the
accounting period in the form of outflows or depletions of
assets or incurrences of liabilities that result in decreases in
equity, other than those relating to distributions to equity
participants (Framework para.70)
The decrease in value pertains eventually to the outflow
of cash
Expenses encompass losses as well as expenses which
arise in the course of ordinary activities
The distinction between abnormal and extraordinary
items is no longer permitted
To make a definition of expenses operational, it must be
associated with a physical activity of the entity -something
it does. production and sales generate revenue and the
using up of goods and services in support of those
functions causes expenses to occur
Changes in assets and liabilities
Expenses represent a value change
Frameworkdefinition of expenses refers to outflows or
depletions of assets or incurrence of liabilities
Frameworkmakes no reference to the relationship of
expenses to revenue
Expenses and costs
Sometimes an expense is referred to as an expired cost
The using up of assets entails a cost -expense -to the
entity
If there is no cost to the firm there is no expense
Expense recognition
The recognition criteria for expenses are consistent with
those of the other accounting elements
An expense is recognised if :
it is probable that any future economic benefit associated
with the item will flow to or from the entity; and
the item has a cost or value that can be measured with
reliability
prudence and neutrality
freedom from material error and bias, represent faithfully
The decrease in future economic benefits relates to a
decrease in an asset or an increase in a liability. recognition
of an expense occurs simultaneously with the recognition
of an increase in a liability or a decrease in assets
Expense measurement
In measuring expenses a number of decisions have to be
made as to how expenses should be allocated over periods
of resultant revenue
accrual accounting
matching expenses against revenues in the period to
which they relate
Allocation of expenses
Revenue = accomplishment
Expenses = effort

For any given period, matching revenue and expenses


yields net accomplishment (periodic profit). Most of the
problems of profit determination have to do with expense
allocation and matching
The accountant must decide
whether a cost pertains to future revenues and therefore
should be deferred
whether a cost pertains to current revenues and
therefore should be written-off against that revenue in the
current period
whether a cost, although incurred and not yet paid, is
related to current revenue and therefore should be
accrued
The matching process involves the simultaneous or
combined recognition of revenues and expenses that result
directly and jointly from the same transactions or other
events (sales and cost of goods sold)
In practice, matching is
very difficult to do
involves a great deal of judgement
arbitrary
Three basic methods of matching
associating cause and effect
systematic and rational allocation
immediate recognition
Associating cause and effect
The ideal way of matching is by associating cause with
effect . Cause and effect relationships are very difficult to
prove (reasonable observation)
Systematic and rational allocation
An alternative is to use a systematic and rational allocation
procedure
associate expenses to segments of time
the expense is assumed to correlate with the revenue for
that period (depreciation)
Requires estimates and assumptions which are usually
arbitrary
Immediate recognition
Used if neither of the previous two can be used
Recognise the outlay immediately as an expense
advertising expenses
research expenditure
impairment expenses
Criticisms of allocations
1. The doctrine of conservatism means that
expenses, losses and liabilities are recognised as
soon possible, even if evidence for them is weak.
2. The asymmetrical treatment of revenue and
expenses may create a conservative bias and
misleading financial statements
3. Personal incentives may influence managers
judgement in the allocations process
4. The allocations (matching) process is an essential
part of accounting practice
5. The process has made the balance sheet secondary
to the income statement

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1272

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


6. The balance sheet has become a repository for
unexpired costs
7. Most of what accountants put in accounting
reports is rubbish
The allocation problem
Allocations in accounting do not meet the following criteria
additivity
unambiguity
defensibility
Allocations are defended by accountants on two grounds
a given input provides services in the current and future
periods and the cost allocation pattern reflects the cost of
the services received in the given periods
allocated data serves a useful purpose because readers of
accounting reports, which include allocated data, find
them useful
But, allocations are incorrigible
they are not capable of verification or refutation by
objective, empirical means
the patterns of allocation do not exist in the real-world;
they exist only in the minds of accountants
an inputs individual contribution to the output cannot be
known because all the inputs interact with each other to
generate an output
empirical studies do not demonstrate that allocations are
useful
Alternative approaches suggested is exit price accounting
(no allocations)
Defence of allocations
Change the objective of allocations
Continue with allocations only if the benefits outweigh
the costs of doing so
Challenges for accounting standard setters
The IASB is aware of the allocations problem and is tackling
it in its current projects
The plea is for reasonableness or appropriateness and not
for objective evidence
contradicts the recognition of revenue
conservatism
Issues for auditors
Auditors face issues surrounding the distinction between
expenses and assets, the period in which expenses are
recognised, and appropriate measurement of expenses :
big bath and cookie jar accounting
concepts such as matching and conservatism are not
helpful if they distort information and reduce its utility
managers have incentives to distort expenses
BAB 11
POSITIVE THEORY OF ACCOUNTING POLICY
AND DISCLOSURE
Early demand for theory
Capital markets research tried to explain the effects
of accounting

was ultimately inconclusive and


mechanistic and noeffects hypotheses)

inconsistent

This research relied upon the EMH


ultimately there were too many departures , Led to the
development of a positive theory of accounting policy
choice
Early demand for theory
Positive theory incorporated a number of observations
many firms voluntarily provided accounting reports
firms lobbied in relation to accounting standards
firms made consistent policy choices
firms tended toward conservatism
Contracting theory
The firm is seen as a nexus of contractual relationships.
The firm is seen also as an efficient way of organising
economic activity to reduce contracting costs
equity (management) contracts (an agency contract)
debt contracts (an agency contract)
Agency theory
An agency contract is one where one party (the principal)
engages another (the agent) to act on their behalf, e.g.
where there is a separation of management and ownership
Both parties are utility maximisers
agent may therefore act from selfinterest, divergence of
interests is the agency problem
contracts incorporating accounting numbers can be used
to align the interests of both parties
The agency problem in turn gives rise to agency costs spent
to overcome it
monitoring costs
bonding costs
residual loss
Monitoring Costs
the cost of monitoring the agents behaviour; initially
borne by the principal but passed on to the agent through
an adjustment to their remuneration (price protection),
auditing costs, operating rules,etc.
Bonding Costs
the cost borne by the agent as a result of them taking
action to align their interests with those of the principal
providing more regular financial reports (a cost to the
manager in terms of time and effort)
constraints on their activities
The agents incur bonding costs in order to reduce the
monitoring costs they eventually bear
Agents stop spending on bonding costs when the
marginal cost equals the marginal reduction in the
monitoring costs they bear
$1 = $1
Residual Loss
the loss associated with not being able to fully align the
interests of the agent with those of the principal
Ex post settling up (ex post = at the end of each period)
agents future remuneration based on observed agent
performance
the principal changes the remuneration to be paid to the
agent to align it with their performance

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1273

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

In the real world, price protection and settling up are not


perfect or complete
Agents perceive that they will therefore not be fully
penalised for their divergent behaviour
They have incentives to act opportunistically
This increases the residual loss
This loss is borne by the principal as well as, or instead of,
the agent
Agency theory attributes a role for accounting
Accounting is part of the monitoring and bonding
mechanisms
Accounting numbers are used in contracts
Price protection and shareholder/manager agency
problems
The separation of ownership and management leads to
divergent behaviour by agents
Divergence comes about because of
the riskaversion problem
the dividendretention problem
the horizon problem
Risk aversion
managers prefer less risk than do shareholders
different degrees of diversification affecting risk
limited liability accorded to shareholders
Dividendretention
managers prefer to pay out less of the profits as
dividends than shareholders prefer
pay their remuneration
empire building
Horizon
managers have a shorter time horizon with respect to their
association with the firm than do shareholders
shareholders are interested in future cash flows
managers have a time horizon only as long as they
intend to remain with the firm
Contracting can be used to reduce the severity of these
problems
manager remuneration is usually tied to firm performance
in some way to motivate managers to act in the
shareholders interest
performance can be related to accounting numbers such
as sales, profits, return on assets, net asset growth, cash
flow, etc
performance can be related to the firms share price
Shareholderdebtholder agency problems
In this context, the manager is assumed to be either the
sole owner of the firm, or has interests that are totally
aligned with the interests of the shareholders
the principal is the debtholder
the agent is the manager acting on behalf of
shareholders
Firm value is the value of debt plus the value of equity.
The value of equity can be increased by
either increasing the value of the firm (efficient
contracting);

transferring wealth
(opportunistic behaviour)

away

from

Varieties of opportunistic behaviour


excessive dividend payments
asset substitution
underinvestment
claim dilution
Excessive dividend payments
reduces the asset base securing the debt
shareholders have received cash but limited liability
protects them from being personally liable for the debts of
the firm in the event of bankruptcy
the debt becomes mispriced
reduces the value of the debt
Asset substitution
firm invests in higher risk projects to benefit shareholders
no benefit to debtholders
but do share in possible losses
shareholders are able to diversify and have limited
liability and debt becomes mispriced
Underinvestment
in some circumstances, shareholders have incentives not
to undertake positive NPV projects because to do so would
increase the funds available to the debtholders but not to
the shareholders
Claim dilution
occurs when the firm issues debt of a higher priority than
the debt already on issue
decreases the relative security and value of the
existing debt
Lenders will price protect through interest rates, the
withholding of funds and the length of the loan. The
interests of shareholders can be bonded to those of
debtholders via restrictions in lending agreements ( loan
covenants)
Ex post opportunism versus ex ante efficient contracting
Ex post opportunism
occurs when, once a contact is in place, agents take actions
that transfer wealth from principals to themselves
Ex ante efficient contracting
occurs when agents take actions that maximise the
amount of wealth available to distribute between
principals and agents . ex ante is before contracts are
finalised
Signalling theory
Managers voluntarily provide information to investors
signals to assist in their decision making
Similar to efficient contracting
Aligned with the information hypothesis
Managers signal expectations and intentions regarding
the future
Incentives to signal good, neutral and bad news
Political processes

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

debtholders

1274

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


Often firms try to avoid public attention that is costly to
them
financially
in terms of public perception and reputation

assumes investors and financial accounting users and


preparers are rational utility maximisers
rejects arguments based on anecdotal evidence and
nave acceptance of political or academic prescriptions

They reduce their reported profit or its volatility , e.g.


banking sector in Australia

Strengths of positive theory


In order to prescribe an appropriate accounting policy, it is
necessary to know how the world actually operates. We
can then normatively prescribe accounting practice.
Positive hypotheses are capable of falsification by
empirical research. It Provides an understanding of how
the world works rather than prescribing how it should
work
obtain an understanding about how valuerelevant
accounting numbers are for share prices
attempt to understand the connection between
accounting information, managers, firms and markets, and
analyse those relationships

Conservatism, accounting standards and agency costs


Conservatism shows a bias by accountants accelerating
recognition of expenses and decelerating recognition of
revenue . IASB argues this does not reveal the real financial
picture and reduces information available to users
Additional empirical tests of the theory
Testing the opportunistic and political cost hypothesis
Tests using contract details
Refining the specification of political costs
Testing the efficient contracting hypothesis
Evidence that managers use accounting numbers to
counter political pressure
gain political advantages
set management targets related to remuneration
minimise breaching debt covenants
provide dividend constraints
constrain management manipulation
Evaluating the theory
Mixed support for positive accounting theory
Two categories of major criticism
methodological and statistical criticism, empirical
evidence is weak and inconclusive
philosophical criticism,
1. contrary to its claims, it is laden with value
judgments
2. focuses on human behaviour and not the
behaviour and measurement of accounting entities
3. positivism is no longer taken seriously
Issues for auditors
The demand for auditing can be explained by agency
theory as part of the monitoring and bonding activity and
costs
higher quality auditors
industry specialist auditors
BAB 12
CAPITAL MARKET RESEARCH

Dissatisfaction with prescriptive standards


Normative standards
Prescriptions not based upon identified, empirical
observations or methods
Theories are not falsifiable
Do not explain and predict accounting practice
Do not assess existing accounting practices
Scope of positive accounting theory
Two stages of development
1. Capital market research into the impact of accounting
and the behaviour of capital markets
did not explain accounting practice
investigated connection between the accounting data
and share prices/returns
efficient markets hypothesis (EMH)
capital asset pricing model
2. Sought to explaining and predict accounting practices
across firms
ex post opportunism
ex ante efficient contracting
Capital market research and the efficient markets
hypothesis
Two types of capital markets research
the impact of the release of accounting information on
share returns
the effects of changes in accounting policy on share
prices
Most research in these areas relies upon the EMH

Philosophy of positive accounting theory


Seeks to explain and predict accounting practice
Seeks to explain how and why capital markets react
to accounting reports
Does so by observing practice empirical evidence
Explanation means providing reasons for observed
Practice, e.g. why do firms continue to use historic cost
Prediction means that the theory predicts
unobserved phenomena
Has an economic focus
Positive theory is based on assumptions about the
behaviour of individuals

Efficient market:
one in which prices fully reflect available information
Three Forms of Information Efficiency
1. Weak form (past price information)
2. Semistrong form (publicly available information)
3. Strong form (all information public and private)
Capital markets research in accounting assumes
semistrong form efficiency . Financial statements and
other disclosures
form part of the information set that is publicly available

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1275

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


Capital market research and the efficient markets
hypothesis Based on dubious assumptions
there are no transaction costs in trading securities
information is available costfree to all market
participants
there is agreement on the implications of current
information for the current price and distributions of
future prices
Market efficiency does not assume, mean or imply
that every, or any, investor has knowledge of all
information
that all financial information has been correctly
presented or interpreted by individual investors
that managers make the best decisions
that investors can predict the future precisely
Market efficiency simply means that share prices reflect
the aggregate impact of all relevant information, and do so
in an unbiased and rapid manner
Market model

Seminal work in positive accounting and finance literature


Tested the usefulness of historical cost profit figure to
investment decisions, If the historical cost profit figure is
useful the share price will react
Ball & Brown (1968) Results:
Most of the information contained in the earnings
announcement (8590%) was anticipated by investors.
Evidence of information content at time of historical cost
earnings announcement

Derives from CAPM


Used to estimate abnormal returns on shares when
profits announced
Share prices and returns are affected by both
marketwide and firmspecific events
Marketwide events must first be controlled for
Market model is Based on dubious assumptions
investors are risk averse
returns are normally distributed and investors select
their portfolios on this basis
investors have homogeneous expectations
markets are complete
all participants are price takers
there are no transaction costs
there are no taxes
there are rational expectations by investors
Impact of accounting profits announcements on share
prices Ball & Brown (1968):

Impact of accounting profits announcements on share


prices
Magnitude
Information asymmetry and firm size
Magnitude of profit releases from other firms
Volatility
Profit release event studies showed that accounting profit
does capture a portion of the information set that is
reflected in security returns . The evidence also shows that
competing sources of information preempted the
information in annual profits by about 7085 per cent.
Annual accounting figures are not timely . Led to an
another approach association studies
Association studies and earnings response coefficients
The objective is to test the impact of accounting variables
and a wider information set that is reflected in securities
returns over a longer period earnings response
coefficient (ERC). Factors which can affect the association
between profits and share prices:
risk and uncertainty
audit quality
firm size
industry
interest rates
financial leverage
firm growth
permanent and temporary profits
nonlinear modeling
disaggregating profits

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1276

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


cash flows
balance sheet and balance sheet components
Methodological issues
To argue that the results of the research are supportive of
EMH and that the form of accounting is not that important
for valuation purposes derives, in part, from the fact that
the EMH is assumed to be descriptively valid. This
assumption may not be warranted There is increasing
evidence that markets can be fooled by accounting
numbers
Methodological issues
No attempt to discriminate EMH from competing
hypothesis mechanistic hypothesis
managers use accounting to deliberately mislead the
share market
market participants can be fooled noeffects hypothesis
the market ignores accounting changes that have no
cash flow consequences
Trading strategies
Postannouncement drift
Winners/losers and overconfidence
Mechanistic or behavioural effect
noeffects hypothesis ( cosmetic accounting)
Two viewpoints of accounting manipulation

There is some evidence of an association between auditing


and the cost of capital. Lower cost when firms voluntarily
purchase an audit or purchase a high quality audit
investors value the deep resources of a large auditor
investors value the quality assurance regarding
accounting data provided by the auditor
BAB 13
BEHAVIOURAL RESEARCH IN ACCOUNTING
Definition and scope
Positive research encompasses
Capital markets research : asks how do securities
markets react to accounting information
Agency theory research : asks what are the economic
incentives that determine the choice of accounting
methods
Behavioural accounting research : asks how do people
actually use and process accounting information
Capital markets research looks at the macro level of
aggregate securities markets. Agency and behavioural
research both focus on the micro level of individual
managers and firms
Capital markets and agency research are both based on
economics and assume everyone is a rational wealth
maximiser. Behavioural research is based on psychology,
sociology and organisational theory and generally makes
no assumptions about how people behave
Behavioural accounting research: Definition
The study of the behaviour of accountants or the
behaviour of non-accountants as they are influenced by
accounting functions and reports. (Hofstedt & Kinard)
The major type of BAR is
Human judgement theory (HJT) or
Human information processing (HIP)

Detecting the quality and probability of accounting


management

Looks at the judgement and decision making of


accountants and auditors and the influence their output
has on users judgements and decision making. It aim is to
explain and predict behaviour and improve decision
making
Why is BAR important?
1. It discovers how people use and process
accounting information.
2. It provides valuable insights into the ways different
types of decision makers produce, process and
react to particular items of accounting information
and communication methods
3. It provides useful information to accounting
regulators
4. It leads to efficiencies in the work practices of
accountants and other professionals

Issues for auditors

Development of behavioural accounting research


HJT research began in 1954
The term BAR appeared in 1967
Last 30 years has seen an explosion in BAR
especially auditing

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1277

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


importance of judgement
the Brunswik lens model
An overview of approaches to understanding information
processing
Three major research approaches
Brunswik lens model : the dominant approach
process tracing : build representative decision trees
probabilistic judgement : probability statements based
on Bayess theorem

Brunswik lens models and process tracing style studies are


different technologies with the same objective of
modelling decision processes as completely as possible
Format and presentation of financial statements
Libby (1976) 3 options for improved decision making
changing the presentation and amount of information
educating decision makers
replacing decision makers with a model of themselves or
with an ideal cueweighting model

The Brunswik lens model


Used as an analytical framework and the basis for most
judgement studies involving
prediction (e.g. bankruptcy)
evaluation (e.g. internal control)

Format and presentation of financial statements


Little research has been undertaken regarding ideal
presentation formats
e.g. graphs versus tables
e.g. colour versus black & white

The Brunswik lens model Has provided valuable insights


regarding
patterns of cue use evident in various tasks
weights that decision makers implicitly place on a variety
of information cues
the relative accuracy of decision makers of different
expertise levels in predicting and evaluating a variety of
tasks
the circumstances under which an expert system and/or
model of human behaviour outperforms humans

Mixed results
No well developed and tested theory

Valuable insights
the stability (consistency) of human judgment over time
the degree of insight decision makers possess regarding
their pattern of use of data
the degree of consensus displayed in a variety of group
decision tasks

Representativeness
When judging the probability that a particular item comes
from a particular population of items, peoples judgement
will be determined by the extent to which the item is
representative of the population

The Brunswik lens model usually has good predictive


powers , it removes much of the random error due to
human things such as tiredness, illness or distraction. An
important limitation is that it is not a good descriptor of
how people actually make decisions so process tracing
methods developed
Process tracing methods
Provides an explanation about how a decision is made ,
process tracing or verbal protocol produces a decision
tree to represent the decision process , classification and
regression trees (CART).
Probabilistic judgement
Useful where initial beliefs about a prediction or evaluation
need to be revised as new data arrives.

Posterior odds = Likelihood ratio x Prior odds


Found use of rules of thumb to simplify complex judgment
tasks
Lens model studies the evidence
accuracy of humans predictions of business failure
model of human behaviour
information overload literature
judgement confidence literature
Process tracing studies the evidence

Probabilistic judgement studies the evidence


Three rules of thumb (heuristics)
representativeness
availability
anchoring and adjustment
Expert judgement and rules of thumb

Availability
The assessment of the probability of an event is based on
the ease with which instances of that event come to mind
Anchoring and adjustment
An initially given response serves as an anchor, and other
information is used to adjust that response
Accounting and behaviour
The techniques adopted and the subsequent interpretation
of reported information are matters of perspective.
Accounting is a direct function of human behaviour and
activity .Its a Twoway influence.
Limitations of BAR
Frequent contradictions between the findings of similar
studies
Human information processing is far more complex than
the development of current research theories and
methods
Research settings fail to adequately replicate realworld
settings
Should policy be influenced by research on individual
decision makers
The major limitation is the lack of a single underlying
theory to unify diverse research questions and findings ,
has borrowed from a multitude of disciplines and contexts
and so no common framework
A single theory is unlikely in the foreseeable future
Issues for auditors
The process of auditing is often treated as a black box
what are the characteristics of better auditors

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1278

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


what are the factors that affect auditors judgement
research challenges in balancing realism and simplicity in
research design
BAB 14
EMERGING ISSUES IN ACCOUNTING AND AUDITING

XBRL
XBRL = Extensible business reporting language
Its Allows financial information to be presented in an
interactive way that in turn allows individual items of data
to be extracted by software to produce reports custom
designed by individual users
SEC (2008)
500 of largest US companies ( 2009 financial reports )
XBRL will loosen the control managers currently have on
data aggregation decisions and place their performance
under greater scrutiny
The effects of corporate collapses and SarbanesOxley Act
(2002)
High profile collapses in early 2000s changed the image of
accounting and auditing and its regulatory environment.
Criticism of auditor independence and corporate
governance
SOX
peer reviews replaced by PCAOB inspections
restrictions on provision of nonaudit services by audit
firms to their audit clients
Issues surrounding the application of fair value
accounting during the global financial crisis
Some believe the practice of fair valuing assets was
contributing factor , it requires the writedown in the
value of some assets when markets are turbulent. It is
marking financial assets to market
Considerable dispute about this for example is SEC
investigation (2008), a recommendations offered for
improving fair value accounting
Reactions by standard setters
IASB (October, 2008) changed rules so that losses from
changes in market values of financial assets could be
reclassified under certain circumstances avoiding charging
markto market losses to the income statement . FASB
(2009) introduced a ruling to allow banks to use their own
judgement in determining the fair value of assets, rather
than using markets
Auditors and the global financial crisis
The GFC could lead to regulatory action affecting auditors
relatively little attention paid to the auditors role in the
crisis
the accounting profession and regulators have
proactively issued guidance
auditors of banks later suffering financial difficulties can
expect to come under scrutiny

IASB and FASB convergence project


2002 and 2006 convergence agreements
SEC issued (2008) a roadmap for the use of IFRS by US
companies by 2014
markets becoming increasingly global
new investment opportunities to US investors
would make firms from different countries easier to
compare
progress toward 7 milestones to be assessed in 2011
Issues in IFRSUS GAAP convergence
It is not certain that the US will adopt IFRS
Some argue that competition between standard setters
is desirable
International auditing standards
Auditing standards are also being internationalised
have been redrafted
growing international acceptance
A move to IFRS would require US auditing standards to
change from assessing conformity with rules to assessing
true and fair
Both the auditing and accounting standards boards must
deal with issues relating to their independence and
governance before both sets of standards are truly global
Sustainability accounting, reporting and assurance
Companies are issuing sustainability reports
Sustainability accounting is a subset of social accounting
Sustainability can be regarded as meeting the needs of
the present without compromising the ability of future
generations to meet their own needs
environmental protection
justice between peoples and generations
Recent developments in sustainability reporting
Global reporting initiative (2006)
Accounting for carbon emissions
Sustainability reports are increasingly being either
audited or reviewed by independent auditors
companies with the most to gain from increasing the
credibility of their reports are more likely to seek
assurance
little authoritative guidance

Trends in sustainability reporting


Some companies are now seeking assurance for their
sustainability reports
Other nonfinancial accounting and reporting issues
Water accounting applies accrual accounting concepts to
water resources. Greenhouse gas emission accounting.
Both attempt to provide data on scarce resources other
than those traditionally captured by financial accounting
systems
SCOTT BAB 12/13
STANDARD SETTING : ECONOMIC AND POLITICAL
ISSUES

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1279

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

ECONOMIC ISSUES
Regulation
Information as a Commodity
Demand: information demanded by decision makers
Supply: information supplied by firms, managers, analysts
From societys perspective, firms should produce
information until the marginal social benefit = marginal
social cost
The Questions
Can market (i.e., private) forces of demand and supply
generate the socially optimal amount of information
production?
If not, can regulation step in to generate socially optimal
information production?
A Useful Distinction
Proprietary information : Information that, if released, will
directly reduce cash flows
Non-proprietary information : Information that, if released,
will not directly reduce future cash flows
Sources of Regulation in Financial Reporting
Professional accounting bodies
Codes of ethics
Discipline committees
Standard setters
GAAP
Securities commissions
MD&A, executive compensation
Legal system
Regulation in Practice
Firms face a mixture of private and regulatory incentives
for information production
Ways to Characterize Information Production
Finer information
Expanded note disclosure
Additional line items
Additional information
Current value accounting
MD&A
More credible information
Audit
Private Incentives for Information Production
contractual incentives
Compensation contracts
Debt contracts
Contractual incentives break down if too many parties are
involved
market-based incentives

Securities markets : Lower cost of capital


Managerial labour markets : Higher reputation from full
information release
Takeover market
Merton (1987) : Better disclosure leads to more investor
interest
Diamond and Verrecchia (1991) : Better disclosure
increases market liquidity and share price
Easley and OHara (2004) : Recall CAPM omits estimation
risk, Better disclosure reduces estimation risk, Lower
estimation risk higher share price, lower cost of capital
Securities Market Response to Full Disclosure
Lang & Lundholm (1996) : Better disclosure gre
ater
analyst following more investor interest
Healy, Hutton & Palepu (1999) : Better disclosure more
institutional ownership, higher share price
Welker (1995) : Better disclosure narrower bid-ask spread
Botosan and Plumlee (2002) : Better disclosure lower cost
of capital
Sengupta (1998) : Better disclosure lower interest cost
Dechow, Sloan, & Sweeney (1996) : Fall in share price for
firms under investigation for poor disclosure
The Disclosure Principle
Market knows manager has the information, e.g., a
forecast
Manager does not release the information
Market fears the worst , Share price crashes.
To avoid, manager releases the information
The disclosure principle does not always work
Verrecchia (1983), Pae (2005), Einhorn (2007) : If
information below a threshold, will not be released
Newman & Sansing (1993) : Firm may only release interval
information
Signalling
High type v. low type : High types want to separate from
low
Crucial aspect of a signal: Must be less costly for high
types to signal
Financial accounting policy choice as a signal : Healy &
Palepu (1993)
Private Information Search
Investors have incentive to search for information
Complements information production by firms
Socially wasteful?
Many investors expend resources to discover
same information
Less wasteful if private investor search affects
cost
of capital, thereby improving working of markets
Market Failures in Private Information Production
externalities and free riding
adverse selection

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1280

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


Insider trading
Manager may delay in information release
Regulation FD an attempt to reduce adverse selection
moral hazard
Opportunistic earnings management to disguise shirking
Lack of Unanimity
If markets do not work well, investors will not agree with
amount of information produced by manager, even if that
amount maximizes firm value. Its Leads to demand for
regulation
Market forces motivate much information production and
unlikely to generate socially optimal information
production due to numerous market failures
Can Regulation Step In to Produce Socially Best Amount
of Information?
Benefits of regulation
Better investment decisions
Better operation of markets
Greater investor confidence

European Central Bank


European Union carveout
Danish regulators
Association of Corporate Treasurers
IASB compromises
Macro hedging
Restrict fair value option
Other Comprehensive Income
Items included
Unrealized gains and losses on available-for-sale
securities
Unrealized gains and losses on cash flow hedges
Rationale
To secure management constituencys acceptance of fair
value accounting
Two alternative presentations
Presented with Income Statement

Costs of regulation
Direct costs of setting, applying, and enforcing
Costs to firms of releasing proprietary information
Reduced ability to signal
In view of this difficult cost/benefit tradeoff, likely answer
is no
How Much Information is Enough?
No one Knows
Numerous market-based reasons why firms
want to produce information
But, numerous sources of market failure
Regulation Has a Cost
Regulators do not know socially optimal amount
of
information either
May tend to ignore costs of regulation
The Bottom Line
To understand regulation of information production, we
must look to political aspects as well as economic
POLITICAL ISSUES
Two Theories of Regulator Behaviour
Public Interest Theory : Objective of regulator is to
maximize social welfare
Interest Group Theory : Regulator takes own interests into
account, while balancing demands of investors and
managers, It is Implies conflict between constituencies
Standard setters emphasis on due process suggests that
interest group theory best applies
Conflict and Compromise
Another example of economic consequences
Difficulties faced by IASB in developing IAS 39 illustrate
extent of constituency conflict in standard setting
Concerns of several constituencies

Alternative Presentation
As part of statement of changes in shareholders equity.
Firms choice of alternative has information content for
investors
Rules-Based v. Principles-Based Accounting Standards
Rules-Based Standards
Lay down detailed rules
Possible to lay down rules for everything?
Principles-Based Standards
Lay down general principles
Auditor professional judgement relied on to prevent
opportunistic manager behaviour when applying the
principles
Criteria for Standard Setting
Decision usefulness
Reduction of information asymmetry
Economic consequences ; Benefits > social costs
Acceptable to constituencies
International Integration of Capital Markets
Increasing adoption of IASB standards
Some examples :
European Union, 2005
China, Japan (partially)
Australia, 2005
Canada, from 2011
United States?
Allows foreign companies under SEC jurisdiction to report
using IASB standards without reconciliation, 2007
Norwalk Agreement to work towards standards
convergence

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1281

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)


Effect of customs and institutions
Code law countries
Greater influence of families and banks in corporate
governance than in common law countries
Lower moral hazard problem
Shows up as less timely and less conservative reporting,
even if country has adopted IASB standards
Implication that investors should be aware of local
practices and customs when interpreting financial
statements, even if country uses IASB standards
Role of auditor
Even high quality standards must be enforced
Protection of small investors, Moral hazard problem
switches to one between an entrenched controlling
interest and small investors
Auditor may be under great pressure from controlling
interests, Some evidence that auditors succumb to this
pressure -> Guedhami & Pittman (2006)
Benefits of high quality accounting standards
Better working securities markets
Higher earnings quality
More foreign investment
Should standard setters compete?
If firms could choose between IASB & FASB standards
Race to the bottom?
Race to the top?
Firms could signal commitment to high quality reporting by
choosing the higher quality standards
Do benefits of competition outweigh increased costs of
allowing 2 sets of standards?
Summing Up
Information asymmetry is basic reason for financial
reporting
Adverse selection
Moral hazard
Fundamental problem of financial accounting theory
Best information system to control adverse selection not
necessarily the same as best system to control moral
hazard
Leads to constituency conflict
Standard setters must mediate this conflict

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line)

PE1

1282

Anda mungkin juga menyukai