Anda di halaman 1dari 6

BIJI TONKA (TONKA BEAN)

Kumarin adalah lakton asam o-hidroksisinamat. Nama kumarin


berasal dari bahasa Karibia coumarou untuk pohon tonka. Coumarin
tidak berwarna, kristal prismatik, dan mempunyai karakteristik bau yang
wangi dan rasa pahit, aromatis, rasa yang panas, larut dalam alkohol.
Kumarin juga dapat disintesis dengan cepat.Beberapa turunan kumarin
memiliki sifat antikoagulan. Kumarin juga mempunyai aktivitas sebagai
antispasmodik.
Derivat kumarin yang merupakan antikoagulan yang berfungsi secara
langsung dan digunakan untuk pencegahan dan pengobatan venous
trombosis dan pulmonary embolism / radang paru-paru. Senyawa-senyawa
ini berfung simengobati penyakit liver dengan melibatkan pada aksi
vitamin K yang dibutuhkan pada karboksilasi gamma pada residu asam
glutamik dalam protein pembentuk faktor-faktor koagulasi II, VII, IX, dan
X (Murray, et al,1982).
A. Sifat Fisikokimia

C9H6O2
1. IUPAC
2. Sinonim

: Coumarin
:1,2-Benzopyrone

5,6benzo-2

pyrone

coumarin,benzo-a-pyrone;cis-coumarinic
acidlactone;coumarinic anhydride; ortho-hydrocinnamic acid
lactone.
3. BM
4. Pemerian

: 146,15 gram/mol
:Ortohombic,bebentuk

persegi

panjang,harum,aroma seperti biji vanilla,rasa terbakar


5. Kelarutan
: sedikit lart dalam air (100mg/L pada suhu
250C dan sedikit larut dalam etanol; sangat larut dalam
kloroform,diethyl eter dan piridin
6. Titik didih
: 301,70C
7. Titik leleh
: 710C
8. Berat jenis
: 0,935 gram/cm3 pada suhu 200C

9. Stabilitas

: terjadi perubahan coumarin dalam bentuk

dimemnya ketika terjadi papran langsung cahaya


(IARC,2000).
B. Sumber
Coumarin merupakan senyawa yang haya diperoleh dia alam
yang diekstrasi dari biji tonka (tonka bean). Preparasi metode
sintesis dan proses produksi di indrutri dimulai dengan
pengembangan

prinsip

salicylaldehide.

Variasi

dari

ortho

metode

cresol,phenol,dan

tersebut

menyebabkan

coumarin mmenjadi bahan utama yang digunakan. Dalam


fungsinya sebagai pengaroma dan perisa, coaumarin disintesis
dengan kemurnian yang sangat tinggi (IARC,2000).
C. Fungsi Sebagai BTM
Digunakan sebagai perisa dan peraroma pada makanan,sebagai
antikoagulan darah (IARC,2000). Pada mulanya kumarin
digunakan sebagai zat pemberi rasa, namun adanya interaksi
kumarin

dengan

obat

atau

zat

terapetik,

FDA telah

menghentikan kumarin sebagai penyedap (Murray, et al,1982).


D. Produk yang Mengandung Biji Tonka
Produk yang mengandung coumarin
gigi,antiprepiran,deodorant,produk

adalah

mandi,body

pasta

lotion,crem

wajah,hair spray,shampoo (IARC,2000).


Daftar Pustaka
IARC.2000. IARC Monographs On The Evaluation of Carcinogenic
Risks to Humans Volume 77. Lyon: WHO.
Murray, R.D.H., J. Mendez, and S.A. Brow. 1982.TheNatural
Cumarins. JhonWilley and Sons Ltd. NewYork.

DIHIDROSAFROL (5-Propyl-1,3-benzodioxole)

Sifat Fisikokimia

Sinonim

Dihydroisosafrole;

propylbenzene;

3,4methy

1,2-(rrethylenedioxy)--4-

lenedioxypropylbenzene,2

4-propyl-1,2-

(methylenedioxy)benzene.
Rumus kimia

: C10H12O2

BM

: 164.204

Titih didih

: 228C

Pemerian

: merupakan cairan berminyak

Kelarutan

: Larut dalam etanol, eter, asam asetat dan benzene


(WHO, 1975).

Bahaya dan efek samping


Pemberian dosis 500 mg/24 jam dengan cara dioles pada kulit pada kelinci
terjadi reaksi sedang. Terjadi gangguan iritasi pada kulit dan mata. Kontak
dengan kulit dapat menyebabkan iritasi (Pohanish, 2012).
Pada manusia belum ada laporan kasus penelitiannya (WHO, 1975).

Sumbernya dari mana


Dihasilkan dari safrole atau isosafrol dengan hidrogenasi katalitik (WHO,
1975).

Fungsi
Perisa (WHO, 1971).

Ditemukan dalam produk makanan apa

Soft drink, root beer (WHO, 1971).

Pohanish, Richard P. 2012. Sittig's Handbook of Toxic and Hazardous Chemicals


and Carcinogens, Volume 1. Elsevier. USA
WHO. 1971. IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risk of
Chemicals to Man Volume I.
WHO. 1975. IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risk of
Chemicals to Man Volume X.

1. Minyak kalamus (Calamus oil)


a) Sumber
Minyak kalamus atau yang disebut juga dengan minyak jeringau
ini dihasilkan dari umbi Acarus calamus (Trubus, 2009).
b) Efek Samping atau Bahaya
Sumber minyak kalamus ini tidak boleh dikonsumsi secara terus
menerus karena dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Minyak
ini dapat mengobati stress seperti kandungan senyawa bioaktif asaron
yang struktur kimianya sama dengan amfetamin dan dapat memberikan
efek relaksasi pada otot dan efek sedatif terhadap saraf pusat, dan jika ini
dikonsumsi dengan dosis tinggi dan jangka waktu yang lama akan
meningkatkan aktivitas mental. Selain itu juga dapat menjadi pemicu
timbulnya kanker (Trubus, 2009).
c) Fungsi
Minyak kalamus ini banyak diaplikasikan karena sumber utama
yang dihasilkan yaitu sesquisterpena teroksigenasi dengan struktur yang
berbeda beda tiap hasil sulingannya. Komponen utama antara lain
fenilpropana, monoterpen, termolabile, sesquiterpen. Sebanyak 250 unsur
menguap terdapat pada minyak ini antara lain beta-asaron, metileugenol,
cis-metilsoeugenol, geranilasetat, berta-farnesen, shybunon, episobunon,
calamusenone. Betaasaron memiliki efek psikoaktif. Asaron itu sendiri

memiliki efek relaksasi dalam meregangkan jaringan otot dan antikejang


dan terbukti menghambat kontraksi otot pencernaan, pembuluh darah, dan
uteri.

Selain

itu

antipembentukan

histamine

dan

andtidemam

piretik(Trubus, 2009).
d) Penemuan pada produk makanan
Minyak kalamus biasa digunakan pada makanan sebagai
pembentuk cita rasa atau flavoringredients. Hal ini telah dilarang sejak 09
Mei 1968 dengan alasan karsinogenik atau penyebab kanker. Produk ini
biasa digunakan dalam pembuatan tahu, tempe, jelly, (Suprapti,2005).
e) Sifat fisikokimia
Minyak jeringau memiliki warna kuning pada bagian rimpang dan
coklat pada bagian batang. Berat jenis minyak kalamus ini berkisar antara
1,0699 - 1,0704. Berat jenis minyak jeringau lebih besar dari berat jenis
air. Indeks bias dari minyak kalamus antara lain pada bagian rimpang
sebanyak 1,512 dan bagian batang sebesar 1, 524. Oleh karena itu, minyak
ini harus dijaga dan dihindarkan dari panas dan cuaca lembab karena udara
dapat berkondensasi pada permukaan prisma yang dingin. Minyak
kalamus memiliki kelarutan 1 : 1 dengan alkohol dan semakin tinggi
alkohol yang digunakan maka akan semakin mudah larut dan jernih. Selain
itu, kadar eugenol dari minyak kalamus yaitu sebesar 4,4713. Kadar
eugenol minyak jerangau bagian rimang 4,885% dan bagian batang
4,388% (Trifa,2009).
f) Metode analisis
Minyak kalamus dapat dianalis kandungan kimianya dengan
menggunakan GC-MS. Untuk mendapatkan isolate dari minyak kalamus
ini dengan menggunakan metode hidrodestilasi dan destilasi uap
(Arini,2012).
Arini, S. Dian. 2012. Analisis Secara Gc-Ms Komponen Minyak Atsiri
Dari Rimpang Tanaman Jerangau (Acorus Calamus) Hasil Isolasi
Menggunakan Metode Hidrodestilasi Dibandingkan Dengan Destilasi Uap.
Departemen Kimia : USU
Suprapti, Lies. 2005. Pembuatan Tahu. Yogyakarta : Kanisius

Trifa, S. Dorna. 2009. Karakteristik Minyak Atsiri Jerangau. Medan :


USU
Trubus Info Kit. 2009. Minyak Asiri. Trubus Info, Vol.07 ISSN 0216
7638