Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

MATA KULIAH BUSINESS ETHICS

TRI NOERCAHYADI N

NIM. 041424353030

SINTICHE
SARJONO

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2015

Samuel Waksal and ImClone


1. What might motivate an individual or a company to short-cut drug testing
that is crucial for FDA approval ?
Tekanan keuangan pada perusahaan bisa menjadi alasan yang
signifikan dari perusahaan untuk mengambil jalan pintas atas pengujian
obat. Pekerjaan ini meliputi proses pembuatan obat dari sebuah konsep
menjadi prototype untuk diuji hingga siapdipasarkan ,adalah sebuah
proses yang panjang dan salah satunya melibatkan aliran dukungan
keuangan.ImClone menghabiskan tujuh tahun untuk fokus pada
pengembangan obat kanker akan tetapi justru tidak menghasilkan apapun
untuk dijual.Setelah menghabiskan waktu tujuh tahun tanpa menghasilkan
apapun, muncul sebuah keraguan secara finansial maupunkapabilitas
pada perusahaan untuk segera melepas Erbitux ke pasar secepatnya
sehingga biaya penelitian dan pengembangan dapat segera diperoleh
kembali, dan kemudian perusahaan bisa menjadi untung dikarenakan obat
tersebut.
Alasan lain mengapa memanipulasi hasil tes dengan menggunakan
kelompok kecil adalah pengujian tanpa kelompok kontrol, ataupun
pengujian menggunakan kelompok kecil apabila ada efek samping yang
ditemukan pada populasi tes yang lebih besar, maka hal tersebut tidak
bisa menjadi bukti dan karena itu tidak akan berdampak pada
perizinanobattersebut. Hasil tes juga bisa dimanipulasi melalui
kesengajaan hasil tes ataupun efek samping dan serta manipulasi
terhadap laporan pengujian berdasarkan apa yang menguntungkan
selama fase uji. (Adams, 2008)

2. Why did Samuel Waksal react as he did pursuant to learning that the FDA
would not approve Erbitux ?
Samuel Waksal bertindak tamak, kurang memiliki tanggung jawab
pribadi, kurang etika, serta kurang integritas. Dia bersedia menerima
resiko yang terkait dengan pembukaan saham perusahaan ketika
menerima opsi saham sebagai bagian dari salary yang diterimanya
meskipun akhirnya dia tidak bisa menerima adanya resiko dan
konsekuensi saat nilai sahamnya jatuh di pasar modal.
Keluarga Samuel Waksal sengaja untuk mengambil resiko pasar
ketika membeli saham ImClone akantetapitidak mau menerima
konsekuensi apabila ada kerugian, yang mana mereka kemudian lebih
memilih untuk mengisi kantong mereka dengan apa yang
seharusnyamenjadihak karyawan ImClone yang sudah menderita kerugian
besar saat nilai saham mereka jatuh.

Akan tetapi, tidak ada yang bisa dijamin dalam dunia investasi tidak
terkecuali kerugian tak terduga, keuntungan dan juga kecemasan. Reaksi
Samuel Waksal initermotivasi oleh keinginan untuk mencegah kerugian
keuangan baik untuk dirinya dan juga keluarganya, terlepas dari resiko
yang harus dibayar oleh pihak lain, dalamhalinitermasuk karyawan yang
tidak memegang saham ImClone akan tetapi mendedikasikan keahlian
mereka untuk ImClone dan mengembangkan obat anti kankernya.

3. Why were Samuel Waksas actions unethical ?


Tindakan Samuel Waksal tersebut tidak etis karena dia bertindak dengan
mendapatkaninformasi dari staf, dewan direksi, dan pemegang saham
tanpa diketahui oleh mereka. Samuel mengambil keuntungan dari
informasi rahasia yang diberikan kepadanya dan menggunakannya untuk
kepentingan finansial pribadinya serta meningkatkan kondisi finansial
keluarganya. Tindakannya tersebut disengaja dan diambil dengan
pengetahuan yang jelas sehingga apa yang dilakukannya bisa dibilang
salah secara etis dan moral.
Vonis yang dijatuhkan kepada Samuel Waksal menjadi 87 bulan
penjara dan harus membayar denda sebanyak USD 3 juta serta USD 1.2
juta pada institusiNew York State Sales Tax Commision, yang mana itu
berfungsi sebagai pengingat tegas bahwa meskipun seseorang
mempunyai posisi yang cukup tinggi dalam perusahaan akantetapi kode
etik, integritas dan standar pribadi yang tinggi tidak bisa dikesampingkan
walaupun sesaat. Semakin tinggi posisi seseorang, akan semakin
berathukuman yang merekaterimasaatmereka berusaha
menyalahgunakan posisi mereka.
Pejabat perusahaan diharuskan memiliki standard perilaku pribadi
dan kode profesional yang mana mereka diharapkan untuk bertindak dan
melindungi kepentingan perusahaan setiap saat. Samuel Waksal adalah
contoh dari apa yang terjadi ketika eksekutif tidak mencermati tanggung
jawab perusahaan mereka dan tidakmenempatkan etika serta integritas
menjadi poin utama.