Anda di halaman 1dari 5

1.

PENGERTIAN DAN SEJARAH FILM

Film adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk


menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu
tempat tertentu. (Effendy, 1986: 134). Pesan film pada komunikasi massa dapat
berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut. Akan tetapi, umumnya
sebuah film dapat mencakup berbagai pesan, baik itu pesan pendidikan, hiburan
dan informasi. Pesan dalam film adalah menggunakan mekanisme lambang
lambang yang ada pada pikiran manusia berupa isi pesan, suara, perkataan,
percakapan dan sebagainya.
Pada dasarnya film dapat dikelompokan ke dalam dua pembagian dasar,
yaitu kategori film cerita dan non cerita. Pendapat lain menggolongkan menjadi
film fiksi dan non fiksi. Film cerita adalah film yang diproduksi berdasarkan
cerita yang dikarang, dan dimainkan oleh aktor dan aktris. Pada umumnya film
cerita bersifat komersial, artinya dipertunjukan di bioskop dengan harga karcis
tertentu atau diputar di televisi dengan dukungan sponsor iklan tertentu. Film non
cerita adalah film yang mengambil kenyataan sebagai subyeknya, yaitu merekam
kenyataan dari pada fiksi tentang kenyataan. (Sumarno, 1996:10).
Film pertama kali dipertontonkan untuk khalayak umum dengan membayar
berlangsung di Grand Cafe Boulevard de Capucines, Paris, Perancis pada 28
Desember 1895. Peristiwa ini sekaligus menandai lahirnya film dan bioskop di
dunia. Karena lahir secara bersamaan inilah, maka saat awal-awal ini berbicara
film artinya juga harus membicarakan bioskop. Meskipun usaha untuk membuat
citra bergerak atau film ini sendiri sudah dimulai jauh sebelum tahun 1895,
bahkan sejak tahun 130 masehi, namun dunia internasional mengakui bahwa
peristiwa di Grand Cafe inilah yang menandai lahirnya film pertama di dunia.
Thomas A. Edison juga menyelenggarakan bioskop di New York pada 23
April 1896. Dan meskipun Max dan Emil Skladanowsky muncul lebih dulu di
Berlin pada 1 November 1895, namun pertunjukan Lumiere bersaudara inilah
yang diakui kalangan internasional. Kemudian film dan bioskop ini terselenggara
pula di Inggris (Februari 1896), Uni Sovyet (Mei 1896), Jepang (1896-1897),
Korea (1903) dan di Italia (1905).
Jika pada awalnya, film berupa gambar hitam putih, bisu dan sangat cepat,
kemudian berkembang hingga sesuai dengan sistem pengelihatan mata kita,
berwarna dan dengan segala macam efek-efek yang membuat film lebih dramatis
dan terlihat lebih nyata.Film kita tidak hanya dapat dinikmati di televisi, bioskop,
namun juga dengan kehadiran VCD dan DVD, film dapat dinikmati pula di rumah
dengan kualitas gambar yang baik, tata suara yang ditata rapi, yang diistilahkan
dengan home theater. Menurut Jack Valenti, kekuatan unik yang dimiliki film,
adalah: (1) Sebagai hasil produki sekelompok orang, yang berpengaruh terhadap

hasil film; (2) Film mempunyai aliran-aliran yang menggambarkan segmentasi


dari audiensnya. Seperti: drama, komedi, horor, fiksi ilmiah, action dan
sebagainya.

2. PENGERTIAN DAN SEJARAH TELEVISI


Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan
gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan
peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektronik dan
mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat
di Adengar.(Soerjokanto 2003:24)
Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak
televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi
disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah
peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut
dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan
sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun
institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta
menjadi media periklanan. Sejak1970-an, kemunculan kaset video, cakram
laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat
untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun
terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui
iPlayer dan Hulu.
Kesimpulan :
1. Lahirnya film pertama kali yaitu pada saat dipertontonkan untuk khalayak
umum dengan membayar berlangsung di Grand Cafe Boulevard de
Capucines, Paris, Perancis pada 28 Desember 1895. Kemudian film dan
bioskop ini terselenggara pula di Inggris (Februari 1896), Uni Sovyet (Mei
1896), Jepang (1896-1897), Korea (1903) dan di Italia (1905).
2. Film adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk
menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di
suatu tempat tertentu. Pesan film pada komunikasi massa dapat berbentuk apa
saja tergantung dari misi film tersebut.
3. Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan
gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang.

4. Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan
sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis,
maupun
institusi,
khususnya
sebagai
sumber
kebutuhan
akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Penggunaan kata
"Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi",
ataupun "transmisi televisi".

SUMBER :
http://www.filmpelajar.com/blog/sejarah-perkembangan-film-indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Perfilman_Indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Film
https://id.wikipedia.org/wiki/Televisi
https://sharingkuliahku.wordpress.com/2011/10/24/pengertian-televisi/

RINGKASAN SEJARAH SERTA PENGERTIAN


FILM DAN TELEVISI
MATA KULIAH SEJARAH FILM & TELEVISI

OLEH :

RICKY HIDAYAT
1610109432

PROGRAM STUDI TELEVISI DAN FILM


FAKULTAS SENI DAN MEDIA REKAM
INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA

SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2016/2017