Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS I

OS PINGUEKULITIS

OLEH :
Faridatun Hasanah
H1A 011 021

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITRAAN KLINIK MADYA


BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MATARAM
2016

BAB I

PENDAHULUAN
Pinguekula merupakan benjolan pada konjungtiva bulbi yang ditemukan pada orang
tua, terutama yang matanya sering mendapat rangsangan sinar matahari, debu dan angin
panas. Letak bercak ini pada celah kelopak mata terutama di bagian nasal. Pinguekula
merupakan degenerasi hialin jaringan submukosa konjungtiva. Pembuluh darah tidak masuk
ke dalam pinguekula akan tetapi bila meradang atau terjadi iritasi maka sekitar bercak
degenerasi ini akan terlihat pembuluh darah yang melebar.
Pinguekula tersebar di seluruh dunia, tetapi lebih banyak di daerah iklim panas dan
kering. Prevalensi juga tinggi di daerah berdebu dan kering. Faktor yang sering
mempengaruhi adalah daerah dekat ekuator, yakni daerah yang terletak kurang 370 Lintang
Utara dan Selatan dari ekuator. Prevalensi tinggi sampai 22% di daerah dekat ekuator dan
kurang dari 2% pada daerah yang terletak di atas 400 Lintang. Insiden Pinguekula cukup
tinggi di Indonesia yang terletak di daerah ekuator, yaitu 13,1%.
Pada pasien di bawah umur 15 tahun jarang terjadi pinguekula. Prevalensi pinguekula
meningkat dengan umur, terutama dekade ke-2 dan ke-3 dari kehidupan. Insiden tinggi pada
umur antara 20 dan 49. Kejadian berulang (rekuren) lebih sering pada umur muda daripada
umur tua. Laki-laki 4 kali lebih resiko dari perempuan dan berhubungan dengan merokok,
pendidikan rendah, riwayat terpapar lingkungan di luar rumah.
Pada pinguekula tidak perlu diberikan pengobatan, akan tetapi bila terlihat adanya
tanda peradangan (pinguekulitis) dapat diberikan obat-obat antiradang.

BAB II
LAPORAN KASUS

1. Identitas Pasien
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Pekerjaan
Agama
Suku
Alamat
Tanggal Pemeriksaan

: Nn.Hs
: 16 tahun
: Perempuan
: Pelajar
: Islam
: Sasak
: Babussalam
: 11 April 2016

2. Anamnesis
A. Keluhan Utama:
Mata merah pada mata kiri
B. Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang ke Poliklinik Mata RSUD Gerung dengan keluhan mata merah pada
mata kiri yang dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Mata merah disertai rasa perih
dan mata berair namun tidak terdapat kotoran berlebih pada mata. Keluhan ini
dirasakan pasien semakin memberat terutama saat terpapar sinar matahari maupun
layar komputer. Pasien juga merasakan sedikit gatal pada mata kirinya dan seperti
ada benda asing di matanya. Pasien menyangkal adanya penglihatan kabur, silau (-),
demam (-).
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien menyangkal adanya riwayat infeksi lain pada mata sebelumnya namun pasien
pernah mengalami trauma dan luka di sekitar mata pada saat usia 9 tahun.
D. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien menyangkal adanya keluhan serupa di dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
E. Riwayat Pribadi dan Sosial
Pasien merupakan seorang pelajar SMU yang sering mengendarai sepeda motor
tanpa menggunakan helm sehingga sering terpapar debu.
F. Riwayat Alergi
2

Pasien menyangkal memiliki alergi terhadap debu, maupun riwayat alergi obat dan
makanan.
G. Riwayat Pengobatan
Pasien belum mendapatkan pengobatan untuk keluhannya saat ini.
3. Pemeriksaan Fisik
A. Status Generalis
Keadaan Umum
Kesadaran/GCS
Gizi

: Baik
: Compos mentis / E4V5M6
: Cukup

B. Pemeriksaan Tanda Vital


Tekanan darah
: 110/70 mmHg
Nadi
: 68 kali/menit
Frekuensi Napas
: 18 kali/menit
Suhu

: 36,6 0C

C. Status Lokalis
No
1.
2.
3.

Pemeriksaan
Visus
Pinhole
Posisi Bola Mata
Pergerakan Bola Mata

Mata Kanan
6/6
Orthotropia
Baik ke segala

Mata Kiri
6/7,5
Orthotropia
Baik ke segala

arah,

arah,

jangkauan

jangkauan

penuh,

4.

Palpebra
Superior

5.

Palpebra
Inferior

6.
7.

Fisura Palpebra
Konjungtiva
Palpebra

8.

Superior
Konjungtiva
Palbebra
Inferior

Edema
Hiperemi
Pseudoptosis
Entropion
Ektropion
Edema
Hiperemi
Entropion
Ektropion
Hiperemi
Cobble stone
Sikatrik
Benda Asing
Hiperemi
Cobble stone
Sikatrik
Benda Asing

nyeri penuh,

(-)

(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
+ 10 mm
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
+ 10 mm
(+)
(-)
(-)
(-)
(+)
(-)
(-)
(-)

nyeri

9.

Konjungtiva

Injeksi

Bulbi

Konjungtiva
dan Siliar
Pendarahan
Massa

(-)

(+)

pada

bagian nasal
(-)
(-)

(-)
(+)

pada

bagian

nasal

berwarna putih

10.

Kornea

11.

Bilik
Depan

12.

(-)
Cembung
+ 10 mm
Jernih
Licin
(-)
(-)
(-)
Kesan dalam
(-)

bentuk bulat
(-)
Cembung
+ 10 mm
Jernih
Licin
(-)
(-)
(-)
Kesan dalam
(-)

Hipopion
Warna

(-)
Coklat

(-)
Coklat

Bentuk

Bulat

Edema
Bentuk
Ukuran
Kejernihan
Permukaan
Sikatrik
Benda Asing
Massa
Mata Kedalaman
Hifema

Iris

13.

Pupil

14.

Lensa

15.
16.

TIO
Funduskupi

Bentuk
RCL
RCTL
Kejernihan
Iris Shadow
Palpasi
Tidak

dan Bulat

regular
Bulat
(+)
(+)
Jernih
(-)
Kesan normal

dan

regular
Bulat
(+)
(+)
Jernih
(-)
Kesan normal

dilakukan

Foto mata pasien

BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH DAN ANALISA KASUS

A. Identifikasi Masalah
Berdasarkan data medis pasien diatas, ditemukan beberapa permasalahan. Adapun
permasalahan medis yang terdapat pada pasien adalah:
SUBJECTIVE
Mata merah, berair, terasa perih dan gatal pada mata kiri
OBJECTIVE
Pemeriksaan status lokalis pada mata kanan dan kiri didapatkan :
Visus OD 6/6 dan visus OS 6/7,5
Tampak hiperemia pada konjungtiva palpebra superior, inferior maupun

konjungtiva bulbi mata kiri


Tampak injeksi konjungtiva pada bagian nasal mata kiri
Terdapat benjolan (massa) pada konjungtiva bulbi bagian nasal mata kiri,

berwarna putih, bentuk bulat, ukuran sekitar 2 mm


Kornea jernih
Bilik mata kesan dalam tidak ada hifema maupun hypopion
Bentuk pupil reguler
Tekanan intraorbita kesan normal

B. Analisa Kasus
Mata merah, berair, terasa perih dan gatal pada mata kiri
Keluhan utama pasien yakni mata merah, berair, perih dan gatal. Kondisi ini
dapat disebaban oleh respon inflamasi akibat adanya peradangan pada benjolan
(pinguekula) yang terdapat pada submukosa konjungtiva bulbi OS sehingga terjadi
vasodilatasi pembuluh darah yang menyebabkan mata kemerahan (injeksi
konjungtiva), terjadinya reflex tears yang mengakibatkan produksi air mata
meningkat, serta pelepasan mediator-mediator inflamasi yang menimbulkan rasa
gatal dan nyeri.
Mata merah dengan visus normal dan adanya pertumbuhan jaringan pada mata
juga dapat ditemukan pada pterygium dan pseudopterygium. Namun pinguekula
dapat dibedakan dari keduanya berdasarkan letak munculnya benjolan dimana pada
pinguekula benjolan biasanya muncul pada celah kelopak mata terutama bagian nasal
sedangkan pada pterygium benjolan dapat pula muncul di bagian temporal dan
berbentuk

segitiga

yang

dapat

mengenai

permukaan

kornea

dan

pada

pseudopterygium terjadi akibat adanya kerusakan kornea sebelumnya sehingga pada


pemeriksaan mata juga dapat ditemukan kelainan pada kornea.
Pasien mengaku sering mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm
dan sering bermain diluar rumah sehingga sering terpapar debu dan sinar matahari
yang merupakan faktor resiko terbentuknya pinguekula berupa proses degenerasi
hialin dari submukosa konjungtiva bulbi akibat paparan tersebut. Keluhan mata
merah, berair, perih dan gatal menandakan adanya proses peradangan pada
pinguekula tersebut yang terjadi saat ini.
Terdapat benjolan (massa) pada konjungtiva bulbi bagian nasal
Pada pemeriksaan mata ditemukan adanya benjolan (massa) pada konjungtiva
bulbi bagian nasal mata kiri, berwarna putih, bentuk bulat, ukuran sekitar 2 mm yang
berasal dari degenerasi submukosa konjungtiva yaitu pinguekula. Lesi degeneratif
dari konjungtiva bulbar ini terjadi sebagai hasil dari radiasi sinar ultraviolet (UV),
namun sering juga dihubungkan dengan iritasi benda iritan seperti debu. Sel
epithelium yang melapisi pinguekula dapat saja normal, menipis, atau menebal.
Sementara kalsifikasi jarang terjadi.

Daerah nasal konjungtiva relatif mendapat sinar ultra violet yang lebih
banyak dibandingkan dengan konjungtiva yang lain, karena disamping kontak
langsung, juga dari pantulan hidung. Hal ini mengakibatkan pinguekula lebih sering
terjadi pada daerah nasal konjungtiva.
Pinguekula dianggap terjadi akibat degenerasi atau degradasi serat kolagen
dalam konjungtiva. Degenerasi konjungtiva menciptakan deposit dan pembengkakan
jaringan yang biasanya akan datar sehingga terbentuklah benjolan yang terlihat pada
konjungtiva. Pembuluh darah tidak masuk ke dalam pinguekula akan tetapi bila
meradang atau terjadi iritasi maka sekitar bercak degenerasi ini akan terlihat
pembuluh darah yang melebar.
Pinguekula lebih umum terjadi pada orang paruh baya atau lebih tua. Hal ini
karena seiring bertambahnya usia, kelenjar lakrimalis mulai menurun fungsinya
untuk membasahi mata sehingga mata cenderung kering dan tidak terlindungi.
Namun, mereka bisa muncul lebih awal jika seseorang di bawah sinar matahari
sangat sering. Pinguekula mungkin bertambah parah dari waktu ke waktu dan
tumbuh lebih besar terutama jika perlindungan terhadap matahari tidak digunakan.

C. Assessment
Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik, tanda dan gejala yang terdapat pada
pasien mengarahkan pada OS pinguekulitis. Diagnosa ini dipilih karena pada pasien
ditemukan mata merah, berair, perih dan gatal pada mata kiri yang menunjukkan adanya
suatu proses peradangan. Dari pemeriksaan oftalmologis didapatkan benjolan berwarna
putih pada konjungtiva bulbi bagian nasal yang merupakan tanda khas dari pinguekula.
Didapatkan pula injeksi konjungtiva yang menunjukkan adanya peradangan pada
pinguekula (pinguekulitis).
Diagnosis Kerja:
- OS pinguekulitis
D. Planning
A. Usulan Pemeriksaan Lanjutan
- Pemeriksaan slit lamp
Pemeriksaan slit lamp dilakukan untuk menilai lebih jelas segmen anterior bola
-

mata dan memastikan tidak terdapat kelainan yang lain.


Pemeriksaan funduskopi
9

Pemeriksaan funduskopi dilakukan untuk melihat segmen posterior bola mata


(retina)
B. Tatalaksana
- Xitrol eye drops 4x2 tetes OS
E. KIE
- Pasien diberikan informasi mengenai penyakit yang dialami oleh pasien mengenai
-

penyebab dan komplikasinya.


Pasien diinformasikan bahwa saat ini sedang terjadi peradangan pada selaput mata
bagian luar dan tidak mempengrauhi penglihatan sehingga perlu diberikan obat anti

radang.
Pasien diinformasikan untuk mengurangi paparan debu dan sinar matahari.

F. Prognosis
Prognosis pada pasien ini, meliputi :
Prognosis penglihatan (ad functionam)
Bonam
Prognosis nyawa (ad vitam)
Bonam

10

BAB IV
RINGKASAN AKHIR
Pasien seorang perempuan usia 16 tahun datang dengan keluhan mata merah, berair,
perih dan gatal yang dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik, visus OD
6/6 OS 6/7,5. Pada pemeriksaan status lokalis, ditemukan hiperemia pada konjungtiva
palpebra superior, inferior maupun konjungtiva bulbi mata kiri, tampak injeksi konjungtiva
pada bagian nasal mata kiri dan terdapat benjolan (massa) pada konjungtiva bulbi bagian
nasal mata kiri, berwarna putih, bentuk bulat, ukuran sekitar 2 mm.
Pasien didiagnosis OS pinguekulitis. Rencana pemeriksaan tambahan adalah
pemeriksaan slit lamp dan funduskopi. Rencana tatalaksana adalah pemberian obat tetes anti
radang pada mata kiri. Prognosis visus pasien adalah ad bonam .

11

DAFTAR PUSTAKA

1. Ilyas S & Yulianti. 2014. Ilmu Penyakit Mata. Edisi kelima. Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia: Jakarta.
2. Kanksi J Jack, Pterygium, Clinical Ophthalmology a Systematic Approach, Chapter 4,
Butterworth Heinemann Elsevier, 2007, p : 242-245.
3. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Editor Tahjono, 2006,
Dalam panduan manajermen klinik PERDAMI, CV Ondo, Jakarta.
4. Suhardjo, Sundari S, Sasongko, MB. 2007. Kelainan Palpebra, Konjungtiva, Kornea,
Sklera dan Sistem Lakrimal dalam Ilmu Kesehatan Mata. Yogyakarta: FK UGM.

12