Anda di halaman 1dari 11

PEDOMAN PELAKSANAAN

PRAKTIKUM FISIKA BANGUNAN 2

TOPIK : PENCAHAYAAN BUATAN


A. JUDUL
Evaluasi pencahayaan pada ruang
B. TUJUAN
Untuk mengukur dan mengetahui tingkat intensitas pencahayaan buatan pada
ruang.
Merancang kebutuhan pencahayaan sesuai standar aktifitas ruang.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat tulis
Lightmeter
Meteran
D. DATA OBSERVASI
Hari, Tanggal

: Rabu, 23 Maret 2016

Waktu

: 10.00 WIB

Lokasi

: Ruang 204 Gedung 2 FT UNS

Dimensi ruang
(meter)

Panjang
12m

Tinggi bidang kerja


Tingkat intensitas pencahayaan ruangan saat
lampu menyala
Macam aktifitas pada ruangan
Standar intensitas pencahaayaan yang
disarankan
Warna plafon
Warna dominan dinding

Lebar
10m

Tinggi
4m
0,8 m

100 lux/lampu
Membaca, menulis,
menggambar
250-500 lux (sumber:
Neufert, 2003)
putih
coklat krem

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

E. GAMBAR DENAH EKSISTING TITIK LAMPU

R 204

F. LANDASAN TEORI

Menghitung kebutuhan pencahayaan baru pada ruang menggunakan Metode


index ruang
N

E. A
F .UF .LLF

dimana

E = kuat penerangan (lux)


A = luas ruangan (m2)
F = arus cahaya lampu (lm)
UF = utilisation factor /koefisien pemakaian tabel
Data:
- refleksi plafon & dinding (%)
RI

indeks keruangan,

sistem iluminasi lampu

p.l
tb.( p l )

LLF = light loss factor /faktor kerugian cahaya


Kerugian cahaya dipengaruhi 3 faktor:
A. faktor penurunan arus cahaya (depresiasi) lampu yang disebabkan:
jenis, kualitas, & perawatan lampu.

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

B. Faktor kebersihan lampu (0,85 0,96).


C. Faktor permukaan ruangan. Permukaan ruangan yang
mengurangi reflektansi sehingga memperkecil luminansi.

LLF = A x B x C
Tipikal LLF
12 bl pemakaian

Penerangan
langsung

Ruangan ber-AC
Daerah industri/pabrik

0,95
0,7

Penerangan
tidak
langsung
0,9
0,35

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

kotor

G. ANALISA DATA
1. Spesifikasi jenis lampu yang direncanakan (watt , lumens).
Jenis Lampu = Lampu flourense
Daya Lampu = 65 Watt
Efikasi
= 80 ln/Watt

2. Aplikasi rumus metode indeks ruang guna merancang: titik lampu baru atau
penggantian jenis lampu.
a. Data yang diketahui:

Dimensi ruangan

Sepsifikasi Lampu
Daya Lampu
= 65 Watt
Efikasi
= 80 lm/Watt
Sehingga didapat,

Koefisien Strandar
LLF = 0,7
UF = 0,46

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

b. Menentukan jumlah titik lampu


Sehingga untuk menentukan jumlah titik lampu digunakan rumus:

Dengan persyaratan keadaan gelap total dan tidak ada sumber cahaya yang
masuk selain lampu.
c. Menentukan peletakan lampu dan jarak antar lampu
Meja kerja adalah kursi meja dengan tinggi meja 80 cm, sehingga tb yaitu jarak
sumber lampu dengan meja secara tegak lurus.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kegiatan dalam ruang (kegiatan standar


untuk melihat) dapat ditentukan jarak antar lampu (JL) dengan rumus:

Untuk menempatkan titik lampu, harus diatur sedemikian rupa agar pemerataan
penyebaran cahaya optimal, sehingga penempatan lampu dihindarkan untuk
berhimpit dengan tembok. Untuk dari itu ditentukan jarak dengan tembok:

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

HASIL REDISAIN

R 204
KESIMPULAN
Lampu yang digunakan pada penyelesaian desain adalah lampu jenis flourense dengan
daya 65 Watt berjumlah minimal 6 buah lampu yang berjarak minimal 1,5m dari tembok
dan berjarak 3m antar lampu.

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

PEDOMAN PELAKSANAAN
PRAKTIKUM FISIKA BANGUNAN 2

TOPIK : PENCAHAYAAN ALAMI


A. JUDUL
Evaluasi pencahayaan pada ruang
B. TUJUAN
Untuk mengukur dan mengetahui tingkat intensitas pencahayaan alami pada ruang.
Meredisain elemen interior sesuai kebutuhan kenyamanan pencahayaan.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat tulis
Aplikasi grafis komputer
D. DATA 0BSERVASI
Hari, Tanggal

: 30 Maret 2016

Waktu

: 10.00 WIB

Lokasi

: Ruang 204 Gedung 2 FT UNS

Panjang
Dimensi ruang
(meter)

12m

Lebar
10m

Tinggi
4m

Tinggi bidang kerja

0,8m

Tingkat intensitas pencahayaan alami siang


hari

100 lux

Macam aktifitas pada ruangan

Membaca, menulis,
menggambar

Standar intensitas pencahaayaan yang


disarankan

250-500 lux (Sumber:


Neufert, 2003)

Warna plaf0n
Warna d0minan dinding

Putih
Coklat krem

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

E. GAMBAR DENAH EKSISTING BUKAAN PENCAHAYAAN

Arah Sumber
cahaya

Keterangan:
Bukaan jendela berukuran 1,5m x
0,8 m (jumlah 3)

Bukaan:
Jendela berukuran 1,5 m x 0,8 m
Pintu geser terdapat elemen transparah berukuran 2,5
m x 1,6 m

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

F. LANDASAN TEORI

Tolong ini diisi plzzzz


G. ANALISA DATA
Berdasarkan pengamatan,
a. warna ruang
warna ruang cenderung cukup gelap, dengan warna cat coklat krem sehingga untuk
penyelesaian desain digunakan warna cat putih karena warna putih cenderung
memantulkan cahaya
b. material ruang
material ruang yang digunakan cukup kuno, dengan:

material penutup lantai berupa tegel berwarna abu-abu tua yang cenderung
tidak optimal dalam memantulkan cahaya.
Sehingga dipilih penyelesaian desain berupa penggantial material penutup
lantai berupa lantai keramik berwarna putih cerah sehingga cahaya dapat
dipantulkan secara optimal yang mengakibatkan kesan ruang yang cerah
pula.

Partisi ruangan berupa triplek kayu dengan finishing plitur yang gelap, sehingga
tidak dapat memantulkan cahaya secara optimal.
Sehingga dipilih penyelesaian berupa mengganti partisi dengan bahan lain
seperti GRC yang berwarna cerah.

Plafond pada ruangan berupa plafond yang terbentuk dari balok-balok dan pelat
lantai(waffle structure) yang difinishing dengan cat berwarna putih. Karena tinggi
plafond cenderung tinggi yaitu 4 meter.
Sehingga dipilih penyelesaian berupa menurunkan ketinggian menjadi sekitar
3 meter dari lantai, yaitu dengan memasang cara plafond dengan material
gypsum yang difinishing dengan warna putih sehingga cahaya dapat
memantul secara optimal.

c. dimensi bidang transparan


Sebenarnya bidang transparan dan bukaan berupa pintu dan jendela sudah optimal
baik dalam jumlah, penempatan, maupun dimensi sehingga tidak akan dilakukan
perubahan desain pada elemen transparan dan bukaan. Namun frame/kusen bukaan
yang bermaterial kayu yang difinishing dengan plitur gelap akan diganti dengan jenis
frame/kusen yang bermaterial kayu namun difinishing dengan plitur atau cat
berwarna cerah.

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

H. HASIL DESAIN

Penurunan
ketinggian
plaofond

Penggatian
material lantai
menjadi keramik
warna putih

Perspektif Ruang 204

Perubahan warna
dan material partisi
menjadi GRC warna
cerah

Perspektif Ruang 204

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016

Perubahan warna cat


tembok menjadi
putih

Merubah
warna/plituran
kusen/frame pintu
menjadi warna yang
cerah

Potongan Ruang 204

KESIMPULAN
Penyelesaian desain pada ruag 204 gedung 2 FT UNS adalah:
a. warna ruang
penyelesaian desain digunakan warna cat putih karena warna putih cenderung
memantulkan cahaya
b. material ruang

material penutup lantai


penyelesaian desain berupa penggantial material penutup lantai berupa lantai
keramik berwarna putih cerah sehingga cahaya dapat dipantulkan secara optimal
yang mengakibatkan kesan ruang yang cerah pula

partisi ruangan
penyelesaian berupa mengganti partisi dengan bahan lain seperti GRC yang
berwarna cerah.

Plafond
penyelesaian berupa menurunkan ketinggian menjadi sekitar 3 meter dari lantai,
yaitu dengan memasang cara plafond dengan material gypsum yang difinishing
dengan warna putih sehingga cahaya dapat memantul secara optimal.

c. dimensi bidang transparan


frame/kusen bukaan yang bermaterial kayu yang difinishing dengan plitur gelap
akan diganti dengan jenis frame/kusen yang bermaterial kayu namun difinishing
dengan plitur atau cat berwarna cerah.

Fisika Bangunan: Pencahayaan..., Dania N. H. & Iqbal M. F., FT UNS 2016