Anda di halaman 1dari 72

PENCEGAHAN INFEKSI

No. Kode
: SOP/UKP/PI/02
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1-2

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR
PUSKESMAS INGIN JAYA

Proses Menghilangkan semua Mikro Organisme ( Bakterial, Virus, Fungi dan Parasit )

Pengertian

Tujuan

Sebagai pedoman kerja petugas dalam melakukan Sterilisasi alat yang telah dipakai.

Kebijakan

Surat keputusan Kepala Puskesmas Nomor :

Referensi

Panduan Pencegahan Infeksi untuk fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan sumber daya terbata

Prosedur

1.

4
5

Alat

a. Instrumen
b. Kain Steril
c. Bak Instrumen
d. Korentang
6

Langkah- Langkah

cuci tangan dengan cara 6 langkah

memakai sarung tangan rumah tangga

Cuci alat sampai bersih

Rendah Alat dalam Cairan Klorin 1:9 10 - 15 Menit

Pastikan semua Alat terendam

Semua alat Instrumen dalam Keadaan terbuka

Angkatlah alat instrumen lalu bilas dengan air mengalir

8
9

Memasukkan alat yang akan disterilkan ke dalam sterilisator dan diisi air sampai
Merebus alat-alat sampai air mendidih selama 15-20 menit.

10 Keringkan Alat-alat letakkan di atas kain Steril


11
12

Memindahkan alat-alat yang sudah direbus kedalam bak steril tertutup dengan memak

Bungkus Bak Instrumen dengan Kain Bersih dan berilah lebel tanggal di sterilkan Alat

12 Simpan Alat-alat dalam Lemari Instrumen


13 Cuci Tangan

Bagan Alir

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Unit terkait

10 Dokumen terkait

1
2
3
1

Kebersihan Alat
Suhu Sterilisator
Tanggal Lebel Steril
IGD

1
2

Rekam Medis
Catatan tindakan.

11
NO

Yang di ubah

Cuci tangan /
memakai handscund

Cuci tangan / Selesai


isi Perubahan

Cuci /Rendam Alat


Rekaman historis perubahan

Sterilisasi ( 15 - 20 Menit )

dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

al, Virus, Fungi dan Parasit )

asi alat yang telah dipakai.

sehatan dengan sumber daya terbatas tahun 2004

galir

erilisator dan diisi air sampai

0 menit.

m bak steril tertutup dengan memakai korentang.

rilah lebel tanggal di sterilkan Alat

an /
dscund

n / Selesai
Alat

0 Menit )

Tanggal mulai diberlakukan

INJEKSI INTRA MUSKULAIR


No. Kode
: SOP/UKP/RJ/03
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1- 2

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR
PUSKESMAS INGIN JAYA
1

Pengertian

Injeksi intra muskular adalah: pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dala
menggunakan spuit injeksi dilakukan pada otot pangkal lengan atau otot paha bagian luar (yaitu
sebelah luar)

Tujuan

Memasukkan sejumlah obat pada jaringan otot agar cepat terserap oleh tubuh

Kebijakan

Referensi

Prosedur

1.

Alat
a.

Bak Instrumen Steril,

b. Alat tulis
2.

Bahan:
a. Kapas alkohol
b. Obat injeksi
c. Spuit injeksi

Langkah- Langkah

Petugas mencuci tangan,

Petugas menyiapkan alat alat dan

Petugas Memberi tahu maksud tindakan kepada pasien

Petugas melakukan aspirasi obat sesuai dosis dengan spuit injeksi

Petugas Mengatur posisi pasien

Petugas memilih area penusukan yang bebas dari lesi dan peradangan

Petugas membersihkan area penusukan menggunakan kapas alkohol

Petugas membuka tutup jarum

Petugas menusukkan jarum ke daerah penusukan dengan sudut 90 derajat, kira kira sampai ja

10 Petugas meLakukan aspirasi spuit,


11 Petugas mengobservasi ada tidak darah dalam spuit
12 Jika ada darah tarik kembali jarum dari kulit,
13 Petugas menekan tempat penusukan dengan kapas alkohol
14 Petugas mengganti penusukan ke tempat lain
15 Jika tidak ada darah, masukkan obat perlahan lahan hingga habis
16 Petugas mencabut jarum
17 Petugas menekan tempat penusukan dengan kapas alkohol
18 Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah selesai

19 Petugas membuang sampah medis pada tempatnya


20 Petugas mencatat tindakan dalam rekam medis,
21 Petugas merapikan alat dan bahan,
22 Petugas mencuci tangan.

Bagan Alir

8
9

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Unit terkait

10

Dokumen terkait

Observasi pasien antara 5 sampai dengan 15 menit terhadap reaksi obat.


1
2
3
4
5
6
1
2

Klinik Umum
Klinik Gigi,
Rawat Inap,
Imunisasi,
Ruang KIA.KB
Puskesmas Pembantu
Rekam Medis
Catatan tindakan.

11
NO
Rekaman historis perubahan

Yang di ubah

isi Perubahan

dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

ara memasukkan obat ke dalam jaringan otot


n atau otot paha bagian luar (yaitu 1/3 tengah paha

erap oleh tubuh

eksi

dangan

kohol

t 90 derajat, kira kira sampai jaringan otot

habis

esai

bat.

Tanggal mulai diberlakukan

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

MEMASANG INFUS
No. Kode
: SOP/UKP/INF/04
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1- 2

PUSKESMAS INGIN JAYA


1

Pengertian

Tata cara Pemasangan infus kepada Pasien yang kekurangan cairan tubuh membe
yang memerlukan perawatan lanjut

Tujuan

Sebagai acuan untuk melakukan tindakan memasang infus

Kebijakan

Surat keputusan Kepala Puskesmas Nomor :

Referensi

Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas

Prosedur

Peralatan :
- Infuse Set
- Cairan NS, D 5%, RL
- Abbocath No.22, 20
- Kapas Alkohol Dalam Tempat
- Plester,
-Kasa
- Spalk
- Perlak dan Pengalas
- Nerbeken
- Touniquet

Langkah- Langkah

Perawat Cuci tangan Sebelum melakukan Tindakan

Memberi motivasi Pada Pasien dan keluarga,bila keluarga dan pasien setuju, di berik
medik

Petugas memakai sarung tangan

Perlak dan pengalas di pasang

memeriksa ulang cairan yang akan di berikan

Cairan di gantung pada Standar

Tutup botol cairan didesinfeksi dengan kapas Alkohol lalu di tusukkan selang infus k
udara keluar

Menentukan vena yang akan di tusuk

Disenfeksi area yang akan di tusuk dengan diameter 5 - 10 cm

10 Menusuk Jarum Infus/Abbocat pada Vena yang telah ditentukan

Bila berhasil darah yang keluar, maka pembendungan dilepas,Penjepit dilonggarkan u


11 cairan
Bila tetesan Lancar ,Pangkal jarum direkatkan pada kulit dengan plester kemudian m
12
13 Menutup bagian yang di tusuk dengan menggunakan kasa steril
14 Gunakan Spalk bila perlu
15 Merapikan pasien dan mengatur Senyaman mungkin
16 Memperhatikan reaksi pasien
17 Mencatat waktu pemasangan, jenis , jumlah tetesan

18 Alat-alat dibereskan
19 Perawat Cuci tangan

Bagan Alir

PASIEN

UGD

Konsultasi
Dokter

Tindakan
( Pasang
Infus )

Rawatt atau
Rujuk ke RS

Hal-hal yang perlu


diperhatikan

Unit terkait

10

Dokumen terkait

Keadaan Umum Pasien

1
2
3
4
5
1
2

IGD
Rawat Inap
Poli Umum
Rekam Medik
Apotik
Rekam Medis
Catatan tindakan.

11
NO
Rekaman historis perubahan

Yang di ubah

isi Perubahan

Rekaman historis perubahan

dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

kekurangan cairan tubuh memberikan cairan pada pasien

g infus

luarga dan pasien setuju, di berikan persetujuan tindakan

hol lalu di tusukkan selang infus kemudian alirkan sampai

r 5 - 10 cm

h ditentukan

an dilepas,Penjepit dilonggarkan untuk melihat kelancaran


kulit dengan plester kemudian mengatur tetesan infus

n kasa steril

Anamese
Pasien

Catat
Identitas
Pasien

Tanggal mulai diberlakukan

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

MEMASANG NEBULIZER
No. Kode
: SOP/UKP/NBL/05
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1- 2

PUSKESMAS INGIN JAYA


1

Pengertian

Pemberian obat dalam bentuk asap yang dihisap ke paru-paru

Tujuan

Mendapat Dosis Theurapeutik dari obat yang diinginkan sebagai Aerosol dalam bentuk
direspirasi dalam jangka waktu pendek,biasanya 5 - 10 Menit

Kebijakan

Referensi

Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas

Prosedur

Peralatan :
a. Obat untuk Bronchodilator antara lain : Ventolin
b. Masker Oksigen
c. Nebulizer 1 Set
d. Obat untuk teurapi Aerosol dan pengencernya bila diperlukan
e. stetoskop
f. Tissue
g. Nierbeken/Bengkok
h. Suction ( kalau perlu )

Langkah- Langkah

Menjaga Privacy

Mencuci tangan

Membawa alat-alat ke dekat Pasien

Mengatur Posisi Pasien sesuai dengan keadaan pasien

Memasukkan Obat ke wadahnya ( bagian dari alat Nebulizer )

Menghubungkan Nebulizer dengan listrik

7
8
9

Menyalakan mesin Nebulizer dan mengecek Out Flow apakah timbul uap atau embun
Menghubungkan alat ke mulut atau menutupi hidung dan mulut ( posisi ) yang tepat
Menganjurkan agar klien untuk melakukan nafas dalam tahan sebentar lalu ekspirasi

Setelah selesai mengecek keadaan umum pasien, tanda-tanda vital dan melakukan Ausk
10 berkala selama prosedur
11

Menganjurkan pasien untuk melakukan nafas dalam dan batuk efektif untuk mengeluark

Bagan Alir

KoKonsul
Dokter

Anamese

Melakukan Nebul

Memeriksa
Keadaan
Umum

Buat Catatan

Hal-hal yang perlu


diperhatikan

1
2
3

Posisi Pasien
Arus listrik
Selang penghubung pada pasien pada posisisnya

Unit terkait

10

Dokumen terkait

1.
2
1.
2.

IGD
Apotik
Rekam Medis
Catatan tindakan.

11
NO
Rekaman historis perubahan

Yang di ubah

isi Perubahan

11

Rekaman historis perubahan

dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

aru-paru

kan sebagai Aerosol dalam bentuk partikel yang dapat


10 Menit

diperlukan

ebulizer )

w apakah timbul uap atau embun

g dan mulut ( posisi ) yang tepat

am tahan sebentar lalu ekspirasi

da-tanda vital dan melakukan Auskultasi Paru secara

dan batuk efektif untuk mengeluarkan skret

MMengatur
Posisi Pasien

Cuci Tangan

KONSELING

Tanggal mulai diberlakukan

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

MEMASANG OXYGEN
No. Kode
: SOP/UKP/OKG/06
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1

PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian

Memasukkan Oksigen ke paru-paru melalui saluran nafas

B.

Tujuan

Membantu menambah kebutuhan oksigen pada pasien

C.

Kebijakan

D.

Referensi

E.

Prosedur

1.

Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas


Peralatan :
- Tabung O2
- Selang Nasal canule / Masker
- Regulator

F.

Langkah- Langkah

1.

Menjelaskan pada pasien langkah-langkah yang akan dilakukan

2.

Mencuci tangan

3. Mengatur Posisi Pasien sesuai dengan keadaan pasien


4. Membuka Flow meter
5. Mengatur Dosis sesuai kebutuhan Pasien

Memasang Slang Nasal canule/masker

Memperhatikan Reaksi Pernafasan dan Nadi

Mencuci tangan setah melakukan tindakan

Bagan Alir

PETUGAS

CUCI
TANGAN

BUAT
CATATAN

ATUR
POSISI
PASIEN

CATATAN

H.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan

1
2
3

I.

Unit terkait

J.

Dokumen terkait

1. IGD
2 Apotik
1. Rekam Medis
2 Catatan tindakan.

K.

Posisi Pasien
Pernafasan Pasien
Selang penghubung pada pasien pada posisisnya

Yang dirubah

Rekaman historis perubahan

Tgl Perubahan

dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

uran nafas
pasien

mas

g akan dilakukan

n pasien

PASANG
O2
SESUAI
INSTRUKS
I

PANTAU
KELUHAN
UMUM

KONSELIN
G

ya

Tanggal yang mulai di berlakukan

PENANGANANAN KEJANG PADA ANAK


No. Kode
: SOP/UKP/KJG/07
No. Revisi
: 00
SOP
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1-2

KABUPATEN ACEH BESAR


PUSKESMAS INGIN JAYA
A.

Pengertian
a

Kejang adalah merupakan tanda adanya gangguan susunan saraf pusat yang
muatan listrik secara berlebihan.kejang pada anak biasanya merupakan kejang
1. Menghentikan kejang secepat nya
2. Mempertahankan fungsi vital

B.

Tujuan

3. Mencegah trauma saat kejang


4. Menenangkan keluarga

C.

Kebijakan

D.

Referensi

E.

Prosedur

1. Obat Injeksi/Stesolit
2

F.

Langkah- Langkah

Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas

Tounge Spatel

Anak datang ke IGD dengan kejang, segera tidurkan di tempat tidur Non Bedah
Pakaianya dan Pasang tounge Spatel yang di bungkus perban diantara gigi ana
lidah tergigit.

1.

Lakukan Alloanamnesia dengan keluarga/pengantar bersamaan dengan pemer

2.

Berikan Diazepam injeksi IV dosis : 0.3-0.5 mg/kg BB atau Diazepam perectal d


3. kg) 10mg (BB:> 10 kg), kemudian tunggu 10 menit.
4. Jika anak panas turunkan suhu dengan paracetamol atau kompres hangat
5.
6

Bila kejang tidak berhenti berikan Phenobarbital IV atau IM dengan dosis 5 mg/

jika ada respon tetapi kejang berulang ulangi pemberian Diazepam dengan dos

Jika Kejang berhenti, maka diberikan Phenobarbital IV dengan dosis Neonatus


1 tahun = 75 mg

Lengkapi catatan medis setelah kejang diatasi

Jika diperlukan rawat inap, segera disiapkan tempat/ruangan dan konsultasi de


anak.

Jika Rawat Jalan, beri resep sesuai kebutuhan jelaskan mengenai apa yang ha
10 kejang lagi.

Bagan Alir

PETUGAS

TINDAKAN

PERIKSA
KELUHAN
UMUM

BUAT
CATATAN

KONSUL DOKTER

BUAT
CATATAN

H.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan

1
2
3

I.

Unit terkait

J.

Dokumen terkait

1. IGD
2 Apotik
1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan.

K.

lamanya kejang
Obat yang diberikan
Dosis obat yang diberikan

Yang dirubah

Rekaman historis perubahan

Tgl Perubahan

dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

guan susunan saraf pusat yang di sebab kan lepasnya


ak biasanya merupakan kejang demam biasa.

mas

urkan di tempat tidur Non Bedah. Longgarkan


ungkus perban diantara gigi anak untuk mencegah

antar bersamaan dengan pemeriksaan

kg BB atau Diazepam perectal dosis : 5 mg (BB:1-10


enit.

amol atau kompres hangat


IV atau IM dengan dosis 5 mg/kg BB

emberian Diazepam dengan dosis yang sama.

bital IV dengan dosis Neonatus 30 mg umur 1 bulan -

mpat/ruangan dan konsultasi dengan dokter specialis

elaskan mengenai apa yang harus dilakukan jika anak

ATUR
POSISI
PASIEN

NDAKAN

UL DOKTER

RUJUK

KONSELIN
G

KONSELIN
G

Tanggal yang mulai di berlakukan

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

MENJAHIT LUKA
No. Kode
: SOP/UKP/JL/08
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1-2

PUSKESMAS INGIN JAYA


1

Pengertian

Adalah tata cara Mengembalikan luka ke posisi semula dengan melakukan pen
1. Mengurangi Pendarahan Pasien

Tujuan

Kebijakan

Referensi

Prosedur

1.

2. Mencegah terjadinya Infeksi


RSUD dr. Soegiri Lamongan
1. Set alat jahit Luka steril
2. Korentang steril
3.Kasa steril dalam tromol
4. Kasa Perban
5. Sarung tangan Steril
6. Gunting
7. Benang jahit steril dalam tempatnya
8. Alkohol 70%, Bethadine 10%, Larutan cuci luka H2O2
9. Spuit 3 cc/ 5 cc
10. Plester
11. Sufratul ( bila diperlukan )

Langkah- Langkah

1.
2.

Memakai sepatu Booth


Memakai skort plastik

Meletakkan set alat jahit luka dan peralatan lainnya diatan dressing car serta m
3. pasien/luka yang akan di jahit
4. mencuci tangan
5. memakai sarung tangan
6

Mendesinfeksi daerahsekitar luka dengan bethadine

Anastesi/bius pada daerah yang akan di jahit ( anastesi lokal )

Bila ada pembuluh darah yang putus, Klem dan ikat dengan benang jahit sehin
pendarahan

Rapikan luka bila luka tidak beraturan

10

Cuci luka dengan H2O2 dan bilas dengan larutan cuci luka sampai luka benar-

11 Setelah itu siram dengan bethadine secukupnya.

Jahit luka sampai jaringan /sisi yang satu dengan sisi yang lainnya dengan ben
12 bersatu.usahakan jahitan jangan terlalu kencang.
13 Setelah selesai menjahit luka dibersihkan dengan diberi sufratul.
14 Alat-alat dibersihkan

15 Tulis di rekam medis


7

Bagan Alir

Anamese

MEMBERI
TAHU PASIEN/
INFORM
CONSENT

MEMBUAT
CATATAN

CUCI
TANGAN

KONSELING

Hal-hal yang perlu


diperhatikan

10

Unit terkait

1
2
3
1.

Besar dan dalamnya luka


lamanya luka
banyaknya pendarahan
IGD

Dokumen terkait

1.

Rekam Medis
Catatan tindakan.

2.
Yang

11

Rekaman historis perubahan

Tgl Perubahan

dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

semula dengan melakukan penjahitan

ka H2O2

nya diatan dressing car serta mendekatkan ke sisi

dine

anastesi lokal )
ikat dengan benang jahit sehingga tidak terjadi

an cuci luka sampai luka benar-benar bersih.

a.

n sisi yang lainnya dengan benar-benar


g.

an diberi sufratul.

PETUGAS
MEMAKAI
APD

TINDAKAN

NSELING

Tanggal yang mulai di berlakukan

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

RAWAT INAP
No. Kode
: SOP/UKP/RWT/09
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1-2

PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian

B. Tujuan

Tata cara penerimaan pasien baru adalah tata cara penerimaan pasien bar
setelah penderita / keluarganya menyelesaikan administrasi dan keuangan di ba

1. Meningkatkan mutu Pelayanan dan memenuhi kepuasan pasien

C.

Kebijakan

D.

Referensi

E.

Prosedur

1.

1. Sarana tempat tidur beserta peralatannya


2. thermometer
3.Tensimeter
4. Timbangan Berat badan
5. Pengukur Tinggi badan
6. Stetoskop
7. Buku catatan Rawat Inap
8. Standar Infus

F.

Langkah- Langkah

1.
2.

Pasien dan keluarga diterima oleh Bagian Triage UGD untuk ditentukan Klasifik
mendapat pertolongan bila perlu

Pasien/keluarga mengurus Administrasi pendaftaran pasien di bagian penerima

3. Pasien diantar oleh petugas


Bila pasien dapat berdiri di timbang berat badan sebelum di baringkan ke tempa
4.
5. Setelah pasien berbaring di tempat tidur dilakukan :
- Anamese ( pengumpulan data pasien pada catatan perawatan )
- Pemeriksaan tanda vital ( suhu, Respirasi, nadi, tekanan darah )
6
7
8
G

Pasien dan keluarga di beri tahu tentang sarana dan fasilitas yang ada di ruang
menggunakannya

Perawat Menghubungi dokter dan memberitahukan bahwa penderit masuk di ru


Perawat Menjalankan Instruksi dokter

Bagan Alir

POLI
UMUM

KONSUL
DOKTER

UGD

KONSUL
DOKTER

UGD

RUJUK
RAWAT INAP

MEMULANGKAN
PASIEN

DOKUMENTASI

H.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan

I.

Unit terkait

J.

Dokumen terkait

K.

1
2
3
1.
2
1.

Ruangan
Tempat tidur
Keaadaan Pasien
IGD
Poli umum
Rekam Medis
2. Catatan tindakan.
Yang dirubah

Rekaman historis perubahan

Tgl Perubahan

dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

a cara penerimaan pasien baru di ruang rawat inap


administrasi dan keuangan di bagian administrasi

hi kepuasan pasien

e UGD untuk ditentukan Klasifikasi kegawatan dan

aran pasien di bagian penerimaan ( adminition)

sebelum di baringkan ke tempat tidur

an :

tatan perawatan )

di, tekanan darah )

a dan fasilitas yang ada di ruangan dan tata cara

kan bahwa penderit masuk di ruang rawat Inap

RUJUK

MEMULANGKAN
PASIEN

Tanggal yang mulai di berlakukan

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

REKAM MEDIS
No. Kode
: SOP/UKP/RM/10
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian

B. Tujuan

C.

Kebijakan

D.

Referensi

E.

Prosedur

1.

Suatu pencatatan hasil pemeriksaan dan tindakan yang telah dilakukan terhad

Sebagai acuan Penerapan dalam rangka langkah pengisian rekam medis di IG

Rumah sakit Bersalin Asih


1. Status Pasien
2. buku Register

F.

Langkah- Langkah

Petugas pendaftaran menulis nomor rekam medis, nama dan tanggal masuk, ja
pasien, alamat, umur, jenis kelamin , status perkawinan ,agama, pekerjaan, ala
berhubungan dengan pasien

1.

Pasien/keluarga mengurus Administrasi pendaftaran pasien di bagian penerima

2.

3. Pasien diantar oleh petugas


Bila pasiendapat berdiri di timbang berat badan sebelum di baringkan ke tempa
4.
5. Setelah pasien berbaring di tempat tidur dilakukan :
- Anamese ( pengumpulan data pasien pada catatan perawatan )
- Pemeriksaan tanda vital ( suhu, Respirasi, nadi, tekanan darah )
6
7
8
H.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan

I.

Unit terkait

J.

Dokumen terkait

K.

Rekaman historis perubahan

No

Halaman

1
2
3
1.
2
1.
2.

Pasien dan keluarga di beri tahu tentang sarana dan fasilitas yang ada di ruang
menggunakannya

Perawat Menghubungi dokter dan memberitahukan bahwa penderit masuk di ru


Perawat Menjalankan Instruksi dokter
Ruangan
Tempat tidur
Keadaan Pasien
IGD
Ruang Kartu
Rekam Medis
Catatan tindakan.

Yang dirubah

Perubahan

PUSKESMAS INGIN JAYA


dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

kan yang telah dilakukan terhadap pasien

ah pengisian rekam medis di IGD

dis, nama dan tanggal masuk, jam masuk dan status


kawinan ,agama, pekerjaan, alamat, yang

aran pasien di bagian penerimaan ( adminition)

sebelum di baringkan ke tempat tidur

an :

tatan perawatan )

di, tekanan darah )

a dan fasilitas yang ada di ruangan dan tata cara

kan bahwa penderit masuk di ruang rawat Inap

Diberlakukan Tanggal

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

RABIES
No. Kode
: SOP/UKP/RB/01
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1-2

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian
a

Penyakit menular yang berbahaya dengan angka kematian yang tinggi yang
Rabies yang menyerang susunan saraf pusat yang di tularkan melalui gigitan
ke manusia.
Untuk memutuskan Mata rantai Penularan Penyakit Rabies

B. Tujuan
C.

Kebijakan

SK

D.
E.

Referensi
Prosedur

Penanganan HPR
Persiapan Alat

1.

- VAR ( Vaksin Anti Rabies


- Handscun
- Nald Heating, Benang Heating
- Obat Anastesi dan Spuit
F.

Langkah- Langkah

Anamese

1.

- Kapan digigit atau kejadian


- Lokasi Gigitan
2

Inspeksi
- Luas Luka gigitan
- dalamnya luka gigitan

Cuci Luka dengan sabun di air yang mengalir

Tindakan Anestesi Pada Luka

Menjahit Luka

Pemberian Vaksin Anti Rabies ( 4X Pemberian VAR )


- Hari Pertama 2X pemberian
- Hari Kedua 1X Pemberian selang 7 hari
- Hari Ketiga 1X Pemberian selang 21 hari

Pencatatan

Konseling

Bagan Alir

PETUGAS

ANAMESE PASIEN

TINDAKAN

TINDAKAN

RUJUK KE RS
PENCATATAN

KONSELING

H.
I.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Unit terkait

J.

Dokumen terkait

K.

Rekaman historis perubahan

No

Halaman

Besar dan dalamnya luka


Riwayat Kejadian
IGD
Dinas Peternakan
Apotik
Rekam Medis
2. Catatan tindakan.
1
2
1.
2
3
1.

Yang dirubah

Perubahan

PUSKESMAS INGIN JAYA


dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

gka kematian yang tinggi yang disebabkan oleh virus


ang di tularkan melalui gigitan hewan pengidap rabies

yakit Rabies

VAR )

PEMERIKSA
AN

KONSUL KE
DINAS
PETERNAKA
N/KEHEWA
NAN

Diberlakukan Tanggal

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

INFORM CONCENT
No. Kode
: SOP/UKP/IC/11
No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit
: 14/01/2016
Halaman
: 1

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian

Persetujuan untuk melakukan tindakan medik dan melakukan pelayanan sesua

Sebagai pedoman untuk mengambil keputusan dalam mengambil tindakan me


sesuai standar

B. Tujuan
C.

Kebijakan

D.

Referensi

E.

Prosedur

1.

Form Info Concent

F.

Langkah- Langkah

1.

Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada pasien

Permenkes No.75 thn 2014 tentang Puskesmas

Mengisi data inform concent

Memberi data Inform concent pada Pasien /Keluarga untuk di tanda tangani

Perawat Memberi pelayanan/tindakan sesuai standar Pelayanan Medik

Bagan Alir

PETUGAS

PENCATATAN

H.
I.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Unit terkait

J.

Dokumen terkait

1
2
1.
2
1.

keluarga
Pasien
IGD
Apotik
Rekam Medis
2. Catatan tindakan.

ANAMESE
PASIEN/KELUARGA

K.
No

Rekaman historis perubahan


Halaman

Yang dirubah

Perubahan

PUSKESMAS INGIN JAYA


dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

an melakukan pelayanan sesuai standar

dalam mengambil tindakan medik dan pelayanan

a pasien

uarga untuk di tanda tangani

andar Pelayanan Medik

FORM
INFORM
CONCENT

TINDAKAN

Diberlakukan Tanggal

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

ALUR PELAYANAN UGD


No. Dokumen
:
No. Revisi
:
Tanggal Terbit
:
Halaman
:

KEPALA PUSKESMAS
INGIN JAYA
Mulai

Pasien/Pengantar Mendaftar
diloket pendaftaran

Petugas di
Poliklinik
menganamese dan
merujuk ke UGD
bila ada indikasi

Petugas di UGD menerima


Pasien dan mencatat di buku
register harian

Petugas UGD Melakukan :


Anammese
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang

Penegakkan Diagnosa
Rujukan ( Rumah
Sakit )
Persiapan Tindakan

Melakukan Tindakan
Sterilisasi Alat
Theuraphi dan Konseling

Dokumentasi

Apotek

Selesai

R PELAYANAN UGD
SOP/UKP/ALR/001
00

14/01/2016
1

PUSKESMAS INGIN JAYA


dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

ulai

antar Mendaftar
pendaftaran

UGD menerima
mencatat di buku
er harian

Langsung Ke UGD
Karena Emergency

Melakukan :
e
an Fisik
an Penunjang

Penegakkan

an Tindakan

an Tindakan

dan Konseling

mentasi

Rawat Inap

potek

lesai

RUJUKAN EMERGENSI

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

No. Kode
No. Revisi

:SOP/UKP/RE/

:00
Tanggal Terbit : 14/01/2016
Halaman
: 1-2

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian

a.

Pasien emergensi adalah kondisi dimana pasien menderita penyakit dan cider
kecacatan permanen dan mengancam nyawa pasien

B.

Tujuan

C.

Kebijakan

Tujuan sistem rujukan adalah pasien mendapatkan pertolongan pada fasilitaspelay


mampu
sehingga jiwanya dapat terselamatkan, dengan demikian dapat menurunka
SK..

D.

Referensi

Permenkes no 75 tahun 2014, Bab 1, pasal 1 ayat 8

PROSEDUR

F.

Langkah- Langkah

'''-

Indentitas Pasien
Form Rujukan
Hasil Pemeriksaan Dokter
1. Hasil Pemeriksaan Fisik dokter Pasien harus di rujuk
2. Petugas menjelaskan alasan kenapa harus di rujuk

3.petugas menyiapkan pasien dengan cara memasang infus dan kebutuhan lainnya
4. Petugas menyiapkan identitas Pasien
5. Petugas menyakinkan pasien dan kelauarga bahwa setuju untuk di rujuk.
6. Petugas IGD menghubungi sopir ambulance untuk merujuk pasien
7. Petugas Mendampingi Pasien untukmerujuk kerumah sakit

G BAGAN ALIR
PASIEN DATANG

MEMBERIKAN PENJELASAN PADA


PASIEN/KELUARGA UNTUK DI
RUJUK

PEMASANGAN INFUS/ TINDAKAN

PEMERIKSAAN PA
/KONSULTASI D

HASIL PEMERIKSA
HARUS DI R

DOKUMEN

PEMASANGAN INFUS/ TINDAKAN

SELESAI

H.
I.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Unit terkait

J.

Dokumen terkait

K.

Rekaman historis perubahan

No

Halaman

RUJUK KE RUM

1 Keadaan umum Pasien


1. IGD
2 Rumah Sakit
3 Ambulance
1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan.

Yang dirubah

Perubahan

PUSKESMAS INGIN JAYA


dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

erita penyakit dan cidera yang dapat menimbulkan

ngan pada fasilitaspelayanan kesehatan yang lebih


mikian dapat menurunkan angka kematian

us dan kebutuhan lainnya

uju untuk di rujuk.

juk pasien

akit

PEMERIKSAAN PADA PASIEN


/KONSULTASI DOKTER

HASIL PEMERIKSAAN PASIEN


HARUS DI RUJUK

DOKUMENTASI

RUJUK KE RUMAH SAKIT

Diberlakukan Tanggal

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

No. Kode
No. Revisi

AUDIT KLINIS
:
SOP/UKP/AK/

:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

00
14/01/2016
1-2

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian

a.

B.

Tujuan

Sebagai acuan perubahan penerapan langkah-langkah untuk meningkatkan pelaya


sistematis pelayanan terhadap langkah-langkah Eksplisit dan pelaksanaan peruba
diperlukan.

C.

Kebijakan

SK..

D.

Referensi

Permenkes no 75 tahun 2014, tentang Puskesmas

Prosedur

F.

Langkah- Langkah

1. Perencanaan Audit

untuk membuat suatu audit klinik dan sukses dalam mengindentifikasi bidang keung
memperbaiki suatu kekurangan diperlukan suatu perencanaan dan persiapan yang
persiapan audit klinik tergantung dari keadaan khusus dari masing-masing bidang g
2. Penetapan Standar
3. Mengukur Kinerja
4. Membuat kesimpulan

5. Mempertahan perbaikan setiap tahap siklus audit klinik harus dilakukan untuk me
dilaksanakan secara sistematis dan berhasil dilaksanakan

G BAGAN ALIR
PERENCANAAN AUDIT

PENETAPAN STA

MEMBUAT KESIMPULAN

MENGUKUR K

H.
I.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Unit terkait

J.

Dokumen terkait

K.

Rekaman historis perubahan

No

Halaman

MEMBUAT KESIMPULAN

MENGUKUR K

PELAKSANAAN AUDIT

DOKUMEN

1 Keadaan umum Pasien


1. IGD
2
3
1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan.

Yang dirubah

Perubahan

PUSKESMAS INGIN JAYA


dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

ntuk meningkatkan pelayanan pasien melalui tinjauan


dan pelaksanaan perubahan dalam praktek jika

gindentifikasi bidang keunggulan atau untuk


naan dan persiapan yang efektif. Perencanaan dan
i masing-masing bidang garap audit.

harus dilakukan untuk memastikan bahwa audit

PENETAPAN STANDAR

MENGUKUR KINERJA

MENGUKUR KINERJA

DOKUMENTASI

Diberlakukan Tanggal

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

PEMBEDAHAN MINOR
No. Kode
:
SOP/UKP/PM/
No. Revisi
:
00
Tanggal Terbit :
14/01/2016
Halaman
:
1-2

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian

B.

Tujuan

Pasien memperoleh Praktek Pembedahan sesuai standar Profesi

C.

Kebijakan

Surat keputusan Kepala Puskesmas Nomor :

D. Referensi
E

Prosedur

F.

Langkah- Langkah

a.

SOP ini mengatur tentang Prosedur pembedahan secara umum

Buku Basic life Support DC-Shock oleh tim Anestesi dan Reanimasi RSUD

- APD
- Instrumen Steril
- DUK terbuka
1. Petugas memberikan Informasi maksud dan tujuan tindakan Pembedahan kepad
Consent )
2. Petugas Meminta Persetujuan Pasien ( informed Consent )
3. Petugas Mencuci Tangan
4. Petugas Memakai APD sesuai tindakan pembedahan yang dilakukan
5. Petugas melakukan penilaian Kondisi Pasien awal sebelum Pembedahan
6. Petugas melakukan Tekniks Asepsis
7. Petugas menutup area Pembedahan dengan duk terbuka
8. Petugas melakukan teknik anestesi sesuai kebutuhan tindakan pembedahan
9. Petugas melakukan Pembedahan sesuai dengan standar Profesi SOP
10.Petugas melakukan penilaian kondisi Pasien Pasca Pembedahan
11. Petugas Mencatat Identitas Pasien

G BAGAN ALIR
PETUGAS

TINDAKAN

MEMBERI INFORM
PASIEN

INFORM CON

TINDAKAN

INFORM CON

DOKUMENTASI

H.
I.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Unit terkait

J.

Dokumen terkait

K.

Rekaman historis perubahan

No

Halaman

1 Keadaan umum Pasien


1. Dokter
2 Dokter gigi
3 Bidan
1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan.

Yang dirubah

Perubahan

PUSKESMAS INGIN JAYA


dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

umum
Profesi

Reanimasi RSUD

akan Pembedahan kepada Pasien ( Informed

ent )

ang dilakukan
elum Pembedahan

ka

indakan pembedahan

ar Profesi SOP

embedahan

MEMBERI INFORMASI PADA


PASIEN

INFORM CONSENT

INFORM CONSENT

Diberlakukan Tanggal

PENANANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT

SOP
KABUPATEN ACEH BESAR

No. Kode
No. Revisi

:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

SOP/UKP/PPGD/
00
14/01/2016
1-2

KEPALA PUSKESMAS INGIN JAYA


A.

Pengertian

a.

Suatu keadaan yang di karenakan ( Penyakit, trauma,Kecelakaan,Tindakan, Anes


tolong akan mengalami cacat kehilangan organ tubuh atau meninggal

B.

Tujuan

Se Sebagai pedoman tindakan pertolongan pertama pada Kegawat daruratan secara t

C.

Kebijakan

SK..

D.

Referensi

Permenkes no 75 tahun 2014, tentang Puskesmas

Prosedur

F.

Langkah- Langkah

- APD
- Instrumen Steril
- DUK terbuka
1. Petugas memberikan Informasi maksud dan tujuan tindakan Pembedahan kepad
2. Petugas Meminta Persetujuan Pasien ( informed Consent )
3. Petugas Mencuci Tangan
4. Petugas Memakai APD sesuai tindakan pembedahan yang dilakukan
5. Petugas melakukan penilaian Kondisi Pasien awal sebelum Pembedahan
6. Petugas melakukan Tekniks Asepsis
7. Petugas menutup area Pembedahan dengan duk terbuka
8. Petugas melakukan teknik anestesi sesuai kebutuhan tindakan pembedahan
9. Petugas melakukan Pembedahan sesuai dengan standar Profesi SOP
10.Petugas melakukan penilaian kondisi Pasien Pasca Pembedahan
11. Petugas Mencatat Proses pembedahan dalam rangka medis

G BAGAN ALIR

PENETAPAN STA

MEMBUAT KESIMPULAN

MENGUKUR K

H.
I.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Unit terkait

J.

Dokumen terkait

K.

Rekaman historis perubahan

No

Halaman

MEMBUAT KESIMPULAN

MENGUKUR K

PELAKSANAAN AUDIT

DOKUMEN

1 Keadaan umum Pasien


1. Dokter
2 Dokter gigi
3 Bidan
1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan.

Yang dirubah

Perubahan

PUSKESMAS INGIN JAYA


dr. T. Fadhly
Nip. 19710401 200212 1 004

celakaan,Tindakan, Anestesi ) yang bila tidak segera di


au meninggal

egawat daruratan secara tepat, cepat dan cermat.

akan Pembedahan kepada Pasien ( Informed Consent )

ent )

ang dilakukan
elum Pembedahan

ka

indakan pembedahan

ar Profesi SOP

embedahan
medis

PENETAPAN STANDAR

MENGUKUR KINERJA

MENGUKUR KINERJA

DOKUMENTASI

Diberlakukan Tanggal