Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR

KERJA

BALAI PENGOBATAN
UMUM

ASTIGMATISM
No. DOKUMEN
TERBITAN
REVISI KE

UPT PUSKESMAS SUKARASA

TGL MULAI BERLAKU


HALAMAN

PENGERTIAN
KODE
TUJUAN
REFERENSI
PROSEDUR

Disahkan oleh Kepala


UPT PKM Sukarasa

:
: 1
: : 1-1-15
: 1 of 2

dr. Hj. RR. Theresia Widuri


NIP.19770208 200604 2 020

Definisi Dan Penyebab


Astigmatisma adalah keadaan di mana sinar sejajar tidak dibiaskan secara seimbang pada
seluruh meridian.
No. ICPC II : F91 Refractive error
No. ICD X : H52.2 Astigmatism
Tingkat Kemampuan: Astigmatism ringan 4A

Sebagai pedoman diagnosis dan penatalaksanaan kasus Astigmatism di UPT PKM


Sukarasa.
1. Permenkes No.5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik Klinis Dokter Di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer.
2. Buku Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas Tahun 2007.
Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
Pasien datang dengan keluhan penglihatan kabur. Pasien memicingkan mata untuk dapat
melihat lebih jelas. Keluhan disertai hanya dapat membaca dengan jarak lebih dekat.
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik Oftalmologis
a. Penderita duduk menghadap kartu snellen pada jarak 6 meter.
b. Pada mata dipasang bingkai percobaan. Satu mata ditutup, biasanya mata kiri ditutup
terlebih dahulu untuk memeriksa mata kanan.
c. Penderita diminta membaca kartu snellen mulai huruf terbesar (teratas) dan
diteruskan pada baris bawahnya sampai pada huruf terkecil yang masih dapat dibaca.
Lensa positif 0,5D ditambah pada mata yang diperiksa (teknik fogging).
d. Pasien diminta melihat gambar kipas pada Snellen chart dan menyebutkan garis yang
paling jelas.
e. Pasangkan lensa silinder -0,5D dengan aksis tegak lurus terhadap garis yang paling
jelas.
f. Perlahan-lahan lensa silinder dinaikkan kekuatan dioptrinya sampai semua garis
terlihat sama jelas.
g. Pasien kembali diminta melihat Snellen chart, bila visus belum 6/6 lensa fogging
dicabut.
h. Mata yang lain dikerjakan dengan cara yang sama.
Penegakan Diagnosis (Assessment)
Diagnosis Klinis
Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
oftalmologis.
Diagnosis Banding
Kelainan refraksi lainnya.
Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
Penggunaan kacamata lensa silindris dengan koreksi yang sesuai.
Pemeriksaan Penunjang Lanjutan
Tidak diperlukan

PROSEDUR
KERJA

BALAI PENGOBATAN
UMUM

ASTIGMATISM
No. DOKUMEN
TERBITAN
REVISI KE

UPT PUSKESMAS SUKARASA

Disahkan oleh Kepala


UPT PKM Sukarasa

TGL MULAI BERLAKU


HALAMAN

:
: 1
: : 1-1-15
: 2 of 2

dr. Hj. RR. Theresia Widuri


NIP.19770208 200604 2 020

Konseling dan Edukasi


Memberitahu keluarga bahwa astigmatisma gangguan penglihatan yang dapat dikoreksi
Kriteria rujukan
Apabila visus tidak dapat mencapai 6/6.
Sarana Prasarana
a. Snellen chart
b. Satu set lensa coba (trial frame)
Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam.

UNIT
TERKAIT
LAMPIRAN

Dokter, perawat, bidan dan tenaga laboratorium.


-