Anda di halaman 1dari 19

BAB 1

KONSEP DAN TERMINOLOGI BIAYA


SOAL 1-1
Berikut ini adalah informasi yang berhubungan dengan biaya manufaktur pada PT
Bagaskara untuk bulan Maret 1999:
a. Tenga kerja langsung bekerja dengan total 600 jam termasuk jam lembur
sebanyak 100 jam. Tarif upah adalah Rp100.000 per jam, sedangkan tarif upah
lembur adalah Rp150.000 per ja. (catatan: upah lembur seluruhnya diakui
sebagai biaya tenaga kerja langsung)
b. Bahan baku awal periode berjumlah Rp85.500.000. Pembelian yang dilakukan
selama periode ini berjumlah Rp34.500.000 dan persediaan bahan baku pada
akhir periode tidak ada.
c. Depresiasi peralatan pabrik adalah Rp100.000.000
d. Biaya asuransi peralatan pabrik yang dikonsumsi periode ini adalah
Rp6.000.000
e. Biaya tenaga kerja tidak langsung (gaji supervisor pabrik) berjumlah
Rp20.000.000
Kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:
1. Hitunglah biaya utama (prime cost) untuk bulan Maret 1999.
2. Hitungah biaya konversi untuk bulan Maret 1999.

SOAL 1-2
Berikut adalah informasi yang berhubungan dengan biaya manufaktur pada PT
Cendrawasih untuk bulan Mei 1999:
Keterangan
Biaya tenaga kerja langsung
Pembelian bahan baku
Supplies yang digunakan
Asuransi pabrik
Depresiasi mesin pabrik
Supervisi pabrik
Pemakaian bahan penolong
Persediaan produk dalam proses awal
Persediaan produk dalam proses akhir
Persediaan bahan baku awal
Persediaan bahan baku akhir
Persediaan produk jadi awal

Jumlah
Rp130.000.000
80.000.000
6.750.000
3.500.000
20.000.000
12.300.000
27.450.000
125.000.000
142.500.000
40.000.000
20.000.000
56850.000

Persediaan produk jadi akhir

32.500.000

Kerjakanlah instruksi-instruksi berikut ini:


1. Susunlah laporan harga pokok produksi
2. Susunlah laporan harga pokok penjualan

SOAL 1-3
Yogyakarta Fitness Center adalah sebuah pusat kebugaran yang telah beroperasi
selama 3 tahun. Karena perusahaan telah mengalami perkembangan yang pesat,
manajemen menghendaki agar struktur biaya dipisahkan ke dalam komponen biaya
tetap dan biaya variabel agar manajemen lebih mudah menganalisis dan
mengendalikan biaya, Informasi yang tersedia adalah sebagai berikut:
Bulan
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

Jumlah Pelanggan
320
200
230
240
720
560
470
750

Jumah Biaya
Rp26.000.000
15.000.000
21.500.000
22.500.000
47.000.000
37.000.000
33.000.000
47.500.000

Kerjakan sesuai instruksi-instruksi berikut ini:


1. Tentukan rumus biaya dengan menggunakan metode high-low.
2. Berdasarkan rumus pada soal 1, hitunglah jumlah biaya untuk 700 pelanggan.

SOAL 1-4
Atas dasar soal 1-3, kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:
1. Tentukan rumus biaya dengan metode least square.
2. Berdasarkan rumus pada soal 1, hitunglah jumlah biaya untuk 700 pelanggan.

SOAL 1-5
Mulai awal tahun 1998, Pimpinan Pt. Buana Putra memutuskan untuk mengestimasi
biaya tetap dan biaya variabel yang berkaitan dengan biaya setup. Data yang tersedia
untuk 6 bulan terakhir adalah sebagai berikut:
Jumah setup

Jumlah biaya setup

10
20
15
12
18
25

Rp6.400.000
8.800.000
7.200.000
7.200.000
8.400.000
10.000.000

Kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:


1. Estimasilah elemen biaya tetap dan biaya variabel untuk biaya setup dengan
menggunakan metode titik tertinggi dan titik terendah.
2. Dengan menggunakan hasil perhitungan pada soal 1, hitunglah biaya setup
apabila jumlah setupnya adalah 14.
3. Estimasilah elemen biaya tetap dan biaya variabel untuk biaya setup dengan
menggunakan metode least square.
4. Dengan menggunakan hasil perhitungan soal 3, hitunglah biaya setup apabila
jumlah setupnya adalah 14.

BAB 2
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DAN
MANAJEMEN BIAYA DI LINKUNGAN INDUSTRI
MAJU
SOAL 2-1
PT Merapi memproduksi dan menjual 2 jenis produk, yaitu produk A dan B.
Informasi tentang produksi untuk kedua produk tersebut adalah sebagai berikut:
Keterangan
Kuantitas
Biaya utama
Jam mesin(pemeliharaan)
Pengankutan bahan

Produk A
Produk B
Jumlah Biaya
200.000
50.000
Rp700.000.000 Rp150.000.000 Rp850.000.000
50.000 jam
12.500 jam
250.000.000
700.000 kali
100.000 kali
300.000.000

Setup

100 kali

50 kali

450.000.000

Kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:


1. Hitunglah harga pokok per unit untuk masing-masing produk, apabila biaya
pemeliharaan (Rp250.000.000), biaya pengangkutan bahan, dan biaya setup
dialokasikan berdasarkan jam mesin.
2. Hitunglah harga pokok per unit apabila perusahaan menggunakan pendekatan
ABC.

SOAL 2-2
CV Tidar telah mengidentifikasi biaya overhead pabrik dan cost-driver untuk periode
mendatang sebagai berikut:
Elemen BOP
Biaya setup

Taksiran Biaya
Cost Driver
Rp1.200.000.00 Jumlah setup

Tingkat Kegiatan
300

0
900.000.000 Jumlah pesanan
900.000.000 Jumlah mesin
250.000.000 Jumlah kilowatt

4.500
18.000
50.000

Biaya pemesanan
Biaya mesin
Biaya energi

Informasi yang berhubungan dengan pkerjaan (pesanan) yang dikerjakan dalam tahun
yang bersangkutan adalah:
Keterangan
Bahan baku
TKL (50jam/pesanan)
Jml unit yang dibuat
Jumlah setup
Jml pesanan (order)
Jammesin
Jam kilowatt

Pesanan No. 125


Rp10.500.000
8.000.000
100 unit
1
4
20
20

Pesanan No.128
Rp17.500.000
8.000.000
50 unit
1
2
30
40

Aktivitas normal perusahaan adalah 5.000 jam tenaga kerja langsung.


Kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:
1. Hitunglah harga pokokper unit untuk setiap pesanan, apabila tarif BOP
dihitung berdasarkan jam tenaga kerja langsung.
2. Hitunglah harga pokok per unit untuk setiap pesanan, apabila tarif BOP
dihitung berdasarkan 4 cost driver di atas.

SOAL 2-3

PT Ahmad Rivai memutuskan untuk mengganti metode perhitungan harga pokok


produk dari metode konvensional ke dalam metode berbasis aktivitas. Perusahaan
menghasilkan 2 macam produk yaitu jam alarm ukuran besar (Produk A) dan jam
alarm ukuran kecil (Produk B). informasi yang berkaitan dengan 2 produk tersebut
yaitu sebagai berikut:
Keterangan
Kuantitas produksi
Jam mesin
Jam TKL
Jml Aktvts penanganan BB
Jam tenaga ahli mesin
Jml order diproses
Jml aktivitas setup
Jam pemeliharaan
Jam kilowatt
Jam inspeksi

Jam kecil
100.000
50.000
100.000
2.000
10.000
250
60
4.000
25.000
3.000

Jam besar
200.000
50.000
100.000
4.000
5.000
500
20
2.000
25.000
1.000

Biaya overhead yang digunakan untuk membuat kedua produk tersebut adalah:
Penanganan bahan baku
Pemeliharaan
Energi
Depresiasi mesin
Tenaga ahli mesin
Pemrosesan pesanan
Setup
Inspeksi

1.200.000.000
800.000.000
300.000.000
600.000.000
1.000.000.000
300.000.000
960.000.000
600.000.000

(catatan: depresiasi mesin dilakukan dengan metode garis lurus. Nilai buku awal
tahun adalah Rp6.000.000.000. Sisa umur ekonomis 10 tahun atau 1.000.000.000 jam
mesin)
Kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:
1. Hubungkan jenis biaya dengan cost drivernya, dan cantumkan perbandingan
konsumsi kegiatan untuk setiap produk.
2. Kelompokkan seluruh komponen biaya overhead ke dalam homogenous sot
pool dan tentukan cost drivernya untuk setiap pool.
3. Hitunglah tarif setiap pool.
4. Alokasikan biaya overhead pabrik ke masing-masing produk dan hitung BOP
per unit untuk masing-masing produk.

SOAL 2-4

PT Bintang Timur menghasilkan 2 jenis termometer, yaitu A da B. Aktivitas yang


berhubungan dengan pembuatan produk adalah penggunaan mesin, setup, penerimaan
pesanan, dan pengepakan. Biaya yang dibebankan kepada setiap aktivitas. Informasi
tentang aktivitas overhead, biaya, dan data lain yang relevan adalah sebagai berikut:

Produk
Produk A
Produk B
Biaya

Jam mesin

Setup

Penerimaan

Pengepakan

10.000
10.000

100
500

pesanan
100
200

800
400

Rp2.000.000.00

Rp75.000.000

Rp45.000.000

Rp300.000.000

Kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:


1. Klasifikasikan aktivitas overhead ke dalam unit level, batch level, product
level, atau facility level.
2. Kelompokkan seluruh komponen biaya overhead ke dalam homogenous cost
pool dan tentukan cost driver untuk setiap pool.
3. Hitunglah tarif setiap pool.
4. Alokasikan biaya overhead pabrik ke masing-masing produk.

SOAL 2-5
PT Smaradahana menghasilkan 2 jenis printer laser, yaitu Deluxe dan Regular. Data
yang tersedia pada awal periode adalah:
Keterangan
Kuantitas
Harga jual/unit
Biaya utama/unit
BOP/unit

Deluxe
100
Rp9.000.000
Rp5.290.000
Rp470.000

Regular
800
Rp7.500.000
Rp4.827.500
Rp1.172.500

BOP dibebankan berdasarkan jam tenaga kerja langsung. Setelah menerima informasi
ini, pimpinan perusahaan menghendaki perusahaan untuk lebih berkonsentrasi pada
produk Deluxe, karena kemampulabaan per unitnya sangat tinggi, namun manajer
pabrik menolak usulan tersebut karena menurut perhitungan pemebebanan biaya
kepada produk ini terlalu rendah, khususnya karena pembebanan BOPnya tidak
akurat, karena tifdak menggunakan cost driver dalam menghitung tarif. Untuk

meyakinkan pendapatnya tersebut, manajer pabrik menyajikan informasi tambahan


sebagai berikut:

Nama pool
Setup
Biaya mesin
Ahli mesin
Pengepakan
penyelesaian

Cost driver
Jml setup
Jml mesin
Jam ahli mesin
Pengepakan
Jam mesin

Tarif pool (Rp)


30.000
2.000
400
200
10

Deluxe
300
100.000
50.000
100.000
200.000

Regular
200
300.000
100.000
400.000
800.000

Kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:


1. Dengan menggunakan data pada conventional costing, hitunglah total laba
kotor, persentase laba kotor, dan laba kotor per unit untuk masing-masing
produk.
2. Dengan menggunakan tarif pool, hitung BOP per unit untuk setiap produk.
3. Berdasarkan jawaban no 2, hitunglah total laba kotor, persentase laba kotor,
dan laba kotor per unit untuk masing-masing produk.
4. Berdasarkan jawaban no 2 dan 3, lakukan penilaian terhadap usulan pimpinan
untuk memfokuskan kegiatan pada produk Deluxe.

SOAL 2-6
Berikut ini adalah informasi yang berkaitan dengan biaya produksi pada PT
Primadona yang telah menerapkan JIT manufacturing system:
Bahan baku yang dibeli
Biaya TKL
Biaya overhead
Biaya konversi dibebankan
BOP 55.000.000 DAN BTKL 10.000.000

Rp60.000.000
10.000.000
50.000.000
65.000.000

Diasumsikan perusahaan tidak memiliki persediaan awal dan akhir, dan semua produk
dijual dengan markup 40%. Buatlah jurnal dengan menggunakan backflush costing.
SOAL 2-7
Sebelum menerapkan sistem JIT, CV Rimbaraya menggunakan dasar jam mesin untuk
membebankan biaya pemeliharaan kepada setiap jenis produk (meja kecil, meja
sedang,

meja

besar).

Rata-rata

biaya

pemeliharaan

per

tahun

berjumlah

Rp2.800.000.000. Jumlah jam mesin yang dikonsumsi oleh setiap jenis produk dan
jumlah produksi adalah:
Produk
Meja kecil
Meja sedang
Meja besar

Jam mesin
30.000
30.000
40.000

Kuantitas produksi
7.500 unit
7.500 unit
10.000 unit

Setelah menerapkan sistem JIT, dibuat 3 buah sel manufaktur (manufacturing cell),
dan karyawan sel dilatih untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan. Biaya
pemeliharaan untuk ketiga sel tersebut berjumlah Rp2.800.000.000, namun biaya
tersebut sekarang dapat ditelusur kepada setiap sel sebagai berikut:
Sel meja kecil
Sel meja sedang
Sel meja besar

Rp760.000.00
840.000.000
1.200.000.000

Kerjakan instruksi-instruksi berikut ini:


1. Hitunglah biaya pemeliharaan per jenis meja per unit sebelum diterapkannya
sistem JIT.
2. Hitunglah biaya pemeliharaan per jenis meja per unit setelah diterapkannya
sistem JIT.
3. Jelaskan mengapa dengan digunakannya sistem JIT, perhitungan biaya
pemeliharaan per unit menjadi lebih akurat.

SOAL 2-8
Berikut ini rincian biaya manufaktur untuk menghasilkan produk A, sebelum dan
setelah diterapkannya sistem JIT pada PT Bina Taruna :
Keterangan
Bahan baku
Tenaga kerja langsung
Pemeliharaan
Energi
Depresiasi
Penanganan bahan baku
Tenaga ahli mesin
Setup
Supplies
Supervisi pabrik
Supervisi sel
Supervisi departemental
Total

Sebelum
Sesudah
Rp600.000.000
Rp600.000.000
400.000.000
500.000.000
500.000.000
300.000.000
100.000.000
80.000.000
125.000.000
100.000.000
80.000.000
40.000.000
96.000.000
80.000.000
268.000.000
209.000.000
40.000.000
30.000.000
82.000.000
82.000.000
300.000.000
180.000.000
Rp2.471.000.000
Rp2.321.000.000

Jumlah produk yang dihasilkan adalah 100.000 unit. Dalam sistem JIT, sel
manufaktur digunakan untuk menghasilkan setiap jenis produk. Kerjakan instruksiinstruksi berikut ini:
1. Hitunglah biaya produksi per unit, baik sebelum maupun sesudah
diterapkannya JIT. Jelaskan mengapa dengan JIT perhitungan harga pokoknya
lebih akurat.
2. Kelompokkan biaya setelah diterapkannya JIT, ke dalam biaya langsung dan
tidak langsung.

BAB 3
PENENTUAN HARGA POKOK VARIABEL
SOAL 3-1
CV Blimbing Makmur menghasilkan 35.000 unit produk dalam tahun pertama
operasinya. Produk tersebut berhasil terjual sebanyak 32.000 unit dengan harga Rp
180.000,00 per unit. Perusahaan menggunakan jumlah unit yang di produksi untuk
menghitung tarif BOP. Informasi tentang biaya manufaktur adalah:

BOP tetap (taksiran dan realisasi)

Rp 1.400.000,00

BOP variabel (taksiran dan realisasi)

Rp 350.000,00

Tenaga kerja langsung

Rp 2.800.000,00

Bahan baku

Rp 1.050.000,00

Dengan menggunakan kertas kerja di halaman 13, kerjakanlah instruksi-instruksi


berikut ini:
1. Hitunglah harga pokok per unit, dan total harga pokok produk jadi dengan
menggunakan metode harga pokok penuh (absorption costing/full costing)
2. Hitunglah harga pokok per unit, dan total harga pokok produk jadi dengan
menggunakan metode harga pokok variable (variable coasting)
3. Untuk tujuan pelaporan kepada pihak eksternal, berapa harga pokok
persediaan produk jadi yang dilaporkan?

SOAL 3-2
PT Indragirir memproduksi bola bisbol. Dalam bulan Januari 1998, perusahaan
memproduksi sebanyak 6.000 unit, dan dari jumlah tersebut 5.400 unit diantaranya
telah terjual dengan harga Rp 11.000,00 per unit. Informasi yang berhubungan dengan
biaya produksi adalah:
Bahan baku

9.000.000,00

Tenaga kerja langsung10.800.000,00


BOP Variable

4.800.000,00

BOP tetap

15.000.000,00

Komisis penjualan ditetapkan sebesar 10% dari harga jual, dan biaya administrasi
(seluruh biaya tetap) berjumlah Rp 4.000.000,00. Dengan menggunakan kertas kerja
di halaman 13 sampai dengan 14, kerjakanlah instruksi-instruksi berikut ini:
1. Hitunglah harga pokok per unit dan harga pokok persediaan akhir dengan
metode harga pokok penuh.
2. Hitunglah harga pokok per unit dan harga pokok persediaan akhir dengan
metode harga pokok variabel.
3. Hitunglah marjin kontribusi (total) dan marjin kontribusi per unit.

SOAL 1-1
1. Perhitungan biaya utama (prime cost)
Biaya bahan baku = 85.500.000 + 34.500.000
Biaya tenaga kerja = (500 100.000) + (100 150.000)
Jumlah
2. Perhitungan biaya konversi
Biaya tenaga kerja
Biaya overhead pabrik:
Depresiasi mesin pabrik
100.000.000
Biaya asuransi
6.000.000
Biaya supervisi pabrik
20.000.000
Jumlah

SOAL 1-2
1.

Perhitungan harga pokok produksi

120.000.000
65.000.000
185.000.000
65.000.000

126.000.000
191.000.000

PT Cendrawasih
Laporan Harga Pokok Produksi
Bulan Mei 1999
Pemakaian (konsumsi) bahan baku:
Persediaan bahan baku awal
Pembelian bahan baku
Bahan baku tersedia untuk digunakan
Persediaan bahan baku akhir

40.000.000
80.000.000
120.000.000
(20.000.000)

Biaya bahan baku

100.000.000

Biaya tenaga kerja

130.000.000

BOP:

Supplies yang digunakan


Asuransi pabrik
Depresiasi mesin pabrik
Supervisi pabrik
Pemakaian bahan penolong

6.750.000
3.500.000
20.000.000
12.300.000
27.450.000

70.000.000

Biaya produksi yang dikonsumsi bulan Mei 1999

300.000.000

Persediaan produk dalam proses awal

125.000.000
425.000.000

2.

Persediaan produk dalam proses akhir

(142.500.000)

Harga pokok produk jadi

282.500.000

Perhitungan harga pokok penjualan.


PT Cendrawasih
Laporan Harga Pokok Penjualan
Bulan Mei 1999
Persediaan produk jadi awal

56.850.000

Harga pokok produk jadi

282.500.000

Harga pokok produk tersedia untuk dijual

339.350.000

Persediaan produk jadi akhir

(32.500.000)

Harga pokok penjualan

306.850.000

SOAL 1-3
1. Penentuan rumus biaya
Bulan

Jumlah

Biaya

Titik tertinggi
Titik terendah

Desember
Juni
Selisih

47.500.000
15.000.000
32.500.000

Biaya variabel (v) = Selisih jumlah kegiatan Selisih biaya


= 32.500.000 550
= 59.090
Biaya tetap = Total biaya Total biaya variabel
= 47.500.000 (59.090 750)
= 47.500.000 44.317.500
= 3.182.500
Rumus biaya : Y= 3.182.500 + 59.090X

2. Perhitungan jumlah biaya untuk 700 pelanggan


Y= 3.182.500 + 59.090X
Y= 3.182.500 + (59.090 700)
Y= 3.182.500 + 41.363.000
Y= 44.545.500

SOAL 1-5
1. Penentuan rumus biaya
Jumlah biaya
10.000.000
6.400.000
3.600.000

Titik tertinggi
Titik terendah
Selisih

Jumlah setup
25
10
15

Selisihbiaya
Selisih jumlah kegiatan
3.600 .000

15

Biaya variabel (V)

= 240.000
Biaya tetap

Total biayaTotal biaya variabel


10.000.000( 240.000 25 )
10.000.0006.000 .000
4.000 .000

Rumus biaya :

Y =4.000.000+ 240.000 X

2. Perhitungan jumlah biaya untuk 14 kegiatan setup


Y =4.000.000+ 240.000 X
4.000 .000+240.000 ( 14 )
4.000 .000+3.360 .000
7.360.000

750
200
550

3. Rumus biaya dengan metode least square


X
10
20
15
12
18
25
100

Y
6.400.000
8.800.000
7.200.000
7.200.000
8.400.000
10.000.00
0
48.000.00
0

XY
64.000.000
176.000.000
108.000.000
86.400.000
151.200.000
250.000.000

X2
100
400
225
144
324
625

835.600.000

1.818

Biaya variabel (V) [ XY X Y /n ] / [ X 2( X )2 /n ]


4.800 .000 .000
835.600 .000
6
Biaya variabel (V)
(100 )2
1.818
6
835.600 .000800.000 .000

1.8181.666,67
35.600 .000

151,33
235.247,47

Biaya tetap (T)

Y
X
V (
)
n
n

( 48.000 .000/6 ) 235.247,47 (100 / 6 )


8.000 .0003.921 .575,33
4.078 .424,6 7

Rumus biaya: Y =4.078.424,67 +235.247,47 X


4. Perhitungan jumlah biaya untuk 14 kegiatan setup
Y =4.078.424,67 +235.247,47 X
4.078 .424,67+235.247,47 ( 14 )
4.078 .424,67+3.293 .464,58
7.371.889,25

SOAL 2-1

1. Perhitungan harga pokok produk dengan metode konvensional


Tarif BOP = 250.000.000 : 62.500 jam =4.000/ jam mesin
Harga pokok produk A:
Biaya utama
Rp700.000.000
BOP 4.000 200.000
= Rp800.000.000
Rp1.500.000.000
Harga pokok per unit 1.500.000 .000 200.000=Rp 7.500
Harga pokok produk B:
Biaya utama
Rp150.000.000
BOP 4.000 50 .000
= Rp200.000.000
Rp350.000.000
Harga pokok per unit 350.000.000 50.000=Rp 7.000
2. Perhitungan harga pokok produk dengan metode ABC
Tarif BOP:
Biaya pemeliharaan 250.000.000 62.500=4.000 per jam mesin
Biaya pengangkutan 300.000.000 800.000=375 per pengangkutan
450.000 .000 150=3.000 .000 per setup
Biaya setup
Harga pokok produk A:
Biaya utama
Rp700.000.000
BOP
Biaya pemeliharaan 4.000 50.000
= Rp200.000.000
Biaya pengangkutan 375 700.000
= Rp262.500.000
Biaya setup 3.000.000 100
= Rp300.000.000
Rp1.462.500.000
Harga pokok per unit 1.462.500 .000 200.000=Rp7.312,5

Harga pokok produk B:


Biaya utama
Rp150.000.000
BOP
Biaya pemeliharaan 4.000 12.500
= Rp50.000.000

375
100.000
Biaya pengangkutan
= Rp37.500.000
Biaya setup 3.000.000 50
= Rp150.000.000
Rp387.500.000
Harga pokok per unit 387.500.000 50.000=Rp 7.750

SOAL 2-2
1. Tarif BOP Rp16.000 .000 5.000=3.200 per jam

Perhitungan harga pokok:


Biaya bahan baku
BTKL
BOP

Pesanan No.25
Rp10.500.000
Rp8.000.000
Rp320.000

Total harga pokok

Rp18.820.000

Rp25.660.000

Rp188.200

Rp513.200

Harga pokok per unit

Pesanan No. 128


Rp17.500.000
Rp8.000.000
Rp160.000

2. Tarif BOP
1.200.000 .000 300=4.000.000 per setup
Biaya setup

Biaya pemesanan 900.000 .000 4.500=200.000 per pesanan


900.000 .000 18.000=50.000 per jam mesin
Biaya mesin
250.000.000 50.000=5.000 per jam kilowat
Biaya energi
Perhitungan harga pokok:
Pesanan No.25
Pesanan No. 128
Biaya bahan baku
Rp10.500.000
Rp17.500.000
BTKL
Rp8.000.000
Rp8.000.000
BOP
- biaya setup
Rp4.000.000
Rp4.000.000
- biaya pemesanan
Rp800.000
Rp400.000
- biaya mesin
Rp1.000.000
Rp1.500.000
- biaya energi
Rp100.000
Rp200.000
Total harga pokok
Harga pokok per unit

Rp24.400.000

Rp31.600.000

Rp244.000

Rp632.000

SOAL 2-3
1. Jenis biaya, cost driver, dan tingkat konsumsi:
Perbandingan tgkt
Jenis Biaya

Cost Driver

Penanganan BB
Pemeliharaan
Energi
Depresiasi mesin
Tenaga ahli mesin
Pemrosesan pesanan
Setup
inspeksi

Jml. Aktivitas Pelayanan BB


Jam pemeliharaan
Jam kilowat
Jam mesin
Jam tenaga ahli mesin
Jml. Order diproses
Jml. Aktivitas Setup
Jam inspeksi

konsumsi
Jam kecil
Jam besar
2.000
4.000
4.000
2.000
25.000
25.000
50.000
50.000
10.000
5.000
250
500
60
20
3.000
1.000

2. Homogenous Cost post:


Post A
Depresiasi mesin
Tenaga ahli mesin

Cost Driver

Post B

Cost Driver

Jam Mesin

Pemrosesan pesanan
Setup
Post C
Energi
Inspeksi

Jumlah aktivitas setup


Cost Driver
Jam tenaga ahli mesin

Post D
Penanganan bahan baku
Pemeliharaan

Cost Driver
Kuantitas produksi

3. Perhitungan tarif BOP:


Pool A 1.600.000 .000 115.000=13.913 per jam mesin
Pool B 1.26 0.000 .000 8830=1.518 .072,29 per jam setup
Pool C 9 00.000 .000 54 .000=16.666,67 per jamTAM
Pool D 2.0 00.000.000 12.000=16.666,67 per unit
4. Alokasi BOP:
BOP
Pool A (13.913,04 50.000)
Pool B (13.913,04 60 atau 20)
Pool C (13.913,04 10.000 atau 5.000)
Pool D (13.913,04 100.000 atau 200.000)
Jumlah BOP
BOP per unit

Alokasi kepada
Jam kecil
Jam besar
695.652.000
695.000
91.084.320
30.361.445,8
166.666.700
83.333,350
1.666.667.000
3.333.334.000
2.620.070.020
4.054.430.779,15

SOAL 3-1
1. Absorption Costing
Keterangan
BBB
BTKL
BOP (total)
Harga pokok produk
Harga pokok per unit (5.600.000.000 35.000)

Jumlah
1.050.000.000
2.800.000.000
1.750.000.000
5.600.000.000
160.000

2. Variable Costing
Keterangan
BBB
BTKL
BOP (variabel)
Harga pokok produk
Harga pokok per unit (4.200.000.000 35.000)

Jumlah
1.050.000.000
2.800.000.000
350.000.000
4.200.000.000
120.000

3. Penjelasan
Apabila kita menggunakan variable costing maka akan menghasilkan nilai harga
pokok produk yang lebih kecil sehingga akan menimbulkan atau menghasilkan
laba yang lebih besar karena pengurang pada HPP lebih kecil, sedangkan untuk
absorption costing menghasilkan nilai harga pokok produk yang lebih besar yang
nantinya menghasilkan laba lebih kecil apabila dibandingkan dengan yang
menggunakan variable costing.

SOAL 3-2
1. Metode harga pokok penuh
Perhitungan harga pokok per unit
Keterangan
BBB
BTKL
BOP (variabel)
Harga pokok produk
Harga pokok per unit (39.600.000 6.000 unit)

Jumlah
9.000.000
10.800.000
19.800.000
39.600.000
6.600

Persediaan akhir ( 6.0005.400 ) 6.600=3.960 .000


2. Metode harga pokok variabel
Perhitungan harga pokok per unit
Keterangan
BBB
BTKL
BOP (variabel)
Harga pokok produk
Harga pokok per unit (24.600.000 6.000 unit)

Jumlah
9.000.000
10.800.000
4.800.000
24.600.000
4.100

Persediaan akhir ( 6.0005.400 ) 4.100=2.4 60.000


3. Perhitungan margin kontribusi
Keterangan
Penjualan = 5.400 11.000
Biaya variabel:
- harga pokok variabel =5.400 4.100 = 22.140.000
- komisi penjualan = 10% 59.400.000 = 5.940.000
Contribution margin
Contribution margin/unit (31.320.000 5.400)

Jumlah
59.400.000
(22.140.000)
(5.940.000)
31.320.000
5.800