Anda di halaman 1dari 20

Tugas Proposal Penelitian Pendidikan Matematika

Dosen: Prof. Dr. Baso Intang Sappaile, M.Pd.

PENGARUH DAYA INGAT DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP


HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA
KELAS X SMA NEGERI 1 RANTEPAO

OLEH:
JUNADELVIA TANDUNGAN
NIM. 15B07028

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu alat ampuh dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting
dalam menjamin kelangsungan hidup negara karena pendidikan merupakan
sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya
manusia. Dengan pendidikan, kehidupan menjadi lebih terarah. Dalam UU
SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 dikatakan bahwa :
1

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan


suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan sangat erat kaitannya dengan proses belajar. Belajar adalah
suatu proses dari suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Hasil
belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan tingkah
laku. Menurut Purwanto (1998) belajar adalah tingkah laku yang mengalami
perubahan menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis
seperti perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah atau befikir,
keterampilan, kecakapan, kebiasaan ataupun sikap.
Pembelajaran merupakan kegiatan utama dalam lingkungan sekolah
yang menjadi penentu kualitas output sumber daya manusia. Oleh sebab itu
upaya peningkatan kualitas pembelajaran menjadi kebutuhan yang signifikan.
Refleksi keseluruhan dari pembelajaran ditunjukkan oleh hasil belajar yang
dicapai oleh siswa.
Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sering dijumpai beberapa
masalah. Banyak dijumpai siswa yang mempunyai nilai rendah dalam
sejumlah mata pelajaran, khususnya pelajaran matematika. Hasil belajar
yang dicapai belum memuaskan mengingat masih banyak siswa yang
memperoleh nilai di bawah standar yang ditetapkan.
Hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang
berasal dari dalam diri siswa maupun yang berasal dari luar diri siswa itu
sendiri. Faktor dari dalam yaitu ingatan, minat, motivasi, maupun kebiasaan
belajar dapat digolongkan didalamnya. Sedangkan faktor dari luar diri siswa
antara lain dapat berupa sarana dan prasarana belajar, metode mengajar
guru dan lingkungan.
Setiap siswa memiliki motivasi belajar yang berbeda-beda. Motivasi
belajar yang dimilki siswa-siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran sangat
berperan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran
tertentu. Siswa-siswi tersebut akan dapat memahami apa yang dipelajari dan
dikuasi serta tersimpan dalam jangka waktu yang lama. Siswa yang
bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan memperoleh hasil belajar
yang tinggi pula. Artinya, semakin tinggi motivasinya semakin intensitas
upaya dan usaha yang dialkukan maka semakin tinggi hasil belajar yang
diperolehnya.

Salah satu faktor lain yang penting dalam mempengaruhi hasil belajar
adalah daya ingat siswa. Setiap siswa mempunyai daya ingat yang berbedabeda. Daya ingat itu memungkinkan seseorang melakukan tindakan yang
berulang, menggunakan bahasa, menggunakan informasi yang baru diterima
melalui inderanya, mengidentifikasi dengan menggunakan informasi yang
pernah diterima dari pengalaman masa lalu. Masuknya informasi atau materi
baru dalam ingatan dapat menyebabkan terhapusnya ingatan lama yang
sudah terlebih dahulu ada dalam ingatan. Semakin siswa mengulangkaji
materi yang telah diberikan maka materi itu akan disimpan dalam ingatan,
tetapi jika ia tidak menimbulkan kembali materi itu maka siswa itu akan
mengalami kelupaan. Sebagian besar kelupaan terjadi setelah proses
pembelajaran selesai. Siswa yang telah mengalami proses belajar akan
ditandai dengan bertambahnya simpanan materi (pengetahuan dan
pengertian) dalam memori, serta meningkatnya kemampuan menghubungkan
materi tersebut dengan situasi atau stimulus yang sedang ia hadapi.
Berdasarkan uraian fakta-fakta di atas, penulis tertarik untuk meneliti
tentang pengaruh daya ingat dan motivasi terhadap hasil belajar matematika
siswa kelas X SMA Negeri 1 Rantepao.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi
beberapa masalah berikut:
1) Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar matematika diantaranya
daya ingat dan motivasi belajar. Namun beberapa pihak kurang
memperhatikan hal tersebut sehingga pencapaian hasil belajar kurang
optimal.
2) Setiap siswa mempunyai daya ingat yang berbeda-beda. Siswa yang
sering mengulangkaji materi yang telah diberikan maka materi itu akan
tersimpan dalam ingatan tetapi jika tidak, siswa akan mengalami
kelupaan dan itu sangat mempengaruhi hasil belajar matematika.
3) Terdapat siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi dan ada siswa
yang mempunyai motivasi belajar rendah. Adanya perbedaan tingkat
motivasi yang dimiliki siswa menyebabkan hasil belajar matematika yang
dicapai siswa juga berbeda.
3. Pembatasan Masalah
Dari identifikasi masalah tersebut di atas maka peneliti perlu
membatasi masalah agar tidak terlampau meluas. Batasan masalah tersebut
adalah sebagai berikut :
1) Daya ingat yang dimaksudkan disini adalah mempertahankan informasi
dari pengalaman masa lalu dengan masuknya informasi-informasi baru

dalam ingatan yang dapat menyebabkan terhapusnya ingatan lama


sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa .
2) Motivasi belajar matematika yang dimaksud adalah keseluruhan daya
penggerak psiikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar,
menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada
kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan.
3) Hasil belajar matematika dalam penelitian dalam penelitian ini dibatasi
pada hasil belajar yang diperoleh siswa kelas X semester II yaitu nilai tes
formatif.
4. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan
pembatasan masalah, adapun pertanyaan penelitian yang akan diteliti
sebagai berikut :
1) Bagaimanakah deskripsi daya ingat siswa kelas X SMA Negeri 1
Rantepao ?
2) Bagaimanakah deskripsi motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1
Rantepao ?
3) Bagaimanakah deskripsi hasil belajar matematika siswa kelas X SMA
Negeri 1 Rantepao ?
Selanjutnya masalah yang akan diselidiki dalam penelitian ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1) Apakah daya ingat mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar
matematika setelah memperhitungkan motivasi belajar ?
2) Apakah motivasi belajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar
setelah memperhitungkan daya ingat ?
3) Apakah daya ingat dan motivasi belajar mempengaruhi secara bersamasama terhadap hasil belajar matematika ?
4) Seberapa besar hubungan daya ingat dan motivasi belajar terhadap hasil
belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Rantepao ?
B. KAJIAN TEORETIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
1. Deskripsi Teoritik
1.1 Daya Ingat
1.1.1 Pengertian Daya Ingat
Sebagian besar kegiatan yang dilakukan oleh pelajar berhubungan
dengan daya ingat. Secara sederhana, Irwanto (1999) mendefinisikan daya
ingat sebagai kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat
digunakan lagi di masa yang akan datang. Kesan-kesan yang tertinggal dari
pengamatan di dalam diri manusia yang berupa tanggapan-tanggapan
maupun pengertian itu disimpan untuk sewaktu-waktu dikeluarkan lagi.
Menurut M. Ngalim Porwanto (1998) daya untuk menyimpan dan
mengeluarkan kesan-kesan itu disebut daya ingat. Ingatan tidak hanya
kemampuan untuk menyimpan apa yang telah pernah dialaminya saja, tetapi
4

juga termasuk kemampuan untuk menerima, menyimpan dan menimbulkan


kembali apa yang dialaminya .
Berdasarkan pengertian daya ingat di atas, ternyata daya ingat adalah
kemampuan untuk menerima, menyimpan dan menimbulkan kembali
tanggapan-tanggapan atau informasi-informasi atau pengertian yang pernah
dialaminya.
1.1.2 Proses-proses dalam daya ingat
Daya ingat yang baik mempunyai sifat-sifat cepat atau mudah
mencamkan, setia, teguh, luas dalam menyimpan dan siap atau sedia dalam
mereproduksikan kesan-kesan. Menurut Santrock (2008), informasi yang
diperoleh dari lingkungan akan diproses melalui beberapa tahapan, yaitu :
a. Proses Encoding
Ada 6 konsep yang berhubungan dengan encoding yakni :
a) Atensi
Atensi adalah mengonsentrasikan dan memfokuskan sumber daya
mental. Salah satu keahlian penting dalam memerhatikan adalah seleksi.
Atensi bersifat selektif karena sumber daya otak terbatas . Saat guru
memberikan instruksi untuk mengerjakan suatu tugas, murid perlu
memerhatikan apa yang dikatakan guru dan tidak diganggu oleh murid lain
yang bicara. Saat murid belajar untuk menghadapi ujian, mereka harus fokus
secara selektif pada buku yang mereka baca dan menghindari atau
menghilangkan stimuli lain seperti suara televisi.
b) Pengulangan
Pengulangan adalah repetisi informasi dari waktu ke waktu agar
informasi lebih lama berada di dalam memori. Saat mereka harus
mempertahankan informasi untuk jangka panjang, seperti saat mereka belajar
untuk ujian yang akan dilakukan lebih dari seminggu lagi, maka lebih
dilakukan strategi selain pengulangan.
c) Pemrosesan mendalam
Teori ini menyatakan bahwa pemrosesan memori terjadi pada
kontinum dari dangkal ke mendalam, dimana pemrosesan yang mendalam
akan menghasilkan ingatan yang lebih baik. Ciri indrawi atau fisik dari suatu
stimuli akan dianalisis terlebih dahulu pada level dangkal. Ini dilakukan
dengan mendeteksi garis, sudut dan kontur dari huruf cetak atau frekuensi,
durasi dan kekerasan suara. Pada level pemrosesan menengah, stimuli
tersebut akan dikenali dan diberi label.
d) Elaborasi
Elaborasi adalah ekstensivitas pemrosesan memori dalam
penyandian. Jadi, saat anda menyajikan konsep himpunan kepada murid
mereka kemungkinan akan mengingatnya dengan lebih baik jika mereka
diberi contoh yang bagus dari himpunan.
5

e) Mengkonstruksi Citra
Memori disimpan melalui satu atau dua cara sebagai kode verbal
atau kode imaji/citra. Misalnya anda bisa mengingat gambar dengan
menggunakan lebel atau menggunakan kode mental penataan
b. Proses Strorage (penyimpanan terhadap apa yang telah diproses
dalam encoding)
Proses storage ini disebut juga dengan retensi yaitu proses
mengendapkan informasi yang diterimanya dalam suatu tempat tertentu.
Penyimpanan ini sudah sekaligus mencakup kategori informasi sehingga
tempat informasi disimpan sesuai dengan kategorinya.
Penyimpanan informasi merupakan mekanisme penting dalam
ingatan. Sistem ingatan ini sangat mempengaruhi jenis ingatan (ingatan
sensori, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang).
Setiap proses belajar akan meninggalkan jejak-jejak (traces) dalam
diri seseorang dan jejak ini akan disimpan sementara dalam ingatannya yang
pada suatu waktu dapat ditimbulkan kembali. Jejak-jejak ingatan itu disebut
memory traces.
Meskipun jejak ingatan tersebut memungkinkan seseorang untuk
mengingat apa yang pernah dipelajarinya, namun tidak semua jejak ingatan
akan tinggal dengan baik sehingga jejak tersebut akan hilang dan orang
dapat mengalami kelupaan.
c. Proses Retrieval (pemulihan kembali atau mengingat kembali apa
yang telah disimpan sebelumnya).
Ada tiga jenis proses mengingat, yaitu :
a) Recall, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa
lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya
mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang bersangkutan.
b) Recognition, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah
dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme.
Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang
yang bersangkutan.
c) Redintegrative, yaitu proses mengingat dengan menghubungkan
berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup
kompleks. Bila dalam recall kita bisa mengingat seluruh kata-kata dalam
lagu Indonesia raya, tetapi kita mungkin tidak ingat lagi kapan kita
mempelajarinya, dalam situasi seperti apa. Proses mengingat
reintegrative terjadi bila anda ditanya sebuah nama, misalnya Siti
Nurbaya (tokoh sinetron), maka akan teringat banyak hal dari tokoh
tersebut karena anda telah menontonnya berkali-kali. Anda akan ingat
bagaimana ia sedih dan bagaimana penderitaan hidupnya.
1.1.3 Jenis-jenis Ingatan
6

Ada tiga jenis ingatan yang terlibat dalam proses ingatan yaitu :
a. Ingatan sensori ( Sensory Memory)
Proses penyimpanan ingatan melalui jalur saraf-saraf sensori yang
berlangsung dalam waktu yang pendek. Informasi yang diperoleh melalui
panca indera hanya mampu bertahan selama 1 atau 2 detik .
b. Ingatan Jangka Pendek (Short Term Memory)
Suatu proses penyimpanan ingatan sementara. Ingatan jangka
pendek disebut juga working memory karena informasi yang disimpan hanya
dipertahankan selama informasi masih diperlukan. Jika informasi tidak
diulang kembali dalam kurun waktu 30 detik, maka informasi dalam ingatan
jangka pendek akan menghilang (Santrock, 2009).
c. Ingatan Jangka Panjang (Long Term Memory)
Memori jangka panjang memiliki kemampuan menyimpan sebuah
informasi atau pengetahuan dalam jangka waktu yang sangat lama dan
cenderung menetap dalam otak. Kemampuan memory jangka panjang dalam
menyimpan sebuah pengetahuan dalam jangka waktu yang sangat lama
bahkan cenderng menetap dan tidak akan hilang. Kemampuan memory
jangka panjang sangat bergantung pada penyimpanannya artinya bagaimana
sebuah informasi disimpan dan dengan cara bagaimana memori tersebut
disimpan (Mohammad & Novan, 2013 :37)
1.1.4 Sifat Ingatan
Menurut daya yang terdapat di dalam ingatan kita maka pembedaan
itu dibagi atas 3 rumpun. Ditinjau dari sisi daya menerima, ada ingatan yang
cepat dan ada ingatan yang lambat. Dari sisi daya menyimpan, dikenal istilah
luas dan sempit, kuat dan lemah, setia dan tidak setia. Dari sisi daya
memproduksi ada ingatan yang cepat dan patuh (siap) dan ada yang lambat
(Dina Gasong dan Berthin Simega, 2011). Dapat kita ikhtisarkan sebagai
berikut :
Daya ingatan
Daya ingatan
cepat dan mudah

cepat dan patuh

menerima
memproduksi
Gambar. 1 Daya ingatan yang luas, kuat dan setia
Keterangan :
1) Ingatan yang cepat dan mudah, artinya ingatan seseorang itu dapat
cepat dan mudah menerima kesan-kesan.
2) Ingatan yang luas, artinya dalam sekaligus orang itu dapat menerima
banyak kesan-kesan dan dalam daerah yang lebar.

3) Ingatan yang kuat, artinya ingatan orang itu dapat menyimpan kesankesan dalam waktu yang lama.
4) Ingatan yang setia, artinya ingatan orang itu dapat menyimpan kesankesan dengan tidak berubah dari kesan semula.
5) Ingatan yang mudah dan patuh, artinya ingatan orang itu dapat
memproduksikan kembali kesan-kesan dengan mudah dan tidak
kurang dari kesan semula.
1.2 Motivasi Belajar
1.2.1 Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi adalah suatu kondisi psikologis yang mendorong seseorang
melakukan sesuatu. Motivasi dapat menimbulkan suatu perubahan energi
dalam diri individu, dan pada akhirnya akan berhubungan dengan kejiwaan,
perasaan dan emosi untuk bertindak dan melakukan sesuatu untuk mencapai
tujuan, kebutuhan dan keinginan terpenuhi.
Motivasi adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang
menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan
belajar itu dan memberikan arah pada kegiatan belajar, maka tujuan yang
dikehendaki oleh siswa dapat tercapai (Djiwandono 2006:328).
Motivasi dapat juga dikatakan sebagai serangkainan usaha yang
dikakukan seseorang untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga
seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka maka
akan berusaha meniadakan atau menggelakan perasaan tidak suka itu.
Dalam kegitaan belajar, motivasi dapat diartikan sebagai keseluruhan daya
penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang
menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah kegiatan
belajar, sehingga kegiatan yang dikehendaki tercapai (Sardiman 2007:75).
Motivasi adalah pendorong atau suatu usaha yang disadari untuk
mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk
bertindak melakukan sesuatu sehingga tercapai tujuan tertentu (Purwanto
1992:71).
Berdasarkan pendapat yang disimpulkan diatas, bahwa Motivasi
adalah suatu kondisi psikologis yang mendorong seseorang melakukan
sesuatu. Motivasi dapat menimbulkan suatu perubahan energi dalam diri
individu, dan pada akhirnya akan berhubungan dengan kejiwaan, perasaan,
dan emosi untuk bertindak dan melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan
agar kebutuhan dan keinginan terpenuhi.
1.2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
Dilihat dari dasar pembentukannya, motivasi ada dua macam yaitu
motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang
akan menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar karena

dalam diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai
contoh seseorang yang senang membaca, tidak usah menyuruh atau
mendorongnya dia sudah rajin mencari buku untuk dibaca. Sedangkan
motivasi ektrinsik adalah motif-motif suasana yang menyenangkan dan
mempertinggi gairah belajar serta sekaligus untuk membangkitkan harga diri
(Sardiman 2007:89).
Selain itu hukuman dapat juga digunakan sebagai reinforcement
yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat
motivasi, sedangkan bentuk reinforcement yang lain adalah hadiah. Hadiah
dapat dikatakan sebagai motivasi tetapi tidak selalu demikian, dalam
pemberian hadiah juga tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan anak.
Dimyati (1994:97) ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi
belajar antara lain.
1) Cita-cita atau inspirasi siswa
Dari segiemansipasi kemandirian , keinginan, yang terpuaskan dapat
memperbesar kemauan dan semangat belajar. Dari segi pembelajaran,
penguatan dengan hadiah atau juga hukuman akan dapat keinginan menjadi
kemauan dan kemudian kemauan menjadi cita-cita. Motivasi Belajar
nampak pada keinginan anak sejak kecil misal keinginan belajar membaca,
dari keinginan itu maka anak akan giat untuk belajar, bahkan kemudian hari
menimbulkan cita-cita dalam hidupnya.
2) Kemampuan Siswa
Kemampuan siswa akan meperkuat motivasi anak, kemampuan
siswa tinggi maka nilai hasil belajar yang diperoleh tinggi, hal ini didukung
adanya motivasi belajar siswa yang tinggi. Sedangkan kemampuan siswa
kategori rendah maka hasil belajar yang diperoleh rendah, hal ini disebabkan
oleh tingkat motivasi belajar siswa rendah.
3) Kondisi Siswa
Kondisi siswa meliputi jasmani dan rokhani yang akan
mempengaruhi motivasi belajar, anak yang sedang sakit akan enggan untuk
belajar.
4) Kondisi Lingkungan Siswa
Kondisi lingkungan siswa meliputi keadaan alam, lingkungan tempat
tinggal, pergaulan sebaya dan kehidupan kemasyarakatan. Dengan
lingkungan yang aman, tentram, indah maka semangat dan motivasi belajar
siswa dengan mudah diperkuat.
5) Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran
Pengalaman dengan teman sebaya berpengaruh pada motivasi dan
perilaku belajar siswa. Guru diharapkan mampu memanfaatkan surat kabar,
majalah, radio, TV dan sumber belajar disekitar untuk memotivasi belajar.
6) Upaya guru dalam pembelajaran siswa
9

Upaya guru membelajarkan siswa terjadi di sekolah dan luar sekolah.


Disekolah guru harus selalu memberi motivasi pada siswa agar lebih
meningkatkan belajarnya sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi.
Jika faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut mendukung dalam arti citacita atau inspirasi tinggi, kemampuna siswa tinggi, kondisi siswa optimal dan
kondisi lingkungan siswa memadai, maka motivasi belajar siswa mampu
dalam tahap optimal (motivasi belajar tinggi). Tapi jika tidak mendukung
dalam arti cita-cita atau inspirasi rendah atau tidak ada, kemampuan siswa
kurang atau pas-pasan, kondisi siwa tidak optimal, dan kondisi lingkungan
tidak memadai untuk belajar, maka motivasi belajar siswa akan rendah
1.2.3 Fungsi Motivasi Dalam Belajar
Menurut Sardiman ( 2007: 85), belajar sangat diperlukan adanya
motivasi. Motivation is an essensial condition of learning. Hasil belajar akan
menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang digunakan,
akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan seanantiasa
menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa. Sehubungan dengan
hal itu ada tiga fungsi motivasi dalam belajar.
1) Mendorong siswa untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang
melepas energi.
2) Menentukan arah perbuatan, yakni arah tujuan yang hendak dicapai
siswa. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan
yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menyeleksi perbuatan-perbuatan apa yang
harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan
perbuatan yang tidak bermanfaat.
1.2.4 Bentuk-bentuk motivasi di sekolah
Dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsik
maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi pelajar dapat
mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara
ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Dalam kaitan itu perlu diketahui
bahwa cara dan jenis menumbuhkan motivasi adalah bermacam-macam.
Sejalan dengan itu Sadirman A.M (2011 :91) mengembangkan beberapa
bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di
sekolah, yaitu :
1) Memberi angka
2) Hadiah
3) Saingan/Kompetisi
4) Ego-Involvement
5) Memberi ulangan
6) Mengetahui hasil
7) Pujian

10

8) Hukuman
9) Hasrat untuk belajar
10) Minat
11) Tujuan yang diakui
1.3 Hasil Belajar Matematika
1.3.1 Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran.
Hasil belajar adalah angka yang diperoleh siswa yang telah berhasil
menuntaskan konsep-konsep mata pelajaran sesuai dengan kriteria
ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang
berlaku. Begitu juga hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah
laku yang tetap sebagai hasil proses pembelajaran. Hasil belajar dapat
diklasifikasikan menjadi tiga ranah,
yaitu ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik (Pustaka KTI, 2012). Dimyati dan Mudjiono dalam Yulia (2002,
2012) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi
tindak belajar dan dan biasanya ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan
guru. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi
mengajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran
dari puncak proses belajar.
Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa
hasil belajar adalah nilai atau skor yang diperoleh siswa setelah terjadinya
proses pembelajaran . Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi
yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan
tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
1.2.2 Pengertian Matematika
ada beberapa definisi mengenai matematika diantaranya adalah
menurut Russefendi (1988 : 260) mengatakan bahwa matematika adalah ilmu
tentang struktur yang terorganisasikan. Sedangkan dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (1991 : 637) kata matematikan mempunyai pengertian ilmu
tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur
operasional yang digunakan dalam menyelesaikan masalah mengenai
bilangan. Lain lagi menurut Purwoto (1998 : 14), mengatakan matematika
adalah pengetahuan tentang pola keteraturan, pengetahuan tentang struktur
terorganisasikan, mulai dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, ke aksioma
atau postulat dan akhirnya ke dalil.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah
ilmu tentang struktur yang terorganisasikan mulai dari unsur-unsur yang tidak
didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan, ke aksioma dan akhirnya ke dalil.
1.2.3 Pengertian Hasil Belajar Matematika
Hasil belajar tidak akan terlepas dari tujuan belajar yang akan
hendak dicapai. Sardiman A.M (2011 : 28) menyatakan bahwa tujuan belajar
11

adalah untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan penanaman


sikap mental/nilai-nilai.
Berdasarkan pengertian hasil belajar dan matematika yang telah
diuraikan dapat dibuat suatu kesimpulan bahwa bahwa hasil belajar
matematika adalah nilai atau skor yang diperoleh siswa setelah terjadinya
proses pembelajaran dalam mengikuti pelajaran matematika.
2. Hasil Penelitian yang Relevan
1) Sehubungan dengan penelitian ini yang berjudul Pengaruh Daya Ingat
Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Kristen Rantepao , adapun
hasil penelitian Suleman (2011) yang dalam penelitiannya yang berjudul
pengaruh daya ingat terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri
Satu Atap 3 Simbuang menunjukkan bahwa ada pengaruh daya ingat
terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap
3 Simbuang.
2) Hasil yang sama ditunjukkan oleh Rhosma (2008) mengatakan bahwa
ada pengaruh daya ingat terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP
Kristen I Tagari Rantepao.
3) Penelitian lain yang relevan yang mengatakan bahwa motivasi belajar
mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi
belajar matematika siswa kelas II A Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngali.
3. Kerangka Pikir
Secara teoritis dan rasional, berikut ini dikemukakan hubungan
fungsional atau pengaruh daya ingat dan motivasi terhadap hasil belajar
matematika kelas X SMA Negeri 1 Rantepao.
3.1 Pengaruh Daya Ingat terhadap Hasil Belajar Matematika
Dalam meningkatkan mutu pendidikan matematika, salah satu
indikator yang harus diperhatikan adalah hasil belajar matematika di sekolah.
Sedangkan untuk meningkatkan hasil belajar tersebut, adanya pemantapan
pengajaran matematika di sekolah. Proses belajar dapat berlangsung dengan
baik apabila siswa memilki daya ingat yang baik terhadap materi-materi yang
telah diajarkan. Daya ingat besar pengaruhnya terhadap kegiatan belajar
terutama belajar matematika karena bila materi yang telah diajarkan dapat
ditmbulkan kembali saat dibutuhkan maka siswa tersebut akan belajar
dengan sebaik-baiknya, khususnya pada saat siswa tersebut menghadapi
ujian pasti dia mampu mengerjakan soal-soal yang sedang ia hadapi.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis menarik kesimpulan bahwa
daya ingat sangatlah berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar
matematika.
3.2 Pengaruh Motivasi Belajar
Motivasi belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar
seseorang siswa. Apabila siswa mempunyai motivasi dalam belajarnya
12

tersebut seorang siswa dengan sendirinya akan giat belajar. Peranan guru
juga sangat diperlukan untuk memberikan dan menumbuhkan motivasi pada
siswa agar ada dorongan dalam dirinya untuk belajar lebih aktif guna
mencapai hasil belajar yang optimal. Dengan adanya motivasi baik dari dalam
maupun dari luar diri siswa maka akan mendorong diri siswa untuk lebih giat
belajar sehingga akan mencapai hasil belajar yang tinggi khususnya
matematika.
3.3
Pengaruh Daya Ingat dan Motivasi terhadap Hasil belajar
Matematika Siswa
Pengaruh bersama antara motivasi belajar dan kreativitas belajar
matematika berpengaruh terhadap hasil belajar matematika. Meskipun daya
ingat siswa itu tinggi tetapi tidak memilki motivasi untuk belajar maka akan
sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Begitupun sebaliknya,jika
daya ingat siswa itu rendah tetapi memiliki motivasi yang tinggi untuk
belajar,dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
4. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian teoritik dan kerangka berpikir di atas, dapat
dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
1) Daya Ingat mempunyai pengaruh positif terhadap hasil belajar
matematika setelah memperhitungkan motivasi belajar siswa kelas X
SMA Negeri 1 Rantepao
2) Motivasi belajar mempunyai pengaruh positif terhadap hasil belajar
matematika setelah memperhitungkan daya ingat siswa kelas X SMA
Negeri 1 Rantepao
3) Daya ingat dan motivasi belajar mempengaruhi secara bersama-sama
terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Rantepao
C. METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto, karena variabelvariabel bebasnya tidak dikendalikan, dalam arti variabel tersebut sudah
terjadi. Sebagaimana pendapat Hamid Darmadi (2011:223) bahwa penelitian
ex post-facto adalah dari apa yang dikerjakan setelah terjadi kenyataan.
2. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk :
1) Mengetahui apakah daya ingat mempunyai pengaruh terhadap hasil
belajar matematika
2) Mengetahui apakah motivasi mempunyai pengaruh terhadap hasil
belajar matematika
3) Mengetahui apakah apa daya ingat dan motivasi belajar mempengaruhi
hasil belajar matematika

13

4) Mengetahui seberapa besar hubungan daya ingat dan motivasi terhadap


hasil belajar matematika siswa.
3. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan direncanakan dilaksanakan di SMA Negeri 1
Rantepao pada kelas X semester II tahun ajaran 2015/2016 yang dimulai
pada tanggal 28 November 2015.
4. Populasi dan Sampling
1) Populasi
Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa kelas X
semester II SMA Negeri 1 Rantepao tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari
7 kelas dengan jumlah 241 siswa.
Tabel 3.1 Rincian Populasi Penelitian

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

X.1

Kelas

Jumlah Siswa
35

X.2
X.3
X.4
X.5
X.6
X.7
Jumlah

33
35
36
34
35
33
241

2) Sampling
Sampel atau contoh adalah sebagian dari populasi yang
karakteristiknya hendak diteliti (Djarwanto, 1994 : 43). Sampel yang baik,
yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi, adalah sampel yang
bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi.
Banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 50 siswa atau sebesar 20 %
dari populasi yang ada. Seperti yang dikatakan Suharsimi Arikunto (2002 :
112) bahwa jumlah sampel dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau
lebih dari jumlah populasi yang ada.
Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik simple
random sampling atau acak sederhana . Adapun langkah-langkah penarikan
sampel adalah sebagai berikut :
a. Menentukan populasi penelitian yaitu siswa kelas X SMA Kristen
Rantepao
b. Seluruh populasi diberi nomor urut 1 (satu) sampai dengan 241 (dua
ratus empat puluh satu)
c. Merandom seluruh populasi tersebut untuk mendapatkan 50 (lima
puluh) sampel penelitian.

14

5. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu fasilitas yang digunakan peneliti
untuk mengumpulkan data-data pada masing-masing variabel yang
digunakan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen
butir soal yang diberikan pada siswa dalam bentuk angket yaitu motivasi
belajar dengan menggunakan skala likert dengan lima kemungkinan jawaban
yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju .
Instrumen lain
adalah
berupa dokumentasi yang digunakan untuk
mengumpulkan data tentang daya ingat. Dalam hal ini peneliti mengambil
langsung dokumen berupa kisi-kisi soal semester lalu. Untuk pemberian
skor , setiap soal di beri skor menurut tingkat kesukarannya.
6. Teknik Pengumpulan Data
1) Variabel Penelitian
Pada penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu dua variabel bebas
dan satu variabel terikat. Variabel-variabel tersebut antara lain :
a. Variabel Bebas
1.1 Daya Ingat
a)
Definisi operasional
: kemampuan untuk menerima, menyimpan dan
menimbulkan kembali tanggapan-tanggapan atau informasi-informasi
atau pengertian yang pernah dialaminya.
b)
Skala Pengukuran
: skala interval yang kemudian diubah menjadi
skala ordinal dengan dua kategori yaitu tinggi dan rendah. Siswa yang
memperoleh skor di atas mean termasuk kategori tinggi sedangkan siswa
yang memperoleh skor di bawah mean termasuk dalam kategori rendah.
Pada siswa dengan skor sama dengan mean, dikelompokkan dalam
kategori tinggi.
c)
Simbol : X1
1.2 Motivasi Belajar
a) Definisi operasional
: suatu kondisi psikologis yang mendorong
seseorang melakukan sesuatu.
b) Skala Pengukuran
: skala interval yang kemudian diubah menjadi
skala ordinal dengan dua kategori yaitu tinggi dan rendah. Siswa yang
memperoleh skor di atas mean termasuk kategori tinggi sedangkan siswa
yang memperoleh skor di bawah mean termasuk dalam kategori rendah.
Pada siswa dengan skor sama dengan mean, dikelompokkan dalam
kategori tinggi.
c) Simbol : X2
2) Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika.
a) Definisi Operasional : skor atau nilai yang diperoleh siswa setelah
menerima pengalaman belajarnya
b) Skala pengukuran
: Skala interval
15

c) Simbol : Y
2. Metode Pengambilan Data
a. Metode Tes
1) Tes Daya Ingat
Soal tes daya ingat yang digunakan adalah soal yang sudah
digunakan oleh guru bidang studi pada saat semester ganjil tahun ajaran
2013/2014. Soal itu digunakan karena materi-materinya telah diajarkan
selama kurun waktu 1 (satu) semester tersebut. Hal ini dapat digunakan
untuk mengetahui sejauh mana daya ingat terhadap materi yang telah
diajarkan dalam kurun waktu 2 minggu sampai 4 bulan.
2) Tes Hasil Belajar
Teknik pengumpulan data hasil belajar matematika yang dilakukan
adalah mengambil langsung dari guru bidang studi matematika data hasil
belajar matematika.
b. Metode Angket
Metode angket dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh
data motivasi belajar. Dalam hal ini, peneliti memberikan angket langsung
kepada siswa sesuai dengan jumlah responden yang sudah ditetapkan
sebelumnya. Jenis angket ini yaitu angket tertutup sehingga responden
tinggal memilih jawaban yang disediakan oleh peneliti.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala
Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap
item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari
sangat positif sampai sangat negatif yang berupa kata-kata : sangat setuju,
setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju (Sugiyono, 2012 :134135).
3. Penyusunan Instrumen
Sebelum instrumen disusun, terlebih dahulu diuji coba untuk
menentukan validitas dan reliabilitas instrumen penelitian untuk mengetahui
apakah instrumen yang telah dibuat benar-benar valid dan reliabel atau tidak.
a. Validitas
Penyusunan instrumen dalam uji validitas digunakan rumus Product
Moment. Kriteria pengambilan kevalidan jika signifikan pada 0,05.
n x i y i( x i )( y i)
r xy =
2
2
n x 2i ( xi ) n y 2i ( y i )

}{

Keterangan :
rxy
= koefisien korelasi
n
= banyaknya data
xi
= jumlah skor subjek pada item soal

16

yi

= jumlah skor subjek

x i yi

= jumlah hasil kali skor subjek pada item soal dan skor total

subjek
x 2i

= jumlah kuadrat skor pada item soal

x 2i

= jumlah kuadrat skor total subyek

b. Reabilitas
Menurut Suharsimi Arikunto (1998 : 170). Reliabel artinya dapat
dipercaya, jadi dapat diandalkan sehingga instrumen dikatakan reliabel
apabila dapat dipercaya konsisten atau stabil. Dalam penelitian ini reliabilitas
instrumen yang berupa tes objektif dicari dengan rumus KR-20 yaitu :
s2t p i q i
k
r i=
( k 1 )
s2t

Dengan :
r i = reliabilitas instrumen
k =jumlah item dalam instrumen
pi = proporsi banyaknya subjek yang menjawab pada item 1

qi

=1-

pi

s 2t = varians total
Untuk menguji reliabilitas instrumen angket dugunakan rumus alpha.
Suharmisi Arikunto, (1998 : 192) menyatakan rumus alpha digunakan untuk
mencari tingkat reliabilitas instrumen tes yang skornya bukan 1 dan 0
misalnya angket atau soal bentuk uraian. Adapun rumus alpha yang
dimaksud adalah sebagai berikut :
k
2
r 11 =
1 2 i
k 1
t

( )(

dengan :
r 11 =

reliabilitas

k = banyaknya item soal


2t = variansi skor total

2i

= jumlah variansi skor tiap item

7. Desain Penelitian

17

Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dapat dilihat


sebagai berikut :

X1

Y
X2
Keterangan
X1 adalah daya ingat
X2 adalah motivasi belajar
Y adalah hasil belajar matematika
8. Teknik Analisis Data
Hasil data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis dengan
menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial.
1) Statistik deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa
data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah
terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku umum atau generalisasi (Sugiyono, 2012 :207-208). Dalam hal ini,
analisis statistik deskriptif digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
penelitian. Peneliti menggunakan perhitungan (1) mean, modus dan median
(2) ukuran dispersi, yaitu : range, simpangan baku, ragam, dan koefisien
variasi dan (3) tabel distribusi frekuensi, baik fekuensi absolut maupun
frekuensi relatif atau persentase dan (4) diagram untuk masing-masing
variabel penelitian. Pada bantuan tersebut peneliti menggunakan bantuan
software program SPSS.
2) Statistik Inferensial
Statistik inferensial ini digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
Untuk keperluan tersebut digunakan analisis regresi multifel sebagai berikut:
Y = 0 + 1 X 1+ 2 X 2 +
Dimana :
Y
= Hasil belajar matematika
X1
= Daya Ingat
X2
= Motivasi belajar
0, 1, 2
= Parameter yang akan diduga

= Kesalahan acak model


Sedangkan fungsi taksirannya adalah:

18

9.
1)

2)

3)

= b0 + b 1 X 1 + b 2 X 2
Keterangan :
b0 = penaksir
b2 = penaksir 2
b1 = penaksir 1
Hipotesis Statistik
H0 : daya ingat tidak berpengaruh positif terhadap hasil belajar
matematika setelah memperhatikan motivasi belajar matematika pada
siswa kelas X SMA N 1.
H1 : daya ingat berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika
setelah memperhatikan motivasi belajar matematika pada siswa kelas X
SMA N 1
Atau dapat ditulis:
H0 : 2 0
lawan H1 : 2 > 0
H0 : motivasi belajar tidak berpengaruh positif terhadap hasil belajar
matematika setelah memperhatikan kreativitas belajar matematika pada
siswa kelas X SMA N 1.
H1 : motivasi belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar
matematika setelah memperhatikan kreativitas belajar matematika pada
siswa kelas X SMA N 1.
atau dapat ditulis:
H0 : 1 0
lawan H1 : 1 > 0
H0 : dan kreativitas belajar secara bersama-sama tidak berpengaruh
terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas kelas X SMA N 1
H1 : motivasi dan kreativitas belajar secara bersama-sama berpengaruh
terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas kelas X SMA
N 1.
1 : parameter motivasi
2 : parameter kreativitas
dapat juga dituliskan:
H0: 1 = 2 = 0 lawan H1:i 0, untuk setiap i = 1, 2

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharmisi.1998.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta : Bumi
Aksara
Carol Wade dan Carol Tavris.2008. Psikologi. Jakarta : Penerbit Erlangga
Djarwanto. (1994) Pokok-pokok Metode Riset dan Bimbingan Teknis
Penulisan Skripsi. Yogyakarta : Liberty.
Foer, Joshua. 2013. Rahasia Memiliki Ingatan Super. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama
Gasong, Dina dan Simega, Berthin. 2011. Dimensi Psikologis Dalam
Pendidikan. Rantepao : PT Sulo
Lahey. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya

19

Irham Muhammad & Wiyani, Novan Ardy.2013.Psikologi Pendidikan. Depok :


AR-RUZZ MEDIA
Muchlisin.
2012.
Teori
Belajar.
(online).
http://www.kajianpustaka,com/2012/11/pengertian-ciri-jenis-belajar.html.
Diakses tanggal 17 November 2013.
Purwanto, M Ngalim. 1998. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja
Rosdakarya Offset.
Pustaka
KTI.
2012.
Pengertian
Hasil
Belajar.
(online).http://literarturki.blogspot.com/2012/09/pengetian-hasilbelajar.html. Diakses tanggal 17 November 2013.
Reed. 2007. Psikologi. Bandung : Mander Maju
Russefendi.1998.Pengajaran Matematika Modern untuk Orang tua, Murid,
Guru dan SPG.Bandung: Tarsito
Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Kencana
Santrock, John W. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Salemba Humatika
Sprenger, Marilee. 2011. Cara Mengajar Agar Siswa Tetap Ingat. Jakarta :
Penerbit Erlangga.
Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono.2012.Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D.Bandung : Alfabeta.
Wawan.
2012.
Pengertian
Belajar
Matematika.
http://guru-mathoffline.blogspot.com/2012/07/pengertian-belajar-matematika.html.
Yulia. 2012.Pengertian Hasil Belajar. http://eprints.uny.ac.id/9829/2/ba

20