Anda di halaman 1dari 27

I.

PENDAHULUAN

Materi pokok yang akan dibahas dalam modul ini terbagi dalam 2 kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran 1 membahas tentang klasifikasi wilayah dan kegiatan
pembelajaran 2 membahas pusat pertumbuhan.
Agar anda dapat memahami isi modul ini dengan baik, terlebih dahulu pahamilah
kompetensi dasar maupun indikator sebelum anda mempelajari uraian materinya.
Catatlah bagian-bagian yang belum anda pahami sebagai bahan diskusi dengan teman
ataupun guru anda. Kerjakan semua latihan dan tugas-tugas yang ada, hal ini
dimaksudkan agar anda dapat menilai penguasaan terhadap materi pelajaran yang telah
anda pelajari. Untuk menambah wawasan diharapkan anda juga membaca buku-buku
bacaan lain yang ada kaitannya dengan materi yang dibahas dalam modul ini. Mengingat
waktu yang terbatas, segera gunakan waktu anda untuk belajar sebaik mungkin.
Selamat belajar, Semoga berhasil
II.

PETUNJUK PEMBELAJARAN

A. Petunjuk Untuk Guru


Dalam sistem pembelajaran dengan modul, guru lebih berperan sebagai
fasilitator, yaitu memberikan bantuan kemudahan pembelajaran kepada siswa dalam
menyelesaikan setiap program kegiatan. Agar pembelajaran dengan modul berhasil
dengan baik, guru harus :
1. Menguasai isi materi dan memperkaya wawasan dengan membaca buku acuan
lainnya.
2. Memahami benar makna yang tercantum dalam tujuan pembelajaran.
3. Mampu mengembangkan metode pembelajaran yang mengacu pada tugas dan
tujuan pembelajaran.
4. Memberikan petunjuk yang jelas, agar tugas-tugas dalam modul dikerjakan siswa
dengan benar.
5. Terbuka terhadap pendapat siswa, selalu memberikan kesempatan untuk kreatif,
berani dan mandiri dalam belajar.
6. Memberikan tugas-tugas yang diakhiri dengan kesimpulan yang bermuatan nilainilai sebagaimana yang termaktub dalam tujuan pembelajaran.
Modul ini diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu 6 jam pelajaran atau 3 kali
pertemuan, dengan rincian sebagai berikut :

1. Pertemuan pertama membahas tentang persiapan dan kelengkapan dalam


mempelajari modul ini secara keseluruhan. Setelah itu siswa diminta untuk mulai
melakukan kegiatan pembelajaran 1, yaitu membahas tentang klasifikasi wilayah,
kemudian mengerjakan tugas 1 di buku tugas. Kemudian siswa diminta untuk
mencocokkan dengan kunci jawaban jawaban yang disediakan dihalaman
terakhir modul ini.Setelah selesai, siswa diminta untuk menghitung score yang
diperoleh dengan rumus yang sudah disediakan.
2. Pertemuan kedua, refleksi pertemuan pertama dan mengembalikan buku tugas.
Selanjutnya siswa diminta untuk mempelajari kegiatan pembelajaran 2, yaitu
membahas tentang pusat pertumbuhan dan mengerjakan soal-soal tugas ke-2 di
buku tugas. Kemudian siswa diminta untuk mencocokkan dengan kunci jawaban
yang disediakan dihalaman terakhir modul ini.Setelah dicocokkan,kemudian
siswa diminta untuk menghitung score yang diperoleh,dengan menggunakan
rumus yang disediakan. Guru memberi PR.
3. Pertemuan ketiga, merupakan waktu untuk ulangan harian. Guru memberi soal
untuk ulangan harian, dan siswa mengerjakan soal ulangan harian.
B. Petunjuk Untuk Siswa
Dalam mempelajari Modul ini kalian akan dibantu oleh guru atau fasilitator
untuk mempermudah pemahaman dan proses pengerjaan tugas-tugas di setiap
program kegiatan. Ada beberapa yang perlu diperhatikan untuk membantu kalian
dalam memahami modul ini, diantaranya :
1. Simaklah setiap penjelasan dari guru/tutor kalian.
2. Bacalah materi yang akan dipelajari sehari sebelum pertemuan. Tanyakan segala
sesuatu yang ingin kalian ketahui berkaitan dengan tugas dan siapkan pertanyaan
apabila ada.
3. Siapkan alat tulis terutama buku pengerjaan tugas-tugas, diharapkan buku tugas
ini tidak dicampur aduk dengan pelajaran lain agar tidak terjadi tumpang tindih
satu pelajaran dengan yang lainnya.
4. Kerjakanlah tugas-tugas di setiap materinya dalam waktu yang telah ditentukan
agar tidak bertumpuk-tumpuk dan untuk membantu meringankan pelaksanaan
tugas serta penilaian yang akan dilakukan oleh guru/tutor kalian atau kalian
lakukan sendiri penghitungan score,sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
5. Apabila belum mendapatkan kejelasan tentang suatu tugas atau materi
pembelajaran, sebaiknya ditanyakan kepada guru kalian, apakah tugas dikerjakan
secara individu ataukah secara kelompok. Karena ada tugas-tugas yang lebih baik

dilakukan secara berkelompok sehingga akan membantu kalian dalam membahas


dan mendiskusikan sebelum dipresentasikan di muka kelas.
6. Hasil pekerjaan dan pengamatan kalian jangan sampai tidak dikumpulkan, karena
akan mengurangi jumlah penilaian secara keseluruhan.
7. Sebelum hasil kerja kalian diserahkan pada guru/tutor, kuasai terlebih dahulu
hasil kerja kalian agar ketika mendapatkan giliran untuk mempresentasikan tidak
mengalami kesulitan atau diskusikanlah terlebih dahulu dengan teman-teman
kelompok kalian. Yakinlah bahwa kalian yang paling menguasai hasil
pengamatan kalian.
8. Di pertemuan terakhir, tanyakanlah kepada guru/tutor kalian tentang nilai atau
hasil terbaik dari hasil kerja selama ini. Selain untuk mengetahui sejauh mana
hasil maksimal kalian, juga karena hadiah yang menarik telah menanti bagi
kalian yang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi.
9. Petunjuk teknis secara lebih rinci ada pada setiap tugas pada masing-masing
kegiatan dalam modul ini.
Sebagai alat bantu kalian menyelesaikan modul ini, dapat memanfaatkan
segala fasilitas maupun referensi yang dimiliki oleh sekolah, baik data-data
pendukung, perpustakaan, laboratorium serta fasilitas lainnya yang mungkin bisa
membantu dan mendukung keberhasilan belajar kalian sekalian.
Demikian petunjuk singkat untuk menyelesaikan Kegiatan pada Modul ini,
selamat belajar dan bekerja semoga kesuksesan menyertai kita semua. Amin.
C. Norma Penilaian
Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian belakang .
Hitunglah nilai dengan penggunakan rumus :
Jumlah skor yang diperoleh
Tingkat penguasaan =

------------------------------------ x 100%
Jumlah skor maksimal

Arti tingkat penguasaan yang anda capai :


1. 90% -100%
2. 80%- 89 %
3. 70% - 79 %
4. < 70 %

= Baik sekali dan selamat untuk anda


= Baik dan anda harus tetap bersemangat lagi mempelajari
modul ini
= Sedang dan anda harus tetap bersemangat lagi
mempelajari modul ini dan ulangi konsep yang belum
jelas.
= Kurang dan anda harus lebih giat membaca modul ini.

5. Kalau tingkat penguasaan materi anda 80 % keatas , lanjutkan membaca modul


berikutnya .Tetapi bila penguasan materi anda di bawah 80 % , anda harus
mengulang materi pembelajaran terutama yang belum anda kuasai benar
III.

MATERI PEMBELAJARAN

KONSEP WILAYAH DAN PERWILAYAHAN


3.Standar Kompetensi : Menganalisis wilayah dan perwilayahan
3.2.Kompetensi Dasar : Menganalisis kaitan antara konsep wilayah dan
perwilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Klasifikasi Wilayah
Indikator Pencapaian Hasil Belajar:
1. Siswa dapat merumuskan pengertian konsep wilayah dan perwilayahan
2. Siswa dapat mengidentifikasi wilayah formal dan wilayah fungsional
3. Siswa dapat membedakan generalisasi wilayah dan klasifikasi wilayah

A. Pengertian konsep wilayah dan perwilayahan


1. Pengertian konsep wilayah dan perwilayahan
Wilayah didefinisikan sebagai ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta
segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan
aspek administratif dan atau aspek fungsional (UU No. 24 Tahun 1992 pasal 1).
Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh tim
penyusun Balai Pustaka, 1988 arti wilayah adalah sebutan untuk lingkungan di
permukaan bumi, daerah pengaruh.

2. Sedangkan konsep Glason (1990), Wilayah sebagai metode klasifikasi timbul


melalui dua fase yang berbeda, yang mencerminkan kemaujan ekonomi dari
pertanian sederhana ke sistem industri yang lebih kompleks. Fase pertama
memperlihatkan wilayah formal sedang kedua wilayah fungsional.
3. Richardson (1977), membagi wilayah atas tiga tipe yaitu :
a. Wilayah dipandang dari segi kesamaan karakteristik, perbedaan internal
dan intra regional tidak dianggap sesuatu yang penting.
b. Wilayah fungsional/ nodal (polarized)
Pola konsep wilayah ini keseragaman karakteristik hanya diperlihatkan
sedikit saja. Keterpaduan merupakan hasil dari aliran internal, hubungan
dan ketergantungan terpolarisasi menuju ke sebuah pusat (node) yang
dominan. Pada pengertian wilayah di sini ruang ekonomi sangatlah
heterogen. Penduduk tidak tersebar merata tetapi berkumpul pada lokal
yang spesifik.
c. Wilayah Perencanaan, Wilayah perencanaan dipahami sebagai suatu
daerah dengan kebijakan ekonomi diterapkan.
4. Prof. Bintarto
Wilayah adalah sebagian permukaan bumi yang dapat dibedakan dalam hal
tertentu dengan daerah sekitarnya.
5. Ir. Soefaat
Wilayah adalah suatu daerah geografis yang mempunyai luas tertentu tanpa atau
dengan adanya batas administrasi. Batas ini ditentukan berdasarkan pertimbangan
tujuan rencana tata ruang yang bersangkutan.
6. Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur
terkait padanya, yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek
administratif dan fungsional.
Berdasarkan definisi di atas, unsur-unsur suatu wilayah meliputi sebagai berikut:
a. Mempunyai batas dan sistem tertentu
b. Daerah geografis yang mempunyai ciri-ciri dan luas tertentu
c. Dapat dibedakan dengan daerah lainnya
d. Dapat ditentukan berdasarkan aspek administratif atau fungsional
Bintarto dan Surastopo membagi wilayah berdasarkan unsur-unsur wilayah
menjadi lima yaitu sebagai berikut:

a. Wilayah seragam (uniform region), yaitu wilayah dibagi berdasarkan


keseragaman atau kesamaan dalam kriteria tertentu. Contoh: wilayah
pertanian
b. Wilayah nodal (nodal region), yaitu wilayah yang dalam banyak hal diatur
oleh beberapa pusat kegiatan yang saling dihubungkan dengan garis lingkar.
Contoh: kota DKI Jakarta memiliki beberapa pusat kegiatan yang
dihubungkan oleh jalur transportasi.
c. Wilayah generik (generic region), yaitu klasifikasi wilayah yang didasarkan
atas jenisnya dan bukan fungsinya. Contoh: wilayah iklim dan wilayah
fisiolografis.
d. Wilayah khusus (spesific region), yaitu klasifikasi wilayah menurut
kekhususannya merupakan daerah tunggal dan mempunyai ciri-ciri geografis
tertentu. Contoh: ciri khusus Asia Tenggara dalam hal lokasi, penduduk, adat
istiadat, bahasa dan lainnya.
e. Wilayah stastistik (statistic region), yaitu wilayah yang dalam klasifikasinya
menggunakan metode statistik sebagai faktor analisis. Contoh: klasifikasi
wilayah berdasarkan pendapatan penduduk.
7. Pengertian perwilayahan
a. Perwilayahan adalah suatu proses penggolongan wilayah
b. Perwilayahan adalah suatu proses delienasi (pembatasan) suatu wilayah
Faktor-faktor yang menentukan struktur ruang wilayah menurut Hillhorst ada
empat faktor yang menentukan struktur ruang suatu wilayah yaitu sebagai
berikut:
a. Distribusi ruang sumber daya yang dieksploitasi (menyangkut sumber daya
tambang)
b. Ekologi yang menguntungkan
c. Banyaknya sumber daya yang berpengaruh pada sistem nasional
d. Tingkat sentralisasi pemerintahan

B. Wilayah formal dan wilayah fungsional


1. Wilayah formal
Wilayah formal adalah klasifikasi wilayah yang didasarkan atas keseragaman
atau kesamaan dalam ciri-ciri tertentu.

Keseragaman atau kesamaan meliputi dua sifat yaitu sebagai berikut.


a. Keseragamana bersifat fisik
Keseragaman bersifat fisik merupakan keseragaman dalam bentuk fisik,
seperti berikut.
1) Wilayah pegunungan
2) Daerah Aliran Sungai (DAS)
3) Wilayah dataran rendah
b. Keseragaman bersifat sosial ekonomi
Keseragamana bersifat sosial ekonomi, seperti:
1) wilayah pertanian
2) wilayah industri
3) wilayah suku bangsa
4) wilayah kepadatan penduduk
2. Wilayah fungsional (nodal)
Wilayah fungsional adalah suatu wilayah yang diatur berdasarkan fungsi kegiatan
suatu wilayah.
Definisi wilayah fungsional menurut para ahli adalah sebagai berikut.
a. David Grigg
Wilayah nodal sebagi basis hubungan antara bagian-bagian suatu wilayah
b. Richard Hugget
Wilayah nodal sebagai unit-unit fungsional yang dihubugkan dengan titik
fokus oleh garis-garis komunikasi.
C. Membuat Perwilayahan Berdasarkan Fenomena Geografis
Dalam membuat perwilayahan berdasarkan fenomena geografis. Ada tiga aspek yang
dapat dijadikan dasar penentu, yaitu sebagai berikut:
1. Keadaan fisik
Keadaan fisik suatu wilayah mempunyai potensi fisik yang berbeda-beda, seperti
berikut.
a. Wilayah pantai
Biasanya penduduk di wilayah pantai hidup dari perikanan dan wisata bahari.
b. Wilayah dataran rendah
Dataran rendah sangat potensial untuk pertanian dan mempunyai potensi
untuk aktivitas yang beragam.
c. Wilayah pegunungan

Wilayah pegunungan sangat berpotensi untuk rekreasi, pertanian, perkebunan


dan kehutanan.
2. Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi suatu wilayah berbeda-beda tergantung dari sumber daya alam
dan sumber daya manusia yang ada di daerah itu.
3. Keadaan sosial dan budaya
Indonesia memiliki sosial dan budaya etnik yang beragam, yang antara lain
dipengaruhi oleh: pedagang-pedagang dari Timur Tengah pada zamannya, budaya
asli daerah yang beraneka ragam.
Secara garis besar, metode perwilayahan berdasarkan fenomena geografis dibedakan
menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1. Generalisasi wilayah (region generalization)
Adalah suatu proses untuk membagi permukaan bumi menjadi beberapa bagian
dengan cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor tertentu yang dianggap
kurang penting untuk menonjolkan unsur-unsur tertentu. Untuk membuat
perwilayahan dilakukan delimitasi (yaitu cara cara penentuan batas terluar suatu
wilayah untuk tujuan tertentu. Ada dua macam delimitasi yaitu:
a. Delimitasi kualitatif
Adalah cara penentuan batas terluar wilayah berdasarkan kenampakankenampakan yang dominan pada suatu tempat.
Contoh, interpretasi citra satelit untuk menenukan batas terluar wilayah yang
luas, dan interpretasi foto udara untuk wilayah yang sempit.
b. Delimitasi kuantitatif
Adalah cara penentuan batas wilayah berdasar ukuran-ukuran yang bersifat
kuantitatif.
Contoh perwilayahan klimatologis
2. Klasifikasi wilayah (region classification)
Adalah usaha untuk mengadakan penggolongan wilayah secara sistematis ke
dalam bagian-bagian tertentu berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
Berdasarkan tujuannya, klasifikasi wilayah dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Klasifikasi wilayah berdasar perbedaan jenis
Digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik suatu wilayah
sehingga dapat digambarkan wilayah-wilayah yang berbeda dengan
karakteristiknya.

b. Klasifikasi wilayah berdasarkan perbedaan tingkat


Untuk membuat perbedaan tingkat dalam klasifikasi wilayah, contoh
kepadatan penduduk dengan tingkatan padat, sedang dan jarang.
TUGAS MANDIRI 1
Upaya yang dilakukan untuk membuat perwilayahan berdasarkan fenomena geografis
bisa dilakukan dengan generalisasi wilayah dan klasifikasi wilayah. Tentukan persamaan
dan perbedaan antara generalisasi wilayah dan klasifikasi wilayah!
UJI KOMPETENSI 1
A. Berilah tanda silang (x) paa huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling
benar!
1. Sebagian permukaan bumi yang dapat dibedakan dalam hal tertentu dengan
daerah sekitarnya adalah pengertian wilayah menurut ....
a. Robinson
b. Dirjen Penataran Ruang Dep. P.U
c. Ir. Soefat
d. Surastopo
e. Prof. Bintarto
2. Klasifikasi wilayah yang didasarkan atas jenisnya dan bukan fungsinya disebut ...
a. Nodal region
b. Formal region
c. Generic region
d. Specific region
e. Statistic region
3. Di bawah ini yang termasuk contoh dari nodal region adalah ...
a. Daerah pertanian
b. Wilayah fisiografi
c. Wilayah Asia Tenggara
d. Kota Metropolitan DKI Jakarta
e. Wilayah waktu Indonesia bagian timur
4. Suatu daerah yang merupakan daerah tunggal dan mempunyai ciri-ciri geografi
yang khusus, seperti dalam hal lokasi, penduduk, adat istiadat, bahasa, dan lainya
adalah klasifikasi wilayah berdasarkan ...
a. Unifrom region

b. Spesific region
c. Nodal region
d. Statistic region
e. Formal region
5. Berikut ini adalah fungsi pusat kegiatan, kecuali ....
a. Pusat pemukiman penduduk
b. Pusat pelayanan
c. Sumber tenaga kerja
d. Pusat industri
e. Pusat perdagangan
6. Wilayah pemukiman yang sudah mapan dan secara essensia terkait dengan
ekonomi desa menurut tipologi Friedman, disebut ....
a. Wilayah transisi atas
b. Wilayah transisi bawah
c. Wilayah-wilayah inti
d. Wilayah tapal batas sumber daya
e. Wilayah yang punya masalah khusus
7. Hal-hal yang tidak termasuk dalam keseragaman yang bersifat sosial ekonomi,
yaitu ....
a. Wilayah daerah pantai
b. Wilayah pertanian
c. Wilayah industri
d. Wilayah suku bangsa
e. Wilayah kepadatan penduduk
8. Perhatikan ciri-ciri wilayah di bawah ini!
1) Mempunyai kemiringan landai sampai datar
2) Merupakan wilayah yang ditandai dengan adanya tanaman pertanian
3) Banyak dijadikan sebagai wilayah tempat tinggal manusia
4) Suasana kehidupan penduduk merupakan suasana pedesaan
Ciri-ciri wilayah dataran rendah terdapat pada nomor ....
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4

10

e. 3 dan 4
9. Jika suatu wilayah mempunyai satu macam sumber daya alam, maka kota-kota
yang terbentuk cenderung membentuk kota utama, disebut juga ....
a. Primate city
b. Primary city
c. Secondary city
d. Periphery
e. Large region
10. Wilayah nodal sebagai basis hubungan antara bagian-bagian suatu wilayah adalah
definisi wilayah nodal menurut ....
a. Friedman
b. Hillhorst
c. David Grigg
d. Richard Hugget
e. Christaller
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apakah bedanya wilayah dengan perwilayahan?
2. Berdasarkan definisi dari beberapa ahli, wilayah memiliki empat unsur, sebutkan
unsur-unsur tersebut!
3. Apakah yang dimaksud dengan wilayah fungsional?
4. Sebutkan dan jelaskan tiga aspek yang dapat dijadikan dasar penentu dalam
membuat perwilayahan berdasarkan fenomena geografis!
5. Apakah yang dimaksud dengan Generalisasi wilayah (region generalization)?

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
Pusat Pertumbuhan
Indikator Pencapaian Hasil Belajar:
1. Siswa dapat menjelaskan pusat pertumbuhan
2. Siswa dapat menentukan batas-batas wilayah pertumbuhan
3. Siswa dapat menjelaskan perbedaan spread effect dan backwash effect
4. Siswa dapat mengidentifikasi teori-teori pusat pertumbuhan

11

5. Siswa dapat mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia

A. Pusat Pertumbuhan
1. Pengertian pusat pertumbuhan
Pusat pertumbuhan (growth center) adalah suatu lokasi yang menjadi pusat
pertumbuhan berbagai kegiatan atau aktivitas manusia di berbagai bidang yang
berpengaruh terhadap wilayah sekitaranya.
2. Fungsi pusat pertumbuhan
Secara umum fungsi pusat pertumbuhan adalah sebagai berikut:
1. Memudahkan koordinasi
2. Melihat perkembangan wilayah
3. Meratakan pembangunan di seluruh wilayah
3. Cara menentukan batas wilayah pertumbuhan
Cara menentukan batas wilayah pertumbuhan menurut beberapa ahli melalui metodemetode sebagai berikut:
1. Gaya tarik menarik (gravitasi) yang dikemukakan oleh Isaac Newton,
mengemukakan bahwa kekuatan (gravitasi) interaksi antara dua wilayah atau
lebih dapat diukur dengan memperhatikan penduduk masing-masing wilayah
serta jarak dua wilayah tersebut.
2. Terminal jasa distribusi
Menurut Purnomosidi Hadjisarosa pertumbuhan dan wilayah pengaruh suatu kota
ditentukan oleh terminal jasa distribusi (jasa perdagangan). Setiap kota
mempunyai jangkauan atau wilayah pengaruh yang tertentu luasnya.
Berdasarkan luasnya jangkauan kemampuan pelayanan dibedakan menjadi tiga, yaitu
sebagai berikut:
1. kota orde pertama, yaitu suatu kota yang tidak berada dalam subordinasi kota
lainnya. Kota orde fasilitas pelabuhan, terminal angkuatan dan sebagainya.
2. Kota orde kedua, yaitu adalah kota yang ada dalam subordinasi kota orde pertama
yang disebut juga distributor besar.
3. Kota orde ketiga, adalah kota yang ada di dalam subordinasi kota orde baru
kedua atau disebut juga kolektor atau distributor awal dan akhir.
B. Pengembangan Ekonomi Wilayah

12

Pengembangan ekonomi wilayah adalah suatu usaha meningkatnya hubungan


interdependennsi dan interaksi antara sistem ekonomi (Economic system), sistem
masyarakat (social system), lingkungan hidup (environment) dan sumber daya alam
(ecosystem). Sedangkan pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana
pemerintah suatu daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan
membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta.
Clark de Fischer menyatakan bahwa perkembangan wilayah ditandai dengan
kenaikan pendapatan perkapita berbagai wilayah pada berbagai waktu yang kemudian
diiringi oleh adanya relokasi sumber daya dengan penurunan proporsi angkatan kerja
dalam kegiatan sekunder (konstruksi dan manufaktur) dan kemudian disusul dengan
kenaikan proporsi angkatan tenaga kerja dalam sektor tersier (transportasi dan
komunikasi). Hal itu disebut juga perkembangan wilayah dari dalam. Perkembangan
suatu wilayah ditentukan oleh suatu eksploitasi kemanfaatan alamiah dan
pertumbuhan basis ekspor wilayah yang bersangkutan dan selanjutnya dipengaruhi
oleh tingkat permintaan ekstern dari wilayah-wilayah lain (perkembangan wilayah
dari

luar).

Pendapatan

yang

diperoleh

dari

ekspor

akan

mengakibatkan

berkembangnya kegiatan penduduk setempat, perpindahan modal dan tenaga kerja


serta keuntungan eksternal.
Pertumbuhan ekonomi adalah proses output per kapita jangka panjang dimana
persentase kenaikan output haruslah lebih besar dari pertambahan penduduk
C. Teori Polarisari dan Penetasan ke Bawah
Hirschman menyatakan bahwa strategi pembangunan seharusnya dikonsentrasikan
pada sektor-sektor yang relatif sedikit daripada banyak sektor yang tersebar. Sektor
yang dipilih atau menjadi sektor kunci adalah sektor yang mempunyai kaitan ke
depan (forward linkage) dan kaitan ke belakang (Backward linkage) yang kuat.
Pertumbuhan di sektor tersebut akan mendorong pertumbuhan sektor lain sehingga
sektor tersebut akan menjadi sektor leading bagi sektor lainnya. Selanjutnya
Hirschman juga mengemukakan bahwa dalam sektor produktif, mekanisme
pendorong pembangunan (inducement mechanism) yang tercipta sebagai akibat
adanya hubungan berbagai industri dalam penyediaan input yang digunakan sebagai
bahan mentah dalam industri lainnya dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
keterkaitan ke belakang (backward linkage effects) dan keterkaitan ke depan (forward
linkage effects).

13

Konsep hischman hampir sama dengan konsep Myrdal. Hirschman mengembangkan


konsep polarization dan trickle down effect yang pengertiannya hampir sama dengan
backwsh effect dan spread effect yang dikembangkan oleh Myrdal. Perbedaannya
adalah dalam cara pandang setiap teori dalam memandang dampak pembangunan
dalam suatu pusat pertumbuhan terhadap wilayah di belakangnya pada masa masa
sesudahnya. Teori Hirschman lebih optimis dalam memandang dampak di masa
depan daripada teori Myrdal.
Menurut Hirschman hubungan antara pusat pertumbuhan dengan daerah belakangnya
tergantung pada keseimbangan antara dampak positif dengan negatif bagi daerah
belakang. Jika komplementaris kuat akan terjadi proses penyebaran pembangunan ke
arah belakang dan sebaliknya bila komplementaris lemah akan terjadi proses
polarisasi. Dampak yang paling penting dari penetesan ke bawah dari pusat
pertumbuhan menuju daerah belakangnya adalah meningkatnya proses pembelian dan
investasi di belakangnya oleh adanya kutub pertumbuhan, juga nantinya akan
meningkatkan produksi tenaga kerja danpendapatan per kapita denga terserapnya
pengangguran tersembunyi di daerah belakang. Dampak polarisasi adalah dampak
yang menyebabkan sumber daya di daerah belakang terserap oleh daerah pusat
pertumbuhan dan hal ini akan menghambat kemajuan di daerah belakangnya.
Menurut Myrdall terdapat dua kekuatan yang bekerja pada pertumbuhan ekonomi
yaitu bachwash effect dan spread effect. Kekuatan efek penyebaran (spread effect)
mencakup penyebaran pasar hasil industri bagi wilayah yang belum berkembang,
kekuatan efek balik negatif (backwash effect) biasanya melampau efek penyebaran
dengan ketidakseimbangan aliran modal dan tenaga kerja dari daerah tidak
berkembang ke daerah berkembang.
D. Konsep Spread Effect (Efek Sebar)
Konsep spread effect menyatakan bahwa pada waktu tertentu kualitas industri
pendorong dinamik dari kutub pertumbuhan akan memancar keluar dan memasuki
ruang sekitarnya. Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya ketidakseimbangan
pertumbuhan wilayah satu dengan wilayah lainnya. Untuk itu diperlukan suatu
kondisi yang dapat menyeimbangkan keadaan ekonomi wilayah melalui penciptaan
linkage atau sektor. Hirschman selanjutnya mengungkapkan segi keterkaitan (linkage)
diantara berbagai ragam kegiatan ekonomi. Hal ini menyangkut keterkaitan antar
sektor (misalnya antar sektor pertanian dan sektor industri) maupun kerterkaitan yang

14

berlaku didalam lingkungan satu sektor tertentu (intrasektor). Setiap proyek investasi
disuatu industri tertentu selalu terkait dengan kegiatan ditahap menyusul dan atau
ditahap yang mendahuluinya. Dalam hal keterkaitan itu dengan kegiatan industri di
tahap menyusul (indusri hilir), maka keterkaitan tersebut bersifat forward linkage,
sebaliknya didalam hal keterkaitan menyangkut kegiatan industri ditahap yang
mendahului (industri hilir) maka hal tersebut disebut backward linkage. Selanjutnya
kemajuan wilayah akan tercapai jika terdapat konsentrasi pembangunan pada sektorsektor kunci yang ditentukan bacward dan forward linkage. Efek penetasan yang
diharapkan terjadi karena adanya pertukaran investasi di hinterland.
Dalam konsep pertumbuhan timbul dampak, baik berupa dampak positif maupun
dampak negatif. Kemajuan suatu kota akan menyebar dan mendorong perkembangan
wilayah sekitaranya (spread effect).
E. Dampak positif = trickle down effect = efek penetasan ke bawah, meliputi halhal berikut.
1. Terciptanya peluang kerja
2. Meningkatnya pendapatan
3. Majunya teknologi
4. Lengkapnya fasilitas pelayanan
5. Terciptanya kesempatan kerja
F. Dampak negatif = backswash effect = efek perputaran ke atas, meliputi hal-hal
berikut:
1. Berkurangnya lahan pertanian
2. Berkurangnya tenaga kerja usia produkif
3. Masuknya pengaruh budaya negatif kota ke desa
4. Meningkatnya jumlah pengangguran
G. Teori tempat yang sentral (Central Place Theory) dan teori kutub pertumbuhan
(Growth Poles Theory)
1. Teori tempat yang sentral
Teori ini dikemukakan oleh seoarang ahli geografi berkebangsaan Jerman
bernama Walter Christaller pada tahun 1933. Teori tempat yang sentral adalah
teori yang menyatakan bahwa suatu lokasi pusat aktivitas yang senantiasa

15

melayanai berbagai kebutuhan penduduk harus terletak pada suatu tempat yang
sentral, yaitu suatu tempat atau kawasan yang memungkinkan partisipasi manusia
yang jumlahnya maksimum, baik mereka yang terlibat dalam aktivitas pelayanan
maupun yang menjadi konsumen dari barang-barang dan pelayanan yang
dihasilkan. Teori tempat yang sentral disusun untuk menjawab tiga pertanyaan
tentang kota, yaitu apakah yang menentukan banyaknya kota, besarnya kota dan
persebaran

kota.

Untuk

menjawab

pertanyaan

tersebut,

Christaller

mengemukakan dua konsep yaitu sebagai berikut.


a. jangkauan (range) adalah jarak yang perlu ditempuh orang untuk
mendapatkan barang kebutuhannya hanya kadang-kadang saja.
b. Threshold adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk
kelancaran dan kesinambungan suplai barang.
Berdasarkan teori Christaller tempat yang sentral merupakan suatu titik simpul
dari suatu bentuk hexagon/segi enam. Daerah segi enam ini merupakan wilayah.
Wilayah yang penduduknya mampu terlayani oleh tempat yang sentral tersebut.
Berdasarkan jenis pusat pelayanannya, hierarki tempat yang sentral dapat
dibedakan menjadi berikut:
a. Tempat sentral yang berhierarki 3 (K = 3) adalah pusat pelayanan yang
berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah
sekitarnya, atau disebut kasus pasar optimal.
K = 3(1/3) + 1 K = 3
K = 6(1/3) +1
K=3

Hierarki tempat sentral dengan K = 3 dan kawasan pengaruhnya


b. Tempat sentral yang berhierarki 4 (K = 4) dinamakan situasi lalu lintas yang
optimum, artinya di daerah tersebut dan daerah-daerah sekitarnya yang
terpengaruh tempat yang sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan

16

rute lalu lintas yang paling efisien. Situasi lalu lintas optimum memiliki
pengaruh setengah bagian dari wilayah-wilayah tetangga di sekitarnya.
K = 6(1/2) + 1
K=4

Hierarki tempat sentral dengan K = 4 dan kawasan pengaruhnya


c. Tempat sentral yang berhierarki 7 (K = 7), dinamakan situasi administratif
yang optimum. Tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayahwilayah tetangganya, selain memepengaruhi wilayahnya itu sendiri.
K = 6(1) + 1
K=7

Situasi hierarki tempat yang sentral dengan K = 7 dan kawasan pengaruhnya.


Untuk dapat menerapkan teori Christaller pada suatu daerah, ada dua syarat
utama yang harus dipenuh, yaitu sebagai berikut.
a. Topografi atau keadaan bentuk permukaan bumi dari wilayah tersebut
relatif seragam, sehingga tidak ada bagian wilayah yang mendapat
pengaruh lereng atau pengaruh alam lainnya dalam hubungannya dengan
jalur angkutan.
b. Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak
memungkinkan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian,
kayu dan batu bara.
2. Teori kutub pertumbuhan (growth poles theory)

17

Teori ini dikemukakan Perroux tahun 1955, menyatakan bahwa pada


kenyataannya pembangunan dimanapun adanya bukanlah suatu proses yang
terjadi secara serentak, tetapi muncul di tempat-tempat tertentu dengan kecepatan
dan intensitas yang berbeda-beda. Tempat atau kawasan yang menjadi pusat
pembangunan

ini

dinamakan

kutub

pertumbuhan.

Selanjutya

proses

pembangunan akan menyebar ke wilayah lain di sekitarnya.


H. Pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
Sistem pembangunan nasional Indonesia telah dicanangkan sejak Repelita II tahun
1974 1978 yang menyatakan bahwa pembangunan nasional dilaksanakan melalui
sistem regionalisasi atau perwilayahan dengan kota-kota utama Indonesia dibagi
dalam empat region utama, yaitu sebagai berikut:
1. Wilayah pembangunan utama A, dengan pusat pembangunan utama adalah kota
Medan. Wilayah ini terdiri atas:
a. Wilayah pembangunan I, meliputi daerah-daerah di Aceh dan Sumatra Barat
yang pusatnya di Medan.
b. Wilayah pembangunan II, meliputi daerah-daerah di Sumatra Barat dan Riau
yang pusatnya di Pekanbaru.
2. Wilayah pembangunan utama B, dengan pusat pertumbuhan utama adalah Jakarta.
Wilayah ini terdiri atas:
a. Wilayah pembangunan III, meliputi daerah-daerah diJambi, Sumatra Selatan,
Bengkulu, yang pusatnya di Palembang.
b.

Wilayah pembangunan IV, meliputi daerah-daerah di Lampung, Jawa Barat,


Jawa tengah, dan D.I. Yogyakarta yang pusatnya di Jakarta.

c. Wilayah pembangunan V, meliputi daerah Kalimantan Barat, yang pusatnya


di Pontianak.
3. Wilayah pembangunan utama C, dengan pusat pertumbuhan utama adalah
Surabaya. Wilayah ini terdiri atas:
a. Wilayah pembangunan VI, meliputi daerah-daerah di Jawa Timur dan Bali,
yang pusatnya di Surabaya.
b. Wilayah pembangunan VII, meliputi daerah-daerah di Kalimantan Tengah,
Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan yang pusatnya di Balikpapan dan
Samarinda.

18

4. Wilayah pembangunan utama D, dengan pusat pertumbuhan utama adalah Ujung


Pandang. Wilayah ini terdiri atas:
a. Wilayah pembangunan VIII, meliputi daerah-daerah di Nusa Tenggara, Nusa
Tenggara.
b. Wilayah pembangunan IX, meliputi daerah-daerah di Sulawesi Tengah dan
Sulawesi Utara yang pusatnya di Manado.
c. Wilayah pembangunan X, meliputi daerah-daerah di Maluku dan Irian Jaya
yang pusatnya di Sorong.
I. Sejarah pertumbuhan kota di Indonesia
1.

Pertumbuhan kota yang berasal dari pusat perkebunan


Adanya perkembangan kegiatan perkebunan menyebabkan munculnya berbagai
macam fasilitas untuk mendukung berbagai kegiatan yang menyebabkan suatu
daerah berubah menjadi kota. Contohnya adalah sebagai berikut:

2.

a.

Kota-kota di Jawa Barat (perkebunan teh)

b.

Kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur (perkebunan karet)

c.

Kota-kota di Palembang dan Jambi (perkebunan karet)

d.

Kota-kota di Sumatra (perkebunan teh, karet, kelapa sawit)

Kota yang berasal dari pusat pertambangan


Adanya penemuan barang tambang menyebabkan daerah tersebut memerlukan
berbagai macam fasilitas untuk mendukung kegiatan pertambangan. Contohnya
adalah sebagai berikut:
a. Soroako (pusat pertambangan nikel)
b. Tembagapura (pusat pertambangan tembaga)
c. Rejang Lebong di Sumatra, Singkawang di Kalimantan Barat dan Martapura
di Kalimantan Selatan (tambang perhiasan)
d. Bangka Belitung dan Singkep menyebabkan pertumbuhan kota-kota Pangkal
Pinang, Muntok, dan kota-kota wilayah pantai timur Sumatra dari Pangkalan
Brandan sampai Palembang (tambang timah).
e. Jati Barang Cepu, Wonokromo di Jawa serta Tarakan dan Balikpapan di
Kalimantan (tambang minyak bumi).
f.

3.

Arun di Aceh dan Bintang di Kalimantan Timur (tambang gas alam)

Kota yang berasal dari pusat administrasi pemerintahan


Kota-kota yang tumbuh sebagai pusat pemerintahan sejak zaman Islam, antara
lain: Demak, Banten, Cirebon, Solo, Yogyakarta, Makkasar, Gowa, Palembang,

19

Banjarmasin dan Banda Aceh. Pada zaman penjajah Belanda timbul kota-kota
baru yang berfungsi sebagai kota pemerintahan, antara lain: Jakarta, Bandung,
Semarang, Surabaya, Bukititnggi, Medan serta Ambon.
J. Pengaruh Pusat-pusat pertumbuhan
1. Pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi, meliputi hal-hal
berikut.
a. Terjadinya peluang kerja diberbagai sektor yang relatif terbuka dan adanya
gerakan arus barang, akan membawa dampak terhadap alat transportasi,
perhubungan, perdagangan, perkantoran dan jasa.
b. Bertambah padatnya jumlah penduduk wilayah tersebut, baik yang disebabkan
oleh migrasi masuk maupun pertambahan alami akan memacu tumbuhnya
sarana-sarana dan fasilitas pemukiman, pemasaran, hiburan, kesehatan dan
lain-lain.
c. Sektor-sektor ekonomi yang bersifat nonformal pun dapat ditempuh dan
berkembang dengan pesat seiring bertambahnya penduduk dan meningkatnya
pendapatan masyarakat.
2. Pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perubahan sosial budaya masyarakat,
antara lain sebagai berikut:
a. Akan memotivasi masyarakat untuk berlomba memiliki pengetahuan,
keterampilan dan kesiapan untuk menghadapi tantangan perubahan sosial
budaya.
b. Akibat mobilitas penduduk, baik melalui migrasi maupun pertambahan alami
dari berbagai latar belakang budaya, akan terjadi akulturasi dan asimilasi
nilai budaya pendatang dengan nilai budaya setempat.
c. Terbukanya arus informasi dan komunikasi akan mepercepat pertumbuhan
daerah tersebut.
d. Melatih masyarakat untuk mengatur waktu, disiplin, bersikap hemat,
menyeleksi mana kebutuhan primer dan sekunder suoaya tidak terpengaruh
oleh tuntutan barang dan jasa yang berlebihan.
TUGAS MANDIRI 2
Sistem pembangunan nasional Indonesia menyatakan bahwa pembangunan nasional
dilaksanakan melalui sistem regionalisasi atau perwilayahan dengan kota-kota utama
sebagai pusat pertumbuhan. Tentukan batas regionalisasi wilayah pembangunan
Indonesia dengan garis warna merah!

20

UJI KOMPETENSI 2
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling
benar!
1. Suatu lokasi pusat aktivitas manusia di berbagai bidang yang berpengaruh
terhadap wilayah sekitarnya, disebut pusat ...
a. kegiatan
b. pembangunan
c. pertumbuhan
d. pengembangan
e. perkotaan
2. Teori tempat yang sentral dikemukakan oleh ....
a. Perroux
b. Reilley
c. Purnomosidi Hadisarosa
d. Walter Christaller
e. Friedman
3. Di bawah ini adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pusat pertumbuhan,
kecuali ....
a. kondisi topografi dan geografis
b. kondisi topografi dan hidrologi
c. sumber daya alam yang telah dieksploitasi

21

d. sarana dan prasarana transportasi


e. sosial budaya
4. Kota yang menguasai fasilitas yang berhubungan dengan jasa distribusi, seperti
fasilitas pelabuhan, terminal, angkutan termasuk kota orde ...
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
5. Riau dengan letaknya yang berbatasan dengan Malaysia menurut Ir. Soefaat
termasuk wilayah ...
a. wilayah inti
b. sumbu pengembangan
c. wilayah permasalahan khusus
d. wilayah sumber daya harapan
e. daerah tertinggal
6. Wilayah pembangunan A, pusat pertumbuhannya adalah kota ....
a. Medan
b. Jakarta
c. Surabaya
d. Makassar
e. Sorong
7. Perhatikan pengaruh pusat pertumbuhan di bawah ini!
1) Terbukanya arus informasi dan komunikasi akan mempercepat pertumbuhan
daerah tersebut.
2) Terbukanya lapangan pekerjaan akan meningkatkan taraf hidup
3) Bertambah padatnya jumlah penduduk suatu wilayah akan memacu
tumbuhnya sarana dan fasilitas pemukiman.
4) Sektor ekonomi yang bersifat nonformal dapat berkembang dengan pesat
seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
Pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi terdapat pada
nomor ....
a. 1 dan 2

22

b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4
e. 3 dan 4
8. Pusat pelayanan yang berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang
bagi daerah sekitarnya adalah tempat sentral berhierarki ....
a. 3 (K = 3)
b. 4 (K = 4)
c. 5 (K = 5)
d. 6 (K = 6)
e. 7 (K = 7)
9. Perhatikan wilayah-wilayah pembangunan di Indonesia di bawah ini!
1) Aceh dan Sumatra Utara
2) Jambi, Bengkulu dan Sumatra Selatan
3) Sumatra Barat dan Riau
4) Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY
Yang termasuk wilayah pembangunan utama B adalah nomor ....
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4
e. 3 dan 4
10. Konsep perwilayahan yang banyak digunakan pada saat ini adalah ...
a. administratif dan teknis
b. alamiah dan kenampakkan tunggal
c. jenis dan kekhususan
d. keseragaman dan nodal
e. regional dan klasifikasi
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.

Apakah yang dimaksud dengan spread effect dan backwash effect?

2.

Jelaskan perbedaan utama antara konsep kutub pertumbuhan dengan


konsep pusat pertumbuhan!

3.

Sebutkan empat dampak negatif dari konsep pusat pertumbuhan!

4.

Sebutkan wilayah-wilayah pembangunan utama D!

23

5.

Sebutkan tiga pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan


ekonomi!
RANGKUMAN

Wilayah adalah kesatuan daerah yang memiliki keseragaman gejala atau fenomena baik berupa
fisikal, sosial, atau budaya sehingga dapat dibedakan antara satu wilayah dengan wilayah yang
lain. Wilayah di permukaan bumi dapat dibedakan menjadi wilayah formal dan wilayah
fungsional.
Pewilayahan atau regionalisasi di dalam geografi adalah suatu upaya mengelompokkan atau
mengklasifikasikan unsur-unsur yang sama. Pembuatan suatu region ialah menyederhanakan
wilayah tersebut dengan cara menyatukan tempat-tempat yang memiliki kesamaan atau kedekatan
tersebut menjadi satu kelompok.
Pewilayahan berdasarkan fenomena geografis adalah pewilayahan yang didasarkan pada gejala
atau objek geografi misalnya berdasarkan atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer.
Menentukan batas wilayah pertumbuhan dapat dilakukan dengan cara mengkaji pertumbuhan
ekonomi, laju pertumbuhan penduduk, perkembangan pemukiman, tingkat pendidikan dan
pengetahuan, penggunaan teknologi, dan budaya masyarakat.
Pusat pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya
sangat pesat, sehingga dijadikan sebagai pusat pembangunan yang dapat mempengaruhi kawasankawasan lain di sekitarnya. Melalui pengembangan kawasan pusat-pusat pertumbuhan ini,
diharapkan terjadi suatu proses interaksi dengan wilayah di sekitarnya. Teori mengenai pusat-pusat
pertumbuhan antara lain, Teori Tempat yang Sentral (Central Place Theory); Teori Kutub
Pertumbuhan (Growth Poles Theory) disebut juga sebagai teori pusat pertumbuhan (Growth
Centres Theory); Teori pusat pertumbuhan Potential Model; Konsep Agropolitan.
Pembangunan di Indonesia dipusatkan di wilayah-wilayah tertentu yang diperkirakan sebagai
pusat pertumbuhan yang diperkirakan sebagai kawasan sentral yang mampu menarik daerahdaerah di sekitarnya dengan harapan dapat mengalirkan proses pembangunan ke wilayah-wilayah
sekitarnya, sehingga pemerataan pembangunan dapat terjadi ke seluruh pelosok wilayah negeri
secara menyeluruh.
KUNCI JAWABAN
UJI KOMPETENSI 1
A. PILIHAN GANDA
1. E
2. B
3. D
4. B
5. C
6. A
7. D
8. B

24

9. A
10. C
B. URAIAN
1. Wilayah merupakan bagian permukaan bumi, yang dibedakan dengan daerah sekitar,
perwilayahan merupakan penggolongan suatu wilayah
2.

Mempunyai batas dan sistem tertentu

Daerah geografis yang mempunyai ciri-ciri dan luas tertentu

Dapat dibedakan dengan daerah lainnya

Dapat ditentukan berdasarkan aspek administratif atau fungsional

3. Wilayah fungsional adalah suatu wilayah yang diatur berdasarkan fungsi kegiatan suatu
wilayah.
4.
a. Keadaan fisik
Keadaan fisik suatu wilayah mempunyai potensi fisik yang berbeda-beda.
b. Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi suatu wilayah berbeda-beda tergantung dari sumber daya alam dan
sumber daya manusia yang ada di daerah itu.

c. Keadaan sosial dan budaya


Indonesia memiliki sosial dan budaya etnik yang beragam, yang antara lain
dipengaruhi oleh: pedagang-pedagang dari Timur Tengah pada zamannya, budaya asli
daerah yang beraneka ragam.
5. Adalah suatu proses untuk membagi permukaan bumi menjadi beberap bagian dengan
cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor tertentu yang dianggap kurang penting
untuk menonjolkan unsur-unsur tertentu
UJI KOMPETENSI 2
A. PILIHAN GANDA
1. C
2. D
3. E
4. A
5. A
6. A
7. D
8. A
9. D

25

10. D
B. URAIAN
1. Spread effect

Kemajuan suatu kota akan menyebar dan mendorong perkembangan

wilayah sekitarnya, backswash effect adalah dampak negatif dengan adanya pusat
pertumbuhan yang dirasakan wilayah pinggiran
2. Konsep kutub pertumbuhan membicarakan tentang kegiatan ekonomi, konsep pusat
pertumbuhan membicarakan tentang lokasi kegiatan ekonomi
3.

Berkurangnya lahan pertanian

Berkurangnya tenaga kerja usia produkif

Masuknya pengaruh budaya negatif kota ke desa

Meningkatnya jumlah pengangguran

4. Wilayah pembangunan utama D, dengan pusat pertumbuhan utama adalah Ujung


Pandang. Wilayah ini terdiri atas:

Wilayah pembangunan VIII, meliputi daerah-daerah di Nusa Tenggara, Nusa


Tenggara.

Wilayah pembangunan IX, meliputi daerah-daerah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi


Utara yang pusatnya di Manado.

Wilayah pembangunan X, meliputi daerah-daerah di Maluku dan Irian Jaya yang


pusatnya di Sorong.

5. Terjadinya peluang kerja di berbagai sektor, bertambah padatnya jumlah penduduk,


perkembangan sektor informal
DAFTAR PUSTAKA
Achmad Chaldun, 1995, Atlas Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Wawasan Nusantara dan
Dunia, Surabaya, Karya Pembina Swajaya
Badan Standar Nasional Pendidikan, 2006, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata
Pelajaran Geografi untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah.
Brian Williams, 2006, Ensiklopedia Tanya & Jawab seri Alam Semesta, Bandung, Pakar Raya.
Danang Endarto, Sarwono, Singgih Prihadi. 2009. Geografi 3: Pusat Perbukuan
Depdiknas.
Dewan Redaksi. 1988. Ilmu Pengetahuan Populer. Grolier International Inc.
Dewan Redaksi. 1995. Oxford Ensiklopedi Pelajar. Grolier International Inc.

26

Elizabeth Achelis, 1986, Ilmu Pengetahuan Populer, Jakarta, PT Widyadara.


Hestiyanto Yusman. 2005. Geografi 3. Jakarta: Yudistira
N. Daldjoeni, 1996, Perkembangan Filsafat Geografi dari Herodotus Sampai Hagget, Bandung,
Alumni.
Sumaatmadja, Nursid. 1988. Studi Geografi Pendekatan dan Analisa Keruangan.
Bandung: Alumni.
Susanna Van Rose, 2000, Jendela Iptek Seri Bumi, Jakarta, Balai Pustaka.
Tanudidjaja, Moh. Mamur. 1995. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
andimanwno.wordpress.com: Modul online :Peta dan Inderaja : Dra. Cut Meurah Regariana
www.e-dukasi.net
www.wikimedia.org

27