Anda di halaman 1dari 12

Aspek Lingkungan Hidup Studi Kelayakan

Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN

Pengertian Study Kelayakan Bisnis


(Vibizmanagement Finance) - Suatu kegiatan bisnis pasti melibatkan
banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan yang berbeda, seperti para
investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang
memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. Investor
berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank
berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan
kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari
investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan
kerja, dan lain-lain.
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian,
maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu
bisnis, dimana dasar dari pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat diperoleh
melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang
akan dijalankan, sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk
memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda
atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi
kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan
bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan,
perekayasa
teknologi
dan
lain
sebagainya.
Jadi pengertian Studi Kelayakan Bisnis adalah penelitian yang menyangkut
berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek
pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen
dan keuangannya, dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi
kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu
proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan tidak dijalankan.
Studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang
berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu
berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan
pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social),
yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa
dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.
Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Studi Kelayakan Bisnis,
yaitu:
a. Aspek hukum
b. Aspek sosial ekonomi dan budaya
c. Aspek pasar dan pemasaran

d.
e.
f.
g.

1.
2.
3.
4.
5.

B.

C.

Aspek teknis dan teknologi


Aspek manajemen
Aspek keuangan dan aspek
Lingkungan hidup
Lingkungan tempat bisnis yang akan dijalankn harus dianalisis dengan
cermat. Hal ini disebabkan lingkungan disatu sisi dapat menjadi peluang dari
bsisnis yang akan dijalankan, namun disisi lain lingkungan juga dapat menjadi
ancaman bagi perkembangan bisnis. Keberadaan bisnis dapat berpengaruh
terhadap lingkungan, baik lingkungan masyarakatmaupun lingkungan ekologi
tempat bisnis yang akan dijalankan. Suatu bisnis dapat menimbulkan berbagai
aktivitas sehinggga menimbulkan dampak bagi lingkungan disekitar lokasi bisnis.
Perubahan kehidupan masyarakat sebagai akibat dari adanya aktivitas bisnis dapat
berupa semakin ramainya lokasi disekitar lokasi bisnis, timbulnya kerawanan
sosial, timbulnya penyakit masyarakat, juga perubahan gaya hidup sebagai akibat
masuknya tenaga kerja dari luar daerah.
Tujuan
Analisis aspek lingkungan dilakukan untuk menjawab pertanyaan apakah
lingkungan setempat sesuai dengan ide bisnis yang akan dijalankan dan apakah
manfaat bisnis bagi lingkungan lebih besar dibandingkan dampak negatifnya?.
Suatu ide bisnis dinyatakan layak berdasarkan
aspek
lingkungan sesuai
dengan kebutuhan ide bisnis dan ide bisnis tersebut mampu memberikan manfaat
yang lebih besar dibandingkan dampak negatifnya di wilayah tersebut.
Aspek lingkungan dalam studi kelayakan bertujuan untuk:
Menganalisis kondisi lingkungan operasional
Menganalisis kondisi lingkungan industry
Menganalisis lingkungan ekonomi
Menganalisis dampak positif maupun negatif bisnis terhadap lingkungan
Menganalis usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak
negatif bisnis terhadap lingkungan
Lingkungan yang harus di Analisis dalam Aspek Lingkungan Hidup
A.
Lingkungan bisnis
Merupakan unsur yang ada diluar perusahaandan tidakdapat dikendalikan
oleh pelaku bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Sedangkan Robinson (2007) mendefinisikan lingkungan sebagai segala sesuatu
yang berada diluar organisasi.
Lingkungan Operasional
Lingkungan yang memiliki kaitan langsung dengan aktivitas operasional
perusahaan. Lingkungan operasional adalah lingkungan yang paling dekat dengan
semua aktivitas perusahaan. Lingkungan operasional meliputi:
Lingkungan pesaing
Pesaing adalah perusahaan dalam industri yang sama dan menjual produk,
baik
berupa barang atau jasa, kepada pelanggan. Pesaing sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan

bisnis . Perusahaan harus memiliki keuanggulan bersaing untuk dapat memenangk


an persaingan. Oleh karena itu, analisis terhadap kelebihan dan kelemahan
pesaing dibandingkan dengan perusahaan sangat penting dalam menentukan
strategi bisnis. Analisis pesaing dalam lingkungan operasional dapat dilakukan
dengan menggunakan matriks profil persaingan.
Lingkungan Pelanggan
Pelanggan adalah pembeli produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Pelanggan merupakanfaktor kunci keberhasilan bisnis karena pelanggan sumber
pendapatan. Analisis pelanggan dalam lingkungan operasional dilakukan dengan
analisis reaktif dan proaktif. Analisis reaktif adalah analisis masalah pelanggan
setelah kejadian. Analisis proaktif adalah memperkirakan kecenderungan dan
masalah sebelum terjadi. Selain itu dilakukan pula analisis segmentasi pelanggan
untuk mengelompokkan pelanggan sesuai dengan karakteristiknya.
Lingkungan Pemasok
Pemasok adalah perusahaan yang menyediakan bahan baku, tenaga kerja,
keuangan dansumber informasi kepada perusahaan lain. Pemasok memegang
peranan yang
sangat penting bagi kelancaran bisnis. Pemilihan pemasok dapat meningkatkan ke
unggulan bersaing.Analisis pemilihan pemasok dalam lingkungan operasional
dapat dilakukan dengan CPMantar pemasok.
Lingkungan Kreditor
Kreditor merupakan pihak yang memeiliki peranan yang penting dalam
bidang keuangan, dansemakin penting jika sebagian besar permodal perusahaan
berasal dari kredit. Dalam memilihkreditor perusahaan harus memperhatikan
bunga dan persyaratan kredit.
Lingkungan Pegawai
Pegawai merupakan aspek yang paling penting, karena pegawai adalah
pelaku yang menunjang tujuan perusahaan tercapai
C.
Lingkungan Industri
Porter (1985) membagi lima kekuatan yang menentukan tingkat
persaingan dalam suatuindustri, yaitu : Pendatang baru dalam pasar persaingan
sempurna akan mudah untuk masuk ke pasar sehingga persaingan dalam pasar ini
akan semakin ketat. Kondisi persaingan yang ketatmengharuskan penyusunan
strategi harus didasarkan pada analisis masing-masing sumber. Ancaman
pendatang baru dipengaruhi oleh besar kecilnya hambatan masuk dalam satu
industri, yaitu:
1.
Skala ekonomi
2.
Diferensiasi produk
3.
Persyaratan permodalan
4.
Keunggulan biaya
5.
Akses kesaluran distribusi
Kebijakan pemerintah Selain adanya hambatan masuk, pendatang baru akan
berpikir dua kali jika :

a.

b.
c.

1.
2.
3.
4.
5.

pemain lamamemilki sumber daya penting yang dapat digunakan untuk


menyerang balik, sepertikelebihan modal, kapasitas produksi, serta kedekatan
dengan saluran distribusi pelanggan.
Pemain lama kemungkinan akan menurunkan harga untuk mempertahankan
market shareatau karena industri keseluruhan kelebihan kapasitas.
Pertumbuhan industri yang lambatsebagai akibat masuknya pendatang baru atau
mungkin karena pengaruh kinerja keuangan kolega-kolega yang terlibat. Pemasok
akan memiliki kekuatan jika :
pemasok didominasi oleh sedikit perusahaan,
produk yang dihasilkan unik sehingga sulit untuk mencari pengganti,
produk pemasok sangat penting bagi pembeli,
pemasok merupakan ancaman serius apabila berintegrasi ke depan ke arah
industri pembeli,
pembeli bukan merupakan konsumen penting bagi pemasok.Pembeli akan
mempunyai kekuatan tawar, jika: pembeli terkosentrasi membeli dalam jumlah
besar
D.
Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh mencakup faktor-faktor yang bersumber dari luar
operasional perusahaan. Analisis ini digunakan untuk menyerang maupun
bertahan terhadap faktor lingkungan denganmerumuskan strategi yang
memanfaatkan peluang atau meminimalkan ancaman Lingkungan jauh
adalah sebagai berikut:
a. Lingkungan ekonomi
Variabel-variabel ekonomi yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis
diantaranya adalah ketersediaan kredit secara umum, tingkat penghasilan yang
dapat dibelanjakan, serta kecenderungan belanja masyarakat, suku bunga primer,
laju inflasi, tingkat pasar uang, deficit anggaran pemerintah, produk domestik
bruto,
pola
konsumsi,
pengangguran,
tingkat produktivitas pekerja, nilai dollar di pasar dunia, kecenderungan pasar sah
am, kondisiekonomi luar negeri, faktor ekspor/impor, pergeseran permintaan
barang dan jasa, perbedaan pendapatan antarnegara, fluktuasi harga, kebijakan
fiskal, kebijakan moneter, serta kebijakanorganisasi-organisasi dunia seperti MEE
(Masyarakat Ekonomi Eropa), G20, OPEC, WTO,APEC. Indikator yang
digunakan dalam pengukuran lingkungan ekonomi adalah income per kapita,
penyerapan tenaga kerja, peningkatan upah rata-rata, serta dampak negatif bisnis
bagi perekonomian di wilayah tersebut. Contoh pembangunan jembatan
Suramadu.
b.
Lingkungan sosial budaya
Faktor sosial dan budaya berdampak besar pada semua produk, jasa, pasar
dan pelanggan.Faktor sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan adalah
kepercayaan, nilai, sikap, opini,dan gaya hidup orang-orang di lingkungan
eksternal
perusahaan,
yang
berkembang
dari pengaruh budaya, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnik. Contoh :
dibangunny akawasan industri menarik tenaga kerja sehingga menimbulkan
keramaian.

c.

Lingkungan politik
Suatu negara yang kondisi politiknya tidak stabil memiliki resiko bisnis
yang tinggi. Faktor politik berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang
dikeluarkan pemerintah, seperti peraturan tentang perdagangan yang, undang
undang antitrust program perpajakan, UMR, kebijakan polusi, penetapan harga,
peraturan perlindungan bagi pekerja.
d.
Lingkungan teknologi
Penemuan teknologi baru dalam bidang bisnis sering kali mempunyai
pengaruh
yangdramatis
terhadap
perusahaan. Analisis
terhadap
perubahan teknologi sangat penting untuk mengantisipasi peluang dan ancaman
bisnis kondisi yang akan datang. Contoh : teknologiinternet berdampak pada
peluang dan ancaman bisnis
e.
Lingkungan ekologi
Lingkungan ekologi adalah hubungan antara manusia dan mahluk hidup
lainnya denganudara, tanah, dan air, yang mendukung kehidupan mereka sebagai
akibat
adanya
kegiatan produksi. Contoh : Bisnis pembuatan tahu menghasilkan limbar cair yan
g sangat bau danmencemari air sungai
f.
Lingkungan global
Era globalisasi ditandai dengan batas-batas ekonomi antarnegara yang
semakin tidak jelas,arus informasi dan komunikasi sangat cepat sehingga
perubahan
perrekonomian
suatu
negara berdampak terhadap perekonomian negara lain. Contoh : adanya krisis glo
bal berakibatmenurunnya daya beli masyarakat di negara-negara tujuan ekspor.
BAB II
PEMBAHASAN

Hubungan Studi Kelayakan Bisnis Dengan Aspek Lingkungan Hidup


Dalam suatu perusahaan diperlukan suatu penelitian-penelitian/pembelajaran
mengenai kelayakan usaha karena hal ini menyangkut kelangsungan perusahaan
itu sendiri, apakah dapat bertahan atau tidak. Ada berbagai aspek yang dikaji
dalam studi kelayakan bisnis salah satunya adalah aspek lingkungan hidup. Aspek
lingkungan hidup berkaitan erat dengan lingkungan sekitar perusahaan itu sendiri
yakni mengacu pada analisis AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan).
Seperti telah disinggung pada bagian bagian depan bahwa aspek
lingkungan hidup perlu jugadianalisis kelayakannya. Disesuaikan dengan tujuan
penulisan makalah ini, analisis lingkungan hidup yangakan dijelaskan, mengacu
pada analisis AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ).
1.
Mengapa AMDAL ?
Analisis Dampak Lingkungan sudah dikembangkan oleh beberapa negara maju
sejak tahun 1970 dengan nama Environmental Impact Analysis atau
Environmental Impact Assesment yang keduanya disingkat EIA. AMDAL
diperlukan untuk melakukan suatu studi kelayakan dengan dua alasan pokok,
yaitu:

a.
Karena undang undang dan peraturan pemerintah menghendaki
demikian. Jawaban ini cukup efektif untuk memaksa para pemilik proyek yang
kurang memperhatikan kualitas lingkungan dan hanya memikirkan keuntungan
proyeknya sebesar mungkin tanpa menghilangkan dampak samping yang timbul.
b.
AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak dengan
beroperasinya proyek proyek poroduksi. Manusia dalam usahanya untuk
memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan melakukan aktivitas yang
makin lama makin mengubah lingkuangannya.Pada awalnya perubahan
lingkungan itu belum menjadi masalah,tapi seteleh perubahan itu menjadi di luar
ambang batas,maka manusia tidak dapat mentolerir lagi perubaahan yang
merugikan itu.
Pemrakarsa proyek harus membuat AMDAL dengan konsekuensi ia harus
mengeluarkan biaya. Tanggung jawab penyelenggara AMDAL ini bukan berarti
harus diemban pemrakarsa proyek itu sendiri. Ia dapat menyerehkan
penyelenggaraan ini kepada konsultan swasta atau pihak lain atas dasar saran dari
pemerintah. Namun, pemrakarsa proyek tetap sebagai pihak yang bertanggung
jawab, bukan pihak konsultan swasta pembuat AMDAL tersebut.
2.
Kegunaan AMDAL
AMDAL bukan suatu proses yang berdiri sendiri melainkan bagian dari proses
AMDAL yang lebih besar dan penting, menyeluruh dan utuh dari perusahaan dan
lingkungannya , sehingga AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan memantau
proyek dan lingkuangannya dengan menggunakan dokumen yang benar.
Selanjutnya,beberapa peran AMDAL dijelaskan sebagai berikut :
Peran AMDAL dalam pengelolaan lingkuangan. Aktivitas pengelola lingkungan
baru dapat dilakukan apabila rencana pengelolaan lingkungan telah disusun
berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan timbul akibat dari proyek
yang akan dibangun. Dalam kenyataan nanti,apabila dampak lingkungan yang
telah diperkirakan jauh berbeda dengan kenyataan, ini dapat saja terjadi karena
kesalahan-kesalahan dalam menyusun AMDAL atau pemilik proyek tidak
menjalankan proyeknya sesuai AMDAL. Agar dapat dihindari kegagalan ini maka
pemantauan haruslah dilakukan sedini mungkin,sejak awal pembangunan, secara
terus menerus dan teratur.
Peran AMDAL dalam pengelolaan proyek. AMDAL merupakan salah satu studi
kelayakan lingkungan yang diisyaratkan untuk mendapatkan perizinan selain
aspek-aspek studi kelayakan yang lain seperti aspek teknis dan ekonomis.
Seharusnya AMDAL dilakukan bersama-sama , di mana masing-masing aspek
dapat memberikan masukan untuk aspek-aspek lainnya sehingga penilaian yang
optimal terhadap proyek dapat diperoleh. Kenyataan yang biasa terjadi adalah
bahwa hasil studi kelayakan untuk aspek lingkungan tidak dapat menghasilkan
kesesuaian didalam studi kelayakan untuk aspek lainnya. Bagian dari AMDAL
yang dapat diharapkan oleh aspek teknis dan ekonomis biasanya adalah sejauh
mana keadaan lingkungan dapat menunjang perwujudan proyek,terutama sumber
daya yang diperlukan proyek tersebut seperti air,energi,manusia,dan ancaman
alam sekitar.

AMDAL sebagai dokumen penting. Laporan AMDAL merupakan dokumen


penting sumber informasi yang detail mengenai keadaan lingkungan pada waktu
penelitian proyek dan gambaran keadaan lingkungan di masa setelah proyek
dibangun. Dokumen ini juga penting untuk evaluasi,untuk membangun proyek
yang lokasinya berdekatan dan dapat digunakan sebagai alat legalitas.

Peraturan Dan Perundang Undangan


Langkah awal tim AMDAL dalam melakukan studi adalah memahami
peraturan dan perundangan yang berlaku mengenai lingkungan hidup di lokasi
tempat studi AMDAL dilakukan. Sumber peraturan dan perundangan tersebut ada
yang berlaku secara internasional dan ada juga yang berlaku untuk suatu negara
saja. Dalam satu negara, dapat saja peraturan dan perundangannya berbeda
menurut propinsi dan sektornya.
Berlaku secara internasional. Peraturan peraturan yang bersifat internasional
penting diperhatikan terutama oleh mereka yang melakukan studi AMDAL yang
dampak proyeknya akan melampaui daerah yang digunakan secara internasional,
seperti misalnya proyek yang limbahnya akan dibuang ke laut atau limbah yang
dapat ditiup angin sampai jatuh ke negara lain, seperti misalnya hujan asam.
Peraturan-peraturan yang berlaku secara internasional mengenai AMDAL dapat
berupa deklarasi, perjanjian-perjanjian bilateral maupun multilateral. Sebagai
contoh adalah deklarasi Stockholm yang disebut Declarationof the United Nations
Conference on the Human Environment yang oleh semua negara anggota PBB
tahun 1972. Berlaku di Dalam Negeri. Di indonesia, peraturan dan perundang
undangan dapat dijumpai pada tingkat nasional, sektoral maupun regional /
daerah. Peraturan Pemerintah RI nomor 51 tahun 1993 tentang Analisis mengenai
Dampak lingkungan merupakan peraturan baru pengganti dari Peraturan
Pemerintah RI nomor 26 tahun 1986. Peraturan pemerintah ini ditindak lanjuti
oleh SK Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 10- 15 tahun 1994. Isi dari
peraturan pemerintah ini penulis sajikan ulang untuk hal- hal yang dianggap
paling penting dari sisi bisnis.

KOMPONENAMDAL

Yang dimaksudkan dengan AMDAL adalah suatu hasil studi mengenai dampak suatu
kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak penting
terhadap lingkungan hidup. Analisis ini meliputi keseluruhan kegiatan pembuatan
5 ( lima ) dokumen yang terdiri dari PIL (penyajian Informasi Lingkungan ), KA
(Kerangka Acuan), AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) , RPL (Rencana
Pemantauan Lingkungan ), dan RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan).
AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan ) adalah telaahan secara cermat dan
mendalam tentang dampak penting suatu kegiatan yang direncanakan. Arti
dampak penting di sini adalah perubahan lingkungan yang amat mendasar yang di
akibatkan oleh suatu kegiatan. Yang perlu digaris bawahi dari pengertian diatas
adalah tidak semua rencana kegiatan harus dilengkapi dengan AMDAL karena ia
hanya diterapkan pada kegiatan yang diperkirakan akan mempunyai dampak
terhadap lingkungan hidup.

Sistematika Pengelolaan Lingkungan


AMDAL merupakan suatu proses yang panjang dengan sistematika urutan
langkah tertentu menurut PP 29 tahun 1986. Secara garis besar langkah langkah
tersebut dapat dilihat pada gambar berikut, berikut penjelasan secukupnya.
1. Usulan Proyek. Usulan proyek datang dari pemprakarsa, yaitu orang atau badan
yang mengajukan dan bertanggung jawab atas suatu rencana kegiatan yang
dilaksanakan.
2. Penyajian Informasi Lingkungan. Usulan proyek kemudian mengalami
penyaringan yang bertujuan untuk menentukan perlu atau tidak perlu dilengakapi
dengan AMDAL. Penyaringan dilakukan dengan Penyajian Informasi Lingkungan
atau disebut PIL.
a. Perlu dibuatkan AMDAL, karena dinilai proyek akan menimbulkan dampak
penting terhadap lingkungan
b. Tidak perlu dibuatkan AMDAL, karena diperkirakan tidak akan menimbulkan
dampak penting .
c. PIL kurang lengkap dan dikembalikan ke pemprakarsa proyek untuk perbaikan
Sebelum diajukan kembali.
3. Menyusun Kerangka Acuan
Bila instansi yang bersangkutan memutuskan perlu membuat AMDAL,
pemprakarsa bersama instansi tersebut menyusun kerangka acuan TOR sesuai
dengan pedoman yang telah ditetapkan bagi analisis dampak lingkungan.
4. Membuat AMDAL
Pemprakarsa membuat AMDAL sesuai dengan pedoman yang ditetapkan,
kemudian mengajukannya kepada instansi yang bertanggung jawab untuk dikaji
lebih dulu sebelum mendapatkan keputusan. Kemungkinan hasil penillaian ada 3,
yaitu :
a. AMDAL disetujui, kemudian pemprakarsa melanjutkan pembuatan RKL dan
RPL.
b. AMDAL ditolak karena dianggap kurang lengkap atau kurang sempurna.Untuk
ini perlu perbaikan dan diajukan kembali.
c. AMDAL ditolak karena dampak negatifnya, karena tidak dapat ditanggulangi
oleh ilmu dan teknologi yang telah ada, diperkirakan lebih besar daripada dampak
positifnya.
5. Membuat RKL dan RPL
Bila AMDAL telah disetujui maka pemprakarsa dapat melanjutkannya dengan
membuat Rencana Pengelolaan Lingkungan ( RPL ) dan Rencana Pemantauan
Lingkungan ( RPL ) untuk diajukan kepada instansi yang berwenang.
6. Implementasi Pembangunan Proyek Dan Aktivitas Pengelolaan Lingkungan
Bila RKL dan RPL telah disetujui, maka implementasi proyek dapat dimulai , lalu
dilanjutkan dengan pelaksanaan aktivitas pengelolaan lingkungan.
7. ISI LAPORAN AMDAL
Pada bagian ini akan diberikan kerangka tertulis tiga macam dokumen AMDAL ,
yaitu dokunen AMDAL , RPL dan RKL.

DOKUMEN RENCANA KELOLA LINGKUNGAN ( RKL )

Beberapa penjelasan mengenai dokumen RKL disajikan berikut ini.


Lingkup Rencana Pengelolaan Lingkungan ( RKL ) mnerupakan dokumen yang
memuat upaya - upaya mencegah, mengendalikan, dan menanggulangi dampak
penting lingkungan yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif
sebagai akibat dari suatu rencana usaha atau kegiatan.
Dalam pengertian tersebut upaya pengelolaan lingkungan mencakup empat
kelompok aktivitas :
a. Pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menghindari atau mencegah
dampak negatif lingkungan melalui pemilihan atas alternative , tata letak ( tata
ruang mikro ) lokasi , dan rancang bangun proyek.
b. Pengelolaan lingkungan yang bertujuan menanggulangi, meminimalisasi,atau
mengendalikan dampak negatif baik yang timbul di saat usaha atau kegiatan
beroperasi, maupun hingga saat usaha atau kegiatan berakhir misalnya rehabilitasi
lokasi proyek.
c. Pengelolaan lingkungan yang bersifat meningkatkan dampak positif sehingga
dampak tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar baik kepada
pemprakarsa maupun pihak lain terutama masyarakat yang turut menikmati
dampak positif tersebut.
d. Pengelolaan lingkungan yang bersifat memberikan pertimbangan ekonomi
lingkungan sebagai dasar untuk memberikan kompensasi atas sumberdaya tidak
dapat pulih, hilang atau rusak (baik dalam arti sosial ekonomi dan atau ekologis)
sebagai akibat usaha atau kegiatan.
Kedalaman Rencana Pengelolaan Lingkungan mengingat dokunen AMDAL
merupakan bagian dari studi kelayakan, maka dokumen RKL hanya akan bersifat
memberikan pokok pokok arahan , prinsip- prinsip , atau persyaratan untuk
pencegahan / penanggulangan / pengendalian dampak. Hal ini tidak lain
disebabkan karena:
1. Pada taraf studi kelayakan, informasi rencana usaha atau kegiatan (proyek) masih
relatif umum , belum memiliki spesifikasi tehnik yang rinci , dan masih memiliki
beberapa alternatif ini tak lain karena tahaf ini memang dimaksudkan untuk
mengkaji sejauh mana proyek dipandang patut atau layak untuk dilaksanakan
ditinjau dari segi teknis dan ekonomis; sebelum investasi, tenaga, dan waktu
terlanjur dicurahkan lebih banyak.
2. Pokok pokok arahan , prinsip prinsip , dan persyaratan pengelolaan lingkungan
yang tertuang dalam dokumen RKL selanjutnya akan diintegrasikan atau menhadi
dasar pertimbangan bagi konsultan rekayasa dalam menyusun rancangan rinci
rekayasa.
Rencana Pengelolaan Lingkungan
Rencana pengelolaan lingkungan dapat berupa pencegahan dan penanggulangan
dampak negatif, serta peningkatan dampakpositif yang bersifat strategis. Rencana
pengelolaan lingkungan harus diuraikan secara jelas, sistematis serta mengandung
ciri ciri pokok sebagai berikut :
1. Rencana pengelolaan lingkungan memuat pokok pokok arahan, prinsip
prinsip, pedoman, atau persyaratan untuk mencegah, menanggulangi,
m,engendalikan atau meningkatkan dampak penting baik negatif maupun positif

yang bersifat strategis ; dan bila dipandang perlu, lengkapi pula dengan acuan
literatur tentang rancang bangun penanggulangan dampak dimaksud.
2. Rencana pengelolaan lingkungan dimaksud perlu dirumuskan sedemikian rupa
sehingga dapat dijadikan bahan pertimbanagan untuk pembuatan rancangan rinci
rekayasa, dan dasar pelaksanaan kegiatan pengeloalaan lingkungan
3.. Rencana pengelolaan lingkungan mencakup pula upaya peningkatan kemampuan
dan pengetahuan karyawan pemprakarsa kegiatan dsalam pengelolaan lingkungan
hidup melalui kursus kursus dan pelatihan.
4. Rencana pengelolaan lingkungan juga mencakup pembentukan unit organisasi
yang bertanggung jawab dibidang lingkungan untuk melaksanakan RKL.
Format Dokumen RKL
1. Latar Belakang Pengelolaan Lingkungan
2. pernyataan tentang latar belakang perlunya dilaksanakan rencana pengelolaan
lingkungan baik ditinjau dari kepentingan pemprakarsa, pihak-pihak yang
berkepentingan,maupun untuk kepentingan yang lebih luas dalam rangka
menunjang program pembangunan.
3. Uraian secara sistematis, singkat, dan jelas tentang tujuan pengelolaan
lingkungan yang akan dilaksanakan pemprakarsa sehubungan dengan rencana
usaha atau kegiatan.
4. Uraian tentang manfaat pelaksanaan pengelolaan lingkungan baik bagi
pemprakarsa usaha atau kegiatan, pihak pihak yang berkepentingan, maupun
bagi masyarakat luas.
5. Uraikan secara singkat wilayah, kelompok masyarakat, atau ekosistem di sekitar
rencana usaha atau kegiatan yang sensitif terhadap perubahan akibat adanya
rencana usaha atau kegiatan tersebut.
6. Kemukakan secara jelas dalam peta secara jelas dengan skala yang memadai (peta
administratif, peta lokasi, peta topografi, dan lain lain ) yang mencakup
informasi tentang:
a. Letak geografis rencana usaha dan kegiatan;
b. Aliran sungai, rawa, danau;
c. Jaringan jalan dan pemukiman penduduk;
d. Batas administratif pemerintah daerah;
e. Wilayah, kolompok masyarakat, atau ekosistem disekitar rencana usaha atau
Kegiatan yang sensitif terhadap perubahan.

Rencana Pengelolaan Lingkungan


Dampak Penting dan Sumber Dampak Penting
a. Uraikan secara singkat dan jelas komponen atau parameter lingkungan yang
diprakirakan mengalami perubahan mendasar.
b.Uraikan secara singkat sumber penyebab timbulnya dampak penting:
Apabila dampak penting timbul sebagai akibat langsung dari rencana usaha atau
kegiatan, maka uraikan secara singkat jenis usaha atau kegiatan yang merupakan
penyebab atau timbulnya dampak penting.
Tolok Ukur Dampak

Jelaskan tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen
lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana usaha atau kegiatan
berdsasarkan baku mutu standar (ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan);
Keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah, lazim digunakan, dan atau
lebih ditetapkan oleh instansi yang bersangkutan.
Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Sebagai misal , dampak yang secara strategis harus dikelola untuk suatu rencana
industri pulp (bubur kertas) dan kertas adalah kualitas air limbah ,maka tujuan
upaya pengelolaan lingkungan secara spesifik adalah : Mengendalikan mutu
limbah cair yang dibuang ke sungai xyz, khususnya parameter BOD5, COD<
Padatan Tersuspensi total, dan PH; agar tidak melampaui baku mutu limbah cair
sebagaimana yang ditetapkan pemerintah, tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi
kegiatan yang sudah Beroperasi
Pengelolaan Lingkungan
Upaya pengelolaan lingkungan yang di utarakan juga mencakup upaya
pengoperasian unit atau sarana pengendalian dampak (misal unit pengelolaan
limbah),bila unit atau sarana yang dimaksud dinyatakan sebagai aktivitas dari
rencana usaha atau kegiatan.
Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Utarakan rencana lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan dengan memperhatikan
sifat dampak penting yang dikelola. Sedapat mungkin lengkap pula dengan peta
/sketsa/ gambar.
Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan dilaksanakan dengan memperhatikan sifat dampak
penting yang dikelola (lama berlangsung sifat kumulatif, dan berbalik tidaknya
dampak ),serta kemampuan pemprakarsa (tenaga, dana).
Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan
Pembiayaan untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab dari
pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan yang bersangkutan.
Pembiayaan tersebut mencakup :
a. Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta
biaya untuk kegiatan teknis lainnya.
b.Biaya personal dan biaya operasional.
c. Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional.
Institusi Pengelolaan Lingkungan
Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau
kelembagaan yang akan berurusan, berkepentingan, dan berkaitan dengan
kegiatan pengelolaan lingkungan, sesuai dengan peraturan perundang undangan
yang berlaku baik ditingkat nasional maupun daerah. Peraturan perundangundangan yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan sebagaimana diatur
dalam pasal 18 UU Nomor 4 Tahun 1982 meliputi :
1) Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Menteri Negara
Lingkungan Hidup.
2) Peraturan perundangan-undangan yang dikeluarkan oleh Badan Pengendalian
Dampak Lingkungan.

3) Peraturan Perundangan-undangan yang dikeluarkan oleh sektor terkait.


4) Keputusan Gubernur, Bupati / Walikota.
5) Peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan pembentukan
pengelolaan lingkungan.

institusi

BAB III
PENUTUP
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan danmakhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakuknya,
yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya. Lingkungan tempat bisnis akan dijalankan harus
dianalisis dengan cermat. Hal ini disebabkan lingkungan di satu sisi dapat menjadi
peluang dari bisnis yang akan dijalankan, namun disisilain lingkungan juga dapat
menjadi ancaman bagi perkembangan bisnis. Keberadaan bisnis dapat
berpengaruh terhadap lingkungan, baik lingkungan masyarakat maupun
lingkungan ekologi tempat bisnis yang akan dijalankan. Analisis aspek lingkungan
tidak hanya membahas tentang kesesuaian lingkungandengan bisnis yang akan
dijalankan, tetapi juga membahas tentang dampak bisnis terhadaplingkungan serta
pengaruh perubahan lingkungan yang akan datang terhadap bisnis.
Suatu bisnis dapat menimbulkan berbagai aktivitas sehinggga menimbulkan damp
ak bagilingkungan disekitar lokasi bisnis. Perubahan kehidupan masyarakat
sebagai akibat dariadanya aktivitas bisnis dapat berupa semakin ramainya lokasi
disekitar lokasi bisnis,timbulnya kerawanan sosial, timbulnya penyakit
masyarakat, juga perubahan gaya hidupsebagai akibat masuknya tenaga kerja dari
luar daerah. Oleh karena itu, analisis pada aspek lingkungan memerlukan
kemampuan analisis yang lebih komprehensif.