Anda di halaman 1dari 4

IX.

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN

A. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilaksanakan melalui 3 tahap, yaitu:
1. Tahap Persiapan
a. Perijinan
Penyuluhan kepada masyarakat dan kader kesehatan di Desa Cindaga
mendapatkan izin secara lisan dari Kepala Puskesmas yang dikoordinasikan
dengan petugas kesehatan yang ada di lapangan untuk mengadakan
penyuluhan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.
b. Materi
Materi yang disiapkan adalah materi tentang penyakit TB berupa penyebab,
faktor resiko terjadinya TB, gejala penyakit TB, pengobatan dan upaya
pencegahan terhadap penyebaran serta penularan TB .
c. Sarana
Sarana yang dipersiapkan berupa alat tulis dan ruangan tempat penyuluhan.
2. Tahap pelaksanaan
a. Judul Kegiatan
Penyuluhan Tentang Penularan Dan Pencegahan Penyakit TBC.
b. Waktu dan tempat
Hari

: Rabu

Tanggal

: 10 Agustus 2016

Tempat

: Posyandu 13 Cindaga, Kebasen

Waktu

: pukul 09.30 WIB

B. Evaluasi
1. Input
a. Sasaran
Sebanyak 4 kader posyandu dan 24 peserta hadir dalam kegiatan penyuluhan.
Kader yang mengikuti kegiatan penyuluhan terlihat sangat antusias dalam

mengikuti kegiatan, dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh


peserta dan para kader.
b. Sumber Daya
Evaluasi sumber daya meliputi evaluasi terhadap 5 M yaitu man, money,
method, material, machine.
1) Man: Pemateri yaitu Utiya Nur Laili dan Mutiara Chandra Dewi
menyampaikan materi yang berisi definisi, etiologi, faktor risiko, cara
penularan, cara pencegahan, pengobatan serta pentingnya screening
keluarga penderita TB.
2) Money: Sumber pembiayaan yang digunakan cukup untuk menunjang
terlaksananya kegiatan. Anggaran yang dihabiskan adalah sejumlah Rp.
110.000,00 untuk seluruh keperluan yang dibutuhkan dalam kegiatan
penyuluhan.
3) Method: Metode diskusi interaktif dan pemberian materi secara lisan.
4) Machines: Ruangan telah disediakan dan disiapkan oleh kader kesehatan.
5) Materials: Materi penyuluhan diperoleh dari beberapa sumber. Pelaksana
kegiatan juga memberikan leaflet berisi ringkasan materi yang disampaikan
saat presentasi materi berlangsung.
2. Proses
a. Perencanaan
Penyuluhan kepada masyarakat dan kader kesehatan diselenggarakan di
Posyandu 13 Desa Cindaga. Materi disampaikan dengan metode presentasi
yang meliputi definisi, etiologi, faktor risiko, cara penularan, cara mengenali
gejala, pengobatan dan pencegahan penularan TB.
b. Pengorganisasian
Pemateri berokoordinasi dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Kebasen
dan kader kesehatan Posyandu 13 Desa Cindaga menuju ke tempat
penyuluhan.
c. Penggerakan dan Pelaksanaan Kegiatan

Penyuluhan dilaksanakan setelah kegiatan rutin posyandu balita. Peserta yang


telah mengikuti kegiatan tersebut kemudian diarahkan ke tempat penyuluhan
yang sudah disediakan. Sebanyak 24 peserta mengikuti penyuluhan. Acara
diawali dengan pemberian sambutan dari perwakilan dokter muda kedokteran
Unsoed dan dr. Nendyah Roestijawati, MKK selaku pembimbing fakultas.
Peserta sangat antusias mengikuti program penyuluhan dibuktikan dengan
jumlah pertanyaan yang diajukan peserta mengenai TB paru dan cara
pencegahan. Materi disampaikan dengan metode presentasi yang meliputi
definisi, etiologi, faktor risiko, cara penularan, cara mengenali gejala,
pengobatan, dan pencegahan penularan TB. Kegiatan berhasil dilaksanakan
pada hari Rabu, 10 Agustus 2016. Acara dimulai pukul 09.30, dan berakhir
pukul 11.00.
d. Pengawasan dan Pengendalian
Acara dimulai pukul 09.30, mundur 30 menit dari waktu yang sudah
dijadwalkan karena peserta baru dapat berkumpul pada jam tersebut. Acara
berlangsung selama 90 menit. Seluruh rangkaian acara terlaksana dan sesuai
dengan alokasi waktu yang diberikan.
3. Output
Evaluasi dilakukan dengan cara pretest dan posttest secara tertulis menggunakan
kuesioner untuk menilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan.
Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai
penyakit TB Paru. Sebelum penyuluhan hanya 58,3% peserta memiliki
pengetahuan yang baik mengenai penyakit TB, kemudian meningkat menjadi 96%
setelah dilakukan penyuluhan.
C. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
a. Gambaran penyakit TB di wilayah kerja Puskesmas Kebasen Tahun 2015
sebanyak 23 kasus.
b. Riwayat kontak, kurangnya pengetahuan, perilaku kurang bersih dan sehat
serta status gizi yang buruk mempengaruhi angka kejadian TB.

c. Alternatif pemecahan masalah pada penelitian ini adalah melakukan


penyuluhan langsung mengenai TB paru dan cara pencegahannya kepada
pasien TB, keluarga, serta masyarakat; melakukan penyuluhan dan pelatihan
kepada kader mengenai TB paru serta cara pencegahannya, dan;
membagikan leaflet tentang penyakit TB dan cara pencegahannya kepada
masyarakat; serta menjaring sputum (active case finding) kepada keluarga
dan lingkungan tempat tinggal pasien TB paru.
2. Saran
a. Bagi penderita TB
Melakukan pengobatan hingga selesai dan melakukan perilaku hidup bersih
dan sehat untuk mencegah penularan terhadap lingkungan sekitar.
b. Bagi masyarakat dan kader kesehatan
Meningkatkan pengetahuan tentang TB paru sehingga dapat menumbuhkan
kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta bersama-sama
menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat serta segera
melakukan screening TB apabila menemui gejala TB pada diri sendiri
maupun orang disekitarnya.
c. Bagi puskesmas
Mengurangi kejadian TB dengan meningkatkan program promosi kesehatan
baik di Puskesmas maupun melalui kader tiap desa secara active case finding
kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal pasien TB paru.
d. Bagi peneliti
Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang
mempengaruhi kejadian TB paru serta alternatif penyelesaian masalah yang
dapat dilakukan.