Anda di halaman 1dari 1

BAB I

1.1 Latar belakang


Rongga-rongga serosa dalam badan normal mengandung sejumlah kecil cairan.
Cairan itu terdapat antara lain dalam rongga perikardium, rongga pleura, rongga perut
dan berfungsi sebagai pelumas agar membran-membran yang dilapisi mesotel dapat
bergerak tanpa geseran. Jumlah cairan itu dalam keadaan normal hampir tidak dapat
diukur karena sangat sedikit. Jumlah itu mungkin bertambah pada beberapa keadaan
dan akan berupa transudat atau eksudat.
Fungsi dari transudat dan eksudat adalah sebagai respon tubuh terhadap adanya
gangguan sirkulasi dengan kongesti pasif dan oedema (transudat), serta adanya
inflamasi akibat infeksi bakteri (eksudat). Transudat terjadi sebagai akibat proses
bukan radang oleh gangguan kesetimbangan cairan badan (tekanan osmosis koloid,
stasis dalam kapiler atau tekanan hidrostatik, kerusakan endotel, dsb), sedangkan
eksudat bertalian dengan salah satu proses peradangan. Berat jenis transudat pada
umumnya kurang dari 1.012 yang mencerminkan kandungan protein yang rendah dan
tidak membeku.
Kelainan-kelainan yang dapat menimbukan transudat (Regina, 2011), antara lain:
Penurunan tekanan osmotic plasma karena hipoalbuminemi, Sindroma nefrotik,
Cirrhosis hepatis, Peningkatan retensi Natrium dan air, Penggunaan natrium dan air
yang meningkat, Penurunan ekskresi Natrium dan air (contoh : gagal ginjal),
Meningkatnya tekanan kapilaer / vena, Kegagalan jantung, obstruksi vena porta,
perikarditis constrictif, obstruksi limfe.
Gagal jantung adalah suatu keadaan patolofisiologis berupa kelainan fungsi
jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan
metabolism jaringan dan atau kemampuannya ada kalau disertai peninggian volume
diastolik secara abnormal, sehingga cairan keluar dari pembuluh dan masuk ke dalam
jaringan yang disebut transudat.

Sumber
http://ripanimusyaffalab.blogspot.co.id/2010/02/transudat-dan-eksudat.html
http://niningputrydaningsih.blogspot.co.id/2014/12/makalah-gagal-jantunglengkapoey.html