Anda di halaman 1dari 5

PERCOBAAN III

Mikroprosesor dan Interface 1


Judul

:
Simulasi Close Loop Control Dasar (1) : Penyalaan LED melalui switch yang dikontrol oleh
Rangkaian berbasis CPU Z80
Tujuan
:
1. Memahami prinsip dasar minimum system CPU Z80 yang terdiri dari CPU, Memory dan
Peripheral Input/Output sebagai controller.
2. Praktikan dapat menganalogikan percobaan control loop tertutup ini, baik dari segi
perangkat keras maupun dari segi perangkat lunaknya (program), dengan sitem dan
program control loop tertutup yang sebenarnya (dimensi yang aplikatif).
Peralatan
:
1. Modul FZ80CPU
2. DC Power Supply (Regulated +5V)
3. Modul FZ80 I/O
Dasar Teori

Pengertian dasar suatu system control loop tertutup (close loop control) adalah suatu
system yang mempunyai terminal masukan, terminal keluaran dan formulasi matematik
fungsi output (terminal keluaran) terhadap input (terminal masukan), yang data terminal
keluaran (output) sebagian atau sampling bagian outputnya diumpan balik ke terminal
masukan unuk dijadikan pembanding/penguran nilai data referensi/input dan dapat
mempengaruhi unjuk kerja / kinerja keluaran dari system.
Contoh analogi fisik dalam system rangkaian control yang sebenarnya misalnya, suatu
rangkaian pengontrol temperature pada suatu boiler. Outputnya adalah berbentuk heate,
sedang inputnya berbentuk sensor temperature. Metode yang paling sederhana untuk
merealisasikan algoritma program kontrolnya adalah, bila suhu terlalu tinggi (disbanding
referensi yang telah diberikan), maka heater dimatikan. Sedang bila rendah, heater
dinyalakan. Hubungan input-output inilah yang dinatakan sebagai hubungan loop tertutup.
Dalam hal ini, yang disebut sebagai rangkaian control elektronik adalah mempunyai
makna suatu system yang mempunyai piranti inpu-output. Piranti input berfungsi sebagai
piranti penerima data-data dari system yang dikontrol, sedang piranti output berfungsi
sebagai pemberi akal kepada system yang dikontrol. Rangkaian control elektronik berbasis
mikroprosesor mempunyai pengertian yang lebih mendalam, bahwa otak dari rangkaian
elektronik tersebut adalah suatu mikroprosesor dengan arahan operasi program kemudinya.
`Syarat bahwa rangkaian control harus memiliki output sebagai actuatot dan input yang biasa
disebut sebagai sensor, menunjukan bahwa ruang lingkup tata rangkaian atau perangkat
kerasnya adalah amat relative dan sangat tergantung dari permasalahan yang hendak
diontrolnya. Untuk setiap rangkaian control berbasis mikroprosesor dapat menerapkan
berbagai Peripheral input-Output untuk membentuk fungsi sensor dan actuatot itu. Realisasi
perancangan dapat berkembang dari mulai satu bit input dan satu bit output sampai dengan
bittak terhingga.
Sistem rangkaian berbasis mikroprosesor Z80 dalam bentuk yang paling ringkas tapi
telah memenuhi persyaratan sebgai system control elektronik ditunjukkan dalam bentuk blok
diagram dalam Gambar 3-1 berikut ini.

Gambar 3-1 Blok Diagram Dasar Sistem Rangkaian berbasi Mikroprosesor


Blok Diagram rangkaian diatas terdiri dari 3 komponen pendukung utama yaitu :
1. CPU / Mikroprosesor TMPZ84C00
2. Sistem Memor : dapat berupa EPROM dan RAM
3. Sistem piranti I/O (Input/Output) : berupa IC peripheral
Piranti Input-Output dari system control diatas merupakan pintu gerbang hubungan ke
system yang akan dikontrol. Aksi yang dikehendaki oleh system control ini dapat diwujudkan
sebagai perintah pengemudian suatu actuatot, yang level awal keluaran dari system
kontrolnya adalah level biner. Demikian pula untuk masukan yang akan dijadikan referensi
aksi system konrol. Masukan ini diambil melalui gerbang Peripheral Input, yang level akhir
data diwujudkan dalam biner pula.

Gambar 3-2 Ilustrasi blok diagram Sistem yang dikontrol


Sedangkan yang disebut sebagai system yang dikontrol diilustrasikan pada Gambar 32. Blok Diagram ini dapat mewakili selutuh model permasalahan yang dapat diatur dengan
control elektronik. Terminal Input, paling tidak dapat terdiri dari sebuah jalur atau lebih yang
beroperasi pada logika digital. Demikian pula pada terminal output, dapat terdiri dari sebuah
jalur atau lebih yang beroperasi pada logika dihital pula.
Dalam praktek, terminal input maupun terminal output system yang dikontrol dapat
beroperasi pada bermacam-macam besaran. Akan tetapi besaran ini harus diterjemahkan ke
dalam besaran logika dengan level yang sesuai bila hendak dihubungkan ke system rangkaian
berbasis mikroprosesor itu. Piranti-piranti penerjemah ini disebut sebagai interface ke piranti
Sensor dan Actuator.
Bila system rangkaian control pada gambar 3-1 digabung dengan rangkaian yang
dikontrol maka blok diagramnya menjadi seperti gambar berikut.

Gambar3-3 Ilusrasi Blok diagram Sistem rangkaian berbasis mikroprosesor yang


digabung dengan system yang dikontrolnya
Suatu system Minimum yang menggunakan CPU Z80 dengan fasilitas 8-bit Input Port
dan 8-bit Output Port dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 3-4 Blok Input/Output pada system rangkaian control berbasis Mikroprosesor
dengan alamat kerja tertentu
Dalam Percobaan ini akan dapat mempelajari suatu teknik dasar untuk mengaktifkan
Input dan Output Port dari suatu system minimum CPU Z80, sebagai analogi dari suatu
system kkontrol loop tertutup. Setiap data yang di-set pada Input Port akan ditampilkan ke
Output Port dalam bentuk nyala LED.

PERCOBAAN IV
Mikroprosesor dan Interface 1
Judul

:
Simulasi Close Loop Control Dasar (2) : Kontrol Digital to Digital, Arah gerakan pendulum nyala
LED menggunakan Switch ON/OFF.
Tujuan
:
1. Praktikan dapat menguasai aplikasi dasar pengontrolan digital movement dalam sua arah
gerakan melaui simulasi pendulum LED
2. Praktikan dapat memahami dan dapat merangkai dasar-dasar peralatan Input/Output pada
suatu sistem rangkaian berbasis mikroprosesor
Peralatan
:
1. Modul FZ80CPU dengan RAM 62256 pada soket IC1
2. DC Regulator Power Supply +5V
3. FZ80 I/O sebagai Input/Output Port Interfacing
Dasar Teori

Gerakan pendulum adalah suatu gerakan ayunan bolak-balik dari suatu benda yang
disebut pendulum atau semacamnya. Gerakan ini akan disimulasikan melalui penyalaan LED
pada FZ80 I/O dari D7 s/d D0. Formasi nyala LED dapat di-set dialamat yang ditunjukkan
oleh label data. Nyala ini bergerak kekiri dan kekanan dengan irama dan kecepatan ayun
tertentu. Ilustrasinya ada;ah sebagai berikut.

Gambar 4-1 Ilustrasi gerakan pendulum pada nyala LED


Arah ayun LED ini dapat diatur melalui pemilihan posisi ON (1) atau OFF (0) dari
switch input yang tersedia di modul Fz80 I/O juga. Hubungan antara pemilihan arah pada
saat ayunan nyala LED sedang terjadi inilah yang dimaksudkan sebgai simulasi suatu
hubungan input-output pada suatu system control lengkap. Bahwa pada saat program sedang
running, dapat dilakukan suatu langkah ionteraksi antara user dengan system control melalui
switch. User dapat memilih dan mengubah kelakuan system pada saat system dalam konsisi
running.

PERCOBAAN V
Mikroprosesor dan Interface 1
Judul :
Simulasi Close Loop Control Dasar : Kontrol Digital to Digital, Kecepatan Display menggunakan
Switch ON/OFF.
Tujuan
:
3. Memberikan penguasaan aplikasi dasar pengontrolan kecepatan digital movement
melalui simulasi gerakan display LED yang dapat dianalogikan dengan besaran listrik
atau fisika dalam teknik control aplikatif
4. Praktikan dapat memahami dan dapat merangkai dasar-dasar peralatan Input/Output pada
suatu system rangkaian berbasis mikroprosesor
Peralatan
:
4. Modul FZ80CPU dengan RAM 62256 pada soket IC1
5. DC Regulator Power Supply +5V
6. FZ80 I/O sebagai Input/Output Port Interfacing
7. (Optional): EPROM Emulator & IBM PC dilengkapi editor & compiler Z80
Dasar Teori

Sistem Kontrol Loop Tertutup (Closed-Loop) adalah sistem kontrol yang sinyal
keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengontrolan, Sistem kontrol lup
tertutup juga merupakan sistem kontrol berumpan balik. Sinyal kesalahan penggerak, yang
merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik (yang dapat berupa sinyal
keluaran atau suatu fungsi sinyal keluaran atau turunannya, diumpankan ke kontroler untuk
memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem mendekati harga yang diinginkan.
Dengan kata lain, istilah lup tertutup berarti menggunakan aksi umpan balik untuk
memperkecil kesalahan system.

Percobaan ini adalah pengembangan dari percobaan tentang control I/O melalui
simulasi switch dan LED di FZ80 I/O. didalam percobaan ini diberikan dua buah program
yang lebih kompleks untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana
operasi penyalaan sekumpulan formasi LED dapat dikontrol kecepatan display nya melalui 8
buah switch yang tersedia.
Selain daripada model control kecepatan, struktur pemanggilan formasi data tampilan
adalah juga suatu hal yang menarik untuk dipelajari. Yaitu bagaimana menerapkan system
Loading Data berstruktur dalam pemanggilan data berurut.