Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MATEMATIKA INDUSTRI

APLIKASI INTEGRAL DALAM BIDANG EKONOMI &


TEKNOLOGI

DISUSUN OLEH :
MUTYA PRAMUDITAWATI
125100301111102
KELAS P

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

FUNGSI MATEMATIKA DALAM EKONOMI


Fungsi matematika dalam elkonomi untuk mewakili teori ekonomi dan
menganalisis masalah yang diajukan dalam ekonomi .
Matematika ekonomi adalah suatu pendekatan analisis ekonomi dengan
menggunakan simbol-simbol matematika dan logika matematika dalam merumuskan teori
ekonomi dan permasalahan dalam ilmu ekonomi. Sebelum matematika ekonomi diadopsi
secara luas, teori ekonomi masih mengandalkan analisis grafik; namun analisis ini
terkendala oleh visualisasi yang hanya terbatas pada dua dimensi karena visualisasi lebih
dari dua dimensi tidak mudah difahami. Baru setelah tahun 1950, perkembangan
matematika ekonomi makin pesat seiring berpindahnya para ahli-ahli matematika menjadi
akademisi ekonomi seperti Kenneth Arrow, Gerard Debreu, Frank Hahn dan Hildenbrandt.
Dengan bahasa matematika, penggunaan ekspresi verbal digantikan dengan simbol-simbol
matematika sehingga penyampaian ide bisa lebih efisien, lebih akurat dan lebih sistematis.
APLIKASI INTEGRAL DALAM BIDANG EKONOMI :
Integral merupakan suatu objek matematika yang dapat diinterpretasikan sebagai
luas wilayah ataupun generalisasi suatu wilayah. Proses menemukan integral suatu
fungsi disebut sebagai pengintegralan ataupun integrasi.
Dalam aplikasi Integral Ekonomi dapat dibedakan menjadi 5 fungsi yaitu :
1. Fungsi Biaya
Contoh : Biaya marjinal suatu perusahaan ditunjukkan oleh MC = 3Q2 - 6Q +
4. Carilah persamaan biaya total dan biaya rata-ratanya.
Jwb: Biaya total C = f(Q)
Biaya marjinal : MC = C1 = dC/dQ = f1 (Q)
Biaya total tak lain adalah integrasi dari biaya marginal
C = MC dQ = f1 (Q) dQ
Penyelesaian dari masalah yang tersebut diatas:
Biya total : C = MCdQ
= (3Q2 - 6Q + 4.) dQ

= Q3 - 3Q2 + 4Q + k
Biaya rata-rata : C/Q = Q3 - 3Q2 + 4Q + k/Q
Konstanta k tak lain adalah biaya tetap. Jika diketahui biaya tetap tersebut
adalah 4, maka:
C = Q3 - 3Q2 + 4Q + 4
AC = Q3 - 3Q2 + 4Q + 4/Q
2. Fungsi Penerimaan
Contoh : Carilah persamaan penerimaan total dan penerimaan rata-rata dari
suatu perusahaan jika penerimaan marjinalnya MR = 16 4Q.
Jwb : Penerimaan total : R = f(Q)
Penerimaan marjinal : MR = R1 = dR/dQ = f1 (Q)
Penerimaan total tak lain adalah integral dari penerimaan marjinal
R = MR dQ = f1 (Q) Dq
Penyelesaian dari masalah yang tersebut diatas:
Penerimaan total : R = MR dQ
= (16 4Q) dQ
= 16Q 2Q2
Penerimaan rata-rata : AR = R/Q = 16 2Q
Dalam persamaan penerimaan total konstanta k = 0, sebab penerimaan tidak
akan ada jika tak ada barang yang dihasilkan atau terjual.
3. Fungsi Utilitas
Contoh : Carilah persamaan utilitas total dari seorang konsumen jika utilitas
marjinalnya MU = 90 10Q
Jwb: Utilitas total : U = f(Q)
Utilitas marjinal : MU = U1 = dU/dQ = f1 (Q)
Utilitas total tak lain adalah integral dari utilitas marjinal
U = MU dQ = f1 (Q) dQ
Penyelesaian dari masalah yang tersebut diatas:
Utilitas total: U = MU dQ
= (90 10Q) dQ

= 90Q 5Q2
Seperti halnya produk total dan penerimaan total, disinipun konstanta k = 0,
sebab tak ada kepuasan atau utilitas yang diperoleh seseorang jika tak ada
barang yang dikonsumsi.
4. Fungsi Produksi
Contoh : Produk marjinal sebuah perusahaan dicerminkan oleh MP = 18x 3x2
. carilah persamaa produk total dan produk rata-ratanya.
Jwb: Produsi total :P = f(x) dimana.
P = keluaran; x = masukan
Produk marjinal : MP = P1 = dP/dX = f1 (x)
Produk total tak lain adalah integral dari produk marjinal
P = MPdX = f1 (x) dX
Penyelesaian dari masalah yang tersebut diatas:
Produk total : P = MPdX
= (18x 3x2 ) dX
= 9x2 x3
Produk rata-rata : AP = p/x = 9x x2

5. Fungsi Konsumsi dan Tabungan


Contoh : carilah fungsi konsumsi dan fungsi tabungan masyarakat sebuah
negara jika diketahui outonomous consumption-nya sebesar 30 milyar dan MPC
= 0,8.
Jwb: Dalam ekonomi makro, konsumsi (C) dan tabungan (S) dinyataka
fungsional terhadap pendapatan nasional (Y).
C = f(Y) = a + By
MPC = C 1 = dC/dY = f 1 (Y) = b
Karena Y = C + S, maka
S = g(y) = -a + (1 b) Y
MPS = S1 = dS/dY = g 1 (Y) = (1 b)
Berdasarkan kaidah integrasi, konsumsi da tabungan masing-masing adalah

integral dari marginal propensity to consume dan marginal propensity to save.


C = MPC dY = F(Y) + k k a
S = MPS dY = G(Y) + k k -a
Konstanta k pada fungsi produksi ada fungsi tabungan masing-masing adalah
outonomous consumption dan outonomous saving.
Penyelesaian dari masalah yang tersebut diatas:
C = MPC dY = 0,8 Y + 30 milyar.
S = MPS dY = 0,2 Y 30 milyar.
Atau S = Y C = Y (0,8 Y 30 milyar) = 0,2Y 30 milyar.
Aplikasi Integral Tertentu dalam Surplus Konsumen dan Surplus Produsen
Operasi hitung integral dapat diterapkan dalam persoalan ekonomi, misalnya dalam
integral tak tentu digunakan menghitung fungsi total, dan dalam integral tertentu digunakan
untuk menghitung surplus konsumen dan surplus produsen.
Jika diketahui fungsi demand dan supply suatu barang, operasi hitung integral dapat
dipakai untuk menghitung surplus konsumen dan surplus produsen pada saat market
equilibrium atau pada tingkat harga tertentu.
1. Surplus Konsumen
Konsumen yang mampu atau bersedia membeli barang lebih tinggi (mahal) dari
harga equilibrium P0 akan memperoleh kelebihan (surplus) untuk tiap unit barang yang
dibeli dengan harga P0. Pada saat equilibrium, jumlah total pengeluaran (total expenditure)
konsumen = P0.X0 yang dalam gambar ini adalah luas empat persegi panjang 0ABC,
sedangkan konsumen yang tadinya bersedia membeli barang ini lebih tinggi dari harga P0
akan menyediakan uang yang banyaknya = luas daerah yang dibatasi kurva demand yang
sumbu tegak P, sumbu mendatar X, dan garis ordinat x = x0 (yakni = luas daerah 0ABF).
Karena itu, besarnya surplus konsumen yakni selisih antara jumlah uang yang
disediakan dikurangi dengan jumlah pengeluaran nyata konsumen sehingga surplus
konsumen dapat dinyatakan sebagai berikut:
SK = Luas 0ABF Luas 0ABC = Luas daerah CBF = o xof(x).dx P0.X0
Jika dari fungsi demand p = f(x) maka hasil dari 0af(x).dx adalah jumlah uang yang
disediakan.
2. Surplus Produsen
Surplus produsen adalah selisih antara hasil penjualan barang dengan jumlah
penerimaan yang direncanakan produsen dalam penjualan sejumlah barang. Pada saat harga
terjadi price equilibrium P0 maka penjual barang yang bersedia menjual barang ini dibawah

harga po akan memperoleh kelebihan harga jual untuk tiap unit barang yang terjual yakni
selisih antara po dengan harga kurang dari po.
Sedangkan, pada saat equilibrium, penjual barang ini akan menerima hasil
penjualan barang sejumlah P0 . X0 yang dalam gambar adalah luas empat persegi panjang
0ABC, sedangkan sebenarnya penjual barang ini bersedia menerima sejumlah uang yang
banyaknya = luas daerah yang dibatasi kurva supply dengan sumbu P, sumbu X dan garis
ordinat x = xo (yakni luas daerah 0ABE), maka penjual barang ini akan memperoleh surplus
produsen (penjual) sebanyak berikut ini:
SP = Luas 0ABC Luas daerah 0ABE = P0.X0 - oxcg(x).dx

EKONOMI
Untuk mencari fungsi asal dari fungsi marginalnya (fungsi turunannya)
Untuk mencari fungsi biaya total
Untuk mencari fungsi penerimaan total dari fungsi penerimaan marginal
Untuk mencari fungsi konsumsi dari fungsi konsumsi marginal,
Untuk mencari fungsi tabungan dari fungsi tabungan marginal

Untuk mencari fungsi kapital dari fungsi investasi

APLIKASI INTEGRAL DALAM BIDANG TEKNIK


Dalam aplikasi integral ini terdapat 2 jenis integral yaitu :
1. Trigonometri :
Secara umum dinyatakan bahwa integral-integral yang memuat fungsi trigonometri, dapat
diselesaikan dengan memanfaatkan rumus-rumus trigonometri sederhana :

sin mx . cos nx = [sin (m + n)x + sin (m - n)x]


sin mx . sin nx =

[cos (m + n)x - cos (m - n)x]

cos mx . cos nx = [cos (m + n)x + cos (m - n)x]

sin2 x + cos2 x = 1
1 + tan2 x = sec2 x
1

Contoh :

sin5 x dx =

+ cot2 x = csc2 x

sin4 x . sin x dx = (1 cos2 x)2 . sin x dx =

(1 cos2 x)2

. sin x dx = (1 2 cos2 x + cos4 x) (sin x dx)


misal u = cos x maka du = -sin x kemudian substitusi
= (1 2 u2 x + u4 x) (-du)
= - (1 2 u2 x + u4 x) du
= -[u - u3 + u5 x] + C
substitusi u = cos x, sehingga diperoleh
= -[cos x - cos3 x + cos5 x] + C
= -cos x + cos3 x cos5 x] + C
2. Kalkulus
Prinsip-prinsip
Limit dan kecil tak terhingga
Kalkulus pada umumnya dikembangkan dengan memanipulasi sejumlah kuantitas
yang sangat kecil. Objek ini, yang dapat diperlakukan sebagai angka, adalah sangat
kecil. Setiap perkalian dengan kecil takterhingga (infinitesimal) tetaplah kecil
takterhingga, dengan kata lain kecil takterhingga tidak memenuhi properti
Archimedes. Dari sudut pandang ini, kalkulus adalah sekumpulan teknik untuk
memanipulasi kecil takterhingga.
Pada abad ke-19, konsep kecil takterhingga digantikan oleh konsep limit. Limit
menjelaskan nilai suatu fungsi pada nilai input tertentu dengan hasil dari input

terdekat. Dari sudut pandang ini, kalkulus adalah sekumpulan teknik memanipulasi
limit-limit tertentu.
Turunan

Garis singgung pada (x, f(x)). Turunan f'(x) dari sebuah kurva pada sebuah titik
adalahkemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut.
Kalkulus diferensial adalah ilmu yang mempelajari definisi, properti, dan aplikasi
dari turunan atau kemiringan dari sebuah grafik.
Konsep turunan secara fundamental lebih maju dan rumit daripada konsep
yangditemukan di aljabar. Dalam aljabar, seorang murid mempelajari sebuah fungsi
dengan input sebuat angka dan output sebuah angka. Tetapi input dari turunan adalah
sebuah fungsi dan outputnya juga adalah sebuah fungsi.
Untuk memahami turunan, seorang murid harus mempelajari notasi matematika. Dalam
notasi matematika, salah satu simbol yang umumnya dipakai untuk menyatakan turunan
dari sebuah fungsi adalah apostrofi. Maka turunan dari f adalah f'.

.
Jika input dari sebuah fungsi adalah waktu, maka turunan dari fungsi itu adalah laju
perubahan di mana fungsi tersebut berubah.
Ini memberikan nilai dari kemiringan suatu garis lurus. Jika sebuah fungsi bukanlah
garis lurus, maka perubahan y dibagi terhadap perubahan x bervariasi, dan kita dapat
menggunakan kalkulus untuk menentukan nilai pada titik tertentu. Kemiringan dari
suatu fungsi dapat diekspresikan:

di mana koordinat dari titik pertama adalah (x, f(x)) dan h adalah jarak horizontal antara
dua titik.
Untuk menentukan kemiringan dari sebuat kurva, kita menggunakan limit:

Garis singgung sebagai limit dari garis sekan. Turunan dari kurva f(x) di suatu titik
adalah kemiringan dari garis singgung terhadap kurva di titik tersebut. Kemiringan ini
ditentukan dengan memakai nilai limit dari kemiringan garis sekan.
Sebagai contoh, untuk menemukan gradien dari fungsi f(x) = x2 pada titik (3,9):

. TEKNOLOGI
Penggunaan laju tetesan minyak dari tangki untuk menentukan jumlah kebocoran

selama selang waktu tertentu


Penggunaan kecepatan pesawat ulang alik Endeavour untuk menentukan ketinggian

maksimum yang dicapai pada waktu tertentu


Memecahkan persoaalan yang berkaitan dengan volume, paanjang kurva, perkiraan
populasi, keluaran kardiak, gaya pada bendungan, usaha, surplus konsumen.

FISIKA
Analisis rangkaian listrik arus AC
Analisis medan magnet pada kumparan
Analisis gaya-gaya pada struktur pelengkung

MATEMATIKA
Menentukan luas suatu bidang
Menentukan volume benda putar
Menentukan panjang busur

DAFTAR PUSTAKA

Afriyanto, Dini. 2007. Matematika, Kelompok Teknologi, Kesehatan, Dan


Pertanian. Bandung: Grafindo Media Pratama.
Darmawan, Achmad. 2012. Manfaat Integral dalam Kehidupan Seharihari. http://darmawaninnodderz.blogspot.com/2012/09/manfaat-danfungsi-

integral-dalam.html. Diakses pada tanggal 2 Januari 2013

Kanginan, Marthen. 2007. Matematika. Bandung : PT Grafindo Media


Pratama
Sulasim, Kastolan, Johanes. 2007. Kompetensi Matematika 3. Bandung :
Yudhistira