Anda di halaman 1dari 23

BAYI TABUNG

Kelompok 1

Sejarah bayi Tabung


Inggris merupakan negara yang menjadi
tonggak awal sejarah bayi tabung di
dunia. Di sanalah sejumlah dokter untuk
pertama
kalinya
menggagas
pelaksanaan program bayi tabung. Bayi
tabung pertama yang berhasil dilahirkan
dari program tersebut adalah Louise
Brown yang lahir pada tahun 1978.

berawal dari upaya untuk mendapatkan


keturunan bagi pasangan suami isteri
yang mengalami gangguan kesuburan.
Sebelum program bayi tabung
ditemukan, inseminasi buatan dikenal
sebagai metode untuk menyelesaikan
masalah tersebut.

Macam-macam bayi tabung selanjutnya


adalah dengan menggunakan teknik
Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI).
Teknik ini sangat sesuai jika diterapkan
pada kasus sperma yang mutu dan
jumlahnya sangat minim.

Jika pada teknik IVF konvensional


membutuhkan 50 ribu-100 ribu sperma
untuk membuahi sel telur, maka pada
teknik ICSI hanya membutuhkan satu
sperma dengan kualitas bagus. Dengan
bantuan pipet khusus, sperma kemudian
disuntikkan ke dalam sel telur.

Pengertian Bayi Tabung

Bayi tabung adalah suatu metode untuk


mengatasi masalah kesuburan
(keturunan) dimana akan dilakukan bila
metode lainnya sudah tidak berhasil.

Adapun proses bayi tabung itu sendiri


mengendalikan proses ovulasi secara
hormonal, yaitu pemindahan sel telur
dari ovarium dan pembuahan oleh
sperma dilakukan dalam sebuah medium
cair.

Proses Bayi Tabung

Cara pembuatan bayi tabung atau


proses terjadinya bayi tabung, untuk
memulai proses bayi tabung dibutuhkan
tekad yang kuat mengingat
prosesnyayang tidak mudah.

Proses Bayi Tabung (IVF)

Perjuangan Sperma Menembus Sel


Telur
Untuk mendapatkan kehamilan, satu sel
sperma harus bersaing dengan sel
sperma yang lain. Sel Sperma yang
kemudian berhasil untuk menerobos sel
telur merupakan sel sperma dengan
kualitas terbaik saat itu.

Perkembangan Sel telur

Selama masa subur, wanita akan


melepaskan satu atau dua sel telur. Sel
telur tersebut akan berjalan melewati
saluran telur dan kemudian bertemu
dengan sel sperma pada kehamilan
yang normal.

Injeksi
Dalam IVF, dokter akan mengumpulkan
sel telur sebanyak-banyaknya. Dokter
kemudian memilih sel telur terbaik
dengan melakukan seleksi. sahabat
anehdidunia.blogspot.com pada proses
ini pasien disuntikkan hormon untuk
menambah jumlah produksi sel telur.
Perangsangan berlangsung 5 - 6
minggu sampai sel telur dianggap
cukup matang dan siap dibuahi.

Pelepasan Sel telur

Setelah hormon penambah jumlah


produksi sel telur bekerja maka sel telur
siap untuk dikumpulkan. Dokter bedah
menggunakan laparoskop untuk
memindahkan sel-sel telur tersebut
untuk digunakan pada proses bayi
tabung (IVF) berikutnya

Spema beku

Sebelumnya suami akan menitipkan


sperma kepada laboratorium dan
kemudian dibekukan untuk menanti saat
ovulasi. Sperma yang dibekukan
disimpan dalam nitrogen cair yang
dicairkan secara hati-hati oleh para
tenaga medis.

Menciptakan Embrio

Pada sel sperma dan sel telur yang


terbukti sehat, akan sangat mudah bagi
dokter untuk menyatukan keduanya
dalam sebuah piring lab. Namun bila
sperma tidak sehat sehingga tidak dapat
berenang untuk membuahi sel telur,
maka akan dilakukan ICSI

Pemindahan Embrio

Dokter kemudian memilih 3 embrio


terbaik untuk ditransfer yang diinjeksikan
ke sistem reproduksi si pasien.

Implanted fetus

Setelah embrio memiliki 4 - 8 sel, embrio


akan dipindahkan kedalam rahim wanita
dan kemudian menempel pada rahim.
Selanjutnya embrio tumbuh dan
berkembang seperti layaknya kehamilan
biasa sehingga kehadiran bakal janin
dapat dideteksi melalui pemeriksaan
USG

Hukum Bayi Tabung

Berdasarkan fatwa MUI, hukum bayi


tabung sah (diperbolehkan) dengan
syarat sperma dan ovum yang
digunakan berasal dari pasutri yang sah.
Sebab hal itu termasuk dalam usaha
yang berdasarkan kaidah-kaidah agama.

pasal 16 UU No. 23 Tahun 1992


tentang kesehatan yang berbunyi :
Ayat 1
Kehamilan di luar cara alami dapat
dilaksanakan sebagai upaya terakhir
untuk membantu suami istri mendapat
keturunan.

Ayat 2
Upaya kehamilan di luar cara alami
sebagimana dimaksud dalam ayat 1
hanya dapat dilaksanakan oleh
pasangan suami istri yang sah, dengan
ketentuan :

1. Hasil pembuahan sperma dan ovum


dari suami istri yang bersangkutan
ditanamkan dalam rahim istri dari asal
ovum
2. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
mempunyai keahlian dan kewenangan
untuk pembuatan bayi tabung.
3. Pada fasilitas pelayanan kesehatan
tertentu.

Ayat 3
Ketentuan mengenai persyaratan
penyelenggaraan kehamilan di luar cara
alami sebagaimana dalam ayat (1) dan
ayat (2) ditentukan dengan peraturan
perundangan.