Anda di halaman 1dari 2

KU-4097 STUDIUM GENERALE

Pada hari Sabtu tanggal 30 Maret 2013, narasumber yang hadir pada kuliah umum Studium
Generale adalah Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M. Eng, Deputi Gubernur Bidang Industri,
Perdagangan, dan Transportasi DKI Jakarta. Beliau datang dalam rangka mewakili Bapak Joko
Widodo selaku Gubernur dan Dr, Achmad Harjadi, M. Sc selaku Deputi Gubernur Bidang Tata
Ruang dan Lingkungan Hidup yang berhalangan hadir.

Beliau memberikan seminar yang berisi tentang penjelasan mengenai kondisi atau gambaran
umum kota DKI Jakarta. DKI Jakarta yang pada tahun 2013 ini akan berumur hampir 486 tahun,
merupakan kota yang rawan banjir. Sekarang ini DKI Jakarta memiliki bangunan yang sangat
banyak dan tidak sebanding dengan ruang terbuka hijau dan juga ruang terbuka biru. Banyak
wilayah yang seharusnya dipakai untuk tempat penanggulangan banjir beralih fungsi menjadi
permukiman, perdagangan, dan lain-lain. Bila dilihat pada penduduknya jumlah penduduk saat
malam hari sejumlah 9,6 juta jiwa dan 12 juta jiwa pada saat siang hari. Hal ini disebabkan
karena DKI Jakarta merupakan pusat perekonomian salah satunya di Jabodetabek. Dengan
pertambahan penduduk yang terus meningkat dan pembangunan yang tidak terkontrol
permasalahan banjir tidak dapat dihindari.

Ada 4 penyebab utama banjir DKI Jakarta, antara lain:


Air yang berasal dari Hulu
Ada 13 sungai yang melalui DKI Jakarta, sehingga debit air yang masuk ke DKI Jakarta
terhitung cukup besar.
Penurunan Permukaaan Tanah.
Pemanfaatan air tanah yang berlebihan terjadi karena peningkatan jumlah penduduk yang
tidak terkontrol, ditambah dengan pembangunan yang tidak terkontrol juga. Pemanfaatan
air tanah yang berlebihan ini lah yang dapat mengakibatkan permukaan tanah di DKI
Jakarta semakin turun.

KU-4097 STUDIUM GENERALE

Pemanasan Global
Akibat dari adanya pemanasan global bisa mengakibatkan naiknya permukaan air laut
yang bisa menyebabkan banjir di DKI Jakarta.
Akibat perilaku atau perbuatan manusia.
Banyaknya warga DKI Jakarta yang membuang sampah sembarangan, kurangnya
kesadaran warga ini juga merupakan satu satu penyebab banjir

Untuk mengendalikan banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk membuat Giant
Seawall. Air akan ditampung dan diolah dengan penyaring limbah untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu juga akan dilakukan pengerukan dasar sungai untuk membersihkan endapan lumpur
yang sudah hampir 40 tahun tidak di pernah dikeruk. Permasalahan sampah termasuk salah satu
dampak dari perilaku manusia yang kurang memperhatikan sungai. Jadi diperlukan faktor nonengineering untuk menanganinya.

Untuk menyukseskan program pemerintah ini dibutuhkan peran dari berbagai pihak khususnya
warga DKI Jakarta, karena segala program ini akan sia-sia tanpa kontribusi daripihak-pihak yang
terkait lainnya.