Anda di halaman 1dari 2

Soal Kasus Perencanaan Pajak Minggu Ke VI: Pemilihan Kegiatan Usaha

Soal 1:
PT PB adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang restoran dan
mempunyai banyak cabang di Indonesia. Dalam perkembangannya, PT PB
mempunyai beberapa inovasi berikut ini.
a. Bekerjasama dengan perusahaan asuransi dimana setiap pembayaran dari
pembelian makanan dan minuman sudah termasuk premi asuransi jiwa. PT
PB bekerja sama dengan perusahaan asuransi X untuk mengumpulkan premi
asuransi ini. Pihak pembeli dapat mengklaim asuransi apabila mengalami
gangguan kesehatan yang mengharusnkan tinggal di rumah sakit. Apabila
tidak melakukan klaim maka, dalam jangka waktu lima tahun, seluruh premi
yang dibayar konsumen dikembalikan oleh PT PB.
b. PT PB melakukan promosi hamil baru bayar. Setiap konsumen yang hendak
melakukan pesta perkawinan di restoran PT PB diperbolehkan untuk
membayar apabila sudah hamil. Apabila belum hamil maka tidak perlu bayar
apapun atas semua biaya pesta perkawinannya.
c. PT PB hendak membuka rumah sakit untuk menampung seluruh konsumen
yang sakit dan melakukan klaim biaya rumah sakit ke asuransi (lihat kasus
butir a). Manajemen PT PB menginginkan rumah sakit ini menjadi satu badan
hukum dengan usaha restoran yang sudah ada selama ini.
d. PT PB merencanakan untuk membeli ruko-ruko yang ada dan menyewakan
ruko kepada orang-orang pribadi yang hendak membuka restoran.
Selanjutnya, penyewa ruko juga menjadi pembeli franchise PT PB. Pada akhir
tahun kelima, PT PB akan menjual ruko yang dimilikinya kepada penyewa
franchise dengan harga 10% diatas harga belinya.
e. PT PB membuka usaha pembuatan roti dan menjual roti di kafe-kafe yang
didirikan oleh PT PB. Selain itu, roti-roti dan makanan juga dijual dalam
bentuk katering ke berbagai perusahaan yang ada.
f.

Beberapa pemegang saham PT PB hendak membuka restoran sendiri namun


tidak menjadi bagian dari PT PB. Mereka tidak mau dibebani biaya franchise
karena mereka merasa adalah pemegang saham PT PB. Seluruh bahan baku
dibeli dari PT PB dan diolah di restoran yang dimiliki PT PB. Hasil penjualan
masuk ke para orang pribadi tersebut.

Pertanyaan: bagaimana pendapat anda terhadap kasus tersebut?

Soal 2:
PT X adalah sebuah PT yang sudah berjalan lama dan cukup sukses. Dalam
perkembangannya, PT X hendak melakukan aktivitas tanggung jawab sosial
perusahaan. PT X selanjutnya mendirikan rumah sakit kecil dan semua perijinan
diatasnamakan pemegang saham pribadi Ibu E. PT X juga membuka apotik atas
nama pemegang saham yang lain yaitu Bapak F. Selama ini hasil penjualan apotik
dan rumah sakit tidak dimasukkan ke PT X karena dianggap bukan bagian dari
akivitas utama PT X. PT X juga membuka sekolah TK sampai SMA dimana semua
pembiayaan berasal dari PT X namun diatasnamakan para pemegang saham PT X.
Selain itu, para pemegang saham PT X juga membuka sebuah PT Perkebunan di
Pacet dengan mempekerjakan penduduk di daerah sekitar namun semua biaya
ditanggung oleh PT X. Hasil penjualan dianggap sebagai penerimaan PT Perkebunan
tersebut. Selama ini PT Perkebunan tersebut mengalami kerugian namun masih
ditanggung oleh PT X.
Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda terhadap kasus tersebut?
Soal 3:
Taman bermain Senang adalah taman bermain keluarga yang dimiliki oleh
oleh Bapak A, B,C,D dan E. Setiap pendirian outlet baru maka masing-masing
personil menyetorkan modal baru dan kepemilikan diatasnamakan bersama. Semua
hasil laba selanjutnya dibagi bersama. Taman bermain Senang memberikan
hadiah berupa mainan anak-anak, alat-alat tulis dan boneka kepada konsumen
Senang yang mampu mencapai skor tertentu. Setiap konsumen harus membeli
tiket elektronik yang diisi dengan nilai tertentu, misalnya Rp.100.000,- yang dapat
digunakan untuk bermain. Konsumen juga harus memberikan uang jaminan
Rp.50.000,- kepada Senang sebagai jaminan atas kerusakan tiket elektronik
tersebut. Apabila konsumen tidak menggunakan tiket elektronik tersebut, maka
konsumen mempunyai waktu tiga bulan untuk menggunakan dana yang tersisa. Jika
lebih dari tiga bulan maka dana simpanan hangus.
Selanjutnya, adik bapak A, yaitu Bapak F, bertindak sebagai pemasok hadiah.
Taman bermain Senang hanya membayar ke Bapak F sebanyak hadiah yang
diberikan ke konsumen namun taman bermain Senang dapat memesan hadiah
sebanyak yang diperlukan (untuk keperluan display). Pada tahun 2013, taman
bermain Senang juga membuka usaha penitipan anak dan pendidikan membaca
dan menulis sambil bermain, restoran kecil dan toko buku di lokasi usaha Senang.
Pertanyaan: lakukan analisis perpajakan taman bermain Senang.