Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Bismillahhirrahmannirrahhim
Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya hingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
Geologi Sulawesi .
Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita baginda Nabi Besar
Muhammad SAW.
Dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dari segi penyusunan
dan isinya, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya dengan penuh kerendahan hati penulis harapkan makalah ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi pembacanya.

Padang, 1 Desember 2014


Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR.

BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
b. Rumusan Masalah
c. Tujuan Rumusan Masalah.

4
5
5
1

BAB II PEMBAHASAN
a. Geologi Pulau Sulawesi Secara Umum..
b. Karakteristik Sulawesi Tengah...
c. Morfologi Sulawesi Tengah.
d. Fiografi Sulawesi Tengah.......

6
9
11
12

BAB III
a. Kesimpulan.
b. Saran...

15
15

DAFTAR PUSTAKA.

16

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Peta Geologi Pulau Sulawesi

Gambar 2. Pulau Sulawesi di Zaman Eosen..

Gambar 3. Pulau Sulawesi di Zaman Miosen

Gambar 4. Pulau Sulawesi di Zaman Pliosen

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan suatu Negara yang berbentuk kepulauan. Indonesia memanjang
yang berbentuk linear dari Sabang di ujung barat hingga Merauke di ujung timur. Jumlah
pulau di Indonesia sekitar 17.000 pulau dengan lima pulau besar, yaitu Jawa, Sumatra,
Kalimantan, Sulawesi, dan Irian sedangkan lainya merupakan pulau- pulau kecil seperti
Pulau Bali, Madura, dll. Bentuk kepulauan Indonesia tidak lepas dari sejarah pembentukanya
baik proses endogen maupun eksogen. Kerangka geologi dan tektonik Indonesia didominasi
3

oleh interaksi antara empat lempeng lifosfer utama yaitu lempeng Eurasia, Philipina, Pasifik,
dan Indoustralia yang bergerak satu dengan yang lainya.
Keempat lempeng dunia yang berada di Indonesia memberikan bentuk morfologi
Indonesia yang selalu berubah dari waktu ke waktu pembentukan morfologi Indonesia
sebagian besar di karenakan pertemuan dua lempeng antara keempat lempeng tersebut baik
lempeng benua maupun lempeng samudra. Fisiografi bagian besar wilayah Indonesia di
dominasi oleh perbukitan dan pegunungan.
Hal ini disebabkan karena Indonesia di lewati jalur pegunungan api dinia yaitu jalur
pegunungan Mediterania masuk ke Indonesia melalui Sumatra, Jawa, Bali, kepulauan Nusa
Tenggara dan melingkar ke laut Banda, sedangkan jalur pegunungan pasifik masuk ke
Indonesia melalui Sangihe - Talaud, minahasa, halmahera terus ke laut banda.
Pulau sulawesi merupakan salah satu pulau besar di Indonesia yang bentuknya
meramping. Pulau ini letaknya di Indonesia bagian timur yang di lewati oleh jalur
pegunungan pasifik yang bersifat vulkan dan terbentuk oleh adanya pertemuan tiga lempeng
yaitu lempeng Eurasia, Indoustralia, dan Pasifika. Oleh karena itu wilayahnya rawan oleh
bencana alam baik gunung meletus dan juga gempa bumi.
Sulawesi adalah bersatunya bagian barat dan bagian timur Sulawesi yang berbentuk
K, terbentuknya jalur gunungapi dalam Mandala Geologi Sulawesi Barat, serta terjadinya
sesar Palu-Koro yang berarah barat laut tenggara. Di daerah Kabupaten Mamuju dan
Majene berkembang beberapa sesar ikutan atau sesar sekunder yang berarah hampir barat
timur. Inventarisasi bahan galian non logam di daerah Kabupaten Majene dilakukan baik
melalui kajian dari laporan penyelidikan terdahulu (data sekunder) maupun pengamatan
langsung di lapangan (data primer).
Hasilnya, bahan galian yang terdapat di Kabupaten Majene adalah dasit,
batugamping, lempung, sirtu, zeolit, dan lempung bentonitan. Disamping itu, juga diketahui
adanya indikasi keterdapatan batubara dan pasir besi.

B.

Perumusan Masalah
Dari uraian latar belakang tersebut di atas dapat di rumuskan permasalahan yang akan

di bahas dalam makalah ini, yaitu sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.
5.

Bagaimana geologi Pulau Sulawesi secara umum?


Bagaimanakah Karakteristik Sulawesi bagian tengah secara khusus?
Bagaimanakah fisiografi Sulawesi ?
Bagaimanakah proses tektonik yang membentuk Sulawesi?
Bagaimanakah Kondisi morfologi Sulawesi?

C. Tujuan Penulisan
5

Dari penulisan makalah ini, tujuan yang akan di capai adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Mengetahui gomorfologi Pulau Sulawesi secara umum.


Dapat mengetahui bagaimana karakteristik Sulawesi bagian tengah.
Dapat mengetahui fisiografi Sulawesi bagian tengah.
Dapat menambah wawasan tentang kerangka dan proses tektonik yang

membentuk Sulawesi bagian tengah.


5. Dapat memberikan pemahaman tentang kondisi morfologi Sulawesi bagian
tengah.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Geologi Pulau Sulawesi Secara

Gambar 1. Peta Geologi Pulau Sulawesi


(Sumber.Wikipidia.com)
Karakteristik pulau Sulawesi sangat kompleks. Pulau Sulawesi mempunyai bentuk
yang berbeda dengan pulau lainnya. Apabila melihat busur-busur disekelilinya Benua Asia,
maka bagian concaxnya mengarah ke Asia tetapi Pulau Sulawesi memiliki bentuk yang justru
convaxnya yang menghadap ke Asia dan terbuka ke arah Pasifik, oleh karena itu Pola
Sulawesi sering disebut berpola terbalik atau inverted arc.
Pulau Sulawesi terletak pada zone peralihan antara Dangkalan Sunda dan dangkalan
Sahul dan dikelilingi oleh laut yang dalam. Dibagian utara dibatasi oleh Basin Sulawesi
( 5000 5500 m ). Di bagian Timur dan Tenggara di batasi oleh laut Banda utara dan Laut
Banda Selatan dengan kedalaman mencapai 4500 5000 m. Sedangkan untuk bagian Barat
dibatasi oleh Palung Makasar (2000-2500 m).
Sebagian besar daerahnya terdiri dari pegunungan dan tataran rendah yang terdapat
secara sporadik, terutama terdapat disepanjang pantai. Dataran rendah yang relatif lebar dan
padat penduduknya adalah dibagian lengan Selatan. Berikut skema terbentuknya Pulau
Sulawesi :
1. EOSEN ( 65-40 juta tahun yang lalu )
7

Gambar 2. Sulawesi di Zaman Eosen


(Sumber.Google.com)
Proses pembentukan pulau Sulawesi yang unik telah melalui proses yang juga unik
yaitu hasil akhir dari sebuah kejadian apungan benua yang diawali 65 juta tahun lalu. Saat itu
ada 2 daratan yaitu cikal bakal kaki Sulawesi Tenggara dan Timur, dan cikal bakal kaki
Sulawesi Selatan, Barat dan Utara. Kedua apungan daratan itu terbawa bergerak ke barat
menuju Borneo ( sekarang bernama Kalimantan ). Proses tumbukan akibat apungan lempeng
benua itu menyebabkan kedua daratan itu mulai terkumpul menjadi satu daratan baru.

2. MIOSEN ( 40-20 juta tahun yang lalu )

Gambar 2. Sulawesi di Zaman Miosen


(Sumber.Google.com)

Pada zaman ini pergerakan lempeng kearah barat disertai dengan persesaran yang
menyebabkan mulai terjadi perubahan ekstrim bentu daratan. Bagian tengah ketiga daratan
itu tertekuk akibat benturan atau pergeseran, sebuah proses yang lebih kuat dibandingkan apa
yang terjadi di kedua ujung atas dan bawahnya (daratan utara dan selatan ). Proses tektonik
berlangsung kuat di daaerah yang tertekuk itu sehingga menyebabkan pencampur-adukan
jenis-jenis batuan yang berasal dari lingkungan pengendapan yang berbeda.

3. PLIOSEN ( 15-6 juta tahun yang lalu )


9

Gambar 2. Sulawesi di Zaman Pliosen


(Sumber.Google.com)

Hingga zaman ini proses penumbukan kedua daratan itu terus berlangsung, bahkan
apungan hasil tumbukan terus bergerak hingga mendekat ke daratan Kalimantan lalu berhenti
di sana. Persesaran yang telah mulai sejak zaman Miosen masih terus berlangsung, bahkan
berdampak pada pemisahan kelompok batuan dari kawasan di sekitar danau Poso dan
kelompok batuan sekitar danau Matano. kedua kelompok batuan ini meski lokasinya
berdampingan, namun memperlihatkan asosiasi batuan yang berbeda.
4. PLITOSEN ( 4-2 juta tahun yang lalu )
Pada zaman ini mulai berlangsung fenomena baru, yaitu proses pemekaran dasar
samudra di laut antara Kalimantan dan Sulawesi (sekarang dikenal dengan selat Makasar).
Pemekaran dasar samudra ini menyebabkan cikal bakal atau pulau Sulawesi purba. dan pulau
Sulawesi purba ini kembali bergerak ke timur menjauhi Kalimantan. kecepatan gerakan
apungan di atas lempeng benua adalah peristiwa yang berlangsung perlahan namun konsisten
dengan laju beberapa centimeter pertahun. Hingga membuat Sulawesi sempurna terpisah dr
Kalimantan.
Fisiografi Pulau Sulawesi. Secara geologi, Sulawesi merupakan wilayah yang
geologinya sangat komplek, Karena merupakan perpaduan antara dua rangkaian orogen.
Busur kepulauan Asia timurdan sistem pegunungan sunda). Sehingga, hampir
seluruhnya terdiri dari pegunungan, sehingga merupakan daerah paling berpegunungan di
antara pulau- pulau besar di Indonesia.

10

B. Karakteristik Pulau Sulawesi


Pada bagian tengah pulau Sulawesi didominasi batuan yang berasal dari aktivitas
volkanik seperti granit. Sedangkan pada lengan utara di dominasi oleh batuan metamorf
11

seperti Sekis Kristalin dan Phelit. Dilihat dari Geologi regional di lengan selatan pulau
Sulawesi yang terdapat formasi latimojong yang terdiri atas batuan batu lava, batu pasir
termetakan, batuan sabak, filit dan sekis merupakan formasi batuan yang mirip dengan
geologi Kalimantan Barat yaitu tepian benua yang terbentuk oleh proses penunjaman.
Sehingga diperkirakan Sulawesi dan Kalimantan, dulunya merupakan satu kesatuan daratan
lempeng Eurasia.
Berdasarkan Kemiringan lahan, dataran Sulawesi terdiri dari: kemiringan 0 - 3 derajat
sekitar 11,8 persen; kemiringan 3 - 15 derajat sekitar 8,9 persen; kemiringan 15 - 40 derajat
sekitar 19,9 persen; dan kemiringan di atas 40 derajat sekitar 59,9 persen. Sedangkan
berdasarkan elevasi (ketinggian dari permukaan laut), dataran wilayah Sulawesi Tengah
terbagi atas: ketinggian 0 m 100 m = 20,2 persen; ketinggian 101 m 500 m = 27,2 persen;
ketinggian 501 m 1.000 m = 26,7 persen, dan ketinggian 1.001 m ke atas = 25,9 persen.
Struktur dan Karakteristik geologi wilayah Sulawesi Tengah didominasi oleh
bentangan pegunungan dan dataran tinggi, yakni mulai dari wilayah Kabupaten Buol dan
Tolitoli, terdapat deretan pegunungan yang berangkai ke jajaran pegunungan di Provinsi
Sulawesi Utara. Di tengah wilayah Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Donggala dan Parigi
Moutong terdapat tanah genting yang diapit oleh Selat Makassar dan Teluk Tomini, selain itu
sebagian besar merupakan daerah pegunungan dan perbukitan. Di selatan dan timur yang
mencakup wilayah Kabupaten Poso, Tojo Unauna, Morowali dan Banggai, berjejer deretan
pegunungan yang sangat rapat seperti Pegunungan Tokolekayu, Verbeek, Tineba, Pampangeo,
Fennema, Balingara, dan Batui. Sebagian besar dari daerah pegunungan itu mempunyai
lereng yang terjal dengan kemiringan di atas 45 derajat.
Di sepanjang wilayah Sulawesi Tengah terdapat Daerah Aliran Sungai (DAS) yang
mengalir di wilayah kabupaten/kota. Beberapa DAS yang terletak di Wilayah Sungai
Strategis Nasional di antaranya DAS Parigi-Poso seluas 1.101,87 Ha terletak di Kabupaten
Kabupaten Parigi Motong dan Kabupaten Poso, serta DAS Laa seluas 2.875,60 Ha teletak di
Kabupaten Poso. Selain DAS, juga terdapat beberapa danau berada di kawasan lindung.
Beberapa danau ini di antaranya Danau Poso seluas 36.235,78 Ha. terletak di Kabupaten
Poso, dan Danau Lindu seluas 3.428,49 Ha. terletak di Kabupaten Sigi.
Bagian tengah Sulawesi terbagi dalam tiga zona yang memiliki perkembangan
Geologi yang berbeda dan mengarah utara-selatan. Ketiga zona tersebut adalah :
12

1. Zona Palu, merupakan busur dalam vulkanis, tetapi telah padam, zona ini bersatu ke
utara dengan Sulawesi utara dan selatan dengan Sulawesi selatan Batuan utama
seperti grafik.
2. Zona Poso, emrupakan palung antara yang seperti Grnit dan endapan sediment pantai
batuan metamosif dengan endapan konglomerat, batu pasar dan letaknya tidak selaras
diatas batuan metamotif.
3. Zona Kolondale, merupakan busur luar dengan dicirikan oleh batuan ultra basa,
batuan segimen yang terdiri dari gamping dan batu api usia mesozaikum.

C. Morfologi Pulau Sulawesi


Pulau Sulawesi terdiri atas empat lengan. Keempat lengan dari pulau Sulawesi
bertemu di bagian tengah. Bagian ini di batasi oleh garis yang melalui Donggala-parigi,
Lemore Teluk Tomini dari lengan utara dan timur, garis dari Mojene palopor Dongi sampai
teluk Temori membatasi dengan lengan selatan dan tenggara.
1. Lengan Utara
Meliputi Provinsi Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Utara
Mempunyai bentuk berkelok-kelok
Terdapat gunung api yang masih aktif (Gunung Colo)
Terdapat banyak patahan (Patahan Palu dan Patahan Gorontalo)
Dipisahkan dari lengan timur oleh Teluk Tomini
DAS sempit, sungai pendek dan morfologinya kasar serta banyak perbukitan
dan pegunungan

2. Lengan Timur
Banyak ditemukan batuan grabo dan malihan
Banyak terjadi gerakan tektonik
DAS sempit, sungai pendek dan morfologinya kasar serta banyak perbukitan
dan pegunungan

13

3. Lengan Tenggara
Meliputi wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara
Tidak terdapat gunung api aktif maupun tidak aktif
Terjadi batolotik dome dalam jumlah yang luas dengan batuan grabo yang

berwarna hitam
DAS memanjang, sungai panjang dan terdapat dataran yang luas

4. Lengan Selatan
Merupakan sayap yang didominasi oleh keberadaan Gunung Lampobatang

dengan tinggi 2871 meter


Batuan yang dominan adalah batuan andesit
Daerahnya subur
DAS sempit dan sungainya pendek
Terdapat danau tempe

D. Fiografi Pulau Sulawesi


Pulau Sulawesi terdiri atas empat lengan. Keempat lengan dari pulau Sulawesi
bertemu di bagian tengah. Bagian ini di batasi oleh garis yang melalui Donggala-parigi,
Lemore Teluk Tomini dari lengan utara dan timur, garis dari Mojene palopor Dongi sampai
teluk Temori membatasi dengan lengan selatan dan tenggara.

Secara rinci fisiografi Sulawesi tengah adalah sebagai berikut :


1. Lengan Utara
Pada lengan ini, fisiografinya terbagi menjadi tiga bagian berdasarkan aspek
geologinya. Ketiga bagian tersebut adalah :
a) Seksi Minahasa, merupakan ujung timur dari lengan utara Sulawesi dengan arah timur
laut barat daya yang bersambung dengan penggungan sangihe yang dicirikan oleh
aktifitas vulkanis pegunungan soputan.
b) Seksi Gorontalo merupakan bagian tengah dari lengan Utara Sulawesi dengan arah timur
ke bawah, namun aktifitas vulkanis sudah padam yang lebar daratannya sekitar 35 110
km, tapi bagian baratnya menyempit 30 km ( antara teluk dondo dipantai utara dan
14

tihombo di pantai selatan). Seksi ini dilintasi oleh sebuah depresi menengah yang
memanjang yaitu sebuah jalur antara rangkaian pegunungan di pantai utara dan
pegunungan di pantai selatan yang disebut zone limboto :
c) Jenjang Sulawesi Utara, merupakan lengan Utara Sulawesi yang arahnya dari utara ke
selatan dan terdapat depresi ( lanjutan zone limboto di Gorontalo ) yang sebagian besar di
tutup oleh vulkan vulkan muda, sedangkan antara lengan utara dan lengan timur di
pisahkan oleh teluk tomini yang lebarnya 100 km di bagian timur dan sampai 200 km di
bagian barat sedangkan dasar teluknya semakin dangkal kea rah barat ( ( kurang dari 2000
meter ) dan di bagian tengah teluk tomini tersebut terdapat pegunungan di bawah
permukaan air laut dengan bagian tinggi berupa kepulauan togian ( Sutardji ; 2006 : 101 )
2. Lengan Timur
Lengan timur Sulawesi arahnya timur laut barat daya dan dapat di bedakan menjadi
tiga bagian. Tiga bagian tersebut adalah
a) Bagian Timur, berupa semenanjung Bualemo yang di pisahkan dengan bagian tengah
oleh tanah genting antara teluk poh dan teluk besama
b) Bagian Tengah, dibentuk oleh pegunungan Batui dengan pegunungan Batulumpu yang
arahnya timurlaut-baratdaya yang berangsur-angsur dari 20 km di timur sampai 80 km di
utara Bunku.
c) Bagian Barat, merupakan pegunungan tinggi yang membujur antara garis ujng Api
sampai Teluk Kolokolo bagian timur dan garis Lemoro sampai teluk Tomini di barat dan
lebarnya sekitar 75-100 km.
3.

Lengan Tenggara
Batas antara lengan tenggara dengan bagian tengah Sulawesi adalah berupa tanah

genting antara teluk Usu dengan teluk Tomoni yang lebarnya 100 km. Sedangkan lengan
tenggara Sulawesi dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu :
a) Bagian Utara, berupa Peridotit dari pegunungan Verbeek yang di tengahnya terdapat dua
graben yaitu danau Matana dan Danau Tomini yang letaknya berada antara teluk Palopo
( Ujung utara teluk Bone ) dengan Teluk Tolo.
b) Bagian Tengah, berupa Pegunungan Mekongga di sebelah barat dan sediment peridorit di
sebelah timur yang di batasi oleh Pegunuingan Tangeasinua, sedangkan antara kedua
pegunungan tersebut terdapat basin yang dialiri sungai Konewha, sedangkan kea rah
tenggara jalur ini tenggelam dan membentuk teluk-teluk dan pulau-pulau kecil serta
berkelanjutan sampai kepulauan Manui.
15

c) Bagian Selatan, merupakan suatu depresi yang membujur dari arah barat ke timur yang
membentang antara Kendari dan Kolaka yang diisi dataran Aluvial yang berawa
sedangkan di bagian selatannya berupa pegunungan dan bukit-bukit yang teratur dengan
membujug barat ke timur.

4. Lengan Selatan Selatan


Bagian sulawesi selatan merupakan daerah yang dibatasi oleh garis tenggara-barat
laut dari muara sungai Karama sampai Palopo. Batas lengan utara dari garis timurlaut-barat
daya dari palopo sampai teluk Mandar. Namun secara geologis bagian barat lengan sulawesi
tengah termasuk Pegunungan Quarles yang lebih dekat hubungnnya dengan bagian selatan
dengan lemngan selatan.
Fisiografi lengan selatan berupa pegunungan seperti pegunungan yang ada di antara
Majene yang membujur utara-selatan, antara pegunungan Quarles dengan pegunungan
Latimojong dipisahkan oleh lembah Sadang dan diantara lembah Sadang dan teluk Bone
terdapat Pegunungan Latimojong yang membujur dari utara ke selatan dengan ketinggian
sekitar 3000 mdpl. Pada bagian utara dan selatan lengan ini dipisahkan oleh depresi dengan
arah baratlau-tenggara yang terdapat danau-danau seperti Tempe, Sidenreng, dan danau
Buaya. Pada bagu\ian selatannya lengan ini mempunyai ketinggian yang lebih rendah jika
dibandingkan dengan bagian utara. Di daerah ini ada dua jalur pegunungan yaitu di bagian
barat dengan ketinggian diatas 1000 mdpl dan bagian timur dengan ketinggian 800 mdpl
yang dipisahkan oleh lembah Sungai Walaneia. Kedua jalur pegunungan tersebut di sebelah
selatan pegunungan Bontorilni, bersatu sebagai hulu sungai Walaneia yang mengalir ke utara
tertutup oleh vulkan besar Lampobatang. Sedangkan di luar pantai Makasar terdapat
dangkalan Spermonde dengan rangkaian karang, dan di luar pantai Watampone terdapat
dangkalan dengan rangkaian karang, laut dangkal dan sebelah baratnya menurun sampai
palung Bone.

16

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian makalah tersebut, dapat di sempitkan dalam suatu kesimpulan.
Kesimpulan dari makalah ini adalah ; Struktur dan Karakteristik geologi wilayah Sulawesi
Tengah didominasi oleh bentangan pegunungan dan dataran tinggi, yakni mulai dari wilayah
Kabupaten Buol dan Tolitoli, terdapat deretan pegunungan yang berangkai ke jajaran
pegunungan di Provinsi Sulawesi Utara. Di tengah wilayah Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten
Donggala dan Parigi Moutong terdapat tanah genting yang diapit oleh Selat Makassar dan
Teluk Tomini, selain itu sebagian besar merupakan daerah pegunungan dan perbukitan. Di
17

selatan dan timur yang mencakup wilayah Kabupaten Poso, Tojo Unauna, Morowali dan
Banggai, berjejer deretan pegunungan yang sangat rapat seperti Pegunungan Tokolekayu,
Verbeek, Tineba, Pampangeo, Fennema, Balingara, dan Batui.
Sebagian besar dari daerah pegunungan itu mempunyai lereng yang terjal dengan
kemiringan di atas 45 derajat. Pulau sulawesi merupakan salah satu pulau besar di Indonesia
yang bentuknya meramping. Pulau ini letaknya di Indonesia bagian timur yang di lewati oleh
jalur pegunungan pasifik yang bersifat vulkan dan terbentuk oleh adanya pertemuan tiga
lempeng yaitu lempeng Eurasia, Indoustralia, dan Pasifika. Oleh karena itu wilayahnya rawan
oleh bencana alam baik gunung meletus dan juga gempa bumi.
B. Saran
Adapun saran kami sebagai penyusun makalah ini adalah marilah kita bersama-sama
mempelajari lebih dalam lagi terkait dengan geologi Indonesia khususnya pulau Sulawesi
sehingga pada nantinya kita dapat memiliki pengetahuan tentang geologi indonesia pada
umumnya. Apalagi kita sebagai mahasiswa geografi yang dituntut dapat mengusai disiplin
ilmu itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2011.Proses

Terjadinya

Pulau

Sulawesi

Lengkap

Dengan

http://www.i-dus.com/2011/02/proses-terjadinya-pulau-sulawesi.html.

Gambarnya.
Diakses

tanggal 23 November 2012


Redaksi Ensikplesia. 1990.Ensiklopedia Indonesia Sei Geografi. Jakarta : PT. Ichtiar Bara
Van Hoeve

18