Anda di halaman 1dari 2

1.

2 Rumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang diatas, Kota Malang sudah mengalami


pembangunan yang pesat sehingga banyak lahan dan ruang yang diincar oleh
orang atau pengembang yang kemudian dikelola oleh pemerintah ataupun dikelola
oleh pihak swasta. Akan tetapi pembangunan/bangunan tersebut banyak yang
tidak sesuai dengan fungsi tata ruang yang ada dan bangunan tersebut tetap berdiri
bahkan memiliki IMB yang salah.
Kegunaan dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yaitu dengan adanya
IMB status kejelasan tanah yang bersangkutan sudah jelas dan meminimalisir
gugatan pihak lain setelah bangunan berdiri, lingkungan kota memerlukan
penataan dengan baik dan teratur, indah, aman tertib dan nyaman sesuai dengan
Rencana Tata Ruang Kota, untuk menghindari bahaya secara fisik bagi
penggunaan bangunan dibutuhkan rencana pembangunan yang matang dan
memenuhi standar/normalisasi teknis bangunan yang telah ditetapkan meliputi
arsitektur konstruksi dll serta pemantauan terhadap standar/normalisasi teknis
bangunan

melalui izin Penggunaan Bangunan diharapkan hdapat mencegah

bahaya yang mungkin timbul.


Berdasarkan Peraturan Undang-undang No 28 Tahun 2002 tentang
Bangunan Gedung terdapat beberapa pasal yang berisi tentang persyaratan teknis
dan administrasi dari bangunan gedung seperti pasal 7 ayat 1 berisi tentang
bangunan gedung harus memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang
sesuai dengan fungsi bangunan tersebut. Dalam pasal 7 ayat 2 berisi tentang isi
dari persyaratan administratif pada pasal 1, yakni status hak atas tanah, izin
mendirikan bangunan dan status kepemilikan bangunan gedung sedangkan pada
pasal 8 ayat 1 berisi tentang syarat administratif dalam pembangunan gedung yang
isinya IMB gedung sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, status hak atas
tanah dan atau surat dari pemegang hak atas tanah tentang status pemanfaatan,
status kepemilikan bangunan dari gedung tersebut. Peraturan-peraturan tentang
bangunan sudah ada namun dalam pelaksanaannya masih tidak sesuai dengan
kondisi lapangan.

Contoh kerangka pemikiran kelompok perkim kemarin . kerangka pemikiran


dicopot dari latar belakang masalah ugaa. Pokoknye liat TA punye bapak.
1.1.

Kerangka Pemikiran
Pengembangan perumahan dan pemukiman tidak dilandasi hanya untuk
pembangunan fisik saja melainkan harus dikaitkan dengan dimensi sosial,
ekonomi dan budaya yang mendukung kehidupan masyarakat secara
berkelanjutan.
Pertumbuhan penduduk yang meningkat tajam setiap tahunnya menyebabkan
munculnya kesenjangan antara kebutuhan tempat hunian dengan ketersediaan
tempat hunian termasuk juga penyediaan sarana dan prasarana serta pelayanan
umum.
Hal tersebut termasuk pula di RW 010 Kelurahan Bangka Belitung Darat,
Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.

Mengetahui konsep perumahan dan permukiman di RW 010 Kelurahan Bangka


Belitung Darat Kota Pontianak sesuai dengan Standar Perumahan dan Permukiman

Kajian Teori

Teridentifikasi aspek fisik kawasan


perumahan RW 010 Kelurahan Bangka
Belitung Darat

Teridentifikasi aspek non fisik


kawasan
perumahan
RW 010
Kelurahan Bangka Belitung Darat

Hasil analisis dari identifikasi aspek fisik dan non fisik kawasan perumahan
RW 010 Kelurahan Bangka Belitung Darat.

Rekomendasi konsep perumahan dan permukiman di RW 010 Kelurahan Bangka


Belitung Darat Kota Pontianak sesuai dengan Standar Perumahan dan Permukiman