Anda di halaman 1dari 25

Laporan Keanekaragaman Makhluk Hidup

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Genetika adalah Ilmu yang mempelajari tentang mekanisme pewarisan sifat dari induk
kepada keturunanya. Genetika berasal dari bahasa latin yaitu Genos yang berarti asal-usul.
Dalam jurusan Biologi, matakuliah ini memiliki bobot sebanyak 4 sks (Satuan Kredit Semester),
yaitu 3 sks untuk teori dan 1 sks untuk praktikum. Dimana matakuliah ini diambil oleh
mahasiswa semester 5.
Mata kuliah ini membahas tentang pengertian genetika, mekanisme mitosis dan meiosis sel,
daur perkembangan sel, dasar-dasar pewarisan Mendel, interaksi gen, tautan gen, pindah silang
dan pemetaan kromosom. Teori kemungkinan, penentuan jenis kelamin dan pewarisan sifat yang
berkaitan dengan jenis kelamin, struktur halus genetik, pewarisan dalam inti dan pewarisan
ekstra kromosom, perubahan pada struktur dan jumlah kromosom, serta mutage-nesis juga
diberikan dalam mata kuliah ini. Genetika populasi yang berkaitan dengan keseimbangan HardiWeinberg dan pewarisan sifat kuantitatif juga menjadi bahasan dalam mata kuliah ini.
Pengetahuan tentang adanya sifat menurun pada makhluk hidup sebenarnya sudah lama
berkembang hanya belum di pelajari secara sistematis. Penelitian mengenai pola-pola penurunan
sifat baru di ketahui pada abad ke- 19 oleh Gregor Mendel. Mendel melakukan serangkaian
percobaan persilangan pada kacang ercis (Pisum sativum). Dari percobaan yang di lakukannya
selama bertahun-tahun tersebut, Mendel berhasil menemukan prinsip-prinsip pewarisan
sifat, yang kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang
ilmu pengetahuan. Berkat karyanya inilah, Mendel di akui sebagai bapak genetika.
Keanekaragaman makhluk hidup adalah perbedaan diantara makhluk hidup yang berbeda
jenis dan sifatnya. Keanekaragaman makhluk terjadi karena adanya perbedaan sifat, seperti
ukuran, bentuk, warna, fungsi organ, tempat hidup dan lain-lain. Keanekaragaman makhluk
hidup sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Suatu kelompok
makhluk hidup yang memiliki kelestarian tinggi, terdapat keanekaragaman yang tinggi.
Sebaliknya makhluk hidup yang memiliki tingkat kelestarian rendah, terdapat keanekaragaman
rendah dan terancam punah.

Keanekaragaman makhluk hidup adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua
bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi
biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta
ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat
juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma
tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.
Hewan termasuk kingdom Animalia, merupakan kelompok besar organisme yang
multiselular, ,mampu menanggapi rangsangan dengan aktif dan memperoleh nutrient dengan
memakan organisme lain (heterotrof).Keanekaragaman pada hewan merupakan variasi dari
struktur, bentuk, jumlah, dan sifat lainnya. Hewan dibagi menjadi dua bagian: Invertebrata
Adalah hewan yang tidak bertulang belakang. Hewan ini memiliki struktur morfologi dan
anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang belakang. Contoh
hewan invertebrate adalah: Protozoa adalah hewan bersel satu karena hanya memeiliki satu sel
saja alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
Kedua vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh
yang lebih jauh sempurna dibandingkan dengan hewan invertebrate. Hewan vertebrata memiliki
tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan
kumpulan saraf dari otak.
Tidak ada dua manusia yang tepat sama, individu satu dengan lainnya mempunyai persamaan
dan perbedaan, sifat yang menurun baik sifat kualitatif maupun genetik dan faktor lingkungan.
Akibatnya adanya pengaruh lingkungan ini, maka individu yang bergenotip berbeda
kemungkinan akan mempunyai fenotip yang sama adanya pewaris sifat, dalam populasi dapat
kita lihat adanya sifat yang sangat bervariasi sehingga kecil kemungkinan adanya persamaannya.
Berbagai sifat diwariskan secara poligenik sehingga variasinya cukup luas seperti warna kulit,
tinggi badan,kecerdasan, sidik jari, refraksi mata dll.
Kenekaragaman dapat terjadi akibat dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan.
Faktor genetik atau faktor keturunan adalah sifat dari makhluk hidup itu sendiri yang diperoleh
dari induknya. Faktor genetik ditentukan oleh gen atau pembawa sifat. Faktor lingkungan adalah
faktor dari luar makhluk hidup yang meliputi lingkungan fisik, lingkungan kimia, dan
lingkungan biotik. Lingkungan biotik misalnya suhu, kelembapan cahaya, dan tekanan udara.
Lingkungan kimia misalnya makanan, mineral, keasaman, dan zat kimia buatan. Lingkungan

biotik misalnya mikrooaganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia. Keanekaragaman makhluk


hidup dapat terbentuk karena perkawinan (persilangan) dan kondisi lingkungan.
Perkawinan dapat menghasilkan keanekaragaman. Perkawinan antara spesies yang berbeda
mungkin dapat menghasilkan keturunan, tetapi keturunannya itu tidak mampu menghasilkan
keturunan yang baru. Yang mana keturunan yang baru itu, merupakan keturunan yang steril.
Perkawinan antar individu didalam jenis (spesies) yang sama akan menghasilkan keturunan yang
fertil. Artinya, keturunan tersebut mampu berkembang biak menghasilkan keturunan berikutnya.
Didalam spesies yang sama terdapat perbedaan sifat. Perkawinan antar makhluk hidup yang
berbeda sifat dapat menghasilkan keturunan yang memiliki sifat baru. Keturunan dengan sifat
yang baru tersebut merupakan individu baru. Perkawinan demikian disebut persilangan. Jadi,
melalui persilangan akan muncul keanekaragaman yang baru.
1.2 Tujuan Praktikum
1.2.1.
1.
2.
3.
4.
5.

Tujuan Praktikum Keanekaragaman Tumbuhan


Mengetahui berbagai variasi keanekaragaman tumbuhan.
Mempelajari bagaimana cara pengklasifikasian atau pemberian nama pada makhluk.
Mengetahui perbedaan dari setiap morfologi terhadap bahan yang di praktikumkan.
Menghitung setiap kelopak dan benang sari yang terdapat di setiap bunga tersebut.
Mendeskripsikan ciri-ciri bunga/mahluk hidup yang sudah diamati untuk membedakan tiap-tiap

1.2.2.
1.
2.
3.
4.

jenisnya.
Tujuan Praktikum Keanekaragaman Hewan
Mengetahui berbagai variasi keanekaragaman hewan.
Mempelajari bagaimana cara pengklasifikasian atau pemberian nama pada makhluk.
Mengetahui perbedaan dari setiap morfologi terhadap bahan yang di praktikumkan.
Mengukur setiap ikan yang dibawa, dan mencatat hasil yang didapat pada saat pengukuran

5.
1.2.3.
1.
2.
3.
4.
5.

tersebut.
Mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenisnya.
Tujuan Praktikum Keanekaragaman Manusia
Untuk mengetahui variasi sifat pada manusia khususnya sifat-sifat fisik.
Untuk mengetahui penyebaran sifat-sifat pada manusia
Untuk melihat persamaan sifat yang terbanyak dalam populasi kelas.
Untuk melihat perbedaan sifat yang terbanyak dalam populasi kelas.
Untuk mengetahui berbagai variasi keanekaragaman pada manusia.

1.3 Manfaat Praktikum


1.3.1. Manfaat Praktikum Keanekaragaman Tumbuhan
1. Memudahkan dalam mengenal makhluk hidup.

2.
3.
4.
5.
1.3.2.
1.
2.
3.
4.
5.
1.3.3.
1.
2.

Memudahkan dalam mempelajari organisme yang beranekaragam.


Mengetahui persamaan dan perbedaan antara bunga yang satu dengan bunga yang lainnya
Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan
Manfaat Praktikum Keanekaragaman Hewan
Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan.
Memudahkan dalam mempelajari organisme yang beranekaragam.
Mengetahui persamaan dan perbedaan antara makhluk hidup.
Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
Memudahkan dalam mengenal makhluk hidup.
Manfaat Praktikum Keanekaragaman Manusia
Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan.
Memudahkan untuk melakukan candra pada sifat-sifat yang nampak pada setian anggota

kelompok.
3. Memudahkan dalam membedakan sifat-sifat manusia dalam anggota kelompok.
4. Memudahkan untuk menentukan kemungkinan genotip dari sifat dengan mengingat sifat
dominan dan resesif dalam anggota kelompok.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati tumbuh dan berkembang dari keanekaragaman jenis,
keanekaragaman genetis, dan keanekaragaman ekosistem. Karena ketiga keanekaragaman ini
saling kait-mengkait dan tidak terpisahkan, maka dipandang sebagai satu keseluruhan (totalitas)
yaitu keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati menunjukkan adanya berbagai macam
variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkat gen, tingkat jenis
dan tingkat ekosistem (Wolf, 1992).

Keanekaragaman makhluk hidup disebut juga dengan keanekaragaman hayati


atau biodiversitas. Istilah keanekaragaman hayati atau biodiversitas menunjukkan
sejumlah variasi yang ada pada makhluk hidup di suatu lingkungan tertentu. Dengan kata
lain, biodiversitas dapat diartikan sebagai persamaan dan perbedaan ciri makhluk hidup
pada waktu dan tempat tertentu. Keanekaragaman makhluk hidup dapat terjadi karena
adanya proses evolusi yang sangat lama. Selain itu juga dipengaruhi oleh adanya faktor
adaptasi, batas geografi, dan rekayasa genetik . Keanekaragaman hayati yang ada di bumi
kita ini merupakan hasil proses evolusi yang sangat lama, sehingga melahirkan bermacammacam

makhluk

hidup.

Keanekaragaman

hayati

dapat

dikelompokkan

atas

keanekaraman gen, jenis dan ekosistem (Winchester : 1958).


a.

Keanekaragaman Gen
Keanekaragaman Tingkat Gen. Makhluk hidup tersusun atas unit satuan terkecil yang kita kenal
sebagi sel. Dalam inti sel terdapat materi pembawa sifat yang disebut gen. Setiap individu
memiliki jumlah dan variasi susunan gen yang berbeda-beda. Pada prinsipnya bahan penyusun
Gen setiap makhluk hidup adalah sama, namun jumlah dan susunanya yang berbeda-beda
sehingga menampilkan sifat-sifat yang berbeda-beda pula.

b. Keanekaragaman Jenis
Keanekaragaman tingkat jenis adalah perbedaan-perbedaan pada berbagai species makhluk
hidup di suatu tempat. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya
beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan
mikroba. Misalnya: Variasi dalam satu famili antara kucing dan harimau. Mereka termasuk
dalam satu famili(famili/keluarga Felidae) walaupun ada perbedaan fisik, tingkah laku dan
habitat.
c.

Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir.
misalnya : Ekosistem gurun di dalamnya ada unta, kaktus, dan ekosistem hutan tropis di
dalamnya ada harimau. Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya
selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk tak hidup
dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan
keserasian hidup di dalam suatu ekosistem (Susanto, Agus : 2011).

Dalam ilmu biologi molekuler persilangan diartikan sebagai teknik berikatannya suatu
untaian tunggal DNA atau RNA dengan untaian komplemen yang berasal dari RNA atau DNA
yang berbeda. Persilangan dapat terjadi di antara individu yang berbeda spesies (persilangan
interspesifik) maupun antar individu dalam satu spesies (persilangan intraspesifik) yang
umumnya dikenal sebagai persilangan antar galur (untuk tanaman) atau antar aksesi.
Perkembangbiakan manusia melalui perkawinan adalah contoh persilangan dalam satu spesies.
Dalam ilmu peternakan istilah persilangan lebih sering disebut dengan perkawinan. Individu
keturunan hasil proses persilangan dapat bersifatsubur, mandul, maupun mandul sebagian.
Generasi keturunan hasil suatu persilangan disebut filial disimbolkan dengan huruf F besar
dan angka yang menandakan urutan generasi. Contoh penulisan generasi keturunan yaitu: F1
untuk generasi pertama hasil persilangan dan F2 untuk generasi kedua hasil persilangan.
Awalnya tujuan utama dari persilangan ialah menggabungkan dua sifat baik atau unggul dari dua
tetua dalam satu individu atau populasi (Yatim, Wildan : 2003).
a.

Persilangan Monohibrid
Persilangan/perkawinan monohibrid ialah perkawinan antara dua individu dengan
memperhatikan satu sifat beda. Percobaan Mendel yang menyilangkan ercis berbatang tinggi
dengan ercis berbatang pendek merupakan contoh perkawinan monohibrid. Setiap makhluk
hidup memiliki banyak sifat yang dapat diamati. Dalam persilangan monohibrid, hanya
diperhatikan salah satu sifat seperti tinggi tanaman saja, warna polong saja, atau sifat yang lain.

b. Persilangan Dihibrid
Persilangan dihibrid ialah persilangan dengan dua sifat beda. Contohnya hasil percobaan
Mendel. pada biji tanaman ercis (Starr, Cecie : 2010).
2.2. Keanekaragaman Manusia
Keanekaragaman merupakan dasar ciriciri makhluk hidup. Adanya keanekaragaman
genetik merupakan hasil seleksi alam dari suatu spesies terhadap lingkungannya.
Keanekaragaman tidak hanya terjadi pada tumbuhan dan hewan saja tetapi juga manusia. Namun
pada manusia, keanekaragaman yang terjadi hanya pada tingkat gen dan berkaitan dengan
pewarisan sifat. Manusia memperlihatkan variasi pada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat
dengan mudah melalui fenotip atau sifat yang tampak.

Fenotip dapat dikatakan sebagai karakteristik atau ciri-ciri yang dapat diukur atau sifat
yang nyata yang dmiliki oleh organisme. Ciri itu tampak oleh mata, seperti warna kulit atau
tekstur rambut. Fenotip dapat juga diuji untuk identifikasinya, seperti pada penentuan angka
respiratoris atau uji serologi tipe darah. Fenotip merupakan hasil produk-produk gen yang
diekspresikan di dalam lingkungan tertentu. Namun, gen memiliki batasan-batasan di dalamnya
sehingga lingkungan dapat memodifikasi fenotip.
Genotip ialah seluruh gen yang dimiliki suatu individu. Genotip yang terekpresikan
menampakan fenotip pada suatu individu. Genotip yang melibatkan alel-alel pada suatu lokus
tunggal dapat menghasilkan genotip yang homozigot. Keturunan homozigot dapat dihasilkan
dari galur murni. Perpaduan heterozigot dihasilkan dari alel yang berbeda (Tjan kwiauw : 1990).
2.3.Keanekaragaman Hewan
Hewan adalah kelompok besar organisme yang multiseluler, mampu menanggapi
rangsangan dengan aktif, dan memperoleh nutrien dengan memakan organisme lain (heterotrof).
Keanekaragaman pada hewan merupakan variasi dari struktur, bentuk, jumlah, dan sifat lainnya
pada suatu waktu dan tempat tertentu.
Hewan termasuk dalam Kingdom Animalia. Berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang,
hewan dibagi menjadi dua yaitu:
a.

Invertebrata
Hewan Invertebrata adalah hewan yang tidak bertulang belakang. Hewan ini memiliki struktur
morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang
punggung/belakang. Selain itu, sistem pencernaan, pernapasan dan peredaran darah lebih
sederhana dibandingkan hewan invertebrata.

b. Vertebrata
Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki
struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan
vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan
memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak
bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system

kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi
salurannya (Stansfield : 1983).

2.4. Persilangan
Persilangan dalam ilmu biologi pada cabang ilmu genetika merupakan suatu peristiwa
perkawinan antara

satu individu ataupun populasi yang

berbeda

secara genetik untuk

menghasilkan keturunan yang merupakan gabungan sifat dari tetua ataupun rekombinasi gengen pada keturunannya.
2.5. Variasi Tumbuhan
Jika kita mengamati sifat sifat yang ada pada tumbuhan akan terlihat persamaan
persamaan dan perbedaan perbedaan. Hal ini terjadi karena adanya sifat sifat yang menurun
dan adanya pengaruh lingkungan. Tumbuhan juga mempunyai variasi antara lain dalam bentuk,
warna dan ukuran.
2.6. Variasi Ikan
Keanekaragaman adalah sifat beda dari organisme dalam satu spesies atau populasi.
Dengan adanya sifat beda akan terjadi variasi atau keanekaragaman dari organisme dalam suatu
spesies. Begitu juga halnya dengan ikan, yang akan memiliki persamaan maupun perbedaan
dalam satu spesies. Ikan juga mempunyai variasi antara lain dalam bentuk, warna dan ukuran.
2.7. Variasi Manusia
Tidak ada dua manusia yang tepat sama, individu satu dengan yang lainnya mempunyai
persamaan dan perbedaan, sifat yang menurun; baik sifat kualitatif maupun kuantitatif.
Perbedaan yang ada diantaranya individu satu dengan yang lainnya ditentukan faktor genetik dan
faktor lingkungan (Bhimasarf, 2009)

BAB III
PELAKSANAAN PERCOBAAN
3.1. Alat dan Bahan
3.1.1. Tabel Alat Praktikum Keanekaragaman Tumbuhan
No

Nama Alat

Jumlah

.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Pisau
Busur
Jangka
Alat kebersihan
Pensil
Spidol
Pensil Warna
Karton
Kotak Pensil
Penggaris
Kaca Pembesar

1 Buah
1 Buah
1 Buah
1 set
2 Buah
3 Buah
5 Buah
5 buah
1 Buah
2 Buah
1 Buah

3.1.2. Tabel Alat Praktikum Keanekaragaman Hewan


No

Nama Alat

Jumlah

.
1.
2.
3.
4.
5.

Penggaris
Pensil
Alat kebersihan
Kotak Pensil
Pensil Warna

2 Buah
2 Buah
1 Set
1 Buah
2 Buah

3.1.3. Tabel Alat Praktikum Keanekaragaman Manusia


No
1
2
3
4
5

Nama Alat
Pensil
Pulpen
Rol
Kertas HVS
Alat kebersihan

Jumlah
1 buah
1 buah
1 buah
1 lembar
1 set

3.2.4. Tabel Bahan Praktikum Keanekaragaman Tumbuhan


No

Nama Bahan

Jumlah

.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Bougenvil Nila
Bougenvil Ungu
Bougenvil Orange
Bougenvil Putih
Bougenvil Merah
Aster Merah muda
Aster Violet
Aster Putih
Aster Lembayung
Aster Ungu
Canna Hijau Kekuningan
Canna Kuning
Canna Orange
Canna Merah
Canna Coklat

1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai
1 Tangkai

3.2.5. Tabel Bahan Praktikum Keanekaragaman Hewan


No

Nama Bahan

Jumlah

.
1.
2.

Ikan mas
Ikan Mujahir

2 Ekor
2 Ekor

3.2.6. Tabel Bahan Praktikum Keanekaragaman Manusia


N

Nama Bahan

Jumlah

o
1

Praktikan putra/putri

5 orang/kelompok

3.2. Prosedur Kerja


3.2.1. Tabel Prosedur Kerja Keanekaragaman Tumbuhan
N

Prosedur kerja

o
1

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan di atas meja praktikan

secara rapi dan lengkap


letakkan semua jenis bunga Bougenville, semua jenis bunga Aster, dan

semua jenis bunga Kana sesuai dengan yang diwajibkan pada praktikum
3

ini di atas meja praktikum yang bersih


Amati warna bunga, daun, dan tangkai setiap bunga yang akan

diidentifikasi
Kemudian mengukur panjang dan lebar daun milik masing-masing

bunga.
Menghitung jumlah mahkota masing-masing bunga satu persatu secara

teliti dan akurat


Menghitung jumlah kelopak masing- masing bunga satu pesatu secara

7
8

teliti dan akurat


Menghitung jumlah putik dan benang sari pada masing-masing bunga
Setelah melakukan identifikasi, maka catatlah hasil pengamatan yang
telah dipraktikkan di lembar yang telah dibuat.

3.2.2. Tabel Prosedur Kerja Keanekaragaman Hewan


N

Prosedur kerja

o
1

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan di atas meja praktikan

secara rapi dan lengkap


letakkan ikan mas merah, mas hitam, nila merah, dan nila hitam di atas

bak paraffin yang bersih


Amati warna seluruh tubuh pada masing- masing ikan, dan amati warna

sisik pada ikan yang akan di identifikasi.


Kemudian ukurlah panjang dan lebar sisik ikan mas merah, mas hitam,

nila merah, dan nila hitam, dengan menggunakan penggaris.


Ukurlah panjang dan lebar badan ikan mas merah, mas hitam, nila merah,

dan nila hitam hitam, m dengan menggunakan penggaris.


Ukurlah panjang dan lebar sirip ikan mas merah, mas hitam, nila

merah,dan nila hitam dengan menggunakan penggaris.


Setelah melakukan identifikasi, maka catatlah hasil pengamatan yang
telah dipraktikkan di lembar yang telah dibuat.

3.2.3. Tabel Prosedur Kerja Keanekaragaman Manusia


No

Prosedur Kerja

.
1

Melakukan kegiatan secara berkelompok, tiap kelompok terdiri dari 4-5

orang dan di usahakan terdiri dari mahasiswa putra dan putri.


Melakukan candra pada sifat-sifat yang nampak pada setiap anggota

kelompok, sekurang-kurangnya 8 sifat (lihat tabel 4.3.1)


Menuliskan hasil pencandraan pada tabel 2yang tersedia, tentukan pula
kemungkinan genotip dari sifat tersebut dengan mengingat sifat dominan
dan resesifnya.
Membuat cakram genetik berdasarkan hasil yang tertulis dalam tabel.

Usahakan sifat setiap individu dalam anggota-anggota kelompok diberi


warna yang berbeda. Jika kelompok terdiri dari 5 anggota berarti ada lima
warna dalam cakram genetik.
Menentukan angka indeks setiap anggota kelompok.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Serta Pembahasan Praktikum Keanekaragaman Tumbuhan
4.1.1. Tabel hasil penelitian terhadap bunga Bougenville
NO.

PARAMETER

BN

BU

BO

BP

BM

1.
2.

Warna bunga
Warna daun

Nila
Hijau

Ungu
Hijau

Orange
Hijau

Putih
Hijau

Merah
Hijau

3.

Warna tangkai

muda
Cokla

tua
Hijau

muda
Hijau

muda
Putih

Cokla

4.
5.
6.
7.

Jumlah mahkota
Jumlah kelopak
Jumlah putik
Jumlah
benang

t
5
3
1
8

5
3
1
8

5
3
1
8

kecoklatan
5
3
1
8

t
5
3
1
8

8.
9.

sari
Panjang daun
Lebar daun

4cm
2,2cm

7,3cm
5,0cm

4,5cm
3,0cm

4,7cm
2,8cm

4cm
3,5cm

KETERANGAN

Nila

Ungu

Orange

Putih

Merah

a. Pembahasan Tabel

Dari tabel hasil penelitian terhadap bunga bougenvile pada praktikum keanekaragaman
tumbuhan diatas dapat dijelaskan bahwa, terdapat banyak variasi warna bunga bougenville, yaitu
Bougenville nila, Bougenville ungu, bougenville orange, Bougenville putih, Bougenville merah.
Warna daun pada tiap bunga bougenville yang berwarna bunga berbeda juga bervariasi, yaitu
pada bunga Bougenville nila, orange, dan putih sama-sama memiliki warna hijau muda,
sedangkan Bougenville ungu memiliki daun berwarna hijau tua, dan Bougenville merah
memiliki daun berwarna hijau dimana hijau nya tidak terlihat tua seperti pada daun bougenville
ungu dan tidak juga terlihat muda seperti daun pada bunga bougenville nila, orange, dan putih.
Begitu juga terhadap warna tangkai bunganya, terdapat variasi warna yaitu, bougenville nila dan
merah memiliki tangkai berwarna coklat, bougenville ungu dan orange bertangkai warna hijau,
dan bougenville putih memiliki tangkai berwarna putih kecoklatan.
Jumlah mahkota pada masing-masing bunga bougenville adalah 5 lembar, begitu juga jumlah
kelopak nya tidak berbeda-beda yaitu masing-masing memiliki 3 lembar kelopak pada bunganya.
Dan jumlah putik juga benang sari yang sama pada tiap-tiap bunganya, yaitu memiliki 1 putik
dan 8 benang sari. Selanjutnya untuk panjang daun tentunya memiliki ukuran yang berbeda, hasil
pengukuran ini diperoleh dari 3 lembar daun pada tiap bunga kemudian masing-masing diukur
panjangnya dan diambil nilai rata-rata panjang daun dari bunga tersebut, diperoleh pada bunga
Bougenville nila panjang daunnya 4cm, bougenville ungu panjang daunnya 7,3cm, bougenville
orange panjang daunnya 4,5cm, pada Bougenville putih panjang daunnya 4,7cm, dan
Bougenville merah panjang daunnya 4cm. Selanjutnya penelitian terhadap variasi pada bunga
bougenville yang terakhir yaitu lebar daunnya, diperoleh pada bunga Bougenville nila lebar
daunnya 2,2cm, bougenville ungu lebar daunnya 5,0cm, bougenville orange lebar daunnya
3,0cm, bougenville putih lebar daunnya 2,8cm, dan bougenville merah lebar daunnya 3,5cm.
4.1.2. Tabel Persentase parameter bunga Bougenville
NO.

PARAMETER

BN(%)

BU(%)

BO (%)

BP(%)

BM(%)

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Warna bunga
Warna daun
Warna tangkai
Jumlah mahkota
Jumlah kelopak
Jumlah putik

20%
60%
40%
100%
100%
100%

20%
20%
40%
100%
100%
100%

20%
60%
40%
100%
100%
100%

20%
60%
20%
100%
100%
100%

20%
20%
40%
100%
100%
100%

7.

Jumlah

benang 100%

8.
9.

sari
Panjang daun
Lebar daun
KETERANGAN

100%

100%

100%

100%

40%
20%

20%
20%

20%
20%

20%
20%

40%
20%

Bunga
Nila

Bunga

Bunga

Bunga

Bunga

Ungu

Orange

Putih

Merah

b. Pembahasan Tabel
Dari tabel diatas diketahui bahwa persentase warna bunga Bougenville masing-masing 20%
dan jumlahnya sama rata. Selanjutnya warna daun yang terdiri dari daun berwarna hijau muda
berjumlah 60% yaitu pada bunga Bougenville nila, orange, dan putih. Sedangkan pada warna
hijau dan hijau tua hanya 20%, yaitu daun berwarna hijau tua pada bougenville ungu dan daun
berwarna hijau pada bougenville merah. Kemudian warna tangkai terdapat warna coklat yaitu
pada bougenville nila dan merah sehingga warna tangkai coklat ada 40%, warna tangkai hijau
terdapat pada bougenville ungu dan orange juga 40%, dan warna tangkai putih kecoklatan pada
hanya bougenville putih sehingga memperoleh persentase sebanyak 20%. Untuk jumlah mahkota
yang keseluruhan memiliki jumlah 5 lembar (sama rata) maka persentasenya 100%, begitu juga
jumlah kelopak yang keseluruhan memiliki kelopak 3 lembar, memiliki jumlah putik masingmasing 1, dan jumlah benag sari 8. Sehingga untuk jumlah kelopak, putik, benang sari masingmasing memperoleh 100% pada setiap bunga nya. Selanjutnya terhadap panjang daun yaitu pada
bougenville nila dan merah mendapat hasil yang sama, sehingga mendapat 40%. Selebihnya
memperoleh 20% yaitu untuk bunga bougenville ungu, ornge, dan putih. Terakhir yaitu lebar
daun, karena tiap individunya tidak ada kesamaan jumlah sehingga masing-masing memperoleh
20%.
4.1.3. Tabel hasil penelitian terhadap bunga Aster
NO.

PARAMETER

AK

AP

AU

AL

AMM

1.

Warna bunga

Kuning

Putih

Ungu

Lembayung

Merah

2.

Warna daun

Hijau

Hijau

Hijau

Hijau

muda
Hijau

3.

Warna tangkai

Hijau

Hijau

Cokla

Hijau

Coklat

4.
5.
6.
7.

Jumlah mahkota
Jumlah kelopak
Jumlah putik
Jumlah
benang

231
28
1
5

172
45
1
5

t
186
36
1
5

170
29
1
5

138
22
1
5

8.
9.

sari
Panjang daun
Lebar daun

4,9cm
3,5cm
Aster

8,1cm
4,2cm
Aster

9cm
4,1cm
Aster

5cm
1cm
Aster

5,6cm
1,9cm
Aster

kuning

putih

Ungu

Lembayung

merah

KETERANGAN

muda
c. Pembahasan tabel
Dari tabel hasil penelitian terhadap bunga Aster pada praktikum keanekaragaman tumbuhan
diatas dapat dijelaskan bahwa, terdapat banyak variasi warna bunga Aster, yaitu Aster kuning,
Aster putih, Aster ungu, Aster lembayung, Aster merah muda. Warna daun pada tiap bunga Aster
adalah sama yaitu berwarna hijau, sehingga tidak ada variasi untuk warna daun pada bunga
Aster. sedangkan warna tangkai bunga Aster, terdapat 2 macam variasi warna yaitu, hijau dan
coklat, dimana Aster kuning, Aster putih, dan Aster lembayung memiliki tangkai berwarna hijau,
sedangkan Aster ungu dan Aster merah muda bertangkai warna coklat. Jumlah mahkota pada
bunga Aster ini sangat banyak dan jumlahnya sangat bervariasi, berbeda dengan bunga
Bougenville yang memiliki jumlah mahkota yang sama.
Pada bunga Aster kuning jumlah mahkotanya adalah 231 lembar, pada Aster putih jumlah
mahkotanya 172 lembar, Aster ungu jumlah mahkotanya 186 lembar, Aster lembayung jumlah
mahkotanya 170 lembar dan pada Aster merah muda jumlah mahkotanya 138 lembar. Begitu
juga jumlah kelopak nya juga sangat bervariasi. Diperoleh pada Aster kuning jumlah kelopaknya
ialah 28 lembar, pada Aster putih 45 lembar, Aster ungu 36 lembar, Aster lembayung 29 lembar,
dan Aster merah muda 22 lembar. Jumlah putik dan benang sari yang sama pada tiap-tiap
bunganya, yaitu memiliki 1 putik dan 5 benang sari. Selanjutnya untuk panjang daun tentunya
memiliki ukuran yang berbeda pula, hasil pengukuran ini diperoleh dari 3 lembar daun pada tiap
bunga kemudian masing-masing diukur panjangnya dan diambil nilai rata-rata panjang daun dari
bunga tersebut, diperoleh pada bunga Aster kuning panjang daunnya 4,9cm, Aster putih panjang
daunnya 8,1cm, Aster ungu panjang daunnya 9cm, Aster lembayung panjang daunnya 5cm, dan

pada Aster merah muda panjang daunnya 5,6cm. Selanjutnya penelitian terhadap variasi pada
bunga Aster yang terakhir yaitu lebar daunnya, diperoleh pada bunga Aster kuning lebar daunnya
3,5cm, Aster putih lebar daunnya 4,2cm, Aster ungu lebar daunnya 4,1cm, Aster lembayung
lebar daunnya 1cm, dan Aster merah muda lebar daunnya 1,9cm.
4.1.4. Tabel Persentase parameter bunga Aster
NO.

PARAMETER

AK(%) AP(%)

AU(%)

AL(%)

AMM(%)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Warna bunga
Warna daun
Warna tangkai
Jumlah mahkota
Jumlah kelopak
Jumlah putik
Jumlah
benang

20%
100%
60%
20%
20%
100%
100%

20%
100%
60%
20%
20%
100%
100%

20%
100%
40%
20%
20%
100%
100%

20%
100%
60%
20%
20%
100%
100%

20%
100%
40%
20%
20%
100%
100%

8.
9.

sari
Panjang daun
Lebar daun

20%
20%
Aster

20%
20%
Aster

20%
20%
Aster

20%
20%
Aster

20%
20%
Aster

kuning

putih

ungu

lembay

merah

ung

muda

KETERANGAN

d. Pembahasan Tabel
Dari tabel diatas diketahui bahwa persentase warna bunga Aster masing-masing 20% dan
jumlahnya sama rata. Selanjutnya warna daun yang keseluruhannya berwarna hijau sehingga
masing-masing memperoleh persentase sebnayak 100%. Kemudian warna tangkai terdapat
warna coklat yaitu pada Aster ungu dan Aster merah muda sehingga warna tangkai coklat ada
40%, warna tangkai hijau terdapat pada Aster kuning, Aster putih, dan Aster lembayung sehingga
total persentase untuk tangkai warna hijau sebanyak 60%. Untuk jumlah mahkota pada tiap
bunga Aster memperoleh 20% karena setiap bunga memiliki jumlah mahkota yang berbeda
jumlahnya, begitu juga jumlah kelopak yang jumlahnya berbeda-beda sehingga untuk jumlah
kelopak masing-masing bunga Aster memperoleh 20%. Selanjutnya memiliki jumlah putik
masing-masing 1, dan jumlah benag sari 8. Sehingga untuk jumlah kelopak, putik, benang sari
masing-masing memperoleh 100% pada setiap bunga nya. Selanjutnya terhadap panjang daun

Pada masing-masing bunga Aster memperoleh 20% begitu juga dengan lebar daun Aster juga
masing-masing bunga Aster memperoleh 20%, karena panjang dan lebar daun tiap bunga Aster
berbeda-beda ukurannya.
4.1.6. Tabel hasil penelitian terhadap bunga Kana (tasbih)
NO PARAMETE

KK

KM

KO

Kuning
Hijau
Hijau
5

Merah
Hijau
Hijau
5

Orange
Hijau
Hijau
5

3
1
5

3
1
5

37cm
13cm
Kana

40cm
15cm
Kana

39cm
15cm
Kana

kuning

merah

orange

1.
2.
3.
4.

Warna bunga
Warna daun
Warna tangkai
Jumlah

5.
6.
7.

mahkota
Jumlah kelopak 3
Jumlah putik
1
Jumlah benang 5

8.
9.

sari
Panjang daun
Lebar daun
KETERANGA
N

e. Pembahasan tabel
Dari tabel hasil penelitian terhadap bunga Kana pada praktikum keanekaragaman tumbuhan
diatas dapat dijelaskan bahwa, terdapat banyak variasi warna bunga Kana, yaitu Kana kuning,
Kana merah, dan Kana orange. Warna daun pada tiap bunga Kana adalah sama yaitu berwarna
hijau, sehingga tidak ada variasi untuk warna daun pada bunga Aster. Begitu juga dengan warna
tangkai bunga Kana, yaitu keseluruhan memiliki warna hijau. Jumlah mahkota pada bunga Kana
tidak bervariasi jumlahnya, keseluruhan memiliki jumlah mahkota sebanyak 5 lembar. Begitu
juga jumlah kelopak nya tidak bervariasi. Yaitu jumlah kelopak keseluruhan jenis Kana adalah 3
lembar. Jumlah putik dan benang sari yang sama pada tiap-tiap bunganya, yaitu memiliki 1 putik
dan 5 benang sari. Selanjutnya untuk panjang daun tentunya memiliki ukuran yang berbeda pula,
hasil pengukuran ini diperoleh dari 3 lembar daun pada tiap bunga kemudian masing-masing
diukur panjangnya dan diambil nilai rata-rata panjang daun dari bunga tersebut, diperoleh pada

bunga Kana kuning panjang daunnya 37cm, Kana merah panjang daunnya 40cm, dan Kana
orange panjang daunnya 39cm. Selanjutnya penelitian terhadap variasi pada bunga Kana yang
terakhir yaitu lebar daunnya, diperoleh pada bunga Kana kuning lebar daunnya 13cm, dan Kana
merah lebar daunnya 15cm, dan Kana orange lebar daunnya 15cm.
4.1.7. Tabel Persentase parameter bunga Kana (tasbih)
NO

PARAMETER

KK(%)

KM(%)

KO(%)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Warna bunga
Warna daun
Warna tangkai
Jumlah mahkota
Jumlah kelopak
Jumlah putik
Jumlah benang

33,3%
100%
100%
100%
100%
100%
100%

33,3%
100%
100%
100%
100%
100%
100%

33,3%
100%
100%
100%
100%
100%
100%

8.
9.

sari
Panjang daun
Lebar daun

33,3%
33,3%
Kana

33,3%
66,6%
Kana

33,3%
66,6%
Kana

kuning

merah

orange

KETERANGA
N
f. Pembahasan Tabel

Dari tabel diatas diketahui bahwa persentase warna bunga Kana masing-masing 33,3% dan
jumlahnya sama rata. Selanjutnya warna daun yang keseluruhannya berwarna hijau sehingga
masing-masing memperoleh persentase sebnayak 100%. Kemudian warna tangkai juga
keseluruhannnya berwarna hijau sehingga masing-masing warna tangkai hijau sama dengaan
100%.Untuk jumlah mahkota yang keseluruhan memiliki jumlah 5 lembar (sama rata) maka
persentasenya 100%, begitu juga jumlah kelopak yang keseluruhan memiliki kelopak 3 lembar,
memiliki jumlah putik masing-masing 1, dan jumlah benang sari 5. Sehingga untuk jumlah
kelopak, putik, benang sari masing-masing memperoleh 100% pada setiap bunga nya..
Selanjutnya terhadap panjang daun Pada masing-masing bunga Kana memperoleh 33,3%. Untuk
lebar daun Kana, pada daun Kana kuning memperoleh 33,3%, sedangkan pada Kana Orange dan
Kana merah memperoleh 66,6% karena mempunyai lebar daun yang sama.
4.2. Hasil Serta Pembahasan Praktikum Keanekaragaman Hewan (ikan)

4.2.2. Tabel hasil penelitian terhadap keanekaragaman hewan


No.

Parameter

Nila

Nila

Mujahir

Mas

Mas

Hitam
Hitam

Hitam

Merah
Orange

Hitam
Hitam

1.

Warna

Merah
Orange

2.

seluruh tubuh
Warna sisik

Orange

Hitam

Hitam

Orange

Hitam

3.
4.
5.
6.
7.

Panjang Sisik
Lebar Sisik
Panjang ikan
Lebar ikan
Tinggi sirip

bening
0,2 cm
0,2 cm
6 cm
2 cm
1,5 cm

bening
0,2 cm
0,2 cm
6,5 cm
2 cm
1,0 cm

bening
1,3 cm
0,8 cm
25 cm
10 cm
5 cm

bening
1,5 cm
1,0 cm
27 cm
9 cm
5 cm

bening
1,6 cm
1,5 cm
28,6 cm
11 cm
6 cm

8.

ikan
Panjang sirip

1 cm

1,5 cm

4 cm

5,5 cm

6,3 cm

ekor
4.2.3. Tabel Persentase parameter dari keanekaragaman Hewan (ikan)
No.
Parameter
Nila
Nila
Mujahir
Mas
Mas Hitam
Merah
40%

Hitam
60%

60%

Merah
40%

60%

1.

Warna

2.
3.
4.
5.
6.
7.

seluruh tubuh
Warna sisik
Panjang Sisik
Lebar Sisik
Panjang ikan
Lebar ikan
Tinggi sirip

40%
20%
20%
20%
40%
40%

60%
20%
20%
20%
40%
40%

60%
20%
20%
20%
40%
40%

40%
20%
20%
20%
40%
40%

60%
20%
20%
20%
40%
40%

8.

ikan
Panjang sirip

20%

20%

20%

20%

20%

ekor
a. Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, bahwa dapat dilihat dari data tabel di atas tersebut
sebagai berikut:

Untuk warna tubuh ikan, pada ikan nila merah dan mas hitam memiliki warna tubuh orange
sementara pada ikan nila hitam,mujahir dan mas hitam warna tubuhnya hitam. 40% warna
orange pada ikan nila dan mas merah, sementara ikan nila hitam,mujahir dan mas hitam 60%.
Untuk warna sisik ikan, ke lima ikan tersebut memiliki warna sisik yang sama dengan warna
tubuh ikan hanya saja warnanya lebih bening. Tingkatan % warna sisik ikan sama dengan warna
tubuh ikan 40% untuk ikan yang merah yang hitam 60%.
Pada parameter panjang sisik, ikan nila,mujahir dan ikan mas memiliki perbedaan dimana dapat
dilihat panjang sisik ikan nila merah dan hitam sama, namun ikan mujahir dan ikan mas tidak
sama panjang sisiknya. Dari segi panjang sisik dapat dilihat bahwa ikan-ikan tersebut memiliki
keanekaragam. Panjang sisik ke lima ikan tersebut 20% sama semua.
Untuk lebar sisik ikan, sisik ikan yang paling lebar pada iakn mas hitam. Namun lebar sisik
iakn yang paling kecil pada ikan nila orange dan hitam. Rata-rata % lebar sisik pada ikan
tersebut adalah 20%.
Pada parameter panjang ke lima ikan tersebut juga beragam. Ikan yang paling panjang adalah
ikan mas hitam. Dan paling pendek pada ikan nila. Namun iakn mas orange dan hitam juga
memiliki perbedaan ukuran. Maka % dari panjang ikan-ikan tersebut adalah 20%.
Lebar ikan yang telah di amati, bahwa ikan nila merah dan hitam memiliki kesamaan berbeda
dengan ikan mijahir mas merah dan mas hitam. Akan tetapi ikan mas merah tidak memiliki
kesamaan dengan ikan mas hitam. Ukuran lebar ikan mas lebih dominan di banding ikan mas
merah dan mujahir. Sehingga % lebar ikan dari kelima tersebut adalah 40%.
Untuk tinggi sirip ikan, iakn nila merah dengan ikan nila hitam tinggi siripnya berbeda, namun
ikan mujahir dan ikan mas merah memiliki kesamaan untuk tinggi siripnya. Panjang sirip ikan
yang paling panjang adalah ikan mas hitam. Sehingga % tinggi sirip kelima ikan tersebut 40%.
Untuk panjang sirip ekor ikan, panjang sirip ekor ikan yang paling panjang adalah ikan mas
hitam. Sirip ekor yang paling pendek adalah ikan nila merah. Maka % untuk panjang ekor dari
kelima ekor ikan tersebut adalah 40 %.
Dari hasil parameter keanekaragaman ikan Nila merah, Nila hitam, Mujahir, Mas merah dan
mas Hitam kelima jenis ikan tersebut mempunyai perbedaan satu sama lain, perbedaanperbedaan tersebut yang disebut dengan keanekaragaman. Setiap mahkluk hidup mempunyai
beragam ciri-ciri dan bentuk yang tidak sama. Dari 5 jenis ikan yang dibawa sudah memiliki
tingkatan variasi yang beragam. Jika dibandingkan dengan semua jenis ikan yang ada maka
tingkat keanekargaman ikan sangat tinggi. Keanekaragaman ini dapat terjadi karena persamaan

dan perbedaan atau faktor genetik atau faktor luar.

Gen, jenis dan ekosistem dapat

mempengaruhi tingkat keanekaragaman atau variasi makhluk hidup.


4.3. Hasil Serta Pembahasan Praktikum Keanekaragaman Manusia
4.3.1. Tabel hasil penelitian terhadap keanekaragaman hewan
No
.
1.

Parameter

Nuri

Indi

Lusi

Lola

Lann

Jenis Kelamin
Lidah
Ibu jari
Telinga
Telapak kaki
Bulu mata
Warna rambut
Bentuk

P
TM
B
TG
L
TL
H
L

P
M
B
G
L
TL
H
L

P
TM
B
TG
L
L
H
I

P
TM
B
G
L
TL
H
K

y
P
M
B
TG
L
TL
H
I

rambut
Golongan

darah
Keterangan :
P/L
: Perempuan/Laki-laki
M/TM
: Menggulung/Tidak Menggulung
B/L
: Bengkok/Lurus
G/TG
: Gantung/Tidak Gantung
L/D
: Lengkuk/Datar
L/TL
: Lentik/Tidak Lentik
H/C
: Hitam/Coklat
K/I/L
: Keriting/Ikal/Lurus
A/B/AB/O
: Golongan darah
a. Pembahasan
Ibu Jari, Ibu jari pada manusia ada yang membengkok dan ada yang tidak. Hal ini disebabkan
adanya gen dominan dan resesif. Jari yang dapat membengkok adalah pembawa sifat dominan
dan jari yang tidak membengkok adalah pembawa sifat resesif.
Telinga, Telinga pada manusia ada yg bertipe menggantung dan ada yang bertipe melekat. Telinga
yang menggantung adalah pembawa sifat dominan, dan telinga yang melekat pembawa sifat
resesif.
Warna Rambut, Warna Rambut pada manusia umunya hitam dan pembawa sifat dominan, apabila
terdapat coklat merupakan resesif.

Lidah, Lidah dibedakan menjadi dua yaitu lidah yang dapat melipat dan tidak dapat melipat.
Lidah yang dapat melipat merupakan pembawa sifat dominan dan lidah yang tidak dapat melipat
merupakan pembawa sifat resesif.
Golongan darah, Penggolongan darah pada manusia ada empat yaitu A, B, AB, dan O. Pembagian
golongan darah ini didasarkan pada ada atau tidaknya sistem ABO yaitu ada-tidaknya
aglutinogen dan aglutinin dalam darah.
Bentuk Rambut, Bentuk rambut npada manusia yang bertipe lurus, keriting, ikal merupakan
bagian dari variasi genetic yang dihasilkan.
Variasi genetik manusia merupakan keragaman gen yang menunjukkan jumlah total dari
karakteristik gen yang dapat diamati pada manusia. Setiap manusia memiliki gen yang berbedabeda. Tidak akan ada dua orang manusia yang secara genetik sama meskipun mereka kembar
identik/kembar monozigot. Adanya perbedaan gen tersebut terjadi baik pada tingkat spesies
maupun tingkat populasi. Perbedaan gen pada tingkat spesies dapat terlihat dari adanya variasi
fenotip pada setiap individu.
Dari tabel pengamatan ditemukan bahwa setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda,
walaupun ada individu yang memiliki nomor indeks sama pada cakram genetika namun tetap ada
perbedaan yang dapat diamati dari fenotipnya.
1.

Nuri berjenis kelamin perempuan dengan lidah yang tidak dapat menggulung, ibu jari
membengkok, telinga yang tidak menggantung, telapak kaki yang lengkuk, bulu mata yang tidak
lentik, dengan warna rambut yang hitam, bentuk rambut yang lurus dan bergolongan darah O
maka indeks keragaman nomor 32.

2.

Indi memiliki jenis kelamin perempuan, lidah yang dapat menggulung, ibu jari yang
membengkok, telinga yang tidk menggantung, dengan tapak kaki lengkuk, bulu mata yang tidak
lentik, warna rambut yang hitam dan bentuk rambut yang lurus serta golongan darah nya adalah
A dan indeks keragaman nomor 21.

3.

Lusi memiliki jenis kelamin perempuan dengan lidah tidak dapat menggulung, ibu jari yang
bengkok, telinga yang tidak menggantung, telapak kaki yang lengkuk, bulu mata lentik, warna
rambut yang hitam dengan bentuk rambut yang ikal, serta golongan darah yang dimiliki adalah O
dan indeks keragaman nomor 28.

4. Lola yang memiliki jenis kelamin perempuan dengan lidah yang tidak dapat menggulung, ibu
jari yang bengkok, telinga yang menggantung, telapak kaki yang lengkuk serta bulu mata yang

lentik, dengan warna rambut hitam dan bentuk rambut yang keriting, dan memiliki golongan
darah B dan indeks keragaman nomor 10.
5. Lanny berjenis kelamin perempuan, dengan lidah yang dapat menggulung, ibu jari yang dapat
membengkok, telinga yang bergantung, dan telapak kaki yang lengkuk, bulu mata yang tidak
lentik, warna rambut yang hitam serta bentuk rambut yang ikal dan golongan darah yang
dimilikinya adalah A dengan indeks keragaman nomor 5.
Keanekaragaman pada manusia terbentuk oleh sifat-sifat genetika yang dibawa oleh gen dari
orang tua. Sifat- sifat genetika meliputi sifat dominan dan sifat resesif. Ujung daun telinga yang
menggantung atau bebas merupakan sifat dominan, sedangkan ujung daun telinga yang melekat
atau menempel merupakan sifat resesif. Ibu jari tangan yang melengkung merupakan sifat
dominan, sedangkan ibu jari tangan yang lurus merupakan sifat resesif.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
o Setiap makhluk hidup memiliki perbedaan serta persamaan sehingga terdapat variasi antara
makhluk hidup tersebut.

o Variasi yang terdapat pada makhluk hidup menandakan ciri khas dari makhluk hidup tersebut
o Pada tumbuhan yang digunakan dalam praktikum pada umumnya memiliki persamaan yaitu
jumlah benang sari dan putik
o Pada hewan yang digunakan dalam praktikum pada umumnya memiliki perbedaan dari ukuran
tubuh.
o Pada manusia memiliki variasi yang sangat banyak, karena antara satu manusia dengan manusia
yang lain tidak ada yang persis sama.
5.2 Saran
Dalam melakukan praktikum genetika tentang keanekaragaman makhluk hidup,
sebaiknya menambahkan parameter yang akan diamati pada makhluk tersebut sehingga dapat
diketahui adanya variasi antar makhluk hidup tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Bhimasarf.

2009. Imitasi

Perbandingan

Genetik.

http://bhimashraf.blogspot.com/2009/12/imitasiperbandingan-genetik imitasi.html) diakses pada


tanggal 18 oktober 2015
Nio,Tjan kwiauw. 1990. Genetika Dasar. ITB Press : Bandung
Stansfield, William D. 1983. Genetika, Edisi Ketiga. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Starr, Cecie and Beverly McMillan. 2010. Human Biology, Eighth Edition. New York :
Brooks/Cole Cengage Learning.
Susanto, Agus H. 2011. Genetika. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Winchester, A. M. 1958. GENETICS : A Survey of The Principles of Heredity. Massachussets:


The Riberside Press.
Yatim, Wildan .2003 .Genetika. Tarsito : Bandung