Anda di halaman 1dari 35

Makalah Komunitas III

Kesehatan Jiwa Masyarakat

Mata Kuliah :
Komunitas III
Dosen Pembimbing :
Nuniek SW, M. Kep

Kelompok 4 :
1.

Ari Pratama

2.

Fransiska

3.

Ernita

6.

Nina Lisnawati

7.

Wulida Litaqia

8.

Weni Karunia

4.

Muhammad Hutriadi

5.

Ricky Ersaputra

9.

Ridho Romadhon

Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Daftar Isi

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah


a.

Apa konsep dari kesehatan jiwa masyarakat ?

b.

Apa saja program yang berhubungan dengan kesehatan jiwa masyarakat ?

c.

Bagaimana format yang digunakan dalam asuhan keperawatan kesehatan jiwa


masyarakat ?

1.3 Tujuan
a.

Agar mahasiswa memahami konsep kesehatan jiwa masyarakat

b.

Diharapkan mahasiswa mengetahui program yang berhubungan dengan


kesehatan jiwa masyarakat

c.

Mahasiswa mengetahui format yang digunakan dalam asuhan keperawatan


kesehatan jiwa masyarakat

BAB II
Isi

2.1 KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA KOMUNITAS


Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi mental sejahtera yang memungkinkan
hidup harmonis dan produktif sebagai bagian yang utuh dari kualitas hidup
seseorang, dengan memperhatikan semua segi kehidupan manusia. Ciri-ciri
individu yang sehat jiwa meliputi menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya,
mampu menghadapi stress kehidupan yang wajar, mampu bekerja produktif dan
memenuhi kebutuhan hidupnya, dapat berperan serta dalam lingkungan hidup,
menerima dengan baik apa yang ada pada dirinya dan merasa nyaman bersama
orang lain.
Ciri-ciri sehat jiwa :
1. Bersikap positif terhadap diri sendiri.
2. Mampu tumbuh, berkembang dan mencapai aktualisasi diri.
3. Mampu mengatasi stress atau perubahan pada dirinya.
4. Bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan yang diambil.
5. Mempunyai persepsi yang realistis dan menghargai perasaan serta sikap
orang lain.
6. Mampu menyesuaikan diri dan lingkungan.
Masalah psikososial yaitu setiap perubahan dalam kehidupan individu baik
yang bersifat psikologis ataupun social yang mempunyai pengaruh timbal balik
dan dianggap berpotensi cukup besar sebagai faktor penyebab terjadinya
gangguan jiwa ( atau gangguan kesehatan) secara nyata, atau sebaliknya masalah
kesehatan jiwa yang berdampak pada lingkungan social.
Ciri-ciri masalah psikologis:
1. Cemas,khawatir berlebihan,takut.
2. Mudah tersinggung
3. Sulit konsentrasi.
4. Bersifat ragu-ragu atau rendah diri
5. Merasa kecewa
6. Pemarah dan agresif
7. Reaksi fisik seperti jantung berdebar,otot tegang,sakit kepala.
Gangguan jiwa yaitu suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan
adanya gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan penderitaan pada individu

dan atau hambatan dalam melaksanakan peran social.


Ciri-ciri gangguan jiwa:
1. Sedih berkepanjangan
2. Tidak semangat dan cenderung malas.
3. Marah tanpa sebab.
4. Mengurung diri.
5. Tidak mengenali orang
6. Bicara kacau
7. Bicara sendiri
8. Tidak mampu merawat diri.
Kesehatan jiwa berada pada rentang sehat-sakit yang dapat di gambarkan pada
table 1.1.
PRINSIP KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA KOMUNITAS
Keperawatan kesehatan jiwa komunitas adalah pelayanan keperawatan yang
komprehensif,holistik, dan paripurna yang berfokus pada masyarakat yang sehat
jiwa, rentan terhadap stress (resiko gangguan jiwa) dan dalam tahap pemulihan
serta pencegahan kekambuhan (gangguan jiwa).
Pelayanan Keperawatan yang komprehensif yaitu pelayanan yang difokuskan
pada:
a. Pencegahan primer pada anggota masyarakat yang sehat.
b. Pencegahan sekunder pada anggota masyarakat yang mengalami masalah
psikososial & gangguan jiwa.
c. Pencegahan tersier pada klien gangguan jiwa dengan proses pemulihan.
Dari rentang respon tersebut, sehat jiwa dicirikan dengan pikiran yang
logis,persepsi akurat, emosi konsisten, perilaku selaras, dengan lingkungan
dan memiliki hubungan social yang memuaskan. Individu yang mengalami
masalah psikososial ialah yang mengalami pikiran menyimpang(distress),
gangguan persepsi,ilusi,emosional menghadapi stimulus, prilaku kadang
kadang tidakselaras dengan lingkungan dan menarik diri.
Apabila seseorang sudah mengalami WAHAM,HALUSINASI, tidak
mampu mengendalikan emosi,tingkahlaku nya kacau (disorganisasi), isolasi
social, maka sudah dikatakan mengalami gangguan jiwa.
Pelayanan keperawatan yang holistic yaitu pelayanan yang difokuskan
pada aspek bio-psiko-sosio-kultural & spiritual.
1. Aspek (bio-fisik) dikaitkan dengan masalah kesehatan fisik seperti
kehilangan organ tubuh yang di alami anggota masyarakat akibat
rencana yang memerlukan pelayanan dalam rangka adaptasi mereka

terhadap kondisi fisiknya. Demikian pula dengan penyakit fisik lain


baik yang akut,kronis maupun terminal yang member dampak pada
kesehatan jiwa.
2. Aspek psikologis dikaitkan dengan berbagai masalah psikologis yang
di alami masyarakat seperti ketakutan, trauma, kecemasan maupun
kondisi yang lebih berat yang memerlukan pelayanan agar mereka
dapat beradaptasi dengan situasi tersebut.
3. Aspek social dikaitkan dengan kehilangan suami/isteri/anak, keluarga
dekat,kehilangan pekerjaan, tempat tinggal, dan harta benda yang
memerlukan pelayanan dari berbagai sektor terkait agar mereka
mampu mempertahankan kehidupan social yang memuaskan.
4. Aspek cultural dikaitkan dengan budaya tolong menolong dan
kekeluargaan yang dapat digunakan sebagai system pendukung social
dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ditemukan.
5. Aspek spiritual yang dikaitkan dengan nilai nilai keagamaan yang kuat
yang dapat diberdayakan sebagai potensi masyarakat dalam mengatasi
berbagai konflik dan masalah kesehatan yang terjadi.
Pelayanan kesehatan paripurna adalah pelayanan pada semua jenjang
pelayanan yaitu dari pelayanan kesehatan jiwa spesialis,pelayanan
kesehatan jiwa integrative dan pelayanan kesehatan jiwa bersumberdaya
masyarakat. Pemberdayaan seluruh potensi dan sumberdaya yang ada di
masyarakat diupayakan agar terwujud masyarakat yang mandiri dalam
memelihara kesehatan nya.
Pelayanan kesehatan akan diberikan terus menerus(continuity of care) dari
kondisi sehat sampai sakit dan sebaliknya, baik dirumah maupun dirumah
sakit, ( dimana saja orang berada) dari dalam kandungan sampai lanjut
usia.
PELAYANAN KEPERAWATAN JIWA KOMPERHENSIF
Pelayanan keperawatan jiwa komprehensif adalah pelayanan keperawatan
jiwa yang diberikan pada masyarakat pasca bencana dan konflik, dengan
kondisi masyarakat yang sangat beragam dalam rentang sehat sakit yang
memerlukan pelayanan keperawatan pada tingkat pencegahan primer,
sekunder dan tersier.
PENCEGAHAN PRIMER
Focus pelayanan keperawatan jiwa adalah pada peningkatan kesehatan dan

pencegahan terjadinya gangguan jiwa.


Tujuan pelayanan adalah mencegah terjadi nya gangguan jiwa,
mempertahankan dan meningkatkan kesehatan jiwa.
Target pelayanan yaitu anggota masyarakat yang belum mengalami
gangguan

jiwa

sesuai

dengan

kelompok

umur

yaitu,

anak,remaja,dewasa,dan usia lanjut. Aktivitas pada pencegahan primer


adalah program pendidikan kesehatan, program stimulasi perkembangan,
program sosialisasi kesehatan jiwa, manajemen stress persiapan menjadi
orang tua.
Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Memberikan pendidikan kesehatan pada orang tua antara lain:
a. Pendidikan menjadi orang tua
b. Pendidikan tentang perkembangan anak sesuai dengan usia
c. Memantau dan menstimulasi perkembangan
d. Mensosialisasikan anak dengan lingkungan.
2. Pendidikan kesehatan mengatasi stress:
a. Stress pekerjaan
b. Stress Perkawinan
c. Stress Sekolah
d. Stress Pasca bencana
3. Program dukungan social diberikan pada anak yatim piatu,individu
yang kehilangan pasangan, pekerjaan,rumah, yang semua ini
mungkin terjadi akibat bencana. Beberapa kegiatan yang dilakukan
adalah:
a. Memberikan informasi tentang cara mengatasi kehilangan
b. Menggerakkan dukungan masyarakat seperti menjadi orang tua
asuh bagi anak yatim piatu.
c. Melatih keterampilan sesuai dengan keahlian masing-masing
untuk mendapatkan pekerjaan.
d. Mendapatkan dukungan pemerintah

dan

LSM

untuk

memperoleh tempat tinggal.


4. Program perencanaan penyalahgunaan obat. Penyalahgunaan obat
sering digunakan sebagai koping untuk mengatasi masalah.
Kegiatan yang dapat di lakukan:
a. Pendidikan kesehatan melatih koping positif untuk mengatasi
stress.
b. Latihan asertif yaitu mengungkapkan keinginan dan perasaan
tanpa menyakiti orang lain.
c. Latihan afirmasi dengan menguatkan aspek-aspek positif yang
ada pada diri seseorang.

5. Program pencegahan bunuh diri. Bunuh diri merupakan salah satu


cara penyelesaian masalah oleh individu yang mengalami
keputusasaan. Oleh karena itu perlu dilakukan program:
a. Memberikan informasi untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang tanda tanda bunuh diri.
b. Menyediakan lingkungan yang aman untuk mencegah bunuh
diri.
c. Melatih keterampilan koping yang adaptif.
PENCEGAHAN SEKUNDER
Fokus pelayanan keperawatan pada pencegahan sekunder adalah
deteksi dini dan penanganan dengan segera masalah psikososial dan gangguan
jiwa tujuan pelayanan adalah menurunkan angka kejadian gangguan jiwa.
Target pelayanan adalah anggota masyarakat yang beresiko/memperlihatkan
tanda tanda masalah psikososial dan gangguan jiwa. Aktivitas pada
pencegahan sekunder adalah:
1. Menemukan kasus sedini mungkin dengan cara memperoleh
informasi dari berbagai sumber seperti masyarakat, tim kesehatan
lain dan penemuan langsung.
2. Melakukan penjaringan kasus dengan melakukan langkah-langkah
sebagai berikut :
a. Melakukan pengkajian 2menit untuk memperoleh data fokus
pada semua pasien yang berobat kepuskesmas dengan keluhan
fisik.
b. Jika ditemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan kecemasan
dan depresi maka lanjutkan pengkajian dengan menggunakan
pengkajian keperawatan kesehatan jiwa.
c. Mengumumkan kepada masyarakat tentang gejala
d.

dini

gangguan jiwa (di tempat tempat umum)


Memberikan pengobatan cepat terhadap kasus baru yang
ditemukan sesuai dengan standar pendelegasian program
pengobatan (bekerja sama dengan dokter) dan memonitor efek
samping pemberian obat, gejala, dan kepatuhan pasien minum

obat.
e. Bekerja sama dengan perawat komunitas dalam pemberian
obat lain yang dibutuhkan pasien untuk mengatasi gangguan
fisik yang dialami (jika ada gangguan fisik yang memerlukan
pengobatan).

f.

Melibatkan keluarga dalam pemberian obat, mengajarkan


keluarga agar melaporkan segera kepada perawat jika
ditemukan

g.

adanya

tanda-tanda

yang

tidak

biasa,

dan

menginformasikan jadwal tindak lanjut.


Menangani kasus bunuh diri dengan menempatkan pasien
ditempat

yang

aman,

melakukan

pengawasan

ketat,

menguatkan koping, dan melakukan rujukan jika mengancam


h.

keselamatan jiwa.
Melakukan terapi modalitas yaitu berbagai terapi keperawatan
untuk membantu pemulihan pasien seperti terapi aktivitas

i.

kelompok , terapi keluarga dan terapi lingkungan.


Memfasilitasi self-help group (kelompok pasien, kelompok
keluarga, atau kelompok masyarakat pemerhati) berupa
kegiatan kelompok yang membahas masalah-masalah yang

j.

terkait dengan kesehatan jiwa dan cara penyelesaiannya.


Menyediakan hotline service untuk intervensikrisis yaitu
pelayanan dalam 24 pukul melalui telepon berupa pelayan

konseling.
k. Melakukan tindakan lanjut (follow-up) dan rujukan kasus.
PENCEGAHAN TERSIER
Fokuspelayanan keperawatan adalah : pada peningkatan fungsi dan sosialisasi
serta pencegahan kekambuhan pada pasien gangguan jiwa. Tujuan pelayanan
adalah mengurangi kecacatan atau ketidakmampuan akibat gangguan jiwa.
Target pelayanan yaitu anggota masyarakat mengalami gangguan jiwa pada
tahap pemulihan. Aktifitas pada pencegahan tersier meliputi:
1. Program

dukungan

sosial

dengan

menggerakkan

sumber-sumber

dimasyarakat seperti : sumber pendidikan, dukungan masyarakat


(tetangga, teman dekat, tokoh masyarakat), dan pelayan terdekat yang
terjangkau masyarakat. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah :
A. Pendidikan kesehatan tentang perilaku dan sikap masyarakat terhadap
penerimapasien gangguan jiwa.
B. Penjelasan tentang pentingnya pemanfaatan pelayanan kesehatan
2.

dalam penanganan pasien yang melayani kekambuhan.


Program rehabilitas untuk memberdayakan pasien dan keluarga hingga
mandiri berfokus pada kekuatan dan kemampuan pasien dan keluarga
dengan cara :

A. Meningkatkan kemampuan koping yaitu belajar mengungkapkan dan


menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat.
B. Mengembangkan sistem pendukung dengan memberdayakan keluarga
dan masyarakat.
C. Menyediakan pelatihan dan kemampuan dan potensi yang perlu
dikembangkan oleh pasien, keluarga dan masyarakat agar pasien
produktif kembali.
D. Membantu pasien dan keluarga merencanakan dan mengambil
keputusan untuk dirinya.
3. Program sosialisasi
A. Membuat tempat pertemuan untuk sosialisasi.
B. Mengembangkan keterampilan hidup (aktifitas hidup sehari-hari
[ADL],mengelola rumah tangga, mengembangkan hobi.
C. Program rekreasi seperti nonton bersama, jalan santai, pergi ke tempat
rekreasi.
D. Kegiatan sosial dan keagamaan (arisan bersama, pengajian bersama,
majelis taklim, kegiatan adat)
4. Program mencegah stigma. Stigma merupakan anggapan yang keliru
dalam masyarakat terhadap gangguan jiwa, oleh karena itu, perlu diberikan
program mencegah stigma untuk menghindari isolasi dan diskriminasi
terhadap pasien gangguan jiwa. Beberapa kegiatan yang dilakukan, yaitu :
A. Memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang
kesehatan jiwa dan gangguan jiwa, serta tentang sikap dan tindakan
menghargai pasien gangguan jiwa.
B. Melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, atau orang yang
berpengaruh dalam rangka mensosialisasikan kesehatan jiwa dan
gangguan jiwa.

2.2 Program Kesehatan Jiwa Masyarakat


Sehat adalah keadaan sejahtera, fisik mental dan sosial dan tidak sekedar
terbatas dari keadaan cacat dan kematian. Definisi sehat ini berlaku bagi
perorangan maupun penduduk atau masyarakat. Derajat kesehatan masyarakat
dipengaruhi oleh 4 faktor yang paling berinteraksi yaitu lingkungan, perilaku,
keturunan dan pelayan kesehatan. Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi mental
sejahtera yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif sebagai bagian yang
utuh dari kualitas hidup seseorang, dengan memperhatikan semua segi kehidupan

manusia dengan ciri menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya, mampu


menghadapi tekanan hidup yang wajar, mampu bekerja produktif dan memenuhi
kehidupan hidupnya, dapat berperan serta dalam lingkungan hidup, menerima
dengan baik apa yang ada pada dirinya merasa nyaman bersama orang lain. Jadi
kesehatan jiwa (mental) merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
kesehatan secara keseluruhan.

A. Desa siaga
Desa siaga sehat jiwa yang merupakan bentuk layanan keperawatan kesehatan
jiwa komunitas mempunyai visi meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat,
mencegah masalah kesehatan jiwa masyarakat, memelihara kesehatan jiwa
masyarakat, dan mengoptimalkan kemampuannya hidup pasien gangguan jiwa yang
ada di masyarakat sesuai dengan kemampuannya dengan memberdayakan keluarga
dan masyarakat. Contoh visi desa siaga sehat jiwa adalah masyarakat sehat jiwa
melalui desa siaga sehat jiwa.
Salah satu pilar praktik keperawatan kesehatan jiwa komunitas adalah layanan
keperawatan dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan kesehatan jiwa
komunitas. Asuhan keperawatan yang baik sangat dibutuhkan dalam memberikan
asuhan keperawatan kepada pasien, keluarga, kelompok dan komunitas secara
sistematis dan terorganisir.
Keperawatan kesehatan jiwa komunitas yang profesional mempunyai ciri praktik
yang didasari oleh keterampilan intelektual, teknis, dan interpersonal. Pendekatan
yang digunakan adalah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan
diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan, implementasi, dan evaluasi.
Perawat CMHN bertanggung jawab memberikan asuhan keperawatan jiwa
komunitas kepada kelompok keluarga yang sehat jiwa, kelompok pasien gangguan
jiwa, dan keluarga yang berisiko mengalami gangguan jiwa (masalah psikososial),
dan kelompok pasien serta keluarga yang anggotanya mengalami gangguan jiwa.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat CMHN dibantu oleh kader jiwa.
Perawat memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang masih memerlukan
perawatan total (total care) dan perawatan parsial (partial care). Sedangkan kader

kesehatan jiwa bertanggung jawab untuk memantau perkembangan pasien yang sudah
mandiri (self-care).
Pemberian asuhan keperawatan oleh perawat CMHN dilakukan melalui
pendekatan individual dengan menggunakan manajemen kasus, pendekatan kelompok
dengan menggunakan metode pendidikan kesehatan, terapi aktivitas kelompok, dan
terapi rehabilitasi.

Keperawatan kesehatan jiwa komunitas di desa siaga sehat jiwa


Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan oleh perawat CMHN dan kader
kesehatan jiwa (KKJ).
Asuhan keperawatan oleh perawat CMHN

Kemampuan perawat CMHN


Perawat CMHN diharapkan mempunyai kemampuan :
1.

Melaksanakan asuhan keperawatan pada kelompok masyarakat sehat jiwa,


masyarakat yang berisiko mengalami gangguan jiwa (masalah psikososial), dan
masyarakat yang mengalami gangguan jiwa

2.

Memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok sehat jiwa, kelompok yang


berisiko mengalami gangguan jiwa (masalah psikososial), dan kelompok yang
mengalami gangguan jiwa

3.

Melaksanakan terapi aktivitas kelompok (TAK) pada kelompok pasien gangguan


jiwa

4.

Melakukan rehabilitasi pada pasien gangguan jiwa.

Fokus kegiatan asuhan keperawatan


Kegiatan asuhan keperawatan difokuskan pada kelompok berikut.

1.

Kelompok masyarakat sehat jiwa, berupa penyuluhan (pendidikan kesehatan)


untuk kelompok keluarga dan asuhan keperawatan untuk kelompok masyarakat
sehat jiwa sesuai dengan usia: 0-18 bulan; 18 bulan-3 tahun; 3-6 tahun; 6-12
tahun; 12-18 tahun; 18-25 tahun; 25-65 tahun; >65 tahun

2.

Kelompok masyarakat yang berisiko mengalami gangguan jiwa (masalah


psikososial), meliputi masalah keperawatan gangguan citra tubuh, kehilangan dan
berduka, ansietas menjelang ajal.

3.

Asuhan keperawatan untuk pasien dan keluarga yang mengalami gangguan jiwa
terdiri dari:
a) Asuhan keperawatan untuk pasien dengan masalah perilaku kekerasan dan
depresi.
b) Asuhan keperawatan untuk pasien dewasa dengan masalah keperawatan
perilaku kekerasan, halusinasi, waham, isolasi sosial, harga diri rendah,
defisit perawatan diri, risiko bunuh diri, sindrom pasca trauma, ansietas,
penyalahgunaan dan ketergantungan napza, distres spiritual, hambatan
komunikasi verbal, ketidakefektifan koping keluarga, hambatan proses
keluarga.
c) Asuhan keperawatan untuk pasien lansia dengan masalah keperawatan
demensia dan depresi.

Tindakan keperawatan
Tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat CMHN meliputi:
1.

Melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok sehat jiwa sesuai dengan


usianya.

2.

Melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok yang berisiko mengalami


gangguan jiwa dan masalah psikososial.

3.

Melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok pasien dan keluarga yang


mengalami gangguan jiwa.

4.

Melakukan TAK dan terapi rehabilitasi pada kelompok pasien gangguan jiwa.

5.

Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dan keluarga melalui kunjungan


rumah sesuai masalahnya.

6.

Mendokumentasikan semua kegiatan.

Dokumentasi asuhan keperawatan


Dokumentasi asuhan keperawatan perawat CMHN meliputi:
1.

Kartu berobat puskesmas.

2.

Laporan kegiatan harian asuhan keperawatan pasien dengan masalah psikososial


dan gangguan jiwa di puskesmas.

3.

Laporan asuhan keperawatan pasien yang mendapat kunjungan rumah.

4.

Evaluasi kemampuan pasien dan keluarga.

5.

Jadwal aktivitas harian pasien.

6.

Laporan kegiatan pendidikan kesehatan pada kelompok masyarakat sehat jiwa,


masyarakat yang berisiko mengalami masalah psikososial, dan masyarakat yang
mengalami gangguan jiwa.

7.

Laporan kegiatan TAK dan rehabilitasi pada pasien gangguan jiwa

Aktivitas DSSJ oleh Kader Kesehatan Jiwa


Kader kesehatan jiwa diharapkan mempunyai kemampuan dalam melakukan kegiatan
berikut.
1. Mendeteksi keluarga didesa siaga sehat jiwa: sehat,resiko, dan gangguan.
2. Menggerakkan keluarga sehat untuk menghadiri penyuluhan sehat jiwa sesuai
usia anak.
3. Menggerakkan keluarga beresiko untuk menghadiri penyuluhan resiko
gangguan jiwa.
4. Menggerakkan keluarga pasien gangguan jiwa untuk mengikuti penyuluhan

cara merawat pasien.


5. Menggerakkan pasien gangguan jiwa untuk mengikuti TAK dan rehabilitasi.
6. Melakukan kunjungan rumah ke keluarga pasien gangguan jiwa yang telah
mandiri.
7. Merujuk kasus keperawatan CMHN
8. Mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan.
Kegiatan Kader Kesehatan Jiwa
Kegiatan yang dilakukan oleh KKJ sebagai berikut.
1. Mendeteksi keluarga sehat, keluarga yang beresiko yang mengalami gangguan
jiwa dan keluarga yang menderita gangguan jiwa.
2. Supervisi pasien gangguan jiwa melalui kunjungan rumah, kasus pasien
gangguan jiwa yang akan dipantau perkembangannya olehkader kesehatan
jiwa adalah : perilaku kekerasan, halusinasi, isolasi sosial, harga diri rendah,
dan defisit perawatan diri. Pasien dan keluarga yang akan dipantau
perkembangannya oleh kader kesehatan jiwa (KKJ) adalah pasien dan
keluarga yang mandiri. Pengertian mandiriadalah jika pasien mampu
melakukan semua kegiatan yang telah dilatih sesuai dengan jadwal kegiatan
harian secara mandiri (M) selama dua minggu berturut-turut. Kader kesehatan
jiwa (KKJ) akan melakukan serah terima dengan perawat CMHN, dan KKJ
akan memantau perkembangan pasien dengan menggunakan buku supervisi
pasien (buku terlampir).
3. Menggerakkan keluarga sehat, keluarga resiko, dan keluarga yang mengalami
gangguan jiwa untuk mengikuti penyuluhan kesehatan jiwa.
4. Menggerakkan pasien yang mengalami gangguan jiwa untuk melakukan TAK
dan rehabilitasi.
5. Melakukan perujukan kasus kepada perawat CMHN kasus atau pasien yang
dirujuk oleh KKJ kepada perawat CMHN adalah sebagai berikut.
a. Pasien yang dirawat oleh KKJ dan hasil evaluasi kemampuan pasien
dan keluarga kurang dari 50%.
b. Ditemukan tanda dan gejala krisis
Perilaku kekerasan : pasien melukai orang lain, merusak

barang-barang.
Halusinasi : pasien mengikuti halusinasinya
Isolasi sosial : pasien mengurung driri atau dikurung oleh

keluarga.
Harga diri rendah : pasien selalu mengatakan negatif/tidak

berguna.
Defisit perawatan diri: pasien tidak mau melakukan aktivitas
mandi,berhias,makan,bab/bak.

Dokumentasi Kader Kesehatan Jiwa


Dokumentasi kegiatan yang dilakukan oleh kader kesehatan jiwa adalah sebagai
berikut
1. Hasil deteksi keluarga ditulis pada buku deteksi keluarga
2. Hasil partisipasi masyarakat dalam penyuluhan kesehatan jiwa ditulis pada
buku penyuluhan kesehatan jiwa
3. Hasil partisipasi pasien gangguan jiwa dalam kegiatan TAK dan rehabilitas
ditulis pada buku TAK dan rehabilitasi.
4. Hasil supervisi pasien melalui kunjungan rumah ditulis dibuku supervisi
5. Hasil perujukan kasus ditulis di format perujukan jiwa.

B. MASYARAKAT SEHAT 2010 DAN LANSIA


Masyarakat sehat 2010 telah menetapkan suatu tujuan, yaitu
meningkatkan kualitas dan kelangsungan hidup sehat bagi seluruh warga.
Dokumen ini mengindikasikan bahwa aspek terpenting dalam promosi
kesehatan contohnya lansia adalah memepertahankan kesehatan dan
kemandirian fungsional banyak tujuan yang ditetapkan untuk masyarakat
sehat 2000 (USDHHS, 1991) yang dicakupkan dalam tujuan masyarakat
sehat 2010. Salah satu tujuan masyarakat sehat 2010 yang dapat diarahkan
adalah meningkatkan setidaknya 90% proporsi individu yang berusia 65
tahun /lebih yang berpartisipasi pada tahun sebelumnya pada setidaknya 1
program promosi kesehatan yang terorganisasi.

2.3 Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat


FORMAT PENGKAJIAN KLIEN SEHAT MENTAL
Nama perawat
: ..
Tanggal pengkajian : ..
Tempat pengkajian : ..
Sumber data
: ..

I.

II.

IDENTITAS KLIEN
Nama klien lengkap
Nama panggilan klien
Umur/TTL
Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Status marital
Alamat lengkap

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama penanggung jawab klien
Umur
Agama
Suku bangsa
Alamat lengkap
Telp yang mudah dihubungi
Hubungan dengan klien

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN


Usia 0-18 bulan
Petunjuk teknis pengisian format :
1. Berilah tanda () jika klien dan keluarga mampu melakukannya
2. Apabila semua kemampuan tercapai (jawaban Ya mencapai 100%) maka
dikategorikan Normal namun bila kurang dari 100% maka dikategorikan
Penyimpangan

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama
klien : .............................................
......
Kemampuan
Ya
Kemampuan Klien
Menangis keras atau tangannya mencengkram saat dipisahkan
dengan ibunya
Mendengarkan musik atau bernyanyi dengan senang
Menolak saat digendong oleh orang yang tidak dikenalnya
Saat menangis mudah dibujuk untuk diam atau
digendong/dipeluk/dibuai
Menangis saat lapar, haus, dingin/basah, gerah, sakit
Mencari suara ibu atau orang lain yang memanggil namanya
Saat diajak bicara oleh orang asing menyembunyikan atau
memalingkan wajah dan tidak langsung menangis
Saat diajak bermain memperlihatkan wajah senang/gembira
Saat diberikan mainan meraih mainan atau mendorong dan
membanting
Kemampuan keluarga
Segera mengendong atau memeluk saat bayi menangis
(memberi rasa aman dan nyaman)
Segera menyusui atau memberi makanan saat bayi haus/lapar
Segera mengganti popok/celana yang basah
Menjaga keamanan saat bayi tidur atau bermain
Sebera membawa bayi ke puskesmas/rumah sakit/pelayanan
kesehatan bila sakit
Selalu mengajak bicara saat merawat bayi
Bermain dengan bayi (bersuara, menggunakan mainan/benda
berwarna atau berbunyi)
Keluarga bersabar bila bayinya rewel
Tidak melampiaskan kekesalan atau kemarahan pada bayi
Keluarga segera mendiskusikan keadaan bayi bila mengalami
masalah kesehatan

Diagnosa Keperawatan :
Normal
: Kesiapan Peningkatan Perkembangan Rasa Percaya
Penyimpangan : Risiko Ketidaksiapan Perkembangan Rasa Percaya
Namaperawat : ...............................

Tidak

............
FORMAT PENGKAJIAN KLIEN SEHAT MENTAL
Nama perawat
: ..
Tanggal pengkajian : ..
Tempat pengkajian : ..
Sumber data
: ..

I.

IDENTITAS KLIEN
Nama klien lengkap
Nama panggilan klien
Umur/TTL
Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Status marital
Alamat lengkap

II.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama penanggung jawab klien
Umur
Agama
Suku bangsa
Alamat lengkap
Telp yang mudah dihubungi
Hubungan dengan klien

III.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN


Usia 18 bulan 3 tahun
Petunjuk teknis pengisian format :
1. Berilah tanda () jika klien dan keluarga mampu melakukannya
2. Apabila semua kemampuan tercapai (jawaban Ya mencapai 100%) maka
dikategorikan Normal namun bila kurang dari 100% maka dikategorikan
Penyimpangan

N
o

Nama
klien : ......................................
Kemampuan
Ya

Tidak

1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
2
3
4
5
6
7
8

Kemampuan Klien
Mengenal dan menyebut namanya
Bertindak sendiri dan tidak mau diperintah
Mau berpisah dengan orang tua dalam waktu singkat/
sebentar
Sering bertanya tentang hal/benda yang asing bagi dirinya
Sering menggunakan kata jangan/tidak/nggak
Berinteraksi dengan orang lain tanpa diperintah
Mampu mengungkapkan rasa suka dan tidak suka
Mulai bermain dan berkomunikasi dengan anak lain di luar
keluarga
Meniru kegiatan keagamaan yang dilakukan keluarga
Kemampuan keluarga
Menyebutkan cara menstimulasi perkembangan anak
Menentukan cara untuk menstimulasi perkembangan anak
Memberikan mainan yang sesuai dengan usia anak
Tidak menggunakan kata perintah saat berbicara tetapi
memberikan alternatif untuk memilih
Membuat aturan perilaku yang baik (makan, mandi, tidur
bermain)
Memuji keberhasilan yang dicapai anak
Memberi kesempatan anak untuk bermain permainan yang
bertujuan menggali rasa ingin tahu
Segera membawa baita ke puskesmas/rumah sakit/pelayanan
kesehatan bila sakit

Diagnosa Keperawatan :
Normal
: Kesiapan Peningkatan PerkembanganKemandirian
Penyimpangan : Risiko Ketidaksiapan PerkembanganKemandirian
Nama
perawat : ........................................
...
FORMAT PENGKAJIAN KLIEN SEHAT MENTAL
Nama perawat
: ..
Tanggal pengkajian : ..
Tempat pengkajian : ..
Sumber data
: ..

I.

IDENTITAS KLIEN
Nama klien lengkap

: ...............................

Nama panggilan klien


Umur/TTL
Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Status marital
Alamat lengkap

II.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama penanggung jawab klien
Umur
Agama
Suku bangsa
Alamat lengkap
Telp yang mudah dihubungi
Hubungan dengan klien

III.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN


Usia 3 6 tahun
Petunjuk teknis pengisian format :
1. Berilah tanda () jika klien dan keluarga mampu melakukannya
2. Apabila semua kemampuan tercapai (jawaban Ya mencapai 100%) maka
dikategorikan Normal namun bila kurang dari 100% maka dikategorikan
Penyimpangan
Nama
klien : .............................................
......
N
Kemampuan
Ya
Tidak
o
Kemampuan Klien
1 Anak aktif bertanya segala sesuatu
2 Mengkhayal dan kreatif mencoba hal-hal baru
3 Mampu mengidentifikasi jenis kelamin
4 Mengenal 4 warna utama
5 Anak mudah berpisah dengan orang tua
6 Anak bermain dengan teman sebaya
7 Belajar melakukan perilaku orang tua, ikut dalam kegiatan
keagamaan
8 Aktif bermain menggunakan peralatan yang ada dalam rumah,
alat masak dipukul meniru suara musik, kursi disusun menjadi

kereta
9 Mampu mengungkapkan maksud dengan rangkaian kalimat
yang panjang
10 Anak berinisiatif melakukan kegiatan secara mandiri, mandi,
berpakaian, memakai sepatu, membereskan mainannya sendiri,
dan membantu adiknya
11 Anak BAK/BAB di toilet
12 Anak menerima kehadiran adiknya dan tidak terjadi sibling
rivalry berkepanjangan
Kemampuan keluarga
1 Memberi kesempatan anak untuk mempelajari keterampilan
baru
2 Menjadi contoh bagi anak dalam hal cara berinteraksi sosial
dengan orang lain dan lingkungan
3 Menggunakan bahasa dan kalimat positif bila melarang
4 Membantu anak dalam mempelajari hal-hal baru
5 Memberi pjian yang konstruktif pada keberhasilan anak
6 Mendiskusikan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan
angota keluarga
7 Memikirkan pendidikan awal yang baik bagi anak
8 Keluarga tidak bertengkar di depan anak
9 Keluarga bersikap bijak mengatasi sibing rivalry dengan
melibatkan anak untuk ikut merawat adik barunya, membantu
dalam acara memandikan adik, memakaikan bedak badan
adik, baju adik
Diagnosa Keperawatan :
Normal
: Kesiapan Peningkatan Perkembangan rasa inisiatif
Penyimpangan : Risiko Ketidaksiapan Perkembangan rasa inisiatif
Nama
perawat : ........................................
...
FORMAT PENGKAJIAN KLIEN SEHAT MENTAL
Nama perawat
: ..
Tanggal pengkajian : ..
Tempat pengkajian : ..
Sumber data
: ..

I.

IDENTITAS KLIEN
Nama klien lengkap
Nama panggilan klien
Umur/TTL

: ...............................
: ...............................
: ...............................

Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Status marital
Alamat lengkap

II.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama penanggung jawab klien
Umur
Agama
Suku bangsa
Alamat lengkap
Telp yang mudah dihubungi
Hubungan dengan klien

III.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN


Usia 6 - 12 tahun
Petunjuk teknis pengisian format :
1. Berilah tanda () jika klien dan keluarga mampu melakukannya
2. Apabila semua kemampuan tercapai (jawaban Ya mencapai 100%) maka
dikategorikan Normal namun bila kurang dari 100% maka dikategorikan
Penyimpangan

N
o

Nama
klien : .............................................
......
Kemampuan
Ya
Tidak

Kemampuan Klien
Mampu BAK/BAB di toilet dan tidak mengompol
Mempunyai teman tetap untuk bermain
Menyukai dan ikut berperan dalam kegiatan kelompok
Berteman dengan sesama jenis
Berkompetisi dengan teman atau saudara sebaya
Memiliki hubungan yang baik dengan orang tua
Mampu menyelesaikan tugas dari sekolah
Mampu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga secara
sederhana
9 Mulai mengerti nilai mata uang dan satuannya
10 Memiliki hobby: naik sepeda, membaca buku, majalah, cerita
anak
11 Tidak ada bekas tanda-tanda luka penganiayaan fisik dan
seksual
Kemampuan keluarga
1
2
3
4
5
6
7
8

1
2
3
4
5
6
7
8

Memfasilitasi anak mengikuti aktivitas kelompok


Membimbing anak dalam pencapaian tugas perkembangan
sesuai kemampuannya
Membimbing anak dalam cara berinteraksi dengan orang lain
Membimbing anak dalam kegiatan rumah: menonton TV,
membaca buku cerita, waktu belajar yang disiplin
Melibatkan dan membimbing anak dalam kegiatan keluarga:
berkebun, memasak, membersihkan rumah, rekreasi bersama
Keluarga tidak mencubit, memukul atau mencela/memaki anak
bila anak rewel
Tidak mempekerjakan anak secara paksa untuk mencari
nafkah keluarga
Memberikan pendidikan yang baik

Diagnosa Keperawatan :
Normal
: Kesiapan Peningkatan Perkembangan Usia Sekolah
(Industri)
Penyimpangan : Resiko Ketidaksiapan Peningkatan Perkembangan Usia
Sekolah
Nama
perawat : ..................................
FORMAT PENGKAJIAN KLIEN SEHAT MENTAL
Nama perawat
: ..
Tanggal pengkajian : ..
Tempat pengkajian : ..
Sumber data
: ..

I.

IDENTITAS KLIEN
Nama klien lengkap
Nama panggilan klien
Umur/TTL
Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Status marital
Alamat lengkap

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

II.

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama penanggung jawab klien
Umur
Agama
Suku bangsa
Alamat lengkap
Telp yang mudah dihubungi
Hubungan dengan klien

III.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN


Usia 12 - 18 tahun
Petunjuk teknis pengisian format :
1. Berilah tanda () jika klien dan keluarga mampu melakukannya
2. Apabila semua kemampuan tercapai (jawaban Ya mencapai 100%) maka
dikategorikan Normal namun bila kurang dari 100% maka dikategorikan
Penyimpangan

N
o

Nama
klien : .............................................
....
Kemampuan
Ya
Tidak

Kemampuan Klien
1 Menilai diri sendiri secara obyektif, kelebihan dan
kekurangan
2 Bergaul dengan teman sejenis dan lain jenis
3 Memiliki sahabat untuk teman curhat
4 Mengikuti kegiatan di uar aktivitas rutin (ekstra sekolah, olah
raga, seni, pramuka, pengajian)
5 Bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan
6 Memiliki keinginan dan cita-cita masa depan
7 Mampu menentukan suatu keputusan meski tanpa pesetujuan
orang tua
8 Tidak menggunakan narkoba, merokok atau terlibat
perkeahian dalam pergaulan
9 Tidak melakukan tindakan asusila atau seks komersial/
pribadi
10 Tidak menuntut orang tua secara paksa untuk memenuhi
keinginan remaja yang negatif, misal kendaraan, senajat api
11 Berperilaku santun, menghormati orang tua dan guru,
bersikap baik dengan teman
12 Memiliki prestasi atau sumber kebanggaan sebagai wujud
aktualisasi diri yang positif
Kemampuan keluarga
1 Memfasilitasi remaja untuk mengikuti kegiatan yang positif
dan bermanfaat
2 Tidak membatasi atau mengekang remaja dalam pencarian

3
4
5
6
7
8

identitas diri dengan alasan yang tidak rasional


Menjadi role model dalam cara berinteraksi sosial dengan
orang lain
Menciptakan suasana rumah yang nyaman remaja untuk
pengembangan bakat dan kepribadian remaja
Membimbing remaja secara bijak bila remaja terlibat
narkoba, merokok dan perkelahian
Menjalin hubungan yang harmonis dengan remaja
Menyediakan waktu yang cukup untuk diskusi dengan
remaja, mendengarkan keluhan, harapan dan cita-citanya
Tidak menjadikan remaja sebagai orang yang sangat yunior
dan tidak memiliki kemampuan apapun

Diagnosa Keperawatan :
Normal
:
Kesiapan Peningkatan PerkembanganPembentukan
identitas diri
Penyimpangan :
Resiko Ketidaksiapan Perkembangan Pembentukan
Identitas Diri

Nama
perawat : ........................................
...
FORMAT PENGKAJIAN KLIEN SEHAT MENTAL
Nama perawat
: ..
Tanggal pengkajian : ..
Tempat pengkajian : ..
Sumber data
: ..

I.

IDENTITAS KLIEN
Nama klien lengkap
Nama panggilan klien
Umur/TTL
Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Status marital
Alamat lengkap

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

II.

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama penanggung jawab klien
Umur
Agama
Suku bangsa
Alamat lengkap
Telp yang mudah dihubungi
Hubungan dengan klien

III.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN


Usia 18 25 tahun
Petunjuk teknis pengisian format :
1. Berilah tanda () jika klien dan keluarga mampu melakukannya
2. Apabila semua kemampuan tercapai (jawaban Ya mencapai 100%) maka
dikategorikan Normal namun bila kurang dari 100% maka dikategorikan
Penyimpangan

N
o

Nama
klien : .............................................
......
Kemampuan
Ya
Tidak

Kemampuan Klien
Mempunyai konsep diri dan pedoman hidup yang realistis
Mengerti arah dan tujuan hidup yang diinginkan
Merasa mampu untuk mandiri, bertanggung jawab secara
ekonomi dan sosial
4 Memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan orang lain
5 Mempunyai hubungan dekat dengan pacar atau sahabat
6 Memiliki kehidupan sosial yang berarti
7 Mempunyai komitmen yang jelas dalam bekerja dan
berinteraksi
8 Mampu mengendalikan emosi secara konstruktif dan
bertanggung jawab
9 Membentuk keluarga baru
10 Menyukai dirinya, mampu mengatasi stress dalam
kehidupannya
11 Tidak menjadi pelaku tindak kriminal atau terlibat dalam
masalah narkoba
Kemampuan keluarga
1 Membantu individu memilih nilai dan pedoman hidup yang
positif
2 Membimbing individu menentukan pilihan pekerjaan sesuai
bakat dan kemampuan
3 Membimbing individu menentukan pasangan hidup
4 Membimbing individu mengambil keputusan penting dalam
1
2
3

5
6
7
8

hidup, menikah dan punya anak


Membimbing individu untuk mandiri dengan kehidupannya
sendiri
Memfasilitasi individu menentukan tujuan hidup
Segera menghubungi pusat layanan kesehatan bila menjumpai
masalah dengan kesehatannya
Membimbing secara bijak bila terlibat tindak kriminal atau
masalah narkoba

Diagnosa Keperawatan :
Normal
: Kesiapan Peningkatan Perkembangan Usia Dewasa
(Produktif)
Penyimpangan : Resiko Ketidaksiapan Peningkatan Perkembangan Usia
Dewasa (Produktif)
Nama
perawat : ........................................
...
FORMAT PENGKAJIAN KLIEN SEHAT MENTAL
Nama perawat
: ..
Tanggal pengkajian : ..
Tempat pengkajian : ..
Sumber data
: ..

I.

IDENTITAS KLIEN
Nama klien lengkap
Nama panggilan klien
Umur/TTL
Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Status marital
Alamat lengkap

II.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama penanggung jawab klien
Umur
Agama

: ...............................
: ...............................
: ...............................

Suku bangsa
Alamat lengkap
Telp. yang mudah dihubungi
Hubungan dengan klien

III.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN


Usia 25 65 tahun
Petunjuk teknis pengisian format :
1. Berilah tanda () jika klien dan keluarga mampu melakukannya
2. Apabila semua kemampuan tercapai (jawaban Ya mencapai 100%) maka
dikategorikan Normal namun bila kurang dari 100% maka dikategorikan
Penyimpangan

N
o

Nama
klien : .............................................
.....
Kemampuan
Ya
Tidak

Kemampuan Klien
Penerimaan perubahan diri dan proses penuaan
Menghargai diri sendiri, menikmati hidup dan mandiri
Memiliki pekerjaan sebagai profesi yang disukainya
Merasa nyaman dan menikmati hasil dari profesi
pekerjaannya
5 Menyesuaikan diri dengan perubahan peran dalam
kehidupannya
6 Berinteraksi baik dengan pasangan hidup, berbagi aktivitas
dan tanggung jawab rumah tangga
7 Membimbing, menyiapkan dan membina generasi di bawah
usianya
8 Memperhatikan kebutuhan orang lain
9 Mengembangkan minat dan hobby
10 Menilai pencapaian tujan hidup
11 Menyesuaikan diri dengan orang tua dan orang yang sudah
lansia
12 Memiliki koping yang konstruktif bila mengalami stress
Kemampuan keluarga
1 Memfasilitasi perubahan peran dalam keluarga
2 Membantu individu mencapai tujuan jangka panjang
3 Menjadi role model dan sebagai teman diskusi bagi individu
4 Mendukung individu dalam pengambilan keputusan bersama
keluarga
5 Menyadari pentingnya pusat layanan kesehatan sebagai
tempat rujukan bagi masalah kesehatan yang dialami
1
2
3
4

Diagnosa Keperawatan :
Normal
: Kesiapan Peningkatan Perkembangan Usia Dewasa

Tengah
Penyimpangan :
Dewasa Tengah

Resiko Ketidaksiapan Peningkatan Perkembangan Usia

Nama
perawat : ........................................
...

FORMAT PENGKAJIAN KLIEN SEHAT MENTAL


Nama perawat
: ..
Tanggal pengkajian : ..
Tempat pengkajian : ..
Sumber data
: ..

I.

IDENTITAS KLIEN
Nama klien lengkap
Nama panggilan klien
Umur/TTL
Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Status marital
Alamat lengkap

II.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama penanggung jawab klien
Umur
Agama
Suku bangsa
Alamat lengkap
Telp yang mudah dihubungi
Hubungan dengan klien

III.

: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................
: ...............................

PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN


Usia lebih dari 65 tahun
Petunjuk teknis pengisian format :

1. Berilah tanda () jika klien dan keluarga mampu melakukannya


2. Apabila semua kemampuan tercapai (jawaban Ya mencapai 100%) maka
dikategorikan Normal namun bila kurang dari 100% maka dikategorikan
Penyimpangan

N
o

Nama
klien : .............................................
......
Kemampuan
Ya
Tidak

Kemampuan Klien
1 Berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan (arisan,
rapat
2 Berpartisipasi dalam kegiatan kelompok (pengkajian, senam
lansia, Posyandu lansia)
3 Menceritakan keberhasilan atau prestasi di masa lalu
4 Merasa dicintai dan berarti dalam keluarga
5 Mempunyai sistem nilai dan pandangan agama
6 Melaksanakan kegiatan ibadah rutin sesuai keyakinan dan
agama
7 Menyiapkan diri ditinggalkan anak yang telah mandiri
8 Menerima dan menyesuaikan diri dengan kematian pasangan
(suami/isteri)
9 Menyiapkan diri menghadapi kematian
Kemampuan keluarga
1 Memfasilitasi lansia dalam kegiatan sosial
2 Memfasilitasi lansia dalam kegiatan kelompok
3 Memfasilitasi lansia dalam kegiatan agama
4 Mendiskusikan dengan lansia keberhasilan dan prestasi masa
lalu
5 Memenuhi kebutuhan atau merawat lansia saat sakit
6 Memenuhi kebutuhan cinta dan kasih sayang lansia
7 Memperlakukan lansia sebagai orang yang berarti dalam
keluarga
8 Memfasilitasi lansia menemukan dan menjalankan hobi yang
disukainya
9 Tidak mempekerjakan lansia secara paksa sebagai pencari
nafkah utama dalam keluarga
10 Tetap menjadikan lansia sebagai nara sumber dalam diskusi
atau rapat keluarga
Diagnosa Keperawatan :
Normal
: Kesiapan Peningkatan Perkembangan Usia Lansia
Penyimpangan : Resiko Ketidaksiapan Perkembangan Usia Lansia

Nama
perawat : ........................................

...

BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan

Daftar Pustaka
Budi, Ria, Made. 2007. Manajemen keperawatan jiwa komunitas desa siaga :
CMHN (intermediate course). Jakarta: EGC
Budi, Akemat, Novy, Heni. 2007. Keperawatan kesehatan jiwa komunitas: CMHN
(basic course). Jakarta: EGC