Anda di halaman 1dari 6

BAB II

DASAR TEORI
Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian,
penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian
(mineral, batubara, panas bumi, migas). Pertambangan pada hekekatnya
merupakan upaya pengembangan sumberdaya alam mineral dan energy yang
potensial untuk dimanfaatkan secara hemat dan optimal bagi kepentingan dan
kemakmuran rakyat. Melalui serangkaian kegiatan eksplorasi, pengusahaan dan
pemanfaatan hasil tambang. Upaya tersebut bertumpu pada pendayagunaan
berbagai sumberdaya, terutama sumberdaya energy dan mineral, didukung
sumberdaya energy manusia yang berkualitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta kemampuan manajemen, secara umum jenis-jenis pertambangan
dibedakan atas dasar jenis barang yang ditambang.
Ada banyak jenis pertambangan diantaranya pertambangan emas,
pertambangan nikel, pertambangan besi, pertambangan timah, pertambangan
miyak, pertambangan batubara dan jenis pertambangan lainnya. Semua jenis
pertambangan ini memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Sebagai
contoh antara pertambangan minyak dan pertambangan batubara, pertambangan
minyak biasanya di laut lepas karena jasat renik yang terkubur berasal dari hewanhewan laut. Berbeda dengan pertambangan batubara yang terdapat di daratan,
karena batubara berasal dari endapan tumbuhan purba yang hidup di darat.
Penambangan batu bara adalah penambangan batu bara dari bumi. Batu
bara digunakan sebagai bahan bakar. Batu bara juga dapat digunakan untuk
membuat coke untuk pembuatan baja. Tambang batu bara tertua terletak di Tower
Colliery di Inggris. Dilihat dari cara menambang, penambangan batubara dapat
dibagi menjadi beberapa jenis antara lain penambangan terbuka dan penambangan
tertutup. Penambangan Terbuka yaitu Penambangan yang dilakukan dengan cara
menambang batubara tanpa melakukan penggalian berat karena letak batubara
yang dekat dengan permukaan bumi. Penambangan Dalam atau tertutup yaitu
Jenis penambangan yang dilakukan dengan teknik khusus dimana nantinya perlu
dibuat terowongan tegak hingga mencapai lapisan batubara. Ketika telah mencapa
lapisan tersebut, selanjutnya diperlukan lagi terowongan mendatar untuk
mendapatkan batubara tersebut.
Pertambangan batubara merupakan salah satu jenis pertambangan yang
menunjang bagi aspek kehidupan masyarakat. Salah satu pertambangan batubara
yang kita ketahui terdapat di Daerah Kalimantan. Daerah ini memang memiliki
potensi batubara yang besar. Wajar saja jika perusahaan-perusahaan tambang
saling berlomba-lomba untuk melakukan penambangan di daerah ini. Namun

amat disayangkan, pertambangan batubara ini sering kali tidak memperhatikan


aspek keamanan lingkungan.
Pertambangan batubara terkadang hanya mementingkan input yang
diperoleh dan mengesampingkan faktor sosial-ekologi disekitar penambangan
batubara tersebut. Kaum kapitalis yang hanya ingin mementingkan keuntungan
sendiri tanpa memikirkan masyarakat sekitar di lingkungan pertambangan
batubara membuat masyarakat setempat banyak yang tidak menikmati hasil
pertambangan yang jelas-jelas kekayaan alam tersebut di lingkungan mereka.
Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat yang bermukim di sekitar
daerah pertambangan beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Semakin
dekat pemukiman warga tersebut dengan daerah pertambangan, maka makin besar
pula resiko mereka terjangkit berbagai penyakit yang mengganggu kelangsungan
dan kenyamanan hidup mereka.
Mereka hanya buruh bahkan sebagian dari mereka hanya terkena imbasnya
saja, lahan mereka yang menyempit, kesehatan serta bahkan ketentraman mereka
yang terganggu akibat kebisingan yang ditimbulkan akibat pertambangan batubara
tersebut. Salah satunya lingkungan yang tercemar ini contohnya udara yang kotor
karena abu penambangan batubara yang beterbangan, tanah yang tidak ditimbun
lagi setelah proses penambangan yang menyebabkan lahan menjadi tidak
produktif, maupun kualitas air yang makin menurun.

BAB III
PEMBAHASAN
A. Dampak Pertambangan Batu Bara Terhadap Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan yang terjadi karena perubahan
kondisi tata lingkungan (tanah, udara dan air) yang tidak menguntungkan
(merusak dan merugikan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan) yang
disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing (seperti sampah, limbah industri,
minyak, logam berbahaya) sebagai akibat perbuatan manusia. sehingga
mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti yang diharapakan.
(Susilo, 2003).
1. Dampak Terhadap Lingkungan
Setiap kegiatan penambangan baik itu penambangan Batu bara, Nikel dan
Marmer serta lainnya pasti menimbulkan dampak positif dan negatif bagi
lingkungan sekitarnya. Dampak positifnya adalah meningkatnya devisa negara
dan pendapatan asli daerah serta menampung tenaga kerja sedangkan dampak
negatif dari kegiatan penambangan dapat dikelompokan dalam bentuk kerusakan
permukaan bumi, ampas buangan (tailing), kebisingan, polusi udara, menurunnya
permukaan bumi (land subsidence), dan kerusakan karena transportasi alat dan
pengangut berat. (Ike rosmita, https://ikerosmanita.wordpress.com/2013/05/13/dampakpertambangan-batubara-terhadap-kesehatan-masyarakat/. Di akses pada jumat, 01-042015)

Karena begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan


penambangan maka perlu kesadaran kita terhadap lingkungan sehingga dapat
memenuhi standar lingkungan agar dapat diterima pasar. Apalagi kebanyakan
komoditi hasil tambang biasanya dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga
harus hati-hati dalam pengelolaannya karena bila para pemakai mengetahui bahan
mentah yang dibeli mencemari lingkungan, maka dapat dirasakan tamparannya
terhadap industri penambangan kita.
(Ike rosmita, https://ikerosmanita.wordpress.com/2013/05/13/dampak-pertambanganbatubara-terhadap-kesehatan-masyarakat/. Di akses pada hari jumat, 01-04-2015)

Penambangan Batubara secara langsung menyebabkan pencemaran antara


lain:
a. Pencemaran air
Permukaan batubara yang mengandung pirit (besi sulfide) berinteraksi
dengan air menghasilkan Asam sulfat yang tinggi sehingga terbunuhnya ikan-ikan

di sungai, tumbuhan, dan biota air yang sensitive terhadap perubahan pH yang
drastis.
(Ike rosmita, https://ikerosmanita.wordpress.com/2013/05/13/dampak-pertambanganbatubara-terhadap-kesehatan-masyarakat/. Di akses pada hari jumat, 01-04-2015)

b.

Pencemaran udara
Polusi/pencemaran udara yang kronis sangat berbahaya bagi
kesehatan. Menurut logika udara kotor pasti mempengaruhi kerja paru-paru.
Peranan polutan ikut andil dalam merangsang penyakit pernafasan seperti
influensa,bronchitis dan pneumonia serta penyakit kronis seperti asma dan
bronchitis kronis.
(Ike rosmita, https://ikerosmanita.wordpress.com/2013/05/13/dampak-pertambanganbatubara-terhadap-kesehatan-masyarakat/. Di akses pada hari jumat, 01-04-2015)

c.

Pencemaran Tanah
Penambangan batubara dapat merusak vegetasi yang ada,
menghancurkan profil tanah genetic, menggantikan profil tanah genetic,
menghancurkan satwa liar dan habitatnya, degradasi kualitas udara, mengubah
pemanfaatan lahan dan hingga pada batas tertentu dapat megubah topografi umum
daerah penambangan secara permanen. Disamping itu, penambangan batubara
juga menghasilkan gas metana, gas ini mempunyai potensi sebagi gas rumah kaca.
Kontribusi gas metana yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, memberikan
kontribusi sebesar 10,5% pada emisi gas rumah kaca.
(Ike rosmita, https://ikerosmanita.wordpress.com/2013/05/13/dampak-pertambanganbatubara-terhadap-kesehatan-masyarakat/. Di akses pada hari jumat, 01-04-2015)

Kegiatan pasca tambang pembangunan yang berkelanjutan juga


semestinya menghasilkan output yaitu pemanfaatan yang optimal dan bijak
terhadap sumberdaya alam yang tak terbaharukan, serta berkesinambungan
terhadap keseterdiaan sumber daya alam. Adanya dampak ekologis dari kegiatan
pasca tambang memacu untuk dipikirkan terlebih dahulu, serta dilakukan
penelitian dan penaatan ruang karena bila tidak dilakukan kompehensip, maka
penutupan tambang hanya akan meninggalakan kerusakan bentang alam dan
lingkungan. Untuk itu diperlukan upaya penanggulanan pencemaran dan
kerusakan lingkungan pada saat operasi maupun pasca ditutupnya usa tambang
sebagai berkesinambungan yang pada intinya adalah upaya yang bisa untuk
menghilangkan dampak dari kegiatan tambang dengan melakukan suaru gran
desain dan krontruksi kegiatan tambang yang berdampak lingkungan yang dikenal
dengan AMDAL.
(http://www.academia.edu/9203424/Tugas_Makalah_Sosiologi_Kehutanan_Kerus
akan_Lingkungan_Akibat_Aktivitas_Pertambangan. Di akses pada hari jumat, 0104-2015)

B. Solusi Terhadap Dampak Dan Pengaruh Pertambanga Batubara


Tidak dapat di pungkiri bahwa pemerintah mempunyai peran yang
penting dalam mencari solusi terhadap dampak dan pengaruh pertambangan
batu bara yang ada di indonesia. Pemerintah harus menyadari bahwa tugas
mereka adalah memastikan masa depan yang dimotori oleh energi bersih dan
terbarukan. Dengan cara ini, kerusakan pada manusia dan kehidupan sosialnya
serta kerusakan ekologi dan dampak buruk perubahan iklim dapat
dihindari. (Vodca
stinger
http://vodca-stinger.blogspot.com/2012/11/dampakpertambangan-dan-solusi.html. Di akses pada hari jumat, 01-04-2015)

Sayangnya, Pemerintah Indonesia ingin percaya bahwa batubara jawaban


dari permintaan energi yang menjulang, serta tidak bersedia mengakui potensi luar
biasa dari energi terbarukan yang sumbernya melimpah di negeri ini. Upaya
pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak yang
ditimbulkan oleh
penambang batu bara dapat ditempuh dengan beberapa pendekatan, untuk
dilakukan tindakan-tindakan tertentu sebagai berikut : (Vodca stinger http://vodcastinger.blogspot.com/2012/11/dampak-pertambangan-dan-solusi.html. Di akses pada hari
jumat, 01-04-2015)

1. Untuk mengurangi dampak negatif dari lahan terdegradasi pasca


tambang, maka pengembalian produktivitas lahan bekas tambang yang
pada umumnya dalam kondisi rusak berat harus dilakukan upaya
perbaikan lahan (direklamasi). Selain itu, reklamasi juga diperlukan
karena pertambahan penduduk dan sebagai etika konservasi (jurnal,
Ferdinand, 2005).
2. Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki
lahan pasca penambangan. Reklamasi adalah kegiatan pengelolaan
tanah yang mencakup perbaikan kondisi fisik tanah overburden agar
tidak terjadi longsor, pembuatan waduk untuk perbaikan kualitas air
masam tambang yang beracun, yang kemudian dilanjutkan dengan
kegiatan revegetasi. Revegetasi sendiri bertujuan untuk memulihkan
kondisi fisik, kimia dan biologis tanah tersebut. Namun upaya
perbaikan dengan cara ini masih dirasakan kurang efektif, hal ini
karena tanaman secara umum kurang bisa beradaptasi dengan
lingkungan ekstrim, termasuk bekas lahan tambang. Oleh karena itu
aplikasi lain untuk memperbaiki lahan bekas tambang perlu dilakukan,
salah satunya dengan mikroorganisme (jurnal, Mursyidin, 2009).
3. Pemanfaatan mikroorganisme pada lahan bekas tambang batubara,
upaya ini untuk memperbaiki kondisi lingkungan lahan terdegradasi
tersebut telah dilakukan. Salah satu teknologi alternatif untuk tujuan
tersebut adalah melalui bioremediasi. Bioremediasi didefinisikan

sebagai proses penguraian limbah organik/anorganik polutann secara


biologi dalam kondisi terkendali. Penguraian senyawa kontaminan ini
umumny melibatkan mikroorganisme (khamir, fungi, dan bakteri).
Pendekatan umum yang dilakukan untuk meningkatkan biodegradasi
adalah dengan cara:
(1). menggunakan mikrobaindigenous(bioremediasi instrinsik). (2).
memodifikasi lingkungan dengan penambahan nutrisi dan aerasi
(biostimulasi). (3). penambahan mikroorganisme (bioaugmentasi)
(jurnal, Goenadi et al., 2003).