Anda di halaman 1dari 5

NAMA

: M. Nevino Fachry

NIM

: 110100317

KASUS
Ny.B, 30 tahun, G2P2A0, ibu rumah tangga, islam, i/d Tn. J, 35 tahun,
wiraswasta, islam, datang ke puskesmas untuk kontrasepsi dengan riwayat hipertensi
dan benjolan di payudara yang sudah dioperasi dengan diagnosa FAM.

Haid

terakhir tanggal 29/09/2016.


I.

RIWAYAT PERSALINAN
1. laki-laki, 4 tahun, PSP, bidan, 3000 gr
2. perempuan, 2 tahun, PSP, bidan, 2900 gr

II.

PEMERIKSAAN FISIK
A. STATUS PRESENS
Sensorium

: CM

Anemia

: (-)

TekananDarah

: 120/80 mmHg

Ikterus

: (-)

Nadi

: 84 x/i

Cyanosis

: (-)

Pernafasan

: 16 x/i

Oedem

: (-)

Temperatur

: 36,70C

Dyspnoe

: (-)

B. STATUS LOKALISATA
Kepala

: Mata: Reflex cahaya +/+, Conjunctiva Palpebra Inf. Pucat (-),


ikterik (-)

T/ H/ M

: Tidak ada kelainan

Leher

: Trakea medial, TVJ R-2 cmH2O, pembesaranKGB(-)

Thoraks

: Inspeksi

Auskultasi

: Simetris fusiformis

Palpasi

: SF Ka=Ki

Perkusi

: Sonor pada kedua lapangan paru

: SP: Vesikuler ; ST : Jantung : HR : 84 x/i, regular, desah (-)

Extremitas superior: Edema (-)

Extremitas inferior: Edema (-)


C. STATUS OBSTETRIKUS
Abdomen

: Soepel, Peristaltik(+) N

TFU

: Tidak teraba

Plano test

: (-)

Alat kontrasepsi yang disarankan:


AKDR/IUD.
Pada pasien ini dengan multiparitas dan riwayat FAM maka dianjurkan
menggunakan alat kontrasepsi yang tidak akan semakin mengganggu sistem hormon
tubuh ibu, yaitu alat kontrasepsi non-hormonal, dengan ibu yang sudah memilki anak
dengan usia terbilang kecil maka dibutuhkan alat kontrasepsi yang durasi lama untuk
memberi jarak waktu pada ibu untuk mengandung lagi dan memberi kesempatan pada
ibu untuk fokus merawat anaknya yang masih kecil-kecil. Sehingga pilihan jatuh pada
alat kontrasepsi AKDR. Dimana AKDR juga dapat dilepas bila ibu merasa ingin
menambah jumlah anak kembali.
Alat Kontrasepsi dalam Rahim/AKDR/IUD lebih dikenal dengan nama spiral.
Berbentuk alat kecil dan banyak macamnya. Ada yang terbuat dari plastik seperti
bentuk

huruf

(Lippes

Loop).

Ada

pula

yang

terbuat

dari

logam

tembaga berbentuk seperti angka tujuh (Copper Seven) dan mirip huruf T (Copper T).
Selain itu, ada berbentuk sepatu kuda (Multiload).
Alat kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter dengan bantuan
alat. Benda asing dalam rahim ini akan menimbulkan reaksi yang dapat mencegah
bersarangnya sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim. Alat ini bisa bertahan dalam
rahim selama 2-5 tahun, tergantung jenisnya dan dapat dibuka sebelum waktunya jika
ibu ingin hamil lagi.
Sebagai pemakai, ibu bisa memeriksa sendiri keberadaan alat tersebut.
Caranya dengan meraba benang alat kontrasepsi tersebut di mulut rahim. Seandainya
sudah melakukan pemasangan kontrasepsi ini, jangan lupa melakukan pemeriksaan
ulang. Apakah itu 2 minggu sekali, 1-2 bulan sekali, atau setiap enam bulan sampai
satu tahun setelah pemasangan. Pemakaian kontrasepsi tanpa bahan aktif Copper
dapat terus berlangsung sampai menjelang menopause. Sedangkan kontrasepsi dengan
bahan aktif Copper, 3-4tahun harus diganti.

Adapun perbandingan alat kontrasepsi non-hormonal bagi ibu pada kasus ini
adalah sebagai berikut:

No

Jenis Kontrasepsi

Kelebihan

.
1.

AKDR/IUD

Alat

ini

Kekurangan
bertahan Benang dari alat ini dapat

bisa

dalam rahim selama 2-5 menimbulkan gangguan saat


tahun, tergantung jenisnya senggama dan penggunaan
dan dapat dibuka sebelum
waktunya jika ibu ingin

alat

ini

dapat

memicu

terjadinya keputihan.

hamil lagi.
Cocok untuk penggunaan
2.

Kondom

jangka panjang.
Menampung

sperma Bisa terjadi alergi dan bisa

sehingga tidak masuk ke bocor bahan terlalu tipis.


dalam

vagina.

Perlindungan

tersebut

efektif 90 persen.
Kondom harganya murah,
mudah didapat, tidak perlu
resep dokter, tidak perlu
pengawasan dan juga bisa
mencegah
3.

Pantang Berkala

penularan

penyakit kelamin.
Sederhana, hanya dengan Kerjasama dan pengertian
menghitung

tanggal suami sangat dibutuhkan

kalendar

untuk dalam

menghindari

senggama hal ini. Harus teliti.

saat masa subur. Sesuai


dengan
4.

Senggama terputus

ibu

teratur.
Sederhana,

yang
tidak

kontrol ke dokter.

haid
perlu Tingkat kegagalan tinggi
yaitu

30

dan

menganggu
5.

Pembilasan
sanggama

saat

senggama.
hanya Tingkat efektivitas sangat

pasca Sederhana

membilas vagina segera rendah.


setelah koitus.

6.

Perpanjangan

7.

menyusui anak
Spermitisida

masa Pada pasien ini tidak dapat


dilakukan karena paritas 0
Kontrasepsi
senyawa

ini

kimia

melumpuhkan

merupakan
yang

dapat
sampai

Bisa

timbul

alergi

dan

merepotkan karena dipakai


menjelang senggama.

membunuh sperma. (Bentuknya


bisa busa, jeli, krim, tablet
vagina, tablet, atau aerosol.
Sebelum melakukan hubungan
seksual, alat ini dimasukkan ke
dalam vagina. Setelah kira-kira
5-10 menit hubungan seksual
dapat dilakukan.)

Selain itu, kontap seperti tubektomi dan vasektomi dapat di pertimbangkan,


namun melihat dari usia ibu pada kasus yang relatif muda dan memungkinkan ada
keinginan memiliki anak lagi, maka kontap bukanlah pilihan utama.
Pilihan jatuh pada IUD dengan pertimbangan pasien memiliki riwayat FAM
yang berhubungan dengan hormonal sehingga sebaiknya dipilih kontrasepsi non
hormonal. Selain itu jangka panjang dari IUD dapat memberikan waktu kepada ibu
untuk memberi jarak kelahiran anak yang satu dengan yang lainnya, dimana anak ibu
masih sangat muda.
Untuk edukasi pada pasien, harus dijelaskan pemakaian AKDR juga
dapat membuat kita lebih mudah keputihan. Karena itu sebaiknya
kontrasepsi ini tidak digunakan jika terdapat infeksi genitalia atau
perdarahan yang tidak jelas. Dan pastikan melakukan tes plano
pada ibu

untuk menghindari adanya kehamilan. Selain itu perlu

dijelaskan adanya benang alat IUD yang keluar dari vagina yang

bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain itu jelaskan juga pada
pasien untuk mengkontrol diri ke dokter/bidan jika ingin melepas
IUD dan jelaskan jangka waktu pemakaian agar tidak memakai IUD
sampai lewat batas waktu yang telah ditentukan.

Anda mungkin juga menyukai