Anda di halaman 1dari 2

STANDAR PROSEDUR

OPERASIONAL

LOGO

PUSKESMAS
ABC II

PROSEDUR PENANGANAN DAN


PELAPORAN KTD, KPC, KNC dan
MANAJEMEN RESIKO KLINIS

NO DOK : SPO-NGK II-KP01


TGL TERBIT :01-05-15
NOMOR REVISI

HALAMAN

: 00

: 1/1

Ditetapkan Oleh
Ka. Puskesmas ABC II

Prosedur ini mencakup semua kegiatan yang terkait dengan identifikasi,


dokumentasi dan pelaporan kasus KTD,KPC dan KNC
Kejadian tidak diinginkan (KTD): kejadian yang cenderung disebabkan
oleh manajemen medis dari pada kondisi yang melatar belakangi
pasien
Kondisi potensial cedera (KPC):suatu keadaan yang berpotensi (belum
terjadi tetapi memungkinkan terjadinya) cedera
PENGERTIAN

Kejadian nyaris cedera (KNC):): suatu kejadian atau situasi yang


sebenarnya dapat menimbulkan kecelakaan, trauma atau penyakit
tetapi belum terjadi karena secara kebetulan diketahui atau upaya
pencegahan segera dilakukan.
Manajemen risiko klinis adalah upaya mengidentifikasi dan
mengelompokkan risiko (grading) dan mengendalikan/mengelola risiko
tersebut baik secara proaktif risiko yang mungkin terjadi maupun reaktif
terhadap insiden yang sudah terjadi agar memberi dampak negatif
seminimal mungkin bagi keselamatan pasien dan mutu puskesmas.

TUJUAN

Sebagai acuan dalam mengidentifikasi, mendokumentasi, menganalisis


dan melaporkan insiden.
SK Kepala puskesmas no tentang kebijakan mutu dan keselamatan

KEBIJAKAN
PROSEDUR

pasien
1. Pemberi pelayanan klinis yang mendapatkan insiden atau resiko
medis melakukan pertolongan dan penanganan awal sesuai
kondisi.
2. Pemberi pelayanan klinis yang mengetahui adanya insiden dan

3.
4.

5.
6.

UNIT TERKAIT

resiko klinis melakukan pengaman berupa isolasi bukti, laporan


dan lingkungan, selanjutnya melaporkan kondisi tersebut kepada
tim peningkatan mutu pelayanan klinis dan petugas klinis yang
berkompeten
Pemberi pelayanan klinis memberi tindakan medis dan observasi
sesuai kondisi.
Ketua tim peningkatan mutu pelayanan klinis melakukan
identifikasi dengan mengumpulkan informasi dan bukti yang
menyangkut input, proses dan output terjadinya insiden dan
resiko klinis. Semua hasil identifikasi di dokumentasikan dalam
formulir pelaporan insiden keselamatan.
Kepala puskesmas dan tim peningkatan mutu pelayanan
mengadakan
analisis
penyebab
dan
tindak
lanjut
penanganannya,
Sosialisasi rencana tindak lanjut dan pelaksanaannya pada rapat
rutin puskesmas

Seluruh unit layanan di puskesmas.