Anda di halaman 1dari 9

Steam System

Steam system atau sistem uap merupakan suatu cara pemindahan sejumlah
energi yang otomatis terkendali dari suatu pusat, yaitu ruang boiler yang, dimana
energi dapat dihasilkan secara efisien dan ekonomis, sampai ke bagian yang
membutuhkan steam.
Uap panas atau steam pada tekanan dan suhu tertentu mempunyai nilai
energi yang kemudian digunakan untuk mengalirkan panas dalam bentuk energi
kalor.
Penangas uap digunakan sebagai sumber panas, dikarenakan di industri
farmasi tidak diperbolehkan

adanya api terbuka yang dapat menyebabkan

kontaminasi produk dan bahaya kebakaran (Priyambodo, 2007).


Fungsi Steam di Industri Farmasi diantaranya untuk:
a) Untuk sterilisasi produk
b) Mengeringkan granul (dengan oven maupun fluid bed dryer),
c) Bahan atau peralatan proses produksi yang kontak secara langsung.
Selain itu, Steam sering digunakan di industri-industri farmasi karena
efisien dan ekonomis untuk dihasilkan, mudah dikendalikan dan fleksibel serta
energinya mudah ditransfer ke proses.
Khusus untuk uap air yang bersentuhan dengan produk (terutama untuk
produk- produk steril) harus memenuhi persyaratan sebagai uap murni (clean
steam) dan diuji secara berkala sesuai dengan prosedur tetap yang ditentukan
(Priyambodo, 2007).
3.1 Klasifikasi Steam
1. Plant Steam
Nama lainnya adalah Industrial Steam/Black Steam, merupakan air dengan
pengolahan mendasar kemudian diuapkan melalui perangkat boiler, bisa jenis pipa
api ataupun pipa air. Plant steam adalah pemanfaatan steam yang paling
mendasar. Biasa dimanfaatkan untuk heat-exchanger instalasi pemanas, laundry,
dan sebagainya. Bila hasil steam kontak langsung dengan produk, biasa dipakai
pada produk-produk bukan makanan atau obat. Monitoring kualitas steam cukup

sederhana hanya beberapa sifat kimia dan fisika pada air dan pada kondensat
steam itu sendiri. Monitoring lebih bersifat menjaga efektifitas dan efisiensi
instalasi pembangkit dan distribusi steam itu sendiri. Monitoring juga biasa
dilakukan untuk menghindari dua hal yang tidak diinginkan pada steam ini, yaitu
kondisi Priming (masih dalam fasa cair ikut terbawa ke distribusi, sehingga tidak
efisien) dan Foaming (ada buih yang timbul di permukaan steam, sehingga
mengganggu efektifitas steam). Pengendaliannya melalui sifat kimia dan fisika air
baku.
2. Filtered Steam
Nama lainnya adalah Culinary-Steam. Umumnya steam ini juga biasa
dipakai untuk mengukus produk makanan. Tingkat ini adalah plant-steam yang
kemudian dilewatkan filter stainless-steel, umumnya berukuran 5 micron dan
direct contact dengan produk terhadap pemakaian steam jenis ini, hampir
semuanya diaplikasikan pada industri food and beverage.
3. Clean Steam
Steam ini lebih tinggi lagi tingkatannya . Secara proses sama dengan cara
menghasilkan plant steam. Hanya berbeda pada jenis steam ini, syaratnya harus
memakai air jenis Purified Water. Tentunya kemudian yang membedakan lagi
adalah pada material boiler, terutama pada sisi yang kontak dengan air, harus
dipilih material yang tidak mencemari air selama prosesnya menjadi uap air.
Umumnya menggunakan stainless-steel. Syarat dari steam ini yaitu air yang
dipakai Purified Water, dan setelah menjadi steam harus dibuktikan bahwa
kondensatnya memenuhi syarat Purified Water. Bila pada filtered-steam hanya
mampu mengendalikan kontaminasi partikel sesuai kemampuan filter terpasang.
Namun Clean-steam, harus mampu mengendalikan kandungan cemaran, crosscontamination dan kemurnian pada kondensatnya.
Clean-steam banyak diaplikasikan penggunaannya pada pemakaian uap air
untuk sterilisasi di rumah sakit, yang umumnya dipakai untuk destruksi dan
dekontaminasi serta pada industri farmasi untuk penggunaan topical dan industri
kosmetik. Clean-steam juga menjadi pilihan untuk penggunakan kontak produk di
industri Herbal, tentunya dengan data pemenuhan kriteria penerimaan di hasil
validasinya.

4. Pure Steam
Pure-steam merupakan tingkat tertinggi pada klasifikasi steam . Air yang
digunakan adalah Purified Water, sama seperti pada Clean-steam. Perbedaannya
adalah pada prosesnya, yaitu dengan prinsip distilasi, dan itupun untuk mencapai
kriteria yang ditetapkan biasanya juga dilakukan bertahap (Multiple Effect
Distillation). Pure-steam menjadi sebuah keharusan di industri farmasi terutama
pada produk-produk steril. Syarat yang ditetapkan adalah syarat Quality dan
syarat Purity.
3.2 Bagian Steam Boiler
Secara umum bagian steam boiler terdiri dari :
1. Deaerator
Deaerator adalah alat yang bekerja untuk membuang gas-gas yang
terkandung dalam air boiler, sesudah melalui proses pemurnian air (water
treatment). Selain itu deaerator juga berfungsi sebagai pemanas awal air pengisian
boiler sebelum dimasukkan ke dalam boiler. Dearetor bekerja berdasarkan sifat
oksigen yang kelarutannya dalam air akan berkurang dengan kenaikan suhu.
Alat dearator ini terdiri dari dua drum dimana drum yang lebih kecil
merupakan tempat pemanasan pendahuluan dan pembuangan gas-gas dari bahan
air boiler, sedangkan drum yang lebih besar adalah tempat penampungan bahan
air boiler yang jatuh dari drum yang lebih kecil.
2. Economizer
Economizer adalah sejenis alat penukar panas aliran silang dimana panas
dipindahkan dari gas asap (hasil pembakaran) ke air pengisian yang sedang
masuk. Economizer dapat diartikan sebagai penghemat bahan bakar dalam proses
pemanasan air pengisian pada boiler. Alat ini mempunyai keuntungan lain, dimana
air pengisian masuk ke dalam boiler dengan suhu yang lebih tinggi, sehingga air
boiler tidak banyak mengalami pendinginan ketika memasukkan air pengisian
baru dengan demikian pembuatan uap tidak banyak terganggu.
3. Furnace
Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa
bagian dari furnace, diantaranya: refractory, ruang perapian, burner, exhaust for
flue gas, charge and discharge door.
4. Steam Drum

Komponen

ini

merupakan

tempat

penampungan

air

panas

dan pembangkitan steam. Steam masih bersifat jenuh (saturated steam).


5. Superheater
Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim
melalui main steam pipe dan untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan
proses industri.
6. Air Heater
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk
memanaskan udara luar yang diserap untuk meminimalisasi udara lembab yang
akan masuk ke dalam tungku pembakaran.
7. Safety valve
Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan
dimana tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam.
8. Blowdown valve
Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan
yang berada di dalam pipa steam

3.3 Sistem Tenaga Uap

Generation
Uap dihasilkan dalam pemanas uap atau pembangkit uap panas dengan
memindahkan panas dari pembakaran gas ke air. Ketika air menyerap panas
yang cukup, air berubah fase dari cairan menjadi uap. Pada beberapa pemanas,
sebuah superheater lebih lanjut meningkatkan kandungan energi dari uap.
Dibawah tekanan, uap kemudian mengalir dari pemanas atau pembangkit uap
panas ke sistem distribusi.

Distribution
Sistem distribusi membawa uap dari pemanas atau pembangkit ke titik akhir
penggunaan. Banyak sistem distribusi memiliki beberapa jalur lepas yang
beroperasi pada tekanan yang berbeda. Jalur distribusi ini dibagi menjadi
beberapa tipe dari katup isolasi, katup pengatur tekanan, dan turbin tekanan
balik. Kinerja sistem distribusi yang sesuai menghantarkan sejumlah uap
berkualitas tinggi pada tekanan dan temperatur yang tepat ke penggunaan
akhir. Kinerja sistem distribusi yang efektif membutuhkan keseimbangan
tekanan uap yang sesuai, drainase kondensasi air yang baik, isolasi yang cukup,
dan pengaturan tekanan yang efektif.

End use

Terdapat banyak penggunaan akhir yang berbeda dari uap. Contoh keragaman
penggunaan uap termasuk proses pemanasan, moderasi reaksi kimia,
pergerakan mekanik, dan fraksinasi komponen hidrokarbon. Peralatan sistem
uap umum untuk penggunaan akhir terdiri dari penukar panas, turbin, tabung
fraksionasi, pelepas, dan saluran reaksi kimia. Pada penukar panas, uap
memindahkan kalor latennya pada aliran proses. Uap terdapat pada penukar
panas dan oleh perangkap uap sampai uap terkondensasi pada titik dimana
perangkap melewati kondensat menuju sistem pengembalian kondensat. Pada
turbin, uap merubah energinya menjadi usaha mekanik untuk menggerakan
putaran mesin seperti pompa, kompresor, atau pembangkit listrik. Dalam
tabung fraksionasi, uap memfasilitasi pemisahan berbagai komponen dari
aliran proses. Uap juga digunakan sebagai sumber air untuk reaksi kimia
tertentu, misalnya pada pembentukan kembali metan, uap yang merupakan

sumber hidrogen.
Recovery
Sistem pengembalian kondensat mengirim kondensat kembali ke pemanas.
Kondensat dikembalikan pada tangki pengumpul. Terkadang, air dan bahan
kimia ditambahkan ketika di lain waktu hal ini terjadi di deaerator. Dari tangki
pengumpul, kondensat dipompa ke deaerator, yang melepas oksigen dan gas
tidak terkondensasi. Pemanas memberi pompa meningkatkan tekanan air ke
bagian atas pemanas tekanan dan menginjeksikan ke dalam pemanas untuk
menlengkapi siklusnya.

3.4 Mekanisme steam boiler

Akibat pemberian panas secara terus-menerus maka akan terbentuk


gelembung-gelembung uap yang bergerak ke atas permukaan. Hal ini
mengakibatkan terjadi perbedaan berat jenis antara uap air dan air, selanjutnya air
pun turun, begitulah sirkulasi secara terus-menerus selama terjadinya pembakaran
bahan bakar masih berlangsung.
Distribusi uap harus memenuhi prinsip bersih atau tidak
terkontaminasi, kering, dan tidak overheat ketika akan digunakan
oleh bagian produksi yang membutuhkan steam. Uap panas
didistribusikan

melalui

pipa

dengan

disertai

jalur

percabangan.Jalur percabangan biasanya lebih pendek dari pipa


saluran utama steam.
Perbedaan kriteria antara steam yang digunakan untuk
produk steril melalui proses sterilisasi dengan sediaan nonsteril
yaitu pada sterilitas steam. Untuk steam yang digunakan untuk
sediaan steril, contohnya autoklaf harus steril, yaitu bebas dari
pirogen, mikroorganisme dan serat. Sedangkan untuk steam

yang digunakan untuk sediaan nonsteril makan steam yang


digunakan tidak perlu memenuhi kriteria steril tersebut.
Pada sistem uap panas juga harus terdapat komponen
separator

dan

steam

traps.

Separator

berfungsi

untuk

memisahkan uap panas dengan air yang tersuspensi pada


uap.Jika tidak terdapat separator maka dapat air tersuspensi
tersebut dapat menurunkan produktivitas pabrik dan kualitas
produk.Tetesan air yang berjalan pada kecepatan steam yang
tinggi akan mengerosi ruang pipa dan sambungan-sambungan
serta dapat meyebabkan terjadinya pembentukan kerak yang
meningkat

pada

pipa.

Fungsi

steam

traps

adalah

untuk

mengeluarkan udara pada saat 'start-up', yaitu pada permulaan


proses dimana ruang pemanas dipenuhi oleh udara, yang akan
menurunkan

perpindahan

pemanasan.

Selain

itu

panas

steam

dan

traps

meningkatkan
juga

berfungsi

waktu
untuk

membuang kondensat. Jika kondensat tidak segera dibuang,


maka

dapat

menyebabkan

kemungkinan

pertumbuhan

mikroorganisme dan mengurangi efisiensi fungsi steam (Latham,


2010).
3.5 Hal yang Mempengaruhi Kualitas Steam
Steam harus tersedia pada titik penggunaan:

Dalam jumlah yang benar untuk menjamin bahwa aliran panas yang
memadai tersedia untuk perpindahan panas

Pada suhu dan tekanan yang benar, atau akan mempengaruhi kinerja

Bebas dari udara dan gas yang dapat mengembun yang dapat menghambat
perpindahan panas

Bersih, karena kerak (misal karat atau endapan karbonat) atau kotoran
dapat meningkatkan laju erosi pada lengkungan pipa dan orifice kecil dari
steam traps dan kran

Kering, dengan adanya tetesan air dalam steam akan menurunkan entalpi
penguapan aktual, dan juga akan mengakibatkan pembentukan kerak pada
dinding pipa dan permukaan perpindahan panas (UNEP).

Latham, T. 2010. Clean Steam in the Pharmaceutical Industry.


Tersedia

online

pada

http//www.pdhcenter.com/courses/k109/k109content.pdf
[Diakses pada tanggal 16 Mei 2016]
Priyambodo, B. 2007. Manajemen Farmasi Industri. Edisi 1.
Global Pustaka Utama. Yogyakarta.