Anda di halaman 1dari 15

BAB VI

STORAGE AIR OLAHAN


6. Bak Penampungan Setelah Treatment ( Reservoir )
Air baku yang telah diolah pada proses treatment akan menjadi air olahan
yang siap untuk di distribusikan ke konsumen, tetapi dalam beberapa kasus,
terjadi kelebihan supply terhadap demand (kebutuhan) dari konsumen dan
sebaliknya, terjadi kekurangan supply terhadap demand pada waktu waktu
tertentu. Untuk menyiasati hal tersebut, dibutuhkan penampungan sebelum air di
distribusikan. Dalam sub-bab ini, kami akan membahas lebih lengkap tentang
penampungan atau biasa disebut dengan reservoir.
6.1. Pengertian dan Fungsi Reservoir
Menurut Fair et al. (1966) reservoir digunakan dalam sistem distribusi
untuk menyeimbangkan debit pengaliran, mempertahankan tekanan, dan
mengatasi keadaan darurat. Untuk optimasi penggunaan, reservoir harus
diletakkan sedekat mungkin dengan pusat daerah pelayanan. Di kota besar,
reservoir distribusi ditempatkan pada beberapa lokasi dalam daerah pelayanan.
Reservoir distribusi juga digunakan untuk mengurangi variasi tekanan dalam
sistem distribusi. Reservoir di tempat yang tinggi dapat dipergunakan dengan baik
untuk pemantapan tekanan. Garis derajat hidraulik pada suatu saat pemakaian
yang tinggi dalam suatu sistem dengan tangki yang tinggi yang terletak di tempat
yang salah. Tekanan akan cukup rendah di ujung sistem yang jauh. Kondisi
tekanan akan membaik bila tangki tinggi itu terletak dekat daerah konsumen
tinggi (pusat beban)
Reservoir adalah bangunan yang berfungsi untuk tempat penampungan air
bersih sebelum didistribusikan dan sebagai tempat penampungan air bersih untuk
instalasi. (bab 2, sistem penyediaan air bersih) Reservoir ini berfungsi sebagai
tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan melalui pipapipa secara gravitasi. Karena kebanyakan distribusi di kita menggunakan
gravitasi, maka reservoir ini biasanya diletakkan di tempat dengan eleveasi lebih

tinggi daripada tempat-tempat yang menjadi sasaran distribusi. Biasanya terletak


diatas bukit, atau gunung.
Reservoir distribusi mempunyai fungsi penting bagi sistem penyediaan air
bersih di suatu kota. Perbedaan kapasitas pada jaringan transmisi yang
menggunakan kebutuhan maksimum per hari dengan kebutuhan pada jam puncak
untuk sistem distribusi, menyebabkan dibutuhkannya reservoir distribusi. Saat
pemakaian air berada di bawah rata-rata, reservoir akan menampung kelebihan air
untuk digunakan saat pemakaian maksimum.
Beberapa fungsi reservoir yang lain diantaranya yaitu:
Mengumpulkan air bersih.

Equalizing Flows yaitu untuk menyeimbangkan aliran-aliran, sedangkan


debit yang keluar bervariasi atau berfluktuasi, unsur ini diperlukan suatu
penyeimbangan aliran yang selain melayani fluktuasi juga dapat
digunakan untuk menyimpan cadangan air untuk keadaan darurat.
Singkatnya, berfungsi menyimpan air untuk mengatasi fluktuasi
pemakaian air yang berubah tiap jam.

Equalizing pressure atau menyeimbangkan tekanan, pemerataan tekanan


diperlukan akibat bervariasinya pemakaian air di daerah distribusi.

Mendistribusikan air ke daerah pelayanan.

Menyimpan cadangan air untuk pemadam kebakaran

Tipe Reservoir
Tipe reservoir distribusi yang sering digunakan adalah (Japan International
Coorperation Agency,1974) :
1. Reservoir tanggul yang dilapisi atau tidak dilapisi, umumnya terbuka
2. Reservoir di bawah dan di permukaan tanah, tertutup dan tidak tertutup,
konstruksi dari beton
3. Reservoir baja di permukaan tanah, tipe gravitasi dan pemompaan
4. Tangki baja atau beton di atas permukaan tanah dan pipa tegak
5. Tangki tekan dari baja.

6.2. Jenis-Jenis Reservoir


Berdasarkan lokasi penempatan dan sistem pengairan, reservoir terbagi
atas,

Resevoir Rendah
Reservoir rendah adalah tempat cadangan air yag letaknya lebih rendah
dari daerah distribusi, sehingga pendistribusian-nya menggunakan pompa,
pada beberapa kasus reservoir rendah diubah menjadi ground reservoir.
Ground reservoir adalah bangunan penampung air bersih yang terletak di
bawah permukaan tanah.
Keuntungan jenis ini biaya konstruksinya lebih murah, sedangkan
kekurangannya yaitu biaya eksploitasi tinggi, dan apabila ada gangguan
listrik maka pengairannya menjadi terhambat karena menggunakan pompa.

Gambar 6.1. Contoh Reservoir Rendah


Reservoir Tinggi (Elevated Reservoir)
Yaitu tempat cadangan air yang letaknya lebih tinggi dari daerah
pelayanan. Jadi untuk distribusi sangat memanfaatkan gaya gravitasi.
Keuntungan jenis ini adalah biaya ekploitasi rendah dan kemacetan listrik
tidak berpengaruh banyak terhadap penyediaan air, karena tidak
menggunakan pompa. Kekurangannya adalah terkadang diperlukan
menara air yang tinggi sehingga biaya pembuatan pun cukup tinggi.

6.3. Lokasi Reservoir


Reservoir distribusi harus diletakkan secara terpusat dalam area yang
dilayani, atau setidaknya pada pusat daerah pelayanan yang dimaksud. Reservoir
tersebut juga harus memiliki elevasi yang cukup untuk menjamin terpenuhinya
tekanan yang diperlukan untuk pengaliran air.
Alasan penempatan pada titik pusat daerah pelayanan yaitu untuk mereduksi
kehilangan tekanan akibat aliran dalam pipa distribusi dengan cara meminimalkan
jarak yang ditempuh oleh aliran. Lokasi reservoir akan memberikan pengaruh
yang cukup besar pada fluktuasi tekanan air di beberapa bagian sistem distribusi.
Penempatan reservoir harus diperhatikan agar dapat menjamin tekanan pada
seluruh sistem distribusi.

Gambar
Jika sistem distribusi air tidak dapat dilakukan secara gravitasi akibat tidak
adanya lokasi yang tidak cukup memadai, maka tipe reservoir yang dipilih dapat
merupakan kombinasi antara reservoir yang ditempatkan di dalam tanah (ground
reservoir) dengan menara air (elevated reservoir) yang terletak di atas permukaan
tanah dengan ketinggian tertentu.

6.4. Komponen Reservoir


Beberapa kriteria perencanaan untuk reservoir distribusi seperti yang
direncanakan oleh Sukarmadijaya, H.,et. all, diantaranya adalah:

Ambang Bebas dan Dasar Bak


o

Diperlukan ambang bebas minimum 30 cm di atas permukaan air


tertinggi.

Dasar bak minimum 15 cm dari muka air terendah.

Kemiringan dasar bak sebaiknya antara 1/100 hingga 1/500 ke arah


pipa pengurasan.

Inlet dan Outlet


o

Posisi dan jumlah pipa inlet ditentukan berdasarkan pertimbangan


bentuk dan struktur tangki sehingga tidak ada daerah aliran yang
mati.

Pipa outlet dilengkapi dengan saringan (screen) dan diletakkan


minimal 10 cm di atas lantai atau pada muka air terendah.

Perlu diperhatikan penempatan pipa yang melalui dinding


reservoir, karena harus dapat dipastikan dindingnya kedap air dan
diberi flexible joint.

Pipa inlet dan outlet dilengkapi dengan gate valve.

Pipa peluap dan penguras memiliki diameter yang mampu


mengalirkan debit air maksimum dengan secara gravitasi dan
saluran outlet harus terjaga dari kontaminasi dari luar.

Ventilasi dan Manhole

Reservoir harus dilengkapi dengan ventilasi, manhole, dan alat


ukur tinggi muka air.

Tinggi ventilasi lebih kurang 50 cm dari atap bagian dalam.

Ukuran manhole harus cukup besar agar mudah dimasuki petugas


dan konstruksinya harus kedap air agar tidak terjadi rembesan air
dari luar.

Ventilasi harus mampu memberikan sirkulasi udara yang cukup ke


dalam reservoir sesuai dengan volumenya.

6.5. Kapasitas Resevoir


Dalam menentukan kapasitas tangki harus diperhatikan atau
diperhitungkan kebutuhan air (laju aliran air). Juga kita tentukan beberapa lama
pompa bekerja mengisi tangki dalam setiap beberapa jam atau menit sekali.
Biasanya diharapkan pompa hanya bekerja beberapa kali dalam sehari.
Pengambilan waktu dapat 0.5 jam, 1 jam, atau 1.5 jam, tergantung dari sifat
pemakaian pada jam puncak (peak hours).
Kapasitas Standar
o

Reservoir bawah (ground reservoir) memiliki kapasitas standar


diantaranya sebesar 100, 300, 500, 750, dan 1000 m3.

Reservoir atas (elevated reservoir) memiliki kapasitas standar


diantaranya sebesar 300, 500, dan 750 m3 dengan muka air maksimum
sekitar 20-25 m dari permukaan tanah.

6.6. Persyaratan dan Kriteria Teknis Reservoir


Persyaratan penampungan air yang harus diperhatikan dalam perencanaan
reservoir air sebagai berikut.

1) Reservoir air harus dapat menampung kebutuhan air bersih untuk


penggunaan sehari-hari dan sistem kebakaran
2) Dinding reservoir bawah harus terbuat dari bahan kedap air, seperti beton
bertulang tebal minimal 20 cm, dengan alternative finishing plaster aci,
dicat epoxy, atau dengan finishing keramik.
3) Reservoir bawah dapat terbuat dari baja dan dilapisi bahan anti larut
4) Dilengkapi dengan pipa pelepas udara.
5) Jarak reservoir air ke septik tank atau air buangan minimal 10 m untuk
menghindari kemungkinan bocor.
6) Berat reservoir atas harus dipehitungkan terhadap kekuatan struktur.
Dak beton untuk meletakkan reservoir di atasnya harus memiliki struktur
khusus karena air memiliki berat sehingga mencegah air memberatkan
strukturnya. Untuk itu dalam meletakkan reservoir atas, diperlukan
struktur pendukung tersendiri.

Struktur dari reservoir distribusi dapat mengikuti aturan sebagai berikut


( Japan International Coorporation Agency,1974) :
a) Reservoir air bersih dapat dibangun dengan menggunakan beton pra
tegang, atau struktur baja
b) Reservoir dapat dilengkapi dengan penutup permanen untuk menghindari
masuknya air hujan atau jenis polutan lainnya
c) Pada kasus tertentu, untuk menjaga suhu yang sedang pada daerah dingin
atau panas, dapat dilengkapi dengan penutup yang berlapis dari tanah
dengan kedalaman 30-60 cm atau pembatas lain
d) Untuk mempersiapkan tanah penutup, stabilisasi tanah dengan pasir dan
menurunkan muka air tanah dapat ditempuh guna menghindari kegagalan
pembangunan struktur pada daerah dengan muka air tanah yang tinggi
e) Jumlah reservoir distribusi paling sedikit 2 (dua) buah. Reservoir tunggal
dapat dipecah menjadi 2 (dua) bagian Tinggi jagaan berjarak 30 cm atau
lebih dihitung dari muka air tertinggi sampai dengan puncak dinding
reservoir. Bagian bawah reservoir ditetapkan paling sedikit berjarak 15 cm
lebih rendah dari muka air terendah. Untuk kenyamanan pembersihan,
kemiringan 1/100 sampai dengan 1/500 ditentukan terhadap permukaan
bagian bawah.

Pemasangan pipa inlet dan pipa outlet dapat mengikuti aturan sebagai
berikut ( Japan International Coorporation Agency,1974) :
a) Jarak diantara garis tengah dari pipa outlet dan muka air terendah
sebaiknya kurang dari dua kali diameter dari pipa outlet
b) Baik pipa inlet maupun pipa outlet sebaiknya dilengkapi dengan katup
(valve), dan pipa outlet dapat dilengkapi dengan karet penutup untuk
mengurangi kehilangan tekanan
Pemasangan pipa overflow dapat mengikuti aturan sebagai berikut ( Japan
International Coorperation Agency,1974) :
a) Pipa tegak dan menara air atas (elevated reservoir ) dapat dilengkapi
dengan karet penutup pada pipa overflow pada muka air tertinggi
b) Ukuran dari pipa overflow dapat ditentukan melalui tinggi permukaan air,
freeboard, dan rata-rata aliran masuk pada pipa tegak atau reservoir atas.
Pemasangan pipa penguras dapat mengikuti aturan sebagai berikut ( Japan
International Coorperation Agency,1974) :
a) Peralatan pipa penguras beserta katup (valve) dapat dipasang pada titik
terendah pada bagian bawah dari pipa tegak atau reservoir.
b) Ukuran pipa penguras dapat ditentukan melalui volume air dibawah muka
air terendah dengan batasan tertentu.
Kapasitas reservoir distribusi tidak hanya berkaitan dengan perubahan dengan
waktu pengaliran air, tetapi juga kejadian seperti kebakaran dan gangguan
kelistrikan.
6.7. Pengoprasian dan Pemeliharaan Reservoir
Merujuk ke SNI-6775-2008 tentang pengoprasian dan pemeliharaan unit
paket Instalasi Pengolahan Air. Pengoprasian reservoir haruslah memperhatikan
beberapa hal, yaitu:
a) Ukur debit air yang masuk;
b) Periksa pH air yang masuk ke bak penampung air bersih;
c) Apabila pH air kurang dari 6,5 atau lebih dari 8,5 maka bubuhkan larutan
netralisator
atau larutan soda abu 10% atau larutan kapur jenuh, sesuai perhitungan;
d) Bubuhkan larutan desinfektan, seperti larutan kaporit sesuai perhitungan;

e) Periksa pH, kekeruhan dan sisa klor dari air bersih dari pipa outlet
penampung setiap jam;
f) Periksa kualitas air secara lengkap atau fisika, kimia dan bakteriologi
minimal setiap bulan.

Untuk pemeliharan tangki air-nya dapat dilihat di tabel 2..


Tabel 2.1
No.

Pemeliharaan

Jangka Waktu

Periksa dan bersihkan lingkungan bak penampung air


bersih dari rumput dan kotoran

Harian

Periksa kemungkinan tumbuhnya lumut dalam bak


penampung air bersih

Harian

Periksa dan bersihkan kelengkapan saran, dan lakukan


perbaikan jika ada kebocoran katup dan pipa;

Bulanan

Lakukan perbaikan jika kebocoran katup dan pipa;

Bulanan

Bersihkan lumut pada dinding bak dengan larutan kaporit;

Bulanan

Bersihkan endapan lumpur atau pasir jika ada;

Bulanan

Bersihkan pipa masukan, keluarkan, katup- katup dan


ventilasi udara

Bulanan

Periksa berfungsinya alat ukur

Bulanan

Laporkan kepada atasan dan lakukan perbaikan jika ada


kerusakan konstruksi

Tahunan

10

Lakukan pembersihan karet dan pengecatan

Tahunan

11

Periksa kemungkinan terbentuknya endapan dalam bak,


bila perlu lakukan pengurasan, serta berikan desinfektan

Tahunan

12

Perbaiki bak, katup, pipa dan tutup lubang pemeriksaan

sesuai kebutuhan

Sumber: SNI-6775-2008 tentang Pengoprasian Dan Pemeliharaan Unit Paket Instalasi Pengolahan
Air.

Cara-cara dalam pemeliharaan reservoir beserta peralatan penunjangnya


akan diuraikan dalam penjelasan berikut:
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam operasional dan pencatatan kerja reservoir
distribusi adalah sebagai berikut ( Japan International Coorperation Agency,1974)
a) Catatan perubahan jumlah air yang disimpan perhari sangat penting untuk
mengamati fungsi reservoir distribusi. Pencatatan dapat dilakukan melalui
meter pencatat otomatis ketinggian air atau dengan membaca ketinggian
muka air setiap 1-2 jam.
b) Catatan pengaliran air setiap hari dan perubahannya dalam periode waktu
tertentu juga diperlukan.
c) Air biasanya disimpan pada reservoir distribusi mulai waktu tengah malam
sampai pagi hari. Pada kasus tertentu, pengaliran air tidak mampu
memenuhi jumlah yang diperrlukan karena keterbatasan penyediaan air.
d) Tinggi muka air pada reservoir distribusi sebaiknya tidak dikurangi di
bawah batasan di mana air dan subtansi yang terkandung terserap oleh
pipa efluen.
6.8. Menara Air
Menara air atau reservoir dugunakan untuk menampung air dan untuk
menyediakan air bersih bagi warga yang ada di suatu daerah. Menara air biasanya
berukuran besar karena kegunaannya sebagai penampung air bersih. Untuk
memenuhi kebutuhan air digunakan menara air agar memenuhi head untuk
pengaliran ke unit instalasi yang membutuhkan air. Kebutuhan air di instalasi
meliputi kebutuhan uintuk filtrasi (backwashing), kebutuhan air untuk pelarutan
bahan kimia (koagulan, disinfektan, dan kapur), serta untuk kebutuhan kantor.
Menara air ini digunakan bila head yang tersedia dengan menggunakan ground
reservoir tidak mencukupi kebutuhan untuk distribusi. Dengan menggunakan
elevated reservoir maka air dapat didistribusikan secara gravitasi dengan tinggi
menara tergantung kepada head yang dibutuhkan.

Jika suplai air tidak bertekanan cukup, beberapa hal bisa terjadi:

Air tidak dapat mencapai lantai atas sebuah bangunan;


Air tidak dapat semprotan dari keran dengan cukup aliran
Tanpa menara air, bagian air pasokan sistem aliran gravitasi di daerah
perbukitan dapat dikenakan tekanan negatif (lihat menyedot ).Tekanan
negatif dalam sistem dapat menyebabkan dangkal tanah harus ditarik ke
dalam sistem pasokan air bocor, mencemari dengan mikroorganisme ,
kotoran, pasir, pupuk , dan lainnya beracun kontaminan yang mungkin di
air tanah.
Sebuah menara air berbentuk kontainer penyimpanan air besar yang

ditinggikan yang dibangun untuk menampung persediaan air pada tinggi yang
cukup untuk memberi tekanan pada sistem distribusi air. Pemberian tekanan
terjadi melalui peninggian air; untuk setiap ketinggian 1.020 sentimeter
(401.575 in), air memberi tekanan sebesar 1 kilopascal (0.145 psi). Ketinggian
30 m (98.43 kaki) menghasilkan tekanan sebesar 300 kPa (43.511 psi), tekanan
yang cukup untuk mengoperasikan dan memenuhi persayaratan sistem distribusi
dan tekanan air domestik. Reservoir atas (elevated reservoir) memiliki kapasitas
standar diantaranya sebesar 300, 500, dan 750 m3 dengan muka air maksimum
sekitar 20-25 m dari permukaan tanah.
Menara air mampu menyediakan air bahkan selama listrik padam, karena
mereka bergantung pada tekanan yang dihasilkan oleh ketinggian air (karena
gravitasi ) untuk mendorong air ke dalam industri air distribusi dan sistem dalam
negeri, namun mereka tidak dapat memasok air untuk waktu yang lama tanpa
listrik, karena pompa diperlukan untuk mengisi menara. Sebuah menara air juga
berfungsi sebagai reservoir untuk membantu dengan kebutuhan air pada saat
pemakaian puncak. Tingkat air di menara biasanya jatuh selama jam penggunaan
puncak hari, dan kemudian pompa mengisi kembali di malam hari.Proses ini juga
menjaga air tidak membeku dalam cuaca dingin, karena menara ini terus-menerus
dikuras dan diisi ulang.
Tinggi menara memberikan tekanan hidrostatik untuk sistem penyediaan
air, dan mungkin ditambah dengan pompa .Volume reservoir dan diameter dari
pipa

menyediakan

dan

mempertahankan

laju

aliran.

Namun,

dengan

mengandalkan pompa untuk memberikan tekanan mahal; untuk bersaing dengan


berbagai permintaan, pompa harus menjadi ukuran untuk memenuhi permintaan
puncak. Selama periode permintaan rendah, pompa jockey digunakan untuk
memenuhi kebutuhan air mengalir lebih rendah. Menara air mengurangi
kebutuhan untuk konsumsi listrik pompa bersepeda dan dengan demikian
kebutuhan akan mahalpompa sistem kontrol, sebagai sistem ini harus berukuran
cukup untuk memberikan tekanan yang sama pada tingkat aliran tinggi.Sangat
volume tinggi dan laju aliran yang dibutuhkan ketika melawan kebakaran. Dengan
ini menara air, pompa dapat menjadi ukuran untuk kebutuhan rata-rata, tidak
menuntut puncak, menara air dapat memberikan tekanan air pada siang hari dan
pompa akan isi ulang menara air ketika tuntutan lebih rendah.Menggunakan
jaringan sensor nirkabel untuk memonitor tingkat air di dalam menara kota
memungkinkan untuk secara otomatis memantau dan mengendalikan pompa tanpa
menginstal dan memelihara kabel data mahal.
6.9. Lokasi Reservoir
Reservoir distribusi harus diletakkan secara terpusat dalam area yang
dilayani, atau setidaknya pada pusat daerah pelayanan yang dimaksud. Reservoir
tersebut juga harus memiliki elevasi yang cukup untuk menjamin terpenuhinya
tekanan yang diperlukan untuk pengaliran air.
Alasan penempatan pada titik pusat daerah pelayanan yaitu untuk
mereduksi kehilangan tekanan akibat aliran dalam pipa distribusi dengan cara
meminimalkan jarak yang ditempuh oleh aliran. Lokasi reservoir akan
memberikan pengaaruh yang cukup besar pada fluktuasi tekanan air di beberapa
bagian sistem distribusi. Penempatan reservoir harus diperhatikan agar dapat
menjamin tekanan pada seluruh sistem distribusi.
6.10. Perhitungan Volume Reservoir
Untuk menghitung kapasitas reservoir ini, maka reservoir ditinjau dari
fungsinya sebagai equalizing flow. Reservoir diperlukan untuk menyeimbangkan
fluktuasi permukaan air harian, sehingga kebutuhan maksimum per jam dapat
terpenuhi. Kapasitas reservoir ini dapat ditentukan bila diketahui fluktuasi

pemakaian air harian di kota tersebut: Berikut ini adalah contoh perhitungan
fluktuasi pemakaian air:
Kolom 1
Waktu pemakaian air
Kolom 2
Jumlah jam pada waktu pemakaian air
24.00 05.00 = 5 jam
Kolom 3
Supply air per jam dalam % dari sistem transmisi
100% / 24 jam = 4.17%
Kolom 4
Diketahui dari survey/penelitian terhadap fluktuasi pemakaian air = 0,75%
Kolom 5
Total Supply air (%) = jumlah jam x supply air per jam
= (2) x (3)
= 5 jam x 4.17 % = 20.85 %
Kolom 6
Total pemakaian (%) = jumlah jam x pemakain per jam (%)
= (2) x (4)
= 5 jam x 0.75 % = 3,75%
Kolom 7
Supply demand (surplus) = Supply total (%) Pemakaian total (%)
= 20,85% - 3,75%
= (+) 17,1% (jika nilai positif)
Kolom 8
Supply demand (deficit) = Supply total (%) pemakaian total (%)
= 4,17% - 6 %
= (-) 1,83 % (jika nilai negatif)

6.11. Reservoir Air Minum


Reservoir merupakan prasarana untuk menampung air bersih yang
digunakan oleh masyarakat.
Kapasitas sekitar 3-6 liter per detik atau sekitar 10-20 M3 per jam (300
-500 M3 per hari), untuk melayani sekitar 1.000 Kepala Keluarga (4000 orang).
Komponen utama:
-Tangki Beton
- Bangunan pelindung dengan kerangka baja/beton
- Sistem perpipaan

Gambar 6.2. Contoh Tangki Air Minum


Sumber: Katalog Infrastruktur PU

6.12. Fluktuasi Penggunaan Air Bersih


Fluktuasi penggunaan air bersih adalah penggunaan air oleh konsumen
dari waktu ke waktu dalam skala jam, hari, minggu, bulan maupun dari tahun ke
tahun yang hampir secara terus menerus. Adakalanya penggunaan air lebih kecil
dari kebutuhan rata ratanya, adakalanya sama dengan kebutuhan rata ratanya
atau bahkan lebih besar dari rata ratanya. Sesuai dengan keperluan perencanaan
sistem penyediaan air bersih maka terdapat dua pengertian yang ada kaitannya
dengan fluktuasi pelayanan air, yaitu:
1. Faktor Hari Maksimum / Maximum Day Factor
Faktor perbandingan antara penggunaan hari maksimum dengan penggunaan air
rata rata harian selama setahun, sehingga akan diperoleh :
Q hari maks = fhm * Q hari rata rata

2. Faktor Jam Puncak / Peak Hour Factor


Faktor perbandingan antara penggunaan air jam terbesar dengan penggunaan air
rata rata hari maksimum, sehingga akan diperoleh :
Q jam puncak = fjp * Q hari maks
Catatan :
Q hari maks = kebutuhan air maksimum pada suatu hari ( liter / detik )
Q hari puncak = kebutuhan air maksimum pada saat tertentu dalam sehari ( liter /
detik).