Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN

APOTEK BERJAYA FARMA


JL. S. M RAJA NO. 10 PADANGSIDIMPUAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Apotek adalah suatu sarana, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan
penyaluran perbekalan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat.
Salah satu realisasi pembangunan dibidang farmasi oleh pemerintah dan swasta
adalah dengan menyediakan sarana pelayanan kesehatan salah satunya adalah
apotek.
Jadi apotek adalah suatu jenis bisnis eceran (retail) yang komoditasnya
(barang yang diperdagangkan) terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan
obat) dan perbekalan kesehatan (alat kesehatan). Sebagai perantara, apotek dapat
mendistribusikan perbekalan farmasi dan perbekalan kesehatan dari supplier
kepada konsumen, memiliki beberapa fungsi kegiatan yaitu pembelian, gudang,
pelayanan dan penjualan, keuangan, dan pembukuan. Sehingga dapat di kelola
dengan baik, maka seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) disamping
menguasai ilmu kefarmasian juga perlu menguasai ilmu lainnya seperti ilmu
pemasaran (marketing) dan ilmu akuntansi (accounting). Apotek bukanlah suatu
badan usaha yang semata-mata hanya mengejar keuntungan saja tetapi apotek
mempunyai fungsi sosial yang menyediakan, menyimpan dan menyerahkan
perbekalan farmasi yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya.
Dalam upaya usaha untuk memajukan kesejahteraan umum yang berarti
mewujudkan suatu tingkat kehidupan secara optimal, yang memenuhi kebutuhan
manusia termasuk kesehatan, maka dibuatlah proposal pendirian Apotek di Jl.

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

S.M.

RAJA

NO.

10

PADANGSIDIMPUAN

yang

diharapkan

dapat

menyebarkan obat secara merata sehingga akan memudahkan masyarakat untuk


mendapatkan obat yang bermutu dengan harga yang terjangkau. Lokasi yang
strategis, mudah dijangkau, di tepi jalan raya, daerahnya juga padat dengan
pemukiman penduduk, dekat dengan pusat kota dan pusat perbelanjaan, juga
dekat dengan praktek dokter, yang merupakan alasan kuat untuk memilih lokasi
pendirian apotek, sehingga diharapkan dapat memberikan peluang bisnis yang
baik untuk kemajuan apotek.
Dengan demikian, seorang APA dalam menjalankan profesi apotekernya di
apotek tidak hanya pandai sebagai penanggung jawab teknis kefarmasian saja,
melainkan juga dapat mengelola apotek sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis yang
dapat memberikan keuntungan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan
(stake holder) tanpa harus menghilangkan fungsi sosialnya di masyarakat.
1.2 TUJUAN
Tujuan pendirian Apotek Berjaya Farma antara lain :
a. Sebagai sarana atau tempat pengabdian profesi apoteker yang telah
mengucapkan sumpah jabatan.
b. Sebagai sarana farmasi yang melakukan peracikan, pengubahan bentuk,
pencampuran dan penyerahan obat.
c. Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan
masyarakat pada umumnya (konseling).
d. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat
secara rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

BAB II
ANALISA

2.1 ASPEK PEMASARAN


2.1.1 Peramalan Permintaan Pasar Mendatang
Dewasa ini semakin banyaknya informasi obat dan ledakan produk obat
yang beredar di masyarakat. Hal ini mengundang minat masyarakat untuk lebih
memilih kunjungan ke apotek daripada ke rumah sakit. Selain itu, masyarakat
yang mengalami gangguan kesehatan lebih senang melakukan pengobatan sendiri
daripada berobat ke rumah sakit.
Alasan lain masyarakat lebih membutuhkan apotek yaitu karena
persediaan produk obatnya lebih lengkap daripada apotek rumah sakit khususnya
untuk obat OTC. Faktor tingkah laku penduduk sekitar yang tidak menaati
peraturan seperti proses pengantrian pengambilan obat dapat menjadi salah satu
faktor dibutuhkannya apotek.
2.1.2 Analisis Persaingan

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

Untuk melakukan analisis terhadap kondisi persaingan pada usaha apotek


swasta di sekitar Jl. S.M. Raja Padangsidimpuan, maka kami menggunakan
analisis Matrik Persaingan, yaitu dengan cara :
a. Membandingkan usaha satu dengan usaha lain yang sejenis pada faktor
persaingannya, semakin bagus maka semakin tinggi skornya. Skala penilaian
yang digunakan adalah skala 1 5.
b. Dengan membandingkan tingkat kepentingan dari masing masing faktor.
Semakin penting, maka skornya semakin tinggi. Skala penilaian yang
digunakan adalah skala 1 5.
Tabel 1. Matrik Analisis Tingkat Persaingan
Faktor persaingan
Harga
Kualitas
Promosi
Jasa khusus
Pelayanan
Suasana
Lokasi
Kekuatan relatif

Apotek Sitamiang

Apotek Nina Farma

A
4
3
2
2
2
4
5

A
4
3
2
2
3
3
4

B
5
4
1
2
4
2
5

A.B
20
12
2
4
8
8
25
79

B
5
4
1
2
4
2
5

A.B
20
12
2
4
12
6
20
76

Berdasarkan tabel matrik analisis tingkat persaingan tersebut, maka dapat


disimpulkan bahwa Apotek Sitamiang adalah apotek dengan kekuatan
kompetitifnya dan pesaing yang paling besar. Kelemahan dari apotek Sitamiang
terletak pada promosi yang kurang dan jasa khusus yang tidak ada.
2.1.3 Analisis SWOT
Analisis SWOT dari apotek Berjaya Farma adalah sebagai berikut:
1. Kekuatan (strength)
Adanya konsultasi, informasi, edukasi dan monitoring bagi konsumen
Adanya pelayanan tes kesehatan (tekanan darah, gula darah, asam urat,
kolesterol)
Tenaga profesional yang kompeten
Sistem managemen dan komputerisasi yang baik
Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

Kondisi bangunan baru


Pemilik sarana apotek adalah seorang apoteker sehingga bisa
menerapkan pharmaceutical care dengan baik
2. Kelemahan (weakness)
Modal yang terbatas
Belum ada praktek dokter
Apotek belum lama berdiri, sehingga masih belum dikenal masyarakat
Merupakan apotek swasta yang berdiri sendiri dan bukan suatu apotek
jaringan atau waralaba
3. Peluang (opportunity)
Nama apotek yang didirikan adalah apotek Berjaya Farma, terletak di jalan
S.M RAJA NO. 10 Padangsidimpuan, lokasi apotek strategis yang akan
menentukan keberhasilan apotek dan erat hubungannya dengan aspek pasar. Datadata pendukung:
Apotek terletak di wilayah permukiman yang padat penduduk
Apotek terletak dekat dengan sarana layanan publik, seperti pasar,
minimarket serta dekat dengan sarana kesehatan seperti praktek dokter
Apotek terletak di tepi jalan raya yang mudah diakses oleh kenderaan
dan dilewati oleh kendaraan umum
Lingkungan sekitar apotek aman dan nyaman
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, dapat ditentukan target
market yang potensial bagi apotek tersebut adalah:
a. Penduduk sekitar lokasi apotek
b. Pasien-pasien dari praktek dokter sekitar lokasi apotek
c. Masyarakat non penduduk yang melintasi sekitar apotek
4. Ancaman (threat)
Terdapat apotek lain yang terletak tidak terlalu jauh dari apotek
Kemungkinan munculnya kompetisi yang lebih banyak
2.1.4 Perkembangan Faktor Intern
a. Tingkat pelayanan
Dalam pelayanan penjualan obat, apotek Berjaya Farma akan memberikan
layanan yang memuaskan melalui adanya pemberian informasi obat,

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

kenyamanan ruang tunggu, keramahan pelayanan dan memberikan konseling


bagi pasien.
b. Penetapan harga
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga
berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana mencari keuntungan
yang tidak terlalu besar sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu
untuk meningkatkan aspek pasar. Juga didasarkan pada persaingan harga
dengan usaha apotek yang lain.
c. Kegiatan promosi
Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi di
media masa cetak, leaflet dan spanduk, serta siaran di beberapa stasiun radio
lokal, maupun sebagai sponsor kegiatan masyarakat ataupun instansi
pemerintah/swasta.
d. Kelengkapan barang
Kelengkapan barang dapat menentukan perkembangan usaha mendatang.
Ketersediaan semua kebutuhan produk obat dari masyarakat dapat
meningkatkan kepercayaan, pendapatan, dan tingkat pemasaran yang lebih
luas.
2.1.5 Menentukan Segmentasi, Target, dan Posisi di Pasar
a. Segmentasi
Yang menjadi segmen dari usaha apotek adalah segmen menengah ke
bawah sampai menengah ke atas.
b. Targeting
Yang menjadi target market adalah semua aspek masyarakat.
c. Positioning
Lebih mengutamakan pada citra apotek kepada konsumen sebagai
usaha pelayanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2.1.6 Legalisasi

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

Berdasarkan PP No.51 tahun 2009 pasal 25 (1) dan (2) dinyatakan bahwa
apoteker dapat mendirikan apotek dengan modal sendiri dan/atau modal dari
pemilik modal baik perorangan maupun perusahaan, namun pekerjaan
kefarmasian harus tetap dilakukan sepenuhnya oleh apoteker yang bersangkutan,
dan izin pendirian apotek ini hanya diberikan kepada apoteker.
Syarat pendirian apotek berdasar Kepmenkes meliputi :
1.
2.
3.

Fotokopi SIK atau SIPA,


Fotokopi KTP dan surat Pernyataan tempat tinggal secara nyata,
Fotokopi denah bangunan surat yang menyatakan status bangunan

4.

dalam bentuk akte hak milik,


Daftar Asisten Apoteker (AA) dengan mencantumkan nama, alamat,

5.
6.

tanggal lulus dan SIK,


Asli dan fotokopi daftar terperinci alat perlengkapan apotek,
Surat Pernyataan APA tidak bekerja pada perusahaan farmasi dan

7.

tidak menjadi APA di apotek lain,


Asli dan fotokopi Surat Izin atas bagi PNS, anggota ABRI dan

8.
9.

pegawai instansi pemerintah lainnya,


Akte perjanjian kerjasama APA dan PSA,
Surat Pernyataan PSA tidak terlibat pelanggaran Undang-Undang
Farmasi.

2.1.7 Strategi, Kebijakan, dan Program Pemasaran


Dalam rangka mengembangkan usaha perapotekan ini diperlukan strategi
inovasi khusus, sehingga nantinya diharapkan mampu mempertahankan eksistensi
apotek dan mampu memajukan apotek dengan membuka cabang-cabang baru di
daerah lain. Adapun strategi yang ditempuh antara lain:
a. Menyediakan jasa konseling secara gratis oleh APA.
b. Menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien. Jika obat yang
dibutuhkan pasien tidak ada maka berusaha mengambil di apotek lain,

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

diusahakan agar pasien pulang mendapat obat yang diperlukan tanpa copy
resep.
c. Monitoring pasien. Monitoring dilakukan terhadap pasien via telepon,
terutama untuk pasien dengan penyakit kronis. Hal ini dilakukan untuk
mengontrol keadaan pasien dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap
apotek.
d. Fasilitas yang menarik, seperti uang tunggu dibuat senyaman mungkin dengan
fasilitas AC, TV, tempat duduk yang nyaman, majalah kesehatan, koran dan
tabloid serta tempat parkir.
e. Kerjasama dengan praktek dokter.
2.2 ASPEK TEKNIS
2.2.1 Lokasi & Lingkungan
Lokasi Apotek Berjaya Farma bertempat di Jl. S.M Raja No.10
Padangsidimpuan. Tinjauan terhadap konsumen dari apotek ini diperkirakan
sebagian besar adalah masyarakat sekitar dan pasien dari praktek dokter yang
berdekatan dengan lokasi pendirian apotek.
2.2.2 Bentuk Badan Usaha
Apotek Berjaya Farma adalah perusahaan swasta yang dalam pelaksanaan
teknis sehari-hari akan dibantu karyawan, serta tenaga ahli dalam bidangnya
(apoteker).
2.2.3 Struktur Organisasi dan Manajemen
Struktur organisasi Apotek Berjaya Farma disesuaikan dengan kebutuhan
pegawai yang dilihat dari pertumbuhan besar pengunjung dan penjualan obat.
Tenaga kerja di apotek terdiri atas :
Apoteker Penanggung Jawab Apotek (APA)

:1

Asisten Apoteker

:3

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

Struktur Manajerial Apotek


PENANGGUNG
PENANGGUNG
JAWAB
JAWAB
ADMINISTRASI
ADMINISTRASI
DAN
DAN KEUANGAN
KEUANGAN

PENANGGUNG
JAWAB
OPERASIONAL

PENANGGUNG
PENANGGUNG
JAWAB
JAWAB STOCK
STOCK &
&
GUDANG
GUDANG

APA

2.2.4 Kepemilikan Usaha


KARYAWAN
Nama apotek yang didirikan
adalah
(APA
dan Apotek
AA) Apotek Berjaya Farma yang
terletak di Jl. S.M Raja No.10 Padangsidimpuan. Apoteker Pengelola Apotek
(APA), yang juga bertindak sebagai Pemilik Sarana Apotek I (PSA I)
Nama
Alamat

: Foda Faronadeges Siregar, S.Farm., Apt.


: Jl. Ahmad Yani No. 30

Sumber dana berasal modal sendiri Rp 50.000.000,- dan dari pinjaman


bank sebanyak Rp 150.000.000,- dengan catatan lama peminjaman 5 tahun, bunga
15% pertahun.
2.2.5 Fasilitas
Memanfaatkan lahan seluas 144 m2 dengan luas bangunan 110 m2, Apotek
Berjaya Farma dapat memiliki ruangan sebagai berikut :

Tabel 2. Fasilitas
Jenis
1

Ruang/Area prescription

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

Area penerimaan dan penyerahan obat


Area konsultasi apoteker
Area Rak Obat
Area racik basah dan kering
Area administrasi harian
2

Area swalayan farmasi

Ruang tunggu pasien apotek

Area tangga

Kamar mandi/wc
1 KM/WC karyawan
1 KM/WC umum

Gudang

Pantry

AC

10

Ruang sholat

2.3 ASPEK SDM


Apotek Berjaya Farma menaruh perhatian besar terhadap pelayanan
kefarmasian yang menyeluruh meliputi informasi, konsultasi, edukasi, dan
monitoring terhadap pasien. Hal ini dilakukan dalam rangka menjamin
penggunaan obat yang rasional dan aman sehingga diharapkan apotek ini dapat
menjadi apotek kepercayaan bagi semua masyarakat. Apotek Berjaya Farma ini
buka setiap hari dan mulai pukul 08.00-22.00 WIB, oleh sebab itu dilakukan
pembagian jam kerja menjadi 2 shift yaitu shift pagi (08.00-15.00) dan shift sore
(15.00-22.00).

2.3.1 Rekrutmen

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

Dalam menjalankan usaha ini, diperlukan sejumlah karyawan dengan


spesifikasi sebagai berikut:
1. Apoteker Pengelola Apotek (APA): sejumlah satu orang yang memiliki
kemampuan dalam hal manajemen perapotekan yang mencakup manajemen
personil, administrasi, keuangan, produk, dan penguasaan informasi obat
2. Asisten apoteker: sejumlah tiga orang yang merupakan lulusan SMF dengan
pengalaman minimal satu tahun dan memiliki kemampuan teknis dalam
penyiapan dan peracikan obat.
2.3.2 Deskripsi Pekerjaan
1. PSA/Pemilik Saham
Pemilik saham berkoordinasi dengan apoteker dalam pelaksanaan
operasional dan program-program apotek terutama dalam hal penyediaan modal.
PSA pada apotek berjaya farma adalah merangkap juga sebagai APA.
2. Apoteker Penanggung Jawab
Apoteker Penanggung Jawab Apotek adalah pemilik saham yang mermiliki
wewenang penuh dalam pengelolaan apotek, memiliki tugas melaksanakan
tanggung jawab profesional kefarmasian di apotek, yang mencakup:
Pengelolaan perbekalan kesehatan dan mengontrol persediaan barang
Administrasi keuangan
Menerima resep dari pasien dan memberikannya secara langsung disertai
dengan pemberian informasi obat
Memberikan layanan kefarmasian berupa informasi obat, konsultasi,
edukasi dan monitoring penggunaan obat kepada pasien
Mengawasi dan mengontrol kinerja semua karyawan apotek.

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

3. Asisten Apoteker
Asisten apoteker bertugas membantu APA dalam peracikan resep dan
penyediaan obat ke pasien, bertanggung jawab juga terhadap terpeliharanya
sarana dan prasarana apotek.

2.4 ASPEK KEUANGAN


TABEL INVESTASI APOTEK BERJAYA FARMA
Modal diperoleh dari:
Foda Faronadeges Siregar, S.Farm., Apt.
Pinjaman Bank

50.000.000
150.000.000

Modal Tetap
Aset
Pengadaan Obat

65.000.000
100.000.000

Perlengkapan apotek (racik)

10.000.000

Mebeler

13.300.000

Perlengkapan penunjang

17.400.000

Perizinan

1.000.000

Marketing dan promosi

2.000.000

Lain-lain (biaya tak terduga)

5.000.000
213.700.000

Modal Operasional

76.300.000

Cadangan modal

10.000.000

RENCANA PENGADAAN INVENTARIS

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

JENIS

JUMLAH

HARGA SATUAN

HARGA

(Rp)

(Rp)

Aset
sewa tanah dan bangunan (m2)

65.000.000

Pengadaan Obat

100.000.000

Perlengkapan Apotek (Racik)

Set

10.000.000

Lemari obat bebas/ethic/buku

Unit

1.000.000

6.000.000

Meja

Buah

625.000

2.500.000

Kursi

Buah

200.000

800.000

Kursi tunggu

Set

Mebeler

4.000.000
13.300.000

Perlengkapan penunjang
Papan nama

Unit

1.000.000

1,000.000

Komputer dan Printer

Unit

2.500.000

2,500.000

Kalkulator dan ATK

Set

500.000

500.000

Telepon

Unit

600.000

600.000

Lemari Es

Buah

3.500.000

4.000.000

AC

Unit

2.500.000

7.500.000

TV

Buah

1.250.000

1.300.000
17.400.000

Perizinan

1.000.000

Marketing dan promosi

2.000.000

Lain-lain (biaya tak terduga)

5.000.000

Total Investasi

213.700.000

RENCANA ANGGARAN DAN PENDAPATAN TAHUN KE-1


APOTEK BERJAYA FARMA
Biaya Rutin Bulanan
Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

a. Tenaga Kerja
1. Apoteker Pengelola Apotek (APA)

1 Org

3.450.000

3.450.000

2. Asisten Apoteker

3 Org

1.500.000

4.500.000
7.950.000

b. Biaya Lain-Lain
1. Administrasi

500.000

2. Listrik, Telepon

750.000

3. Lain-Lain

500.000
1.750.000

TOTAL

9.700.000

Biaya Rutin Tahun Ke-1

116.400.000

Proyeksi Pendapatan
Penjualan resep (untung 25%)

Rp 936.000.000

Asumsi 15 resep/ hari x 26 hari x 12 bulan x Rp


200.000/ hari
Penjualan obat bebas dan non obat (untung 15%)

Rp 202.800.000

Rp 650.000/ hari x 26 hari x 12 bulan


Penjualan OWA (untung 20%)

Rp 234.000.000

Rp 750.000/ hari x 26 hari x 12 bulan


Total
Pembelian obat resep

Rp 1.372.800.000
Rp 702.000.000

75% x 936.000.000
Pembelian obat bebas dan non obat

Rp 172.380.000

85% x 202.800.000
Pembelian OWA

Rp 187.200.000

80% x 234.000.000
Total

Rp 1.061.580.000

Perkiraan laba rugi


1. Penjualan tahun I

Rp 1.372.800.000

2. Pembelian tahun I

Rp 1.061.580.000

Margin
Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

Rp 311.220.000

Biaya tetap

Rp 116.400.000

Laba kotor

Rp 194.820.000

Pajak 25% x 194.820.000

Rp 48.705.000

Laba bersih

Rp 146.115.000/ tahun

1. BEP
BEP =

x biaya tetap

1 (biaya variable/pendapatan)
=

1
1-

x 116.400.000

1.061.580.000
1.372.800.000

= 506.086.956/ tahun
= 42.173.913,04/ bulan
= 1.622.073,58/ hari
% BEP =

biaya tetap

x 100%

pendapatan biaya variabel


=

116.400.000

x 100%

1.372.800.000 1.061.580.000
= 37,40 %
Kapasitas BEP
Kapasitas BEP = % BEP x jumlah lembar resep/ tahun
= 37,40% x (15 lembar x 26 hari x 12 bulan)
= 1750,32 resep / tahun
= 145,86 resep/ bulan
= 6 resep / hari
2. ROI
ROI (Return On Investment) adalah pengukuran besaran tingkat return (%)
yang akan diperoleh selama periode investasi dengan cara membandingkan
jumlah nilai laba bersih per tahun dengan nilai investasi.
ROI =

laba bersih
total investasi

x 100%

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

ROI =

146.115.000 x 100%
500.000.000

ROI = 29,22 %
Kesimpulan sementara : ROI yang diperoleh dengan perolehan laba
sebesar Rp 146.115.000 pertahun adalah 29,22 % yang lebih besar dari >15%
(tingkat suku bunga pinjaman bank). Maka proyek tersebut layak dilaksanakan
3. Pay Back Periode (PBP)
Payback Periode merupakan suatu analisa untuk mengetahui berapa lama
modal yang kita investasi akan kembali (balik modal)
PBP =
PBP =

total investasi

x 1 tahun
x 1 tahun

laba bersih
PBP = 3,42 tahun
500.000.000
Kesimpulan sementara : lamanya waktu pengembalian pinjaman dari bank
146.115.000
selama 5 tahun, sedangkan apotek dengan tingkat perolehan laba sebesar Rp
146.115.000 per tahun, mampu menutup pinjaman selama 3,42 tahun

BAB III
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

3.1 Pembahasan
Apotek Berjaya Farma didirikan dengan investasi berupa tanah dan
bangunan, mebeulair, perlengkapan, persediaan obat sebanyak Rp. 213.700.000
dengan biaya investasi berasal dari modal pribadi masing-masing sebesar Rp.
50.000.000 dari Sdri. Foda Faronadeges Siregar, S.Farm., Apt. Serta pinjaman

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

modal dari pihak bank Rp. 150.000.000 dengan lama pinjaman 5 tahun dan bunga
15%.
Biaya tetap mencakup biaya gaji dan administrasi umum. Biaya gaji
selama satu tahun mencakup gaji 12 bulan. Apoteker Penanggungjawab Apotek
(APA) dan Asisten Apoteker mendapat gaji sebagaimana mestinya.
Lokasi Apotek Berjaya Farma bertempat di Jl. S.M Raja No.10
Padangsidimpuan dengan tingkat kesehatan penduduk sekitarnya sedang. Tinjauan
terhadap konsumen dari apotek ini diperkirakan sebagian besar adalah masyarakat
sekitar dan pasien dari praktek dokter yang berdekatan dengan lokasi pendirian
apotek.
Dari analisis Kondisi BEP adalah keadaan dimana total cost sama dengan
total revenue, yaitu jumlah penjualan tepat dapat menyamai jumlah fixed cost,
biaya produksi dan depresiasi yang harus dibayarkan. Break even point apotek
dicapai pada angka Rp 506.086.956/ tahun dengan jumlah resep 1750,32/ tahun.
Payback periode menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian
investasi total. Pay Back Period dicapai pada 3,42 tahun. ROI yang diperoleh
dengan perolehan laba sebesar Rp 146.115.000 pertahun adalah 29,22%.

3.2 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari Apotek Berjaya Farma adalah sebagai
berikut:
1. BEP (Break Event Point) dicapai pada angka Rp 506.086.956/ tahun dengan
jumlah resep 1750,32/ tahun.
2. Pay Back Period dicapai pada 3,42 tahun. Lama pinjaman bank 5 tahun maka
apotek layak didirikan

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

3. ROI yang diperoleh dengan perolehan laba sebesar Rp 146.115.000 pertahun


adalah 29,22%. Suku bunga pinjaman dari bank sebesar 15% jadi apotek
layak untuk didirikan
Berdasarkan

analisa

situasi

dan

dengan

memperhatikan

studi

kelayakannya, maka pendirian Apotek Berjaya Farma di Jl. S.M Raja No.10
Padangsidimpuan mempunyai prospek baik, ditinjau dari segi pelayanan maupun
usaha.

Keterangan :
LAMPIRAN

I : Ruang depan

DENAH RUANGANII : Ruang racikan


III : Ruang belakang
a : etalase obat bebas
b : kasir
c : kursi tunggu pasien
d : lemari obat ethic
e : pintu
f : meja racik
g : meja apoteker
h : lemari buku
i : toilet
Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma
j : gudang

k : lemari pendingin

GAMBAR BANGUNAN

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

TUGAS
PROPOSAL STUDI KELAYAKAN

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma

APOTEK BERJAYA FARMA


Jl. S.M Raja No.10 Padangsidimpuan

Oleh :
DIANITA HARAHAP
FODA FARONADEGES SIREGAR
GUSMELY SIREGAR
LANNY PERMATA SARI NST
RIKA ANGGRAINI HARAHAP
WINDA HANLEY MATONDANG

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2016

Proposal Studi Kelayakan Apotek Berjaya Farma