Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS KORESPONDENSI

Berikut ini adalah data tentang tingkat pendidikan dari kader beberapa
partai politik di sebuah daerah
Tabel 1: Data Tingkat Pendidikan dengan Parpol
Tingkat
Pendidik
an
<= SD
SLTP
SLTA
> SLTA

PARPOL
PDIP

PPP

PAN

GOLK
AR

PKB

PBB

PKS

30
39
34
31

19
25
19
14

7
14
18
32

8
7
7
11

6
5
6
9

0
3
3
6

1
1
3
6

Dari tabel diatas, informasi yang ingin diketahui adalah: apakah ada
keterkaitan antara tingkat pendidikan seseorang dengan Parpol yang
dipilih.
Langkah yang dilakukan dalam analisis korespondensi pertama kali adalah
memasukkan data ke dalam SPSS dengan format sebagai berikut.

Pada menu utama SPSS pilih Analyze pilih Data Reduction Pilih
Correspondence Analysis seperti Gambar berikut.

Selanjutnya akan muncul kotak dialog Correspondence Analysis,


Pindahkan Parpol ke kotak Dialog Row dan Klik Define Range,

Klik

Continue untuk kembali. Pindahkan Pddkn ke kotak Dialog Column dan Klik
Define Range, seperti gambar berikut.

Selanjutnya Klik Model... untuk memilih jenis analisis, sesaat akan


muncul kotak dialog Correspondence Analysis: Model dan tandai

seperti gambar di bawah dan Klik Continue untuk kembali ke menu


utama.

Selanjutnya Klik Statistics... untuk memilih jenis analisis, sesaat akan


muncul kotak dialog Correspondence Analysis: Statistics dan tandai
seperti gambar berikut.

Selanjutnya Klik Plots... untuk memilih jenis analisis, sesaat akan muncul
kotak dialog Correspondence Analysis: Plots dan Tandai seperti
gambar berikut dan Klik Continue untuk kembali ke menu utama.

Hasil dari analisis korespondensi adalah sebagai berikut.


Correspondence Table
Usia
parpol
PDIP
PPP
PAN
GOLKAR
PKB
PBB
PKS
Active Margin

17-24

25-34
37
12
7
3
6
0
6
71

35-44
35
21
18
7
5
3
5
94

>45
31
18
18
8
6
3
6
90

Active Margin
30
13
12
11
29
6
8
109

133
64
55
29
46
12
25
364

Tabel di atas menunjukkan banyaknya jumlah pemilih pada masing-masing


partai politik dengan klasifikasi usia-usia yang telah ditentukan. Dari tabel
di atas, dapat dilihat bahwa pemilih dengan usia 17-24 tahun untuk PDIP
sebanyak 35 orang, PPP sebanyak 12 orang dan PKS sebanyak 6 orang.
Untuk kelompok usia di atas 45 tahun, jumlah pemilih pada PDIP sebesar
30 orang, PKB sebesar 29 orang dan PKS sebesar 8 orang.

Summary
Proportion of Inertia
Dimensi
on
Singular Value Inertia Chi Square
1
2
3
Total

.312
.172
.030

.098
.030
.001
.128

Sig.

46.630 .000a

Accounted for Cumulative


.761
.232
.007
1.000

.761
.993
1.000
1.000

Confidence Singular Value


Standard
Deviation
.054
.048

Correlation
2
-.018

a. 18 degrees of freedom

Tabel di atas menunjukkan eigen value atau besarnya keragaman yang


dapat dijelaskan oleh skor baris (dalam hal ini adalah partai politik) dan
kolom (dalam hal ini adalah usia). Pada dimensi pertama didapatkan eigen
value sebesar 0.312 sedangkan dimensi kedua sebesar 0.172 dan dimensi
ketiga memiliki eigen value sebesar 0.030. Dari proporsi kumulatif dua
eigen value pertama didapatkan nilai sebesar 0.993. Hal ini menunjukkan
bahwa dua vektor baris dan kolom mampu menjelaskan 99.3% inersia
total, sehingga dua dimensi tersebut dapat menjelaskan 99.3% keragaman
data. Maka, gambar yang dihasilkan akan sangat mewakili konfigurasi
yang sebenarnya.

Confidence Row Points


Standard Deviation in Dimension
parpol
PDIP
PPP
PAN
GOLKAR
PKB
PBB
PKS

2
.141
.141
.216
.209
.147
.343
.269

Correlation
1-2

.085
.171
.132
.192
.251
.275
.325

.668
-.166
-.364
.224
-.413
.552
.022

Tabel di atas menunjukkan besarnya deviasi standar yang dihasilkan pada


tiap dimensi di masing-masing partai politik. PDIP memiliki deviasi standar
sebesar 0.141 pada dimensi pertama dan 0.085 di dimensi kedua. Pada
dimensi pertama, yang memiliki nilai deviasi standar paling tinggi adalah
parpol PBB, yaitu sebesar 0.343. Sedangkan pada dimensi kedua, yang
memiliki nilai deviasi standar paling besar adalah PKS, yaitu sebesar
0.325. Selain itu juga dapat dilihat nilai korelasi dari kedua dimensi pada
masing-masing parpol. Nilai korelasi terbesar, yaitu PDIP sebesar 0.668,
PBB memiliki korelasi sebesar 0.552. PKS memiliki nilai korelasi pada
kedua dimensi yang paling kecil, yaitu sebesar 0.022

Berdasarkan gambar di atas, maka dapat dilihat bahwa PBB, GOLKAR dan
PKB memiliki simpatisan dengan proporsi usia paling banyak adalah di
atas 45 tahun. Sedangkan kelompok usia antara 25-34 tahun dan 35-44
tahun paling dominan memilih menjadi simpatisan parpol PPP dan PAN.
Dan untuk parpol PDIP dan PKS memiliki simpatisan paling banyak jenjang
usia 17-24 tahun.