Anda di halaman 1dari 11

Definisi Bayi Baru Lahir

Menurut Depkes RI 2008, Bayi baru lahir sehat adalah bayi baru lahir
segera menangis, bernapas spontan, bergerak aktif, warna kulit tubuh
kemerahan, bayi bisa menghisap dengan kuat, berat lahir normal (2,5 Kg
4 kg), lahir cukup bulan (3742 minggu),secara fisik anggota badan

lengkap dan tidak cacat.


Infant berasal dari kata Latin yang berarti tidak dapat berbicara. Hal ini
memiliki beberapa makna infancy sebagai periode dari lahir hingga sekitar
kira-kira usia 2 tahun, ketika kemampuan bahasa bisa dilakukan. (Chris

and Peter, 1997).


Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai dengan usia 4 minggu,
biasanya lahir pada usia kehamilan 38 minggu sampai 42 minggu (Wong,
2003) Menurut Kosim (2007), bayi baru lahir normal adalah berat lahir
antara 2500 gram sampai 4000 gram, cukup bulan, lahir langsung
menangis dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat.
Menurut Varney (2002), bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir,
berusia 0-28 hari. Menurut Arief & Kristiyanasari (2009), bayi baru lahir
adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan
berat badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram

Sumber :
Depkes. 2008. Informasi Seputar Bayi Baru Lahir.
http://www.gizikia.depkes.go.id/wp-content/uploads/downloads/2011/01/Lembarbalik.pdf
Indrisari Novi. 2012. KTI. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir By. Ny. M dengan
Caput Succedanum di RSU Assalam Gemolong.
http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/3/01-gdl-noviindria-126-1noviind-i.pdf

Adaptasi Bayi Baru Lahir


N
O

SISTEM

RESPON ADAPTIF

Sistem

Foramen ovale, duktus arterosus dan veosus menutup, arteri

umbilakis dan hepatika menjadi ligamen


Napas pertama bayi membuat sirkulasi oksigen dalam darah di

Kardiovaskuler

paru-paru mengalir. Tekanan arteri pulmoner menurun dan


-

menyebabkan tekanan arteri kanan menurun


Aliran darah pulmoner kembali meningkat ke jantung dan masuk ke
kiri sehingga tekanan atrium kiri meningkat yang menyebabkan

foramen ovale menutup selama beberapa hari pertama kehidupan


Tangisan dapat mengembalikan aliran darah melalui aliran darah

foramen ovale sementara dan mengakibatkan sianosis


HR bayi rata-rata 140 x/menit dengan variasi 120-160 x/menit, saat
tidur berbeda ketika bangun. Pada usia 1 minggu, HR 128 x/menit
saat tidur dan 163 saat bangun. Aritmia sinus saat usia ini dikatakan

fisiologis
Tekanan sistolik 78mmHg dan diastolik 42 mmHg. Tekanan darah
sistolik sering menurun sekitar 15 mmHg selama 1 jam pertama
setelah lahir. Menangis dan bergerak menyebabkan tekanan sistolik

meningkat
Volume darah bervariasi dari 80-110ml/kg selama beberapa hari
pertama, meningkat dua kali akhir tahun pertama. Secara fisiologis,
bayi baru lahir mengandung volume plasma 20 % lebih kecil
dibanding kg orang dewasa. Tetapi bayi prematur memiliki volume
darah relatif lebih besar dibanding normal, bukan jumlah sel darah

Sistem Hematopoesis

merah yang lebih banyak (bobak, 2015)


Nilai Hb, Ht dan eritrosit lebih tinggi dibanding orang dewasa. Hb
berkisar 14,5 sampai 22, 5 g/dl. Ht dari 44 % sampai 72 % dan
SDM antara 5-7,5 juta / mm3. Secara bertahap Hb dan SDM
menurun sampai mencapai kadar rata-rata 11-17 g/dl dan 4.2

sampai 5.2 /mm3 pada akhir bulan pertama.


Darah mengandung sekitar 80% Hb janin, menurun sampai 55 %
pada minggu kelima dan sampai 5 % umur sel yang mengandung

Hb janin lebih pendek


Leukosit sekitar 18.000 / mm3 yang sebagian besar terdiri dari
polimorf meningkat menjadi 23.000 24.000 mm3 pada hari
pertama setelah bayi lahir. Golongan darah bayi ditentukan pada

awal kehidupan bayi, tetapi selama periode neonatus terjadi


peningkatan aglutinogen membran SDM secara bertahap.
Kecenderungan perdarahan pada bayi baru lahir jarang terjadi,
pembekuan darah cukup mencegah perdarahan, hanya saja terjadi
3

Sistem Pernapasan

defisiensi vitamin K
Paru-paru bayi cukup bulan mengandung cairan 20ml cairan /kg.
Pola pernapasan tertentu menjadi ciri bayi baru lahir normal cukup
bulan. Setelah pernapasan mulai berfungsi , nafas bayi menjadi
dangkal dan tak tertaur, bervariasi mulai 30-60 x/menit disertai
apnea singkat (<15 detik) yang paling sering muncul saat tidur
(Rapid eye movement/REM). Durasi dan frekuensi apnea menurun

Sistem Urologi

seiring peningkatan usia.


Infeksi, diare dan pola makan tidak tertaur secara cepat dapat
menimbulkan asidosis dan ketidakseimbangana cairan seperti
dehidrasi atau edema. Ketidakmaturan ginjal membatasi bayi
mengekskresi obat. Biasanya sejumlah urin pada kantung kemih
bayi, tetapi bayi baru lahir memungkinkan tidak berkemih selama
12-24 jam. Berkemih sering terjadi selama periode ini. Berkemih 610 x dengan warna urine pucat menunjukkan masukan cairan

Sistem GI

cukup. Umumnya bayi cukup bulan berkemih 15-60 ml/KgBB


Bayi baru lahir mampu menelan, mencerna, memetabolisme dan
mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi
lemak, kecuali amylase pankreas, karakteristik enzim dan cairan

pencernaan bahkan sudah ada pada BBLR.


Pada pencernaan, keasaman lambung sama dengan orang dewasa
tetapi menurun 1 minggu atau rendah selama 2-3 bulan. Penurunan
keasaman lambung ini dapat menimbulkan kolik sehingga bayi
tidak dapat tidur, menangis, dan distres diantara waktu makan dan

akan hilang setelah usia 3 bulan.


BU didengar 1 jam setelah lahir. Kapasitas lambung bervariasi 3090 ml tergantung ukuran bayi. Waktu pengosongan lambung sangat
bervariasi, faktor yang mempengaruhi dapat berupa waktu
pemberian makanan, volume makanan , jenis dan suhu makanan
serta stress psikis

Bayi lahir dengan bagian bawah penuh mekonium. Mekonium


dibentuk selama janin dalam kandungan berasal dari cairan amnion
dan unsurnya dari sekresi usus dan dari sel mukosa. Mekonium
berwarna hijau kehitaman konsistensi kental dan mengandung darah
samar. Mekonium pertama keluar steril, tetapi beberapa jam
mengandung bakteri. Sekitar 69 % bayi normal cukup bulan
mengeluarkan mekonium dalam 12 jam, 94 % dalam 24 jam dan

Sistem Hepatika

99,8 %dalam 48 jam


Hati dan kantung empedu dibentuk pada minggu ke 4 kehamilan,
pada bayi baru lahir hati dapat dipalpasi sekitar 1 cm dibawaha
kanan atas costae karena hati besar menempati 40 % rongga

abdomen
Hati janin mulai menyimpan besi (fe) sejak dalam kandungan.
Apabila ibu mendapat cukup asupan besi selama hamil, bayi

memiliki simpanan bertahan hingga bulan ke 5 diluar rahim


Hati mengatur jumlah bilirubin tidak terikat dalam peredaran darah
Hiperbilirubenemia fisiologus / ikterik neonatal kondisi normal
pada 50 % bayi cukup bulan dan 80% bayi prematur, tergantung
kecepatan produksi bilirubin tinggi, umur SDM janin pendek,
terdapat cukup banyak reabsorbsi bilirubin pada usus halus

Sistem Imunitas

neonatus
Sel-sel imun berkembang pada awal kehidupan janin anum tidak
aktif beberapa bulan, selama tiga bulan pertama bayi dilindungi
oleh kekebalan tubuh pasif yang diterima dari ibu, barier alami
seperti keasaman lambung atau produksi pepsin dan tripsin yang

mempertahankan kesterilan usus halus.


IgA sebagai pelindung membran lenyap dari traktus naps dan
urinarius dan GI keculai jika diberi ASI. Bayi mensintesis IgG dan
mencapai 40 % kadar IgG orang dewasa pada usia 1 tahun,
sedangkan kadar orang dewasa dicapai pada usia 9 bulan. IgA, IgD
dan IgE diproduksi secara lebih berthap dan kadar maksimum tidak

Sistem Integumen

dicapai sampai pada masa kanak-kanak dini


Semua struktur kulit bayi masih belum matang. Epidermis dan
dermis tidak terikat dengan baik dan sangat tipis. Vermiks kaseosa
juga berfusi dengan epidermis dan berfungsi sebagai lapisan

pelindung. Kulit bayi sangat sensitif dan dapat rusak dengan mudah,
lanugo terlihat diwajah, bahu dan punggung. Edema dan ekimosis
dapat timbul akibat presentasi muka atau kelahiran forsep. Ptekie
-

dapat timbul jika ditekan.


Kaput Suksedaneum ialah edema pada kulit kepala yang
ditemukan dini akibat tekanan verteks yang lama pada serviks
sehingga pembuluh darah tertekan dan memperlambat aliran balik
vena yang memperlambat membuat cairan di kulit daerah kepala

meningkat akibatnya menyebabkan edema


Sefalhematoma ialah perdarahan diantara periosteum dan tuala
tengkorak dan periosteumnya, tidak melewati garis sutura kepala

akibat penekanan pada panggul ibu.


Deskuamasi ialah pengelupasan kulit, indikasi pasca maturitas
Kelenjar lemak dan keringat sudah ada tetapi tidak berespon
terhadap peningkatan suhu tubuh, terjadi sedikit hiperplasia kelenjar

sebacea dan sekresi sebum akibat pengaruh hormon saat hamil


Bintik mogolia ialah daerah pigmentasi biru, kehitaman pada

semua permukaan tubuh termasuk ekstremitas


Nevi atau gigitan burung bangau ialah nevi telangiektasis
berwarna merah muda atau memutih, terlihat pada kelopak mata
bagian atas , daerah hidung, bagian atas bibir tulang oksipital bawah

dan tengkuk
Eritema Toksikum ialah ruam sementara , eritema neonaturum
atau dermatis gigitan kutu dengan lesi berbagai tahap yaitu makula

Sistem Reproduksi

eritematosa , papula, dan vesikel kecil


Saat lahir, ovarium bayi berisi beribu sel germinal primitif. Jumlah
ovum berkurang sekitar 90 % sejak lahir sampai dewasa.
Peningkatan kadar estrogen selama masa hamil yang diikuti dengan
penurunan setelah lahir, mengakibatkan pengeluaran suatu cairan
mukoid atau bercak darah vagina (pseudomenstruasi) Genitalia
eksterna biasanya edematosa disertai pigmentasi yang lebih
banyak , pada cukup bulan labia mayor dan minora menutupi

vestibulum
Testis turun ke dalam skrotum pada 90 % bayi baru lahir. Walaupun
menurun pada kelahiran prematur, muara uretra dapat tertutup

prepusium dan tidak dapat ditarik ke belakang selama tiga sampai


empat tahun. Terdapat rugae yang melapisi kantong skrotum,
hidrokel (penimbunan cairan disekitar testis) sering terjadi dan
10

Sistem Skeletal

biasanya akan mengecil tanpa pengobatan


Kepala bayi cukup bulan berukuran seperempat panjang tubuh.
Lengan sedikit lebih panjang daripada tungkai . Wajah relatif kecil
terhadap ukuran tengkorak yang jika dibandingkan lebih besar dan
berat. Ukuran dan bentuk kranium dapat mengalami distorsi akibat
molase (pembukaan kepala janin akibat tumpang tindih tulang-

tulang kepala)
Ada dua kurvatura pada kolumna vertebralis : toraks dan sakrum.
Ketika bayi mulai dapat mengendalikan kepalanya, kurvatura lain
terbentuk didaerah servikal. Pada bayi baru lahir , lutut saling
berjauhan saat kaki diluruskan dan tumit disatukan sehingga
tungkai bawah terlihat agak melengkung. Saat baru lahir, tidak

11

Sistem Neumuskuler

terlihat lengkungan pada telapak kaki


Pengkajian prilaku saraf (neurobehavioral) merupakan evaluasi
refleks primitif dan tonus otot. Saat ini, bayi baru lahir cukup bulan
dikenal sebagai makhluk yang reaktif responsif dan hidup.
Perkembangan sensori bayi baru lahir dan kapasitas untuk

melakukan interaksi sosial dan organisasi diri


1. Sistem Termogenik
a. Produksi panas dengan cara menggigil sangat jarang terjadi,
akibat dicapai lemak coklat yang kemudian dibentuk akibat
peningkatan aktivitas metabolisme diotak, jantung dan hati
b. Pengaturan Suhu, posisi fleksi bayi diduga berfungsi untuk
mencegah pelepasan panas karena mengurangi permukaan

tubuh dengan suhu


c. Stress Dingin dengan mengkonsumsi oksigen dan energi
2. Karakteristik Perilaku

Masa Transisi Bayi


a. Periode pertama reaktivasi dimana mata terbuka , awas, bayi memfokuskan
perhatian pada wajah dan suara orang tuanya terutama ibunya (berlangsung
15 menit)
Karakteristik bayi sebagai berikut :

a. Tanda-tanda vital : frekuensi nadi apikal yang cepat dengan irama yang
tidak teratur, frekuensi pernafasan mencapai 80 kali / menit, irama tidak
teratur, ekspirasi mendengkur serta adanya retraksi.
b. Fluktuasi warna kulit merah muda pucat ke sianosis. Bising usus belum
ada atau pergerakan usus, bayi belum berkemih.
c. Bayi masih dengan sedikit mukus, menangis kuat, reflek menghisap
yang kuat. d. Mata bayi terbuka lebih lama dari pada hari selanjutnya.
Saat ini adalah waktu yang paling baik untuk memulai proses periode
interaksi antara ibu dan bayi.
b. Periode kesadaran akif , dimana bayi sering melakukan gerakan mendadak
aktif dan juga menangis, refleks menghisap kuat yang menandakan bayi
lapar.
c. Periode tidak aktif/istirahat merupakan periode dimana bayi terlihat rileks
dan tidak berespon / sulit dibangunkan, selama 2-4 jam
Karakteristik bayi sebagai berikut :
a.
Bayi dalam keadaan tidur, frekuensi jantung dan pernafasan
menurun.
b.
Kestabilan warna kulit terdapat beberapa akrosianosis.
c.
Bising usus bisa didengar.
d. Periode reaktivasi kedua dimana bayi waspada dan terjaga menunjukkan
keadaan sadar dan tenang, aktif dan menangis, selama 4-6 jam
Karakteristik :
a.
Bayi mempunyai tingkat sensivitas tinggi terhadap stimulus internal
dan lingkungan. Kisaran frekuensi nadi apikal dari 120 sampai 160 kali /
menit dan dapat bervariasi mulai (< 120 kali / menit) hingga takikardia (>
160 kali / menit). Frekuensi pernafasannya berkisar dari 30 sampai

60

kali / menit, dengan periode pernafasan yang lebih cepat, tetapi pernafasan
tetap stabil (tidak ada pernafasan cuping hidung ataupun retraksi).
b.
Fluktuasi warna kulit dari warna merah jambu atau kebiruan ke
sianotik ringan disertai dengan bercak-bercak.
c.
Bayi kerap kali berkemih dan mengeluarkan mekonium selama
periode ini.
d.
Peningkatan sekresi mukus dan bayi tersedak saat sekresi.
e.
Reflek menghisap sangat kuat dan bayi sangat aktif.

Breastfeeding

Setelah bayi lahir dan tali pusat dipotong, segera letakkan bayi tengkurap di dada
ibu, kulit bayi kontak dengan kulit ibu untuk melaksanakan proses IMD. Langkah
IMD pada persalinan normal (partus spontan):
1.Suami atau keluarga dianjurkan mendampingi ibu di kamar bersalin
2.Bayi lahir segera dikeringkan kecuali tangannya, tanpa menghilangkan vernix,
kemudian tali pusat diikat.
3.Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di dada ibu dengan
KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu ibu.
Keduanya diselimuti dan bayi diberi topi.
4.Ibu dianjurkan merangsang bayi dengan sentuhan, dan biarkan bayi sendiri
mencari puting susu ibu.
5.Ibu didukung dan dibantu tenaga kesehatan mengenali perilaku bayi sebelum
menyusu.
6.Biarkan KULIT bayi bersentuhan dengan KULIT ibu minimal selama SATU
JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, biarkan bayi tetap di dada ibu
sampai 1 jam
7.Jika bayi belum mendapatkan puting susu ibu dalam 1 jam posisikan bayi
lebihdekat dengan puting susu ibu, dan biarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu
selama 30 MENIT atau 1 JAM berikutnya.
Setelah selesai proses IMD bayi ditimbang, diukur, dicap/diberi tanda identitas,
diberi salep mata dan penyuntikan vitamin K1 pada paha kiri. Satu jam kemudian
diberikan imunisasi Hepatitis B (HB 0) pada paha kanan.
http://www.gizikia.depkes.go.id/wpcontent/uploads/downloads/2011/01/PANDUAN-YANKES-BBL-BERBASISPERLINDUNGAN-ANAK.pdf
Manfaat dalam kandungan ASI Eksklusif

Hukum dasar tertulis pemberian ASI Eksklusif 6 bulan, PP No 33 Tahun 2012


pasal 2 yang menyatakan Peraturan pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk :
1. Menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif selama
6 bulan sejak dilahirkan dengan memperhatikan tumbuh dan
perkembangannya
2. Memberikan perlindungan kepada ibu dalam pemberian ASI Eksklusif
kepada bayinya
3. Meningkatkan peran dan dukungan keluarga , masyarakat, pemda dan
pemerintah terhadap pemberian ASI Eksklusif
http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/regulasi/pp/PP_ASI_Eksklusif201
2.pdf
Faktor yang mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif
Hasil penelitian kualitatif yang dilakukan oleh Sri (2008) tentang studi
fenomenologi: pengalaman menyusui eksklusif ibu bekerja di wilayah Kendal
Jawa Tengah disimpulkan bahwa praktik menyusui secara eksklusif dipengaruhi
oleh persepsi dan pemahaman serta pengetahuan ibu tentang manfaat menyusui,
pengawetan ASI dan bagaimana cara agar ASI tetap produksi secara baik.Berbagai

perasaan dapat muncul karena ibu terpaksa meninggalkan bayi dirumah, seperti
perasaan tidak tega, berat, kasihan dan rasa penyesalan karena harus bekerja.
Beberapa hambatan yang dirasakan ibu bekerja dalam praktik menyusui secara
eksklusif adalah jarak rumah yang jauh, tidak ada fasilitas ditempat kerja agar ibu
dapat menyusui bayinya
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rohani (2010) tentang
faktor-faktor yang meningkatkan risiko kegagalan pemberian ASI ekslusif pada
ibu bayi usia 69 bulan di Kota Mataram di dapatkan hasil bahwa hasil empat
variabel yang terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan risiko
kegagalan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-9 bulan yaitu:Ibu bekerja,
persepsi yang keliru, tingkat pengetahuan ibu kurang dan dukungan keluarga yang
kurang
http://core.ac.uk/download/pdf/11734484.pdf