Anda di halaman 1dari 1

Aplikasi Keilmuan FMIPA

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam merupakan fakultas yang menjadi induk bagi
fakultas-fakultas teknik lainnya karena bidang kajiannya dalam basic science. Mereka yang belajar
di FMIPA akan diberikan suguhan berupa ilmu-ilmu sains yang sangat mendasar, fundamental, serta
aplikatif dalam kehidupan kita sehari-hari. FMIPA didirikan jauh sebelum diresmikannya Institut
Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 2 Maret 1959, yaitu pada tanggal 6 Oktober 1947 di kota
Bandung sebagai Faculteit van Exacte Wetenschap, yang kemudian menjadi Faculteit van
Wiskunde en Natuur Wetenschap, selanjutnya menjadi Faculteit Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA),
dan sekarang menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
ITB sudah mencanangkan diri untuk menjadi pelopor dan pemandu ilmu dan sains, bekerjasama
dengan institusi-institusi lain di Indonesia, sehingga menuntut FMIPA berada di garis depan dalam
pengembangan itu. Khusus untuk FMIPA, penekanan lebih kepada basic science dan matematika.
Jadi, FMIPA saat ini memang telah diminta untuk menjaga performance ITB terutama untuk
pengembangan basic sciences atau penelitian-penelitian fundamental. Disitulah peran FMIPA akan
lebih banyak diharapkan oleh ITB.
Aplikasi kelimuan yang diharapkan dari FMIPA sangat banyak, dilihat dari adanya 4 jenis program
studi yang berbeda. Adapun program studi yang terdapat di FMIPA diantaranya Matematika, Fisika,
Kimia dan Astronomi.Masing-masing program studi tersebut memiliki aplikasi keilmuan yang unik,
berbeda satu dengan lainnya namun saling menguatkan dan menunjang keilmuan masing-masing
prodi. Contohnya saja, kita melihat kemacetan lalu lintas yang terjadi di sekitar kita, fenomena
kemacetan lalu lintas tersebut ternyata bisa kita modelkan dengan model matematika. Selanjutnya,
kita akan dapat menentukan penyelesaian optimal dari kemacetan lalu lintas tersebut, misalnya
dengan menambah lamanya lampu merah menyala. Penggunaan remote control saat kita menonton
televisi, proses pembersihan noda oleh deterjen bahkan proses ekspansi alam semesta, semua itu
dapat dipelajari di FMIPA (jurusan masing-masing kelimuan).
Bukan hanya membahas untuk kepentingan riset ilmiah dan sains, aplikasi keilmuan FMIPA juga
dapat diterapkan pada kehidupan sosial masyarakat. Penggunaan ilmu statistika untuk
memperkirakan pola distribusi penduduk, rasi bintang di langit yang dapat digunakan untuk penentu
masa cocok tanam, bahkan kemegahan bangunan-bangunan kuno yang menggunakan prinsip ilmu
fisika. Satu lagi, berbagai jenis obat-obatan tradisional merupakan aplikasi dari ilmu kimia.
Tidak diragukan lagi, kapasitas FMIPA sebagai penyedia ilmu sains fundamental dan aplikatif
memiliki peran besar terhadap perkembangan fakultas/sekolah teknik lainnya serta mengundang
perubahan besar yang terjadi di masyarakat kita. Maka fungsi FMIPA sebagai mother of faculties
and schools diharapkan dapat menunjang serta saling bekerjasama untuk memberikan kontribusi
lebih kepada bangsa melalui tangan-tangan penimba ilmunya (baca: mahasiswa).
Rival Abdul Aziz
16015067
FMIPA '15
Institut Teknologi Bandung
Sumber Referensi
http://www.fmipa.itb.ac.id/?page_id=243
http://artikel.akumasukitb.com/2015/01/fakultas-matematika-dan-ilmu-alam/