Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Melihat akan pentingnya kondisi tentang tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik,

akuntansi pemerintahan sangatlah dibutuhkan oleh lembaga pemerintahan. Tentunya, informasi


yang dihasilkan haruslah dapat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang tepat.
Adanya akuntansi pemerintahan tentunya membantu pemerintah dalam menghasilkan informasi
bagi tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. Dalam implementasinya, akuntansi
pemerintahan memiliki standar yang digunakan sebagai acuan untuk menyusun dan menyajikan
laporan keuangan pemerintah. Standar akuntansi dalam pemerintahan ini disebut SAP (Standar
Akuntansi Pemerintahan).
Dalam SAP disebutkan mengenai kerangka konseptual akuntansi pemerintahan.
Kerangka konseptual merupakan acuan dan juga dalam pengembangan dalam standar akuntansi
dan solusi atas berbagai hal yang belum diatur dalam standar tersebut. Kerangka konseptual yang
dibahas akan terkait dengan proses perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa,
realisasi anggaran, pelaporan, audit serta pertanggungjawaban. Jika terjadi pertentangan antara
kerangka konseptual dan standar akuntansi, maka ketentuan standar akuntansi diunggulkan
relatif terhadap kerangka konseptual ini. Dalam jangka panjang, konflik demikian diharapkan
dapat diselesaikan sejalan dengan pengembangan standar akuntansi di masa depan.

1.2

Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini, antara lain :


a.

Mengetahui dan memahami Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan.

b.

Mengetahui dan memahami Ruang Lingkup Kerangka Konseptual.

BAB II
8

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan
Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan yang disebutkan dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 adalah konsep dasar penyusunan dan pengembangan Standar
Akuntansi Pemerintahan, dan merupakan acuan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan,
penyusun laporan keuangan, pemeriksa, dan pengguna laporan keuangan dalam mencari
pemecahan atas sesuatu masalah yang belum diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi
Pemerintahan.
Jadi kerangka konseptual akuntansi pemerintahan merupakan konsep yang mendasari
penyusunan dan penyajian laporan keuangan dalam instansi pemerintahan yang dipergunakan
untuk kepentingan pemrintah di dalam menyampaikan informasinya terhadap masyarakat.
Kerangka konseptual akuntansi pemerintahan merumuskan konsep yang mendasari penyusunan
dan pelaksanaan siklus akuntansi pemerintahan.

2.2

Ruang Lingkup Kerangka Konseptual


Pembahasan mengenai kerangka konseptual ini seperti disebutkan dalam Mursyidi

(2013:40) yaitu membahas tentang:


1. Tujuan kerangka konseptual.
2. Lingkungan Akuntansi Pemerintahan.
3. Pengguna dan kebutuhan informasi para pengguna.
4. Entitas Pelaporan.
5. Peranan dan tujuan pelaporan keuangan, serta dasar hukum.
6. Asumsi dasar, karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan
keuangan, prinsip-prinsip, serta kendala informasi akuntansi.
7. Definisi, Pengakuan, dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan.

2.3

Tujuan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan


Konsep yang mendasari penyusunan serta penyajian laporan keuangan

pemerintah pusat maupun daerah tertuang dalam kerangka konseptual akuntansi


pemerintah, tujuan tersebut disebutkan dalam Mursyidi (2013:39) mengenai tujuan
kerangka konseptual sebagai berikut :

1. Penyusun standar akuntansi pemerintahan dalam melaksanakan tugasnya.


2. Penyusun laporan keuangan dalam menanggulangi masalah akuntansi yang belum
diatur dalam standar.
3. Pemeriksa dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun
sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.
4. Para pengguna laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang disajikan pada
laporan keuangan yang disusun sesuai dengan StandarAkuntansi Pemerintahan.
2.4

Lingkungan Akuntansi Pemerintahan


Kerangka konseptual SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan) menekankan perlunya

mempertimbangkan ciri-ciri penting lingkungan pemerintahan dalam menetapkan tujuan


akuntansi dan pelaporan keuangan. Ciri-ciri disebutkan dalam (Mursyidi : 40) tersebut meliputi :
a. Ciri utama struktur pemerintahan dan pelayanan yang diberikan
1. Bentuk umum pemerintahan dan pemisahan kekuasaan
Dalam bentuk NKRI yang berasas demokrasi, kekuasaan ada di tangan rakyat. Rakyat
mendelegasikan kekuasaan kepada pejabat publik melalui proses pemilihan. Sejalan
dengan pendelegasian kekuasaan ini adalah pemisahan wewenang di antara eksekutif,
legislatif, dan yudikatif. Sistem ini dimaksudkan untuk mengawasi dan menjaga
keseimbangan

terhadap

kemungkinan

penyalahgunaan

kekuasaan

di

antara

penyelenggara pemerintahan.
Sebagaimana berlaku dalam lingkungan keuangan pemerintahan, pihak eksekutif
menyusun anggaran dan menyampaikannya kepada pihak legislatif untuk mendapatkan
persetujuan. Setelah mendapat persetujuan, pihak eksekutif melaksanakannya dalam
batas-batas apropriasi dan ketentuan perundang-undangan yang berhubungan dengan
apropriasi tersebut. Pihak eksekutif bertanggung jawab atas penyelenggaraan keuangan
tersebut kepada pihak legislatif dan rakyat.
10

2. Sistem pemerintahan otonomi dan transfer pendapatan antar pemerintah


Secara substansial, terdapat tiga lingkup pemerintahan dalam sistem pemerintahan
Republik Indonesia, yaitu pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah
kabupaten/kota. Pemerintah yang lebih luas cakupannya memberi arahan pada
pemerintahan yang cakupannya lebih sempit. Adanya pemerintah yang menghasilkan
pendapatan pajak atau bukan pajak yang lebih besar mengakibatkan diselenggarakannya
sistem bagi hasil, alokasi dana umum, hibah, atau subsidi antar entitas pemerintahan.
3. Adanya pengaruh proses politik
Salah satu tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.
Sehubungan dengan itu, pemerintah berupaya untuk mewujudkan keseimbangan fiskal
dengan mempertahankan kemampuan keuangan negara yang bersumber dari pendapatan
pajak dan sumber-sumber lainnya guna memenuhi keinginan masyarakat. Salah satu ciri
yang penting dalam mewujudkan keseimbangan tersebut adalah berlangsungnya proses
politik untuk menyelaraskan berbagai kepentingan yang ada di masyarakat.
4. Hubungan antara pembayaran pajak dan pelayanan pemerintah
Walaupun dalam keadaan tertentu pemerintah memungut secara langsung atas pelayanan
yang diberikan, pada dasarnya sebagian besar pendapatan pemerintah bersumber dari
pungutan pajak dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jumlah pajak
yang dipungut tidak berhubungan langsung dengan pelayanan yang diberikan
pemerintah kepada wajib pajak. Pajak yang dipungut dan pelayanan yang diberikan oleh
pemerintah mengandung sifat-sifat tertentu yang wajib dipertimbangkan dalam
mengembangkan laporan keuangan, antara lain sebagai berikut:
(a) Pembayaran pajak bukan merupakan sumber pendapatan yang sifatnya suka rela.
(b) Jumlah pajak yang dibayar ditentukan oleh basis pengenaan pajak sebagaimana
ditentukan oleh peraturan perundang-undangan, seperti penghasilan yang diperoleh,
kekayaan yang dimiliki, aktivitas bernilai tambah ekonomis, atau nilai kenikmatan
yang diperoleh.
(c) Efisiensi pelayanan yang diberikan pemerintah dibandingkan dengan pungutan
yang digunakan untuk pelayanan dimaksud sering sukar diukur sehubungan dengan
monopoli pelayanan oleh pemerintah. Dengan dibukanya kesempatan kepada pihak
lain untuk menyelenggarakan pelayanan yang biasanya dilakukan pemerintah,
seperti layanan pendidikan dan kesehatan, pengukuran efisiensi pelayanan oleh
pemerintah menjadi lebih mudah.
11

(d) Pengukuran kualitas dan kuantitas berbagai pelayanan yang diberikan pemerintah
adalah relatif sulit.
b. Ciri keuangan pemerintah yang penting bagi pengendalian
1. Anggaran sebagai Pernyataan Kebijakan Publik, Target Fiskal, dan Alat
Pengendalian
Anggaran pemerintah merupakan dokumen formal hasil kesepakatan antara eksekutif dan
legislatif tentang belanja yang ditetapkan untuk melaksanakan kegiatan pemerintah dan
pendapatan yang diharapkan untuk menutup keperluan belanja tersebut atau pembiayaan
yang diperlukan bila diperkirakan akan terjadi defisit atau surplus. Dengan demikian,
anggaran mengkoordinasikan aktivitas belanja pemerintah dan memberi landasan bagi
upaya perolehan pendapatan dan pembiayaan oleh pemerintah untuk suatu periode
tertentu yang biasanya mencakup periode tahunan. Namun, tidak tertutup kemungkinan
disiapkannya anggaran untuk jangka waktu lebih atau kurang dari setahun. Dengan
demikian, fungsi anggaran di lingkungan pemerintah mempunyai pengaruh penting dalam
akuntansi dan pelaporan keuangan, antara lain karena:
(a) Anggaran merupakan pernyataan kebijakan publik.
(b) Anggaran merupakan target fiskal yang menggambarkan keseimbangan antara
belanja, pendapatan, dan pembiayaan yang diinginkan.
(c) Anggaran menjadi landasan pengendalian yang memiliki konsekuensi hukum.
(d) Anggaran memberi landasan penilaian kinerja pemerintah.
(e) Hasil pelaksanaan anggaran dituangkan dalam laporan keuangan pemerintah sebagai
pernyataan pertanggungjawaban pemerintah kepada publik.
2. Investasi dalam Aset yang Tidak Menghasilkan Pendapatan
Pemerintah menginvestasikan dana yang besar dalam bentuk aset yang tidak secara
langsung menghasilkan pendapatan bagi pemerintah, seperti gedung perkantoran,
jembatan, jalan, taman, dan kawasan reservasi. Sebagian besar aset dimaksud mempunyai
masa manfaat yang lama sehingga program pemeliharaan dan rehabilitasi yang memadai
diperlukan untuk mempertahankan manfaat yang hendak dicapai. Dengan demikian,
fungsi aset dimaksud bagi pemerintah berbeda dengan fungsinya bagi organisasi
12

komersial. Sebagian besar aset tersebut tidak menghasilkan pendapatan secara langsung
bagi pemerintah, bahkan menimbulkan komitmen pemerintah untuk memeliharanya di
masa mendatang.
A. Kemungkinan Penggunaan Akuntansi Danauntuk Tujuan Pengendalian
Akuntansi dana (fund accounting) merupakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan
yang lazim diterapkan di lingkungan pemerintah yang memisahkan kelompok dana
menurut tujuannya, sehingga masing-masing merupakan entitas akuntansi yang mampu
menunjukkankeseimbangan antara belanja dan pendapatan atau transfer yang diterima.
Akuntansi dana dapat diterapkan untuk tujuan pengendalian masing-masing kelompok
dana selain kelompok dana umum (the general fund) sehingga perlu dipertimbangkan
dalam pengembangan pelaporan keuangan pemerintah.
2.5

Penggunan dan Kebutuhan Informasi

2.5.1 Penggunaan Informasi


Laporan keuangan pemerintah disusun untuk memenuhi kebutuhan informasi dari
semua kelompok pengguna. Beberapa kelompok utama pengguna laporan keuangan pemerintah
adalah :
(a) Masyarakat.
(b) Para wakil rakyat, lembaga pengawas, dan lembaga pemeriksa.
(c) Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman.
(d) Pemerintah.
Pemerintah harus memerhatikan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
untuk keperluan perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.
2.5.2 Kebutuhan Informasi
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bertujuan umum untuk memenuhi
kebutuhan informasi dari semua kelompok pengguna. Dengan demikian laporan keuangan
pemerintah tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari masing-masing kelompok
pengguna. Namun demikian, berhubung pajak merupakan sumber utama pendapatan pemerintah,
maka ketentuan laporan keuangan yang memenuhi kebutuhan informasi para pembayar pajak
perlu mendapat perhatian.
13

Meskipun memiliki akses terhadap detail informasi yang tercantum di dalam laporan
keuangan, pemerintah wajib memperhatikan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
untuk keperluan perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Selanjutnya,
pemerintah dapat menentukan bentuk dan jenis informasi tambahan untuk kebutuhan sendiri di
luar jenis informasi yang diatur dalam kerangka konseptual ini maupun standar-standar akuntansi
yang dinyatakan lebih lanjut.
2.6

Entitas Pelaporan dan Komponen Laporan Keuangan

2.6.1 Entitas Pelaporan Keuangan


Entitas pelaporan disebutkan dalam Mursyidi (2013:44) bahwa unit pemerintahan yang
terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundangundangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan, yang
terdiri dari:
(a) Pemerintah pusat.
(b) Pemerintah daerah.
(c) Satuan organisasi di lingkungan pemerintah pusat/daerah atau organisasi lainnya, jika
menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan
laporan keuangan.
Dalam penetapan entitas pelaporan, perlu dipertimbangkan syarat pengelolaan,
pengendalian, dan penguasaan suatu entitas pelaporan terhadap aset, yurisdiksi, tugas dan misi
tertentu, dengan bentuk pertanggungjawaban dan wewenang yang terpisah dari entitas pelaporan
lainnya.
2.6.2 Komponen Laporan Keuangan
Komponen Laporan Keuangan Pemerintah terdiri dari :
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)
(f)
2.7

LRA (Laporan Realisasi Anggaran).


Laporan SAL (Laporan Saldo Anggaran Lebih)
Neraca.
LO (Laporan Operasional).
LPE (Laporan Perubahan Ekuitas).
CALK (Catatan Atas Laporan Keuangan).
Peranan dan Tujuan Pelaporan Keuangan, Dasar Hukum.
14

2.7.1 Peranan Pelaporan Keuangan


Peranan pelaporan keuangan berguna untuk menyediakan informasi mengenai posisi
keuangan serta seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas selama satu periode tertentu.
Adanya laporan keuangan yang dihasilkan berguna untuk melihat, menilai, menganalisis, dan
mengevaluasi kinerja yang sesuai dengan ketaatan peraturan perundang-undangan. Setiap entitas
di Pemerintahan wajib melaporakan seluruh kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk kepentingan
publik dalam membangun akuntanbilitas, transparansi, keseimbangan antar generasi, dan
membantu para pengguna informasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu entitas.
2.7.2 Tujuan Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuangan pemerintah harus bermanfaat bagi para pengguna dalam menciptakan
akuntabilitas dan transparansi sehingga informasi yang disajikan dapat dipakai sebagai alternative
pengambilan keputusan yang baik, dengan :
(a) Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode berjalan untuk membiayai
seluruh pengeluaran.
(b) Menyediakan informasi mengenai kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi dan
alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan nperaturan perundang-undangan.
(c) Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan
entitas pelaporan serta hasil-hasil yang telah dicapai.
(d) Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya
dan mencukupi kebutuhan kasnya.
(e) Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan
dengan sumber-sumber penerimaannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk
yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman.
(f) Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas pelaporan, apakah
mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode
pelaporan.

2.7.3 Dasar Hukum


Pelaporan keuangan pemerintah diselenggarakan berdasarkan peraturan perundangundangan yang mengatur keuangan pemerintah, antara lain:
(a) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, khususnya bagian yang mengatur keuangan
negara.
15

(b) Undang-undang di bidang keuangan negara.


(c) Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
(d) Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemerintah daerah, khususnya
yang mengatur keuangan daerah.
(e) Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perimbangan keuangan pusat dan
daerah.
(f) Ketentuan perundang-undangan tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara/Daerah.
(g) Peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur tentang keuangan pusat dan
daerah.
2.8

Asumsi Dasar.
Pelaporan Keuangan Pemerintah memiliki asumsi dasar yang dapat diterima sebagai

suatu kebeneran namun tanpa perlu adanya pembuktian agar standar yang diterapkan dapat
diimplementasikan. Asumsi Dasar tersebut terdiri dari :
(a) Asumsi kemandirian entitas.
(b) Asumsi kesinambungan entitas.
(c) Asumsi keterukuran dalam satuan uang (monetary measurement).
2.8.1 Asumsi Kemandirian Entitas
Asumsi kemandirian entitas menggambarkan suatu entitas pelaporan maupun akuntansi,
artinya setiap unit wajib menyajikan secara mandiri laporan keuangan dan memiliki wewenang
di dalam membuat suatu anggaran serta melaksanakannya. Bertanggungjawab terhadap aset serta
sumber daya yang dimilikinya dan program yang telah dijalankannya.
2.8.2 Asumsi Kesinambungan Entitas
Asumsi Kesinambungan beranggapan bahwa laporan keuangan yang disajikan akan terus
berlanjut setiap periodenya. Artinya, pemerintah tidak bertujuan untuk melikuidasi entitas dalam
jangka waktu yang terbilang singkat.
2.8.3

Asumsi Keterukuran dalam Satuan Uang


Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan hendaknya dapat dibuat suatu laporan keuangan

yang dapat dinilai, diukur serta dianalisis hasil laporan yang akan disajikan. Artinya, asumsi
keterukuran ini memungkinkan pelaporan keuangan dapat diukur secara andal.
16

2.9 Karakteristik Kualitatif laporan Keuangan


Karakteristik kualitatif laporan keuangan merupakan suatu ukuran yang dapat membantu
para pengguna informasi dalam mengambil keputusan dan memenuhi tujuannya tersebut. Dalam
Mursyidi (2013:47) disebutkan bahwa karakteristik laporan keuangan pemerintah dapat
memenuhi kualitas yang dihendaki:
(a) Relevan.
(b) Andal.
(c) Dapat dibandingkan.
(d) Dapat dipahami.
2.9.1 Relevan
Informasi yang relevan merupakan informasi yang dapat membantu para penggunanya
dalam mengambil suatu keputusan sehingga membantu mereka dalam mengevaluasi kegiatan di
masa lalu. Informasi yang relevan dapat memberikan manfaat bagi para penggunanya serta
informasi dapat digunakan untuk pengambilan keputusan saat ini.
2.9.2 Andal
Informasi yang andal berarti informasi yang tidak menyesatkan dari kesalahan material
bagi para penggunanya. Laporan Keuangan yang disajikan haruslah informasi yang disajikan
secara jujur dan dapat diverifikasi. Informasi pun tidak berpihak pada salah satu pihak melainkan
dikhususkan untuk kepentingan publik.
2.9.3 Dapat Dibandingkan
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan akan lebih bermanfaat ketika informasi
tersebut dapat dibandingkan dengan informasi keuangan tahun sebelumnya. Perbandingan
informasi tersebut dapat dilakukan pada internal maupun eksternal. Perbandingan internal
digunakan untuk membandingkan informasi penerapan kebijakan akuntansi yang sama dari
tahun ke tahun. Sedangkan perbandingan eksternal dilakukan apabila satu entitas dibandingkan
dengan entitas lainnya yang menerapkan kebijakan akuntansi yang sama.
2.9.4 Dapat Dipahami
Informasi yang disajikan haruslah informasi yang dapat dipahami oleh pihak pengguna
informasi. Informasi yang dibuat haruslah jelas, dapat dipahami oleh pihak eksternal sehingga
17

tidak menimbulkan berbagai spekulasi. Artinya, pengguna informasi dapat mempelajari


informasi yang dimaksudkan.
2.10 Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
Prinsip akuntansi dan pelaporan keuangan merupakan konsep yang memerlukan
pemahaman bagi para pembuat standar dalam melakukan penyusunan standar akuntansi. Dalam
melaksanakan pelaporan, penyelenggara akuntansi perlu menerapkan standar yang telah
ditetapkan sebagai acuan penyusunan laporannya. Penggunan laporan keuangan diharapkan
dapat memahami informasi yang disajikan oleh penyaji laporan keuangan untuk menilai,
membandingkan, serta mengevaluasi hasil yang disajikannya tersebut. Berikut menurut Mursyidi
(2013:48) delapan prinsip yang digunakan dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah :
(a) Basis akuntansi.
(b) Prinsip nilai historis.
(c) Prinsip realisasi.
(d) Prinsip substansi mengungguli bentuk formal.
(e) Prinsip periodisitas.
(f) Prinsip konsistensi.
(g) Prinsip pengungkapan lengkap.
(h) Prinsip penyajian wajar.
2.11 Kendala Informasi Yang Relevan Dan Andal
Kendala informasi akuntansi dan laporan

keuangan

adalah

kondisi

dimana

ketidakmungkinan terciptanya keadaan yang baik untuk menghasilkan informasi akuntansi dan
laporan keuangan yang relevan yang diakibatkan oleh berbagai keterbatasan. Menurut Mursyidi
(2013:50) ada tiga hal yang menimbulkan kendala dalam informasi akuntansi dan laporan
keuangan pemerintah, yaitu:
(a) Materialitas.
(b) Pertimbangan biaya dan manfaat.
(c) Keseimbangan antar karakteristik kualitatif.
2.12 Pengakuan Unsur Laporan Keuangan
Pengakuan dalam hal ini merupakan suatu proses terpenuhinya kriteria pencatatan suatu
kejadian ekonomi dalam catatan akuntansi sehingga akan menjadi bagian yang melengkapi unsur
aset, kewajiban, ekuitas dana, pendapatan, belanja, dan pembiayaan, sebagaimana akan termuat
pada laporan keuangan entitas yang bersangkutan. Menurut Mursyidi (2013:55) kriteria
minimum yang perlu dipenuhi oleh suatu kejadian atau peristiwa untuk diakui yaitu:

18

(a) Terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan kejadian atau
peristiwa tersebut akan mengalir keluar dari atau masuk ke dalam entitas pelaporan yang
bersangkutan.
(b) Kejadian atau peristiwa tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur atau
dapat diestimasi dengan andal.
2.13 Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
Pengukuran merupakan proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukan nilai
setiap pos dalam laporan keuangan. Pengukuran pos pos yang ada di laporan keuangan bersifat
historis. Seperti aset dicatat sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh
aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Pengukuran pos-pos laporan keuangan
menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi
terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.

BAB III
KESIMPULAN

3.1

Kesimpulan
Jadi kerangka konseptual akuntansi pemerintahan merupakan konsep yang mendasari

penyusunan dan penyajian laporan keuangan dalam instansi pemerintahan yang dipergunakan
untuk kepentingan pemrintah di dalam menyampaikan informasinya terhadap masyarakat.
Kerangka konseptual akuntansi pemerintahan merumuskan konsep yang mendasari penyusunan
dan pelaksanaan siklus akuntansi pemerintahan. Adanya kerangka konseptual dapat membantu
dalam memberikan penyusun standar akuntansi pemerintahan dalam melaksanakan tugasnya.
Membantu dalam melakukan penyusun laporan keuangan dalam menanggulangi masalah
akuntansi yang belum diatur dalam standar. Bagi pemeriksa dalam memberikan pendapat
mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.
Memberikan pemahaman kepada pengguna laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang
disajikan pada laporan keuangan yang disusun sesuai dengan StandarAkuntansi Pemerintahan.

19

20