Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Kadek Puspita Sari

Nim

: 30.01.13.0026

Prodi/Tingkat : S1.keperawatan/ IV.B

Menurut saya rumusan masalah dan penyebab dari perawat yang malas melakkan
asuhan keperawatan, sering datang terlambat dan sering tidak disiplin adalah
kurangnya motivasi, penyemangat di tempat kerja. Sebagai seorang kepala ruangan
sebaiknya jangan hanya menyuruh pegawai bawahannya saja tetapi ikut memberi
dukungan, penyemangat dan dorongan motivasi bagi bawahannya sehingga mereka
semangat

melakukan

pekerjaan

sesuai

dengan

harapan

pemimpin.

Lalu

identifikasikan pegawainya jika mempunyai masalah lain yang menyebabkan mereka


malas melakukan asuhan keperawatan dan tidak disiplin, jika mereka mempunyai
masalah dalam keluarganya, berikan dukungan dan segera untuk menyelesaikan
masalahnya setelah selesai bekerja. Selain itu tujuan untuk memberikan motivasi
adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang (pegawai) agar timbul
keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu tanpa paksaan sehingga dapat
memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu. Dan untuk kepala ruangan alahkan
baiknya harus bersikap ramah pada pegawainya, jika kepala ruangan bersikan
sombong, angkuh bagaimana bisa pegawainya dapat menyegani atasannya dan
terbentuklah sikap pegawai bawahannya malas meakukan asuhan keperawatan, malas

dan tidak disiplin.


Motivasi kerja ialah salah satu kondisi yang berpengaruh untuk membangkitkan,
mengarahkan, dan memelihara prilaku yang berhbngan dengan lingkungan kerja
(Mangkunegara, 2000 dalam Nursalam, 2007) terdapat beberapa prinsip dalam
memotifasi kerja perawat yaitu :
1. Prinsip partisipatif.
Perawat perl diberikan kesempatan ikut partisipassi dalam menetukan tujuan
yang akan dicapai oleh pemimpin.
2. Prinsip komunikasi.
Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan
usaha pencapaian tugas.
3. Prinsip mengakui adil bawahan.
Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai adil dalam usaha
pencapaian tujuan.
4. Prinsip pendelegasian wewenang.

Pemimpin akan memberikan otoritas atau wewenang kepada pegawai


bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap
perkaryaan yang dilakkannya, akan membuat pegawai yang bersangkutan
menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.
5. Prinsip memberi perhatian.
Pemimpin memberi perhatian terhadap apa yang dinginkan pegawai
bawahannya, sehingga bawahan akan termotivasi bekerja sesuai dengan

harapan pemimpin.
Teori motivasi Maslow
1. Kebutuhan dasar Fisiologis.
Sebagai kepala ruangan atau atasan dalam organisasi perlu menyadari
merupakan hal wajar apabia para pekerja berkeinginan untuk meningkatkan
kemampuan ekonomi yang paa gilirannya memungkinkan memuaskan
berbagai kebutuhan fisiologisnya dengan menggabungkan pendekatan
kuantitatif dan kualitatif sekaligus.
2. Kebutuhan keamanan.
Perlakan adil dan manusiawi akan memelihara keseimbangan kejiwaan
seseorang. Peran ikatan pekerjaan atau profesi sangat diharapkan agar
membantu mencapai perlakuan yang adil. Keamanan juga menyangkut
security of tenure, artinya terdapat jaminan masa kerja, bahwa seseorang tidak
akan mengalami pemutusan hubungan kerja selama yang bersangkutan
menunjukkan prestasi kerja yang memuaskan dan tidak melakukan berbagai
tindakan yang sangat merugikan.
3. Kebutuhan sosial.
Karena manusia adalah mahluk sosial, maka keinginan memaskan pun berada
paa intensita yang tinggi kerena itulah terdapat kecenderungan orang ntuk
memasuki berbagai kelompok yang diharapkan dapat dignakan sebagai
wahana pemuasannya

4. Kebutuhan penghargaan.
Salah satu ciri manusia ialah bahwa ia mempunyai harga diri. Kerena it semua
orang memerlkan pengakan atas keberadaan dan status oleh orang lain.
Keberadaan dan status sering mungkin biasanya tercemin dari berbagai
lambang baik gelar jabatan, yang penggnanya sering di padang sebagai hak
seseorang didalam dan di luar organisasi.
5. Kebutuhan aktualisasi diri.

Aktualisasi diri berhubungan dengan konsep diri. Pengaruhnyanya, aktualisasi


diri adalah motivasi seseorang untuk mentransformasikan persepsi dirinya

kedalam realita.
Kesimpulannya : jika kepala ruangan dengan menggunakan klasifikasi Maslow
sambil memuaskan kebutuhan fisiologis, seseorang butuh keamanan, ingin dikasihi
oleh orang lain, mau dihormati dan memahami masalah yang dialami oleh pegawai
bawahannya dan berikan motivasi akan sangat baik apabila potensi yang masih
terpendam dalam dirinya dikembangkan dalam pegawai yang malas melakukan.